Sesudah Perang

Disclaimer©Masashi kishimoto

Pairing: NaruShion Naruhina

Hati-hati typo bertebaran, semi canon , ooc,

Alur alur angin bersemilir berhembus menembus sang sangkala dunia

Suatu pagi di sebuah desa bernama konohagakure no sato

Seorang Gadis berumur 18 tahunan berdiri di depan gerbang masuk desa tersebut

Gadis itu memakai baju lengan panjang berwarna kuning dan celana merah panjang selutut sedangkan kakinya mengenakan sendal kayu yang author tidak tahu namanya apa.

Gadis itu menatap gerbang masuk itu dengan sukacita, tidak sia-sia pergobanannya mengeluarkan uang banyak untuk menyewa ninja berkemampuan teleport mumpuni membuahkan hasil buktinya ia dengan cepat sampai di tempat tujuannya tanpa perlu perjalanan yang panjang yang memakan waktu melewati pepohonan hutan yang menyeramkan ketika malam karena gelap.

Gadis itu berjalan melewati gerbang itu dengan semangat dan rasa rindu yang sudah menggebu-gebu akan tetapi belum sempat ia melewati gerbang masuk itu tiba -tiba ia di hadang oleh dua orang shinobi dari desa tersebut menatapnya penuh curiga.

"Mau apa kalian ?" ujar gadis itu yang kita ketahui bernama shion ini sepertinya tak senang karena aksi dua shinobi tersebut yang menghadangnya memasuki desa konoha untuk melepas rindu pada suami dan anak-anaknya.

"Maaf Nona anda tidak bisa memasuki desa kami sebelum anda menyerahkan tanda pengenal anda pada kami " ujar Salah satu shinobi memberikan penjelasannya pada shion karena menghandang miko negeri iblis tersebut untuk memasuki desa yang di jaganya.

"Oh hanya itu" gumam Shion mengambil sesuatu dari dalam lengan bajunya yang panjang.

"Akh ketemu" ujar Shion ketika benda yang ia cari di dalam lengan bajunya ketemu.

"Ini dia, jadi boleh aku lewat ?" Ucap shion menyerahkan benda itu yang berupa gulungan kepada dua shinobi tersebut.

Salah satu dari dua shinobi tersebut lalu mengambil gulungan yang di berikan shion tadi setelahnya ia membuka gulungan tersebut lalu membaca nya dengan seksama.

Setelah mengetahui bahwa gadis yang di hadangnya tidak membahayakan , lantas dua shinobi tersebut menyerahkan kembali gulungan tersebut pada shion dan memberi jalan pada gadis itu untuk memasuki desa mereka

"Maafkan kami telah mencurigai anda nona, silahkan memasuki desa konoha " ucap salah satu shinobi sembari memberi hormat kepada miko negeri iblis tersebut.

Shion lalu mengambil gulungan itu mendecih tak suka kepada dua shinobi tadi yang menghadangnya.

"Hah mengganggu saja" gumam Shion pelan setelah melewati gerbang desa tersebut.

Naruto,Sakura, Hinata beserta keempat bayi Naruto saat ini tengah melakukan aktifitas paginya di apartemen Naruto.

Hinata memandikan Shera dan shion di sebuah bak plastik yang kemarin Sakura bawa sedangkan Naruto dan Sakura kini tengah memberi makan Shina dan Saara dengan bubur bayi yang telah di masak oleh Sakura.

"Naruto lihat Shina dan Saara lahap sekali makannya tak ku sangka nafsu makannya begitu besar sama sepertimu " ujar Sakura yang tengah mengelap sisa -sisa bubur yang tertempel di pipi Saara dengan sapu tangannya.

"Memang nya kenapa Sakura-Chan bukannya itu baik, Anak-anakku tandanya sehat tidak krempeng seperti tengkorak hidup" balas Naruto yang tengah membersihkan sisa-sisa bubur yang berceceran di lantai apartemennya.

