Konnichiwa minna-san. Perkenalkan, aku Asuka minami. Readers dan Authors lainnya boleh manggil aku Asuka-chan #biarlebihakrabgitu. Aku author baru di FFn ini, salam kenal ya. Ngomong-ngomong, ini FF pertamaku, jadi maaf kalo agak aneh. Mohon kritik dan sarannya~ #membungkuk.

Title : What Happens Rin?

Summary : Belakangan ini Rin selalu menolak tiap kali diajak pulang bersama oleh Len. Ia selau punya berbagai alasan untuk menghindari ajakan Len. Sebenarnya apa yang terjadi?

Genre : hurt/comfort, romance.

Rated : T

Author : Asuka minami

~Disclaimer~

Vocaloid is belong to Yamaha Crypton

Warning : Alur kecepetan, OOC, E YD belum memenuhi syarat, typos bertebaran, de el el termasuk dalam bagian fanfic ini.

Kesamaan ide mau pun cerita bukanlah kesengajaan, oke? ;)

Enjoy it and Happy Reading!

Normal POV

Ting tong ting tong

Bel tanda pelajaran telah usai berdengung di seluruh penjuru sekolah. Kiyoteru-sensei yang sedang menjelaskan tentang bagaimana cara angin menyampaikan pesan pada seseorang(?) segera mengakhiri pelajaran pada hari itu.

Setelah Kiyoteru-sensei keluar dari ruang kelas IX-D, murid-murid segera berhamburan keluar kelas. Len Kagamine yang dari tadi sudah menunggu waktu ini dari tadi segera menghampiri meja Rin Kagami yang berada udua meja di depannya.

"Rin, ayo pulang sama-sama." Kata Len dengan bersemangat.

"Maaf Len, aku ad janji dengan seseorang." Rin yang sedang membereskan buku-bukunya menjawab tanpa menoleh. Len kecewa.

"Dengan siapa?" Kata Len tanpa menaruh minat pada pertanyaannya sendiri.

"Seseorang." Jawab Rin jelas, singkat, tapi tidak jelas.

"Tentu saja seseorang, tapi siapa?" Suara Len naik 1 oktaf diakibatkan otaknya mulai dikerumuni(?) gelombang elektro magnetic yang memberikan sinyal penasaran dikepalanya. Rin menghentikan aktifitasnya sesaat dan menatap Len. Yang ditatap malah balas menatap. Rin kemudian berpaling dan kembali beralih kepada buku-bukunya.

"Bukan urusanmu!" Jawab Rin dingin.

KRAK!

Len langsung berubah menjadi batu karena mendengar kata-kata Rin tadi. Rin tidak mengacuhkan reaksi Len yang terlalu 'hiperbola', ia segera keluar kelas setelah selesia memberskan buku-bukunya.

Beberapa detik kemudian Len kembali normal dan menyadari ia tinggal sendiri di ruangan itu. Lelaki berambut honeyblonde itu segera mengejar Rin yang telah lebih dulu keluar dari kelas.

"Tunggu, Rii..!" Len segera menghentikan langkahnya begitu di koridor ia menemukan koin 500 perak #eh, salah salah! Len segera menghentikan langkahnya ketika ia melihat perempuan dengan warna rambut yang sma dengannya itu sedang tertawa. Tapi bukan cuma itu, ada seorang pria berambut biru disampingnya, yang ikut tertawa bersama Rin.

'Siapa laki-laki itu?' batin Len tidak senang. Ia berniat menghampiri kedua insan itu dan mengacaukan 'momen bahagia' mereka. Tapi baru saja ia akan melangkah, Len segera mengurungkan niatnya. Lelaki bermata azure itu memandang tak percaya pada apa yang ada di hadapannya. Perepuan berbando seperti telinga kelinci itu tiba-tiba dengan santainya menggandeng pria di sampingnya.

"Ri..n..?"