Just In
Community
Forum
V
More
for Detective Shion

8/25/2016 c3 194Panda Dayo
Ngebut baca 3 chappie dan OEMJIH KAIMIII #rusuh

Gaya bahasanya udah enak sih, cuma...satu masalah gue dari dulu itu gak ngeh kalo pov nya ganti2 karena terkesan gak konsisten dan ngebingungin akunya, gatau kalo yang lain. But aku cuma mengutarakan opini

ditunggu chappie selanjutnya~
8/13/2016 c2 1yoshiza
Oalah... :)
Lihat cerita fanfic sy jga yaa, tapi bahasa inggris

yoshiza
8/13/2016 c1 yoshiza
kak, ceritanya bagus sih, tapi kalau saran saya sih coba fokuskan satu atau dua POV aja, soalnya nanti pembaca agak bingung. Tapi overall starternya sudah okey kok :)

yoshiza
7/17/2016 c2 26CN Scarlet
Iya iya aja deh thor...

KAITO, AKU MENDUKUNGMU! SEMANGAT DAN BUAT MIKU DOKI-DOKI! YAY...

Eto.. Minta adegan fluffy kaimi dong :)
6/28/2016 c2 nifa
kata bundaku gegara itu bahasa malaysia
tapi gpp kok ceritanya lumayan
6/6/2016 c1 CN Scarlet
Wow, selamat buat fic debutnyaaa!

Aku penuh kosentrasi buat menikmati fic ini, sungguh, aku penasaran. Adakah chap depan?
Ano nee, boleh nggak aku ngasih masukan dikit? Boleh ya? Boleh dong... #maksa #tendang

1. Dalam kalimat percakapan, sebelum tanda petik akhir biasanya selalu ada tanda baca. Contoh "uh, siapa yang nelpon? Pagi buta lagi! Huaaahh..." kata Kaito. Atau sejenisnya. Tanda bacanya bisa pakai macam2 sesuai kehendak author kok.

2. Untuk dua dialog atau lebih yang bersahutan, toloooong banget sediain pencet enter setelah tanda petik. Biar reader kayak aku nggak juling(?). Gini misalnya;

"Kaiko, dimana Kaito?"
"Ah, dia ada di depan kulkas bu. Sedang melahap es krimnya!"
"Kenapa dia itu selalu seenaknya sih," gerutu bu Megu, "apa dia nggak tau kalau kita kerepotan di sini?"

Kalimat terakhir tadi contoh adegan ditengah percakapan, yang bilang di awal dan akhir adalah orang yang sama.

3. Toloooong banget, tambahin sedikiiiit aja deskripsinya. Biar tau latar, setting, sama waktu kejadian minimalnya (aciyee... Padahal gue sendirinya suka gaje)

Kalau diawal kalimat pakai kata yang itu, diakhir kalimat sebaiknya nggak usah dimasukin. Contoh, "...? Kan kita janjian jam 10 kan?" nah, jujur aku baca kalimat itu sampai diwiridin 5 balikan baru paham maksudnya.

Ada beberapa cara sebenarnya untuk kasus serupa, bisa ditulis "... Kan kita janjian jam 10?" aja, atau "... Kita janjian jam 10, kan?" atau, "... Bukankah kita janjian jam 10, ya?"

tapi terserah authornya sih, cerita ini 100% punya kalian. Aku sebagai readers cuma berharap yang terbaik. Maaf kalau sok, cerewet, abal, dan sebagainya. Maafkan juga kalau review ini terkesan seperti flame. Jujur aja aku penasaran kelanjutannya, tentang siapa detektif Shion itu, bagaimana kasusnya, jalan keluarnya, terutama riddle dan clue-nya. Hoho...

Terpenting, aku nungguin adegan fluffy Kaito-kun dan Miku-chan.
Hehe...

By the way, aku follfoll ya!
Bye
.
.
CNS
5/28/2016 c1 ilovevocaloid93
I don't speak Indonesian.

Twitter . Help . Sign Up . Cookies . Privacy . Terms of Service