SESUDAH PERANG

Author: Minyak Tanah

Pairing: Narushion Naruhina Slight Sasuhina

Rated: T

Peringatan: bumbu typo,berantakan, semi canon

Sesaat setelah kepergiannya meninggalkan Oni no kuni Naruto merasa melupakan sesuatu yang penting sehingga harus kembali ke Oni no kuni untuk mengambil atau tepatnya membawa sesuatu yang penting itu.

"Naruto kenapa kau kembali? Ada apa?" Tanya shion sesaat telah Naruto kembali sampai di istana miko negeri iblis itu.

"Shion apa kau melihat Shion-chan aku benar benar tak engeuh tidak membawanya ikut bersamaku? " tanya Naruto kepada Shion mengenai keberadaan anaknya yang namanya sama dengan ibunya itu.

"Shion-chan bukannya telah ikut bersamamu Naruto kenapa bisa tak ada? Kau ceroboh sekali tak bisa menjaga anaknmu sendiri Naruto ckkk" cercah shion sembari mencari anak tertuanya itu." Naruto bantu aku! Letakkan saja anak anak di ranjang bayinya cepat bantu aku!"

Mendengar perintah shion yang begitu panik mencari anak pertama itu membuat naruto tanpa banyak nasi basi segera meletakkan ketiga buah hatinya itu ke ranjang bayi yang bisa memuat 4 batita itu dengan hati - hati takut kenapa - kenapa anaknya itu setelah itu naruto segera bergegas menyusul shion yang sekarang berada di singgasana miko tempat dimana pertama kalinya Naruto bertemu dengan shion.

Setelah sampai di tempat singgasana itu ia melihat shion menggendong seorang anak kecil berambut pirang cerah turunan ayahnya yang diketahui bernama Uzumaki Shion anak dari uzumaki naruto dan miko negara iblis, shion dengan penuh kasih sayang " kenapa kamu menghilang nak, kaa-san; sangat panik tahu kau merepotkanku saja huh anak nakal" keluh shion sambil mencubit pipi anaknya yang begitu menggemaskan sang anak yang menjadi korban cubitan ibunya itu hanya bisa cemberut memanyunkan bibir dengan ekspresi yang begitu lucu untuk dilihat.

Sang ayah hanya bisa tersenyum dengan ibu dan anak yang masih 8 bulan itu sedang berinteraksi dan kemudian menyusul kedua anak dan ibu itu.

"Shion- chan anak nakal ya membuat tou-san panik ih"

Kyaagya- yaa" cekikikan shion kecil tanganya mulai menggapai naruto yang didepannya.

" nah shion karna shion- chan sudah ketemu maka aku akan segera pergi jadi selamat tinggal "

Naruto dan keempat anaknya akan memulai perjalananannya menuju konoha kampung halaman ayahnya.

Sementara itu di konoha

" Anbu apakah ada kabar dari keberadaan naruto" tanya godaime hokage a.k.a tsunade kepada salah satu Anbu yang memakai topeng rubah.

" Belum Hokage- sama tim yang anda beri misi untuk mencari naruto pun belum kembali ke desa tapi menurut desas- desus yang kami dengar Naruto sekarang berada di oni no kuni tapi kabar itu belum terbukti benar. " jawab anbu itu lalu tsunade menyuruh mereka dan hanya dibalas bungkukan hormat oleh beberapa Anbu yang dipanggil tsunade itu.

" naruto dimana kau sekarang sudah setahun sudah kau menghilang bahkan statusmu pun masih tak jelas apakah masih hidup atau sudah mati dan juga kaulah pengganti ku sebagai hokage dan menyerahkan warisan kertas laknat ini padamu " keluh hokage itu membatin.

Disaat tsunade sedang pusing dengan kertas - kertas dokumen yang menumpuk di meja kerjanya.

Hinata sedang murung di kamar tidurnya yang gelap , " Naruto- kun sudah setahun kau menghilang tapi sampai sekarang kau masih saja tak kembali Naruto- ku hikss- hikss aku benar- benar merindukanmu Naruto- kun" itulah ungkapan perasaan sedih hinata semenjak menghilang nya naruto dan kematian Neji menjadi pemurung bukan hanya itu dia pun menjadi sensitif mengenai orang yg dicintainya itu.

"Sasuke- kun ayo kita pergi jalan- jalan sudah lama kita tidak jalan - jalan bersama" ajak sakura kepada sasuke yang saat ini sedang berjalan dengan sakura menuju kantor hokage untuk melaporkan misi yang telah diselasaikan oleh mereka berdua.

" Hn, aku sibuk aku tak bisa " jawab singkat

" ya tak apa - apa mungkin lain waktu" kecewa lagi- lagi kecewa sudah biasa bagi sakura dari dulu sama tak pernah di anggap oleh orang disampingnya itu tapi walau begitu ia akan tetap berusaha walau harus menunggu lams untuk menuai hasilnya.

"Shikamaru selamat ya tak ku sangka kau mendahului kami lagi untuk kedua kalinya benarkan Chouji? "

" krauek, ,Kraauukk benar kata ino..Krauuk.. krauuuk kau hebat shikamaru "

"Mendokusei, aku tak sehebat itu kok ino, chouji kalian melebih- lebihkan saja"

" yap shikamaru, kita makan " ujar chouji semangat sembari memakan yakiniku dengan lahapnya sampai lupa pada 2 temannya yang masih asik mengobrol itu.

"Chouji jangan cepat- cepat kalau makan kau bisa tersedak nanti " suara ino memperingati walau chouji tampak nya tak mengindahkan perkataan ino tadi.

Di lain tempat

Hinata sedang duduk tenang menunggu ramen pesanannya datang. Hinata akan selalu ke kedai ichiraku di kalau ia rindu dengan naruto dan tampaknya pesanannya sudah datang.

" ini pesanan anda selamat menikmati" ujar ayame pelayan sekaligus anak dari pemilik kedai ichiraku.

Hinata memakan ramennya pelan- pelan meiresapi rasa ramen yang di sukai orang yang di cintainya itu.

Dan sepertinya hinata tak tau besok adalah hari yang ditunggunya karena besok Naruto sudahsampai di konoha dan membawa sesuatu yg mengejutkab.

Kejutan apa itu?

Yang penasaran tunggu chap depan ya

Saya mohon maaf jika banyak typo nya karna saya kesulitan mengetik di keyboard virtual

Sekian terima kasih