.
.
.
Title: Why So Hard?
Chapter: 2 of 3
Author: Cndy Prissycatice
.
.
.
Warning : Yaoi story. SiChul couple
Jika anda tidak menyukai cerita bodoh yang tidak menarik, perubahan karakter tokoh secara besar-besaran, dan ending yang tidak memuaskan, saya sarankan agar anda tidak membacanya.
Satu lagi. Jika dari pertama anda sudah merasa tidak cocok dengan couple-nya, sebaiknya tidak usah melanjutkan membaca, karena anda akan merasa sangat kesal jika tetap membacanya.
-######-######-
.
.
.
"Kau.. tidak melaporkanku..?"
Siwon menatap Heechul tanpa ekspresi "Dengan satu syarat". Heechul mengerutkan keningnya "Kau harus berpura-pura menjadi pacarku"
Heechul hanya bisa diam menatap Siwon. Sesaat pikirannya berhenti. "Aku tidak salah dengar? Pacar?" tanyanya. Siwon mengangguk. "Pacar? Kau tahu kan aku laki-laki?" Heechul mengangkat sebelah alis matanya
"Kau berpura-pura jadi wanita kan? Jadi tidak masalah" balas Siwon
"Untuk apa melakukan itu?" tanya Heechul
"Agar tidak ada lagi wanita genit di kafe yang berusaha mendekatiku" jawab Siwon
"Apa kau sepopuler itu?"
"Begitulah. Rata-rata tamu yang datang hanya untuk berkenalan denganku atau Leeteuk dengan dalih membeli makanan atau minuman di kafe ini. Aku sedikit jengah. Kalau mereka tahu aku punya pacar, mungkin bisa sedikit berkurang"
Heechul berpikir. Mencerna baik-baik tawaran Siwon "Deal! Aku akan berpura-pura menjadi pacarmu!"
-########-########-
.
.
.
"Baguslah. Sekarang mulailah bekerja. Dan jangan mencari masalah" ucap Siwon. "Oh ya, siapa namamu tadi?"
"Heechul, Kim Heechul" jawab Heechul.
"Aku Choi Siwon"
Setelah bekerja di sana selama beberapa jam, Heechul menjadi mengerti situasinya. Memang benar, para tamu yang kebanyakan wanita itu hanya datang ke kafe untuk melihat Siwon atau Leeteuk. Mereka bahkan sering kali tidak melihat dengan baik daftar menu dan akibatnya mereka selalu memilih menu pertama yang ada di dalam daftar. Mereka lebih fokus menatap Leeteuk yang berdiri di kasir. Atau sesekali pergi ke toilet agar bisa melihat Siwon di dapur. (Kalau ingin pergi ke toilet, kau akan melewati dapur terlebih dahulu)
"Mereka semua cantik kok, apa tidak ada wanita yang bisa memikat hatinya?" pikir Heechul heran. Ia berjalan ke tempat Leeteuk saat sudah tidak ada pesanan lagi. "Apa aku pelayan pertama yang bekerja di sini?" tanya Heechul
"Hm? Tidak juga. Sudah ada beberapa. Tapi semua pelayan itu ternyata penggemar berat Siwon. Mereka bukannya bekerja malah lebih sering diam di dapur memperhatikan Siwon memasak. Jadi para tamu kesal karena harus menunggu makanan mereka terlalu lama dan akibatnya Siwon menjadi murka kepada para pelayan itu dan terpaksa kami harus memecatnya"
"Benarkah begitu? Bukannya para tamu itu marah karena merasa cemburu pelayan itu terus mendekati Siwon? Mereka mana memikirkan makanan yang mereka pesan tanpa lihat menu begitu." batin Heechul.
"Siwon itu terlalu tampan. Tidak cocok jadi koki. Seharusnya dia jadi model atau bintang film saja" ucap Heechul "Aku bahkan tidak percaya dia bisa memasak"
Leeteuk tertawa "Dia bisa marah loh kalau mendengar ucapanmu" kata Leeteuk. "Kau tidak jatuh hati padanya?"
