FanFiction.Net
Just In
Community
Forum
V
More
for Father of Ashura (Fugaku's Epitome)

3/12/2016 c1 Reina Putri
Ceritanya kereen bgt
Jadi makin sukaa bgt ama itachi
11/2/2014 c1 bye415152
Fugaku keren banget jadi ayah...
Gak sangka dia bisa sebijak itu..
Dibalik sifat dinginnya terdapat hati lembut..
Bagaimanapun seorang ayah pasti mengingankan yang terbaik buat anaknya dan akan selalu mendukung apa yang akan dilakukan anaknya...
10/4/2014 c1 7juzie.juzz
hiks hiks...HUAAAAAAAA
;_;
9/25/2014 c1 9arannis
Aku nangis baca fic ini :'(
Keren fic-nya (y) :)
8/22/2014 c1 3ah-ee-you
Haihaihai, saya mau mereview. Maaf ya lama saya bener-bener susah nyempetinnya ;_; Tapi saya gak pernah lupain kamu *apaansih. Anyway di review ini saya menyertakan kriteria cerita bagus menurut saya, dan apakah ceritamu sudah sesuai dengan kriteria saya. Tujuannya supaya kamu bisa melihat bagaimana cara saya menjuri. Saya tahu bagus itu relatif, jadi saya bisa saja sedikit bias. Mohon maklum ya :)

Sesuai dengan tema: centang!

Rapi: banget.

Diksi bervariasi: pengulangan Ayah menyayangimu yang terlalu repetitif jadi kesannya monoton, walaupun aku ngerti ini bentuk penekanan, tapi gimana ya... ayahnya itu apa gak gengsi untuk bilang sayang ke anak sulungnya? dan kalau diulangi jadi berkurang gitu efek dramatisnya.

Majas bagus: banget, sampe terasa feel-nya.

Plot unik: sebenarnya ini plot dari canon ya, tapi karena dieksplorasi detilnya, apalagi dari POV ayah Uchiha, jadinya beda gitu, aku suka.

Alur jelas: cukup jelas.

Eksekusi cerita perlahan namun pasti: dari suratnya digambarkan gimana Itachi dari kecil dan gimana ayahnya menguak jiwa Itachi yang sebenarnya, bagus banget.

Pergantian sudut pandang jelas (kalau ada): -

Karakterisasi/fokus kepada perasaan tokoh ada detail: ada, dan hebat juga kakak bisa bikin ceritanya jadi simpel padahal sebenarnya masalahnya kan kompleks. perasaan seorang pria atau ayah itu kan rumit, apalagi yang tipe gengsian kayak uchiha. tapi lewat sebuah surat malah jadi gampang dimengerti.

Penjelasan sebab dan akibat dalam cerita: sebenarnya gak dijelaskan secara tersurat di cerita ini kenapa uchiha membantai klan-nya, but i get the gist, so i think it's okay.

Komentar tambahan: feel-nya kerasa banget, aku suka, apalagi dari tokoh anti mainstream, dan cerita yang rumit jadi sederhana tanpa menghilangkan makna aslinya, gak semua bisa menulis kayak gitu. salut deh buat kakak :)

Sekian review saya, maaf kalau ada kata-kata yang dirasa menyinggung. Semoga review saya bisa bermanfaat ya. Anyway, kalau kamu gak keberatan jawab tolong memberi pendapatnya ya. Kamu lebih suka saya mereview dengan memaparkan kelebihan dan kelemahan seperti yang dulu, atau yang seperti ini? Kenapa? terima kasih sebelumnya!
8/4/2014 c1 Hagiwara Nachi
gaya penulisan seperti ini memang khas milik seorang -Kai Anbu.
dan juga, yang dirasakan tokohnya sampai ke pembaca.
aku gak nangis bacanya *jujur (hati aku udah kuat sama yang beginian (?))
tapi nyeseknya itu yang bikin /sama aja ya?/hhehe
ceritanya keren kak, gak ooc...
keep wraiting kak, semangat. )
8/2/2014 c1 10Orchidflen
Sial! Ini cerita keren banget!
Air mata aja musti ditahan biar ga jatoh .duhmeweknih
Eh, i found a little typo: kehandalanmu menjalankan 'memang' tugas tak diragukan
Keep writing ya:)
8/2/2014 c1 1Sleepy Asha 00
Aku gak bisa ngomong apa-apa tentang ini ff.
Feel nya dapet *Contreng
Touching *banget
"Jangan pernah menengok ke belakang"*atau apalah* itu apa maksudnya? apa dibelakang Itachi ada Sasuke atau? jangan melihat masa lalu?
Aku tahu banget maksud Fugaku membakar tuh surat,tapi gak bisa nge-jelasin..
Sumvah! Nice ff Author-san,kata-katanya dapet dari mana? bagus gitu.
Jaa...
8/2/2014 c1 5DandBloss
cool!
8/1/2014 c1 3Uzumaki Shizuka
ternyata.. nangis baca ff itu itu ga harus dari cerita sepasang anak manusia yg berbeda gender ya
aduhai, saya lupa air mata saya mulai menetes pas baca paragraf mana tp sy tahu bagian2 yg touching itu terletak di kepahaman orangtua terhadap luar dalam anaknya dan pengorbanan sang ayah utk putranya, knp sih orang tua itu selalu mendahulukan anaknya di atas dirinya sendiri.. *tuh kan mewek lagi* part2 itu bs dimasukkan dgn apik ke alur canon yg ada (y)

