Troublemaker

By D2L

Rate T

Genre : Crime/ Suspense

Sumarry : Tidak ada yang bisa menebak dirinya. Kadang dia akan menjadi penjahat yang paling dibenci oleh semua orang, tapi kadang juga dia malah menjadi pahlawan yang dibanggakan oleh semua orang. Dia bagai bayangan yang tidak bisa ditangkap dan juga ditebak. Itulah Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin sang troublemaker dunia ini. Apa jadinya jika mereka saling bertemu dengan tidak tahu bahwa ternyata mereka sejenis? Yang tidak bisa mereka tebak seperti manusia pada umumnya dengan mudah.

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

Tidak ada malam tanpa pesta ilegal di banguanan bawah tanah ini. Setiap hari selalu penuh dengan pengunjungnya yang mempunyai harta tidak terhingga dengan segala kelicikan untuk mendapatkannya. Di salah satu sudut meja bar, duduk seorang laki-laki berambut coklat ikal. Laki-laki itu sama sekali tidak mempedulikan sekitarnya. Banyak sekali buronan, teroris para pembunuh yang menatapnya dengan tatapan sini. Banyak dari beberapa mereka yang menahan diri untuk tidak langsung menerjang dan membunuhnya.

Seorang berjalan mendekat ke arah laki-laki berambut ikal itu yang kini sedang menikmati segelas wine miliknya. laki-laki berambut hitam acak itu menempatkan dirinya di samping Kyuhyun yang merupakan nama dari laki-laki berambut coklat ikal itu.

Seraya menikmati pesanannya yang baru datang, segelas vodka yang dingin perlahan diteguk oleh laki-laki berambut hitam yang bernama Yesung. "Kau tidak seharusnya berada di sini, Cho Kyuhyun."

Kyuhyun menghentikan aksi minumnya dan mentap Yesung dengan tatapan sinis."Kau tidak bisa mengaturku,Kim Yesung."

"Aku hanya memperingatimu. Semenjak kau berhubungan dengan anak presiden itu, sebagian yang ada di sini sudah menganggapmu sebagai pengkhianat yang harus dibasmi," ucap Yesung.

Kyuhyun tersenyum mencemohkan. "Yang mereka incar hanya diriku, kan? Kenapa kau yang harus khawatir?"

"Kau keras kepala."

"Bukan. Aku hanya senang menantang maut."

"Kalau begitu kau akan menyukai ini." Yesung melemparkan sebuah amplop dokumen ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun segera mengambil amplop itu dan membukanya. Dikeluarkannya dokumen yang ada di dalamnya. Kyuhyun mau tidak mau harus menyeringai ketika melihat tugas yang diberikan kepadanya.

"Kau pasti bercanda. Mereka memintaku untuk menyusup masuk ke dalam penjara itu? Ini akan benar-benar memacu ardenaliku," ucap Kyuhyun.

"Sebaiknya kau menyusun rencana untuk masuk ke sana. Jangan sampai para polisi itu mencurigaimu. Buatlah semuanya terasa normal."

"Oh, tentu saja. Kau tidak perlu mengingatkanku. Aku akan membuat kekacauan besar agar bisa menjadi kriminal yang dijebloskan dengan mudah ke dalam penjara itu," ucapnya dengan seringai lebar.

.

.

.

Di dalam rumah kaca itu, tampak seorang laki-laki manis yang sedang duduk pada sebuah kursi taman seraya menikmati secangkir teh miliknya yang hangat. Pandangannya terarah ke depan menikmati air terjun mini yang ada di dalamm rumah kaca itu. Saking terhanyutnya, dia tidak sadar ada seseorang yang mendekat ke arahnya. Orang itu mengendap-ngendap dari arah belakangnya dan kemudian tiba-tiba memeluknya dari belakang. Hampir saja laki-laki manis itu menjatuhkan secangkit teh miliknya.

"Astaga, lagi-lagi kau datang seperti ini. Aku jadi heran kenapa kau bisa menyusup dengan mudah. Apa gunanya para penjaga yang tersebar di sini?" ucap Sungmin seraya bergurau yang cukup tajam sebenarnya.

"Sudah kukatakan kalau aku bukan orang biasa, kan? Aku cukup spesial untuk bisa menarik perhatikan Yang Mulia seperti Anda, kan?" goda laki-laki asing itu.

