Chap 3 Update !
Sebelumnya saya mau berterimakasih kepada yang telah mereview chap ke-2 #ojigi, seperti chap kemarin, saya akan membalas dulu review-review dari kalian,,
Lrynch Fruhling : Nanaatttt, makasiih banget udah ngasih concrit yag sangat lengkap.. ini udah Mizu coba perbaikin, kalo masih ada yg salah kasih concrit lagi ya...! #ngarep
Poetrie-chan : ini udah Mizu update ! RnR lagi ya... ^^
myelf : Salam kenal juga... makasih udah suka sama fic ini, panjangin ya? Tapi Mizu malas ngetik nih.. #plaakk ini udah termasuk update kilat, hohoho, RnR please...!
HikariNdychan : Ndyy, akhirnya km RnR juga... yupz! Saya juga mauu, hehehe... ini udah apdet, jgn lupa RnR lagi...!
Pucca : Iya, ini ide Mizu... umm~ Boysitter ya, entar saya coba cari deh... baca juga chap ini ya, kalau bekenan review lagi, hehe
Nyo : Huwaaa... Mizu dipaksa buat bikin banyak adegan SasuSakunya... hmm, yg kamu maksud adegan seperti apa ya? =.='a... hohoho, tengok aja di chap ini, Sasu-nya udah muncul kok... review lagi ya...!
Hakuya Cherry Uchiha Blossom : Hakuu, gak papa kok, gini juga kamu udah review. Makasih yaa... Nanaatt, ini Haku bilang Nanas-senpai nih... *teriak2 manggil Lrynch Fruhling* #dibakar Haku. Haku, RnR juga fic ini yaa...! ^^
Cha KriMoFe Doujinshi : Ini udah update kilat loohh, review please...!
zetta hikaru : Makasih udah bilang fic ini seru, salam kenal juga ^^, ini udah Mizu update... review chap ini juga ya...!
Sudah selesai, yak, langsung saja :
.
.
.
I'm Your Maid
Disclaimer : Naruto is Masashi Kishimoto's
Pairing : SasuSaku
Rated : T
Genre : Romance
Warning : OOC (maybe), typo bertebaran bak bintang di langit (?), EYD berantakan, abal, GaJe, alur kecepetan, dan segala bentuk-bentuk warning lainnya.
Don't like don't read
.
.
.
Chapter 3 :
Sakura membelalakkan mata emerald-nya di balik kacamata ber-frame tebal yang menutupinya. Ia begitu tak percaya dengan makhluk yang ada di hadapannya. Seseorang lelaki yang memiliki rambut biru donker mencuat ke belakang layaknya pantat ayam sedang menatapnya. Tapi Sakura tak bergeming, ia malah memperhatikan air yang satu per satu menetes dari rambut orang di hadapannya.
" Hei, jidat culun." Orang itu melambai-lambaikan telapak tangannya di depan wajah Sakura karena melihat Sakura tetap diam dan raut wajahnya terlihat jelas kalau ia merasa heran.
"A... ayam, kenapa kau ada di sini?" tanya Sakura yang telah kembali ke alam sadarnya. Ia tak menyangka bahwa seorang ayam, upss salah, seorang Sasuke bisa ada di hadapannya.
"Seharusnya aku yag nanya, kenapa kau ada di sini heh?" Sasuke malah balik bertanya.
"Jangan-jangan kau mau mengintipku mandi," lanjutnya dengan menunjukkan sebuah seringai di bibirnya.
"Eh?" Sakura kembali heran. Ia menatap lekat-lekat Sasuke dari mulai rambut ayamnya yang meneteskan air ke wajahnya, badannya yang tidak memakai baju, menunjukkan dada sixpack-nya. Ia hanya memakai handuk yang melingkar di pinggul sampai lututnya.
Loading 15%...
Loading 30%...
Loading 50%...
!00%...
Loading selesai, Sakura telah sadar dan itu membuat wajah Sakura memerah sehingga ia mengalihkan pandangannya ke arah lain, menghindari tatapan dari iris onyx Sasuke.
"Ti... tidak. Siapa juga yang mau mengintipmu," jawab Sakura dengan wajah yang masih memerah dan mencoba menghilangkan rona merah di pipinya.
"Lantas?"
"Jangan bilang kalau kau anak bungsu Uchiha itu." Tanpa sadar, Sakura mengarahkan telunjuk kanannya pada dada Sasuke.
"Kalau iya. Hn?" Sasuke menyingkirkan jari telunjuk Sakura dan kini ia kembali memamerkan seringai khasnya.
"Tidaakkk..." Sakura teriak histeris, membuat guncangan yang cukup besar, mengetarkan tanah disekitarnya dan membuat burung-burung yang sedang hinggap di pohon atau bersantai-santai (?) di sarangnya terbang menjauh. Lupakan hal tersebut di atas, itu terlalu hiperbola. Teriakan Sakura hanya membuat Temari datang menghampiri mereka berdua.
