KESADISAN KETAKUTAN AKAN KOMUNISME

Disclaimer

Author: Afdofin Niti Minyak

Cerita asli karangan sendiri karakternya meminjam dari pemilik sah nya

Genre: xxxxxxxx

Terdiam di sel selama tiga hari dua malam lamanya membuat Naruto menggila menggigiti jeruji besi di depannya. Sudah dua hari ini ia belum di beri makan oleh dua orang penjaga di depannya untuk menggajal perutnya yang sangat keroncongan sejak kemarin kala.

"Woyyy! Kampret Banci di depan sana lepaskan Aku~ttebayoo dari kurungan laknat ini" seru Naruto kepada dua orang penjaga yang kemarin melemparnya ke dalam jeruji besi yang kini dua orang berbadan Hulk itu tengah berciuman dan berpelukan di sebuah meja tempat mei mengintrogasi Naruto dulu.

Mendapat Hinaan dari seseorang berambut kuning yang mendekam dalam jeruji besi lantas salah satu di antara mereka yang mempunyai badan lebih kekar dari pasangannya mendekat mendekati pria kuning yang tadi mengatainya banci.

"APA KATAMU KUNING BEGO? COBA KATAKAN SEKALI LAGI hmmmm" Geram salah satu penjaga yang tadi disebutkan saling berpelukan dan berciuman itu mengangkat kerah baju Naruto menatapnya nyalang.

Kruyeeuuk

Suara dentuman instrumental perut keroncongan terdengar syahdu di telinga seseorang perempuan cantik yang baru datang ke tempat itu. Melihat pria kuning yang di angkat tinggi-tinggi oleh seorang penjaga sel yang berbadan seperti Hulk tersebut perempuan itu lalu menendang selangkangan penjaga itu membuat pria kekar itu mengaduh kesakitan dan berguling-guling di lantai sembari memegang anu nya yang di tendang oleh perempuan itu.

"Lepaskan A-san kau membuatnya tercekik kasihan dia lihat mukannya sudah memucat" perintah perempuan itu lalu mendekati Naruto menciumi pipi pemuda itu lalu mencium keningnya dan akhirnya bibirnya ia cium.

"Kau tak apa-apa hmmm Naruto-kun sayang? Apa manusia hina di bawah ini memperlakukanmu dengar kasar" tanya perempuan itu.

Naruto mengangguk mengiyakan pertanyaan perempuan itu yang tadi menolongnya.

"Duduklah Aku membawakan makanan untukmu Naruto-kun" perintah perempuan itu sembari memperilhatkan rantang yang berisi makanan

Naruto hanya menggangguk lalu duduk sembari menjulurkan lidahnya pada A yang masih memegang 'Anu' nya sembari berguling-guling di lantai karena 'Anu'nya yang masih berdenyut-denyut akibat tendangan perempuan itu tadi.

"Brother kau tak apa-apakan?" Tanya pasangan Homo A dengan ekspresi khawatir lalu mendekat pada A yang masih memegang 'Anu' nya itu.

"Sakiiiit Bee" ujar pria kekar itu lalu pasangan Homo A itu memapahnya keluar dari ruangan tersebut untuk mengobati 'Anu' nya yang berdenyut-denyut.

Perempuan yang membawa bekal itu duduk melipat kakinya ke belakang di depan penjara tempat Naruto di bui.

"Ayo buka mulutnya Naruto-kun! . Aaaaaa...iya ... Hap..bagus calon suami ku yang pintar" ucap perempuan itu menyuapi Naruto yang berada dalam kurungan sedangkan perempuan itu posisinya berada di luar kurungan membuat perempuan itu harus menyuapi Naruto melewati sela-sela jeruji besi.

"Naruto menangis di dalam batinnya 'sungguh malang nasibku sudah di kurung dalam penjara sempit, melihat dua orang maho berbadan kekar melakukan seks di depan mataku sendiri dan sekarang apa? perempuan gila yang terus memaksaku untuk jadi suaminya. Oh Tuhan apa salahku sehingga aku harus terdampar di tempat busuk ini'.

"Naruto-kun enakkan masakanku?"

"Iya sangat enak. Aku sungguh menyukai masakanmu" puji Naruto pada perempuan itu memang benar masakan perempuan itu sangat lezat membuat Naruto sangat Nafsu untuk disuapi makanan lagi oleh perempuan itu.

"Terima kasih atas makanannya Saraa-san" ucap terima kasih Naruto karena kebaikan perempuan itu.

"Ya sama-sama apa sih yang tidak ku berikan pada calon suamiku ini." Balas perempuan itu sembari tersenyum lalu membereskan kotak bekal yang ia bawa untuk Naruto.

