CHAPTER 3 : Lautan Merah Pekat

Disclaimer©Masashi Kishimoto

Author : Godegs. Inc

Pulang sudah tak mungkin, menetap disini sungguh tak nyaman. Jujur aku ingin pulang menjalani aktivitas normalku kembali menjadi guru panutan anak-anak . Di kala sepi hanya radio butut hiburanku mendengarkan lagu-lagu keroncong yang ku suka. Alunannya tak mendayu tapi penuh pendayu gitar akustik berdenting mengalun-mengalun suara biola sebanding.

Di sini aku tak sendiri, lihatlah kawan ! Ada perempuan aneh di sampingku. Ia cantik, ia aduhai, ia molek, ia cantik oh Tuhan ia mirip sekali dengan bidadari yang jatuh dari langit sungguh cantik parasnya namun sayang sikap dan prilakunya lebih-lebih melebihi gorila.

Ia mengupil buang ingus sembarangan, ia kentut tanpa sirine baunya amit-amit menyebar sampai ke langit., ia bau pantas jarang mandi pakai sabun yang wangi, ia bau hanyir darah pantas ia katanya seorang pembunuh bayaran. Perkenalkanlah kawan, ia Kyuubi , Monster senja dengan rambut merah keorangean yang berkibar-kibar.

Ia berkotembe, ketombenya menulari rambutku jadi aku dan dia sama-sama ketombean. Mulutnya sungguh bau, giginya kekuningan melebihi kuning bendera kematian . Makan apa ia selama ini, oh Tuhan ? Aku pun tak tahu,apa yang ia makan, mungkin bangkai buaya yang ia makan selama ini, kawan. Bila kau sentuh ia, kau langsung tepar seketika karena radiasi mematikan yang ia miliki, bau badannya melebihi bau sigung yang sedang kentut tapi anehnya kulitnya bersih mulus tanpa ada koreng dan bisul yang menempel pada sekujur tubuhnya.

Sungguh jika ia tak seperti ini mungkin aku akan terpesona olehnya yang cantik dan bertubuh aduhai namun sayang itu tak mungkin dan selamanya mungkin tak mungkin, ia menjadi wangi dengan wangi anggur badannya yang menggoda,

Ia memandangku dengan pandangan cinta tapi aku memandangnya dengan pandangan jijik, ia bersikap baik padaku aku akan balas ia dengan sikap acuh tak acuhku padanya, ia memohon-mohon ingin dipeluk olehku tapi aku akan menendangnya karena ia menggangguku dan walau bagaimana pun juga ia tidak pernah menyerah untuk mendapatkan perhatianku dan puncaknya terjadi ketika ia berjanji akan membebaskanku dari camp ini dengan imbalan sebuah pernikahan tanpa ada keraguan sedikitpun aku menyetujuinya lalu aku dan dia berjabat tangan kompak bersua menyebutkan kata "Deal" tanda kesepatakatan telah tercapai diantara kami berdua.

/

Madara nama orang tua itu, ia memegang palu gondam di tangan kirinya karena ia kidal. Dibawah kakinya ia menginjak kepala seseorang laki-laki berusia muda berambut panjang yang bernama Neji, keponakan Hiashi pimpinan partai Komunis yang sangat berbahaya di negara itu. Di samping kiri Madara , ada cucunya bernama Sasuke, cucu kesayangannya yang ditinggal mati oleh kedua orang tuannya akibat pemberontakan partai Komunis 5 tahun yang lalu yang telah merenggut nyawa kedua orang tuanya dan juga lebih dari 1 juta jiwa orang tak berdosa yang dibunuh massal pada hari yang sama.

Sasuke adalah perempuan walaupun namanya kelaki- kelakian tapi Author boleh mengdeskripsikan jika ia memiliki postur yang cukup tinggi untuk seukuran wanita pada umumnya, rambutnya hitam panjang ia sanggul dan hiasan berbentuk kupu-kupu bertengger manis di atas kepalanya.

Ia menatap penuh kebencian seseorang itu yang diinjak kepalanya oleh kakeknya itu dan ia dengan dinginya meludahi orang itu lalu menusuk matanya dengan pisau yang ia genggam.

Ia menusuk penuh dendam mata orang itu yang tak berkutik sama sekali karena tangan dan kakinya terikat oleh tali serta kepalanya diinjak oleh Madara.

"Mati Kau, sialan!" makinya pada orang itu penuh amarah tanpa henti menusuk-nusukan pisau itu pada mata seseorang itu berulang kali hingga mata itu tak berbentuk mata lagi jadinya.

Orang itu berteriak histeris kesakitan menahan perih pada matanya yang hancur akibat tusukan Sasuke padanya.

"Ampuni Aku! " mohon orang itu pada duo cucu dan kakek itu namun sayang mereka tak memperdulikan permohonannya itu.

