kurobas (c) bang fujimaki tadatoshi

Indonesia!AU

Rakuzan = Jakarta Seirin = Bandung

Ooc ditulis dengan mode lompat-lompat QKQKQKKQKQ

Sumz: Neng, aa cinta neng. Apa neng cinta aa?

.

.

.

:O:

Pulang sekolah, Izuki ingin naik kereta. Padahal jarak rumahnya kalau pakai sepeda roda empat pun bisa ditempuh durasi lima belas menit. Mungkin karena Izuki manis, Hyuuga tidak jadi mengatai si pemuda yang matanya punya kekuatan elang dengan perkataan yang menimbulkan luka hati. Bisa jadi karena Hyuuga ada rasa, bisa jadi karena Hyuuga ada hahaha.

"Hati-hati," Riko menepuk kepala Izuki dengan gulungan kitab matematika. "Jangan kau coba-coba tebar senyum sembarangan,"

Mitobe batuk-batuk tiga kali ketukan. Uhuk. Uhuuk. Uuhuuk.

Koganei menerjemahkan bahasa misterius Mitobe, "Jangan suka jelalatan kalau liat kucing. Kalau ada kucing coba abaikan jangan dinotice terus. Kalau ada penjahat jangan disapa, mukanya coba digarangin sedikit."

Izuki mengangguk khidmat dan memberi hormat pada sahabatnya yang pengertian dan perhatian. No kode tapi peka, gan!

Karena Riko tahu Izuki manisnya manis sekali.

Izuki melambaikan tangan sebelum ia melihat teman-temannya ditelan kegelapan.

Namanya Izuki dan dia pemberani. Namanya Izuki dan dia tidak takut pada kunti.

.

"Neng sekolahnya dimana Aa baru lihat Neng di sekitaran sini,"

Ketakutan Riko menjelma menjadi kenyataan. Izuki yang menggelayut di pegangan kereta menoleh patah-patah. Ia melihat sesosok manusia bermata bulat dengan senyum lima watt dan hangat. Dan pemuda ini mirip kucing dan Izuki tidak bisa menahan hasrat diri untuk membuka suara.

Jawab ajalah sekalian silaturahmi. Siapa tahu dia suka baca puisi Sutardji cause tenageers nowadays don't know who is Sutardji.

"Oh saya sekolahnya di Seirin A," Izuki menjawab ramah lengkap dengan tatapan mata yang seenak susu kental manis ditabur senyum gurih dan si pemuda yang menyapa tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang berdetak, detak, detak memenuhi telinganya.

"Seirin? Seirin yang mana?"

"Itu di depan alun-alun sekolahnya,"

"Maaf aku kurang tahu sama Bandung sih,"

Ah, Izuki tahu, ini saatnya ujicoba lawakan dari buku TTS yang ia beli di warung-warung.

"A, rasanya aku pernah liat aa deh," Izuki lupa total dengan petuah Mama Riko dan Paman Mitobe.

"Dimana neng?" si pemuda berjaket putih pun menyahut positif.

Izuki lupa dia laki-laki dan Izuki tidak marah saat lawan bicaranya memanggil dia 'Neng'. Akronim dari 'neneng' alias gadis dalam bahasa Sunda.

"Oh iya A, waktu itu ada embe ngomong sama neng katanya Aa matanya kemana kok neng cantiq gini aa tak lihat,"

Jantung Izuki berkerlap-kerlip saat mendengar tawa si Aa yang mengalun indah bagaikan simfoni pelangi di telinganya.

Padahal Izuki ngelawak aja belum :')

"Neng cantiq memang cantiq neng lucu sekali," kata si pemuda berjaket putih, tergelak.

Baru pertama kali ada orang yang refleks mengeluarkan tawa kencang saat Izuki melawak. Biasanya, orang-orang hanya menatapnya garing. Izuki terharu dan akan mencatat hari ini, aku dan aa yang bisa tertawa di prasasti.

Alhasil keduanya tenggelam dalam percakapan tidak nyambung tapi nyambung :')

"A—ah A, aku belum tahu nama Aa siapa..."

Sayangnya, punggung berlapis jaket Rakuzan itu sudah menjauh terbawa pergi oleh laju kereta.

Rakuzan...?

.

Izuki tiapkali melihat kucing jadi teringat dengan si laki-laki dengan senyum lucu itu.

.