Setelah membersihkan ceceran bubur bekas Saara dan Shina

Ayah empat anak itu lalu berjalan ke kamar mandi untuk membantu Hinata yang memandikan dua anak Naruto yang lain.

"Mau kemana kau Naruto?" Tanya Sakura sesaat temannya itu beranjak pergi .

"Aku mau membantu Hinata dulu, Sakura-chan. Jaga Shina dan Saara ya !"

"Ya " balas Sakura singkat masih sibuk menyuapi kedua anak Naruto dengan bubur yang ia masak

Hinata telah usai memandikan kedua bayi Naruto yang imut-imut itu.

Hinata begitu bahagia saat ini dan bisa mendapatkan kegiatan seperti ini membuatnya hatinya membuncah penuh angan-angan.

Ia tak henti-hentinya berangan -angan jika Naruto itu suaminya, Ia berperan sebagai istrinya dan anak-anak yang Naruto bawa dari negeri iblis di ibaratkan anak-anaknya bersama Naruto.

Tapi angan-angan yang tinggi itu terbuyarkan oleh tepukan seseorang yang menepuk pundak sebelah kirinya sehingga membuatnya tergejolak kaget.

"Eh maaf-maaf membuatmu kaget ya Hinata " ujar Seseorang yang tadi menepuk pundak Hinata.

"Na-naruto-kun" gugup hinata mendapati orang yang menepuknya adalah Naruto pujaan hatinya tidak lupa dengan rona merah di wajah cantiknya.

"Rileks saja Hinata jangan tegang begitu hehe , apa aku semenakutkan itu ya di matamu?"

"Eh ma-maaf membuatmu salah sangka , Naruto-kun tak menakutiku kok, aku hanya kaget saja karena tepukan Naruto-kun tadi"

"Oh maaf ya hehe, syukurlah Hinata ku kira kau takut padaku karena dari dulu semenjak di akademi kau selalu menghindar dariku membuatku beragapan dulu kau itu gadis aneh dan kikuk tapi aku sekarang berubah pikiran tentangmu."

"Ma-maksud Naruto-kun? " tanya Hinata bingung dengan perkataan Naruto yang menggantung itu.

"Haha ya aku sekarang berubah pikiran tentangmu Hinata, kau itu gadis kuat yang baik dan lemah lembut sofan berbeda sekali dengan sakura-chan dan Ino yang suka seenaknya dan marah-marah ...hehe." jawab Naruto mendapati hinata bertanya padanya.

'Naruto-kun memujiku~~memujiku~~memujiku' inner Hinata tak percaya pujaan hatinya memujinya membuat rona merah ciri khasnya yang tadinya hanya di wajahnya kini menjalar ke seluruh tubuhnya.

Naruto yang melihat rona merah di seluruh tubuh lawan bicaranya itu membatin

'Hah sama saja seperti dulu tidak pernah berubah, Hinata oh Hinata' inner Naruto menggeleng-geleng maklum dengan sikap Hinata yang dari dulu tidak pernah berubah ketika berbicara dengannya.

"Oh iya Hinata ayo kita handuki Shera dan Shion sepertinya mereka mulai bosan di dalam bak air itu, lihat bahkan Shion-Chan mukanya cemberut karena kebosanan menunggu kita menghandukinya" Ucap Naruto mengalihkan pembicaraan yang menurutnya bisa membawa masalah baginya nanti itu.

"Akh i-iya" sahut Hinata agak kaget dengan perkataan Naruto yang ketika itu ia masih kepikiran dengan pujian yang tadi Naruto lontarkan padanya.

Lalu kedua insan manusia itu menghanduki kedua bayi itu setelah nya membawa kedua bayi tersebut ke kamar Naruto untuk di pakaikan baju.

Sepertinya Hidup Hinata akhirnya bisa kembali berwarna dengan kehadiran Naruto kembali di dekatnya.

Sementara itu

Shion kini tengah berjalan-jalan di keramaian desa Konoha. disana ia bisa melihat beberapa pedagang dan pembeli melakukan aktivitas tawar menawar dan lainnya bercengkrama hangat.

