Destiny
- CHAPTER 4 -
Pairing :: YeWook (Gender Switch)
Genre :: Romance ?
Rated :: ?
Warning :: Banyaknya salah kata dalam penulisan dan pengulangan yang tidak jelas dikarenakan authornya yg babbo tingkat akut… Mohon jangan dikutuk #Plakk*abaikan#
Disclaimer :: Semua member SUJU itu milik Pak Soo Man,, kecuali Ryeowook dan Yesung yang merupakan kekasih author. Kekekekekk.. #digampar Ryeosomnia n Cloud.. :D
.
Happy Read ^^
.
.
.
.
'Siapa yeoja itu?', Tanya Wookie dalam hati. Kini wajahnya memerah bukan karena malu melainkan karena menahan tangis. Dia akhirnya memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Ia tak tahan melihat kemesraan yang terpampang jelas di depannya.
"Aku pulang duluan oppa", kata Wookie sambil membungkuk sekilas dan langsung lari menjauhi mereka. Lari sejauh mungkin sampai ia tidak melihat mereka lagi.
.
.
Normal pov
"Wookie ! Tunggu !", teriak Yesung begitu Wookie pergi meninggalkannya.
Dia sangat bingung mengapa tiba-tiba Wookie berlari menjauhinya. Ia ingin mengejar Wookie untuk menanyakannya, akan tetapi langkahnya tertahan oleh yeoja yang masih merangkul mesra lengannya.
"Minnie ah… Bisa kamu lepaskan tanganmu. Oppa ingin mengejar teman oppa", kata Yesung pada yeoja yang berada di sebelahnya.
Yeoja yang dipanggil Minnie atau Sungmin itu menjawab permintaan Yesung dengan gelengan kepala dan malah mempererat pelukannya.
"Aniyo oppa.. Minnie ingin bersama oppa. Kita kan sudah lama tidak bertemu. Aku kangen sama oppa", tolak Sungmin dengan wajah menunduk memandang tanah.
Yesung yang kesal atas penolakan Sungmin, hendak melepaskan tangannya dari yeoja tersebut. Namun dihentikannya ketika ia melihat wajah Sungmin sudah memerah dan mengeluarkan cairan bening dari sudut matanya.
'Aku takkan melepaskan Yesung oppa. Walau dia memohon sekalipun', kata Sungmin dalam hati.
Yesung hanya bisa menghela napas dan pasrah. Ia tidak ingin menyakiti yeoja imut bergigi kelinci di sampingnya itu.
'Haaahhh~~ baiklah.. Nanti saja aku bertanya pada Wookie', putus Yesung dalam hati.
Dilemparkan senyum manisnya kepada Sungmin. Kemudian dibelai sayang rambut Sungmin olehnya.
"Sudah jangan menanngis lagi Minnie. Nanti imutnya hilang loh. Oppa akan menemani Minnie sekarang", rayu Yesung pada Minni Sungmin sambil menyeka cairan bening di wajah Sungmin.
"Jinjja oppa ?", Tanya Sungmin dengan wajah yang berbinar-binar.
"Ne.. Makanya Minnie harus berhenti nangis", kata Yesung yang disertai senyuman tulus.
"Iya oppa. Minnie tidak menangis lagi", kata Sungmin sambil tersenyum imut ke Yesung.
"Minnie sayang Yesung oppa~~", lanjutnya lagi sambil memamerkan gigi kelincinya.
"Hahahaha… Oppa tahu ko Minnie..", kata Yesung sambil mencubit gemas pipi chubby Sungmin
.
.
.
Sakit. Itu yang dirasakan Wookie saat ini. Dia terus berlari sambil memegang dadanya yang terasa sakit. Ia tak tahu mengapa dadanya terasa sakit saat mengingat peristiwa di taman tadi. Ia tidak rela Yesung dirangkul mesra oleh yeoja lain. Ia tidak rela Yesung tersenyum lembut kepada yeoja lain. Ia juga tidak rela Yesung mengelus sayang rambut yeoja lain.
Ia tidak habis pikir mengapa ia memiliki perasaan seperti itu, padahal ia bukan siapa-siapa Yesung. Bahkan mereka belum lama bertemu. Seharusnya ia tidak boleh bersikap egois. Namun hatinya tidak bisa sejalan dengan akalnya. Ia tetap merasa sakit, ia tetap tidak rela.
Langkah kaki mungilnya terhenti ketika ia tiba di sebuah halte bus. Lalu ia duduk di halte tersebut. Pandangannya terlihat kosong. Wajahnya yang manis kini terlihat sembab dengan butiran air mata yang terus keluar dari mata mungilnya.
"Oppa.. Kenapa dada ini terasa sakit... Kenapa aku tidak suka melihatmu bersama yeoja lain… Oppa… Apakah aku telah jatuh cinta padamu…", gumamnya lirih.
Dipeluknya ransel ungu miliknya. Ia benamkan wajahnya di tas kecil tersebut. Berusaha meredam sedihnya. Ia tidak mengira bahwa jatuh cinta itu terasa menyakitkan. Ia tidak ingin jatuh cinta bila rasanya seperti ini. Namun apadaya, benih cinta memang sudah tumbuh dan berakar kuat di hatinya.
My Love, My Kiss, My Heart
Modu mudeodulke gaseumsok gipeun got Yeah~
One Love, One Kiss, To My Heart
Modu ijeobolke modu da jiwoolke
Terdengar melodi indah dari dalam tasnya. Dengan enggan diambil hp miliknya yang berada di dalam tas. Dilihat layar ponselnya dan tertera tulisan Hyukkie. Ia lalu mengatur napas dan menyeka cairan bening dari wajahnya sebelum menjawab panggilan dari sahabatnya tersebut.
"Yeobseyo ?", kata Wookie.
"Wookie… Kamu di mana ? Pestanya sudah dimulai", kata Hyukkie panik.
"Ehh.. A..aku.. ada di.. Myeongdong", jawab Wookie gugup. Ia lupa kalau ia sudah berjanji pada Hyukkie untuk hadir di pestanya.
"Sedang apa kau di sana Wookie ?", Tanya Hyukkie heran.
"Aku.. tadi habis berbelanja dan…", jawab Wookie namun suaranya terhenti ketika mengingat peristiwa yang dialaminya dengan Yesung seharian ini. Awalnya senyum terkembang di wajahnya, namun saat mengingat Yesung memandang sayang pada yeoja manis di taman tadi wajahnya mendadak muram kembali.
