Naruto DxD: Revenge The Last Namikaze

By fajar jabrik

Naruto © Masashi Kishimoto & High School DxD © Ichiei Ishibumi

Pairing: Naruto x Raynare

Rated: Maybe M

Genre: Adventure n Romance

Warning: MissTypo, Gaje, Abal, AU, OOC, Smart, Strong n Powerful Naruto, Devils Naruto Without Reincarnation


Summary:

Keluarganya yang dibunuh, membuatnya menjadi pewaris kekuatan Namikaze terakhir. Dengan kekuatan Absolut Gravity, Golden Flash dan juga Senjutsu, ia terus mencari pembantai keluarganya untuk membalaskan dendam. Adakah seseorang yang dapat menghilangkan dendam yang berkobar dihatinya itu? Warn: Smart, Strong n Powerful Naruto, Devils Naruto Without Reincarnation.


.

'Semua yang kumiliki tak ada artinya sama sekali. Semuanya telah hilang, lenyap tanpa menyisakan apapun. Yang tersisa dariku hanyalah hasrat untuk membalas apa yang pernah mereka lakukan pada keluargaku'

'Aku tak peduli apakah seluruh hidupku hanya akan ku habiskan untuk itu semua. Tapi yang jelas.. Aku tak akan pernah berhenti sebelum mendapatkan mereka. Dan akupun bersumpah, akan terus mengejar mereka kemanapun mereka pergi bahkan hingga sisa nafasku yang terakhir.

'Tapi, dari hatiku yang terdalam... aku masih mengharap adanya sititik cahaya yang akan melepaskan belenggu hitam dihatiku. Karena semua orang bilang, dendam tak akan mengembalikan apa yang hilang dariku. Dan aku pun juga berharap... nantinya akan ada yang membawakan keajaiban itu padaku'

.

Chapter 2

Someone Will Be Chance You

.

[Namikaze Mansion, 02:14 AM]

Detik demi detik cairan berwarna merah pekat terus mengalir melawati lengan kekar seorang pemuda bersurai pirang. Dan, tetes demi tetes cairan itu pun jatuh membasahi lantai seirama dengan detak jantung yang terus melemah.

Darah, sebuah cairan merah pekat yang menjadi penopang mahluk untuk bertahan hidup. Tak hanya manusia, iblis dan malaikat pun juga sangat membutuhkan sesuatu yang kita sebut dengan kata 'darah'. Namun, apa yang akan terjadi bila eksistensi mutlak itu terus berkurang setiap detiknya? Jawabnya sangat simple, yaitu ' Sekarat dan ahirnya Mati'.

Jika kalian berpikir bila darah yang menetes itu milik si pemuda bersurai pirang, maka jawabnya salah. Darah itu bukanlah miliknya, tetapi darah itu berasal dari seorang gadis yang telah ia temukan beberapa saat yang lalu.

Banyaknya luka, terutama pada bagian pundak membuat darah dari gadis bernama Rainare membasahi sebagian kemeja yang Naruto kenakan. Sesaat Naruto melirik gadis yang kini dalam gendongannya itu. Wajah ayu gadis itu kini terlihat sangat pucat dengan beberapa noda darah yang mengering desekitar hidung dan juga bibirnya.

Dengan tergesa-gesa Naruto berjalan ke arah sebuah kamar karna merasakan suhu gadis itu semakin dingin. Dengan lembut ia membaringkan tubuh lemah itu diatas tempat tidur berukuran besar agar membuat si gadis merasa nyaman.

Dari balik pintu, dua orang berbeda gender masuk kedalam kamar itu. Yang bergender laki-laki atau biasa dipanggil Iruka berhenti dan berdiri di samping Naruto. Sedangkan seorang lagi yang bergender perempuan segera mendekat kearah Raynare dan memeriksa kondisinya.

Prihatin? Atau mungkin khawatir? Itulah yang kini dirasakan Naruto saat menatap gadis yang tengah diperiksa dokter pribadinya. Ia bingung dengan perasaannya sendiri, karena pasalnya baru kali ini ia merasakan perasaan seperti itu.

Dalam hati dan pikirannya yang biasanya hanya terisi dengan keinginan balas dendam yang sangat besar tanpa bisa ia bendung, kini terasa dijejali lagi dengan perasaan lain saat pertama kali bertemu gadis itu. Perasaan yang sangat aneh dan membingungkan menurutnya.