"Hm? Aku? Aku tidak mau jatuh hati pada pria yang diperebutkan seperti itu. nanti tubuhku bisa hancur terinjak-injak para penggemar yang mau minta tanda tangannya" ucap Heechul. Heechul memang pintar merangkai kata. Hidup di bar bertahun-tahun membuatnya mengerti bagaimana cara merayu, menarik pengunjung, dan melakukan pembicaraan yang menyenangkan agar cepat akrab dengan tamu.
"Yah, kalau begitu aku tidak punya kesempatan dong?" canda Leeteuk
Heechul tertawa kecil "Yang benar saja. Kita kan sama-sama pria" batin Heechul
Tiba-tiba Siwon keluar dari dapur dengan sebuah piring yang berisikan makanan. Semua tamu langsung menatap Siwon. Ada yang malu-malu, ada yang menatapnya tanpa tahu malu, bahkan sampai ada yang histeris melihat kedatangannya. Wajar saja. Hal seperti ini jarang sekali terjadi. Ini kejadian langka karena Siwon jarang mau keluar dari dapur.
"Hm? Kenapa Siwon? Ada masalah?" tanya Leeteuk
"Kenapa tidak memanggilku? Kau tidak perlu keluar. Ini kan tugasku untuk ke dapur dan memberikannya kepada tamu" ucap Heechul. "Siwon sialan. Apa dia mau aku dipecat?" batin Heechul. Ia berjalan ke arah Siwon "Sini, berikan padaku" tambahnya "Memangnya ada pesanan? Perasaan udah semua" pikir Heechul
"Ini kubuat khusus untukmu. dimakan sampai habis ya." Siwon menyerahkan piring berisi makanan itu kepada Heechul lalu mengusap-usap kepala Heechul sambil tersenyum
Para tamu yang melihat hal itu langsung berteriak histeris. Ada yang menangis sampai ada yang menggigit tisu saking kesalnya. Bagaimana tidak? Pangeran pujaan mereka yang tidak pernah bersikap ramah kepada wanita itu tersenyum kepada seorang gadis? Yah, paling tidak, mereka menganggap Heechul sebagai seorang gadis.
Tidak berbeda dengan Heechul. Matanya membulat melihat tingkah laku Siwon. Tapi dengan cepat ia sadar. Ini sandiwara mereka! Heechul langsung berpura-pura menunduk malu "Terima kasih oppa.. tapi jangan seperti ini di depan para tamu.."
"Memangnya kenapa? Apa aku tidak boleh bersikap ramah kepada pacarku sendiri? Hm?" Siwon mengecup pipi Heechul
"Kyaaaaaaaa!" para tamu semakin histeris melihatnya. Mereka menangis lebih hebat dari sebelumnya. Leeteuk pun hanya bisa menyaksikan pemandangan yang tidak pernah dilihatnya itu dalam diam namun dengan mata yang membulat besar.
Berbeda dengan semua tamu, pipi Heechul kini merona merah "O-Oppa! jangan meledekku!" ucapnya. Heechul langsung berlari ke dapur sambil membawa makanan yang tadi diberikan oleh Siwon.
"Pacarku manis sekali" bisik Siwon. Sengaja sedikit lebih kencang agar para tamu super genit itu mendengarnya. lalu ia menyusul Heechul masuk ke dapur
"Siapa wanita itu? wanita itu pacar Siwon! Siapa dia!" Leeteuk langsung mendapat serangan pertanyaan dari para tamu.
-######-
.
.
.
"Siwon sialan. Dia tidak perlu mencium pipiku kan!" Heechul mengelap pipinya dengan punggung telapak tangannya. Ia membayangkan ulang kejadian di mana bibir Siwon tepat menyentuh pipinya lalu wajahnya kembali merah merona. "Aish!"