"Sampai jumpa Naruto-kun" kata perempuan itu mendekati Naruto mencium kening pemuda itu lalu berlari meninggalkan Naruto yang masih mendekam di kurungan itu.

"Hahh satu perempuan lagi yang jatuh cinta kepadaku" gumam Naruto geleng-geleng kepala setelah kepergian perempuan itu.

'''''' '''''''''''' '''''''''''''' ''''''''''''

"Wey kampreet jegat perempuan itu!" Perintah seseorang sepertinya kepala sipir menyuruh anak buahnya untuk menangkap seseorang.

"Baik Pak kepala" sahut beberapa orang berpakaian sipir diantara mereka juga ada yang membawa pedang, Martil, bahkan senjata api.

Brughh!

Trankk!

Prankk!

Efek visual perkelahian antara seorang perempuan berambut orange kemerah-merahan yang menggenggam pedang menjatuhkan beberapa sipir yang akan menangkapnya.

"Woyyy...disana perempuan itu. Kejarrrrr!" Seru seorang sipir melihat perempuan itu yang menumbangkan beberapa sipir dengan pedangnya lalu belari menghindari para sipir yang akan menangkapnya.

"Hey berhenti atau ku tembak kau!" Ancam seorang sipir yang menggenggam senjata api menyuruh perempuan itu untuk berhenti berlari.

"Tidak akan manusia laknat. Hosh...hosh" tolak si perempuan sembari terus berlari di setiap lorong camp dengan gesitnya menghindari beberapa tembakan dari para sipir yang mengarah padanya.

Dorr! Dorrr! Dorrrr!

"Tidak kena wek! Haha. Ayo kejar aku !" Perempuan itu mengedarkan kepalanya ke belakang menjulurkan lidahnya menghina beberapa sipir yang tidak bisa menangkapnya.

Perempuan itu terus berlari dengan cepatnya akan tetapi jalan buntu menghadangnya membuatnya berbalik lagi yah terpaksa melawan gerombolan sipir yang enggak mutu.

"Kena kau perempuan laknat haha" seru si kepala sipir menyeringai mendapati sasarannya sudah di ambang kekalahanya.

"Kau terlalu percaya diri Orochimaru. Aku takkan menyerah walau badanku remuk dan gigiku tanggal ku tak rela menyerah padamu."

"Oh baiklah kalau kau menantangku. Anak-anak serang perempuaan itu cepaaatt"

"Uwahhhhh" suara bass para sipir yang berlari ingin menyergap perempuan itu.

"Baiklah kalau begitu. Uwahhh!" Seru perempuan itu berlari pada segerombolan sipir yang akan menyergapnya.

Trannkk!

Suara benturan pedang perempuan itu beradu dengan pedang seorang sipir lalu ia menusukan pedangnya ke perut sipir itu lalu ia menghantam sipir itu ke lantai dengan cara membenturkan pedangnya pada kepala sipir itu.

Brugggh!

Crasshhh!

"Hyatt..." seorang sipir berambut gimbal berlari menyerang perempuan itu dengan linggis namun sayang maksud baik ingin memukul si gadis dengan linggis malah kena dampret pedang perempuan itu yang mengenai telak di matanya membuatnya keperihan yang luar biasanya pada matanya karena matanya sudah muncrat akibat pedang si perempuan tadi.

"Arghhh mataku...arghhh" jerit sipir itu menutupi matanya yang keperihan.

Jlebb!

Jlebb!

Perempuan itu menusukan pedangnya pada sipir itu membuat sipir itu mati seketikan dengan mulut terbuka membentuk huruf 'o'."

Bruggh

Dan jatuh ke lantai.

Perempuan itu menyeringai menduduki badan si sipir gimbal yang sudah mati dengan jari-jari tangannya dengan sengaja menyucungkan jari tengahnya menantang segerombolan sipir yang tampak ketakutan melihatnya.

"Kalian semua payah. Cuma segini doang kalian sudah tak ada nyali untuk melawanku. Cihh...kalian lebih pantas di sebut cacing kremi daripada manusia karena sifat kalian yang suka keroyokan...oekhh sungguh kenyataan yang menjijikan."

Merasa terhina atas ucapan si perempuan membuat tiga orang sipir dengan nekatnya berlari menuju si perempuan yang menduduki salah satu temannya membuat ketiga orang itu tambah geram karena telah menginjak harga diri mereka yang perempuan itu anggap mereka hanya segerombolan cacing kremi yang suka keroyokan.

"UWAHHHHH"

Crassh!

Belum sempat tiga orang itu mendekati si perempuan mereka sudah terpotong menjadi dua bagian karena sabetan pedang si perempuan dengan telaknya memotong perut ketiga orang sipir sekaligus.