Disamping Naruto, diam-diam Iruka melirik dan mengamati ekspresi tuannya itu. 'Aneh?' itulah yang ada di benak Iruka saat mendapati raut wajah khawatir yang samar-samar terpancar dari wajah tuan pirangnya itu saat melihat keadaan gadis yang sedang diperiksa dokter.

Lima belas menit, atau yah... mungkin beberapa belas menit yang lalu. Iruka yang sedang berada di ruang tengah tiba-tiba saja dikagetkan oleh tuan mudanya yang baru saja datang melalui portal sihir dan berteriak-teriak memanggil namanya.

Saat ia datang, ia mendapati tuannya tengah membopong seorang gadis asing yang berlum pernah ia temui. Ditambah lagi, gadis itu dalam kondisi luka parah dengan darah yang tak henti-hentinya mengalir. Dan yang membuat ia kaget adalah, gadis yang dibawa tuannya itu adalah malaikat jatuh, yang sejatinya adalah musuh dari iblis. Iruka tak habis pikir dengan apa yang ada di kepala Naruto saat itu. Namun disisi lain, melihat tuannya yang sedikit mengeluarkan emosinya yang telah lama hilang, membuat Iruka berharap bila tuannya akan kembali seperti dulu lagi.

"Bagaimana keadaanya, Sizune?" Tanya Naruto saat melihat dokter pribadinya telah telah selesai memeriksa keadaan Raynare.

Dokter berumur tiga puluh tahunan dan yang biasa ia panggil Sizune itu hanya bisa menampilkan raut wajah menyesal dan menggelengkan pelan kepalanya. Itulah ekspresi yang biasa ditunjukan seorang dokter saat tidak mampu menolong seorang pasien yang ia tangani.

Segala usaha dan upaya telah Sizune lakukan untuk menangani gadis itu, namun kemampuan medis dan sihir penyembuh yang ia kuasai tidaklah cukup membantu. Bukan karna Sizune kurang profesional atau kurang jam terbang. Tapi keadaan gadis itulah yang menjadi masalah utama.

Luka yang sangat parah di beberapa bagian vital dan juga suplai darahnya yang sangat menipis, ditambah lagi dengan perawatan yang sangat terlambat, membuat Sizune atau dokter manapun tak dapat berbuat banyak untuk menangani kondisi seperti itu. Yang bisa menyelamatkan gadis itu saat ini hanyalah sebuah keajaiban.

"Maaf Naruto-sama, saat ini ia dalam keadaan sekarat. Saya tidak dapat berbuat banyak untuk menolongnya" ucap Sizune menjelaskan keadaan Raynare.

.


¤¤ Naruto DxD: Revenge The Last Namikaze ¤¤


.

[Gate of Kuoh Academi, 03:56 PM]

SMU Kuoh, siapa yang tidak mengenal sekolah ini. Sebuah sekolah swasta yang mayoritasnya dihuni oleh anak perempuan dan hanya sekitar 23% penghuninya murid laki-laki. Bahkan, hampir segala aktifitas sekolah ini pun diurus oleh murid perempuan, termasuk kepengurusan OSIS.

Tak hanya terkenal di kalangan manusia saja, SMU Kuoh juga terkenal di kalangan bangsa iblis. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah, karena di SMU itu terdapat dua orang iblis yang memiliki gelar kebangsawanan, siapa lagi kalau bukan Rias Gremory dan Souna Sitri. Adik perempuan dari Sirzech Lucifer dan juga Serafall Leviathan yang menjabat sebagai maou dunia bawah.

Bukan cuma itu saja, di sekolah itu juga terdapat seorang iblis tereinkarnasi yang memiliki [Longinus] Boosted Gear-Sekiryutei, Hyodo Issei. Seorang siswa mesum dengan keinginan luar biasa untuk menjadi iblis bangsawan dan menciptakan haremnya sendiri. Dan juga beberapa budak iblis pemilik sacred gear langka sekaligus pemegang pedang suci durandal.

.

Dari arah gerbang sekolah, terlihat seorang pemuda berambut coklat acak-acakan berjalan keluar area sekolah dengan pandangan sedikit melamun. Didalam pikirannya ia masih teringat jelas pertarungannya dengan Kokabiel beberapa waktu lalu. Namun, yang lebih mengganggu pikirannya yaitu, pertemuannya pertamanya dengan sang rival abadi, Hakuuryuko. Kaisar Naga Putih yang eksistensinya setara dengan Sekiryutei yang ada pada tubuhnya.

