WhoNever Cared

Disclaimer©Masashi Kishimoto

Genre: tergantung mood sang Author

Pairing : NaruFemSasu

Author : PIDIA bukan PDi ya

Ok kali aku sendiri yang mengkompeseri Fanfic ini hehe

Mohon maaf jika ciri dan gaya penulisannya Beda dengan minyak tanah.

Oh ya Sekian terima kasih atas perhatiannya

Start

Hanabi berjalan untuk menempati bangku kosong yang berada di depan bangku Sasuke dan Naruto.

Perempuan berambut cokelat lalu duduk di kursinya dan perlahan - lahan berbalik untuk bertatapan dengan dua sejoli dibelakangnya.

"Halo apa kabar perkenalkan Namaku Hanabi" ujar Hanabi memperkenalkan diri lalu tanganya mengarah ke Naruto minta dijabat oleh lawan bicaranya itu.

"Eeh perkenalkan juga Namaku Naruto dan disebelahku ini Sasuke" Naruto lalu membalas jabatan tangan hanabi dan menggenggam nya lama akan tetapi suara menginterupsi alias deheman Sasuke menyadarkan Naruto lalu melepaskan jabatan tangan Hanabi dengan cepat.

'Kenapa Naruto-kun tadi menjabat tangannya begitu lama akkh aku tak rela' batin Sasuke lalu memeluk pinggang Naruto dari samping dan menatap Hanabi tajam seolah-olah tatapan itu mengandung arti"Jangan mendekati milikku' .

Melihat sikap posesif Sasuke pada Naruto itu membuat hanabi menyeringai iblis' khuu khuu heh cemburu kau sasuke, dasar perempuan jalang setelah membunuh Hinata sekarang kau rebut Naruto darinya akan ku balas kau Sasuke grrr'

"Sasuke lepaskan aku malu baka jangan peluk-peluk sembarangan" Ujar Naruto yang ingin melepaskan pelukan sasuke dari pinggangnya.

"Biarin kan Naruto-kun sudah berjanji aku boleh memelukmu"ujar sasuke buka nya mengendurkan pelukannya sasuke malah mempererat pelukannya pada Naruto.

"Baka bukan berarti kau bisa sembarangan memelukku apalagi di tempat umum begini lagipula i-tuu DADA MU MEMBUATKU SUSAH BERNAFAS TEME " kata (teriak) Naruto dan langsung saja di hadiahi lemparan penghapus dari Kakashi.

"Awwww kepalaku" jerit kesakitan naruto yang dilempari penghapus oleh Kakashi

"Naruto bisa kau diam dan sasuke bisa kau lepaskan pelukanmu dari Naruto, ini masih jam sekolah dan bisakan melakukannya dilain waktu" geram Kakashi kepada 2 murid peraih peringkat tertinggi itu.

"Tak mau sensei,aku takut Naruto- kun berpaling dariku lagipula sensei tak inginkan kan foto memalukan sensei tersebar bukan"

"Glekk"' eeh fo-to ii-tukan hah yasudahlah tapi jangan sampai kebablasan ya Sasuke" ujar Kakashi takut takut foto memalukannya saat dirinya celananya melorot saat pesta pernikahan Sasuke dan Naruto pada waktu itu tak sengaja sasuke yang sedang memfoto suasana pesta pernikahannya tak sengaja memfoto kakashi yang celanannya melorot dan tampak kolor yang dipakainya bergambar spongebob and friend itulah mengapa kakashi panas dingim takut-takut saat tadi sasuke mengancamnya dengan foto yang disebutnya memalukan itu.

Tanpa disadari oleh semuanya Sakura yang sempat terlupakan melirik pandang kearah dua sejoli yang masih berpelukan a.k.a Sasuke dan Naruto dengan pandangan sendu.

Naruto yang tengah berusaha melepaskan pelukan sasuke dari pinggangnya tanpa sengaja beradu pandang dengan sakura yang menatapnya sendu dari bangku paling depan.