"Kenapa wajahmu jadi merah seperti itu?" Siwon yang baru masuk dapur langsung bertanya
Heechul menoleh dan langsung menutupi kedua pipinya "Ini gara-gara kamu! Ngapain pakai acara cium pipi segala?" bisik Heechul
Siwon berjalan mendekat "Biar lebih meyakinkan. Perlu alasan lain?" tanya Siwon santai.
"Yack! Aku malu setengah mati tahu!" bisik Heechul lagi. Pipinya makin merona.
Siwon mengelus pipi Heechul "Rasanya seperti mencium pipi seorang gadis" katanya
"Di-diam!"
"Cepat lanjutkan pekerjaanmu. Keluar sana!" suruh Siwon
Mau tidak mau Heechul keluar dari dapur. Dan saat melihat itu, para tamu wanita yang tadi berteriak histeris langsung mengepungnya "Kamu pacarnya Siwon-sshi! Sejak kapan!"
"eh.. anu.. itu.."
"Lihat! Masih cantikan aku!" seru seorang gadis sambil menangis
"Eh.. ah, jangan menangis.." Heechul paling tidak tega melihat seorang gadis menangis
"Maaf, tolong jangan seperti ini kepada pelayan kami" Leeteuk berdiri di depan Heechul dan mencoba untuk melindunginya. "Kumohon kalian duduk ya" ucap Leeteuk sambil tersenyum. Beberapa orang terpesona lalu duduk namun beberapa lainnya tetap bersikeras berdiri di sana karena mereka benar-benar menyukai Siwon dan tidak rela ada wanita lain yang memiliki Siwon.
"Aku tidak terima!" teriak seorang wanita. Ia mengarahkan pukulan kepada Heechul. Heechul refleks memejamkan matanya. Hampir dekat, seseorang menangkap tangan itu.
"Tolong jangan bersikap kasar kepada pacarku" ucap Siwon, orang yang menahan tangan wanita itu. Siwon menatap tajam wanita di hadapannya. Wanita itu hanya bisa menelan ludahnya takut, namun ia juga bahagia karena Siwon menggenggam tangannya.
"Siwon.." gumam Heechul "Sok keren banget sih!" batinnya.
Siwon menarik tubuh Heechul ke dalam pelukannya dan membuat mata semua orang membulat. "Kalau sampai ada yang menyakitinya, kalian akan berhadapan denganku!" ancam Siwon
-######-
.
.
.
"Hari pertama yang benar-benar buruk.." Heechul menghela napasnya dengan wajah super lelah. Kafe sudah tutup, Sudah jam pulang. Heechul sudah mengganti pakaiannya namun ia masih diam di dalam kafe sambil memikirkan di mana dia akan tidur malam ini.
"Kenapa Heechul? Tidak pulang? Ayo biar kuantar" Leeteuk menawarkan diri. Pria bernama Leeteuk ini memang sangat baik hati.
"Ah, bolehkah aku menginap di kafe malam ini?" tanya Heechul. Leeteuk hanya diam tidak mengerti. "Sebenarnya aku tidak punya tempat tinggal tetap. Besok pagi aku akan mencari tempat tinggal, tapi kumohon, bolehkah aku bermalam di sini?" pinta Heechul.
"Tidak bisa. Kalau malam sangat berbahaya. Daerah ini rawan. Sering ada pria mesum yang berjalan lewat sini dalam kondisi mabuk. Aku tidak bisa membiarkan wanita manis sepertimu menjadi korban pelecehan seperti itu." ucap Leeteuk dengan raut wajah cemas.
Heechul tertegun. Betapa baiknya pria di hadapannya ini. "Ini baru Pria yang keren. Kalau Siwon, yang benar saja, dia bahkan tidak akan bisa dibandingkan dengan Leeteuk! Neraka dan surga!" batin Heechul.