Sangat kuat, itulah yang dapat dikatakan permuda bernama Issei saat melihat kemampuan rivalnya. Bahkan rivalnya itu juga dapat menggunakan Balance Breaker sempurna dan menghabisi Kokabiel dengan sangat mudah. Padahal ia dan teman-temannya sangat kuwalahan menghadapi Kokabiel meskipun dengan kekuatan penuh.

"Hei, sekolahan ini bagus ya...?" ucap pemuda dengan warna rambut perak yang berdiri tak jauh disamping Issie.

"Ah.. Ya begitulah..." balas Issei sekenanya sambil mengusap-usap belakang kepalanya. Ia baru sadar dari lamunannya dan ternyata disampingnya telah berdiri orang asing yang menatap bangunan sekolahannya. Dalam hati Issie bertanya-tanya tentang siapakah pemuda bishonen itu, tapi sepertinya ia merasa pernah bertemu sebelumnya entah dimana itu. Namun, saat pemuda asing itu kembali membuka suara, sesuatu yang tidak Isse bayangkan sebelumnya masuk melalui indra pendengarannya.

"Aku Vali. Sang Hakuuryukou-Vanishing Dragon."

'A-apa aku tidak salah dengar' pikir Issei yang menatap kaget pemuda disebelahnya itu.

"Ah iya, ini pertama kalinya kita bertatap muka secara langsung ya, Welsh Dragon-Sekiryutei, Hyodo Issei." Ucap pemuda berambut perak yang ternyata adalah Vali.

Issei tak mampu bergerak dan mengucapkan sepatah kata pun. Ia terlalu syok dan tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar. Tangan kirinya pun serasa terbakar karna Ddraig yang ada ditubuhnya merespon kuat karna bertemu dengan rival abadinya.

Jantung Issei pun berdetak dengan sangat cepat dan tak terkendali. Yang ada di pikirannya saat ini yaitu 'Pertarungan Rival' ditempat ia berdiri saat ini. Ia belum siap dan cukup kuat menghadapi lawan setangguh Vali. Di pikirannya juga terbesit sang Buchou dan teman-temannya yang lain pastinya juga akan ikut terluka

Melihat ekspresi bingung dan ketakutan dari rivalnya, Vali si Vanishing Dragon hanya bisa memberikan senyuman yang aneh dan berjalan mendekat kearah Issie. Namun, kurang dari satu langkah, dua bilah pedang sudah terlebih dahulu terayun kearah leher Vali dengan sangat cepat.

"Hm, pemegang Pedang Suci Iblis dan Pedang Iblis Durandal ternyata" ucap Vali yang berhasil mengelak dari ayunan pedang Kiba dan Zenovia.

"Aku tak akan membiarkanmu melakukan pertarungan rival dengan Issei disini"

"Apapun yang terjadi, aku tak akan pernah mengijinkanmu menyentuh Issei"

Ucap Kiba dan Zenovia yang kini memasang kuda-kuda untuk mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Karena bagaimanapun juga, musuhnya kali ini sangatlah kuat.

"Hentikan lelucon yang kalian lakukan. Aku tau kalau kalian sedang gemetar dan ketakutan 'kan?" ucap Vali sedikit tersenyum mengejek. Memang tak bisa dipungkiri kalau saat ini Kiba dan Zenovia sedang gemetaran, begitupula dengan Issei. Bagaimana mereka tidak gemetaran, dihadapan mereka kini telah berdiri orang yang dapat mengalahkan Kokabiel dengan sangat mudah dan levelnya pun sangat jauh diatas mereka.

"Aku kesini hanya untuk menyapa rivalku saja. Terlalu membosankan bila aku menghadapi rivalku yang masih sangat lemah seperti ini"

"Menurutmu, sudah seberapa kuat kau Hoyodo Issei?" tanya Vali secara mendadak dan membuat Issei sendiri bingung. Sebagai iblis yang tergolong baru dan kurang berpengalaman, jelas saja ia tidak dapat menentukan level kekuatannya sendiri. Ia pun juga belum banyak bertarung melawan musuh-musuh lain yang kuat sebagai pembandingnya.

