FanFiction | Just In Community Forum | More
V
More
Telephone box by yongie13

Plays » Screenplays Rated: K+, Indonesian, Romance & Tragedy, Words: 1k+, Favs: 2, Follows: 2, Published: 3-31-12
11

Tittle: Telephone box

Author:: yongie13

Pair: HaeHyuk

Desclaimer: SJ! They're MINE!

31 maret 20XX

Sore di kota Soul kini tengah di guyur hujan, tidak terlalu deras tapi cukup untuk membuat seorang namja tampan bergumam kesal dan berlari secepat yang ia bisa. Namja yang berasal dari Suju high school itu kini melangkahkan kaki-kaki panjangnya menuju sebuah tempat yang bisa melindunginya dari hujan walau hanya sebentar.

Degh

Namja bermarga Lee itu berhenti sejenak saat melihat pemandangan di depannya, seorang yeojya cantik tengah berlindung di box Telephone di pinggir trotoar jalan Seoul. Kemeja putih sang yeojya dengan hoddie hitam putih membalut tubuh mungil yeojya cantik itu. Ia memainkan ponsel genggamnya kemudian menutup flat ponselnya lalu memasukkannya ke saku.

Namja tampan bermarga Lee itu tidak melepaskan pandangannya pada sang yeojya, langkahnya memang pelan membuat hujan semakin membasahi tubuhnya.

Ia sedikit berhenti ketika berdiri di dekat telephone box. Sedikit senyum terukir di bibir tipisnya ketika melihat sang yeojya mengelap sisa air hujan di wajahnya.

Yeojya cantik itu menyadari kedatangan namja tampan itu, ia tersenyum menatap namja bermarga Lee itu yang kini telah basah oleh air hujan.

"M-Mian, bolehkan aku berteduh di sini?" itulah pertanyaan pertama yang di lanturkan namja bermarga Lee tersebut.

Yeojya itu kemudian tersenyum lalu menggeser sedikit tempatnya berdiri membiarkan namja tampan itu berteduh.

"Sepertinya hujan akan sangat deras, kalau kau butuh pakailah ini," yeojya cantik itu memerkan gummy smile-nya lalu menyerahkan sapu tangan berwarna pink pada namja bermarga Lee tersebut.

Kemudian mereka diam, sibuk dengan pikiran masing-masing, karena benci dengan keadaan seperti ini, akhirnya sang namja memberanikan diri memperkenalkan dirinya.

"Lee Donghae imnida, sepertinya kau juga sekolah di sini? Apa aku benar?" tanya namja bernama Donghae itu pada yeojya yang kini menatapnya sedikit bingung namun sedetik kemduian yeojya itu tersenyum.

"Lee Hyukjae imnida, mahasiswi tahun pertama di Seoul university."

"Jijja? Kau jurusan apa? Hyung-ku juga sekolah di sana," ucap Donghae senang. Yeojya itu masih tersenyum menatap Donghae.

"Dance music, kau sendiri?" tanya yeojya itu balik.

"Tahun ketiga di SM high school, tapi secepatnya aku juga akan melanjutkan dance music di Seoul university," ucap Donghae bangga.

Kini keduanya larut dalam perbincangan hangat dan mengusir rasa dingin yang menghampiri.

"Sepertinya hujan sudah sedikit reda, kalau begitu aku duluan. Sampai bertemu di tahun pertamamu di Seoul university Lee Donghae-ssi," teriak yeojya cantik itu kemudian berlari meninggalkan Donghae.

Namja tampan itu kini berdiri dan menatap punggung Hyukjae yang semakin menjauh. Ia melambaikan tangannya pada yeojya yang sudah memikat hatinya, namja itu sepertinya jatuh cinta pada pandangan pertama.

"Akhh aku melupakan nomer ponselnya, yahhh sudah tidak kelihatan lagi," donghae mencoba mengejar Hyukjae tapi tidak terlihat lagi.

.

o≠Ý≠o

.