"Wookie ? Ada apa ? Apa kau mendengarku ?", Tanya Hyukkie bingung plus panik karena tiba-tiba suara sahabatnya terhenti.
'Kenapa tadi Yesung oppa tidak mengejarku. Apakah yeoja itu kekasihnya?', lirih Wookie kembali. Tanpa terasa cairan bening itu meluncur kembali dari sudut matanya. Ia heran mengapa ia jadi begitu cengeng sekarang.
"Hiks.. Hiks.. Hyukkie~~", jawab Wookie sambil terisak.
Hyukkie yang mendengar tangis Wookie menjadi kaget dan panik.
"Wookie ah.. Gwaenchaya ?", Tanya Hyukkie lembut plus panik.
"Ne.. Gwa.. gwaenchaya Nyuk.. Hiks", jawab Wookie sambil sesunggukkan. Lalu ia mengatur emosinya kembali agar tidak menangis lagi.
"Apa kau yakin Wookie ? Baiklah.. aku akan menyuruh Hae atau Kyu untuk menjemputmu. Kamu ada di mana sekarang ?", Tanya Hyukkie.
"Eh.. Tidak usah.. Aku tidak ingin merepotkan kalian. Lagian aku baik-baik saja ko Hyukkie. Hmm.. Nanti aku akan langsung ke tempatmu dari sini", tolak Wookie halus.
"Benar kau tidak apa-apa sendiri ? Kau tak perlu sungkan Wookie", Tanya Hyukkie memastikan.
"Aku benar-benar baik-baik saja ko Hyukkie. Gomawo sudah menghawatirkan aku. Ahh.. Busnya sudah datang. Sampai ketemu lagi Hyukkie", jawab Wookie sambil bersiap-siap naik ke dalam bus.
"Baiklah kalau begitu. Aku tunggu Wookie ^^", kata Hyukkie dengan tersenyum.
.
.
"Chagi.. Kenapa kamu terlihat gelisah. Apa ada masalah ?", Tanya seorang namja yang mirip ikan cucut #dilempar aquarium sama fishy# kepada yeojachingunya yang mirip monyet bule #dilempar bom sama jewel.
"Ehh.. Ani. Hanya perasaanmu saja Hae chagi", jawab yeoja yang bernama Hyukkie.
Ia lalu meletakkan hpnya di atas meja rias dan mendekati namjachingunya. Di kecupnya sekilas pipi namja tampan tersebut. Namja tampan yang bernama Donghae itu lalu tersenyum manis ke arah Hyukkie yang membuat pipi yeoja hiperaktif itu bersemu merah. Karena gemas melihat tingkah sang yeojachingunya maka di dekatkan bibirnya yang lembut ke bibir Hyukkie yang terlihat menggoda.
Awalnya hanya ciuman ringan, namun berubah menjadi ciuman panas ketika tak sengaja Hyukkie mengeluarkan suara desahannya yang menggoda iman (?). Dijilat bibir bawah Hyukkie oleh Donghae dengan penuh nafsu. Donghae mulai tak terkendali saat Hyukkie membalas lumatan pada bibirnya. Donghae menghisap dan melumat bibir pink Hyukkie berkali-kali yang mebuat desahan Hyukkie terus meluncur bebas. Digigit bibir bawah sang kekasih untuk meminta akses ke dalam. Dengan reflek Hyukkie membuka mulutnya. Hal ini tidak disia-siakan oleh Donghae. Ia mulai menyusuri goa hangat sang kekasih. Namun sayangnya ketika hendak bertarung lidah (?) ada suara ketukan pintu yang nyaring dari luar.
TOK.. TOK.. TOK
"Hyukkie.. Kamu di dalam ? Teman-temanmu sudah berkumpul semua. Kamu harus menemui mereka chagi", Tanya seorang yeoja paruh baya yang ternyata adalah umma Hyukkie.
Dengan penuh rasa kecewa dilepaskannya tautan bibir mereka. Donghae yang terlihat tidak puas menekukkan mukanya imut sambil mempoutkan bibir seksinya. Hyukkie yang melihat tingkah konyol sang kekasih, tertawa kecil dan membelai sayang pipi namjachingunya dan sedetik kemudian dicium sekilas pipi Donghae oleh Hyukkie.
"Ne umma… Aku akan segera ke luar", jawab Hyukkie sambil merangkul mesra lengan Donghae.
Donghae yang sudah bisa menerima keadaan (?) hanya bisa menghela napas panjang dan kemudian tersenyum manis ke arah yeojachingunya. Mereka lalu pergi ke tempat pestanya berlangsung, yaitu halaman rumah Hyukkie.
.
.
Kini Wookie sudah berada di dalam bus. Ia duduk di dalam bus sambil mendengarkan lagu mellow dari earphonenya. Ia melihat pemandangan luar dari dalam bus dengan tatapan kosong. Ia tidak bisa berfikir jernih sekarang dan dia juga tidak ingin memikirkan apapun.
~normal pov end~
~Wookie pov~
Kata orang cinta pertama itu indah dan manis. Tapi itu tidak terbukti padaku. Rasanya cinta pertama itu lebih tepat bila dibilang menyakitkan. Jika begini sakitnya lebih baik aku tidak usah jatuh cinta saja. Tapi sekeras apapun aku berusaha namun bayangan Yesung oppa tidak pernah hilang dari ingatanku.
Tapi mengapa hari ini Yesung oppa begitu lembut dan perhatian padaku. Seakan aku berfikir mungkin dia juga menyukaiku. Membuat aku terbawa oleh feromonnya dan tak bisa lepas dari mata indahnya. Andai yeoja itu tak ada, apakah Yesung oppa akan mencintaiku. Siapa sebenarnya yeoja itu ? Apakah dia kekasih Yesung oppa. Ahh.. Begitu banyak pertanyaan yang ada di pikiranku saat ini.
Kupejamkan mataku untuk menghayati lagu yang diputar oleh mp4 ungu kesayanganku. Terdengar melodi indah Let's Not dari Super Junior. Ku ikuti bait lagu tersebut untuk menghilangkan kesedihanku. Aku tidak boleh menangis lagi karena aku adalah yeoja yang kuat.
"Wookie Hwaiting !", kataku pada diriku sendiri untuk menguatkan diriku yang lemah ini.
