FanFiction | Just In Community Forum | More
V
More
Wait for Me! by isfa.id

Plays » Screenplays Rated: T, Indonesian, Romance, Words: 3k+, Published: 1-3-12 Updated: 3-1-12
Chapter 1: Wait For Me!

Tittle : Wait for Me!

Genre : Romance

Author : isfa_id

Cast :

- Hee Young

- Jung Ji Hoon (Rain)

- isfa_id -

Aku hanya dapat menatap layar ponselku yang saat ini sedang berdering, ku lihat nama yang tertera di sana, Jung Ji Hoon. Ya… aku memang lebih suka nama itu, bukan Rain atau Bi, aku juga lebih suka memanggilnya Ji Hoon oppa. Deringnya berhenti dan aku meletakkan ponselku di atas meja kerjaku.

Ponselku berbunyi lagi, ada pesan yang masuk, dan itu dari Ji Hoon oppa. "Kenapa tidak mengangkat teleponku, aku perlu bicara denganmu, apa kau sedang sibuk? Kau di mana sekarang? Biar aku yang ke sana." Tidak ku balas.

Aku mematikan ponselku dan meminta izin pada bosku untuk pulang lebih awal, perasaanku sedang tidak enak sekarang, ya… aku benar-benar sedih.

Aku sudah mengenal Ji Hoon oppa lebih dari 7 tahun, tapi jujur, aku bukan menganggapnya hanya seorang teman… apalagi kakak. Aku berharap dia bisa menjadi pacarku bahkan lebih, tapi dia… tidak. Dia bahkan sudah berkali-kali mengenalkanku dengan wanita yang selalu dia kenalkan sebagai kekasihnya. Sedangkan aku… aku masih seperti orang bodoh menunggunya. Dan sekarang… saat ini aku benar-benar merasa sudah tidak dapat bertahan lagi, ini sudah akhir dari penantianku, aku harus berhenti berharap.

Aku melangkah lesu menuju halte bis, ku dudukkan tubuhku saat tiba di sana tetap dengan perasaan yang tidak dapat aku artikan ini. Aku hanya memandangi jalan di hadapanku, ku lihat lalu lalang kendaraan, dan itu membuatku sedikit pusing. Sesekali aku memijit kepalaku, sampai bisnya tiba.

Ya… ini bukan bis menuju rumahku, aku sama sekali belum ingin pulang, karena aku tahu pasti dia akan mencariku ke sana.

- isfa_id -

Aku melirik jam tanganku sesaat, 20.30, aku sudah cukup lama di sini. Aku beranjak dari tempat dudukku dan meletakkan botol minumku di ujung bangku taman, dan menuju halte bis. Ya… aku sudah harus pulang.

- isfa_id -

"Kau dari mana saja?"

"Aku lelah Oppa, pulanglah,"

Aku bergegas membuka pintu rumahku, tapi dia menarik tanganku.

"Oppa, aku benar-benar lelah,"

"Ada apa denganmu?"

"Sudahlah, aku mau istirahat,"

Hening…

"Baiklah, kalau begitu aku pulang."

- isfa_id -

"Ada apa?" tanyaku saat melihat Ji Hoon oppa sudah ada di depan rumahku.

"Apa kau baik-baik saja?"

Aku mengangguk.

"Maaf soal kemarin, aku hanya merasa lelah,"

"Tidak apa-apa, aku bisa mengerti… kamu libur kan hari ini?"

Aku kembali mengangguk.

- isfa_id -

"Mengapa mengajakku ke sini, apa Oppa tidak ada kegiatan hari ini?"

"Tidak ada maksud apa-apa… hem, aku ada syuting, tapi nanti siang, lagipula sekarang kegiatanku sengaja tidak terlalu aku padatkan, kau tahu kan alasannya?"

"Ne… sebentar lagi Oppa berangkat wamil,"

Aku hanya melihat sepintas senyuman di sudut bibirnya.

"Tunggu sebentar," ucapnya dan langsung pergi, aku tidak tahu ke mana.

"Ini," ucapnya saat kembali.

Dia membeli es krim, dia sangat tahu kesukaanku, es krim coklat.

"Gomawo,"

Dia mengusap kepalaku.

Ah… inilah yang akan sangat aku rindukan saat dia wamil nanti.

Aku memandangi anak-anak yang sedang asik bermain di sana, seraya menghabiskan es krim coklatku. Ya... sekarang kami sedang ada di sebuah taman kecil tidak jauh dari rumahku, aku memang suka ke sini saat sedang sedih seperti kemarin. Sesekali aku memandang wajah manis Ji Hoon oppa yang tersenyum melihat keceriaan anak-anak itu. Aku juga memperhatikan wajah gembira ibu-ibu mereka yang sedang menjaga anak-anaknya yang sedang asyik bermain, tiba-tiba ku lihat sedikit gurat kesedihan di wajah Ji Hoon oppa.

"Aku merindukan eomma," dia mendesah, tapi aku dapat mendengarnya dengan jelas.

Ku tatap matanya mulai bekaca-kaca, tapi dia tidak ingin meneteskan air matanya, ku lihat dia berusaha keras menahannya, aku menggenggam tangannya. Dia menoleh ke arahku dan tersenyum semanis mungkin, akupun tersenyum untuk menghiburnya. Tapi air mata itu kini tidak dapat lagi dia tahan, air matanya menetes.

"Oppa..." ucapku dan mempererat genggaman tanganku.

"Aku tidak apa-apa," ucapnya sambil mengusap air matanya.

