FanFiction | Just In Community Forum | More
V
More
Destiny by ryeocloud

Plays » Screenplays Rated: K, Indonesian, Romance & Humor, Words: 14k+, Favs: 12, Follows: 8, Published: 12-31-11 Updated: 1-31-12
54 Chapter 3

Destiny

- CHAPTER 3 -

Pairing :: YeWook (Gender Switch)

Genre :: Romance Gaje

Rated :: ?

Warning :: Banyaknya salah kata dalam penulisan dan pengulangan yang tidak jelas dikarenakan authornya yg babbo tingkat akut… Mohon jangan dikutuk #Plakk*abaikan#

Disclaimer :: Semua member SUJU itu milik Pak Soo Man,, kecuali Ryeowook dan Yesung yang merupakan kekasih author. Kekekekekk.. #digampar Ryeosomnia n Cloud.. :D

.

Happy Read ^^

.

Anyeong chingu ^^

Ga nyangka author bisa nulis sampe chapter 3… #peluk wookie sambil nyium2 yesung (?)

Oh iy… mianhae sebelum na kalo cerita na sdkt lambat… soal na author emang sengaja bikin ff yg sdkt slow… pengen ngejabarin cara ketemuan mrk dl…. Hehehehheee

Tp tenang aja author yg telah lulus dr perguruan Ddangkoma (?) udah jd lbh pinter skrg, jd skrg ff na sdkt lbh panjang… ^^

.

.

.

~Wookie pov~

"Gomawo Kyu udah mau nemenin aku hari ini dan juga traktirannya.", kata ku sebelum masuk ke gerbang rumah.

"Ne.. cepat masuk Wookie. Sebentar lagi malam. Nanti ahjuma bisa marah", kata Kyu yg sudah berdiri di depan gerbang rumahnya.

"Bye Kyu", ku lambaikan tangan ke arahnya. Dia hanya tersenyum kecil melihat ke childishan ku. Lalu kami masuk ke dalam rumah masing-masing.

Oh iya, rumahku dan rumah Kyu itu bersebelahan. Kami juga teman dari kecil. Maka tidak heran jika kami terlihat sangat akrab. Bahkan banyak yang salah sangka dengan hubungan ku ini. Makanya terkadang aku dirugikan karena kedekatan hubungan kami. Kenapa aku bisa rugi kata kalian? itu karena selama ini aku belum pernah pacaran. Salahkan saja Kyu, orang yang mau mendekatiku langsung lari terbirit-birit begitu melihatnya selalu bersamaku. Mereka masih sayang nyawa. Kyu itu dari dulu sudah terkenal ke evilannya. Sudah banyak korban yang dibuat tak berdaya padanya. Hahhh.. Masa mudaku benar-benar suram.

"Aku pulang..", kataku begitu masuk ke dalam rumah.

Ku lepaskan sepatu yang ku pakai dan berganti dengan sandal rumah. Tapi ko rumah ini begitu sepi ya. Kemana umma? Bisanya umma selalu menyambutku begitu aku sampai di rumah. Mungkin sedang di dapur. Ku langkahkan kaki ke arah dapur dan ternyata benar umma sedang sibuk memasak.

"Umma.. Aku pulang", ku ulangi lagi perkataanku.

"Selamat datang chagiya. Ko pulangnya malam?", tanya umma yang menghentikan kegiatan memasaknya sejenak.

"Tadi aku jalan bareng Kyu umma. Sekalian beli hadiah buat teman", kataku sambil mengecup pipi umma sekilas. Umma membalas ku dengan senyuman termanisnya.

"Cepat ganti baju sana. Sebentar lagi appa datang. Kamu bantu umma menata piring ya chagi", perintah umma padaku.

"Okey umma". Ku tinggalkan umma di dapur dan langsung beranjak ke lantai atas, tempat kamarku berada.

"Huft.. Capeknya", keluhku. Ku rebahkan badan di kasur untuk menghilangkan lelah sejenak. Lalu beranjak ke kamar mandi.

~wookie pov end~

.

.

.

~normal pov~

My Love, My Kiss, My Heart
Modu mudeodulke gaseumsok gipeun got Yeah~
One Love, One Kiss, To My Heart
Modu ijeobolke modu da jiwoolke

Sayup-sayup terdengar melodi indah dari sebuah hp milik yeoja manis yang masih meringkuk di balik selimut. Yeoja manis itu masih enggan membuka matanya. Dibiarkan hpnya berdering berkali-kali. Begitu dirasa mengganggu tidur indahnya, maka diputuskan untuk menjawab panggil tersebut. Diraba-raba meja belajarnya yang tepat berada di samping tempat tidur dengan mata masih terpejam. Setelah menemukannya, diangkat panggilan untuknya itu.

"Yeobseyo ?", tanyanya pada seseorang di seberang sana. Matanya kini setengah terbuka.

"Wookie-ah.. kamu masih tidur ya? Mianhae membangunkanmu pagi-pagi begini", ucap orang tersebut.

"Yeobseyo?, ulang Wookie lagi. Kesadarannya belum pulih sempurna jadi tidak bisa mendengar suara orang yang memanggilnya.

"Yak Kim Ryeowook bangun ! Ini aku Lee Hyukjae. Sahabatmu yang paling imut, cantik dan manis" #author: eit dah enyuk oppa, pagi-pagi udah narsis,,, hyukkie: suka-suka,, weee… udah pergi sana *nendang author sampe planet Pluto#. Dikeraskan volume suaranya agar sahabatnya itu sadar sepenuhnya.

"Hyukkie ! Ngapain kamu telepon pagi-pagi. Mengganggu saja", gerutu wookie sebal. Kini yeoja manis itu sudah sepenuhnya bangun karena suara keras dari sahabatnya.

"Hehehehe,, mianhae Wookie-ah. Aku hanya ingin mengingatkan nanti malam jangan lupa datang ke pesta ulang tahunku ya", katanya tanpa dosa.

