Love Magic!
Chapter 2 No way!
Ichigo: Minna! Chapter 2 update, sebelumnya maaf karena di chapter sebelumnya spoiler beda dan judul chapternya juga beda, spolernya itu untuk chapter berikutnya. Gomennasai~
Rin: Hey Author! Belajar sana! Bukannya senin udah UN! Nilaimu jeblok nanti loh!
Ichigo: Iya, iya, tapi hasratku untuk menulis sekarang sedang up
Amoretta: Fufu~ Seperti biasa Ichigo-chan penuh semangat
Ichigo: Thx, btw Rin ini jeruk mu. Amoretta juga ini stroberri nya~
Rin+Amoretta: KYAAA~~ Thanks banget Author we love you~!
Ichigo: Jadi baca disclaimernya yach~
Rin+Amoretta: Yes bos!
Vocaloid bukan milik Ichigo meski dia udah memohon pada mbah Yamaha.
Author hanya punya fic ini
Amoretta: Tapi saya yang cantik dan imut ini milik Ichigo~~
Rin: Jangan lupa review! ^^
Normal PV
"Waaahh, cantiknya… seperti boneka saja… bikin iri…" kata seorang murid yang melihat 2 orang gadis yang sedang berjalan, namun yang paling menonjol adalah gadis dengan rambut creamnya yang panjang, mata merah keunguan, dan tubuh mungil namun proposional.
"Iya, ya… tapi siapa itu yang disebelahnya? Kok beda jauh ya?" jawab murid lainnya. Mereka membicarakan tentang gadis yang disebelah gadis cantik tadi, yang memang penampilannya jauh berbeda. Warna rambutnya honeyblonde dengan mata azure dan memakai kacamata berbingkai merah. Dia juga kelihatan sangat pemalu, beda dengan gadis disebelahnya yang sangat percaya diri bahkan selalu tersenyum dengan manis pada siapa saja yang ditemuinya. Yang tentu saja membuat semua orang terpana.
"A-Amoretta-san, apa tidak apa-apa nih" kata gadis berambut honeyblonde pada temannya yang berambut cream. Sambil menunduk.
"Kenapa? Apa Rin-chan gugup?" kata gadis yang bernama Amoretta pada gadis yang bernama Rin.
"I-iya" Rin memang sangat tidak percaya diri. Ia masih mempertanyakan tentang statusnya dengan Amoretta yang mau saja menjadi temannya. Padahal dengan wajah secantik itu, tentu saja Amoretta bisa mendapat teman-teman yang cantik dan popular dengan mudah, tapi kenapa dia mau saja menjadi teman Rin.
Tiba-tiba lewat seorang anak cowok dengan rambut honeyblonde dan mata azure mendekati mereka. Lalu seperti biasa Amoretta tersenyum padanya sambil mengucapkan "Selamat pagi!".
Tentu saja, cowok tadi langsung kaget dan melihat Amoretta, padahal tadinya ia hanya ingin lewat saja. Mukanya tiba-tiba berubah menjadi agak merah, dia sepertinya malu sekaligus terpana melihat kecantikan seorang Amoretta. Cowok tadik pun berhenti. "Ah, iya selamat pagi ummm…" dia sepertinya belum tahu siapa Amoretta.
"Amoretta, Amoretta Virgina, aku baru pindah kesini. Dan ini temanku Rin, Kagamine Rin" jawab Amoretta sembari memperkenalkan dirinya dan Rin.
"Ah, iya selamat pagi Virgina-san, Kagamine-san. Aku Len, Kagamine Len. Pagi juga Rin-chan!" jawabnya. Dan mendengar itu, wajah Rin langsung menjadi merah seperti tomat.
"I-iya… Len..-kun" jawab Rin dengan wajah yang masih merah.
TING TONG
"Rin-chan! Sudah bel nih masuk kelas yuk!" ajak Amoretta.
"I-iya.." ia hanya menganggukkan kepalanya.
"Sudah dulu ya Kagamine-kun!" kata Amoretta pada Len.
"Ah, iya…" jawab Len. Ia pun melanjutkan perjalanannya menuju kelasnya.
Len POV
'Virgina-san ya, dia cantik juga, sepertinya orang luar negeri' gumamku. Ya, tahulah, baru pertama kali aku melihat anak pindahan yang sangat manis seperti boneka seperti Virgina-san itu. Terakhir, anak baru perempuan di kelasku itu biasa-biasa saja, walaupun dia juga dari luar negeri. Kalau tidak salah namanya itu Kasane Teto, pindahan Perancis. Kalau dibilang manis, enggak juga sih, tapi kalau tukang gossip sih iya! Benar-benar beda!