"Kenapa dengan Sakura-chan ya tak biasanya dia seperti apa dia sedang ada masalah ya atau karena aku tak sebangku lagi dengannya"batin Naruto bingung dengan sikap dan prilaku sakura saat ini. 'Akh nanti aku tanyakan saja pada sakura - chan saat istirahat"

Kringg kringgg bel istirahat berbunyi nyaring

"Sasuke lepaskan aku mau ke kantin"

"Tidak akan " tolak sasuke keras kepala sehingga uratan nadi tercetak di jidat Naruto.

"Sasuke lespakan ya, aku janji nanti malam aku akan menciummu deh saat tidur" rayu Naruto yang sekarang sasuke sedang merona merah mendengar penawaran menggiurkan dari Naruto.

Kapan lagi sasuke mendapat penawaran ini coba sungguh sasuke masih ingin lebih dari sebuah ciuman.

"Tidak mau aku mau nya kita melakukan itu" sasuke merona hebat setelah mengucapkan perkataan itu sehingga membuat naruto bingung maksud dari perkataan sasuke tadi.

"Melakukan apa? Aku tidak mengerti kau bicara apa , lebih jelas kalau menginginkan sesuatu padaku" tanya naruto bingung dengan melakukan itu yang diucapkan Sasuke.

"Dobe maksu-udd ku melakukan hubungam intim layaknya suami istri" jawab sasuke malu-malu mengucapkan kalimat tadi.

"Apaaa Sasuke kau sudah tak waras ya, aku a-aaku tak mau."balas Naruto dengan gugup dan muka memerah

"Ya sudah akupun tak mau melepaskan pelukanku"

"Tapi sasuke ini penting aku harus keluar"

"Tidak bisa kau harus mau Menuruti kemauanku kalau kau ingin bebas dari pelukanku ini"ujar sasuke yang masih enggan pelukannya kalau Naruto belum mau menuruti kemaunnya.

'bagaimana ini sasuke belum mau melepaskan pelukannya tapi kalau aku menurutinya aku pun tidak bisa tapi melakukan itu kan tak ada ruginya lagipula sasuke itu cantik, lumayan sexy dan itu dadanya 2 kali lipat lebih besar dari sakura-chan. apa boleh buat aku setuju sajalah kok tak ada ruginya menuruti kemauannya'.

"baiklah sasuke aku setuju nanti malam kita melakukan itu tapi cepat lepaskan " ujar naruto yang sudah pasrah akan nasibnya malam tapi demi tahu kenapa sakura terlihat murung apa boleh buat.

"Baiklah" ucap sasuke lalu melepaskan pelukannya dari pinggang Naruto.

setelah itu Naruto keluar kelas untuk mencari sakura yang sepertinya ada dikantin

Sasuke sekarang terduduk dengam senyum manis betengger di bibir tipisnya akan tetapi "Braak" suara pukulan meja menghilangkan seketika senyum manisnya lalu ia menoleh kearah asal suara itu yang berada didepanya dan memandang perempuan bermata seperti hantu menatapnya dengan pandangan benci dan geram.

"Ada apa kau menatapku seperti itu haah" ujar sasuke geram di tatap seolah- olah ialah penyebab sesuatu hal terjadi.

"Kau sasuke kan dasar jalang setelah kau membunuh hinata dan sekarang kaupun merebut Naruto yang seharusnya mereka bahagia kalau saja kejadian itu tidak terjadi" marah Hanabi memancing amarah sasuke.

"Aku tak peduli dengan apa yang terjadi dengan Hinata lagipula bukan aku yang menyebab ia mati tapi kebodohannya lah yang menyebabkan ia terjatuh dan mati."

"KAUU BERANINYA MENGHINANYA DIDEPAN MATAKU" geram Hanabi atas ucapan Sasuke yang mengatakannya bodoh penyebab kematiaanya.

"Hehe ya bisa dibilang apalagi selain bodoh, Dia mati karena berlari setelah mendengar pernyataan cintaku pada Naruto-kun di atap sekolah lalu kebablasan menghantam besi pembatas dan jatuh karena ingin dikejar oleh Naruto dan mengatakan ini salah paham seperti Film-film india dan bergoyang-goyang gaje di taman entah kapan ia sudah sampai disana" ujar sasuke tak mau disebut pembunuh oleh perempuan bermata hantu didepannya.