"MWOO ? Kamu membangunkan ku hanya untuk ngomong itu !", aum Wookie pada sahabatnya di pagi yang indah (?). Dimatikan telepon dari sahabatnya itu. Lalu direbahkan kembali tubuhnya di atas kasur.

'Dasar yeoja aneh. Kenapa aku bisa berteman dengannya ya. Huft', gerutu Wookie dalam hati yang penuh amarah.

DRRTTT

Hpnya bergetar kembali. Kali ini bukan sebuah panggilan, melainkan sebuah e-mail. Dibukanya e-mail tersebut. 'Dari Hyukkie ? Mau apa lagi dia ?'. Dibacanya e-mail dari sahabatnya itu.

"Mianhae Wookie-ah, aku tak bermaksud mengganggu tidur indahmu. Aku hanya ingin kamu hadir di pestaku. Aku ingin sahabatku datang".

Setelah membaca e-mail tersebut raut wajah Wookie berubah. Sekarang terlihat senyuman manis di wajahnya. Diletakkan kembali hpnya di atas kasur. Kemudian dia beranjak ke kamar mandi untuk memulai ritual paginya (?).

Setelah selesai ritual pagi di kamar mandi, Wookie turun ke bawah. Ia ingin membantu ummanya di dapur. Walau masih jam 7 pagi, Wookie yakin ummanya pasti sudah bangun.

TAP.. TAP.. TAP..

Suara langkah kaki Wookie menuruni tangga. Lalu ia langsung menuju dapur dan ternyata benar ummanya sekarang sedang sibuk memasak. Sedetik kemudian dipeluk ummanya dari belakang dengan manja.

"Kamu sudah bangun chagi", kata sang umma sambil menengok sekilas ke arah putri semata wayangnya.

"Umma masak apa? Wangi sekali", Tanya Wookie masih dengan memeluk ummanya manja.

"Masak kare. Kamu suka? Sebentar lagi siap", jawab ummanya dengan wajah yang lembut.

~normal pov end~

~Wookie pov~

"Aku bangunin appa ya umma", tawarku pada umma yang langsung di jawab dengan anggukan.

Ku langkahkan kaki menuju kamar umma dan appa. Setelah di depan pintu kamar mereka segera ku ketok pintunya untuk membangunkan appa.

"Appa bangun.. Sarapan sudah siap", teriakku pada appa.

"Ne chagi. Appa sudah bangun", jawab appa dari dalam kamar.

Setelah selesai melaksanakan tugas, aku segera membantu umma mengatur piring di meja makan. Lalu umma meletakkan masakan yang sudah siap. Tak selang berapa lama appa sudah di dapur dan duduk di kursi sebelah umma.

"Sepertinya enak yeobo", kata appa kepada umma. Umma hanya membalas dengan senyuman seperti biasanya.

"Appa,, kenapa pagi-pagi sudah rapih. Sekarang kan hari minggu appa. Memang appa mau ke mana?", tanyaku penasaran. Tidak biasanya appaku ini minggu pagi sudah rapih.

"Appa dan umma akan ke Cheonan, tempat Yoona ahjuma", umma menjawab pertanyaanku.

"Buat apa umma dan appa ke sana? Ko aku ga diajak", rajukku pada mereka.

"Mian chagi. Appa juga baru dapat kabar dari ahjussi mu pagi buta tadi. Katanya Yoona ahjuma sudah melahirkan. Makanya kami akan ke sana selama 3 hari", kata appa berusaha menjelaskan agar aksi ngambek tidak bertambah parah.

"Benarkah ahjuma sudah melahirkan appa? Asyik sekarang aku punya adik", teriakku senang. Umma dan appa yang melihat tingkahku tertawa kecil.

"Ne.. Makanya umma akan ke sana chagi. Kamu kan mesti sekolah jadi appa dan umma tidak mungkin mengajakmu", kata umma lembut sambil menyendokkan nasi tambahan ke piring appa.

"Huh arraso.. Oh iya appa umma,, nanti malam aku akan ke pesta ulang tahun Hyukkie", izinku di sela-sela makan.

"Baiklah. Tapi jangan pulang malam-malam. Kalau ada apa-apa kamu bisa minta tolong kepada keluarga Cho. Appa sudah menitipkanmu pada mereka", kata appa dengan nada ceramah.

"Arraso appa. Jadi kapan appa dan umma akan berangkat?", tanyaku lagi.

"Habis makan chagi. Tapi umma mau siap-siap dulu", jawab umma.

.

.

.

"Huwaaa.. Bosen !", ku guling-gulingkan tubuh di atas karpet ruang tengah. Sudah setengah jam aku berguling di sini sambil nonton tv.

"Hahh~ masih jam 9. Appa dan umma sudah pergi. Aku benar-benar bosen sekarang", gerutuku lagi sambil memeluk boneka teddy bearku.

"Ahh.. Sebaiknya aku pergi ke toko musik buat ngilangin suntuk", lanjutku lagi sambil bangkit dari acara guling-guling.

Lalu ku langkahkan kaki menuju kamarku untuk berganti pakaian. Setelah rapih aku langsung keluar rumah. Rencananya hari ini aku ingin berpetualang sendiri di Myeongdong. Aku ingin hunting baju dan membeli cd lagu band favorite ku, Super Junior baru nanti malam ke pesta Hyukkie.

Dari rumah aku langsung menuju halte bus. Dari sini ke Myeongdong hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Tidak terlalu lama. Begitu bus datang, aku langsung naik. Ku lihat hanya beberapa penumpang di dalamnya sehingga aku bebas memilih mau duduk di mana. Aku putuskan untuk duduk di depan namja sedang asyik mendengarkan lagu dari earphonenya. Namja itu mengenakan jaket yang ditutup sampai wajahnya dan dia juga mengenakan kacamata hitam dan topi jadi aku tidak bisa melihat wajahnya.

Ketika bus tengah melaju, dari arah belakangku terdengar suara baritone yang sangat merdu. Mungkin suara namja itu.

