Mask Masters – Bad Deal – Muspel Returns

Muspel telah bangkit! Dan 12 patung dari 12 elemen kebijaksanaan diubah kembali menjadi jahat .. Bisakah keempat penjaga mengalahkan mereka disaat yang bersamaan?

~Chapter one : Prologue : Before the awakening

" Kakak, ayo bangun! Sudah pagi!" Ujar Kiro sambil menggoyang-goyangkan tubuh kakaknya yang masih terbaring di kasur itu.

" Kiro .. Sekarang masih pagi, biarkan aku istirahat .. " balas Borg ketika ia menutupi kepalanya dengan bantal. "Huuh! Dasar pemalas!" kata Kiro menyilangkan tangannya

"Sudahlah Kiro. Biar aku saja yang mengurusnya," kata Macan Putih melalui gelang Borg, yang masih tertidur pulas.

"Siap, tuan!" Kata Kiro sambil berjalan keluar dengan senyum licik, lalu menyiapkan sarapan karena kedua orang tua mereka sedang pergi.

Sementara itu, Warwick tengah menyapu rumahnya. Sekali-kali ia menatap foto dirinya & kakeknya yang telah tiada sambil menghela nafas.

Sejak berpisah dengan teman-temannya, Ia merasa kesepian. Tetapi, Ia tahu, suatu hari nanti mereka pasti akan bertemu lagi. Tiba-tiba Bulkan datang dan mendarat dibahunya.

" Bulkan? Ada apa? Bukankah kau seharusnya bersama Shumi?" Kata Warwick sambil bertanya kepada burung hitam tersebut. Bulkan tersenyum, lalu terbang kebawah untuk menunjukan bahwa Ia bersama Shumi.

"Warwick, aku disini!" Gadis berumur 13 tahun tersebut melambaikan tangannya kearah Warwick. Warwick tersenyum, lalu bergegas turun dari rumahnya yang berada diatas pohon.

"Hai, Shumi," Sapa Warwick kepada Shumi, yang sibuk melihat keadaan sekitar. "Rumahmu bagus sekali~!" Shumi berkata dengan senangnya. "Oh iya,dimana Borg?" Tanya Shumi kepada temannya yang berambut biru.

"Entahlah. Ia bilang akan datang hari ini," Jawab Warwick sambil mengerutkan dahinya. "Huh! Dia itu! Selalu saja membuat kesal!" ucap Shumi geram. "Shumi .. Mungkin ia lupa." Warwick tersenyum.

"Ya sudah .. Kalau begitu, mari jemput dia. Hari ini kita mau ke rumah Honma, bukan begitu?" Shumi membalas lagi dengan senyuman cerah. "Tentu, mari. Kita jalan kaki saja, olahraga .. " Canda Warwick.

Mereka bertiga pun berjalan kaki menuju rumah Borg.

Sementara itu 'lagi' ..

Teriakan kesakitan dari kamar Borg membuat Kiro yang berada di luar tertawa kecil. Macan Putih yang menyadari bahwa Borg sudah sepenuhnya bangun, berhenti menyetrumnya. "Untuk apa itu?!"Borg berkata dengan nada agak tinggi.

"Kau tidak mau bangun, dasar pemalas!" Macan Putih membalasnya dengan nada yang lebih tinggi yang membuat Borg kaget.

"Sudahlah, bertengkar tidak ada gunanya, " Ia pun bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan keluar.

"Jadi, kau sudah bangun, ya?" Kiro tertawa kecil ketika melihat kakaknya yang berjalan kearahnya dengan wajah agak jengkel.

"Salah kakak sendiri sih, tadi tidurnya larut sekali," pekiknya lagi. "Ya, sekali-sekali saja .. " balas Borg sambil menguap.

"Ah, lupakan. Sarapan sudah siap, lho!" senyum Kiro kepada kakaknya yang kelihatan masih terlihat lelah.

Borg, yang tengah duduk di kursi kayu langsung terlihat segar seperti biasa lagi. " Aah, masa?" Tetapi, ia kelihatan tidak yakin. Kiro menarik tangan kakaknya. "Tak percaya, ya? Sini .." Mereka berdua-pun bergi ke tempat Guchi berada.

Pada saat yang bersamaan, Felicia yang dalam kendali hipnotis Muspel dan para Diemons bersiap-siap untuk menangkap Kiro ..

"Manusia memang menyedihkan .. " ucap Felicia sambil tertawa jahat disamping para Diemons.

Kembali ke Borg & Kiro, yang sudah menyelesaikan sarapan mereka dan berjalan-jalan di hutan. "Kita mau jalan-jalan kemana, kak?" Tanya gadis kecil berusia 6 tahun tersebut kepada kakaknya.

"Apa kau mau ke air terjun? Kita mungkin dapat bersenang-senang disana, " kata Borg dengan senyum lugunya. "Baiklah!" Kiro-pun tersenyum lagi.

"Ayo, Kiro, Guchi! Kita balapan!" Borg mulai berlari mendahului mereka berdua. "Tidak adil!" Kiro menyusulnya, sedangkan Guchi menggelengkan kepalanya sambil berceloteh mengejar kakak-beradik tersebut.

Tak disangka, ditengah jalan mereka dihadang oleh para Diemons. "Waah, kakak!" Kiro langsung memeluk kakaknya ketakutan. "Tidak boleh ada yang menyentuh adikku!" Borg menggeram marah.

Tetapi, karena jumlah para Diemons terlalu banyak, akhirnya Borg & Kiro memilih untuk lari. "Macan Putih!" Teriak Borg saat dia menggendong Kiro & Guchi dan berlari secepat mungkin dari mereka.

"Baiklah, Borg. Letakkan adikmu!" Borg langsung menuruti perkataan Macan Putih dan meletakkan Kiro ditanah. "Baiklah! Ayo kita mulai!" Borg dirubah oleh Macan Putih menjadi 'Mask Master' dan langsung menghabisi para Diemons satu persatu.

Kiro hanya bisa melihat kakaknya bertarung bersama Guchi. Tanpa Borg ketahui, Kiro ditarik oleh salah satu Diemon yang memang mengincarnya kemudian membawanya pergi.

"KAKAAK!" Kiro berteriak ketakutan saat dia dibawa oleh Diemon tersebut. "Borg, adikmu!" Borg menoleh kebelakang dan melihat bahwa adiknya telah dibawa pergi.

"Tidak!" Ia langsung mengejar Diemon tersebut secepat mungkin, namun dihalangi oleh para Diemons yang berbadan besar.

"Menyingkir dari jalanku!" Ucapnya marah. Namun, para Diemons tidak mau menyingkir dan malah menyerang Borg.

"Aku tidak akan .. menye .. rah .. DEMI KIRO!" Pada saat itu juga, Borg mulai kehilangan kesadarannya dan menyerang Diemon-Diemon tersebut sampai mereka tak berdaya ..

Sayangnya, saat dia sadar, Ia telah kehilangan jejak Kiro .. Ia kembali menjadi kembali menjadi wujud manusianya, dan berlutut dalam rasa bersalah.

"Ini semua .. Salahku .. KIRO!" Teriaknya dengan sangat sedih dan bersalah, karena untuk kedua kalinya ia membiarkan adiknya dibawa oleh para Diemons.

Bersambung ...

Yippie, Chapter satu selesai! ^^ Mohon kritik, saran dan komentarnya yaa~! ^^ Oh, iya. Chapter 2 tak akan lama kok! See you, MM-Lovers~!