"Bisa kau tuntaskan, Sasuke?" perintah Madara menyerahkan palu gondam yang dipegangnya pada Sasuke dan dengan senang hati cucunya itu menerima palu raksasa itu dari kakeknya.

" Baiklah, Kakek" angguknya, Madara menyingkir tidak menginjak kepala orang itu lagi tapi Sasuke beraksi menghantamkan palu itu keras ke muka orang itu sehingga baru 8 kali ia menghantamkan palu itu, orang itu mukanya sudah hancur tak berbentuk lagi.

"hah...hah...bagaimana hasilnya,kakek? Apakah ini sudah sepantasnya didapatkan oleh orang komunis ini?" Tanya Sasuke berhenti memukulkan palunya pada orang itu yang tampak sudah tak bernyawa dengan muka yang sudah hancur akibat pukulan palu Sasuke yang diterimanya.

"Hn, cukup Sasuke! Kau merenggut nyawa orang itu dalam 8 kali pukulan, cukup signifikan peningkatanmu ya Sasuke dari yang sebelumnya 12 kali pukulan ha...aha kau memang cucuku, Aku bangga padamu." puji madara mengusap-usap pucuk kepala Sasuke bangga.

/

"Hey, Kyuubi!"

"ya "

"Apakah kau akan mandi setelah kita menikah?"

" tentu saja, memangnya kenapa ? Kau ragu,hm?"

"Bukan begitu tapi apa benar perkataanmu itu kalau kau dapat membebaskanku dari sini."

" Tentu saja iya, memangnya kenapa ? kau meragukan ucapanku ya."

"tidak juga, aku percaya padamu"

"lantas kenapa kamu berbicara seperti itu padaku seakan kau meragukanku?"

"tidak ada hanya memastikan saja."

"oh"

Naruto duduk bersila , hidungnya ia tutupi dengan tangan kirinya, menahan bau Kyuubi yang sungguh menyengat di indra penciumannya.

"Kau kenapa, Yayang? Apakah bau badanku mengganggumu?" Kyuubi bertanya, hidungnya mengendus-endus ketiaknya lalu bergumam " Kenapa bisa bau?" bingungnya lalu mencium aroma rambutnya yang ternyata sama baunya.

"he..ehe..maaf ternyata bau ku memang menyegat ya sampai-sampai kau menutupi kedua lubang hidungmu sendiri..ehe...ehe"

"Ya tak apa, aku hanya tak terbiasa dengan bau badanmu itu." kata Naruto masih tetap menutupi kedua lubang hidungnya.

"ehe..he.. Kau memang baik ya he...he"

Kyuubi tertawa menggaruk-garuk rambutnya yang penuh ketombe sehingga kotembe-ketombe yang ada di rambut Kyuubi itu beterbangan dengan riuh.

"Bisa kita bahas kembali Kyuu...bagaimana caranya kita kabur dari sini?" Naruto menyenderkan kepalanya ke jeruji besi di belakangnya lalu berbalik mengidahkan pandangan Kyuubi padanya.

"Ya bisa, dan aku sudah merencanakan ini sebelum-sebelumnya haha...haaha" Tawa Kyuubi mengerikan layaknya penjahat kelas kakap yang mendapat proyek tapi setelahnya ia tersedak oleh ketombenya sendiri yang beterbangan disekelilingnya.

"uhughh...uhugghhh"

/

Sasuke berjalan melewati koridor camp yang berjejer sel-sel penjara yang bergejubel dihuni puluhan orang dalam satu unit yang sempit. Ia terus berjalan dan berjalan tidak memperdulikan orang-orang dalam sel yang meronta-ronta dalam sel ingin dibebaskan lalu ia menendang pintu bertuliskan Saara di depannya mencinduk Saara yang tengah menciumi sebuah foto pria bersurai kuning dengan bibirnya. Saara tergejolak kaget karena aksinya itu mungkin saja diketahui oleh seseorang yang menendang pintu ruangannya yang terkunci dari dalam olehnya itu.

Sasuke mendekati Saara yang duduk di kursi kerjanya yang kini hanya memegang foto pria itu disalah satu tangannya.

"Mana Kyuubi? Tak seharusnya kau menahannya karena ia masih anggota keluargaku." Sasuke bertanya dan tanpa sengaja ia melihat foto itu yang di pegang oleh Saara.

"Kyuubi ya, hmm tunggu sebentar aku akan mengambil kunci selnya!" Kata Saara mengorek-orek lacinya mencari kunci sel Kyuubi atas permintaan Sasuke yang egoistik.

"cepatlah! Kau menunggui Uchiha terlalu lama, rendahan" maki Sasuke yang tak sabaran meminta kunci itu yang belum diketemukan oleh Saara.