'Hmm.. Sangat indah', pikirku dalam hati. Aku sekarang hanyut dalam melodi yang dilantunkannya. Suara yang benar-benar menyentuh hati. Sepanjang jalan aku terus menikmati suara merdunya sampai tak terasa aku sudah tiba di tempat tujuan.

'Ahh.. Sayang sekali aku harus turun. Padahal aku ingin mendengar suaranya lebih lama lagi,, gumamku dalam hati sambil melangkahkan kaki turun dari bus.

Sekarang aku sudah di berada di Myeongdong. Di sini sangat ramai. Ku edarkan pandangan ke arah etalase toko-toko yang berjajar rapih. Aku sangat suka berjalan-jalan sendiri seperti hari ini. Aku bisa menikmati duniaku sendiri.

Ku habiskan waktu dua jam untuk hunting baju atau sekedar cuci mata. Karena lelah berkeliling maka aku memutuskan untuk istrahat sebentar. Aku duduk sejenak di bangku sambil meminum coke yang ku beli tadi. Setelah cokenya habis, aku melanjutkan kembali rencanaku semula, yaitu ke toko musik.

Toko musik yang ingin ku kunjungi masih di kawasan ini juga, jadi aku tak perlu berjalan jauh. Begitu ketemu toko musik, aku langsung masuk ke dalam. Aku berjalan ke bagian rak yang bertuliskan new entry, di mana rak tersebut dipajang lagu-lagu baru. Setelah menemukan cd lagu yang ingin ku beli lalu aku berjalan ke arah pemutaran lagu yang disediakan oleh toko ini #author: reader ngertikan alatnya, soalnya author susah ngegambarinnya… hehehhehe.. *Plakk reader: =,=7#. Tapi sayangnya aku sudah keduluan seorang namja yang kini sibuk mendengarkan lagu. Aku pun mengantri di belakangnya.

5 menit..

10 menit..

15 menit..

30 menit..

Namja itu masih asyik mendengar lagu melalui headset yang disedikan, tanpa peduli dengan antrian panjang di belakangnya.

'Woi bang ! (?) Lama amat. Aish.. Dia kira ini tokonya apa ! Dasar namja babbo', makiku dalam hati. Aku ga ingin mencari ribut kalau memaki namja ini dengan suara keras. Kan aku cinta damai. Hehehehe… #alahh.. bilang aja takut oppa#

~Wookie pov end~

~Normal pov~

Karena sudah terlampu kesal pada namja ini, maka Wookie memutuskan untuk menegur sang namja. Di tepuknya bahu sang namja dari belakang. Karena tak ada respon dari sang namja maka Wookie menepuk kembali bahu sang namja dengan lebih keras #author: emang lalet oppa ditepuk, Wookie: yee.. suka-suka dong thor.. hush.. hush#.

Karena sang namja masih belum merespon juga. Maka Wookie mencoba menegurnya dengan suara. "Mianhae Oppa ! Tapi antrian di belakang sudah panjang !. Tidak bisakah oppa gantian?", tegur Wookie dengan suara yang sangat nyaring, hampir saja ia memecahkan kaca jendela toko dan membuat orang-orang di sekitarnya kejang-kejang.

SRETT

Akhirnya namja tersebut merespon juga #plok.. plok.. plok#. Diletakkan headset yang dipakainya dan berinisitif meminta maaf pada seseorang di belakangnya karena ulahnya.

"Mianhae", kata namja itu sambil membungkukkan badan.

"Yesung oppa?", Wookie kaget, ternyata namja itu adalah Yesung.

"Wookie? Kenapa di sini?", Tanya Yesung pada Wookie yang masih belum bergeser dari posisi semula yang menyebabkan orang-orang yang mengantri di belakangnya memaki-maki dan mengutuk Yesung dengan suara yang teramat sangat pelan karena takut kedengaran Yesung yang kini mengeluarkan aura berbahaya (?).

"Aku ingin membeli cd lagu oppa", jawab Wookie sambil mengacungkan cd yang di bawanya.

"Super Junior? Aku juga suka", katanya sambil memasang senyuman babbonya (?).

Yesung yang sedari tadi sudah senyum-senyum gaje dengan wajah yang memiliki maksud tertentu, akhirnya sadar kalau orang-orang kini tengah memandangnya dengan hawa pembunuh. Dengan enggan dia pamit ke Wookie untuk membayar cd yang ingin dibelinya.

"Wookie,, oppa ke sana dulu ya", pamitnya pada Wookie. Wookie membalasnya dengan anggukan kecil.

Wookie kemudian mulai mendengarkan lagu yang dipilihnya tadi melalui alat pemutar musik yang disediakan. Tanpa Wookie sadari ternyata pandangan mata Yesung tak pernah lepas darinya. Yesung terus memandang Wookie lekat walau tangannya sibuk memilih lagu.

~normal pov end~

.

.

~wookie pov~

'Lagu yang indah. Suara mereka memang selalu menyentuh hati', gumamku dalam hati sambil meletakkan headset yang selesai ku gunakan.

Ku langkahkan kaki ke arah kasir untuk menyelesaikan transaksi. Setelah selesai aku berjalan ke arah pintu toko. Namun saat hendak melangkah keluar tiba-tiba tanganku ditarik oleh seseorang. Aku menengok ke samping untuk melihat orang iseng yang menarik tanganku.

"Oppa? Ada apa oppa?", kagetku begitu melihat orang yang menarik tanganku adalah Yesung oppa.

"Apa hari ini kamu sibuk Wookie?", Tanya Yesung oppa yang masih memegang tanganku.

"Ga oppa.. memang kenapa?", tanyaku heran. Ku lihat dia menyeringai sekilas sebelum menjawab pertanyaanku.

"Baiklah.. Kajja !", serunya sambil menarikku keluar toko.

~Wookie pov end~

~Normal pov~

"Kita mau ke mana oppa?", Tanya Wookie cemas.