"Oi, semuanya kumpul-kumpul, aku dapet penawaran terbaik yang takkan datang untuk tiga kali!"

Satu minggu dua hari empat belas jam terlewat setelah kejadian dimana hati Izuki bergetar hebat karena pertemuan yang sudah ditakdirkan dengan si Aa berambut jingga. Izuki sudah mencoba berbagai macam metode melawak bahkan orang-orang harus mengolah kalimat Izuki dulu baru bisa tertawa dengan oktaf rendah.

Hanya si Aa 'jingga'; paham cara membuat Izuki bahagia dalam kurun pandangan pertama.

"Rakuzan mengajak kita latih tanding, terima jangan? Aku sudah menyetujuinya,"

Gausah nawarin, batin Izuki lelah.

"Rakuzan yang seminggu ini masuk koran?!"

"Iya!"

"Yang kaptennya pas diwawancara cuman diliatin lehernya?!"

"Iya!"

"Yang kaptennya waktu lagi latihan di gym cuman diliatin punggungnya?!"

"Iya!"

"Yang kaptennya gunting rambut tanpa ngeliat kaca makin ganteng?!"

"Iyaaaa!"

"Dan berhasil masuk ke jajaran kapten paling dahsyat 2014?!"

Hyuuga tertohok kejam oleh perkataan antusias Koganei yang diam-diam ternyata ada rasa sama kapten dari Rakuzan.

Begitulah.

Hyuuga dan Izuki rajin baca koran yang mengekpos Rakuzan dengan kupasan terakurat, terbaru dan terpercaya secara eksplisit. Mulai dari bangunan Rakuzan bagaikan komplek real estate, kapten tampan yang bisa nge-dunk padahal tingginya hanya 173cm sampai—

Gosip kalau Rakuzan terjadi prahara rumah tangga antara suami kaya dan istri muda. Dan kabarnya ada pemuda yang senyumnya lebih cerah dari bunga matahari, pemilik pabrik sampo Tresemme, dan bos mafia. Intinya, Rakuzan itu dunia asing yang tak dikenali oleh Izuki.

Entah kenapa Izuki merasakan akan ada sesuatu yang terjadi. Hatinya tiba-tiba berdenyut seperti aliran Waduk Katulampa. Pada keadaan normal, jantung Izuki berdenyut seperti aliran Waduk Jatiluhur.

~Akankah terjadi sesuatu yang sudah ditakdirkan? Karena di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan~

Atas dasar hal itu, Riko menyanggupi permintaan latih tanding di sekolah Rakuzan. Katanya, kalau di Seirin kasian anak-anak harus ke Bandung. Riko maso; padahal Akashi bisa bayariin semua anak Rakuzan dari Jakarta ke Bandung; sedangkan dia tidak.

Semua berubah setelah Kuroko mendapat sms;

Bilang sama pelatihmu kami yang datang ke Seirin, Tetsuya. Aku tidak mau melihat pelatihmu semakin maso.

Dari Akashi Seijuurou yang tak terkalakan.

Satu hal… apa hubungan Kuroko dan Akashi? Kenapa Akashi tahu nomor Kuroko?

Tumben-tumbenan Izuki kepikiran.

.

[saat memberi hormat di pembukaan pertandingan]

"Halo neng,"

"Kamu yang kemarin ada di kereta 'kan?!"

"Iya Neng takdir mempertemukan kita kembali," Hayama pamer gigi taringnya, "Aku Hayama Kotarou, salam kenal,"

"Izuki Shun," Izuki meraih jabat tangan Hayama dan tiba-tiba ada sengatan eletrik (padahal Hayama tidak mengalami korslet di tubuhnya) mengalir dari tangan sampai ke jantung Izuki. "Aa ngapain ke Bandung dari Jakarta?"

"Kemaren Aa coba ngelabing,"

"Ngelabing?"

"Ralat. Clubbing neng, cuman aa gakuat minum susu campur soda ternyata aa udah mabok duluan,"

"Ah aa masih mending aku teh dicampur jeruk nipis aja udah pusing,"

.

.

.

.

[saat one on one]

"A baru sekali ini ngerasa digodain sama neng cantiq,"

"Apa aku bukan neng! Kau bisa menyebutku neng kalau a bisa kalahin neng!"

"Buat neng lima jari juga cukup!"

"Ayo a aku takkan kalah sama aa!"

.