"Tunggu sebentar! Akh ini dia Sasuke-sama, hati-hati ya awas jangan sampai kau juga membebaskan pria berambut kuning disana" peringat Saara menyerahkan kunci itu pada Sasuke.

"Memangnya kenapa? Apakah ia penjahat negara yang berbahaya?"

"Bukan, Sasuke-sama. Ia hanya terduga komunis yang masih menunggu keputusan kepala Sipir untuk di eksekusi." Saara cemas lalu ia berucap kembali "dan Ia juga seseorang yang ku suka" Saara wajahnya memerah ketika ia mengucapkan perkataan itu.

"oh baiklah kalau begitu" ucap Sasuke lalu berlalu dari ruangan tersebut.

"oh Tidak bagaimana ini? Semoga saja Sasuke-sama tak terpesona oleh ketampanan Naruto-kun, oh tidak jangan sampai itu terjadi arghhh kenapa aku sebegitu khawatirnya." Saara panik sendiri mengoceh-oceh tiada henti " Tidaaakkkkkkk".

/

"Uchiha Sasuke-sama...ekhh Sasuke-sama akhirnya kau membebaskanku juga terima kasih-terima kasih." Kyuubi kegirangan memeluk Sasuke layaknya ibunya menangis haru karena dibebaskan.

"hn, Lepaskan, Kyuubi! Bau mu membuatku ingin muntah saja" Sasuke mendorong Kyuubi yang asik memeluknya namun pandangannya bertemu dengan Naruto yang sedang memerhatikan mereka yang sedang berpelukan.

"Siapa kau, Kuning?" tanya Sasuke pada Naruto yang tengah berdiri diselnya sembari menunjuk Kyuubi ingin mengutarakan sesuatu.

"ekkh...Aku..."

"Ya kau, Kuning"

"Naruto, Sasuke-sama" potong Kyuubi antusias menyebutkan nama calon suaminya itu.

"Naruto,hmm" ucap Sasuke seperti penasaran lalu mendekat pada Naruto yang masih berada dalam sel.

"Ya, Tuan" sahut Naruto memanggil Sasuke tuan karena tampak jelas pakaian yang di kenakan Sasuke berupa pakaian resmi kenegaraan dan juga nama keluarga yang Sasuke gunakan saat ini membuat Naruto mau tak mau memanggil Sasuke Tuan karena ia memang statusnya sangat rendah ketimbang Sasuke yang notabene adalah cucu seorang Presiden yang berkuasa di Negara itu.

Sasuke menggenggam kedua tangan Naruto dengan tangannya lalu berkata " Perkenalkan Namaku Uchiha Sasuke dan jika kau tanyakan ia siapaku maka akan ku jawab ia budakku" Sasuke melepaskan genggaman tangannya lalu menunjuk Kyuubi di belakangnya.

"U-uchiha...Uchiha.." Ucap Naruto terbata-bata menyebutkan nama itu.

"Ya, benar Uchiha...apakah kau terduga komunis yang ditahan disini, jabrik kuning?" tanya Sasuke menoel-noel jidat Naruto yang dimaju mundurkan olehnya.

"Ya"

"Apakah kau merasa seorang Komunis?" tanya Sasuke lagi, menyelidiki.

"Tidak...tentu saja tidak, Aku hanya di tidak tahu menahu soal komunis"

"Kau yakin, Naruto?" Sasuke menarik kerah baju Naruto , kepala Naruto ia benturkan ke jeruji besi dan Sasuke wajahnya mendekati jeruji besi itu dan kini wajahnya berhadap-hadapan dengan wajah Naruto.

"Ku tanya sekali lagi, apakah kau yakin, Naruto?"

" Aku Sangat Yakin, Tuan Uchiha" jawab Naruto penuh keyakinan hingga tak tampak kebohongan dengan caranya bicara dan mimik mukanya yang tampak mengeras.

"Baiklah, Aku akan membebaskanmu Naruto , kurasa kau tak berbohong, benarkan, Kyuubi?" Ucap Sasuke melepaskan tarikannya pada kerah baju Naruto lalu memegang tangan Naruto dan menariknya keluar dari sel itu. " Ya Sasuke-sama, Naruto tak mungkin berbohong. Aku yakin itu 100 %" sahut Kyuubi mendapati tuannya bertanya padanya.

"Benarkah, Tuan? Kau akan membebaskanku, benarkah?" Naruto bertanya pada Sasuke yang kini tengah memegang tangannya dengan antusias.

"Ya kau benar aku akan membebaskanmu dari sini tapi dengan satu syarat"

"apa itu?"

"Kau harus menjadi budakku, Naruto selamannya!" ucap Sasuke lantang memberikan sebuah syarat.

"A-apa menjadi budakmu?" ucap Naruto merasa shok.