Sekarang wajah manisnya benar-benar dipenuhi tanda tanya. Wookie tidak mengerti mengapa Yesung tiba-tiba menarik tangannya. Ia heran dengan tingkah Yesung yang aneh bin ajaib itu. Dia benar-benar tak bisa menebak apa yang ada di pikiran Yesung. Yesung masih diam, dia tak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Wookie.

'Kenapa namja ini begitu aneh? Apa salahku sampai bisa bertemu dengannya hari ini', keluh Wookie dalam hati sambil menghela nafas panjang.

Wookie sudah pasrah diseret (?) oleh Yesung ke tempat antah berantah. Bukannya Wookie tidak mencoba untuk melepaskan tangannnya dari genggaman Yesung. Wookie sudah berusaha sekuat tenaga, tapi apa daya tenaganya kalah jauh dari Yesung malah sekarang genggaman tangan Yesung makin dipererat agar Wookie tidak mencoba kabur #author: Woii Yeppa ! itu pemaksaan namanya#.

Mereka terus melewati pertokoan di Myeongdong. Lalu setelah melewati toko yang entah ke berapa, mereka belok ke sebuah gang yang sempit dan masih berjalan terus. Kini terlihat raut cemas di wajah manis Wookie. Ia takut namja yang membawanya punya maksud tertentu. Tapi segera ditepiskan pikiran buruknya itu. Akhirnya mereka berhenti ketika gang sempit tersebut sudah buntu. Di ujung jalan terlihat sebuah pintu cokelat misterius. Yesung membuka pintu tersebut dan masuk ke dalamnya.

Ruangan yang mereka masuki terlihat remang-remang karena tak banyak lampu di dalam ruangan yang agak kecil itu. Di sana tersedia beberapa kursi dan meja yang menghadap ke sebuah stage kecil. Di atas stage itu terdapat sebuah grand piano yang elegan. Di samping kanan ruangan terdapat bar kecil.

"Kita sudah sampai Wookie", kata Yesung dan melepas genggaman tangannya. Wookie menengok kanan-kiri sambil memasang wajah heran.

"Oppa,, kita di mana?", Tanya Wookie yang mulai ketakutan kembali. Yesung yang melihat wajah takut Wookie tersenyum sambil mengelus-elus pipi tirus Wookie untuk menghilangkan rasa takutnya.

"Jangan takut. Di sini adalah tempat favoriteku untuk menghilangkan penat", kata Yesung sambil menunjuk sebuah grand piano di atas stage kecil.

"Ahh hyung,, kau datang rupanya", kata seorang namja bertumbuh tambun.

Namja bertubuh tambun itu duduk di meja bar yang tak jauh dari tempat mereka berdiri. Yesung menghampiri namja tambun itu dan diikuti oleh Wookie dari belakang.

"Ne Shindong. Apa aku boleh menyumbangkan sebuah lagu", pinta Yesung pada namja tambun yang diketahui bernama Shindong.

"Tentu boleh hyung. Mereka pasti senang mendengar suaramu", kata Shindong menyetujui permintaan Yesung.

"Gomawo", kata Yesung sambil tersenyum

"Siapa di sebelahmu hyung?", Tanya Shindong kembali sambil membungkukkan badan ke arah Wookie yang dibalas oleh Wookie dengan membungkuk juga.

"Ahh,, dia temanku", jawab Yesung. 'Dan nanti akan menjadi pacarku', lanjut Yesung dalam hati.

"Shindong immnida. Nama mu siapa nona manis?", sapa Shindong ramah.

"Kim Ryeowook immnida. Tapi Shindong-shi bisa panggil Wookie", kata Wookie yang memperkenalkan dirinya sambil membukukkan badan sekilas.

"Hahahaha.. Tak usah formal gitu Wookie-ah. Cukup panggil Shindong oppa. Arra?", kata Shondong sambil mengerlingkan matanya.

"Ne oppa", jawab Wookie sambil tersenyum malu karena tingkah Shindong.

"Yak Shindong ! Jangan genit ! Nanti ku adukan ke Nari loh", geru Yesung kesal. 'Tak ada yang boleh tebar pesona selain aku', protes Yesung dalam hati. Shindong yang mendengar perkataan Yesung hanya terkekeh geli.

"Shindong,, aku ke stage dulu. Wookie,, kamu di sini saja bareng Shindong", perintah Yesung sambil menarik bangku di sebelah Shindong.

"Gomawo oppa", kata Wookie sambil duduk di bangku yang disediakan Yesung.

Yesung kemudian berjalan ke arah stage. Rencananya ia akan mempersembahkan sebuah lagu untuk Wookie sambil diiringi piano yang dimainkannya. Setelah sampai di stage, dia berdiri menghadap penonton.

"Lagu ini ku persembahkan untuk seorang nona manis yang datang bersamaku sekarang", pidato Yesung sebelum memulai permainan solonya.

Para penonton yang juga tamu dari café (?) ini menjadi riuh begitu mendengar perkataan Yesung. Tepuk tangan dan siulan terdengar di segala penjuru ruangan tak terkecuali shindong yang ikut bersiul yang sontak membuat wajah Wookie ngblushing karena malu.

Dentingan piano mengali penampilan solonya. Suara riuh sekarang sudah tak terdengar lagi. Yesung mulai membuka suaranya.

oneuldo nae gieogeul ttarahemaeda
i gil kkeuteseo seoseongineun na
dasin bol sudo eomneun niga nareul butjaba
naneun tto i gireul mutneunda

neol bogo sipdago
tto ango sipdago
jeo haneulbomyeo gidohaneun nal

niga animyeon andwae
neo eobsin nan andwae
na ireoke haru handareul tto illyeoneul

penonton begitu terhipnotis dengan suara baritone Yesung. Suaranya mampu membuat orang tak bisa perpaling darinya. Wookie yang duduk di bangku bar juga sangat terpana pada penampilan Yesung. Yesung begitu tampan sekarang, walau biasanya dia juga terlihat tampan tapi sekarang feromonnya benar-benar membuatnya seribu kali lebih tampan. Entah mengapa detak jantung Wookie berdetak tak normal sekarang. Tiba-tiba Wookie teringat suatu kejadian yang sama seperti yang dialaminya sekarang, seperti dejavu.