"Kenapa masih pada di sini. Cepat keluar dan tutup kafenya!" suruh Siwon.
"Siwon. Ternyata pacarmu tidak punya tempat tinggal" kata Leeteuk.
Siwon menatap Heechul yang balas menatapnya dengan tatapan ingin kabur. "Dia bohong. Dia sebenarnya tinggal bersamaku. Dia cuma tidak ingin kau mengetahuinya." Ucap Siwon.
Mata Heechul membulat sementara pipi Leeteuk merona "Jadi kalian tinggal bersama? Astaga, aku baru tahu kau punya pacar dan bahkan kalian tinggal bersama dalam satu atap?"
Siwon mendecih "Aku tahu reaksimu, makanya aku suruh dia tutup mulut" ucap Siwon. "Ayo pulang. Dan kau, pastikan pintunya terkunci dengan benar!" Siwon menarik tangan Heechul keluar dari kafe.
-#####-
.
.
.
"Caramu berpakaian sangat menunjukkan bahwa kau adalah makhluk yang berasal dari Bar" ucap Siwon.
"Eh? Benarkah?" Heechul memperhatikan pakaiannya. "Memang sih" batinnya. "Apa kita akan benar-benar ke rumahmu?" tanya Heechul. Heechul berjalan beberapa langkah di belakang Siwon.
"Kalau kau tidak mau, sana cari tempat tinggal" Heechul menggembungkan pipinya mendengar kata-kata Siwon.
.
.
Heechul P.O.V
.
Pria ini.. dasar. Kenapa ketus sekali sih? Aku kan cuma bertanya. Apa sifatnya memang buruk sejak lahir? Tadi aku mencicipi masakannya. Memang benar-benar enak. Tidak bisa kubayangkan pria menyebalkan seperti ini yang membuatnya. Untung saja sikapnya tidak masuk ke dalam masakannya.
Tapi kalau dilihat, dia memang sangat tampan. Apa benar ada pria setampan ini di korea? Andai aku wanita, aku pasti sudah jatuh cinta padanya. Tapi kalau lihat sikapnya, mungkin aku akan berpikir lagi.
"Hei, kenapa dari tadi menatapku terus?"
Eh? Bagaimana dia bisa tahu aku menatapnya? Apa dia punya mata ketiga? "Kau, tampan ya" ucapku. Aku tidak bohong kan? Aku memang sedang memujinya di dalam pikiranku.
"Jangan bodoh, kalau aku tidak tampan, kafe kita tidak akan laku" yang benar saja! Pria ini benar-benar menyebalkan! Tapi tunggu, kenapa dia bicara seperti itu?
"Tidak, kafe kita laku karena masakanmu sangat enak. Enak sekali. Aku suka. Kafe kita laku bukan karena kau tampan saja." aku tersenyum menatapnya. Ah, aku benar-benar jujur.
Tiba-tiba saja Siwon berhenti berjalan lalu menatapku. Eh..? wajahnya.. Siwon menatapku dengan mata membulat, pipi merona, dan dengan raut wajah yang terlihat sangat.. gembira?
"Be-benarkah?" tanya Siwon kepadaku. Suaranya bergetar…
P.O.V end
.
.
Heechul menatap Siwon dengan pipi yang agak bersemu lalu mengangguk menjawab pertanyaan Siwon. Dengan cepat Siwon menarik lengan Heechul lalu memeluk tubuh ramping pria cantik itu. ia memeluknya cukup erat. Heechul hanya bisa balas memeluknya dan mengusap-usap punggung Siwon pelan.
"Ada apa dengannya?" batin Heechul
Siwon melepaskan pelukannya lalu menatap Heechul dengan senyuman yang merekah. "Aku bahagia mendengarnya!"