By the way, udah tahu kan namaku Kagamine Len, kelas 2 SMA VHS. Kenapa aku akrab sama Rin? Dia itu teman aku sejak SMP, kapan-kapan aku tanyain tentang Virgina-san ke Rin ah~ mana tahu bisa dapet informasi yang menarik~. Sudah dulu ya, aku mau ke kelas, gurunya Meiko-sensei si guru killer! Hiii seram!
-skip time-
Rin POV
Seperti biasa, aku hanya berdiam diri di dalam kelas, menunggu bel pulang. Sementara Amoretta yang kelihatan sangat asyik berbicara dengan murid yang cukup populer di sekolah, Megurine Luka. Luka memang popular juga karena kepintaran dan kecantikannya. Walaupun kelasnya jauh, tapi sepertinya dia menikmati bicara dengan Amoretta. Kalau dilihat-lihat mereka bisa saja jadi teman.
TING TONG
Ah, bel sekolah bunyi juga. Saatnya pulang, home sweet home!
"Ah, Rin-chan, pulang sama ya!" katanya yang segera menghampiriku.
"Umm.. I-iya" kataku dengan gugup. Kenapa dia masih saja mau denganku, padahal dia kelihatan lebih akrab dengan Luka. Apa benar dia hanya simpatik padaku?
-di perjalanan-
"A-ano, Amoretta-san.." aku ingin bertanya, aku ingin memastikan apakah dia hanya simpatik padaku saja atau tidak.
"Ya Rin-chan?" jawabnya sambil tersenyum. "Ada masalah?" jawabnya. Mukanya yang manis itu membuatku jadi gugup. Tapi harus kupaksakan!
"I-itu… K-kenapa Amoretta-san mau berteman padaku? Padahal aku sama sekali tidak cantik dan populer. Apakau hanya simpatik pada ku saja?" kataku dengan sedikit membentak. Spontan, Amoretta-san berhenti berjalan lalu , menghadap ke arahku.
"Rin-chan, apa kau berpikir seperti itu? Kau anak yang baik. Makanya aku mau berteman denganmu. Dan jangan bilang padaku kalau kau tidak cantik, kau hanya… perlu waktu" jawabnya dengan tegas, aku yang mendengarnya hanya bisa terpaku diam. Dan juga aku merasa terharu… Amoretta benar-benar seperti malaikat penologku. Tapia pa maksudnya dengan perlu waktu?
"T-terima kasih, Amoretta-san, karena telah menerimaku.."
"Sama-sama, panggil aku pake –chan juga boleh kok, biar tidak kaku, kita kan teman Rin-chan"
"Umm, ano…"
"Nani?"
"Apa rumahmu dekat sini?"
"Eh, rumahku… um rumahku…" jawabnya putus-putus. Kenapa sulit sekali baginya untuk menyebutkan dimana rumahnya? Aneh. Dan saat itulah aku melihat sebuah kalung merwarna biru sapphire di leher Amoretta.
"I-itu… milik Amoretta-sa, maksudku Amoretta-chan?" tanyaku sambil menunjuk kalung miliknya.
"Eh? Iya, ini… kalung pemberian seseorang, sebelum dia pergi ke tempat yang jauh…" jawabnya, kini ekspresi mukanya berubah menjadi agak datar. Sepertinya orang yang berharga.
"Apa… dia laki-laki?" tanyaku. Dan Amoretta mengangguk. "Apa dia, umm.. sudah, meninggal?" ucapku pelan. Dan Amoretta lalu menatapku dengan tatapan yang agak sedih, wajahnya jadi sedikit tegang.
"Tidak, dia hanya pergi ke tempat yang jauh dariku, aku hanya bisa mencarinya untuk saat ini.." ucapnya, suaranya menjadi agak datar, tidak seperti biasa. Aku hanya mengangguk tanda aku mengerti. "Jadi, rumah Rin-chan dimana? Aku mampir ya" tanyanya, suara dan ekspresinya dengan cepat langsung berubah menjadi ceria. Sepertinya dia ingin mengalihkan topik pembicaraan.
"Tinggal sebentar lagi, nah ini dia rumahku!" sambil menunjuk sebuah rumah yang tidak besar dan tidak kecil berwarna oranye. Aku pun membuka pintu rumah dan mempersilahkan Amoretta masuk. Dia pun masuk lalu berkata, "ya ampun, semuanya oranye! Apa Rin-chan suka jeruk?" tanyanya, dan tebakannya tepat. Aku memang suka, ralat MANIAK jeruk!
"Iya! Kalau Amorett-chan suka apa?" tanyaku sembari mengajak Amoretta ke dalam kamarku.
"Umm.. kalau aku suka strawberry!" katanya dengan semangat sambil memperlihatkan handphone flipnya yang berwarna pink dengan sebuah strap berbentuk strawberry merah. Aku pun melakukan hal yang sama dengan memperlihatkan handphone oranyeku yang juga mempunyai strap jeruk. Kami pun tertawa bersama. Sepertinya kami sama-sama maniak.