"Sakura, Tuan Sasuke, apa yang terjadi?" Temari berlari-lari kecil menghampiri Sakura dan Sasuke.
"Hehehe, tidak apa-apa," ucap Sakura.
"Hn." Sasuke pergi meninggalkan Sakura dan Temari ke kamarnya di lantai atas. Tentu saja ia bergegas mengenakan pakaian di tubuhnya. Sedangkan Sakura masuk ke dalam kamar mandi untuk menunaikan 'hajat'nya yang tadi sempat tertunda akibat bertemu dengan 'Ayam' di depan pintu. Temari kembali ke tempat tadi sebelum ia datang menghampiri keduanya.
'OMG! Kenapa harus dia sih?' batin Sakura di balik pintu kamar mandi.
.
.
Matahari condong ke arah barat, menandakan sore hari telah menjelang. Jika kau berdiri di bawah sinar matahari, engkau pasti menyaksikan siluet bayanganmu akan memanjang.
Sakura kini tengah membereskan lantai bawah yang tadi belum selesai Temari bereskan. Ia mengambil vacum cleaner atau mesin penghisap debu dan mengedarkannya ke seluruh tempat. Ketika ia hampir selesai, ia melihat Sasuke dari tadi keluar masuk ruangan dari satu kamar ke kamar lainnya yang melewati ruangan yang sedang Sakura bersihkan.
"Hei Sasuke, apa yang kau lakukan sih? Mondar-mandir gak jelas. Masuk ke satu ruangan, kembali lagi, masuk ke ruangan lainnya. Tidak bisakah kau duduk manis menonton tv atau membaca buku atau melakukan hal lain?" Sakura merasa kesal, ruangan yang sedang ia bersihkan malah diinjak-injak oleh sandal yang dikenakan Sasuke. Memindahkan debu dari rungan satu ke ruangan lainnya.
Mendengar Sakura memanggilya, ia berhenti sejenak lalu menjawabnya, "Hn. Baiklah."
Sasuke melangkahkan kakinya pergi menuju ruang baca, seperti yang dikatakan Sakura tadi.
'Duduk manislah kau di sana Sasuke. Setidaknya sampai aku menyelesaikan tugasku,' inner Sakura.
Selesai membereskan rumah, ia menutup dan mengunci semua jendela yang tadi siang terbuka. Lalu ia melangkahkan kakinya ke ruang baca, bermaksud untuk melihat aktivitas yang sedang dilakukan Sasuke saat ini.
Cletek...
Sakura membuka pintu baca dan membukanya secara perlahan-lahan.
"Sasuukeeee..." Sakura kembali berteriak. Setelah capek-capek tadi dia membereskan rumah, kini ia harus membereskan buku-buku yang acak-acakan dan berserakan di mana-mana karena ulah Sasuke. Yang membuat onar hanya tersenyum di balik kamarnya.
Terpaksa Sakura harus merapihkan satu per satu buku yang berserakan ke lemari buku berdasarkan kategorinya. Sungguh merepotkan bukan?
"Ayam sialan, membaca buku sampai berantaan begini. Bagaimana caranya kau sampai membuat buku-buku berserakan tak beraturan? Grrr... awas kau Sasuke..." gumamnya mencak-mencak sebal.
Sekitar setengah jam kemudian Sakura telah selesai membereskan semua buku yang berserakan ke tempatnya semula sehingga buku-buku berjejer rapi. Sakura menaiki satu per satu anak tangga, menuju lantai atas, ke kamarnya. Ia bermaksud membersihkan badannya yang telah bercucuran keringat akibat pekerjaan yang dilakukannya tadi. Tentu saja kali ini bukan kamar mandi di lantai bawah, melainkan kamar mandi yang terletak di dekat kamar tidurnya.
.
.
.
Tuk tuk tuk...
Sakura mengetuk pintu kamar Sasuke. Namun tak ada jawaban dari dalam sana.
"Sasukee... kau mau makan apa? Onigiri?" tanya Sakura dari depan pintu luar.
"Aku tidak mau," jawab Sasuke.
"Ayam panggang atau sushi?" Sakura tanya balik. Masalahnya, menurut Temari makanan yang disukai Sasuke untuk makan malam adalah onigiri, ayam panggang atau sushi.
"Tidak juga."
"Kau ini kenapa sih? Jadi menu apa yang ingin kau makan untuk makan malam sekarang ini?" tanya Sakura sembari menghentak-hentakkan kakinya karena kesal.
"Menu yang tadi kau sebutkan. Hanya saja, kenapa tak kau sebutkan semuanya sekaligus?"
"Apa? Grrr..." Sakura semakin kesal, ia membalikkan badannya untuk pergi dan mengepalkan kedua tangannya ketika menuruni tangga menuju dapur untuk memasak menu tadi.
