-BLOOD BONDING III A-
Cast: the GazettE and Other
Author: NancyDiBondone-NancyTakanori
genre: *harusnya siih...* Horor
-BB-
"ini sudah lebih dari dua hari, Uruha tidak menjemputnya. Kesempatan yang bagus!" laki-laki dengan setelan warna hitam itu berjalan dengan tergesa-gesa ke ruangan Ruki sambil membawa map tebal
"BRRUUGH..!"
"hei.. kenapa terburu-buru?" Tora membantu Aoi membereskan file yang tercecer karna tabrakan mereka.
"mau kemana?" tanyanya lagi
"tuan Ruki, aku akan keruangannya…" Aoi masih sibuk mengurutkan datanya.
"ohh.. ada masalah?"
"hati-hati.. sepertinya dia sedang tidak enak mood, berdoalah sebelum masuk ke ruangan nya, hahahaha…" Saga menyalip pembicaraan mereka dan berlalu begitu saja
"hei.. tunggu! Apa maksud mu? Ada apa dengan tuan Ruki?" Aoi mengejar Saga yang sedang tertawa-tawa sendiri
"mana ku tahu…"
"heeiii.. kau kan dekat dengan ruangannya! Tidak mungkin kau 'tidak tahu' !"
"apa masalahmu? Aku benar-benar tidak tau, aku hanya mendengar beberapa barang terbanting dan suara teriakan tuan Ruki.. itu saja!"
"te.. teriakan?"
"itu yang ku dengar…"
"gawat!" Aoi berlari sekuat tenaga menuju ruangan Ruki, meninggalkan Tora dan Saga
"geeh.. menyebalkan sekali dia, ya kan Tora?"
"satu-satunya disini yang menyebalkan hanya kau…" Tora pergi dengan acuh, tanpa menghiraukan Saga yang mematung di tempat.
"g.. gawat! Apakah Uruha akan menjemputnya sekarang? ARRGHHH SIAL !" Aoi berlari sekencang-kencangnya menuju ruangan itu, sesampainya ia disana…
"Ruki-sa…n" Ruangan itu berantakan, jauh melebihi makna 'kapal pecah' langkah pertama Aoi disertai suara retakkan sepotong kaca dikakinya.. entah dari jendela atau lemari yang mana. Karna kaca di ruangan itu telah menjadi kepingan yang melapisi lantai.
"apaa.. ini… tu.. tuan, tuan Ru.. Ruki" Aoi berjalan perlahan menuju meja kerja Ruki, satu meter dari meja kerjanya dikelilingi cipratan darah segar. Sumbernya terlihat dari kursi Ruki yang menghadap kebelakang.. tetes demi tetes terdengar samar-samar ditelinga Aoi, refleks ia mengeluarkan pisau lipat nya untuk berjaga-jaga. Aoi mulai mengitari meja itu… dengan cepat ia memutar kursi Ruki . tapi…
"TIDAK ADA…" bangku itu kosong, hanya meninggalkan bercak-bercak darah yang telah mengering
"RRRGHH… AOI-SAN !" dengan cepat Aoi berbalik ia mendapati tuannya telah berwujud vampire, dengan taring dan luka-luka berdarah karna kulit yang robek diwajahnya. Persis seperti Uruha dalam wujud vampirnya walaupun ia lebih menakutkan.
Ruki menyerang Aoi dan mendorongnya sekuat tenaga ke dinding, Aoi tak berkutik.. tuan yang seharusnya ia jaga, sekarang malah berbalik menyerangnya dengan wujud makhluk yang paling ia benci. Ruki mengerang di depan wajah Aoi dan mencakari lehernya
"AARGHH… " Aoi memberanikan diri untuk menarik pisau lipatnya ke leher Ruki. belum sempat ia benar-benar menggunakan senjatanya, Ruki berhenti menyerang dan perlahan-lahan menjilati darah Aoi
"TU.. TUAN!" mata kemerahan Ruki meneteskan air mata, dia menangis walaupun tetap menjilati darah dan luka Aoi
"tuan…" Aoi menjauhkan tubuhnya dari Ruki, Ruki mulai terisak dan terjatuh lemas kelantai.. tubuhnya perlahan-lahan kembali menjadi sosok manusia.
"tuan… apa yang terjadi?" Aoi merapikan rambut Ruki agar wajahnya dapat terlihat
"DARAH… DARAH VAMPIR ITU… DARAH VAMPIR SIALAN ITU BERADA DI DALAM TUBUHKU! DARAH KOTORNYA MENGALIR DIDALAM KU! DARAH ITU MENGENDALIKAN KU! AKU SELALU BERMIMPI BURUK ! MELAKUKAN HAL-HAL ANEH! AKU HARUS MEMBUNUH VAMPIR ITU DENGAN TANGAN KU SENDIRI !" Ruki berteriak keras, dan kembali terisak
"AKU… AKU… MULAI MENYUKAI DARAH, TER.. TERUTAMA DARAHKU SENDIRI, RASANYA MA.. MANIS" Ruki menjilati pergelangan tangannya yang berdarah, dengan penuh nafsu
"TUAN! JANGAAN! JANGAN LAKUKAN ITU! KAU AKAN MATI !" Aoi berusaha menarik tangan Ruki,Ruki tetap bersikeras mengigiti tangannya.