"Heh,.. sepertinya kau terlalu bodoh dan tak mengetahui batasan kekuatanmu sendiri. Hm.. Jika dihitung dari Balance Breakermu yang belum sempurna, mungkin peringkatmu bernomor 4 digit, diantara 1000-1500. Tapi bila ditambah sifat mesum, ecci, bodoh, tak tau malu, tak bermoral dan hentaimu itu, mungkin masih bisa lebih rendah lagi?" ucap Vali yang masih menimbang-nimbang kekuatan Issei dan membuat Issei merasa dongkol dengan perkataan Vali, meskipun itu semua tidak ada yang salah.

"Rankingmu itu sangat masih jauh bila dibandingkan orang-orang kuat yang ada didunia ini. Bahkan, mungkin saja si Satan Merah, Sirzech Lucifer belum masuk dalam kategori 10 besar"

Mendengar salah satu maou yang juga menjadi kakak sang buchou, Sirzech Gremory yang ternyata tidak masuk peringkat 10 besar membuat Issei tak mampu membayangkan seberapa kuat orang yang menempati rank pertama.

"Namun, posisi pertama sudah ditentukan - Eksistensi tiada batas"

"Ah.. tapi bila dibandingkan dengan eksistensi tak terbatas itu, aku lebih tertarik untuk bertarung dan mengalahkan 'dia' " ucap Vali yang semakin membuat Issei bingung saat mendengar kata 'dia'. Otak mesum dan jongkok Issei membuatnya tak mampu memahamai maksud Vali.

"Sepertinya kita harus mengahiri pertemuan singkat kita kali ini Hyodo. Aku tak ingin membuat Azazel marah-marah dan mencariku" ucap Vali yang telah mengeluarkan sepasang sayap naga berwarna putih di punggungnya.

"Kuharap tak berapa lama lagi kita akan bertemu, Sekiryutei" ucap Vali yang langsung mengepakan sayapnya lalu terbang menghilang dibalik awan kota Tokyo dan mengakhiri pertemuan antara dua Havenly Dragon pada hari itu.

"Apa kau tak apa-apa Issei-kun?" tanya gadis berambut merah crimson dan gadis berambut pirang yang baru saja datang dengan nada khawatir.

"Aku baik-baik saja Buchou, Asia" jawab Issei masih memandang langit.

.


¤¤ Naruto DxD: Revenge The Last Namikaze ¤¤


.

[ Tokyo City, 00:53 AM ]

Gemerlapnya lampu di kota Tokyo seakan memecah kegelapan malam. Kendaraan-kendaraan yang masih terlihat berjalan beriringan menandakan bahwa kota itu belum terlelap meskipun memasuki waktu tengah malam.

Diatas langit kota Tokyo, terlihat enam pasang sayap bergerak bergantian menghempaskan udara disekitarnya. Sayap dari seorang pemuda yang setelah beberapa menit yang lalu melesat dari mansion besarnya.

Berkeliling di langit malam adalah kebiasaan yang ia lakukan beberapa puluh tahun ini. Namun kali ini sedikit berbeda dengan malam-malam yang lain. Bila biasanya ia menyisir langit Tokyo untuk berburu mangsanya. Kali ini ia seakan melupakan kebiasaan lamanya itu gara-gara kejadian kemarin malam.

Ia terus memikirkan keputusan yang telah ia buat sebelumnya. Dia yang selalu penuh perhitungan dan pertimbangan dalam melakukan sesuatu, tiba-tiba saja tanpa pikir panjang langsung memberikan sesuatu yang sangat berharga kepada orang yang baru saja ia temui.

Satu-satunya benda peninggalan kedua orang tuanya kini telah menyatu dengan tubuh gadis itu. Sebuah benda yang telah membuat gadis itu kembali bernafas meskipun nantinya akan membuatnya sedikit 'berbeda'.

Evil Piece, itulah benda yang Naruto anggap sangat berharga. Sebuah benda yang merupakan ciptaan salah satu maou, yaitu Ajuka Astaroth. Evil Piece sendiri dibuat dengan tujuan untuk membuat iblis reinkarnasi dengan sistem bidak yang menyerupai permainan catur untuk memproduksi iblis baru.

Namun, Naruto menganggap benda itu sangat berharga bukan karena fungsinya. Akan tetapi karena hanya benda itulah satu-satunya peninggalan kedua orang tuanya. Sebuah bidak catur atau lebih tepatnya bidak ratu.