'Hmm.. Tunggu. Ko suara Yesung Oppa terdengar seperti suara namja yang di bus tadi ya? Jagan-jangan namja itu memang Yesung Oppa', Tanya Wookie pada dirinya sendiri begitu teringat kejadian di bus.

Yesung sekarang sudah menyelesaikan penampilan solonya. Tepuk tangan kembali terdengar memenuhi ruangan yang agak kecil ini. Mereka benar-benar kagum akan penampilan solo Yesung. Yesung yang puas dengan penampilan solonya pun tersenyum bangga. Di berjalan kembali ke arah pinggir stage sambil membungkukkan badan.

"Para hadirin sekalian. Aku akan mempersembahkan sebuah lagu lagi, tapi sekarang aku tidak sendirian. Aku akan berduet dengan nona manis yang datang bersamaku, Kim Ryeowook", pidato Yesung lagi setelah selesai mempersembahkan penampilan solonya.

Wookie yang masih berfikir sontak terkejut begitu namanya di sebut oleh Yesung. Wookie hanya melongo mendengar perkataan Yesung. Wajahnya terlihat sangat babbo sekarang. Shindong yang melihat wajah babbo Wookie terkekeh kecil, lalu disikutnya Wookie dengan tangannya. Wookie akhirnya tersadar dan wajahnya langsung memblushing seketika.

"Aniyo Shindong oppa. Aku malu", tolak Wookie pada Shindong begitu namja itu menarik tangan Wookie untuk berjalan ke arah stage.

"Tidak apa-apa Wookie. Anggap saja kamu sedang karaoke", canda Shindong yang masih terkekeh geli.

'Ya Tuhan. Apa yang harus ku lakukan. Aku benar-benar malu sekarang. Kenapa hari ini begitu sial', batin Wookie sambil meratapi nasibnya (?).

Ia sudah pasrah diseret oleh Shindong untuk menghampiri stage. Wookie menghela nafas panjang. Dia begitu malu kalau harus bernyanyi di depan banyak orang. Hatinya belum siap. Begitu Wookie sudah tiba di bawah stage, Yesung langsung mengulurkan tangannya untuk membantu Wookie naik ke atas stage.

Wookie menyambut tangan Yesung dengan ogah-ogahan. Sebenarnya ia ingin berlari menjauhi tempat ini sekarang tapi hal itu tak mungkin dilakukannya. Wookie hanya bisa pasarah. Sudah tak ada jalan untuk kabur.

'Kenapa namja ini begitu pemaksa sih', gerutu Wookie pada Yesung sambil melempar deatglare ke arah namja itu. Tapi sayangnya, Yesung tak menyadari tatapan mematikan dari Wookie.

Terdengar alunan merdu dari piano yang tak jauh dari tempat Wookie dan Yesung berdiri. Kalau Yesung berdiri di samping Wookie, jadi siapa yang memainkan pianonya. Ahh ternyata Shindong yang memainkannya saudara-saudara #reader: emang shinpa bisa maen piano?' author: anggap aja bisa, reader: maksa =.=''#

Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol

eodiseo channi neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram

neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul

Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo

eodiseo channi na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan

nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom

Mulai Yesung begitu dentingan piano berbunyi. Ia akan menyanyikan lagu No Other yang sebenarnya ungkapan perasaannya juga. Setelah dua bait ia nyanyikan, ia langsung tersenyum ke arah Wookie, memberi kode agar Wookie melanjutkan bait selanjutnya. Wookie mengangguk pelan, untungnya dia tahu lagu ini karena lagu ini merupakan lagu dari band kesayangannya.

Neoui ttatteuthan geu soni chagapge, chagapge shikeo isseul ttae
Neoui ganghaetdeon geu ma eumi nal karopge sangcheo badasseul ttae

Naega jaba julge anajulge salmyeoshi, geugeoseuro jakeun iroman dwendamyeon johgesseo
Eonjena deo maneun geol haejugo shipeun nae mam neon da mollado dwae

Yesung terpukau dengan suara merdu Wookie. Ternyata suara yeoja itu tak kalah indah dengan suara milik miliknya. Lalu dilanjutkan kembali bait selanjutnya.

Gaseumi sorichyeo marhae jayuro-un nae yeonghon
Eonjena cheo-eumui imaeum euro neoreul saranghae georeo

watdeon shiganboda nameun nari deo manha

Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol

Eodiseo channi neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram

neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul

Yesung tiba-tiba menggenggam tangan Wookie lembut. Wookie tersentak. Di tundukkan wajahnya yang sudah merah padam. Dilanjutkan bait selanjutnya sambil tertunduk ke bawah.

Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo

eodiseo channi na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan

nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom

Naui ganan haetdeon maeumi nunbushige jeomjeom byeonhaegal ttae
Jakeun yokshimdeuri deoneun neomchiji anhge nae mamui geureut keojyeogalttae

Jantung Wookie tak hentinya berdetak apalagi ditambah dengan tingkah Yesung yang sempat-sepatnya mencium puncuk kepala Wookie sebelum melanjutkan bait selanjutnya.

Argo isseo geu modeun iyuneun bunmyeonghi

nega isseo ju-eotdaneun geot geu, geot ttak hana ppun
Eonjena gamsahae. Naega neo mankeum geuri jalhal su iggenni yeah

Gaseumi sorichyeo marhae jayuro-un nae yeonghon
Eonjena cheo-eumui imaeum euro neoreul saranghae

georeo watdeon shiganboda nameun nari deo manha

Ketika Wookie hendak melanjutkan bait selanjutnya, dia dikagetkan kembali dengan tingkah Yesung. Kini tangan namja itu tengah melingkar mesra di pinggang rampingnya. Wajahnya sangat merah sekarang. tapi ia berusaha mengalihkan perhatiannya dengan fokus bernyanyi.

Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol

eodiseo channi neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram

neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul

Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo

eodiseo channi Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom

na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom

Akhirnya duet mereka berakhir. Tepuk tangan dari penonton kembali membahana. Mereka sungguh takjub dengan pasangan yang tadi mempersembah sebuah lagu. Yesung mengerling nakal ke arah Wookie. Yesung tahu kalau Wookie sekarang tengah berdebar karena kelakuannya. Wookie yang melihat kenakalan Yesung hanya bisa mem'pout'kan bibirnya karena kesal. Dia tak habis pikir kenapa namja ini sangat suka mengerjainya seperti tadi. Yesung yang melihat tingkah Wookie, tersenyum gemas.

Sebelum meninggalkan stage mereka tak lupa membungkukkan badan untuk mengekspresikan rasa terima kasihnya. Dan mereka kembali berjalan ke arah bangku bar, tempat awal mereka. Henry, bartender di café itu kemudian memberikan milk shake setelah pasangan ini duduk di bar. Karena mereka masih sekolah maka tidak di izinkan untuk meminum alcohol.

"Penampilan yang keren", puji sang bartender imut dengan pipi chubby.

"Gomawo", jawab Wookie dan Yesung serempak.

"Oppa jahat sekali. Aku tadi benar-benar malu. Kenapa sih oppa seneng banget ngjailin aku", gerutu Wookie sambil mengembungkan pipinya karena kesal. Yesung yang gemas melihat tingkah Wookie langsung mencubit pipinya sambil tersenyum jahil.

"Tapi kamu menikmatinya kan?", kekeh Yesung.

"Huh.. Oppa bisa aja ngelesnya", kesal Wookie. Tiba-tiba Wookie teringat namja yang bertemu dengannya di bus. Karena penasaran Wookie memutuskan untu bertanya ke Yesung.

"Hmm,, Apa oppa tadi naik bus ke Myeongdong?", Tanya Wookie penasaran.

"Iya. Memang kenapa Wookie?", Yesung balik bertanya.

"Ani,, tadi di bus aku lihat ada namja aneh (dengan suara merdu) yang duduk di belakangku. Dia mengenakan jaket yang ditutup sampai wajah dan memakai kacamata hitam. Apa itu oppa?", selidik Wookie.

"Hmm.. Sepertinya iya", jawab Yesung sambil mengerutkan dahinya ketika Wookie menyebutnya kata namja aneh.

"Lalu tadi oppa ke mana dulu? Kenapa tidak turun di Myeongdong", Tanya Wookie lagi dengan gaya detektif yang mengintrogasi tersangka.

"Ahh itu.. Tadi aku keasyikan bernyanyi sambil melamun. Jadi salah turun halte.. Hehehehe", jawab Yesung sambil nyengir. Wookie yang mendengar alasan Yesung langsung sweatdrop.

"Oppa.. Kenapa oppa tidak masuk jurusan musik? Suara oppa kan sangat merdu", Wookie masih mengajukan pertanyaan ke Yesung.

"Itu karena appa ku. Beliau ingin aku melanjutkan perusahaannya. Ada lagi yang ingin kau tanyakan Wookie?", kata Yesung sambil mengerlingkan mata jahil.

"A.. ani", jawab Wookie gelagapan. Yesung yang melihatnya terkekeh geli. "Tapi sayang sekali oppa kalau suara indahmu tidak di kembangkan. Kyu juga seperti itu. Padahal suaranya sangat merdu tapi dia malah memilih jurusan pendidikan karena katanya memecahkan soal matematika yang sulit itu mengasikkan. Alasan yang tidak rasional", lanjut Wookie sambil mengayunkan kakinya ke belakang dan ke depan.

Raut wajah Yesung yang tadi ceria sekarang jadi muram dan dingin. Dia tidak suka Wookie menyebut nama namja lain di depannya. Tapi Wookie tidak menyadari perubahan ekspresi Yesung. Ia masih asyik bermain dengan kakinya.

"Boleh aku bertanya padamu juga Wookie?", pinta Yesung pada Wookie. "Ne oppa", jawab Wookie singkat. Pandangan Yesung berubah menjadi serius.

"Apa kamu pacaran dengan Kyu?", selidik Yesung.

"Aniyo oppa.. Mana mungkin aku pacaran dengan Kyu. Dia itu hanya teman sepermainanku dari kecil", jawab Wookie gelagapan, entah mengapa Wookie tidak senang jika Yesung salah paham tentang hubungannya dengan Kyu.

"Jinja ?", Tanya Yesung memastikan, wajahnya sudah berbinar-binar sekarang. Dasar namja yang gampang berubah emosi.

"Tentu oppa. Tapi kenapa oppa bertanya seperti itu", Tanya Wookie.

Terlihat wajah Yesung sekarang tengah menyeringai mesum yang di pijamnya dari Kyu #plakk.

"Berarti aku punya kesempatankan Wookie?", tanyanya menggoda.

"Ehh?", Wookie bingung dengan maksud perkataan Yesung. Dia memasang tampang innocent tanda dia tidak mengerti. Tanpa memperdulikan tatapan Wookie yang bingung namun terlihat imut itu, Yesung bangkit dari tempat duduknya. Ditarik kembali tangan Wookie. Entah mengapa Yesung sangat suka menarik tangan Wookie, author sendiri juga tidak tahu #plakk.

"Kajja Wookie.. Aku ingin mengajakmu ke tempat lain. Tapi habiskan dulu minuman mu", perintah Yesung yang tidak memperdulikan raut kesal Wookie.

'Mau di bawa ke mana lagi sih', gerutu Wookie dalam hati. Dia menghabiskan minumannya dan membiarkan tangannya ditarik ke luar oleh Yesung.