Shion berhenti di sebuah toko peralatan rumah tangga, Ia ingin membeli beberapa peralatan yang mungkin di perlukannya ketika mengijakan kakinya di Apartemen Naruto.

Shion melihat-lihat beberapa peralatan rumah tangga yang di pajang di dalam toko tersebut tapi sayangnya tak ada yang menarik untuk ia beli saat ini karena tidak menemukan benda yang ia inginkan akhirnya gadis itu keluar dari toko tersebut.

Shion bersama Naruto rencananya setelah mereka menetap di Konoha ingin membuka sebuah perternakan atau sebuah toko untuk menghabiskan waktu mereka selain merawat keempat anak mereka bukan mencari penghidupan.

Karena Shion itu banyak Harta dan kaya raya tanpa perlu bersusah payah bekerja ia sudah memiliki pendapatan tak sedikit dari pajak dan sumber daya di Negerinya.

Walaupun sudah menyerahkan kekuasaannya sementara sebagai kepala Negara dan pemerintahan Negeri Iblis tetap saja harta kekayaan Negaranya di miliki sepenuhnya oleh Shion sebagai pendeta tertinggi negeri iblis.

Ya meskipun Negeri yang di pimpinnya termasuk negeri yang kecil tetapi Negeri yang di pimpinnya termasuk negeri yang Makmur dan rakyatnya hidup sejahtera dan pantas saja Rakyat Negeri Iblis menyayangkan sekali kepindahan miko tersebut ke Konoha bersama Suaminya.

"H'um, aku bingung beli apa ya untuk keperluan keluarga ku nanti?" Gumam Shion pada diri Sendiri yang masih berjalan-jalan di pusat keramaian desa tersebut.

"Oh iya Naruto pernah berpesan sesampainya di Konoha aku harus mengunjungi Gedung Hokage terlebih dahulu untuk menanyakan alamat apartemennya pada hokage desa ini karena si bodoh itu lupa alamat apartemennya sendiri, ckk membuatku repot saja" ujar Shion ketika mengingat pesan Suaminya sebelum meninggalkan Negeri Iblis

Shion berjalan menuju gedung paling unik di desa tersebut karena menurut Naruto Gedung Hokage itu bentuk nya unik yang Suaminya tidak tahu bentuknya seperti apa.

"Mungkin Gedung yang berlambang Negara Api itu Gedung Hokage yang Naruto maksud, akhhh semoga saja benar feeling ku ini. " Shion berjalan menuju gedung yang menurutnya Gedung Hokage dengan santai mungkin saja ia bertemu dengan suaminya Di Jalan.

"Hinata" panggil Naruto sesaat Hinata pamit diri untuk pulang padanya.

"Ya Na-naruto-kun" balas Hinata gugup

Naruto sama gugupnya dan hanya bisa menundukan kepalanya

" Hinata kumohon maafkan aku!" Ujar Naruto tiba-tiba.

"Ekhh" bingung Hinata mendapati pujaan hatinya itu meminta maaf padanya.

"K-kenapa Naru-ruto-kun meminta maaf padaku ? Memang Naruto-kun punya salah apa ? " tanya Hinata tidak mengerti kenapa Naruto meminta maaf padanya.

Naruto menggenggam tangan Hinata spontan membuat Hinata mati-matian menegakkan badannya menahan pingsan karena begitu gugup atas tindakan pujaan hatinnya yang menggenggam kedua tangannya.

"Hinata aku tahu kau menjadi pemurung dan terus bersedih karena aku pergi dari sini dulu, aku sungguh menyesal hinata, aku tak tahu kepergianku akan berdampak buruk seperti ini padamu jadi maukah kau memaafkanku Hinata atas ketiadaanku di sisimu dulu, aku berjanji akan menebus kesalahan ku dulu meninggalkan mu." ucap Naruto menjawab ketidakmengertian Hinata kenapa ia meminta maaf pada wanita di depannya itu.