Ah, mungkin kalian bertanya-tanya kenapa Naruto hanya memiliki 1 buah bidak ratu dan bukan satu full set. Itu terjadi karena dulunya bidak ratu itu hanya sebuah protipe yang Ajuka berikan kepada Minato untuk dimintai pendapat sebelum ia menciptakan bidak yang lain.

Akan tetapi, sebelum ajuka mendapat saran dan masukan dari Minato tentang prototipenya. Minato dan keluarganya sudah terlebih dahulu dibunuh bersamaan dengan hancurnya mansion Namikaze di dunia bawah.

.

.

Hampir dua jam terbang dan mengelilingi langit Tokyo, Naruto memutuskan untuk mendarat di salah satu gedung pencakar langit. Setelah kedua kakinya menapak lantai, ia menghilangkan enam pasang sayap di punggungnya dan berjalan kearah besi pembatas bangunan itu.

Bersandar di besi pembatas bangunan dan memejamkan kedua matanya, itulah yang kini dilakukan Naruto. Menikmati dinginnya angin malam yang bertiup kencang membuatnya merasa sedikit rileks meskipun bayang-bayang gadis itu masih ada di benaknya.

Baru sebentar saja ia merasa nyaman, seseorang sudah terlebih dahulu mengusik ketenangannya. Namun, Naruto hanya mengabaikan orang yang baru saja datang dan ikut-ikutan bersandar di besi pembatas.

Naruto tidak merasa khawatir ataupun terancam terhadap kedatangan orang disampingnya itu. Ia menyadari bahwa orang itu merupakan malaikat jatuh dengan aura yang sangat kuat, yah... mungkin setingkat dengan para maou. Naruto tak merasa terancam dengan kedatangan orang itu karena ia berfikir, bila orang itu ingin berbuat buruk atau membunuhnya, seharusnya dia tak perlu menyapa dan langsung saja menyerangnya dengan cepat.

"Ah.. sepertinya ini pertama kalinya kita bertemu" ucap lelaki yang berumur sekitar tiga puluh tahunan mencoba berbicara pada pemuda disampingnya.

Mendengar orang disampingnya membuka suara, Naruto hanya melirik sebentar lalu kembali memejamkan matanya kembali. Merasa terus diabaikan, lelaki dengan jenggot dan rambut depannya yang berwarna pirang hanya bisa mendesah.

"Heh... Anak muda jaman sekarang benar-benar tidak sopan" ucap lelaki disamping Naruto yang juga memejamkan matanya untuk menikmati angin malam.

"Apa yang kau inginkan dariku, Da-Tenshi?" Tanya Naruto to the point dan tak ingin berbasa-basi.

"Hm, Tidak ada. Aku hanya ingin menikmati angin malam, sama seperti yang kau lakukan saat ini. Ah iya, namaku Aazazel" jawab lelaki itu menoba yang juga memperkenalkan dirinya.

Azazel, nama yang tidak terlalu asing di telinga Naruto. Setelah beberapa belas detik mengingat-ingat, ahirnya ia tau identitas asli pria itu. Cukup lama memang, waktu yang Naruto dibutuhkan untuk mengetahui orang seterkenal Azazel. Malaikat jatuh terkuat dan juga sebagai pemimpin organisasi Grigori.

Bukan karena Naruto yang memiliki otak pas-pasan atau bodoh, karena pada dasarnya semua Namikaze selalu diberkahi dengan otak jenius. Tapi alasan yang membuat Naruto cukup lama mengenali Azazel yaitu, karena ia tidak peduli dengan itu semua. Ia lebih memilih fokus dengan tujuan utamanya dibandingkan mengingat nama orang yang menurutnya tidak penting.

"Huh.. aku tak menyangka jika orang yang terlihat mesum sepertimu adalah seorang Gubernur Malaikat Jatuh" ucap Naruto dengan nada meremehkan dan tanpa terselip sedikitpun rasa takut saat mengejek Azazel meskipun ia tau identitas aslinya.

"Hahaha.. kau benar-benar menarik anak muda. Meskipun telah mengetahui identitasku yang seorang Gubernur Malaikat Jatuh, tapi kau sama sekali tidak terkejut dan malah mengataiku dengan sebutan orang mesum" ucap Azazel disertai tawa.