"Sudah kukatakan padamu untuk berhenti memanggilku Yang Mulia. Aku benci dianggap seperti itu hanya karena pangkat appaku sekarang, Kyuhyun," ucap Sungmin.

Orang asing yang dipanggil Kyuhyun itu hanya bisa terdiam dan tersenyum kecil. Yang Mulia kesayangannya lucu sekali jika ngambek seperti ini.

Kyuhyun melepaskan pelukannya dari Sungmin dan berjalan ke depan untuk duduk bersamanya. Kening Kyuhyun berkerut ketika melihat wajah Sungmin yang tidak secerah biasa. Seperti ada hal berat yang sedang dia pikirkan.

"Kau terlihat pucat. Apa ada hal yang menganggumu?" tanya Kyuhyun.

Sungmin mengangguk. "Kau benar. Beberapa hari ini aku harus dipusingkan dengan pangkalan militer yang beberapa hari ini berhasil dibobol oleh beberapa teroris yang entah berasal dari mana. Ditambah lagi beberapa perdana menteri yang kupercaya ternyata melakukan aksi korupsi," jawab Sungmin dengan helahan napas berat.

'Tidak rugi mendekati anak presiden ini. Banyak sekali rahasia negara yang bisa kudapatkan,'batin Kyuhyun. 'Akh, Aku harus segera mengurus mereka setelah misiku yang itu sudah selesai.'

"Oh, ya. Apa kau bisa datang lagi ke sini malam ini?" tanya Sungmin.

Hampir saja Kyuhyun menjawab iya, jika dia tidak ingat akan misi yang sudah diterimanya dari Yesung. "Maaf, tapi malam ini sampai seminggu depannya aku sama sekali tidak bisa menemuimu. Aku ada urusan kerja keluar kota."

"Oh, begitu, ya? Sayang sekali. Padahal aku meginginkanmu untuk menemaniku ke pesta yang diadakan appaku," ucap Sungmin.

"Yang benar? Andai saja aku tidak punya urusan aku masih akan merasa sangat terhormat diundang ke pesta presiden yang tidak akan sering mendapatkan kesempatan sebagai orang biasa dan tidak berkedudukan sepertiku," balas Kyuhyun.

Setelah itu Kyuhyun memberikan ciuman kecil di pipi Sungmin dan secepat dia datang secepat itu juga dia pergi meninggalkan Sungmin kembali sendirian di rumah kaca ini.

Wajah dari Sungmin yang tadinya berekspresi tiba-tiba saja berubah menjadi datar. "Sepertinya malam ini hanya aku yang bisa bersenang-senang sendiri."

Dan di sinilah dirinya sekarang. Terkurung di istana mewah dengan segala fasilitasnya yang mewahnya bukan main. Apapun yang dinginkannya akan diberikan. Tidak. Kalian salah. Ada satu yang paling diinginkannya, tapi tidak akan pernah bisa di dapatkannya dengan mudah. Bahkan satu hal itu lebih mahal dari keberadaan istana ini sendiri. Kebebasan. Ya, kebebasannya sudah lama terengut ketika ayahnya menjabat sebagai presiden dari negara ini. Dia tidak bisa lagi dengan bebas bergerak semaunya.

Sungmin mendecak kesal. Sepandai apapun dia menyusun rencana untuk keluar dari genggaman ayahnya, tidak ada satupun yang berhasil. Orang-orang dari pihak ayahnya akan selalu mengacaukan segalanya. Mereka akan selalu berhasil menangkapnya dan menjebloskannya kembali ke dalam sangkar emas miliknya. Mungkin itu akan terus terjadi jika anak yang satu ini masih belum menunjukkan jati dirinya yang asli.

"Kalian beruntung aku masih menunggu waktu yang tepat untuk membuat kekacauan yang sebenarnya." Ternyata sebuah seringai licik bisa juga terlekat pada wajahnya yang manis.

.

.

.

Lamborghini hitam itu melesat dengan kecepatan tinggi. Herannya tidak ada satupun polisi yang menangkap pengemudi mobil itu. Mungkin karena sedari tadi jalan yang digunakan Kyuhyun adalah jalan-jalan sepi yang jauh dari jalan-jalan raya yang akan tetap ramai walaupun waktu kini sudah menunjukkan pukul satu dini hari.