"Shindong ! Gomawo atas minumannya", teriak Yesung di depan pintu pada Shindong.

.

.

.

Kini mereka sudah berada di pusat Myeongdong lagi. Suasana yang tadi temaran sekarang tergantikan dengan cahaya matahari yang begitu menyilaukan. Yesung melepas genggaman tangannya saat mereka sudah berada di jalan utama Myeongdong. Yesung menyuruh Wookie untuk berjalan di sampingnya. Tapi karena langkah kaki Wookie lebih kecil dari Yesung, maka Wookie tertinggal di belakang. Melihat Wookie yang begitu susah payah menyamai langkah dengan Yesung, maka Yesung berinisiatif untuk menggandeng tangan Wookie kembali.

~Normal pov end~

~Wookie pov~

DEGG

Kurasakan jantungku berdebar sangat cepat. Entah mengapa setiap di dekat Yesung oppa aku tak bisa mengontrol diriku sendiri semenjak melihat penampilan oppa tadi. Apa aku sudah terpengaruh feromonnya ya? Andwae ! Pokoknya aku ga mau punya namjachingu yang aneh bin babbo #plak. Ku lirik lagi wajah yesung oppa yang berada di samping. BLUSH. Wajahku bertransformasi sempurna menjadi semerah tomat saat kulihat Yesung oppa tersenyum menawan ke arahku.

'Tenanglah Kim Ryeowook.. Tenanglah..', kataku dalam hati untuk menenangkan diri dari debaran jantung yang semakin tak terkendali. 'Aisshh.. Dasar namja tukang tebar pesona', gerutuku dalam hati. Aku tidak memperhatikan jalan yang ku susuri, aku masih fokus melamunkan perasaanku yang tidak jelas ini. Tiba-tiba langkah Yesung oppa terhenti.

"Kita sudah sampai Wookie", kata Yesung oppa.

"Ehh ? Taman ?", Tanyaku heran. Yesung oppa menjawab pertanyaanku dengan anggukan ringkan.

Ku lihat baik-baik taman itu. Di sisi kiri dan kanan jalan setapak terdapat kebun bunga yang sangat indah. Bunga-bunga yang di tanam sangat beraneka ragam, sangat cantik. Banyak pohon-pohon rindang yang di tanam di sekitar taman. Di bawah pohon rindang terdapat bangku dari kayu. Design bangkunya sangat unik. Tak jauh dari tempat kami berdiri terdapat kolam air mancur yang menghiasi taman.

'Sangat indah', gumamku yang terpesona pada taman tersebut.

"Kamu suka Wookie? Ini taman yang biasa kukunjungi kalau aku sedang berjalan-jalan di daerah sini. Walau bukan tempat rahasia seperti di TV atau novel, aku harap kamu suka", kata Yesung oppa yang memandang lurus ke arahku, sangat lembut.

"Aku suka sekali oppa. Gomawo mau mengajakku ke sini oppa", kataku dengan mata berbinar-binar. Aku sangat senang Yesung oppa mengajakku ke sini.

"Wookie", panggil Yesung oppa lembut. "Ne oppa", jawabku sambil tersenyum lembut ke arahnya. "Bagaimana kalau kita ke dekat air mancur itu", tawar Yesung oppa padaku. Aku menjawabnya dengan anggukan semangat. Aku mengikuti langkah Yesung oppa yang masih menggandeng tanganku.

Setelah kami di dekat air mancur, tiba-tiba Yesung oppa langsung naik ke pinggiran kolam. Dia berjalan pelan mengitari kolama itu sambil merentangkan kedua tangannya untuk menjaga keseimbangan. Benar-benar childish. Tiba-tiba terbesit ide jahil di otakku. Ku pasang senyum evil yang ku pelajari dari Kyu #digampar SparKyu. Ku masukkan tanganku ke dalam air. SRETTT. Ku arahkan air yang ada di tanganku ke Yesung oppa.

"Wookie hentikan !", perintah Yesung oppa.

Tapi aku tak mau menuruti perintahnya karena otak evil ku sedang bekerja. Ku siram Yesung oppa berkali-kali. Aku tertawa lepas saat Yesung oppa menghindari siramanku dengan menyilangkan ke dua tangannya di depan mukanya. Sangat lucu dan menggemaskan.

"Awas kamu Wookie", kata Yesung oppa seraya turun dari posisinya.

Kini dia gantian menyiramku. Dia membalasku, ahh.. benar-benar tidak dewasa. Baiklah,, aku tak akan kalah. Aku terus menyiraminya dan dia juga menyiramiku. Baju kami basah karena permainan ini. Tapi aku dan Yesung oppa malah tertawa lepas. Aku sangat senang bersama Yesung oppa.

"Wookie,, kita istirahat dulu yuk", ajak Yesung oppa sambil menunjuk sebuah bangku kayu yang tak jauh dari tempat kami sekaramg.

"Oke oppa. Kajja !", kataku sambil memeluk lengannya. Terlihat semburat merah di pipi chubby nya,, sangat lucu.

~Wooki pov end~

~Normal pov~

DEGG

'Kenapa Wookie memeluk lenganku? Apa dia mulai menyukaiku ya?', Tanya Yesung pada dirinya sendiri. Debaran jantungnya tak kalah cepat dari Wookie. Bahkan semburat merah sudah menghiasi pipi chubbynya.

Mereka sekarang tengah terduduk di bangku kayu. Terlihat sangat kelelahan sehabis bermain. Yesung menyandarkan punggungnya di belakang bangku kayu, direntangkan kedua tangannya di atas kepala bangku kayu, sedangkan kakinya di luruskan ke depan. Kepalanya mengadah ke atas dengan mata terpejam. Dia mencoba mengatur nafasnya.

Sedangkan Wookie hanya menyandarkan punggunya pada belakang bangku. Dia menatap para namja kecil yang tengah berlarian di taman itu. Senyuman manis terukir di wajahnya ketika melihat tingkah polos namja kecil itu.

