FanFiction | Just In Community Forum | More
V
More
Juliete Dadakan by hyoka hinaru

Anime » Naruto Rated: T, Indonesian, Humor & Romance, Naruto U. & Hinata H., Words: 6k+, Favs: 3, Published: 5-2-12 Updated: 5-24-12
19 Chapter 5

~Ohayou Mina~…

(^^)

Yeeeeey….. apa kabar para senpai yang terhormat (bungkuk-bungkuk).

Lumayan lama ya Hyo baru update. Soal nya fic Hyo ga banyak yang review, apa karna fic Hyo ini teramat sangat buruk ya? T.T

Argh sudahlah, Hyo udah terlanjur ngebikin nih fic abal. Ya lanjutin aja. So…

Don't Like?

Bodo…..

.

.

.

.

.

Disclaimer : Hyo: "Naruto, ayo kita pergi"(Narik2 Tangan Naruto)

Naruto: "GA MAU!"

Mashashi Khisimoto: "Hey Orang aneh, jangan culik Naruto. Kembalikan!"(ngelempar Hyo pake panci, kompor, kulkas, lemari dll).

Genre: Humor & Romance (yang rada maksa)

Pair : My Favorite. NaruHina~

Rated: T

Warning: Au, Typo, Ooc, Abal, Kamseupay, Lebay, Alur yang berantakan, Ga lucu, Bikin kepala pusing.

Bila sakit berlanjut, hubungi pemadam kebakaran(?)

"Finaly, its the last chapter"

Hyoka Hinaru Present

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Juliete Dadakan Chapter 5

"Naruto, Kau sudah siap?" Seorang gadis berambut pirang panjang yang dikuncir itu berkata tanpa mengalihkan pandangan pada layar ponsel nya yang menampakan foto-foto para anggota suju yang dia ambil kemaren waktu ke Jakarta.

"Ya, aku siap". Naruto langsung berjalan menuju belakang panggung yang dihalngi oleh tirai besar. "Keluarlah, sekarang giliran mu". Gadis tadi, atau yang kita ketahui adalah Ino. Masih menatap layar ponsel nya. Tanpa mempedulikan keganjilan pada diri nya, Naruto langsung menampakan diri nya diatas panggung.

'Ada yang aneh, kenapa selangkangan ku terasa dingin? Rasanya ada angin yang berhembus masuk kedalam rok ku. E-eh, rok? Tunggu dulu, sejak kapan aku memakai rok?'. Batin Naruto.

Naruto perlahan mengarahkan pandangan nya ke arah pakaian yang saat ini tengah dikenakan oleh nya.

1 detik…

1 menit…

1 jam…

1 hari…

1 minggu…

1 bulan…

1 tahun…

1 dekade…

1 abad…

1….*plak*

Lupakan.

"Huwaaaaaaaaaaa….!" (suara Naruto)

"Buwahahahahaha…" (suara penonton)

^R&R Please^…

"Ino, hosh… Dimana, Na-naruto…?" Suara itu milik seorang gadis berambut pink yang tengah kelelahan. Ditangan nya terdapat sebuah pakaian.

"Dia sudah naik ke panggung. Kau kenapa Sakura?". Jawab seorang gadis yang lain dihadapan nya.

Tanpa menjawab, gadis pink yang bernama Sakura itu langsung berlari kearah belakang panggung untuk mengintip.

"Astaga, benar dugaan ku". Gadis pink itu menepuk jidat lebar nya.

"Ada apa Sakura?" Tanya seorang gadis bercepol yang tiba-tiba datang.

Sakura menunjuk ke arah Naruto sebagai jawaban.

Gadis bercepol itu mengarahkan pandangan nya ke panggung tempat dimana naruto sekarang berdiri.

"UAPAAAA?". Gadis itu langsung mental 100 meter jauh nya ke belakang. (Tenten ekspresimu berlebihan).

"Kenapa bisa jadi kacau begini?" Tanya Tenten-lagi- pada Sakura.

"Se-seperti nya, kostum Naruto dan Sasuke tertukar karna tadi Naruto terburu-buru".