Deg

Hinata tertegun dengan penuturan pujaan hatinya itu karena ia tak menyangka pujaan hatinya itu tahu masalahnya karena kehilangan sosok pujaan hatinya itu.

Tapi sebelum Hinata menjawab permintaan maaf Naruto tiba-tiba sesosok wanita muda menggeram marah tanda tak suka melihat adegan NaruHina tadi.

"Naruto sedaaang apa kau dengan wanita itu" desis wanita itu membuat genggaman tangan Naruto pada tangan Hinata sontak terlepas lalu kedua orang yang tadi saling menggenggam tangan itu menengok kearah suara wanita yang mendesis tadi.

"Shi-shion" cicit kaget Naruto mendapati istrinya memergoki dirinya menggenggam tangan wanita lain.

"Naruto kemari !" Perintah Shion pada naruto supaya mendekat padanya.

Hinata bingung dengan wanita yang menahan amarahnya itu entah tau penyebabnya apa.

Shion melirik Hinata yang tadi digenggam tanganya oleh suaminya dan menatapnya penuh amarah.

"Kau nona manis bermata perak bisakah menyingkir dari sini" perintah Shion seenaknya pada Hinata membuat Hinata agak tersinggung dengan perempuan itu.

Naruto yang tampak panik melihat istrinya yang hampir meledak karena amarah langsung saja menyeret Shion ke dalam apartemennya takut terjadi hal-hal tidak- tidak karena kemarahan istrinya itu.

Braakk

Suara pintu tertutup meninggalkan Hinata yang terbengong di depan pintu apartemen Naruto.

Setelah itu dengan kebingungan yang nyata, Hinata lalu meninggalkan apartemen Naruto menuju rumahnya dengan pikiran yang melayang tentang siapa wanita tadi yang sepertinya tidak senang dengan keberadaannya tadi.

Sementara itu Di dalam Apartemen Naruto

Naruto kini di tatap istrinya garang menandakan istrinya sedang menahan amarah padanya membuatnya harus bersiap-siap menerima amarah shion yang pastinya meledak-meledak membuat kupingnya panas.

Naruto memejamkan matanya bersiap menahan sakit semisal shion melakukan tindakan KDRT padanya.

Greeppp

Namun bukannya pukulan atau cubitan yang biasanya istrinya lakukan ketika ia sedang marah padanya melainkan

Tanpa tertuga Shion memeluk Naruto ketika pemuda itu telah memejamkan matanya tapi spontan terbuka ketika tubuhnya terasa ada yang memeluknya.

"Hiksss...hiksss" tangis shion kecil mencengkram erat pakaian Naruto seakan takut dan tak rela suaminya meninggalkannya.

Naruto sekarang dibuat bingung dengan tingkah istrinya yang menangis padahal ia mengira istrinya akan marah padanya.

"Kenapa menangis?" Tanya Naruto sembari mengelus-ngelus rambut shion penuh kasih sayang.

"Kau marah padaku ya?, terus terang saja bila kau marah! Ayo pukul aku, apapun yang kau mau, ayo lakukan jangan sungkan hehe"

Plaaak

Pipi Naruto memerah akibat tamparan shion karena keinginanya tapi ia tersenyum istrinya kembali ya kembali seperti Shion yang ia kenal.

Shion menatap Naruto instens yang kini dalam pelukan Naruto lalu melingkarkan tangannya pada leher Naruto.

Cuppp

Shion mencium Naruto lalu memeluk suaminya itu lagi sangat erat membuat Naruto kelabakan karena sulit bernafas.

"Sayang bi-bisa kau di le-lepaskan pelukanmu! Sesak tahu."

"Tidak mau, bila ku lepas kau akan meninggalkan ku saat ini juga bukan " kekeuh shion menolak permintaan suaminya yang menyuruhnya untuk melepaskan pelukannya itu.

"Baiklah tapi jangan kencang-kencang, kau mau membuat suamimu ini mati hah karena pelukan istri sendiri."

