*+_.:Atashi no Ai (あたし の あい ):._+*
Disclaimer: Atashi no Ai©Rizumu Hikari
Rating: T
Genre: School Life, Romance, Friendship, Family, Hurt/Comfort
Characters: Rizumu Hikari (Rizumu/Rizu/Ricchan), Himawari Yuai (Himawari/Hima), Subarashii
Natsuno (Arashi), Hayashi Kenzie (Kenzie/Zie), Burorazu Yukan'na (Yuka/Yuu), Kawari Misaki (Misaki), Aizawa Nima(Nima)
Pairings: Rizumu x Arashi
Himawari x Kenzie
Nima x Yuka
Summary: "Perjalanan hidupku selama 3 tahun. Penuh dengan senyum, tawa, canda, luka, air mata
Serta tangisan. Namun semua itu aku jalani untuk menemukanmu, Atashi no Ai..."
By: Rizumu Hikari (main character)
_Chapter 1: New Student! The Sun Flower _
Bel pulang sekolah berbunyi. Para murid Yumegakuen mulai berhamburan ke luar kelas. Ada yang tertawa bersama temannya, bercerita tentang pelajaran mereka, dan yang lainnya. Tanpa kecuali seorang siswi berambut hitam selutut. Ia terlihat sedang memasukkan beberapa buku ke dalam lokernya. Sebuah senyuman tersimpul di wajah manisnya itu. "Daah, Rizumu!" teriak gadis pemilik rambut coklat muda yang dikuncir dua. "Sampai nanti, Misaki" balas Rizumu sambil melambaikan tangannya pada Misaki. Setelah selesai dengan buku-bukunya, Rizumu melangkah perlahan ke arah gerbang sekolah Yumegakuen. Saat melangkah, kedua bola mata hitam Rizumu menatap sosok yang sudah tak asing lagi baginya. Subarashii Natsuno, salah satu siswa yang mempunyai banyak fans girls, sekaligus merupakan orang yang disukai Rizumu secara diam-diam. Ketika sedang serius menatap Arashi dari kejauhan, sebuah tepukan tepat mendarat di pundak Rizumu. "Yo! Ngapain ngelamun aja?" sahut seorang anak laki-laki yang tak lain adalah Kenzie. Rizumu diam dan tidak merespon perkataan Kenzie. Kenzie pun melihat ke arah kedua bola mata hitam Rizumu. "Oh.. Arashi ya?" goda Kenzie sambil tertawa. "Uuuh.. urusai!urusai!urusai, Zie!" gerutu Rizumu yang langsung berjalan meninggalkan Kenzie. Kenzie tertawa melihat Rizumu yang ngambek dan berlari mengejarnya. Dan pada akhirnya, mereka pulang bersama.
Di perempatan jalan, Rizumu dan Kenzie berpisah. Mereka memang tinggal di satu perumahan, hanya berbeda beberapa gang saja. "Ja matte, Zie..." ujar Rizumu melambaikan tangannya pada Kenzie sebelum menghilang di tikungan gang. Tak jauh dari tikungan itu, Rizumu sampai dirumahnya yang bermodel Jepang itu. "Tadaima.." kata Rizumu sambil membuka pintu. "wah.. nee-san sudah pulang. Selamat datang!" sambut adiknya yang bernama Yuka. Rizumu tersenyum pada adiknya itu sebelum berjalan menuju kamarnya.
Di kamar, Rizumu meletakkan tasnya diatas meja belajar. Kemudian ia duduk di atas tempat tidur. "Rizumu, jangan lupa untuk latihan ya" terdengar suara dari luar kamar. "Iya, okaa-san" balas Rizumu. Ia menghela nafasnya sejenak. Kemudian ia berdiri dan mengganti seragamnya dengan kimono. Tak lupa, Rizumu menguncir rambut hitam panjangnya itu. Setelah selesai, ia berjalan menuju ruang latihan tarian Jepang.
"Rizumu, tanganmu salah. Gerakan kakimu terlalu lambat" beberapa komentar muncul dari ibunya yang menyaksikan latihan Rizumu. "Um, gomen ne, okaa-san" jawab Rizumu yang kembali mengulang gerakannya. Latihan itu pun berlangsung selama 2 jam. Selesai latihan, Rizumu duduk di samping meja yang terdapat di ruang latihannya itu. "Kakak bersemangat sekali hari ini. Hebat!" puji Yuka yang masuk sambil membawa segelas air dan memberikannya pada Rizumu. "Terima kasih" balas Rizumu singkat pada adiknya itu. Kemudian ia pergi menuju kamar ganti untuk mengganti pakaiannya. Lalu ia pergi menuju meja belajarnya untuk mengerjakan beberapa tugas. " x2 – 9 0 dan 32 x 42 = 52 ..." gumam Rizumu pelan. Ia mengarahkan pulpennya untuk mengisi beberapa soal di buku tugas. Rizumu melakukan itu hampir satu jam. Ketika ia melihat jam, waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. Ia langsung membereskan mejanya dan pergi menuju dapur untuk membantu ibunya memasak.