'Haahh~~ aku harus turun di sini. Aku tidak boleh terlihat menyedihkan di hadapan teman-temanku', gumamku dalam hati seraya turun dari bus.
Di tengah perjalanan menuju rumah Hyukkie aku mampir ke sebuah taman kecil di dekat rumahya. Aku menghampir keran air yang disediakan di taman itu. Lalu aku membasuh mukaku agar tidak terlihat lusuh. Setelah terasa lebih fress aku melanjutkan kembali perjalananku ke rumah Hyukkie.
Dalam perjalanan aku mencoba melupakan kejadian di taman tadi agar aku tidak sedih kembali. Masa di acara pesta ulang tahun Hyukkie aku malah nangis Bombay (?) ga jelas. Kan ga elite banget.
Ketika tiba di gerbang rumah Hyukkie aku langsung disambut Hyukkie dengan wajah yang terlihat sangat cemas. Disebelahnya ada Donghae yang merangkul mesra pinggang Hyukkie. Si namja ikan itu melempar senyum ikan (?) khasnya.
"Wookie.. Kenapa lama ? Apa ada masalah lagi ? Bagaimana keadaanmu? Apa kamu baik-baik saja? Ahh.. Seharusnya aku tadi memaksamu untuk meminta Hae atau Kyu untuk menjemputmu", Kata Hyukkie panjang lebar yang mirip kereta expres.
"Chagiya.. Wookie tidak apa-apa ko. Dia malah akan tambah pusing dengan pertanyaanmu yang mirip truck gandeng itu. Kasihan Wookie, dia baru saja tiba tapi langsung dibrondong pertanyaan olehmu", kata Hae sambil tersenyum jahil ke yeojachingunya.
"Yak Lee Donghae apa maksudmu !", teriak Hyukkie kesal. Dilepasnya pelukan sang kekasih dengan kasar dan dia langsung memasang wajah cemberutnya yang mirip monkey yang tidak dikasih jatah pisang setahun #plakk *abaikan.
"Hahahaha.. Sudah jangan marah Nyuk.. Wajahmu terlihat aneh kalau cemberut seperti itu", ledekku pada Hyukkie.
Dia langsung mempoutkan bibirnya. "Yak Wookie ! Kenapa kamu malah ikutan Hae sih", katanya sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Mian Hyukkie ah.. Aku tidak bermaksud seperti itu. Kamu terlihat sangat cantik malam ini", rayuku pada Hyukkie sambil memeluknya.
"Iya chagi. Tadi kan aku cuma bercanda. Mana mungkin aku tega menjelek-jelekkan kekasihku yang cantik ini", gombal Donghae pada Hyukkie.
Lalu kami bertiga menuju tempat pesta berlangsung.
"Kau tahu di mana Kyu, Nyuk ?", tanyaku pada Hyukkie begitu sampai di halam rumahnya.
"Tadi aku lihat dia lagi berebut makanan sama Zhoumi di dekat pohon rambutan (?)", jawab Donghae sambil menunjuk ke arah pohon rambutan besar yang tidak jauh dari tempat kami berdiri.
"Aku ke tempat Kyu dulu ya Nyuk, Hae", kataku sambil tersenyum ke arah mereka.
"Dasar.. Kamu sama Kyu seperti perangko dan lem aja. Ga bisa lepas. Hehehehhee", ledek Hyukkie padaku.
"Biarin. Weeee", balasku sambil menjulrkan lidah ke arah Hyukkie.
PLAKKK
Kulayangkan jitakan cantik ke kepala namja evil yang dari tadi berebut makanan dengan namja yang setinggi tiang listrik.
"Yak Cho Kyuhyun ! Berhenti bersikap ke kanak-kanakan seperti itu.. Kamu seperti tidak pernah makan selama setahun saja", leraiku pada dua namja yang masa kecilnya kurang bahagia itu #plakk
"Aishh.. Kau ini Wookie. Kenapa menggangguku. Padahal sedikit lagi aku bakal mendapatkan potongan daging yang besar", gerutu evil Kyu padaku.
Aku menjawab gerutu si evil dengan seringai jahil. Lalu ku acak-acak rambut ikalnya. Tapi dia malah tambah menggerutu. Aku tertawa melihat tingkah konyolnya. Sekarang aku bisa sedikit melupakan rasa sedihku dengan berada di tengah-tengah sahabatku. Ternyata benar kata pepatah kalau sahabat itu adalah permata yang bisa menghapus kesedihan #author ngarang. Hehehee..
~Wookie pov end~
.
.
~Normal pov~
Pesta berlangsung dengan meriah. Gelak tawa terdengar di sana-sini ketika Hyukkie bercerita kisah konyol pada tamu undangan. Wookie bisa menghilangkan kesedihannya sejenak ketika ia bersama sahabatnya. Ketika pesta usai Wookie dan Kyu pamit pada Hyukkie.
"Hyukkie.. Kami pulang dulu ya. Salam buat umma dan appa mu", pamit Wookie pada Hyukkie.
"Yakin tidak ingin menginap Wookie ? Bukankah kamu sendirian di rumah ?", tawar Hyukkie pada Wookie.
"Gomawo atas tawarannya Nyuk. Tapi aku ingin menonton dvd sepuasnya malam ini. Mumpung aku sendirian di rumah. Hehehehee..", tolak Wookie.
"Baiklah kalau begitu. Kyu.. Jaga Wookie. Jangan sampai dia kenapa-napa", kata Hyukkie.
"Kau seperti ummanya saja Nyuk. Ayo Wookie. Aku ingin menamatkan game yang kemarin aku beli", katanya sambil tersenyum evil ke arah Wookie dan Hyukkie.
"Baiklah.. Bye Hyukkie.. Bye Hae", kata Wookie sambil melambaikan tangannya ke Hyukkie dan Donghae. Mereka membalas dengan lambaian juga.
Sepanjang perjalanan mereka bercanda dan tertawa riang. Mereka saling bercerita dengan semangat.
"Umm.. Kyu.. Apa Yesung oppa sudah punya yeojachingu", Tanya Wookie di sela-sela candaan mereka.
Kyu memiringkan kepalanya dan mengerutkan alisnya bingung.
"Kenapa bertanya seperti itu Wookie ?", Tanya Kyu heran.
"A..ani.. lupakan saja Kyu", jawab Wookie gugup.