Sesekali Kyuhyun memeriksa monitor mobilnya yang menunjukkan peta jalan yang dilaluinya dan juga sekitarnya. Dirinya harus tetap waspada untuk memantau apakah ada polisi-polisi yang ditempatkan di sekitar jalan yang dilaluinya. Setidaknya dia tidak boleh tertangkap sampai dia melakukan misinya kali ini. Kyuhyun terus saja mengemudi mobil miliknya, tapi kemudian dia mengerem mendadak dan berhenti di salah stu spot yang sangat gelap yang hampir membuat mobilnya yang juga berwarna hitam tidak terlihat.

Kyuhyun segera mematikan mesin mobil miliknya dan meraih laptop yang diletakkan di kursi bagian kanan. Segera dinyalakannya laptop itu dan membuka salah satu aplikasi yang ada di sana. Sepertinya aplikasi yang dibukanya adalah sebuah aplikasi untuk membobol pertahanan sistem keamanan sebuah bangunan. Kyuhyun tersenyum saat mengetahui betapa mudahnya dirinya meretas dan mengambil alih sistem keamanan sebuah bank besar yang diincarnya saat ini. Dengan dia yang sudah mengendalikan sistem keamanan yang ada di dalam bank tersebut, dia bisa langsung mematikan semua kamera cctv yang ada dan juga mengangkatifkan pintu-pintu yang sulit terbuka dengan berbagai macam kode yang melindunginya.

Tanpa menunggu lama lagi Kyuhyun mematikan laptopnya dan menyembunyikannya di spot yang tidak akan mudah untuk dilihat dan ditemukan. Kini dia memenuhi saku celananya dan juga dibalik jaketnya dengan pistol-pistol dan juga isi pelurunya. Tidak lupa dia juga memakai kaca mata hitam dan tudung jaketnya dengan demikian jika ada orang yang tidak sengaja melihatnya masuk ke dalam bank itu, tidak akan dengan mudah bisa menebak jati dirinya. Tangannya juga memegang sebuah tas selempang yan berwarna hitam.

Kyuhyun keluar dari mobilnya dengan sebelumnya menguncinya dengan rapat. Jarak antara mobilnya dan juga bank itu kurang lebih berjarak satu kilometer. Dirinya harus menundukkan kepala selama perjalanan kakinya menuju sana. Bank ini bukan bank sembarangan. Bank itu adalah bank terbesar yang bisa meraup banyak keuntungan dari nasabah-nasabah mereka yang artinya tidak mungkin berada di jalanan sempit dan sepi. Ya, bank ini berada di jalan yang masih dilalui oleh beberapa orang.

Dirinya tidak mungkin melewati pintu depan. Semua orang akan langsung mengetahui maksudnya. Dia harus menggunakan pintu belakang yang sangat dibencinya.

Secara kebetulan bank itu berada di samping sebuah gang yang sempit dan terabaikan, tapi itu akan menjadi kunci utama kemenangan Kyuhyun kal ini. Di dalam gang itu terdapat lubang saluran air yang terhubung langsung dengan saluran air yang ada di bawah tanah dari gedung bank tersebut. Kyuhyun segera berjalan masuk menuju gang itu dan dirinya harus mengeluarkan senter miliknya sebagai penerangan.

Kyuhyun berhenti saat dirinya sudah mendapatkan saluran airnya. Dia mengarahkan senternya ke arah bawah. Sebuah trali tertempel menutupi lubang yang akan menuju saluran air. Dirinya berjongkok dan menarik trali itu dan menempatkannya di tanah yang ada di sampingnya. Tanpa membuang waktu Kyuhyun langsung melompat masuk ke dalam lubang tersebut. Kini dirinya berada di bawah saluran air. Yang dia bisa lihat dari sekelilingnya hanyalah dinding beton tanpa penerangan. Kyuhyun berjalan pada bagian sudut jalannya sedangkan air dari saluran ini mengalir di bagian tengah antara dua ruas jalan yang ada.