"Hei, Ino. Kenapa kau tidak memperhatikan Naruto? Seharus nya kan kau memperhatikan para pemain". Tenten langsung merampas ponsel pada genggaman Ino, lalu menyimpan nya dalam kantong buat dijual.

"E-eh, hape gua. Balikin". Ino berusaha meraih ponsel nya. Namun sayang, usaha nya dihalangi Tenten dengan menahan wajah Ino menggunakan telapak tangan nya.

"Kau tidak becus. Anggap ini hukuman karena kau telah seenak nya pergi ke Jakarta sendirian buat nonton konser suju tanpa mengajak kami". Teriak Tenten pake kuah dan sambal(?).

Sakura manggut-manggut sambil melipat kedua tangan nya di depann dada.

"Ini, hiks… Ini tidak adil, huweee…" Ino berlari menirukan gaya telenovela yang sering ditonton sama Guy-sensei tiap pagi.

"Sekarang bagaimana? Kacau". Tenten menggerutu.

"Yah, kita Cuma bisa berharap pada duren itu".

Tinggalkan dulu mereka berdua yang sedang kebingungan. Sekarang mari kita intip bagaimana keadaan diatas panggung.

^R&R Please^…

'habis lah aku'. Seorang pria berambut pirang yang sengaja di bule-bulein(padahal engga pantes*di serang Naru FC*) merutuki diri nya sendiri. Suadah cukup lama dia mematung disana, bingung apa yang harus dilakukan.

Kabur? Tidak mungkin, Tenten akan membunuh nya.

Diam saja? Itu malah akan memperburuk keadaan.

Tap…

Terdengar langkah seseorang berjalan menuju ke arah nya.

"Juliete?" Tanya sang pemilik langkah yang entah sejak kapan tengah berdiri disamping si pemuda pirang.

Naruto perlahan mengarahkan pandangan nya pada sosok yang mendekat.

Seorang wanita dengan rambut indigo panjang berponi. Begitu yang ia ketahui. Namun kali ini rambut panjang nan indah milik gadis itu terhalang oleh sebuah wig pendek berwarna hitam. Gadis itu memakai pakaian yang tak lazim digunakan oleh seorang perempuan. Gadis itu berpenampilan bak' seorang pangeran.

"Hi-hinata?" Suara pelan itu milik Naruto.

Hinata-nama gadis itu-. Memberi isyarat pada Naruto agar tidak tegang.

"Wah, Juliete. Kau memotong rambut mu?". Hinata mulai ber improvisasi.

Sebelum nya tokoh juliete yang diperan kan oleh sasuke menggunakan wig panjang berwarna pirang.

"E-h, i-iya". Jawab Naruto yang masih gugup. Sebenar nya dia merasa terhina dikatakan 'cantik' begitu.

"Bagaimanapun penampilan mu, kau tetaplah wanita tercantik yang pernah ku temui". Hinata meraih tangan Naruto, lalu menggenggam nya dengan erat. Jika diperdekat, mungkin degupan jantung Naruto dan Hinata saat ini salling beradu kencang. 'Ba-bagaimana ini. A-aku gugup. Ta-tapi aku harus profesional'. Batin Hinata.

Deg…

Degupan jantung itu masih saling beradu.

Suasana bising yang sebelum nya timbulkan oleh tawa penonton berubah menjadi hening.

"Cih, pertunjukan yang menarik". Sosok pria yang mengenakan wig pendek berwarna pirang tiba-tiba muncul tak jauh dari Naruto dan Hinata.

"Kau". Pria misterius itu menatap tajam dengan mata onyx nya sambil menunjuk ke arah Hinata yang saat itu berperan sebagai Romeo. "Jauhkan tangan kotor mu itu dari putriku". Sambung nya.

Naruto ingat adegan ini. Ini adalah adegan terakhrir. Untung saja waktu itu ia sempat meminjam naskah milik Sasuke.

"A-ayah". Lirih Naruto.

"Juliete, pergi dari situ". Bentak Seseorang yang berperan sebagai ayah juliete. Bocoran, orang itu Sasuke.

Naruto memandang Hinata sebentar lalu kemudian mengambil langkah untuk menuju Sasuke namun langkah nya terhenti karena genggaman tangan Hinata.

"Cukup". Hinata mulai bersuara.