Kyu memutar bola matanya dan mendengus. "Dasar aneh", kata Kyu.
Mereka sekarang sudah tiba di depan rumah masing-masing. Wookie melambaikan tangan ke arah Kyu tanda perpisahan. Kyu membalas lambaian tangan Wookie dan setelah itu mereka masuk ke dalam rumah masing-masing.
~normal pov end~
~Wookie pov~
Setelah menutup pintu aku langsung menuju kamar. Aku ingin meletakkan barang yang aku bawa sebelum mandi. Aku ingin cepat-cepat berendam di segeramenghilangkan penat.
Ku masukkan aroma terapi ke dalam air biar bisa lebih relax. Ku rendamkan seluruh badanku ke dalam bathup. Setelah paru-paruku meminta supply oksigen baru ku keluarkan kepalaku dari bathup. Ku tutup mataku mencoba membayangkan hal-hal yang indah, namun yang muncul malah wajah Yesung oppa. Entah mengapa aku merindukannya saat ini.
"Oppa.. Sedang apa kamu sekarang ?", gumamku sambil memanjamkan mata untuk mengingat wajah tampannya.
Saat ku memutup mataku dapat kulihat dengan jelas wajah Yesung oppa yang tampan dengan senyumannya yang menawan. Dia bernyanyi dengan suara baritone merdu miliknya. Aku sungguh terpesona pada suara indah miliknya.
"Aku rindu padamu Yesung oppa", gumamku lirih. Lalu ku masukkan kembali kepalaku ke dalam air untuk menjernihkan pikiran.
Setelah puas berendam selama kurang lebih satu jam setengah, aku pun keluar dari kamar mandi. Ku pakai handuk untuk menutupi badanku.
Kuambil piyama bergambar sapi dari dalam lemari. Begitu selesai memakai piyama aku langsung beranjak ke tempat tidur. Kurebahkan tubuhku di atas kasur yang empuk. Ku coba memejamkan mataku walau sangat sulit karena aku masih belum mengantuk, sepertinya insomiaku kambuh.
Tak lama kemudian terdengar dering telepon dari hpku. Kuambil hp yang masih berada di dalam tas.
"Dari nomor tidak dikenal ?", kataku sambil mengangkat sebelah alisku.
"Yeobseyo, Nuguya ?", tanyaku pada orang di seberang sana.
"Wookie ah.. Umm.. Apa aku mengganggumu ?", kata orang itu
DEGGG
Jantungku berpacu dengan sangat kencang begitu mendengar suara baritone yang ku kenal dari seberang sana. Benarkah dia ?
"Ye.. yesung oppa?", tanyaku ragu-ragu.
"Ahh.. Kau mengenali suaraku Wookie ? Aku sangat senang", kata orang itu.
Benarkah ini Yesung oppa ? Aku sedang tidak mimpikan ? Tanpa perlu melihat ke cermin aku yakin pasti sekarang wajahku sudah seperti kepiting rebus dan jantungku seakan melompat ke luar saking senangnya. Untung saja Yesung oppa tidak berada di sini.
"Oppa.. Ba.. bagaimana tahu nomorku ?", tanyaku lagi dengan gugup
"Ahh.. itu aku memintanya dari Kyu. Hehehehe", jawabnya. 'Dengan imbalan cd game yang sangat langka sampai menghabiskan setengah uang bulananku', lanjut Yesung dalam hati.
"Apa aku mengganggumu Wookie ?", Tanya Yesung oppa lembut.
"Ani.. Ani.. Oppa tidak mengganggu ko", jawabku cepat.
"Wookie.. kau tahu.. aku begitu senang melewati hari ini bersama mu", kata Yesung oppa
Aku mendengar pernyataan Yesung oppa langsung tersenyum senang sambil memeluk boneka Winnie the Pooh.
"Jinjja oppa?", tanyaku meyakinkan.
"Benar Wookie. Entah mengapa jika bersamamu hari ku begitu menyenangkan. Maukah kamu pergi bersamaku lain kali?", tawarnya padaku.
"Tentu oppa dengan senang hati", jawabku antusias. Aku melempar-lempar boneka kuning itu atas.
"Gomawo Wookie. Hmm.. Aku ingin mengajakmu ke taman itu lagi", katanya lagi.
Mendengar kata taman aku langsung teringat peristiwa yang membuatku sakit hati. Seketika itu juga tanpa terasa cairan bening kembali keluar dari mataku.
"Oppa.. Siapa yeoja yang bersama oppa tadi ? Apakah itu yeojachingunya oppa?", tanyaku lirih ke Yesung oppa.
"Maksudmu Sungmin ? Dia itu tetanggaku. Aku sudah menganggap dia seperti adikku sendiri", tuturnya padaku. "Memang kenapa Wookie?", lanjut Yesung oppa.
"Ehh.. tidak apa-apa.. hehehehe.. Tapi benar dia bukan yeojachingumu oppa?", tanyaku memastikan. Aku sangat senang mendengar penjelasan dari Yesung oppa. Hmm.. Berarti aku ada kesempatan.
"Apa kamu cemburu Wookie ?", Tanyanya padaku.
Aku langsung gelagapan ditanyai seperti itu. Aku mencoba mengalihkan pembicaraan. Aku masih belum siap jika ia mengetahui perasaanku. Belum saatnya.
"Oppa.. Suaramu sangat indah", kataku mengalihkan pembicaraan.
"Hahahaha.. Aku kan memang jenius", katanya sambil bernasis ria. "Ehh.. bukan itu Wookie.. Kenapa kau malah mengalihkan pembicaraan", lanjutnya lagi.
"Tapi suaraku juga bagus kan oppa.. hehehehee", kataku yang masih mengalihkan pembicaraan.
"Yak.. Kenapa kau mengalihkan pembicaraan sih.. aisshh", kata Yesung oppa kesal. "Tapi ku akui suara mu juga sangat indah Wookie. Sangat menyentuh perasaan", kata Yesung oppa yang berhasil dialihkan.
"Kamu belum mengantuk Wookie", Tanya Yesung oppa lagi.
"Belum oppa.. Insomiaku kambuh", jawabku.
"Mau oppa nyanyikan lagu pengantar tidur untukmu ?", tawarnya padaku.
"Jinjja oppa? Aku mau", jawabku penuh semangat.