"Siapa kau sebenarnya anak muda? Intensitas maupun tekanan energimu sangat kuat, dan juga... auramu sedikit berbeda dari kebanyakan iblis" tanya Azazel yang telah berhenti tertawa dan berubah menjadi mode serius.

Namun, sebelum Naruto menjawab pertanyaan dari Azazel. Dari arah langit, ratusan bilah-bilah besi tajam berwarna putih sudah terlebih dahulu melesat kearah Naruto dengan sangat cepat dan siap mencincang tubuhnya.

"Zero Inryoku" (Zero Gravity)

Ucap Naruto seraya mengangkat talapak tangan kanannya keatas. Bilah-bilah besi berwarna putih yang sebelumnya melesat sangat cepat kearah Naruto, seketika itu langsung berhenti tepat satu meter di atas telapak tangannya. Setelah Naruto menghentikan tekniknya, bilah-bilah besi itu langsung jatuh dan berserakan di lantai tanpa sedikitpun menggores tubuhnya.

Zero Inryoku, atau juga bisa dibilang gravitasi nol. Salah satu kemampuan khas klan Namikaze yang dapat memanipulasi gravitasi hingga ketitik nol dan menghentikan pergerakan objek apapun. Bahkan, partikel cahaya yang pada dasarnya tidak dapat dipengeruhi gravitasi pun dapat dihentikan dengan mudah oleh teknik itu. Itulah yang membuat klan Namikaze mendapat julukan 'The Absolut Gravity'.

Azazel yang melihat kejadian didepannya itu sungguh kaget dibuatnya. Sudah sangat lama sekali ia tidak melihat teknik seperti itu. Terahir kali ia melihatnya saat terjadi perang besar antar tiga fraksi beberapa ratus tahun yang lalu. Akan tetapi, dari sepengetahuannya, hanya klan Namikaze lah yang dapat melakukan teknik itu. Klan yang hanya berisi iblis kuat dengan rambut pirang dan bola mata berwarna biru.

'Tungu... rambut pirang dan mata biru, mungkinkah pemuda dihadapannya itu seorang Namikaze? Tapi bukankah klan Namikaze sudah punah pada generasi Namikaze Minato?' Pikir Azazel yang terus mengamati Naruto.

Hanya berselang beberapa detik dari serangan pertama, seberkas kilasan berwarna putih melesat dengan super cepat dari samping Naruto dan terus menyerangnya.

[Divide!] [Divide!] [Divide!] [Divide!] [Divide!] [Divide!] [Divide!] [Divide!] [Divide!] [Divide!] [Divide!]

Itulah suara yang terus dikeluarkan sebuah gauntlet dan juga diikuti kilauan cahaya berwarna putih sebagai tanda bahwa ia terus membagi dua kekuatan sang lawan. Kini pemilik gauntlet berwarna putih itu telah melayangkan sebuah tinjuan ke wajah Naruto.

Kurang dari satu senti meter sebuah kepalan tangan melesat melewati wajah Naruto saat ia berhasil mengelak kesamping. Dan ketika badan pemilik kepalan tangan itu berada tepat didepannya, tanpa membuang waktu Naruto juga melakukan hal yang sama, yaitu menyiapkan bogem mentah yang jauh lebih mematikan dengan aura emas disekitarnya.

"Senryuu"

*PRANK*

Bagaikan peluru yang melubangi selembar kertas tisue, dengan sangat mudah kepalan tangan Naruto telah menghancurkan sebuah armor baja berwarna putih hingga berkeping-keping dengan sekali pukul. Tubuh malang yang terkena bogeman itu pun juga terlempar dan menghancurkan tembok bangunan.

Dari balik bongkahan beton bangunan yang hancur, seorang pemuda dengan rambut perak berkali-kali memuntahkan darah segar dari mulutnya. Ia mencoba bangkit, namun rasa sakit yang sangat menyiksa di perutnya membuat ia kembali terjatuh.

"Sepertinya kau bertambah kuat, Albion. Ini pertama kalinya kau tidak pingsan saat terkena pukulanku senjutsuku" ucap Naruto sedikit memuji kekuatan Vali sang Vanishing Dragon yang semakin bertambah kuat.