"Awas kau Sasuke..." gumam Sakura sangat pelan dan tak jelas.
"Aha, sebuah rencana yang bagus," ucap Sakura tiba-tiba, seperti mendapat bola lampu yang menyala terang di atas kepalanya. Kemudian ia mengambil bahan-bahan yang akan dimasaknya di dalam lemari es yang sangat besar. Tak ketinggalan tomat-tomat ia bawa. Menu makanan Sasuke memang selalu memakai tomat. Ia juga menyediakan bumbu-bumbu yang akan digunakannya.
'Hn, bumbu-bumbunya sangat lengkap,' batin Sakura sambil mengambil black pepper.
Setelah selesai mengiris-ngiris, ia memasak terlebih dahulu onigiri. Tiba-tiba bibir Sakura menunjukkan sebuah seringai, lebih tepatnya sebuah seringai jahat.
.
.
.
Tuk tuk tuk...
"Sasuke, makan malammu sudah siap. Kau hanya perlu mengunjungi meja makanmu di dapur sana."
"Hn," jawab Sasuke singkat. Sakura pergi menuju kamar yang terlatak di samping kamar Sasuke, lebih tepatnya ia pergi menuju ke kamarnya. Melihat Sasuke keluar menuruni tangga menuju dapur, ia cekikikan menahan tawa.
"Hihihi, rasakan kau Sasuke," gumamnya membuka pintu kamarnya dan menutup kembali lalu menguncinya.
Sakura melepas kacamata dan menggeraikan rambut soft pink-nya. Jika kalian melihatnya saat ini, Sakura sungguh terlihat sangat cantik dengan iris emerald dan rambut tergerai sepinggang. Sayang, ia menyembunyikan kecantikannya itu. Kemudian Sakura membaringkan tubuhnya di atas kasur.
Tiga menit...
Lima menit...
"Jidaattt culuuunnn... apa yang kau lakukan pada makanan ini?" teriak Sasuke dari dalam dapur yang terdengar sampai kamar Sakura. What? Sasuke teriak? Tapi itulah nyatanya, Sasuke merasa lidahnya terbakar saat menyicipi onigiri yang dimasak Sakura.
"Hahahahaha..." Sakura yang sedang terlentang di kasurnya sampai terduduk di samping kasurnya sambil tertawa mendengar teriakan Sasuke tadi. Great Sakura! Kau telah membuat seorang Sasuke tertiak.
'Rasakan kau Sasuke,' inner-nya bersuara.
Sakura tak jadi membaringkan tubuhnya kembali karena mendengar ringtone Hp-nya berbunyi, menandakan ada sebuah pesan masuk. Ia meraih Hp-nya dari laci meja di samping kasurnya, membuka dan membaca pesan yang masuk.
'Hei Sakura, bagaimana hari pertamamu bekerja?' itulah pesan masuk dari salah satu sahabatnya, Ino.
Sakura membalas sms dari Ino sambil terbaring di kasurnya, merebahkan badannya, 'Sungguh menyebalkan. Tahukah kau Ino siapakah anak dari majikanku?'
Ino membalas sms Sakura dengan cepat, 'Hmm... siapa ya? Sasuke?'
Sakura membelalakkan matanya tak percaya, darimana Ino tahu kalau orang itu adalah Sasuke. Ia kembali mengetikkan sms balasan untuk Ino, 'Darimana kau tahu pig?'
'Jidat, kau tak ingat kalau marga dia itu 'Uchiha'.'
'Ya ampun, kenapa aku tak berpikiran ke sana sih,' batin Sakura.
'Kenapa kau tak memberitahuku sebelumnya hah?' balasnya.
'Hehehe, tidak kenapa-napa. Sakura, sudah dulu ya, semoga menyenangkan tinggal bersama Uchiha Sasuke. Oh iya, PJ-nya ditunggu lho...'
'PJ apaan sih? Siapa juga yang bakalan jadian? Ada-ada saja kau Pig, mana mungkin aku dengannya... ah sudahlah, buat apa aku memikirkan hal itu. Oh kami-sama, hari pertama saja dia sangat menjengkelkan dan membuatku naik darah. Bagaimana dengan hari-hari yang masih tersisa? Tiga belas hari sungguh waktu yang sangat lama.' Sakura mencoba memejamka matanya, mencoba menghilangkan lelahnya.
.
.
.
_TBC_
A/N :
Yosh... Selesai juga, gomen kalau fic ini terlalu pendek atau masih bayak kekurangan-kekurangan lainnya. Untuk itu, Mizu minta kritik, saran, concrit atau flame (asal flame-nya masuk akal dan tidak nge-bashing chara yang ada) dari kalian.
Fic ini biasanya Mizu update satu minggu sekali, nah, untuk chap selanjutnya mungkin Mizu akan update dua atau tiga minggu kemudian. Setujukah kalian?
Sampai jumpa di chapter selanjutnya... ^^
MizunaRaira

95