"Baiklah.. Aku akan menyanyikan sebuah lagu untuk putri cantik yang tidak bisa tertidur", gombal Yesung oppa padaku.
Wajahku langsung memblushing sempurna begitu mendengar rayuan mautnya. Ku posisikan tubuhku senyaman mungkin di atas kasur.
"Huh.. Dasar oppa tukang rayu", ledekku pada Yesung oppa.
"Hahahaha… Pejamkan matamu Wookie", katanya.
"Ne oppa", jawabku sambil memeluk boneka Winnie the pooh. Tak lupa ku loadspeaker hp ku.
Yesung oppa lalu langsung melantunkan lagu In My Dream yang sangat menyentuh hati.
yeongwonhi idaero jamdeulgil baraedo
yeojeonhi geunyeoro ggaeeonado
dasineun ggumguji angireul baraedo
oneuldo geunyeoro naneun jami deulsuga isseo
Entah mengapa begitu mendengar melodi indah milik Yesung oppa rasa kantukku datang. Aku bisa merasakan mataku sangat berat. Beberapa menit kemudian aku langsung berlayar ke alam mimpi.
~Wookie pov end~
~normal pov~
Yesung yang mendengar dengkuran halus milik Wookie langsung tersenyum lembut. Dilanjutkannya lagu sampai bait terakhir. Begitu tidak terdengar suara lagi maka dihentikannya bernyanyi. Ia sangat senang bisa mengobrol dengan pujaan hatinya malam ini.
"Mimpi yang indah Wookie-ku. Saranghae~", kata Yesung lembut dan langsung memutuskan sambungannya.
.
.
CIP.. CIP.. CIP
Terdengar suara kicauan burung dari luar. Sinar mentari sudah mulai menyelimuti bumi. Membawa kehangatan masuk ke dalam sebuah kamar milik seorang yeoja mungil. Sang pemilik kamar masih asyik berlayar di alam mimpi. Di eratkannya selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
CLEKKK
Pintu kamar sang yeoja terbuka lebar dan memperlihatkan namja tinggi dengan rambut ikal tersenyum bagai dewa iblis ke arah yeoja yang masih meringkuk di balik selimut. Di dekatinya perlahan yeoja mungil itu. Kini namja ikal sudah berdiri disamping tempat tidur yeoja mungil.
~normal pov end~
~Wookie pov~
Ngg… Kenapa badanku terasa berat ya? Seperti ada batu besar yang menindihku. Aigoo.. Kenapa badanku tak bisa digerakkan. Ada apa sebenarnya?
Ku buka mataku dengan susah payah. Rasa kantuk yang masih menyelimutiku membuat mataku tak mau berkompromi untuk terbuka. Dan begitu aku berhasil membuka mataku, aku melihat sesosok namja yang tidak asing menyeringai kejam ke arahku.
"YAK ! CHO KYUHYUN ! APA YANG KAU LAKUKAN DI ATAS BADANKU !", teriakku dengan suara tenorku yang indah dan sukses membuat kaca tetangga sebelah rumah menjadi hancur.
"Membangunkanmu", jawab Kyu dengan santai. Ia juga tak beranjak dari atasku.
Aku mencoba berontak dari kekejamannya (?). Bagaimana tidak kesal, dia menindihku dengan tumpukan bantal dan boneka besar diantara kami membuatku susah bergerak dan bernapas. Aigooo.. Si namja evil ini memang sadis. Dia sekarang malah asyik main psp kesayangannya di atas tubuhku.
"CHO KYUHYUN ! MENYINGKIR DARI BADANKU ! KAU KIRA TUBUHMU RINGAN APA !", teriakku kembali yang sukses membuat telinga sang evil berdengung keras.
"Aishh.. Tak usah teriak seperti itu. Kasihan tetangga sebelah yang punya penyakit jantung. Bisa sekarat dia", kata Kyu sambil menutup telinganya dan beranjak bangun dari atas tubuhku.
PLAKK
Ku jitak kepalanya dengan kasar. Dia mendengus kesal ke arahku. Salah siapa membangunkan orang dengan cara seperti itu.
"Kau seharusnya berterima kasih padaku Wookie. Berkat diri ku, kamu bisa bangun pagi. Kekekekek", seringai evilnya muncul kembali.
"Aku tak butuh bantuanmu. Huh", kataku sambil melempar bantal ke arahnya.
"Aww.. Kau itu benar-benar yeoja kejam Wookie", gerutunya sambil mengelus-elus jidatnya yang terkena bantal.
"Salah siapa coba", kataku sambil melenggang pergi meninggalkannya dan beranjak ke kamar mandi.
"Oh iya Wookie. Hari ini kamu berangkat sendiri ya. Aku ada urusan di kelas, makanya aku akan berangkat pagi", teriaknya dari depan kamar mandi.
"Okey", jawabku singkat. Lalu aku mulai menyalakan shower dan memulai ritual mandiku seperti biasa.
Setelah selesai semua persiapan untuk berangkat ke sekolah, aku langsung pergi menuju dapur. Aku membuat sarapan seadaanya yaitu roti bakar dengan selai cokelat favoriteku. Ketika sedang asyik menghabiskan sarapan terdengar suara bel dari luar.
'Siapa ya pagi-pagi begini berkunjung?', tanyaku dalam hati.
CLEKKK
Begitu pintu terbuka, aku sangat shock dengan pemandangan di depanku. Terlihat seorang namja tampan dengan senyuman yang sangat mempeson.
"Apa aku mengganggumu Wookie ah?", Tanya sang namja tampan berkepala besar.
"Eh..? Ye..yesung..oppa..?", mataku sekarang sudah membulat sempurna dengan mulut yang terbuka sangat lebar. Dia yang melihat tingkah konyolku mengibas-ngibaskan tangannya di tepat di depat mukaku.
"Ne.. ini aku. Apa kau tak suka jika aku menjemputmu ?", tanyanya dengan senyuman yang masih menghiasi wajah tampannya.
"A..ani. Ani. Tentu boleh. Aku sangat senang oppa", kataku terbata-bata.
"Benarkah ? Hmm.. Aku sangat senang mendengarnya Wookie", katanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ini..", lanjutnya lagi sambil memberikan mawar putih ke arahku.
"Gomawo oppa", kataku sambil menunduk malu.
"Kamu sangat cantik jika tersipu malu seperti itu", gombalnya sambil mengacak-acak rambutku.