15 april 20XX

Lagi-lagi hari ini Seoul di guyur hujan, sudah dua minggu sejak hari pertemuan Donghae dengan yeojya cantik bernama Lee Hyukjae, sepertinya ia mencintai yeoyja cantik yang lebih tua darinya itu.

"Cepat panggil ambulance," teriak seorang namja tua yang melintasi Donghae membuat namja tampan itu menaikkan alisnya dan sedikit menghindar karena semakin banyak orang yang berlarian dan juga hujan yang sudah kembali membuatnya basah. Sejak keluar dari sekolah, hujan sudah menguyur kota seoul, membuat Donghae harus kembali berteduh di box telephone.

"Mwo?" namja tampan itu membulatkan matanya saat melihat tulisan tangan yang cukup rapi tertulis di box telephone dengan media embun air hujan. Sedikit memudar namun dengan jelas namja tampan itu masih bisa membacanya.

"Lee Donghae? Kalau kau mengingatku, datanglah ke box telephone ini besok sore. Ada yang ingin kukatakan," begitulah pesan singkat itu.

"Ne, aku pasti akan datang," namja itu begitu bahagia dengan pikirannya kalau yeojya cantik bernama Lee Hyukjae itu juga mengingatnya.

.

o≠Ý≠o

.

09 mei 20XX

Setiap manusia memiliki kesabaran, begitulah dengan Donghae. Ini sudah ke tujuh kalinya dalam bulan ini Donghae menunggu yeojya cantik bernama Lee Hyukjae yang membuat perjanjian dengannya di telephone box kota Seoul.

Namja itu memperhatikan jalanan yang sedikit sepi karena sudah malam namun hujan belum juga berhenti. Beginilah kegiatan Donghae setiap hujan. Ia akan rela menjadi penunggu telephone box untuk menantikan yeojya cantik yang telah membuatnya merasakan namanya jatuh cinta.

.

o≠Ý≠o

.

"Salju," gumam Donghae yang berdiri di depan box telephone, ia majukan tangannya dan menampung salju yang turun.

"Kalau salju, apa aku juga boleh menunggumu?" lirinya kemudian.

"Besok, bisakah kita bertemu? Aku berhasil lulus dengan nilai terbaik saat tes dance di jurusan dance music," ucapnya kemudian mengeratkan syal abu-abu yang dipakainya.

.

o≠Ý≠o

.

Hari pertama Donghae di Seoul university. Namja itu sudah memberanikan diri untuk bertanya pada sepupunya yang kuliah di jurusan lukis di Seoul university, satu fakultas dengan dance music, namun sepupunya tidak mengetahui yeojya bernama Lee Hyukjae.

02 Desember 20XX

Donghae berjalan santai menuju tempat permulaannya di Seoul university. Namja tampan itu kini mengikuti kegiatan pengenalan kehidupan kampus. Menunggu dengan sabar sampai siang hari ia dan teman-temannya berjalan menuju gedung pembelajarannya untuk memasuki ruang belajarnya dan juga bertemu dengan beberapa senior.

Hatinya semakin senang saat beberapa senior yeojya berkumpul, dengan senang hati ia menghampiri yeojya-yeojya itu.

"Mi-mianhae noona, apa noona mengenal Lee Hyukjae noona?" sontak semua yeojya yang ditanyanya membulatkan mata.

"Hng… Ne, bagaimana kau mengenalnya?" tanya salah satu yeojya pada Donghae.

"Aku tidak melihatnya hari ini, apa noona bisa mengatakan Hyukjae noona dimana?" kembali yeojya-yeojya itu menatap Donghae tidak percaya.

"Eunhyuk-ssi itu Sudah Ti…"

"Akan aku mengantarkan kau ketempatnya,," sela seorang yeojya manis menatap Donghae. Yeojya manis itu mengehentikan teriak chingu-nya dan menarik pergelangan tangan donghae.

.

o≠Ý≠o

.