Yesung bangkit dari posisinya setelah dirasa energinya telah kembali sempurna. Di liriknya Wookie yang melihat bingung ke arahnya.

"Ada apa oppa?", Tanya Wookie heran.

"Ani,, kamu haus tidak? Oppa beli minum dulu ya?", kata Yesung. Saat Wookie hendak berdiri Yesung menahannya. "Tidak usah ikut. Kamu di sani saja Wookie. Jangan ke mana-mana. Arra?", perintah Yesung pada Wookie yang dibalas anggukan dan senyuman oleh Wookie.

Yesung berjalan meninggalkan Wookie untuk membeli minuman untuk mereka. Setelah sepuluh menit, Yesung kembali membawa dua buah gelas hot chocolate di tangannya. Di sodorkan satu gelas ke arah Wookie.

"Gomawo oppa", kata Wookie yang memasang senyum innocent yang mampu menaklukkan dunia dan author #plakk,, *abaikan.

Yesung yang masih berdiri di depan Wookie meletakkan hot chocolate yang belum di minumnya di samping Wookie yang sedang duduk manis. Lalu merogoh kantung belakang celananya. Wookie memandang heran ke arah Yesung, tapi masih dengan meminum hot chocolatenya. Wookie terlampau sayang untuk mengacuhkan minuman lezat itu. Entah mengapa gelagat Yesung tak wajar sekarang. Dia terlihat sangat gelisah. Tangan kanan masih merogoh kantung belakang celananya dan tangan kiri menggaruk rambutnya yang tak gatal. Wookie yang sudah terbiasa dengan tingkah aneh namja ini tak mau ambil pusing.

SRETTT

Tiba-tiba Yesung menyerahkan sekuntum bunga indah ke Wookie #ciee. Oppa… suit.. suit. Bunga itu berwarna putih dengan semburat merah di tengah dan pinggirannya. Ukuran bunga sedikit besar. Bunga itu adalah bunga amarilis.

"Ini untukmu", kata Yesung sambil tersenyum lebut dan berhasil membuat wajah yeoja manis itu kembali bertransformasi mejadi semerah tomat.

"Kamu tahu apa arti bunga ini", lanjut Yesung sambil menyerahkan bunga indah itu ke Wookie. Wookie menerimanya dengan malu-malu kucing (?).

"Apa oppa?", Tanya Wookie malu-malu. Ia tak berani menatap Yesung saking gugupnya.

"Kecantikan dan elegan. Sama sepertimu", kata Yesung. Sedetik kemudian Yesung mendekatkan wajahnya ke arah wajah Wookie. Di raihnya dagu mungil itu yang sedari tadi tertunduk malu. Wookie tersentak kaget namun tidak ditepisnya tangan Yesung. Yesung semakin mendekat ke arah Wookie dan memperpendek jarak antara mereka. Wookie reflek menutup matanya saat dirasakan Yesung hanya berjarak beberapa senti saja dari wajahnya.

Namun aksinya terhenti saat ada yang memanggil namanya dengan lantang. "Yesung oppa !", teriak seorang yeoja. Wookie yang sudah kembali ke dunia #plakk, maksudnya sudah sadar.. hehehehee# reflek menjauhkan badan Yesung darinya. Wajahnya memblushing sempurna.

'Aishh.. Siapa sih yeoja yang teriak-teriak memanggilku. Mengganggu aja. Padahal tinggal sedikit lagi', gerutu Yesung dalam hati. Mau tak mau dia harus menjauhkan tubuhnya dari Wookie. Yeoja itu langsung berlari ke arah Yesung dengan wajah gembira.

SRETTT

Dirangkulnya lengan Yesung dengan mesra oleh yeoja yang memanggilnya itu. "Oppa~~ Sedang apa di sini~~", kata yeoja itu dengan manja. Mata Wookie membulat sempurna melihat tingkah yeoja itu.

Dirasa ada yang merangkul lengannya, Yesung memandang ke samping. Ia ingin melihat siapa yeoja centil itu. Tapi wajah Yesung berubah ketika melihat yeoja yang masih bergelayut mesra di lengannya. Terukir senyum manis di wajah tampannya.

"Ahh,, ternyata kamu", kata Yesung lembut sambil mengacak-acak sayang (?) rambut yeoja itu. Sang yeoja yang mendapat respon positif menunjukkan senyuman manjanya.

Kebalikan dengan uri Wookie. Ia terlihat sedih ketika melihat yeoja itu merangkul mesra lengan Yesung. Matanya bahkan sudah berkaca-kaca sekarang saat melihat Yesung memperlakukan yeoja itu dengan sayang. Hatinya benar-benar sakit melihat mereka berdua. Entah mengapa ia sangat tidak suka jika Yesung memperlakukan yeoja selain dirinya dengan lembut.

'Siapa yeoja itu?', Tanya Wookie dalam hati. Kini wajahnya memerah bukan karena malu melainkan karena menahan tangis. Dia akhirnya memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Ia tak tahan melihat kemesraan yang terpampang jelas di depannya.

"Aku pulang duluan oppa", kata Wookie sambil membungkuk sekilas dan langsung lari menjauhi mereka. Lari sejauh mungkin sampai ia tidak melihat mereka lagi.

.

.

.

TBC

Gmna chingu… makin abal ya.. hiks,, mianhae #bungkuk dalam2

Mungkin reader bingung karena banyak pengulangan kata,, tapi mohon jangan hukum author di ruangan yang penuh kaos kaki hyukkie #ditimpuk jewel

Makasih yg udah review,, mian author ga bisa sebut Satu2

Jangan lupa review lagi ya chingu.. iar author tahu mn yg masih kurang

gomawo ^^


« First « Prev Ch 4 of 5 Next »

Review

Share: Email . Facebook . Twitter

Story: Follow Favorite
Author: Follow Favorite

Contrast: Dark . Light
Font: Small . Medium . Large . XL

Regular Site . Blog . Twitter . Help . Sign Up  Top