"Dan selamannya..." tambah Sasuke berbisik di telinga Naruto.

/

"Sasuke-sama, jangan bawa Naruto-kun pergi! Aku takkan bisa hidup tanpanya, Sasuke-sama" pinta Saara memeluk kaki Sasuke yang kini tengah berdiri angkuh layaknya diktator kejam yang menguasai tambang minyak di jazirah Arab.

"Lepaskan...lepaskan...! kau ingin ku bunuh ya? Cepat lepaskan brengsek sebelum ku menembakmu dengan pistol..." Ucap Sasuke mengancam Saara yang memohon-mohon dan kakinya kini berusaha menendang melepaskan pelukan Saara pada kakinya.

"Tidak mau kecuali kau melepaskan Naruto-kun dan mengembalikannya padaku" kata Saara pantang menyerah untuk mendapatkan hak untuk memiliki dan menghidupi Naruto.

"Maaf saja ya,Saara. Laki-laki itu sudah menjadi budakku dan sekeras apapun kau memohon dan meminta, aku tak akan melepaskan laki-laki itu karena ia telah menjadi milikku. Lihatlah hey, bahkan aku sudah memasangkannya dengan kalung anjing peliharaanku jadi itu tanda ia akan selamanya menjadi budakku dan kau tak boleh memintanya karena aku lebih tinggi derajatnya darimu." Tolak Sasuke kakinya masih berusaha melepaskan pelukan Saara yang semakin mengencang.

"Bawa aku sekalian kalau begitu! Aku tak bisa hidup tanpa Naruto-kun. Jadikanlah aku budakmu, Sasuke-sama! Aku mohon jangan pisahkan aku dengan Naruto-kun!" Saara memberikan penawaran yang rupanya disambut dengan sukacita oleh Sasuke yang memang memiliki obsesi memiliki banyak budak yang terutama berparas cantik dan tampan.

" Baiklah jika itu mau mu, aku tak keberatan .Ayo berdiri rambut merah! Aku akan memasangkan kalung anjing, telinga kucing dan ekor kuda di tubuhmu. Bersiap-siaplah!" Sasuke pun melakukan hal itu memasangkan kalung anjing, telinga kucing yang pastinya cuma imitasi dan tidak lupa dengan ekor kuda pada tubuh Saara.

"Manisnya..." kata Sasuke terpesona karena melihat pemandangan Saara yang kini memakai berbagai macam aksesoris yang tadi ia kenakan pada tubuh Saara.

"Ayo semua kita pergi dan Kyuu jangan bertindak sesukamu lagi dan berujar tentang kudeta pada semua orang karena itu sangat rahasia. Kau Mengerti , Kyuubi?" perintah Sasuke pada budak-budaknya dan menasehati Kyuubi agar tidak gegabah dan ember membicarakan sesuatu hal tentang yang dikatakannya "Kudeta".

"Ya baik, Sasuke-sama, aku mengerti" jawab Kyuubi meyakinkan Sasuke jika ia takkan mengulanginya lagi.

Mereka berempat lalu menaiki sebuah mobil berlogo Uchiha yang terpakir sendiri di depan pintu gerbang camp itu dan mereka akan menuju ke kediaman Sasuke untuk menjalankan perannya sebagai budak dan Tuan di rumah itu.

Tbc

halo-halo para pembaca yang budiman jika kalian bertanya -tanya soal pair di fic ini maka akan ku jawab bukan harem karena Sasuke tak menyukai Naruto dan Saara mungkin tak seberuntung yang dikira dan author hanya menyampaikan mudah-mudahan saja pairnya NaruFemkyuu saja tak ada yang lain.

No Lemon karena author tak sepandai ketika mengetik adegan penyiksaan atau pembunuhan.

Ok samapai jumpa kawan...maaf ya agak berantakan …...

dah...dah...ciluk..ba teletubbies...haha...

isi kolom review ya atau centang kotak fav and follow semoga saja berkah untuk kalian...

ada yang mau memproteskan akan pair yang ditentukan author...monggo silahkan komplain di kotak review atau komplai via pm atau fb dengan nama Anggara otama rahenduran...cari saja cuma satu-satunya tak ada yang lain..

maaf cuma seupret karena takutnya jadi kacapirit.

Nu hayang kadu...nu hayang munding...sing sabarnya...abdi mah moal mere ieuh...haha da abdi sarua meuni hayang komo deui enggeus di peusek ku awewe geulis kos migaronda hah...jeung munding geus di jadikeun rendang ku awewe geulis oge di pasakeunana duh hayang nah sih kitu tapi asana moal mungkin kasampean jeung mudah-mudahan weh teu gaduh kandala ngaanggeuskeun carita di fic ieu...du'a weh keun nyak...