"Mianhae Donghae-ssi, Eunhyuk eonnie meninggal karena sebuah kecelakaan saat hujan tepat 15 april lalu saat ia baru saja memenangkan lomba dance di universitas kami. Ia tertabrak oleh pengendara yang mabuk saat hujan," jelas yeojya itu kemudian.

Donghae menatap makam seorang yeojya cantik yang beberapa bulan lalu membuatnya merasakan namanya jatuh cinta, dengan gerakan slow motion, namja itu berjongkok dan mengelus nisan bertuliskan nama yeojya cantik itu.

"Bisakah noona meninggalkanku sendiri, ada yang harus kukatakan pada Hyukjae noona."

Yeojya itu kemudian tersenyum dan meninggalkan Donghae karena cuaca yang juga tidak terlalu mendukung. Buktinya salju kembali turun.

"Noona? Kenapa kau meninggalkan aku? Mi-Mianhae, aku baru menyadari kecelakaan hari itu. Kau pasti bertanya kenapa aku megingatnya, karena hari itu aku mendapatkan surat embun di telepon box dari yeojya yang kucintai, mianhae… kalau aku lebih cepat pasti kita bisa bertemu dan kecelakaan itu tidak terjadi, sekali lagi mianhae noona."

"Aku mencintaimu Hyuk-ah, saranghaeyo…"


.

o≠Ý≠o

.


"Hae-ah, aku mengawasimu, jadi jangan menangis lagi."

"Apa kau tahu aku selalu datang dan melihatmu menungguku di telephone box itu?"

"Aku juga mencintaimu, itu yang ingin kukatakan padamu."

"Hae-ah, berhentilah menangis, kalau kau menangis aku akan sangat sedih."

"Kita bertemu di kehidupan yang akan datang ne?"

"Dan ingatlah, aku akan menantimu di kehidupan itu."

"Saranghae Lee Donghae."

.

o≠Ý≠o

.


I'll keep on feelin' everytime

You are in my heart

Baby Don't cry it's all right

I want it to be the two of us

I'll keep on dreamin' everytime

I know I'll just find your love

As we embraced each other in our arms

We became one

There is no one by the snowy sidewalk

Our breaths became pure white petals

Your hands softly clenched in your pockets

Slowly warming up my heart

Two lonely people wanted to test

Just how profoud love is

Only by my tears shall I be happy

And that is what I believe so

I'll keep on feelin' everytime

You are in my heart

Baby don't cry it's all right now

I want it to be the two of us

I'll keep on dreamin' everytime

I know I'll just find your love

As we embraced each other amidst the snow

We became one

Ah Ah… I know I'll just find something

Everyone hurries home

Where does time carry our hopes?

Because surely, in a single second

The present from God

Our future will start

I wonder what lies ahead of us?

Our dream will become the real answer

This valuable feeling of you being here

Is my strength you see

I'll keep on feelin' everytime

You're in my heart

Baby don't cry, it's all right now

I want us to be together

I'll keep on dreamin' everytime

I know I'll just find your love

As we embraced each other in our arms

We became one

Warmth is also sorrow

Which can heal you.

Do not leave my side.

If you can do that, then that's enough

Because I love you

I'll keep on feelin' everytime

You're in my heart

Baby don't cry, it's all right now

I want us to be together

I'll keep on dreamin' everytime

I know I'll just find your love

As we embraced each other amidst the snow

We became the light

Ah Ah…I know I'll just find your love

Ah Ah…I will protect only you

SJ:snow white


.

o≠Ý≠o

.

End


A/N:: dapat inspirasi karena sekarang tempat saya lagi hujan. Thanks for reviewers Little dongsaeng and Feel 'be Mine' :D

Now:: review for this ff :D



Review
Share: Email . Facebook . Twitter

Story: Follow Favorite
Author: Follow Favorite

Contrast: Dark . Light
Font: Small . Medium . Large . XL

Regular Site . Blog . Twitter . Help . Sign Up  Top