FanFiction | Just In Community Forum | More
V
More
What The Amazing Days! by Kies

Anime » Naruto Rated: T, Indonesian, Romance, Sasuke U. & Sakura H., Words: 5k+, Favs: 6, Follows: 10, Published: 5-14-12 Updated: 9-26-12
32 Chapter 1: Terlambat Datang

Hola minna, Mizu kembali dengan membawakan (?) fict abal dan gaje seperti biasanya...

Yuk langsung saja ke cerita...

.

.

What The Amazing Days !

By : MizunaRaira

.

.

Summary : Konoha High School mengadakan piknik akhir tahun ke Konoha's Beach. Sakura yang juga ikut piknik datang terlambat dan membuat ia harus sebangku dengan Sasuke. Mereka mengalami hal yang menyenangkan, menyebalkan, dan terdapat suatu hal yang tak terduga sebelumnya.

Disclaimer : Naruto is Masashi Kishimoto's

What The Amazing Days ! © MizunaRaira

Genre : Romance

Pairing : SasuSaku

Rated : T

Warning : Typo bertebaran, abal, GaJe, minim deskripsi, alur sangat kecepetan, EYD berantakan, dll

Don't like, don't read and click back !

.

.

.

Angin bertiup cukup kencang malam ini. Menghembuskan udara dingin dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah, seperti yang dikatakan oleh hukum Boys Balot. Angin itu menerpa seorang gadis bersurai sangat unik, yaitu soft pink. Membuat rambutnya bergoyang mengikuti arah angin yang berhembus.

Cahaya bulan saat ini cukup terang karena bentuk bulan yang tampak pada malam ini bulan setengah, yang beberapa hari lagi hampir purnama. Cahaya itu membuat bayangan sang gadis terefleksi pada tanah di belakangnya. Lebih tepatnya sebuah siluet bayangannya tampak dengan jelas bahwa gadis itu sedang melangkahkan satu per satu kakinya.

Jika kalian lihat raut wajahnya dari depan, kau akan melihat bibir depannya sedikit maju ke depan dan menggerutu. Terlihat kekesalan dalam ekspresi wajahnya. Langkah kakinya saat ini pun ia hentak-hentakan dan sesekali menendang kerikil kecil tak berdosa (?) di tanah yang ia pijak.

"Aniki sialan," umpatnya. Sepertinya aniki-nyalah penyebab gadis satu ini memajukan bibirnya.

"Tadi siang janji mau mengantar ke sekolah, tapi nyatanya malah mengelak dan tidak mau mengantar. Mana tas ini berat lagi," gerutu ia tak jelas sambil memegang sebuah tas.

Gadis buble-gum itu memang memasangkan sebuah tas ransel hitam di punggungnya. Tas yang terlihat cukup besar dan sepertinya diisi dengan barang-barang dengan kapasitas penuh. Ransel itu membuat seolah-olah tubuh mungil orang yang memakainya akan mengalami lordosis. Hei! Memangnya dia akan pergi kemana membawa tas seberat itu di malam hari seperti ini?

"Bisa-bisa aku terlambat datang," ucapnya sambil menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Membuat ia mempercepat langkah kakinya walaupun membawa beban yang berat.

"Arrggh." Ia sedikit mengacak-ngacak rambut buble-gum-nya karena frustasi. Langkah kaki yang ia ayunkan sepertinya tak mengurangi jarak yang harus ditempuhnya.

Sebenarnya jarak dari rumahnya ke Konoha High School kira-kira berjarak 1 km, lumayan dekat kan? Tapi dengan menggendong ransel yang berat, jarak 1 km serasa menempuh arak ratusan bahkan ribuan km baginya. Aniki-nya malah tidak mau mengantarnya walaupun hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Menyebalkan bukan? Itulah yang dialaminya saat ini.

Lima belas menit kemudian, ia hampir mendekati sekolahnya dan dari jauh telah tampak beberapa bus berjejer rapi di di depan sekolah. Siswa dan siswi yang lain sepertinya telah masuk dan menempati tempat duduknya masing-masing di dalam bis, menunggu pemberangkatan.

"Beberapa meter lagi." Gadis sugar plum itu mempercepat langkah kakinya dan tak lama ia sampai di depan bus-bus. Ia mencari bus rombongan kelasnya dengan melihat nomor bus yang tertera di samping kanan bus.

"Akh, ini dia," gumamnya sambil menatap nomer bus yang sesuai dengan nomer yang diberitahukan sensei-nya. Lalu ia langsung menaiki anak tangga pintu belakang bus yang terbuka.

Suasana dalam bus sangat ramai. Ada yang mengobrol dengan teman sebangkunya, bergosip ria, memakan-makani snack yang dibawanya, mendengarkan musik, ada juga yang hanya berdiam diri saja menunggu bus akan mulai berangkat.

Rupanya kursi dalam bus itu telah penuh ditempati siswa-siswi kelasnya. Mata emerald-nya memicing, mencoba mencari dimana tempat duduknya berada dengan mencari teman yang ketika di sekolah telah berjanji akan duduk bersebelahan dengannya.

'Itu dia,' pikirnya lalu menghampiri seorang gadis berambut pirang dan memiliki iris mata aquamarine yang sedang duduk mengobrol dengan seseorang disamping tempat duduknya.

'Lho, kenapa disamping Ino sudah ada yang menempati?' batinnya.

"Ino, bukankah seharusnya aku yang duduk di sebelahmu?" tanyanya yang membuat gadis pirang itu –Ino- menghentikan pembicaraannya dan mengalihkan pandangannya pada gadis sugar plum yang tiba-tiba datang di samping kirinya.