"Jadi.. orangtua Rin-chan dimana?" tanyanya.
"Orangtuaku… sudah meninggal, jadi aku tinggal sendiri" jawabku pelan, sepertinya itu membuat Amoretta kaget.
"Ma-maaf Rin-chan, aku tidak tahu" sepertinya Amoretta merasa agak bersalah.
"Tidak apa-apa kok! Justru aku senang, karena ini pertama kalinya temanku datang kerumahku!" aku langsung menjawab cepat, aku tidak ingin Amoretta merasa bersalah.
"Jadi begitu, btw… apa Rin-chan menyukai seseorang?" tanyanya dengan penuh antusias, tapi pertanyaan itu membuatku kaget. 'kenapa pertanyaannya itu!'
"Tidak-tidak ada! Aku sama sekali tidak punya pacar!" jawabku dengan muka merah dan sedikit agak berteriak. Tapi Amoretta malah tertawa.
"Wah, padahal aku hanya bertanya siapa yang Rin-chan suka bukan apa Rin-chan sudah punya pacar. Rin-chan lucu sekali. Dan sepertinya Rin-chan tidak terlalu jujur dengan diri sendiri. Tuh, mukanya merah~" katanya sambil menggodaku, dan mukaku semakin bertambah merah karena malu. Apa Amoretta ini bisa baca pikiran orang?
"Jangan-jangan si Kagamine-kun itu ya~" katanya.
JLEB! What the… Kok tahu!
"Dari mukamu yang merah sepertinya iya~ Fufu, Rin-chan benar-benar mudah ditebak~" kata Amoretta sambil tertawa menggoda. Aku hanya bisa menahan malu dengan wajah merah. 'Aku ketahuan!'
"Jadi, apa yang Rin-chan suka dari Kagamine-kun? Aku penasaran, tapi kalau dilihat-lihat dia memang imut, seperti shota. Fufu~" pertanyaan itu spontan membuatku kaget. Tapi Amoretta sepertinya benar-benar ingin tahu, tapi aku malu! (Author: benar-benar dah. Semua cewek juga pasti gitu)
"Umm… dia itu… temanku sejak SMP. Dia itu baik dan perhatian padaku, tapi… semenjak kami SMA, kami jarang ngomong bareng, apalagi ketemuan. Dia populer, jadi susah didekati… apalagi dengan penampilanku yang begini, dia pasti malu, punya teman yang tidak cantik sama sekali seperti aku…"jawabku dengan gugup. Dan Amoretta sepertinya hanya bisa menganga mendengar pengakuanku itu. 'Ukh ini benar-benar memalukan!'
"Wah, sepertinya Rin benar-benar suka pada Kagamine-kun, pantas saja wajahnya merah begitu~" jawabnya.
"Lagi pula…"
"Lagi pula?"
"Sepertinya Len sama sekali tidak menyukaiku" walaupun kami akrab tapi selama ini, tapi aku rasa hubungan kami hanya sebatas teman, tidak lebih. Dan Len itu akrab dengan hampir seluruh siswi di sekolah, apalagi dia punya fc sendiri.
"Rin-chan! Jangan putus asa! Aku janji akan membantumu untuk mendapatkan Len! Apapun caranya! Karena kita teman!" ujar Amoretta sambil sedikit membentakku supaya tidak putus asa. Aku terharu. Baru pertama kalinya aku mendapat teman yang begitu perhatian padaku. Dan orang pertama itu adalah Amoretta.
"Terima kasih, Amoretta-chan, tapi…" ujarku ragu-ragu. "Bagaimana caranya?"
"Kalau itu gampang, serahkan saja padaku!" jawabnya dengan semangat.
"Eh?"
"Besok kan minggu, kita akan melakukan perubahan besar-besaran!" katanya sambil mengedipkan mata kanannya dan tersenyum.
-skip time-
Kira-kira apa maksudnya ya? Ya aku hanya bisa menanti besok dan Amoretta juga sudah pulang.
? POV
'Apa kau yakin dengan apa yang kau bilang tadi? Kau nanti ketahuan!'
"Aku tahu itu Cornelius! Jangan ingatkan aku lagi! Tenang saja, aku akan melakukannya serapi mungkin supaya tidak ketahuan"
'Terserah saja! Tapi jika ketahuan, kau yang harus menjelaskannya! Dan juga, apa kau masih ingin bermain-main? Kau punya misi kan?'
"Aku tahu itu, karena itu kita harus melakukannya!"
Malam yang tenang, langit dihiasi dengan bintang-bintang. Aku pun melihat ke langit.
"Aku, tidak akan pernah lupa"
Ichigo: Sekian dulu ya~~ Saya mau belajar!
Rin: Yakin?
Ichigo: Yup!
Amoretta: Sekali lagi REVIEWnya ya~~~
.
.
REVIEW OR DELETE?
.
.

101