"Ckkk iya-iya aku akan kendurkan ini tapi jawab pertanyaanku, siapa perempuan tadi hah?" Tanya Shion penuh selidik ingin tahu lalu setelah itu ia mengendurkan pelukannya pada Naruto.

"Hinata maksudmu, perempuan bermata perak rambut indigo dan wajahnya sungguh manis yang tadi ku genggam tangannya itu lalu kenapa memangnya, kau cemburu?" jawab Naruto sengaja memancing Shion untuk jujur kalau istrinya itu cemburu.

Shion yang mendengar jawaban dari Naruto hanya bisa mendecih walaupun ia cemburu manamungkin ia mengaku pada suaminya itu bisa hilang sudah kewibawaannya sebagai miko terhormat.

"Iya aku cemburu lantas kenapa kau mau ku hukum" jujur Shion pada Naruto walaupun harus menjatuhkan harga dirinya sendiri di depan suaminya itu tapi tak apalah yang penting suaminya itu tahu ia tak suka melihatnya berduaan dengan wanita lain selain dirinya.

"Huwaa, ternyata istriku yang galak ini bisa cemburu juga ya hihi tak kusangka, membuatku ingin tertawa saja haha" ujar Naruto seakan terbawa suasana ia lantas mencubit kedua pipi istrinya spontan membuat kedua belah pipi shion melar akibat ulah Naruto tersebut.

Shion mengeluarkan hawa panasnya membuat Naruto merinding seakan sudah tahu penyebabnya apa ia lantas buru-buru menghentikan cubitannya pada kedua belah pipi istrinya tanpa ada aba-aba Naruto mencium bibir istrinya itu yang sedang mengeluarkan amarahnya membuat shion yang tadi ingin menghajar habis-habisan suaminya itu akhir nya tak jadi dan luluh lalu shion membalas ciuman suaminya dengan rakus ingin mendominasi suaminya itu.

Shion yang sedang tak bagus moodnya itu tanpa ampun mengunci mulut Naruto, lidahnya penuh keinginan menerobos bibir Naruto untuk bermain pedang di dalam mulut suaminya.

"Mmmmphhfff"

Naruto mengerang bukan menikmati ciuman istrinya tapi kesulitan bernafas karena ia sulit mengambil pasokan udara karena Shion tak memberinya kesempatan untuk mengambil Nafas karena bibirnya sudah di kuasai Shion yang sedang emosian.

Cukup lama mereka bercumbu dalam apartemen tersebut membuat seseorang perempuan yang berada dalam satu apartemen yang sama dengan pasangan suami istri tersebut yang sedang bercumbu sedikit terganggu dengan suara erangan dan desahan kedua insan yang bercumbu mesra tersebut.

"Ckk apa sih yang si bodoh itu lakukan" ujar perempuan itu lalu mengendong salah satu anak Naruto setelahnya ia berjalan menuju asal suara itu untuk menegur Naruto agar tidak membuat suara yang mengganggunnya itu.

Sakura begitu shock ketika ia ingin menegur Naruto di ruang tamu tempat pintu masuk apartemen Naruto berada tanpa terduga ia melihat pemandangan yang cukup membuatnya malu karena memergoki sepasang insan yang sedang memadu kasih reflek tangan kirinya menutupi matanya sedangkan tangan kanannya masih memangku salah satu anak Naruto setelah itu ia kemudian...

"Kyaaaa...kyaaaaa"

Berteriak sangat kencang sehingga kedua insan yang tengah asik bercumbu tergejolak kaget lalu melepaskan ciuman mereka.

"Sakura-chan " ujar Naruto ketika melihat Sakura memergokinya tengah berciuman dengan istrinya.

"Naaaaruuutooo" geram shion lalu menjewer kuping Naruto membawanya ke kamar terdekat untuk menuntaskan hasratnya yang tadi terganggu oleh seseorang yang ia kenal bernama Sakura teman satu tim genin Naruto dulu sepertinya ia tak terlalu peduli dengan kehadiran Sakura seperti tadi dengan Hinata entah apa penyebabnya.