"Anda". Hinata memberikan jeda sedikit pada kalimat nya.

"Apa anda tidak mempunyai hati? Apa salah saya? Mengapa anda begitu membenci saya? Mengapa anda tega menyakiti putri anda sendiri". Bentak Hinata.

"Kau!". Suara Sasuke terdengar begitu mengerikan.

"Saya sangat mencintai putri anda, maka dari itu saya tidak akan mungkin menyakiti nya. Apa yang anda takut kan? Mengapa anda menanggap saya begitu hina? Saya begitu prihatin, mengapa seseorang yang berhati malaikat seperti Juliete memiliki orang tua sepert anda". Lanjut Hinata.

Naruto mengeratkn genggaman nya.

"Kau ini, pemuda kurang ajar". Sasuke mengarah kan sebuah pistol(tenang Cuma pistol mainan kok) kearah Hinata.

"Ayah. Jangan!" Teriak Naruto.

Duaaaar…. (sound efect dari balik panggung)

Naruto terbaring lemah dipangkuan Hinata. Di perut nya terdapat noda merah.

"Juliete!" Teriak Hinata sambil memeluk kepala Naruto.

"Kau, iblis". Teriak Hinata pada sasuke yang saat ini membatu. Penyesalan terpampang jelas diwajah Sasuke. (pinter banget akting nya).

"Juliete. Jika kita tak bisa bersama di dunia nyata. Aku akan menyusul mu". Hinata mengeluarkan sebuah belati yang sedari tadi menggantung di ikat pinggang nya.

"Tapi sebelum nya, izinkan aku…"

Deg…

Lagi-lagi degupan itu saling beradu.

'A-adegan ini'. Batin Naruto yang masih memejemkan mata nya di pangkuan Hinata.

'Ha-haruskah aku lakukan? Kami-sama. Bagaimana kalau nanti aku pingsan. Tapi kalau aku tidak melakukan nya, aku akan mengecewakan banyak orang'. Batin Hinata.

Mulai lah pertengkaran antara dua pilihan dibenak Hinata. Setelah perombakan, menimbang, memilah, dan sebagai nya. Hinata mengambil keputusan untuk melakukan nya. Dia tidak boleh egois. Tidak elit jika ia mengecewakan banyak orang hanya karena ke-egoisan nya.

Hinata mulai mendekatkan wajah nya ke wajah Naruto yang sedang berbaring dipangkuan nya.

Deg…

Mulai dekat.

Deg… deg…

Semakin dekat.

Dag, dig, dug, deg, duar…

Jangan pedulikan yang itu.

5 cm…

3 cm…

2 cm…

1 cm…

Daaaannnnn…

'Cup'

Kedua bibir itu bertemu.

Entah apa yang dirasakan Naruto dan Hinata saat ini. Perasaan yang aneh namun menyenangkan. Mereka saling memejamkan mata, menikmati ciuman lembut itu, membuat para penonton terharu. Ada yang nangis-nangis sambil ngelap ingus, ada yang mengambil gambar adegan ciuman nya Naruto dan Hinata. Kata nya sih tuh orang NHL juga. Ada yang tidur karena gak ngerti(yaiyalah tuh orang umur nya baru 3bulan), dan ada yang jualan gorengan di pojokan. Eh? (bang beli bakwan nya lima rebu).

~R&R Pleaase~…

Hinata melepaskan ciuman nya perlahan. Lalu mengarahkan belati(Cuma mainan)yang sedari tadi digenggam nya kearah perut nyaberpura-pura sedang menusuk perut nya menggunakan belati.

"Dengan begini, kita akan bertemu lagi". Hinata membaringkan tubuh nya di samping naruto setelah meletakkan kepala Naruto yang tadi berada dipangkuan nya ke lantai panggung.

"Tunggu aku, Juliete". Hinata memejamkan mata nya.

Prok, prok, prok, prok, prok

Suwiwiiiiiit

Bravooo….

Gorengan nya pa, gorengan nya bu… serebu tiga.

Suara gemuruh itu terdengar dari arah penonton menandakan mereka puas dengan pertunjukan yang disuguhkan untuk mereka.

Di belakang panggung, Tenten sedang menangis tersedu-sedu sambil memegangi tisu yang penuh dengan ingus.