Malam harinya setelah membaca beberapa buku tebal, Rizumu mulai membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur secara perlahan. "Hh.. sudah cukup untuk hari ini" pikir Rizumu dalam hatinya. Dengan perlahan, ia mulai memejamkan matanya dan memasuki alam mimpi.
Atashi no Ai
Kicauan burung yang merdu di pagi hari membangunkan seisi kediaman Rizumu. TAP.. TAP.. Rizumu berlari sambil membawa tas hitam miliknya itu. "okaa-san, otouto-chan, aku berangkat!" ujar Rizumu yang berlari keluar gerbang. "Hati-hati sayang" balas ibunya dengan lembut. Rizumu yang awalnya berlari mulai berjalan pelan. Di perjalanan, ia banyak melihat banyak anak yang mengenakan seragam Yumegakuen. "Semoga hari ini menyenangkan"
SREK.. rizumu menggeser pelan pintu kelas 10-A. Ia langsung melihat keadaan kelas sambil menuju bangkunya. Dilihatnya para siswa yang sedang berkumpul membuat grupnya masing-masing. "Hai rizumu! Sudah dengar kabar kalau kelas kita mendapat murid baru?" sapa misaki yang duduk di depan meja rizumu. "um.. belum. Memang ada ya?" tanya rizumu. Misaki mengangguk. Bel masuk pun berbunyi. Haruka-sensei berjalan masuk ke dalam kelas. Dibelakangnya, masuklah seorang anak perempuan berambut coklat. Mata coklatnya menatap seisi kelas penuh dengan kehangatan. Dalam sekejap, ruang kelas yang semula sepi, langsung menjadi ramai. Mereka mulai berbisik-bisik. "Namaku Himawari Yuai. Salam kenal semuanya" ujar anak itu. Rizumu menatap Himawari dari bangkunya. "Benar-benar siswi yang cantik" batin Rizumu. Himawari berjalan ke bangku kosong yang berada di samping Rizumu. Himawari tersenyum hangat sambil menatap rizumu. Rizumu pun membalas senyuman itu. Dan pelajaran pun dimulai.
Pelajaran berlangsung dengan tertib. Pada jam makan siang, Misaki menghampiri meja Rizumu. "Rizu.. makan yuk!" ajak Misaki yang sudah siap dengan bekalnya. Rizumu mengangguk, namun langkah kakinya menuju meja Himawari. "ano.. Hai Himawari! Mau makan siang bersama kami?" sapa Rizumu plus senyum manisnya. "ah, i-iya" balas Himawari. Ketiga siswi itu menuju sebuah bangku yang berada di taman sekolah. "aku bekal tamagoyaki. Ada yang mau?" tanya Misaki yang berniat menawarkan bekalnya. Rizumu dan Himawari tersenyum bersamaan. "tidak usah. Terima kasih" jawab Himawari. Rizumu membuka kotak bekalnya. Matanya langsung berbinar. "Melon pan daisuki!" kata Rizumu kemudian. Himawari sedikit terkejut mendengar kata-kata Rizumu. Tapi akhirnya, mereka mulai memakan bekal bersama.
CTAK! Misaki menutup kotak bekalnya. "selesai.. balik ke kelas yuk!" ajak Misaki. Rizumu dan Himawari hanya menjawabnya dengan sebuah anggukkan. Mereka bertiga pun berjalan kembali ke koridor... BRUK! Himawari terjatuh karena tertabrak oleh seseorang. Rupanya, orang itu adalah Arashi. "Ah, maaf" kata Arashi. "um, iya. Tidak apa-apa" balas Himawari sambil menunduk. Rizumu memperhatikan Arashi yang sedang merapihkan buku-bukunya yang terjatuh di lantai. "akhem..." Misaki berusaha meledek Rizumu dengan pura-pura batuk. Alhasil, Rizumu kaget dan langsung mengalihkan pandangannya. "Sekali lagi maaf ya. Permisi" ujar Arashi yang langsung meninggalkan mereka bertiga. Himawari melihat Rizumu dan Misaki. "A-ayo kita ke kelas" ajaknya. Dan mereka kembali melanjutkan perjalanan ke kelas. Sepanjang perjalanan, Rizumu terus tersenyum. "Keren.." pikirnya dalam hati.
Atashi no Ai
"Baiklah semuanya, jangan lupa mengerjakan tugas kalian. Satu kelompok ada dua orang. Sampai jumpa di pertemuan berikutnya" kata Takumi-sensei yang segera menghilang di balik pintu kelas. "um.. etto.. Rizumu" panggil Himawari malu-malu. Rizumu menutup bukunya dan melihat Himawari. "nani?" jawab Rizumu. "aku sekelompok denganmu ya?" tanya Himawari. "Ne? Haik! Boleh aja" balas Rizumu. "Kalau gitu, kita mengerjakannya dirumahku saja" tambah Rizumu. Kedua siswi itu mulai berjalan ke luar kelas...
_tsuzuku_

5