"Ahjumma pasti bangga, karena sebentar lagi Oppa akan membuktikan bahwa Oppa adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab dengan menjalankan tugas negara," aku berusaha menghiburnya.

- isfa_id -

Dia mengantarku pulang karena sebentar lagi dia harus pergi ke lokasi syutingnya, masih ku lihat sedikit gurat kesedihan di wajahnya.

"Besok ada waktu?" ucapnya.

"Waeyo?"

"Aku hanya mau mengajakmu jalan,"

"Ke mana?"

"Sudahlah, besok kau ada waktu apa tidak?"

"Ya… sepulang aku kerja, sekitar jam 5,"

"Baiklah, besok aku jemput,"

Aku melambaikan tanganku saat dia mulai melajukan mobilnya.

- isfa_id -

Aku terpana melihat seseorang yang berada di hadapanku sekarang, ada yang berbeda, tapi apa…? Bentuk tubuhnya? Tidak… tetap sama, lagipula aku baru saja bertemu dengannya kemarin. Gaya berpakaiannya? Tidak… itu juga masih sama. Cara berdirinya? Senyumnya? Tidak… semuanya masih sama.

Ya… gaya rambutnya yang berbeda, lebih tepatnya tidak ada gaya apapun di rambutnya (?) Tidak ada lagi rambut yang menjuntai hingga menyentuh kerah kemejanya, tidak ada lagi rambut yang menutupi dahinya, dan tidak ada lagi rambut yang tersibak saat angin menerpanya. Padahal dia akan terlihat sangat manis saat angin menyibak rambutnya sehingga dahinya akan sesekali terlihat, sekarang itu tidak ada lagi.

"Waeyo?" ucapnya sambil memperhatikan seluruh bagian tubuhnya. Aku tidak berucap apa-apa dan tetap memandangnnya aneh. Dia memandangku juga dengan tatapan aneh.

"Oh…" lanjutnya sambil tertawa kecil dan mengusap-usap kepalanya sendiri yang sekarang sudah tak berambut itu (bukan botak hanya begitu pendek).

"Aneh ya?"

"Oh… aniyo, aku hanya belum terbiasa,"

"Hehe," dia hanya tertawa.

"Ini," ucapnya sambil memberikan sebuah helm padaku.

"Kenapa pakai motor?"

"Bukannya kamu tidak suka berada di dalam mobil,"

Ya… entah kenapa aku lebih suka menggunakan motor daripada mobil, rasanya saat angin menerpa saat motor melaju, aku merasa bebas.

"Ini…?"

"Ya… ini motor G.O," ucapnya mengerti dengan apa yang aku ucapkan.

Dia kebiasaan, tiap mau mengajakku jalan pasti meminjam motornya Byung Hee.

Aku lebih suka memanggilnya seperti itu daripada G.O, entah kenapa? Sama seperti aku lebih suka memanggil laki-laki di hadapanku ini dengan Ji Hoon, bukan Rain.

"Mau makan apa?" tanyanya sambil mengendarai motor.

"Aku tidak lapar,"

Dia tidak bicara apa-apa dan tetap melajukan motor hingga tiba di salah satu restoran.

"Mau pesan apa?" dia bertanya lagi saat kami sudah berada di dalam restoran.

"Aku benar-benar tidak lapar Oppa, Oppa saja yang makan,"

"Kamu harus makan, kamu harus merubah kebiasaanmu yang selalu menunda waktu makan, walaupun tidak lapar kamu tetap harus makan, mulai sekarang kamu sudah harus bisa menjaga dirimu sendiri, aku sudah tidak mungkin mengingatkanmu terus, aku sudah tidak bisa menjagamu lagi seperti biasa, jadi…"

"Aku mau pulang," aku memotong ucapannya.

Aku langsung berjalan keluar.

"Mianhaeyo…" aku mendengarnya mengucapkan maaf pada pelayan.

"Apa maksudnya dia tidak bisa menjagaku lagi… bla bla bla," aku mengomel sendiri sambil terus berjalan, dia menarik tanganku.

"Hei… motornya di sana," ucapnya sambil tertawa.

"Aku mau naik bis,"

"Ayolah…"

- isfa_id -

Ah… kenapa jadi begini, seharusnya malam ini kami bersenang-senang, tapi aku sudah terlanjur terluka dengan perkataannya tadi. "Sudahlah…" desahku.

Aku menatapnya sejenak, aku akan sangat merindukanmu oppa. Aku menunduk lesu dan membuka pintu rumahku.

"Hee Young-ah,"

Aku menoleh dan melihatnya berjalan mendekatiku. Dia memandangku tanpa berkedip, aneh… mengapa dia memandangku seperti itu, tatapannya terlalu tajam, tidak seperti biasanya.

Dia menarik tubuhku hingga kini aku berada dalam pelukannya, erat, sangat erat.

"Oppa… Ji Hoon Oppawaeyo?"

Hening... dan aku hanya membiarkan tubuhku tetap berada di pelukannya, dia semakin mempererat pelukannya.

"Tunggu aku… sebentar saja, hanya 2 tahun… tunggu aku…"

ㅠ.ㅠ ㅠ.ㅠ ㅠ.ㅠ ㅠ.ㅠ ㅠ.ㅠ

Mind to Review? ^^


 Ch 1 of 2 Next »

Review
Share: Email . Facebook . Twitter

Story: Follow Favorite
Author: Follow Favorite

Contrast: Dark . Light
Font: Small . Medium . Large . XL

Regular Site . Blog . Twitter . Help . Sign Up  Top