Sedari tadi dia terus menatap jam tangannya yang menampakkan sebuah peta. Ketika dia tepat berada di bawah dari bank tersebut, Kyuhyun segera mendongkak ke atas mencari sebuah pintu kecil untuk menuju ke permukaan bank tersebut. Diarahkannya senter miliknya. Kyuhyun segera mengeluarkan pistol miliknya untuk membuka paksa pintu trali itu yang langsung terlepas dengan mudah ketika dia loncatan yang tinggi dia berhasil memegang sudut dari lubang itu dan mengangkat tubuhnya untuk naik seutuhnya.

Ternyata Kyuhyun tiba di bagian wc dari bank tersebut. Segera dimasukkannya pistol miliknya. masih setia dengan senternya, Kyuhyun berjalan keluar dari wc tersebut. Dirinya menuju ke arah lift. dengan tangan kananya yang bersarung tangan, Kyuhyun memencet lantai yang tertinggi dari bank tersebut. Herannya lift itu tampak beroperasi padahal sudah jelas semua listrik yang ada di bank ini sudah dimatikan ketika bank ini sudah tutup.

Apa kalian ingat bahwa tadi Kyuhyun dengan mudah membobol sistem keamanan bank ini? Ya, dengan demikian dia bisa seenaknya mematikan semua CCTV yang ada sehingga dia bisa berjalan kemanapun di dalam bank ini tanpa takut dirinya yang terekam dan dia juga bisa menyalakan listrik bank ini sehingga dia tidak susah-susah untuk membuka pintu berankas yang jelas-jelas tidak akan bisa kau buka karena jika brankas itu tidak dialiri oleh listrik maka kau tidak akan bisa mengaksesnya melalui mesin kode yang ada di pintu brankas itu.

Dirinya bersiul-siul bosan menunggu lift ini sampai di lantai ke delapan.

Ting

Akhirnya lift itu berhenti dan pintunya terbuka. Kyuhyun segera melangkahkan dirinya keluar. Di depannya kini sudah terpampang pintu brankas besi yang sangat besar. Ya, lantai ini hanya terdiri dari satu ruangan yaitu tempat penyimpanan uang yang menjadi target Kyuhyun. Dia segera melangkah menuju mesin kode yang ada dan menekan angka 1809 secara berurutan. Tidak menunggu lama pintu berankas itu terbuka dengan sendiri ke arah belakang. Kyuhyun tidak membuang waktu untuk segera masuk ke dalam dan lihatlah pemandangan apa yang dilihatnya. Tumpukan uang yang benar-benar menggiurkan.

Ketika tepat berada di depannya, kyuhyun segera membuka tasnya dan memasukkan uang-uang itu sampai tasnya penuh. Dia kemudian segera keluar dari ruangan itu dan pintu brankas itu dengan otomatis menutup dan terkunci dengan sendirinya.

Kyuhyun kembali menekan tombol lift itu dan lift itu langsung terbuka. Kakinya langsung melangkah masuk ke dalam lift tersebut. Sebelum dirinya benar-benar turun di lantari terbawah, dirinya sempat singgah di beberapa lantai terlebih dahulu.

Lantai 7. Lantai 5. Lantai 4 dan lantai 2 disinggahinya terlebih dahulu. Untuk apa? Oh, tentu saja untuk menempelkan beberapa bom rakitan buatanannya sendiri di bank ini yang akan meledak secara otomatis untuk durasi satu jam kemudian.

Kyuhyun menyeringai licik ketika untuk sampai saat ini rencananya berjalan sesuai rencana. Dia bahkan bisa kembali keluar dari bank itu tanpa kecurigaan apapun. Kini dia sudah berada di dalam mobilnya lagi. Segera dinyalakannya mesin mobilnya dan mengemudikannya untuk menuju ke apartemen miliknya.

Butuh waktu selama setengah jam untuk sampai di apartemen miliknya. Ketika berada di ruang tamu miliknya dia duduk di salah satu sofa miliknya dan kembali menyalakan laptop miliknya.

"Selanjutnya memancing mereka untuk menemukanku selain sidik jari yang kutinggalkan di bom yang kurakit sendiri."

Kyuhyun segera membuka situs web ilegal dalam membeli senjata. Secara acak dan dalam jumlah yang banyak dia membeli senjata-senjata itu. Para polisi itu pasti akan semakin mudah mengendusnya dengan pembelian di atas rata-rata ini oleh orang biasa sepertinya. Pasti akan mudah ditebak jika dia membeli senjata-senjata itu dari uang hasil curiannya sehingga dia bisa langsung menjadi milyuner dadakan, kan?