"Arghhh..."

Sirghehhh!

Perempuan itu lalu mengeluarkan ingusnya dari dalam hidungnya membuangnya tepat di wajah salah satu sipir yang sudah terpotong menjadi dua bagian.

"Akhh..Nikmatnya. hey...hey apa yang kalian lihat ekhhh dariku hah?" Perempuan itu berjalan setelah mengeluarkan ingusnya menuju segerombolan sipir yang sudah ketakutan termasuk juga si kepala sipir Orochimaru.

"Hey serang dia cepat!" Seru Orochimaru yang sudah siap-siap melarikan diri mencari perlindungan.

"Takut Bos" kata salah satu sipir yang sudah sejak tadi gemeteran melihat aksi si perempuan membunuh beberapa sipir temannya.

"Tembakkkk semua" teriak orochimaru sembari berlari ke arah belakangnya menghindari kejadian-kejadian yang tidak di inginkannya.

"Baikkkk" seru semua sipir lalu mereka semua yang memegang pistol menarik pelatuk pistolnya secara serempak dan bukannya suara dentuman tembakan yang mendengar akan tetapi suara tawa perempuan yang tertawa meremehkan.

"Hahaha ...sungguh bodoh" kata si perempuan mendekati segerombolan sipir yang sudah mengangkat pistolnya bersiap menembaki perempuan itu.

Crakk! Crakk!

"Kenapa ini pistolku tidak mengeluarkan timah panasnya" ujar salah satu sipir yang tak percaya mendapati pistolnya tidak bereaksi ketika pelatuknya ia telah tarik.

Semua sipir hampir tak percaya bila mereka kehabisan peluru dan tak bisa menembaki si perempuan yang semakin mendekat.

"Hah sudah kuduga. Dasar payah ...baiklah hyattt" perempuan itu berlari mengangkat pedangnya mengayunkannya pada segerombolan sipir yang sudah bersiap melarikan diri dari serangan si perempuan yang sungguh mematikan.

"Larrrrriiii!" teriak semua sipir yang berhamburan menghindari serangan si perempuan itu.

"Uwahhh selamatkan hidup kalian!" Seru Orochimaru yang sudah terbirit-birit menjauh dari tempat itu dengat eksprensi menahan sesuatu yang akan keluar dari anusnya.

"Terlambat"

Brett!

"Braghh!"

"Crashh"

Perempuan itu berhasil mengenai salah satu kepala sipir membuatnya putus dengan pedangnya dan membanting tubuh salah satu sipir itu dengan tangannya ke lantai.

Trangg!

"Berhenti kyuu!" Perintah seseorang berambut merah yang tiba-tiba datang menahan pedang perempuan berambut orange kemerahan yang sudah setidaknya membunuh beberapa sipir dengan ganasnya.

"Tidak akan." Tolak perempuan berambut orange kemerahan mengayunkan pedangnya kembali kearah perempuan berambut merah dengan tringginas namun ..

Trankk!

Perempuan berambut merah itu menangkis serangan perempuan orange kemerahan dengan cepat ia menonjok wajah perempuan berambut orange kemerahan dengan kerasnya membuat perempuan yang di tonjok itu terpental dan pedangnya terlepas dari pegangan tangannya.

Perempuan berambut merah itu mengambil pedang perempuan berambut orange kemerahan di depannya lalu berjalan mendekati si perempuan berambut orange kemerahan dan setelahnya ia menyuncungkan pedangnya ke kepala si perempuan berambut orange kemerahan lalu berkata " menyerahlah Kyuubi!".

"Ughh...cihhh..baiklah kali ini Aku akan menyerah tapi tunggu saja di hari-hari yang lain yang akan datang aku akan melarikan diri dari tempat ini dan melancarkan pemberontakkan setelahnya." Kata perempuan berambut orange kemerahan itu lalu terbatuk mengeluarkan darah dari dalam mulutnya.

"Uhukk...uhukkkk A-aku akan balas dendam pada kalian semua dan jendral busuk itu." Gertak perempuan berambut orange kemerahan yang di panggil kyuubi itu dengan emosi yang meluap-luap tanpa tahu omongannya itu sama sekali tidak digubris oleh perempuan berambut merah yang menyuncungkan pedangnya padanya dengan tatapan datar tanpa ekspresi.

"A dan Bee cepat bawa dan kurung dia di sel khusus yang sama seperti Naruto-kun di blok A! Cepat! Aku tidak bisa menunggu!" Perintah perempuan berambut merah itu tegas lalu meninggalkan kyuubi yang dalam kondisi menungging lalu tubuh kyuubi diangkat lalu di seret oleh dua orang berbadan hulk untuk di kurung di dalam sebuah sel yang sama dengan Naruto.