"Eh Sakura kau ikut juga? Aku kira kau tak akan datang. Jadi, Sailah yang menempati tempat dudukmu," jawabnya lalu melirik sedikit ke arah seorang laki-laki yang duduk di sebelahnya.

"Apa? Lalu bagaimana denganku?" tanya Sakura dengan nada yang sedikit di tinggikan.

"gomen Sakura, kau cari saja tempat duduk yang masih kosong. Atau kau duduk dengan teman yang tadinya akan duduk dengan Sai," jawabnya.

"Siapa dia?" tanya Sakura kesal.

Ino menyenggol Sai dengan sikutnya, meminta jawaban.

"Sasuke," jawabnya singkat lalu memamerkan senyuman khasnya.

"Apa? Aku tidak mau." Sakura mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru bus, mencari tempat duduk yang masih kosong. Tapi sayangnya, tempat duduk yang tersisa hanyalah tempat duduk di samping orang yang tadi dikatakan Sai, Sasuke.

"Apakah semua sudah lengkap?" tanya seseorang yang tiba-tiba masuk melalui pintu masuk depan. Seseorang berambut perak dan memakai masker yang menutupi sebagian wajahnya, yang tak lain adalah wali kelasnya atau sekarang ia menjadi guru pembimbing kelasnya.

"Sudah," jawab seorang siswa berambut coklat panjang yang memiliki iris lavender. Dia tak lain adalah ketua siswa dari rombongan ini yang bertugas mengecek kehadiran siswa-siswi di kelasnya.

Sakura yang melihat Kakashi telah datang ia pun menghampirinya, "Sensei, umm~ ano, dimanakah tempat dudukku?"

"Cari saja tempat yang masih kosong." Jawaban yang sama dengan jawaban Ino tadi.

"Hmm~ kau bisa duduk dengan Uchiha Sasuke. Sepertinya hanya itulah tempat duduk yang kosong," tuturnya sambil menunjuk tempat duduk di samping Sasuke dan hanya di situlah tempat duduk yang masih kosong.

"Bisakah bertukar tempat duduk sensei?" Sakura menatap mata sensei-nya dengan mengeluarkan jurus puppy eyes dari emerald-nya. Namun, sepertinya jurus itu tak mempan bagi sensei satu ini.

"Tidak bisa. Saya sudah mendata posisi tempat duduk kalian dua puluh menit yang lalu. Dan sudah diperkirakan jika kau hadir saya mencatatnya sebagai teman duduk Uchiha. Cepatlah Haruno, bis kita akan segera berangkat. Mau tak mau kau harus duduk di sampingnya," ucap Kakashi lalu mendudukkan dirinya di jok paling depan di samping tempat duduk supir.

Sakura akhirnya membalikkan badannya dan melangkah pergi menghampiri Sasuke, seorang laki-laki berambut raven dan beriris onyx sedang menyenderkan bahunya ke jendela dan pandangannya tertuju ke luar jendela. Di daun telinganya terdapat headshet yang di pasang dari handphone-nya.

"Sasuke, aku ikut duduk di sini." Sakura menunjukkan senyumannya dan meminta izin terlebih dahulu sebelum ia duduk di kursi samping Sasuke.

"..."

Tak ada respon dari Sasuke, ber-hn saja tidak. Ia terlalu fokus dengan lagu yang didengarnya. Jika tidak pun sangsi Sasuke mau menjawabnya.

'Dia itu kenapa sih? Menjawab saja tidak, menyebalkan,' inner Sakura dan ia langsung saja duduk di kursi.

"Kita akan memulai perjalanan kita ke Konoha's Beach. Sebelumnya, marilah kita berdoa terlebih dahulu, berdoa dimulai," seru Kakashi dengan menggunakan microfon yang terdengar nyaring di telinga.

Hening. Semua yag ada di dalam bus mengikuti seruan Kakashi untuk berdoa dengan menundukkan kepala masing-masing.

"Selesai. Semoga perjalanan ini menyenangkan," ujarnya.

Brum brum...

Suara deru bus lain terdenar. Tampaknya bus-bus lain telah menghidupkan mesinnya. Begitu pun dengan bus ini, bersiap-siap untuk menjalankan bus ke tempat tujuan, Konoha's Beach.

'Menyenangkan apanya? Duduk dengan gunung es tak ada hal yang bisa diperbincangkan,' pikirnya menyangkal ucapan sensei-nya.

Sakura, saat ini kau memang merasa menyebalkan dan membosankan. Tapi hari esok menantimu untuk mendapatkan kejutan yang tak akan kau sangka sebelumnya.

.

.

.

_To be Continued_

A/N :

Akhirnya selesai juga ini fict. Mizu tiba-tiba terinspirasi oleh guru fisika yang baru-baru ini menceritakan pengalamannya saat di pantai. Sungguh menarik! Jadilah Mizu menuangkan (?) apa yang Mizu dengar ke dalam tulisan. Tapi fict awal ini Mizu ngarang sendiri. Soalnya sensei hanya menjelaskan pada saat di pantainya saja sih... tapi tak apa, sensei telah menginspirasiku hehe...

Hmm~ apa lagi ya?

Thanks for Read aja deh...

Dan sampai bertemu lagi di chap selanjutnya, Jaa~

Salam Manis dan Hangat,

MizunaRaira


 Ch 1 of 3 Next »

Review

Share: Email . Facebook . Twitter

Story: Follow Favorite
Author: Follow Favorite

Contrast: Dark . Light
Font: Small . Medium . Large . XL

Regular Site . Blog . Twitter . Help . Sign Up  Top