sama bagian Fugaku mengenang perkembangan putra2nya di saat2 terakhirnya, sebahagia itukah momen2 itu bagi seorang ayah.
salut mba.. kalo saya ga tau duluan kalo mba itu perempuan mungkin saya akan mengira mba cowo ;)
8/1/2014 c1 yassir2374
Ya, ini hebat,,,, begitu dalam, menyentuh kedasar hati, diksi dg jalinan kata yg smooth, so soft kontradiktif dg background yg mencekam, dark, gloomy, so scary...

Tragedi yg dideskrip dg indah, perbedaan jalan yg ditempuh menyorot pada satu kata, kasih sayang, pengorbanan ortu yg ingin putranya menjd seorg legenda bkn krn kekuatan tp tekatnya yg murni untuk berjuang dijalan yg diyakininya... Hahh sampai surat pun ikut 'dibunuh', hehe q msh bingung dg deskripsi surat yg dibakar itu, demiapa? Yup, penggambaran surat yg 'bisa' dibaca di dunia lain, emang turut menjanjikan kesan tragis...
Btw, q timbul pertanyaan lain sehub dg lambang kipas di klan uchiha, kipas emang pengobar api, tp jg berfungsi sbg penyejuk kala tubuh kepanasan, hahaha... Q pikir cocok tuk figur itachi seorg yg lembut, rendah hati, cinta damai, n peredam suhu panas ditubuh klan uchiha, hehe, well analogi yg ngawur so, si dewa perang ashura yg disemat pd itachi yg mengesankan magis n mistis jg sgt cocok dg profil cahaya bulan purnama,,,, yosh mkn ngelantur n abaikan sj, pokoknya q sgt suka...
8/1/2014 c1 2Nomoru.xyp
Huhuhu... Srott hiks T-T sedih bacanya un(?)
Yosh! Senpai ganbatte ne! Srott hiks (̩̩̩.̩ƪ)
8/1/2014 c1 sukidesuuu
Ini. Keren. Banget. Ini kereeeeeeeeeen bangeeeeet. Penggambaran perasaan Fugakunya berasa banget. Wibawanya, ketakutan seorang ayahnya, juga rasa bangga sama anaknyaaaaaa, uh kegambar secara detail dan bikin yang baca hanyuuuuuut banget. Saya. Suka.

Btw, tadi saya nemu pengulangan kata 'aku' yang gak pas. Kalimat yang ini: Itachi, saat itu aku lambat laun aku mulai mengenalmu. Kalo menurutku, kata akunya yang sebelum kata mulai dihilangkan aja. Jadi biar enak. Terus tadi nemu typo kalo gak salah kata takdir jadi takdr. Dan ada lagi cuma lupa dibagian mana soalnya saya baca pake hp hihi Eh tapi gapapalah manusiawi. Saya juga sering typo huhuuuu/disepak.

Well, kekurangan itu saya rasa ketutup sama keseluruhan ceritanyaaaaaaa. Sayaaaa sukaaaaa bangeeeeeeeeeeet. Bikin mata saya berkaca-kaca huhuuuuuuu

Yang tadi hanya saran sih hihi Maaf ya kalau terkesan menggurui atau apalah, saya juga masih sering bergulat dengan kesalahan itu khukhuuu/gelundungan

Kayanya review saya cukup segini aja deh, kesannya saya cerewet banget/emang. Saya ijin klik fav yaaaaa! Saya tunggu cerita yang lainnya Rakai-san :3

Nana

Twitter . Help . Sign Up . Cookies . Privacy . Terms of Service