.

.

.

Pesta glamour seperti ini benar-benar dibencinya karena banyak yang ada di sini bahkan seharusnya tidak pantas berada di sini. Banyak dari mereka adalah pembohong yang handal. Seorang penjilat dan koruptor yang hanya bisa mencuri harta rakyat. Mereka semua hanya bisa bersenang-senang di atas penderitaan orang lainnya. Mereka tidak pernah merasa susah. Mungkin mereka harus diberi sedikit perhitungan oleh dirinya nanti.

Sungmin berjalan berdampingan dengan appanya. Sungguh sebuah maha karya yang membuat semua orang iri akan ketampanan serta karisma dari sang presiden dan juga anaknya.

"Perkenalkan ini anakku, Lee Sungmin dan Sungmin, dia adalah kepala kepolisian, Choi Siwon," ucap Kanging sang presiden Korea Selatan ini.

Keduanya saling berjabak tangan.

"Lee Sungmin," ucap Sungmin.

"Choi Siwon," balas Siwon.

Tanpa kepala kepolisian itu sadari, Sungmin menatapnya dengan tatapan tajam dan juga sinis walaupun itu hanya berlaku selama beberapa menit.

"Akh, maaf tapi sepertinya saya kurang enak badan. Saya undur diri ," ucap Sungmin memasang senyuman manis handalnya. Dia kemudian pergi dari sana tanpa mempedulikan Kangin yang sudah cukup marah karena sikap Sungmin yang tidak sopan.

"Maaf. Tapi anak saya memang tidak terlalu suka dengan pesta seperti ini," ucap kangin.

"Tidak apa-apa Tuan presiden. Itu bisa dimaklumi," balas Siwon dengan senyuman di wajah tampannya.

"Kalau begitu saya juga undur diri," ucap Siwon seraya membungkukkan sedikit badannya ke arah Kangin.

"Silahkan." Mendengar persetujuan Kangin, Siwon segera berjalan pergi dari sana. Sedangkan lagi-lagi Tuan presiden itu memiliki tamu lainnya untuk dilayani.

Di sisi lain Sungmin kini sendirian berada di sudut balkon menikmati udara dingin. Ketika merasa tidak ada lagi yang menatapnya dari arah belakang dari ruang pesta, Sungmin dengan berani langsung meloncat turun. Untung saja dia hanya berada di lantai dua dan mendarat dengan mudah ke tanah berumput.

"Aku tidak menyangka Choi Siwon itu akan datang juga ke sini. Aku akan memberikannya sedikit kejutan. Siapa suruh menjadi kepala kepolisian yang tidak becus menjalankan tugasnya," ucap Sungmin dengan seringai.

Sungmin memasukkan tangannya ke dalam jas miliknya dan mengambil sebuah remote. Di tekan salah satu tombolnya dan beberapa detik kemudian terdengar suara teriakan dan juga jeritan dari orang-orang yang berasal dari ruang pesta. Ternyata terjadi sebuah ledakan yang besar dari bom yang sudah sengaja ditanamkan oleh Sungmin yang baru saja diaktfikannya beberapa hari yang lalu.

Setelah aksinya itu, Sungmin mulai melangkahkan diri untuk pergi dari kediaman appanya ini, tapi baru beberapa langkah dia kembali berhenti. Sungmin mendengar suara langkahan banyak orang yang berlari ke arahnya.

"Mereka cepat sekali menemukanku." Seringai itu kembali melebar lagi.

Sungmin yang tadinya hanya berjalan santai di atas tanah berumput itu, kini langsung berlari secepat yang dia bisa. Tidak lupa juga dia mengeluarkan senjata dari saku celananya. Sambil berlari, beberapa kali dia juga membalikkan badannya untuk menembak ke arah polisi-polisi yang mengejarnya itu. beberapa hanya mengenai kaki atau tangan dari polisi itu. Setidaknya itu cukup baik dengan hanya melumpuhkannya saja, tapi ada beberapa yang terkena di bagian alat vital mereka. Mau tidak mau maut segera menjemput mereka.