"Hayama berhenti menggoda anak sekolah lain!"

"Izuki! Kamu harus lebih berkonsentrasi!"

.

[saat Izuki mencoba mencuri bola dari Hayama]

"Memangnya kamu bisa mengalahkan aku? Tidak ada yang bisa melewati teknik dribbleku!"

"Ada yang bisa mengalahkanmu!"

"Siapa?"

"Aku yang akan mengalahkanmu!"

.

"Hayama! Izuki! Kalian sempat-sempatnya ngobrol saat mencuri bola!"

.

.

.

[saat Hayama nembak Izuki]

Neng?

Apa?

Aa ada rasa sama Neng. Apa Neng ada rasa sama Aa?

Izuki tahu ini menjadi jawaban atas do'a-do'a yang ia panjatkan setiap malam minggu.

Sesederhana ini.

.

.

"Izukiiii… PJ-nyaaaa!"

.

"Hayama… PJ-nya!"

"Minta sama Akashi saja sana!"

"Hah? Apa korelasinya?"

"Mulai detik ini Akashi adalah bapak angkat saya,"

.

.

.

[saat Izuki main basket dengan Hayama]

Dua-dua seperti orang asing yang akrab, bertarung dalam ketegangan hebat, saling tatap-menatap dan akhirnya Hayama tertawa. Izuki tersenyum. Ternyata ada ya orang yang mengerti sense humorku…

.

.

.

[saat Hayama main basket sama Izuki]

Entahlah rasanya seru kalau main sama Izuki. Izuki cepat dan lincah, bikin Hayama ketagihan main terus sama Izuki. Matanya Izuki tajam dan selalu bisa melihat pergerakan dribble kilat dan Hayama bahagia atas apresiasi yang Izuki berikan.

.

Saat Hayama sibuk sms-an sama Izuki, pasti ada yang naik darah.

(Akashi yang suka marah-marah dibalik topeng non ekspresi)

.

Saat Izuki sibuk chatting-an sama Izuki, pasti ada yang naik darah.

(Hyuuga yang suka marah-marah sambil nyuruh Izuki keliling lapangan)

.

Begitulah cinta, yang sirik, tidak ada akhirnya :')

A, katanya mau ke Bandung?

Iya SMA kita mau latih tanding lagi

Serius?

Akashi lagi ada hajatan jadi kita dibayarin transportasi, konsumsi ah beres kok tenang aja kalau-kalau Neng khawatir masalah uang

Oh, kaptenmu itu anak Raja Minyak?

Kakeknya Raja Minyak, Ayahnya Presiden Minyak. Secara kapten kita pundi uang berjalan—tapi neng dilarang suka apalagi cinta sama Akashi

Hmm, iya. Ditunggu di Seirin ya A

Oke, Neng pasti Neng makin cantik.

Ah, A neng cantik gini masa baru ngeh

AHAHAHAHHAHAHAHAHAHA

A malah ketawa?

Kan neng lagi ngelawak

Neng—?

.

Namanya Izuki Shun dan lebih cantik dari perempuan kebanyakan padahal dia laki-laki. Namanya Izuki dan dia lucu sekali. Namanya Izuki, punya mata sipit bagai bulan disambit, namanya Izuki dan dia hobi melawak sayang sekali, yang mengerti lawakannya hanya orang-orang yang ber-IQ tinggi dan dipilih Tuhan.

Namanya Hayama Koutarou, lalu dia suka menggoda Izuki dengan panggilan 'Neng' atau yang lain meskipun panggilan itu ditujukan untuk perempuan bukan laki-laki. Namanya Hayama, dan dia lincah. Namanya Hayama dan dia pacarnya Izuki. Namanya Hayama, dan dia sayang, sayang, sayang sama Izuki.

Izuki murid Seirin. Hayama murid Rakuzan. Izuki punya penglihatan tajam. Hayama nggak punya. Izuki nggak punya tangan tangkas. Hayama punya. Izuki lucu. Hayama imut. Kesimpulannya, mereka menjalin hubungan lintas kota.

.

Suatu hari di musim hujan yang lebat, Akashi mendapat ilham dan pencerahan dalam nuraninya bahwa ia harus mengajak SMA Seirin latih tanding. Perihal kapten yang disebut-sebut sebagai pemilik Freeport lima tahun mendatang memiliki nurani bisa dikesampingkan sebentar karena bagaimana pun juga Akashi adalah manusia biasa yang tahu enaknya nasi.