"Lagipula mata nya seperti hantu pantas ia mati lalu gentayangan menjadi hantu"imbuhnya sasuke kesal membuatnya menghina Hinata yang sudah tiada.

"Kau kau menghina Saudaraku berarti juga kau menghinaku. Dasar tak diri"ujar Hanabi yang sudah dikuasai amarah. kepalanya sudah mendidih ingin meledak tanpa babibu lagi ia menarik rambut raven sasuke yang panjang.

Aksi jambak menjambak rambutpun tak terelakan oleh mereka berdua.

Kelas menjadi riuh sorakkan bertitle!"ayo ayo" menggema menyemangati peserta duel ala wanita dikelas itu.

Lain Sasuke lain dengan Naruto

Saat ini ia sedang menikmati ciuman lembut dari sakura yang ia sudah tak ia rasakan lebih dari satu tahun yang lalu dari mendiang kekasihnya hinata.

Walaupun Naruto sudah menikah dengan Sasuke boro-boro ia melakukan hal itu, menyentuh kulit sasuke baru akhir- akhir ini kecuali sasuke yang suka-suka malah doyan mencium Naruto pada malam hari saat Naruto tertidur bahkan mencetak kissmark di leher Naruto.

Ciuman itupun berhenti dan menyisalam Sakura dan Naruto yang bersemu merah.

"Sakura-chan kenapa kau menciumku sebenarnya ada denganmu? Tanya naruto sesaat ciumam terhenti.

"Karena aku mencintaimu sebab itu aku menciummu tadi"

"Tapi kenapa Sakura- chan kau tahukan Sudah..."

"Menikah ! Aku tau tapi bolehkah aku jadi cahayamu yang lain Naruto aku sungguh tak tahan perbuatan sasuke padamu yang terus saja memelukmu, aku sakit naruto, sakit disini didadaku" ujar sakura yamg perlahan- lahan mengeluarkan air matanya.

"Maaf maaf aku tak bisa tapi aku akan slalu ada disampingmu dikala susah maupun senamg sebagai sahabat" ucap naruto sembari menghapus air mata Sakura yang terus mengalir di pipi putihnya.

"Bukan itu yang kumau Naruto, aku ingin menjadi kekasihmu walaupun hanya selirmu aku rela demi itu" ujar sakura mantap terus memandang wajah naruto.

"Aku tak bisa menjawab, aku hanya ingin memiliki pasangan ya cuma satu itulah pria sejati menurut penuturan ayahku, tapi jika kau ingin aku menjadi kekasihmu aku tak bisa tanpa persetujuan sasuke"

"Baiklah aku akan bicara pada sasuke besok kuharap ia mau berbagi tapi apakah kau mencintaiku naruto"

"Jujur aku tak mencintaimu sakura tapi untuk membuat sahabatnya kembali tersenyum akan ku lakukan apapun yang kau bisa"

"Baiklah sakura- chan aku pria berengsek yang mendua jadi kumohon mengertilah. Ujar naruto sebelum meninggalkan sakura di tempat.

' tak apa berbagi asal aku bisa bisa memiliki naruto dan lagipula sasuke tidak bisa menjadi istri yang baik tanpa saran- saranku' batin sakura lega lalu meninggalkan tempat itu menuju kelasnya.

Tbc

Hehe aduh tanpa minyak tanah rasanya ada yang berbeda iyakan

Mau tau kelanjutan kisahnya

Akankah sasuke menyetujui permintaan sakura lalu siapa yang menang tadi yang saling jambak jambakan

Sasuke or hanabi

Kita tunggu saja kelanjutannya di cha depan

Review

Kasih saran buatku

Maaf cuma bisa update 1000 kata doang soalnya buntu kalau sampai lebih dari itu

Gomen

Rumahku katanya paling bersih

Karena sering di pel dan sapu

Saya sangat berterima kasih

Seandaibya anda tertarik mau mengripiu