"TUAN !" Aoi menariknya lebih kencang, dan berhasil.. tetapi gigitan Ruki merobek dagingnya sendiri saat ditarik, darah mengalir lebih deras dari luka itu... Aoi merobek kemejanya dan langsung memperban luka itu.
"kau.. kau tau sesuatu kan! Kau vampire hunter! Kau pasti tau sesuatu!" Aoi tidak menjawab apapun
"JAWAB !" Ruki berteriak semakin keras, Aoi terdiam. ia masih memperban luka Ruki
"selesai…" Aoi melepaskan tangan Ruki dengan perban yang cukup rapih.
Ruki merasa sangat kesal dan jengkel pada vampire hunter itu, lalu memukul wajah Aoi dengan sekuat tenaga. Sampai-sampai ia jatuh tersurkur kelantai dan wajahnya tertusuk beberapa pecahan kaca.
"AKU BERSUMPAH AKAN MEMBUNUHMU SETELAH AKU MEMBUNUH VAMPIRE SIALAN ITU!" Ruki langsung berlari keluar dari ruangan itu, namun Aoi menggenggam kaki Ruki dengan kuat, membuat tubuhnya yang kecil terjatuh dengan keras
"Apa? LEPASKAN !" Ruki masih bersikeras untuk melepaskan tangan Aoi, tapi itu terlalu kuat
"Uruha…" Aoi mulai berbicara dengan nada parau, mendengar nama itu Ruki berhenti memberontak
"Uruha itu… dia adalah vampire darah murni"
"la.. lalu?"
"siapapun yang darahnya ia hisap, akan mati…" Ruki terdiam, Aoi juga terdiam untuk beberapa saat
"tapi… ceritanya akan berbeda kalau orang yang dihisapnya tetap hidup"
"a.. apa maksud mu? Dia ti.. tidak pernah mengigitku atau.. menghisap darah ku"
"dia pernah melakukannya…"
"ti.. tidak! Dia tidak pernah! Jangan bercanda!" Ruki kembali memberontak, matanya mulai berkaca-kaca
"dia pernah, Uruha telah menghisap darah suci mu,, hari itu… kau memberikannya untuk menyelamatkan ku…" Aoi mempertegas
"a.. apa…" tubuh Ruki mulai bergetar hebat
"la.. lalu, apa yang akan terjadi padaku?" Ruki menelan ludah, ia mempersiapkan diri untuk mendengar apapun yang dikatakan Aoi
"orang yang digigit vampire darah murni akan langsung mati karna akan kehabisan darah, tapi… bila vampire itu sengaja untuk tidak membunuhnya, maka orang itu akan…"
"apa? Apa yang akan…. ."
"berubah menjadi makhluk penghisap darah itu sendiri… kau akan kehilangan akal sehatmu dan wujud manusia mu, karna itu… vampire hunter dibutuhkan"
Tangisan Ruki pecah saat itu juga, dia meraung dan terisak… ia menutupi wajahnya dengan telapak tangannya, air mata mengalir deras dari sela-sela jarinya…
"tapi, aku takkan membunuhmu tuan… aku janji"
Suasana hening sejenak.
"kalau begitu…" Ruki mengelap air matanya dan berusaha mengatur nafas
"AKU YANG AKAN MEMBUNUHMU !" tiba-tiba Ruki kembali berwujud vampire dan menyerang Aoi, Ruki menendangnya sampai terseret tiga meter dari tempat semula, Ruki mengerang dan memperlihatkan taringnya yang panjang lalu berlari keluar dengan liar.
"ARRGHHH.. TUAN! UHHUKK.. UHHUUKK.. TUAN…" dengan kekuatan yang tersisa Aoi memcoba berdiri, tulang rusuknya patah… ia bisa mendengar suara patahannya.
Akhirnya Aoi dapat berdiri walaupun tidak bisa tegak, ia mencoba keluar dari ruangan itu dengan terseok-seok.
-BB-
"ya tuhan! Apa yang terjadi !" Tora dan Saga yang sedang mengobrol didepan ruangan Ruki terkejut karna melihat
teman kantornya itu seperti telah diserang beruang liar… bajunya robek, wajahnya berdarah dan tulang-tulangnya patah.
"apa.. apa yang terjadi? Apa yang terjadi di dalam? Kenapa bisa sampai seperti ini?" Saga melemparkan bertubi tubi pertanyaan, Aoi hanya diam sambil menahan sakit
"hei… katakan apa yang terjadi! Aku akan melaporkan Ruki-san kepolisi jika semua ini perbuatannya!" Tora
mendudukan Aoi dengan hati-hati
"tidak, kalian tau kemana tuan Ruki pergi?"
"apa?" Tora dan Saga bersamaan.
"kami sudah sekitar satu jam disini, tak ada yang keluar dari ruangan itu selain kau… semut pun tidak." Saga menjelaskan
"sekarang katakan! Apa yang terjadi didalam!"
"emm… itu," Aoi berekspesi ragu-ragu, Saga dan Tora fokus mendengarkan
"itu… itu… ahh! aku harus mengejarnya!" Aoi langsung berlari ke pintu keluar
"HAH?"
-BB-
CHAPTER III A
END
maap untuk ketidak puasannya. *deepbow
REVIEW? :3

3