"Saaakit ...sayang..pelan-pelan" rancau Naruto karena kupingnya jewer oleh istrinya itu lalu mengikuti Shion menuju kamar terdekat untuk menuntaskan hasrat istrinya yang sudah kepalang tanggung rupanya meninggalkan sakura yang masih menutup matanya dengan tangannya.

Setelah tiba di salah satu kamar di apartemen Naruto , dua sejoli itu lalu melanjutkan aktivitas tadi tanpa memperdulikan sakura yang masih berdiri dengan tangan kirinya menutup kedua matanya.

"Hmmmm hahaaaaa" tawa shion penuh kemenangan melihat tubuh suaminya di penuhi kissmark darinya membuatnya tambah bernafsu menyerang suaminya lagi.

"Sayang, kau sungguh keterlaluan menjatuhkan harga diri suamimu sendiri, aku juga mau membuat kissmark di tubuhmu" rengek Naruto ingin mendapat hak yang sama seperti istrinya.

"Aku tak mau kau cupangi baka dan juga aku selalu ingin di atas tidak mau di bawah di kunkung olehmu"

"Akhh kau sungguh istri yang kejam shion, aku menyesal menikahimu dulu kalau begini jadinya, aku juga ingin yang berada diatas tidak di bawah melulu aku merasa di pecundangi olehmu"

"Kau menyesal ya sayang" ujar shion mendekati suaminya dengan seringaian mesum ingin memakan suaminya.

"M-mau apa kau shi-shion"

"Katanya kau ingin berada di posisi atas dalam hubungan kita" shion lalu memeluk suaminya itu menduduki dirinya di pangkuan Naruto.

"Oh kami-sama, benarkah itu sayang?" Tanya Naruto sungguh tak percaya istrinya itu mau dibawahinya.

"Huuum iya asalkan..."

"Asalkan?"

"Aku boleh hamil lagi"

"Aaaappppa"

"Berisik baka"

"Kau bercandakan sayang, masa kau ingin hamil lagi padahal anak -anak kita masih belum genap satu tahun menyusu padamu. Aku tak tega melihatmu kesusahan sayang, hmmm memangnya kenapa kau ingin hamil lagi sayang?" tanya Naruto heran dengan permintaan istrinya itu yang ingin hamil lagi.

Shion ragu-ragu menjawab pertanyaan suaminya kenapa ia ingin hamil kembali. Sesungguhnya ia sebenarnya tak ingin hamil lagi dalam waktu dekat ini tapi menurutnya itu lebih baik untuk keberlangsungan hubungannya dengan Naruto mendatang.

Shion ingin melahirkan anak laki-laki penerus suaminya kelak

Sebenarnya shion ragu apakah ia bisa melahirkan anak laki-laki atau tidak dengan riwayat miko-miko terdahulu yang hanya melahirkan anak perempuan.

Shion ingin memiliki anak laki-laki untuk mempertahan klan Naruto yang memang cuma suaminya yang ia tahu ber klan uzumaki karena anak laki-laki yang akan meneruskan nama klan ayah dan terus memproduksi bayi-bayi uzumaki selanjutnya.

"Hmmmm,,, akh tidak jadi ah"

"Kenapa"

"Hahaaa, karena aku ingin selalu di atasmu Naruto" ujar shion lalu menyerang suaminya lagi tanpa ampun membuat suaminya mengerang kesakitan karena perlakuan isterinya yang membuatnya harus melayani hasrat istrinya yang selalu ingin mendominasinya itu.

"Rasakan ini Naruto kau membuatku di marahi nenek Hokage galak itu tadi akan ku balas kau Naruto"

"Uwahhhhh...jangan gigit kupingku uwahh " teriak Naruto ketika kupingnya itu di gigit oleh istrinya.

"Kyaaa...kyaaa" cekekikan anak-anak Naruto mendengar pertempuran ayah dan ibunya itu membuat sakura mengeryit heran aneh.