"kalian hebat Naruto, Hinata". Seru Tenten seraya mengepalkan tangan nya ke udara.

Seluruh pemain berkumpul diatas panggung sambil membungkuk memberi hormat pertanda acara sudah berakhir lalu ditutup dengan tirai besar yang turun menutupi para pemain.

~R&R Please~…

"Bilang gak ya". Gumam Naruto.

"Kenapa naruto?" tanya seorang pria berkulit pucat yeng selalu pamer udel. Yup, dialah Sai.

"E-eh, enggak. Gak napa-napa". Jawab Naruto gelagapan.

"Kenapa masih mikir lagi? Kalo memang suka katakan saja".

"Eh, maksud lo apaan?"

"Tidak, Em… Hinata itu manis juga ya, pintar lagi. Aku jadi tertarik". Jawab Sai santa.

"E-eh, kaga boleh. Hinata tuh punya gue".

"Sejak kapan? Kalian kan belum pacaran. Aku mau menyatakan perasaan ku pada nya ah~". Sai berjalan perlahan meninggalkan Naruto

"Gak bisa!" Naruto langsung berlari mendahului Sai.

"Hehehe, kalo enggak gini ga bakal jadian tuh". Kata Sai perlahan sambil memperhatikan punggung Naruto yang semakin jauh.

Braakkk!

Lagi-lagi pintu yang tak berdosa harus tersakiti(?)

"HINATA, AI LOP YU". Teriak Naruto tiba-tiba.

"E-eh". Wajah Hinata langsung merona hebat karena dua hal.

Pertama, karena Narut tiba-tiba datang dan menyatakan perasaan nya. Tentu saja itu membuat Hinata malu.

Kedua, karena dia 'kepergok' sama Naruto dengan mengenakan bra dan celana pendek karena pada saat itu Hinata sedang mengganti kostum nya. Yang ini malah lebih memaliukan.

"E-eh". Naruto terpaku memandangi tubuh Hinata.

Hening…

.

.

.

"Kyaaaaaaaa…. Naruto MESUM" Teriak Hinata sambil melemparkan sebuah lemari terdekat(?)

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

~END~

Buwahahahahahahaha….. Ending nya begini doang? Biarin :P*Digantung di pohon cabe*

Gimana para senpai? Apakah anda puas? (readers:Enggak!)

Hehehe, Gommen ya kalo banyak kekurangan nya.

Naruto: "Gua kaga mau lagi maen di fic lu, sengsara gua".

Hyo: "Ko gitu? Ta kasih ramen deh"

Naruto: "Emmm, yaudah deh. Tapi satu truk"

Hyo: "Subhanallah" (mengubur diri)

Hinata: (dtang malu-malu)"Ummm, Te-terimakasih atas kerjasama nya Hyoka-san"

Hyo: "Ya, kmu hebat!"

Naruto: "Eh Hinata-chan, kamu engga marah lagi kan?"

Hinata: (memalingkan wajah nya dari Naruto, kemudian pergi)

Naruto: "Huwa Hinata-chan jangan marah lagi"(Ngejar Hinata).

Huuuh biarkan mereka berdua. Ouwh ya, Hyo boleh nanya?. Itung-itung buat pengetahuan.

darimana sih kalo Sasuke itu suka tomat? Emang ada di episode berapa Sasuke bilang kalo dia suka tomat?

dari kata 'un' yang sering dibilang deidara ntuh apaan sih? Kenapa Deidara selalu ngomong un?

itu apaan sih?

Udah, Hyo kebanyakan bacot. Berakhir deh fic pertama Hyo. Yeeeeeeey….. \(^o^)/

Buat bikin sequel? Boleh tuh, tapi engga janji*Plak*.

Um… jangan lupa review ya!

Jangan pelit review ya!

Bagaimana kesan para senpai tentang fic pertama Hyo yang nista ini?

Akhir kata. Wasalam…!


« First « Prev Ch 5 of 5 

Review

Share: Email . Facebook . Twitter

Story: Follow Favorite
Author: Follow Favorite

Contrast: Dark . Light
Font: Small . Medium . Large . XL

Regular Site . Blog . Twitter . Help . Sign Up  Top