"Oppa", gerutu kesal ambil mempoutkan bibirku karena Yesung oppa mengacak-acak rambutku.
"Hahahaha.. Kamu sangat imut. Kajja kita berangkat sekarang", ajaknya padaku.
"Eh.. Sebentar oppa. Aku mau mengambil tas dulu", kataku sambil beranjak ke dalam rumah.
Setelah mengambil tas di meja makan aku langsung ke luar rumah, tak lupa kukunci terlebih dahulu.
"Ini. Pakailah", kata Yesung oppa sambil melemparkan helm ke arahku.
"Kita naik motor oppa?", tanyaku bingung.
"Yap.. Perkenalkan ini motor kebangganku", bangganya sambil menepuk jok motornya.
Aku menurut saja dan langsung naik ke atas jok motor belakangnya.
"Pegangan yang erat Wookie", katanya sambil melajukan motor hitam miliknya.
Dia membawa motornya dengan sangat cepat dan reflex aku langsung mengeratkan peganganku ke pinggangnya. Dia tersenyum puas melihat tingkahku.
Tak lama kemudian kami sudah tiba di sekolah dengan selamat.
"Gomawo oppa", kataku sambil menyerahkan helm padanya. Dia membalasku dengan senyuman lembutnya.
"Wookie ?", sapa seorang yeoja dari arah belakangku.
"Pagi Hyukkie", sapaku balik pada yeoja itu.
"Kau bersama siapa Wookie?", Tanya Hyukkie sambil melirik ke arah Yesung oppa.
"Dia temanku Hyukkie", kata ku sambil menunduk malu karena kepergok sedang berduaan dengan Yesung oppa.
Hyukkie lalu memandangku dengan pandangan tak percaya.
"Aku ke kelas duluan ya Wookie ah", pamit Yesung oppa padaku.
"Ne oppa", jawabku. Lalu ia berjalan meninggalkan kami berdua.
"Benar dia cuma temanmu ? Bukannya dia anak dari jurusan pendidikan?", Tanya Hyuukie dengan seringainya.
"Benar ko", kata ku sambil menggandeng tangan Hyukkie dan mengajaknya masuk ke dalam sekolah.
"Aku tak percaya", katanya kemudian. Ia lalu mempererat gandengannya seraya menyusuri lorong kelas.
.
.
-skip time-
KRINGGGGGG
Bel istirahat berbunyi nyaring di seluruh penjuru kelas. Pelajaran Fisika dari Han songsaengnim yang membosankan pun usai. Ku renggangkan ototku yang kaku karena habis berkutat menghitung rumus-rumus yang tidak kupahami.
Hyukkie yang duduk di sebelahku masih enak tertidur di atas tumpukan buku bahkan dia sempet menciptakan sungai han di atas mejanya.
Ku singgungkan seringai jahil ke arahnya. Ku lempar pup mainan ke bawah kursinya.
"Kyaaaa ! Hyukkie ! Kenapa kamu pup di kelas !", teriakku tepat di telinganya.
Dia terbangun dengan wajah yang sangat babbo #plakk, sambil nengok ke kanan-kiri. Bekas ilernya masih menempel di pipinya. Lalu ia mengikuti arah yang aku tunjuk. Dia tersentak kaget lalu reflex naik ke atas kursi.
"Yak ! Siapa yang pup di sini !", teriaknya shock begitu melihat benda mengerikan di bawah kursinya.
"Ya kamulah.. Bukannya benda itu ada di bawah kursimu", kataku santai sambil menahan tawa.
"ANDWAE ! Itu bukan milikku", teriaknya panik sambil nendang-nendang benda laknat itu ke luar dari toritorialnya.
Sontak seluruh murid yang berada di dekat kami langsung berhamburan bagai kertas tertiup angin ribut. Sambil teriak "GYAAAA !"
Aku yang melihat tingkah konyol mereka akhirnya tak bisa menahan tawa, seketika itu juga tawaku langsung meledak dan membahana di dalam kelas.
"Hahahahahaa… Liat tampangmu Hyukkie.. Hahahaha.. Lucu sekali. Seharusnya tadi aku memfoto posemu itu", kataku sambil tertawa memegangi perut. Lalu aku beranjak mengambil pup mainan itu.
"Ini kan hanya mainan. Kenapa segitu paniknya sih. Hahahahaha…", lanjutku lagi sambil melempar-lempar mainan itu ke udara #author: yaikk ! jorok bgt sih oppa.
Semua anak-anak di kelas termasuk Hyukkie melempar deatglare tingkat tujuh mereka ke arahku yan masih tertawa terpingkal-pingkal.
"Awas kau Kim Ryeowook", teriaknya sambil menyerangku secara membabi buta.
Untungnya tak selang berapa lama Donghae datang ke kelas kami dan mencegah amukan Hyukkie lebih lanjut. Dengan bujuk maut Donghae dan rayuanku akhirnya kami bisa meredam amukan Hyukkie.
Setelah Hyukkie berhasil dijinakkan (?) kami bertiga pergi menuju kantin sekolah.
"Di kelasku ada murid baru loh. Dia pindahan dari China. Orangnya sangat cantik dan manis", celetuk Donghae saat kami sedang berjalan menuju kantin.
"Namanya siapa Hae ? Wahh.. jarang sekali ada murid pindahan dari luar negeri", tanyaku yang tertarik dengan celetukan Donghae.
"Ngg.. Kalau tidak salah namanya Lee Sungmin", kata Donghae sambil mengingat-ingat nama teman barunya.
DEGG
Aku terdiam sejenak ketika mendengar nama itu. Sungmin ? Apakah dia Sungminnya Yesung oppa. Ani.. Kenapa aku berfikir demikian. Nama Sungmin itu sangat banyak. Jadi tidak mungkin dia. Ku geleng-gelengkan kepalaku untuk menhilangkan pemikiran buruk itu.
"Hae.. Awas kamu melirik yeoja itu", kata Hyukkie mengancam.
"Itu tidak mungkin chagi. Tidak ada seorangpun yang bisa menggeser posisimu di hatiku", kata Donghae gombal. Wajah Hyukkie menjadi merah setelah mendengar gombalan Donghae, ia juga mencubit gemas lengan Donghae.
Hmm.. Terkadang aku iri dengan mereka yang begitu mesra. Aku juga ingin memiliki seseorang yang mencintaiku dengan tulus.