"Ih, Akashi serius—kita latihan tanding sama Seirin?"

"Iya. Ada masalah, Kotarou?"

"Kan mereka ada di Bandung kita ada di Jakarta—jauh tau!"

"Ah kalau malu ketemu sama Shun bilang saja,"

"Oke, aku ingin ketemu sama Shun tapi aku gamau kamu ngambek dan menyiksa kita dengan azab yang pedih karena tiapkali aku melihat Shun rasanya aku kehilangan akal sehat,"

Begitu pun aku tiap melihat wajah Tetsuya dan Kouki, Kotarou—benak Akashi melengking.

"Kamu boleh pilih. Pakai jet pribadiku, helikopter atau pintu teleportasi ghaib milikku?"

"Kereta aja deh,"

"Oke, kita naik jet pribadiku saja," Akashi mendadak budek,"Kita mendarat di lapangan Gasibu oke,"

"Akashi—"

Akashi tidak tahu bahwa keputusannya membuka lembaran baru bagi kehidupan pelangi Hayama dengan seseorang disana.

(padahal motif Akashi sebenarnya adalah ingin melihat wajah dua mantannya sekali lagi, Kuroko dan Furihata)

.

Udah nyampe mana, Hayama?

Izuki-sayang jangan ngambek dong. Aku jadi lemes kan mau ketemu

Aku bilang kamu udah sampai mana

Kalau dari gerbang depan mau lapor ke TU kemana ya?

.

"Aa cinta Neng. Apa Neng cinta A?"

Tidak ada jawaban dan akhirnya Hayama tertawa agar kecanggungan yang meliputi mereka berdua lenyap dibawa angin sepoi,

"Aa mau kok menunggu Neng sampai Neng cinta Aa,"

.

Shun, kita pernah bertemu loh sebelumnya selain di kereta

Dimana?

Di dalam mimpi

Hayama, plis

Ketawa dong Shun!

Nggak

Aku selalu ketawa kalau kamu ngelawak tapi kenapa kamu nggak pernah ketawa kalau aku ngelawak?

.

Shun

Iya?

Shun, sun dulu dong pipiku biar okeh

.

Hayama?

Ya, Izuki?

Hayama apa yang tinggal di Majapahit?

Oke, Hayam Wuruk itu Izuki, bukan Hayama Kotarou

.

Shun

Apa, Hayama?

Enggak kok, cuman lagi liat matahari eh taunya bahasa inggrisnya kedenger sama kayak nama kamu

Gombal mulu

Abisnya hanya Shun yang bisa menjadi sun dalam kehidupanku

.

Kotarou apa yang berkacamata?

Mariposa Shintarou, plis kenapa aku disamain sama dedemit di Bandung, Izuki sayang tega sekali sama aku :'(

Ih maaf gak maksud :'(

.

Desas-desusnya, Izuki tidak percaya.

Setiap kali ada kodok yang melompat tiga kali dan melewatinya di perempatan gang menuju rumahnya, janganlah sekali-kali kau menengok ke kiri, begitu peringatan yang Riko, Hyuuga dan Kiyoshi katakan.

Nanti ada seseorang berjubah besar muncul dan menanyakan hal pribadi padamu.

Izuki mengalaminya dan dia malah merasa tidak ada hal buruk yang terjadi. Dan ada asap mirip penyemprotan DBD menyelubungi penglihatannya dan Izuki tidak merasakan tanda bahaya setelah muncul sesosok 195cm dan berkacamata.

Sosok yang dibicarakan banyak orang dan masuk ke dalam koran—Mariposa Shintarou. Makhluk metafisika yang diyakini dapat membuat seseorang beruntung atau terpuruk tergantung amalan masing-masing kini ada di hadapan Izuki lengkap dengan efek berkilau dan bercahaya.

"Pilih masa lalu atau masa depan?"

Sebelum Izuki sempat bernapas—Mariposa Shintarou bertanya.

"Aa-aku pilih masa depan!"

Izuki harap jawabannya benar. Karena dia tidak mau terperangkap dengan mantannya selama-lamanya. Melihat wajah Furihata yang mendung cukup menjadi pelajaran bagi Izuki agar berhati-hati dengan yang namanya lelaki (padahal dia lelaki).

"Pilih mantan atau gebetan?"

"Gebetan!"