"Saara-sama memang hebat" puji beberapa sipir yang tadi sempat terkocar-kacir kini menatap kyuubi yang tengah di angkat oleh dua orang berbadan besar yang satu memegang kepalanya dan yang satu lagi memegang kaki kyuubi tanpa perlawanan karena kyuubi tiba-tiba pingsan setelah mereka angkat.

.

.

.

"Bee ayo hitung sampai tiga lalu lempar perempuan ini ke dalam sel! Baiklah aku hitung satu, dua, tiga...lemparr!" Teriak A menggoyang-goyangkan tubuh kyuubi di bantu bee lalu melemparkannya ke jeruji besi dan tepat mengenai badan Naruto yang saat itu tengah tertidur di atas sebuah tikar dengan lelapnya karena kekenyangan menyatap makanan yang di bawa oleh Saara.

Brughhh

"Adaww...sakit sekali...siapa sih yang iseng melempariku dengan...hey siapa yang di atas badanku inii?" Oceh Naruto merasa kesakitan seperti di timpa dengan seseorang lalu meraba-raba lekuk wajah dan tubuh seseorang yang menindih badannya saat ini.

Naruto kini meraba dada seseorang yang menindihnya itu dan ia merasakan seperti dada 'perempuan'.

Naruto lalu mengusap-usap kepala seseorang yang menindihnya ia terkejut ketika ia meraba rambut seseorang itu terasa halus dan panjang agak sedikit bergelombang seperti rambut 'perempuan'.

Naruto seakan belum percaya bila seseorang yang menindihnya itu perempuan, ia lalu meraba-raba selangkangan seseorang itu , dan ia makin terkejut ketika ia tidak merasakan cacing besar ketika tangannya meraba -raba daerah terlarang itu lalu setelahnya. Naruto yakin jika seseorang yang menindihnya itu perempuan.

Dan ia kebingungan mungkinlah langit-langit selnya jebol dan membuat perempuan yang menindihnya ini terjatuh dari lantai atas atau apa.

"Yo! Bee kita pergi!." kata A pada Bee setelah melempar perempuan itu ke sel yang sama dengan Naruto

"Baik Brother, wiiiiiii" sahut Bee sambil berteriak semangat lalu mereka pergi dari tempat itu untuk melihat sesuatu di sebuah Arena di tengah Camp tersebut.

Naruto pun tertidur kembali masa bodo dengan siapa perempuan yang menindihnya itu.

/

/

Kumpulan Narapidana kini tengah berkumpul di sebuah tribun yang menghadap sebuah halaman tengah di camp tersebut.

Hari ini adalah hari eksekusi massal Keluarga Hyuuga yang merupakan salah satu keluarga pendiri partai Komunis di Konoha.

Kini empat orang Hyuuga terduduk dengan tangan terikat dan kepala di tutupi karung goni kecil sedangkan di belakang mereka terdapat 4 orang bertopeng besi yang memegang pedang yang diketahui adalah seorang Algojo yang akan mengeksekusi 4 orang Hyuuga dengan cara di pancung.

Seorang gadis sedari tadi terus menangis, Ia Hinata putri Sulung Hiashi Pimpinan besar partai Komunis yang di cap berbahaya dan harus di berantas oleh Negara.

"Hikss...hiksss..." tangis Hinata di saat salah satu Algojo tengah membuka karung goni yang menutupi kepalanya. Sang Algojo sudah stand by mengayunkan pedangnya pada leher Hinata membuat beberapa Narapidana dan sipir yang menyaksikan Hinata dieksekusi dibuat miris akan nasib gadis cantik berambut indigo tersebut.

Crassh

Kepala Hinata terputus dari badannya akibat sabetan pedang sudah menebas leher Hinata.

Sang Algojo mengangkat kepala Hinata dan berkata " Hidup Jendral Madara!" Lalu setelahnya Algojo tersebut membawa kepala Hinata menyerahkan nya kepada seseorang berambut hitam panjang dan memakai pakaian Angkatan Darat yang kini menduduki sebuah singgasana yang terletak di samping halaman yang akan di jadikan tempat eksekusi Keluarga Hyuuga .

Tbc

Keterangan:

Setting cerita di akhir tahun 60-an sama percis dengan keadaan Indonesia pada saat kejadian G 30 s Pki

Duh feelnya kurang dapat

Hmmm menurutmu pair yang tepat apa ya

Narufemkyuu, NaruSaara, Narufemsasu, Narusaku atau apa jadi bingung

Sampai jumpa