"Kenapa wajahmu sedih begitu, manis ?", bisik seseorang di telingaku. Aku menengok ke belakang untuk melihat siapa orang itu.
"Yesung oppa", kagetku dengan mata yang membulat sempurna. "Yak.. Kenapa oppa senang sekali mengagetkanku sih", gerutuku padanya. Dia terkekeh geli mendengar gerutuku.
"Karena kamu begitu manis, membuatku tidak tahan untuk selalu menggodamu", jawabnya yang masih berbisik di telingaku sambil memasang senyuman mesumnya.
Begitu mendengar jawabanya wajahku langsung bertransformasi menjadi semerah tomat.
"Kau ingin menggodaku dengan wajah merahmu yang sangat manis itu hmm", bisik Yesung oppa lagi. Dia lalu meniup kupingku yang membuatku membeku seketika.
"Sedang apa kalian?", Tanya Kyu yang baru tiba dengan pandangan heran ke arah kami.
"Menurutmu?", Tanya Yesung oppa balik sambil tersenyum penuh misteri. Lalu ia berjalan ke arah Kyu dan meninggalkan diriku yang masih mematung karena tingkahnya.
Jantungku berdetak begitu cepat. Aku tak berani memandang mereka karena aku yakin wajahku benar-benar memerah sekarang akibat ulah Yesung oppa.
"Wookie ? Apa yang sedang kau lakukan di sana ? Cepat kemari ?", perintah Kyu. Aku pun tersadar dari rasa shockku. Ku lirik Yesung oppa yang terkikik geli melihat tingkahku. Aku mendengus kesal dan berjalan ke arah mereka.
"Hey kalian ! Kami di sini !", teriak Donghae sambil melambai-lambaikan tangan ke arah kami.
Mereka duduk di kursi paling pojok. Kami berjalan ke sana dan menempati kursi yang kosong. Aku duduk di depan Donghae , Kyu duduk di samping Donghae dan Yesung oppa duduk di sampingku.
"Aku baru pertama melihatmu", Tanya Donghae sambil melempar pandangan ke arah Yesung oppa.
"Dia sunbaeku Hae. Namanya Kim Yesung", kata Kyu.
"Annyeong. Yesung immnida", kata Yesung oppa ramah.
"Bukannya kamu yang tadi pagi di parkiran bersama Wookie?', Tanya Hyukkie penasaran.
"Ne.. Kita betemu lagi", kata Yesung oppa sambil memamerkan senyuman khasnya.
Karena Yesung oppa termasuk orang yang supel maka ia dengan cepat dapat berteman baik dengan Haeyuk.
Kami pun mengobrol sambil menunggu makanan datang dan sesekali aku mencuri pandang ke arah Yesung oppa. Dia begitu tampan ketika sedang berbicara. Pandanganku tak bisa lepas darinya. Begitu mata kami beradu, aku langsung mengalihkan pandangan darinya.
Tak lama makanan yang kami pesan datang. Ketika aku ingin mengambil sumpit, tanganku tak sengaja bersentuhan dengan tangan Yesung oppa. Aku reflek langsung menarik tanganku. Kulihat dia tersenyum ketika tangan kami bersentuhan. Sedangkan aku hanya bisa tertunduk menyembukan rona merah wajahku.
Kami tetap melanjutkan acara mengobrol walau sedang makan. Terkadang Kyu bercerita tentang kejahilannya yang membuat kami tertawa. Yesung oppa terus menatapku dengan tampang yang tidak bisa kuartikan.
"Kamu begitu cantik Wookie saat berbicara", kata Yesung oppa tiba-tiba sambil terus memandang ke arahku. Sontak aku langsung tersedak makanan yang sedang aku makan.
"Uhuk.. Uhuk.. Uhuk", aku langsung meraih air putih.
"Kau tidak apa-apa Wookie", kata Hyukkie panik sambil menyerahkan segelas air.
"Ne.. Hyukkie", jawabku setelah menenggak habis air yang diberikan Hyukkie.
"Kamu harus hati-hati Wookie ah", kata Yesung oppa tanpa rasa bersalah. Ia langsung mengelus-elus punggungku. Aku langsung melempar deathglare ke arahnya. Ia hanya mengangkat kedua alisnya dan menatapku seakan berkata-waeyo-. Sedangkan Donghae dan Kyu memandang heran ke arah kami.
Aku meneruskan makan yang sempat tertunda tadi. Aku heran mengapa Yesung oppa senang sekali menggodaku sih. Yahh.. walau ku akui aku senang juga diperhatikan olehnya.
"Wookie.. Ada nasi yang menempel di pipimu", kata Yesung oppa yang mengintrupsi makanku. Ia lalu mengambil nasi dari pipiku dan memakannya.
"Eh.. O..oppa", kataku gelagapan dengan tingkahnya.
"Waeyo?", tanyanya dengan nada yang teramat sangat polos alias babbo #plakk. "Kalau makan jangan berantakkan Wookie", lanjut Yesung oppa sambil membelai pipiku.
Aku cuma bisa tertunduk malu dan melirik ke arah ketiga sahabatku. Mereka mengangkat sebelah alisnya sambil saling memandang penuh tanda tanya -ada hubungan apa antara Wookie dengan Yesung- yang dijawab dengan mengangkat bahu mereka.
~Wookie pov end~
~Normal pov~
Tiba-tiba datang seorang yeoja sambil membawa nampan berisi makanan.
"Boleh aku duduk di sebelahmu Yesung oppa", Tanya yeoja itu. Yesung mengalihkan pandangan dari Wookie ke yeoja tersebut.
"Minnie ? Kamu bersekolah di sini juga ? Kenapa tidak memberitahuku ?", Tanya Yesung dengan wajah gembira.
"Ne oppa. Aku baru masuk hari ini. Jadi,, aku boleh duduk di sampingmu", kata yeoja yang bernama Minnie atau Sungmin itu. Ia tersenyum dengan sangat lembut membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan langsung jatuh cinta padanya.
"Tentu", jawab Yesung penuh semangat sambil mengeser posisinya. Yesung lalu menarik tangan Sungmin untuk segera duduk.
"Kamu Lee Sungmin kan? Teman sekelasku ?", Tanya Donghae yang memotong adegan mesra (?) Yemin.