Sakura kini menempelkan telingannya di pintu kamar Naruto menguping kegiatan Naruto bersama istrinya, huh dasar Sakura tadi menutup mata sekarang malah menguping kegiatan orang dasar aneh

Hah dasar pasangan aneh masa suami takut istri, istri yang ingin mendominasi, anak-anak cekekikan mendengar ayahnya di percundangi ibunya hah, pernikahan macam apa ini yang di jalani Naruto dan Shion sungguh tak patut di contoh anak-anak

Sementara itu di ruang keluarga mansion Hyuuga

Hinata kini memegang sebuah kuas yang dilumuri tinta sedangkan di depannya ada Ayahnya yang memperhatikannya.

"Hinata tulislah seseorang yang ingin kau jadikan suami di gulungan ini dan alirkan cakramu setelah kau menulis kan nama orang itu" perintah Ayah Hinata menyuruh putrinya itu untuk menulis pria yang ingin putrinya itu nikahi.

Gulungan yang di maksud adalah sebuah gulungan fuin khusus klan hyuuga dimana gulungan itu berguna untuk mengikat dua sejoli yang menikah untuk bersama sampai kedua sejoli yang mengikat kontrak dengan gulungan itu mati karena klan Hyuuga mengharamkan apa yang di maksud dengan perceraian.

"Haikk" sahut Hinata lalu mengambil kuas yang sudah di celupkan tinta, dengan ragu ia menulis pria yang ingin ia jadikan suaminya sampai ajal menjemputnya kelak.

Hinata sebenarnya ragu untuk menuliskan nama pujaan hatinya itu di gulungan tersebut akan tetapi ia harus egois kali ini memiliki Naruto adalah impiannya sejak dulu bukan.

Hinata juga masih bertanya-tanya di benaknya siapa perempuan pirang yang mempergokinya tadi dan hubungannya dengan Naruto apa?.

Akan tetapi semua pikiran tentang perempuan itu ia buang jauh-jauh dari pikirannya mungkin perempuan itu ibu dari anak-anak yang naruto bawa dari negeri iblis karena ia melihat kemiripan antara perempuan itu dengan anak-anak yang di bawa oleh Naruto, ya Hinata yakin itu perempuan itu bukan siapa-siapa Narutonya.

Dengan tangan yang gemetaran, Hinata menuliskan Nama Uzumaki Naruto pujaan hatinya di gulungan tersebut lalu mengalirkan cakranya ke gulungan itu sehingga gulungan tersebut mengeluarkan cahaya terang menyilaukan setelahnya gulungan itu melipat sendiri lalu terbang ke tangan Ayah Hinata.

"Ingat Hinata pesan tou-san jangan pernah dekati bocah Uchiha itu!, kau tahu sendiri bukan sejarah klan kita yang terkena kutukan apabila perempuan klan kita menikahi pria dari klan Uchiha maka keturunannya akan membawa malapetaka bagi kedua klan karena setiap anak yang lahir dari ibu seorang hyuuga dan ayahnya dari klan Uchiha maka anak itu di pastikan cacat dan akan membawa penyakit mematikan yang menyerang pengguna byakugan sehingga mata yang kita banggakan ini hanya akan menjadi hiasan saja di wajah kita sendiri, kau mengerti putriku?" Pesan Ayah Hinata kepada putri sulungnya itu untuk menjauhi bocah uchiha yang membakar mansionnya kemarin.

Ya Hiashi sangat tak merestui anaknya itu untuk di miliki uchiha terakhir yang menyebalkan itu.

Bukan karena kejadian pembakaran mansionnya oleh uchiha terakhir tersebut kemarin membuatnya tak menerima uchiha sasuke menjadi menantunya melainkan sejarah kedua klan yang sangat mengutuk pernikahan antara dua klan elite tersebut.