Ada suara tawa dan dengusan pendek disaat yang bersamaan. Apakah jawaban yang Izuki katakan mendatangkan manfaat atau mudharat?

"Kamu memilih jalan yang benar, nodayo." Katanya lagi. "Aku Mariposa, nodayo. Aku ada karena keinginan manusia, nodayo. Sejak ada Oha-asa pula aku ada,"

"Terus hanya kamu satu-satunya yang nggak takut liat aku," sesi curhat seorang Mariposa dimulai.

"Kamu emang ngapain sih jadi Mariposa?"

"Tugasku bertanya dan mengabulkan keinginan manusia. Kalau kamu bisa melihatku, berarti kamu punya keinginan yang tak bisa kamu katakan, nodayo."

"Dari sekian banyak manusia yang ada di muka bumi, hanya sejumput manusia yang bisa move on, nodayo. Semuanya terperangkap dalam kenangan indah masa lalu tanpa sadar bahwa masa depan masih menyediakan banyak pilihan untuknya. Dan kamu termasuk salah satunya, nodayo."

"Aku baru tahu Mariposa sebawel ini, nodayo."

"Jangan ikut-ikutan cara bicaraku, nodayo."

"Jadi kamu memilih masa depan dan gebetan, nodayo?"

Izuki mengangguk pasti.

"Kalau begitu selamat. Anda memenangkan kesempatan hidup berbahagia bersama dengan cheetah lucu yang imut, penyabar dan pengertian wahai burung elang yang tersesat,"

Si makhluk tak jelas itu memperbaiki posisi kacamatanya. "Dengan begini kau orang terakhir yang kubutuhkan untuk melepaskan kutukan Mariposa ini. Karena kamu, aku bisa menjadi manusia kembali. Aku ucapkan banyak terimakasih untukmu, nodayo."

Izuki hanya diam saat makhluk hijau itu menghilang dalam sekali kedipan.

Dan di dekat kaki Izuki tertinggal dua voucher gratis makan ramen lumpuhkan ingatan.

.

.

.

"Begini ada sesuatu yang harus kubicarakan, Izuki."

Izuki menunggu Hayama mengeluarkan uneg-unegnya.

"Aa cinta neng. Apa Neng cinta Aa?"

"Kalau masih belum jawab juga tidak mengapa bagi Aa," si cheetah menjadi layu saat sang elang ragu.

"Kita selama ini LDR-an. Kita ketemuan saat libur setelah ujian. Atau SMS-an aja. Aa rasa Neng sudah bosan sama Aa,"

"Aku sayang kamu."

"Jangan bercanda ah, aku gasuka, lagi serius nih,"

"Iya aku serius,"

"Masa,"

"Iya!"

"Apa buktinya,"

Hari itu hari yang cerah. Saat Izuki mengesun pipi Hayama biar okeh dan dua orang jatuh cinta; Hayama suka dicium dan Izuki suka mencium intinya mereka lucu.

.

Di masa depan, Hayama beli rumah untuk mereka berdua di Switzerland. Rumahnya menghadap kebun bunga matahari dan cocok sekali untuk bermain layangan tanpa ada kendaraan yang berlalu-lalang.

.

Apa yang menjadi bukti kalau kamu suka aku?

Hayama senyum.

Kok senyum terus?

Abisnya aku nungguin kamu ngelawak.

Oh Mama tolonglah aku…. Laki-laki yang seperti ini membuat Izuki gila kepayang.

Oh iya A.

Neng juga sayang Aa.

AAAAAAAH NENG IZUKIIII!

.

Neng kenapa senyum-senyum sendiri?

Pertemuan kita itu sudah ditakdirkan A, bukan kebetulan.

.

Dan Izuki baru tahu dari Hayama kalau Mariposa Shintarou itu dulunya adalah manusia yang berani menolak Akashi dan berakhir jadi makhluk gentayangan. Tapi berkat kepolosan Izuki dan optimisme akan masa depan, Mariposa Shintarou akhirnya berhasil kembali jadi remaja SMA biasa.

.

Di masa depan nanti, namanya bukan Izuki Shun. Tapi Hayama Shun dan Shun selalu senang mengesun Hayama biar oke.

.

end

catatan

setiap chapter di proyek ini (kayaknya) ga bakal nyambung satu sama lain karena ini harem!juky jadi ya gitu =)

makasih sudah membaca!