'Ah, jadi dia yang selama ini selalu membuat Vali pulang dengan keadaan babak belur dan baru sembuh dari luka-lukanya setelah satu minggu penuh menjalani pengobatan. Pantas saja luka Vali sangat lama sembuh, tak bisa dipungkiri memang... Luka yang diakibatkan teknik senjutsu tak hanya merusak tubuh luarnya saja, tetapi juga sampai merusak bahkan menghancurkan aliran jiwa yang seseorang '

'Tapi, bagaimana bisa pemuda itu mendapatkan teknik sekuat itu? Sepengetahuanku hanya klan Youkai tingkat tinggi seperti Kitsune dan Nekoshou saja yang mampu menguasainya. Apa mungkin ia merupakan iblis campuran?' pikir Azazel dengan berbagai spekulasi yang terus ia proses.

"Uhuk..!" Vali kembali terbatuk darah dengan nafas putus-putus dan membuat Azazel tersadar dari fikirannya kemudian mendekat kearah Vali.

"Kau tidak apa-apa Vali?" tanya Azazel yang kini tengah membantu Vali berdiri.

"Perutku terasa terbakar dan tubuhku pun terasa lemas" ucap Vali. Ia terus merasakan sakit yang luar biasa di sekitar perutnya akibat satu pukulan telak Naruto.

"Oh iya, dimana pemuda itu? Aku masih sangat penasaran dengan dia" ucap Azazel sembari mencari-cari keberadaan permuda pirang itu.

"Maksudmu Naruto? Dia sudah pergi" jawab Vali yang terus meringis dan memegangi perutnya..

'Hm, Naruto ya..? Kau sangat menarik, bahkan lebih menarik dibandingkan dengan sacred gear yang selama ini kuteliti. Pantas saja jika si Hakuryuuko lebih tertarik padamu dibandingkan rival abadinya. Aku akan mencari tahu semua tentangmu, Naruto...' pikir Azazel yang telah menemukan sesuatu yang menarik

.

.

Gelap dan heningnya malam kini telah tergantikan dengan suara merdu burung camar yang menyambut datangnya pagi. Seberkas cahaya mentari pun mulai merambat dan menembus jendela kaca sebuah kamar tanpa permisi terlebih dahulu.

Dari balik selimut tebal, seorang gadis cantik dengan mahkota hitam sepunggungnya terlihat mulai menggeliat karena merasa silau. Kelopak matanya pun perlahan-lahan mulai terbuka dan menampakkan sepasang manik violet cantik yang keindahannya melebihi batu permata.

Hidup kedua, itulah kesempatan berharga yang gadis itu dapatkan disaat matanya kembali terbuka. Meskipun harus kembali terlahir dengan keadaan yang berbeda, setidaknya menjadi seorang iblis tidaklah terlalu buruk bukan..?

Tapi, hidupnya kini tak lagi hanya miliknya seorang. Karna setengah jiwanya akan ia berikan untuk menerangi hati seseorang setelah sekian lama berada dalam jurang kegelapan.

.

-CUT-


A/N: Hello Minna... seperti biasanya, saya selalu kasih note di ahir cerita. Oh iya, sebelumnya saya mau ngucapin banyak terima kasih pada readers atas masukan serta dukungannya. Dan tentang pertanyaan-pertanyaan yang kalian tanyakan pada chapter sebelumnya, sebagian udah saya balas lewat PM.

Pemberitahuan nih... Saya udah menentukan pairnya, yaitu Naruto x Raynare (No Harem). Mohon maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian inginkan. Saya milih Raynare karna belom banyak yang bikin tuh tokoh jadi pair Naruto di fanfic xover DxD. Selain itu, saya juga pengen ngubah tokoh yang sebelumnya jadi penjahat + udah mati ini biar tobat n jadi cewek baik-baik. kwekkwekkwek.

Untuk urusan rated, kemungkinan besar saya gak masukin adegan yang namanya jeruk (lemon). Saya suka jeruk, tapi gak bisa nanem jeruk.. You Know..? wah iya, sekarang gak musim jeruk loh.. tapi lagi musim salak. Kalau adegan mama lime sih... maybe?

Dan pemberitahuan yang terakhir, chapter selanjutnya kemungkinan saya gak bisa apdet cepet karna masih ada sedikit urusan. Tapi, jika saya lagi dapet inspirasi yang melimpah dari langit, meskipun sibuk akan saya usahain buat ngelanjutin lagi.

See You Next Time...