"Hmm.. Ne.. Kamu Lee Donghae kan ? Mohon bantuannya", kata Minnie sambil mengulurkan tangannya. Lalu Donghae meraih tangan Sungmin untuk menjabat tangannya.
"Sama-sama Sungmin-shi", jawab Donghae malu-malu sambil mengaruk tengkuknya.
"Panggil Minnie saja", kata Sungmin dengan senyuman menawannya. Donghae menjadi kikuk begitu melihat senyuman Sungmin. Hyukkie yang melihat tingkah Donghae mendengus kesal dan mencubit lengan Donghae.
"Aww.. Sakit chagi", kata Donghae sambil mengelus-elus tangannya. Sedangkan Hyukkie sudah mempoutkan bibirnya tanda ia sedang kesal.
Mereka tertawa dengan tingkah Donghae. Namun tidak dengan Wookie.
'Bukankah dia yeoja yang di taman itu ? Hmm.. apa benar dia hanya teman Yesung oppa?', Tanya Wookie dalam hati dengan nada sedih.
Yesung yang menjadari raut wajah sedih Wookie langsung membelai pipi tirus yeoja itu.
"Ada apa Wookie ?", Tanya Yesung lembut.
"Ani oppa", kata Wookie dengan semburat merah di pipi tirusnya.
Sungmin yang melihat adegan mesra antara Yesung dan Wookie menjadi kesal dan langsung menarik lengan Yesung yang masih memegang pipi Wookie.
"Oppa.. Apa oppa tidak kangen sama Minnie. Kita kan sudah lama tidak bertemu sejak Minnie pindah ke China", kata Sungmin manja sambil mengesekkan kepalanya di lengan Yesung seperti kucing.
"Hahahaha.. Dasar kau ini. Bukan kah kemarin oppa sudah menemanimu seharian", kata Yesung sambil mengacak-acak rambut Sungmin dengan tangan satunya.
"Tapi kan tetap saja Minnie masih kangen sama oppa", lanjut Sungmin dengan makin mempererat rangkulan pada Yesung.
SRAKKK
Wookie tiba-tiba bangkit dari kursinya. Wajahnya yang manis terlihat sangat sedih.
"Aku.. ke belakang sebentar", kata Wookie yang langsung beranjak menjauh dari kursinya. Ia tidak tahan melihat adegan mesra Yesung dan Sungmin. Hatinya terasa sakit saat ini. Ia juga menahan air matanya yang sebentar lagi akan tumpah.
Setelah Wookie pergi dari kantin, Sungmin tiba-tiba bangkit dari kursinya juga.
"Umm.. Aku ke belakang juga ya", kata Sungmin dengan nada sangat ceria. Hyukkie, Donghae dan Yesung hanya mengangguk saja.
.
.
Wookie sekarang berada di dalam toilet. Ia duduk di atas kloset sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Cairan bening keluar dengan deras dari kedua mata indahnya.
Untungnya saat ini toilet dalam keadaan sepi sehingga tidak ada yang mendengar isakan tangis Wookie.
Setelah puas menangis Wookie lalu keluar dari dalam toilet, tempatnya menangis tadi. Tak jauh dari tempat Wookie terlihat seorang yeoja yang berdiri di depan pintu sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Lee Sungmin?", Tanya Wookie kaget.
Sungmin tidak menjawab perkataan Wookie, ia berjalan ke arah Wookie dengan aura yang menakutkan. Di dorongnya Wookie hingga punggungnya membentur dinding dengan keras.
"Auwww", rintih Wookie begitu punggungnya membentur dinding toilet dengan keras.
"Jangan pernah mendekati Yesung oppa. Dia milikku. Hanya dia yang aku miliki", bentak Sungmin yang masih menahan Wookie dengan kedua tangannya di bahu Wookie.
"Ma..maksudnya", Tanya Wookie ketakutan.
"Kau tahu.. Yesung oppa adalah tunanganku. Ia berjanji akan menikahiku begitu kami dewasa", kata Sungmin dengan nada sinis.
Begitu mendengar pernyataan Sungmin, hati Wookie menjadi hancur berkeping-keping. Hatinya yang sakit kini bertambah sakit. Tanpa di sadari cairan benih sudah mengalir dari matanya.
"Aku mohon jangan ambil Yesung oppa dariku. Hanya dia yang aku milikki setelah appa meninggalkanku dan umma", pintanya dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan.
Setelah itu Sungmin langsung berbalik dan keluar dari toilet. Wookie kini terduduk lemas di atas lantai. Ia seakan tidak memiliki tenaga untuk menopang tubuhnya sendiri setelah mendengar penuturan Sungmin. Hatinya hancur berkeping-keping. Air matanya sudah menggenangi pipi dan wajahnya. Di remas ujung roknya dengan kasar.
.
.
.
TBC
.
.
Annyeong reader.. \(^0^)/
Mianhae author lama ng update na.. soal na lagi bnyk kesibukan. hehehehe #author ngeles kaya bajai. Entah mengapa membuat karakter Yesungie menjadi pervert tuh menyenangkan.. kekekekekk #plakk. Maka na author jd tergila2 sm ff yg yesungie na jd pervert. Fufufufufu. Di sini Sungmin terlihat jahat ya reader. Mianhae soal na tuntutan naskah dr pak So Man #plakk *abaikan.
Gomawo udah mau nyempetin baca ff author and udah ngerivew. Ini balasan review dr chingudeul semua ^^ ::
Tiitielfcloud: ini udah di lanjutin chingu… hehehehhee
uthyRyeosomnia : ini udah update chingu… mianhae lama #bow
Eternal Clouds : sip chingu.. tp mianhae kl kelamaan. Hehehhee
wookrim : gomawo chingu ^^ . jawaban na ada di part ini. Hehehehe
yongie13 : wahhh.. jeongmal gomawo chingu ^^ . jawaban na ada di part ini chingu. Ne.. tp d simpen dl ya. hehehehhee #dilindes truck
uthyRyeosomnia : wahh.. apa ya.. ko author ga liat #celingak-celinguk *plakk.. sipp.. ne udah update. Hehehehe
namikaze malfoy : author jg ga tahu. Hanya yesungie dan tuhan yang tahu #plakk *abaikan
nam seulmi : sip chingu ^^
fitria : udah sampe chapter 4 neh chingu.. hehehhehee
Jangan lupa review lagi ya reader #tebar dolar
~Saranghae~

54