Ketika di hadapkan pada pagar besi hitam yang tinggi tepat di depannya, Sungmin segera memasukkan kembali kedua pistol miliknya dan melompat dengan handal melewati pagar besi itu. Ketika di sudah melompati pagar itu, dia berlari menyebrang jalan untuk menuju sebuah mobil hitam yang terparkirkan secara sengaja di sana. Ternyata itu adalah mobil milik Sungmin. Segera Sungmin menyalakan mesin mobil itu dan mengasnya. Dalam sekejap Sungmin sudah menghilang dari pandangan para polisi-polisi yang masih mengejarnya.

Mereka cukup keras kepala. Dengan menggunakan mobil patroli mereka, para polisi itu kembali mengejar Sungmin.

Sungmin semakin menancap gas. Dengan pandai dia menyalip mobil-mobil yang ada di depannya. Para polisi itu mulai kesusahan mengikutinya, tapi Sungmin hanya fokus untuk menghindari para polisi yang mengejarnya dari belakang bahkan beberapa kali dia menembak ke arah belakang. Pada beberapa detik Sungmin sama sekali tidak melihat ke depan padahal sudah ada satu mobil polisi yang secara sengaja datang dari arah berlawanan dan menghadangnya di depan. Sungmin yang baru mengalihkan perhatiannya ke depan mau tidak mau kaget. Dirinya harus banting stir untuk menghindari mobil polisi itu, tapi yang ada dirinya malah menabrak lampu yang ada di pinggi jalanan.

"Shit!" maki Sungmin. Menggenaskan dirinya harus terkena kecelakaan seperti ini. Untung saja bantalan keselamatan yang ada di kursi kemudi menyelamatkannya.

Akibat insiden tabrakan dirinya, sekarang dirinya harus diborgol dan juga diapit oleh para polisi menyebalkan. Sungmin digiring menuju salah satu mobil dan dimasukkan dengan sedikit kasar ke dalamnya.

Sungmin hanya bisa diam selama perjalanan dirinya yang dia tahu akan langsung dijebloskan ke dalam penjara itu. Bahkan appanya tidak akan mungkin bisa mencegah dirinya untuk tidak masuk ke dalam penajra dengan aksi terang-terangan seperti ini.

Sungmin sekarang bisa melihat bangunan kokoh yang berwarna keabu-abuan dari setiap sudurnya. Penjara Seoul. Di sinilah dirinya berada sekarang. Pintu gerbang penjara itu perlahan terbuka ketika mobil polisi yang mengangkutnya dirinya tepat berada di depannya. Dirinya kembali didorong paksa keluar dari mobil polisi itu ketika dia sudah berada di dalam. Sebelum Sungmin digiring masuk ke dalam salah satu sel penjara, para polisi itu berhenti ketika melihat Kangin yang ada di sana.

"Kau yang mengebom kediamanku barusan?" tanya Kangin berusaha untuk mengecilkan nada tajamnya karena walaupun Sungmin adalah kriminal untuk saat ini, tapi dia tetap saja anaknya.

"Ya, tentu saja. Kau pikir siapa lagi yang punya nyali besar untuk membungkam para korupter itu? Yang kau lakukan hanya diam dan membiarkan mereka bergerak lebih luas untuk mengkonsumsi uang rakyat yang bukan milik mereka," ucap Sungmin dengan nada angkuh.

Kali ini kangin tidak sanggup menahan amarahnya."Tapi apa yang kau lakukan ini kelewatan! Kau tidak lihat berapa nyawa yang sudah kau layangkan? Bahkan kau membunuh para polisi yang kuperintahkan untuk mengejarmu."

"Bukannya mereka yang lebih banyak melayangkan nyawa orang lain?"

"Kau harus mendinginkan kepalamu selama beberapa bulan dibalik penjara," ucap kangin dingin.

Seringai itu akhirnya muncul lagi. "Dengan senang hati. Aku lebih memilih berada di balik jeruji dingin itu daripada di tempat yang penuh dengan kebohongan dan orang licik seperti kalian semua."

.

.

.

we are bad guys right? Really? kau sudah langsung berpikir seperti itu melihat aksi pertama kami? Kalau begitu lihat selanjutnya. Mungkin kalian akan berubah pikiran bahkan memuja apa yang kami lakukan.

.

.

.

TBC

.

.

.

A/N: Terima kasih sudah membaca !