"Ah.. aku juga.." gumam Heechul. Entah kenapa perasaannya turut bahagia melihat Siwon bahagia seperti itu. Baru kali ini Heechul merasakan yang seperti ini. Tidak ada kebahagiaan seperti ini di bar. Yang ada hanyalah dentuman musik keras, bau alkohol di mana-mana, dan segudang pemandangan mesum di setiap sisi bar. Tidak pernah ada tawa bahagia, yang ada hanyalah senyuman yang diperuntukkan agar bisa mendapatkan uang sebanyak mungkin dari para tamu. Ternyata dunia tidak sesempit kelihatannya. Masih banyak hal yang belum diketahui oleh seorang Kim Heechul. Dan Heechul bahagia bisa mengetahui hal itu.
-######-
.
.
.
"Ini rumahmu?" tanya Heechul begitu mereka sampai di depan sebuah apartemen sederhana, sangat sederhana.
"Aku menyewa satu kamar di tempat ini" Siwon menekan tombol kode kunci apartemennya.
"Masih menggunakan kode untuk membuka pintu? Kuno sekali.." pikir Heechul.
Pintu terbuka dan Siwon masuk ke dalamnya. "Kenapa? Jelek? Memang. Tidak suka? Sana pergi mencari tempat yang lebih baik" Siwon berniat menutup pintu 'Rumah'nya.
"Eh?" dengan cepat Heechul melangkah masuk ke dalam 'Rumah' Siwon. "Aku kan tidak bilang semua yang kau katakan" protes Heechul. "Kemana senyuman manisnya tadi? Kenapa kembali menyebalkan seperti ini?" pikirnya.
"Wajahmu sudah mengatakannya. Ruangannya memang kecil. Sepadan untuk harga sewanya yang murah" ucap Siwon.
"kau tinggal sendiri?" tanya Heechul. Ia memperhatikan setiap sudut ruangan "Rapi sekali. Benar-benar mencerminkan dirinya" batin Heechul.
"Kau lihat ada orang lain di sini? Tentu aku tinggal sendiri. di sini hanya ada satu tempat tidur." Siwon membuka jaket yang dikenakannya.
"Jadi dia secara tidak langsung ingin bilang 'Karena hanya ada satu tempat tidur, kau tidur di sofa dan aku tidur di kamar.' Begitu? Ya, aku mengerti kok" batin Heechul. "Aku akan tidur di sofa"
"Nanti sofaku bisa rusak. Kau tidur di kamar bersamaku. Cuma ingin memberitahu agar kau tidak kaget" mendengar ucapan Siwon, Entah mengapa pipi Heechul kembali merona. Apa karena ia terlalu lama tinggal di bar, otaknya menjadi berpikiran yang bukan-bukan? "Kenapa pipimu merah seperti itu? kau membayangkan aku menyerangmu?" tanya Siwon. Ia tersenyum licik sambil mengambil sebotol air putih dari dalam lemari es.
"Si-siapa yang!" Heechul jadi salah tingkah. Serangan yang begitu tiba-tiba.
"Wah, ternyata benar? Kau mesum sekali" Ucap Siwon yang langsung meneguk minumannya. Siwon berjalan mendekati Heechul, mendekatkan bibirnya ke telinga Heechul lalu berbisik "Maaf, tapi aku tidak berniat menyentuh seseorang yang memiliki jenis kelamin yang sama denganku, tuan Kim Heechul"
"A-aku juga tidak mau" balas Heechul "Hanya karena aku pernah tinggal di bar dan menjadi pelayan di sana, bukan berarti aku memiliki harga diri serendah itu, tuan koki menyebalkan" Heechul menatap Siwon dengan tatapan menantang
Siwon tersenyum melihatnya "Aku suka tatapan matamu. Tetaplah begitu"
.
.
.
.
.
To be continued…..
.
.
.
sekali lagi saya katakan, ff saya yang Save our queen dan My jealousy boyfriend sudah dihapus oleh pihak ffn. saya minta maaf kepada readers yang membaca ff itu
.
.
.
.

47