Karena pernikahan yang di kutuk itu hanya akan merugikan kedua belah pihak klan karena pernikahan beda klan tersebut menghasilkan keturunan-keturunan yang cacat dan pembawa penyakit menular yang menyebabkan kebutaan bagi pengguna byakugan maupun sharingan yang tertular penyakit tersebut hingga akhirnya Nindaime Hokage dulu melarang keras pernikahan antara klan Hyuuga dan uchiha tersebut dan menyebutnya sebuah kutukan yang menyeramkan mulai saat itu pernikahan antara kedua klan tersebut tak pernah terjadi lagi hingga saat ini.

"Aku mengerti otou-san, lagipula aku tak menyukai Uchiha-san karena yang ku cinta hanya orang itu, otou-san tahu sendirikan siapa orang ku maksud itu" Angguk Hinata mengiyakan permintaan Ayahnya.

"Ya tou-san tahu, pahlawan desa itu bukan yang selau kau ratapi setiap harinya di kamarmu kan" ujar Ayah Hinata paham apa yang dimaksud orang itu yang Hinata katakan tadi.

"Hn tou-san harap kau tak salah memilih orang nak karena pernikahan bukanlah sebuah permainan tapi sebuah keyakinan dan kesungguhan untuk memahami dan saling mengerti antara laki-laki dan perempuan untuk membina bahtera rumah tangga yang sakral, ingat pula klan kita ini mengharamkan peceraian jadi pertimbangkan pilihan mu itu sebelum tousan mengikatmu dan laki-laki pilihanmu dalam sebuah perjanjian yang kau tulis di gulungan ini" pesan Sang Ayah sebelum ia mengikat Hinata dan pilihan anaknya dalam sebuah ikatan yang tertulis di gulungan tersebut.

Mendengar pesan sang Ayah, Hinata hanya mengangguk mengiyakan lalu pamit meninggal ayahnya sendirian yang memegang gulungan tadi.

"Uzumaki Naruto ya, hmm pilihan putriku tidak buruk juga" gumam Hiashi setelah kepergian Hinata anaknya.

"Ku harap kau bahagia anakku" imbuh hiashi lalu pergi meninggalkan tempat itu untuk menuju toko perhiasan mencari mas kawin untuk acara pelamaran anaknya nanti

Tanpa tahu di balik itu semua pilihan putrinya adalah sebuah kesalahan besar untuk kebahagiaan anaknya sendiri

Tbc

Ok

Di hampura aku tidak bisa hurt comfortan

Mewek mewek nya tidak ada

Alurnya kesumbat tikus got

Mohon maaf

Aku bingung sebenarnya ini genrenya apa ya

Ini bukan komedi atau romance loh

Tadi kenapa bukan darah tapi hanya cakra saja ya itu karena hinata belum menikah dengan Naruto.

Ok sampai berjumpa lagi chap depan hurt comfortnya lebih di utamakan

Karena semua pasti ada puncak konfiknya bukan

Ok berbuhubung author lagi terkena virus anotella insausa maka dengan itu author akan lama mengupdate fanfic fanficnya ok

Oh iya ada yang punya permintaan aku akan kabulkan satu bulan kemudian.

Kemarin ada yang request fanfic Naruino dedi kurniawan orangnya semoga ia sehat wal alfiat saat ini Amin!

Ayakan salah sahiji rupa jalma anu teu eling kana dunya, ning sadar min jalma hirup tebang sakeudeung ulah adigung jadi jalma mah ingeut ku ahirat di hareupeun panon anjeun hirup di dunya tebang lileyeukeun onam hirhir

Jalma anu burung nu bisa hiber saha nyak urang sunda lain haaha

Parmios nyak babaturan sadayana nu bageur atawa nu barader haha sing ka jamin hirup kana parmiitan Allah swt

Cupingké

Urang sunda merdeka Republik Pasundan

Hayu urang baruntak nyieun nagara Sunda ukur jeung jalma sunda solangan

Hiberkeun bedil jeung batu hayu urang timpug pamerentah haha

Wacanda

Ulah di asupkeun kana haté nyak kabéhan

W

F A V

W

P M

Jika merasa berkenan melakukan 4 hal tadi

Dadah lambai tangan