Disclaimer: Aah, aku lupa sesuatu di Chapter 1 _ Aku gak memiliki SATU PUN karakter Mask Masters, melainkan hanya meminjam mereka .. Apa aku boleh memiliki Borg? #dikuburhiduphidup

Mask Masters – Bad Deal – Muspel Returns

Previous Chapter: Muspel telah bangkit. Ia pun mengirim para Diemons dan juga Felicia untuk menculik Kiro, sedangkan Borg gagal menyelamatkan Kiro untuk kedua kalinya. Warwick & Shumi sedang dalam perjalanan ke rumah Borg .. dan Borg menyalahkan dirinya atas semua ini .. Apa yang akan terjadi selanjutnya? #JrengJreng

Chapter 2 : Uh-Oh

Warwick & Shumi begitu terkejut melihat Borg terkapar tidak sadarkan diri dekat sebuah pohon. Sedangkan Guchi yang kebingungan berkeliling untuk mencari bantuan sampai akhirnya melihat Shumi & Warwick.

"Apa yang terjadi?" Shumi merasa khawatir akan temannya yang tidak sadarkan diri itu. "Guchi .. Guchi~!" Guchi hanya bisa menjawab dengan celotehan yang tidak bisa dimengerti oleh keduanya, kecuali Bulkan yang tengah mengepakan sayapnya diudara.

"Jangan-jangan .." Warwick benar-benar khawatir bahwa masa lalu yang sudah terjadi akan terulang kembali. 'Apa benar ..' Raut wajahnya mulai ketakutan. "Ada apa, Warwick?" Shumi menghampiri sahabatnya itu.

" Tidak apa-apa, Shumi. Hanya .. " Warwick mulai gelisah. Guchi menatap keduanya lalu berusaha membangunkan pemiliknya. "Guchi .. Gu~" Warwick kembali kepada temanya yang pingsan.

"Borg, kau tidak apa-apa?" Shumi berusaha membangunkan temannya itu. Tiba-tiba Bulkan bercicit dengan keras kearah pepohonan disamping mereka.

"Bulkan, ada apa?" Ketika ditanya Warwick, Bulkan malah berubah menjadi besar dan membawa Shumi, Warwick, borg & Guchi dipunggungnya lalu pergi.

"Bulkan, jelaskan padaku, ada apa?" Warwick bertanya lagi kepada burung yang kini berwarna keemasan itu. Bulkan hanya melihat Warwick lalu terbang lebih jauh lagi. Ternyata .. Dari dalam pepohonan terlihat bayangan hitam dengan mata merah menyala.

"Burung pintar .. " Bayangan tersebut menghilang tanpa jejak. Sementara itu, Bulkan mendarat di rumah Warwick. "Borg, ayo sadarlah!" Shumi menggoyang-goyangkan tubuh temannya yang pingsan itu.

Borg akhirnya membuka matanya, walau masih sedikit pusing. "Warwick ..? Shumi ..?" Ia bertanya kepada keduanya. "Syukurlah, kau sudah sadar. " Warwick-pun tersenyum.

"Apa yang terjadi?" Tanya Shumi kepada Borg, yang langsung terlihat sedih. "Ini salahku .." balas Borg dengan nada sedih dan bersalah.

"Apa salahmu?" Tanya Warwick kepada teman seumurannya itu. "Kiro .." Ia tak mampu berkata-kata lagi, lalu menitikan air mata. 'Ternyata benar .. Muspel telah bangkit ..' kata Warwick kepada dirinya sendiri.

"Jangan khawatir! Kami ini adalah temanmu! Dan kami akan membantumu menemukan Kiro!" Shumi berusaha membuat sahabatnya senang dan memberinya semangat.

"Tentu saja. Itulah gunanya teman," Tambah Warwick. Guchi & Bulkan juga berseru bersamaan. "Terima kasih, teman-teman .." Borg tersenyum kembali. Tiba-tiba Bulkan bercicit dengan sangat keras kearah pintu rumah Warwick.

"Bulkan, ada apa?" Shumi berusaha menenangkan burung berbullu hitam-kemerahan tersebut. Ternyata, di depan pintu para Diemons telah menunggu mereka berlima di kediaman Warwick.

Warwick menggeram. "Mereka lagi? Apa tidak jera menghadapiku?" Naga Biru yang merasakan bahwa para Diemons di depan mata pun angkat bicara. "Sifatmu tidak akan berubah ya? Haha," Ejek Macan Putih dari gelang milik Borg.

"Tuan-tuan, sekarang bukan saatnya bertengkar. Oh, kalian seperti anak kecil!" Phoenix merah pun ikut campur. Warwick, Shumi dan Borg hanya bisa menghela nafas. "Apa?" Ucap Macan Putih dan Naga Biru serentak. "Sudah cukup! Sekarang bukan saatnya bertengkar!" Warwick akhirnya memberanikan diri untuk melerai mereka.

"Lupakan mereka, Shumi. Sekarang, mari hadapi mereka," kata Phoenix merah ketika merubah Shumi menjadi 'Mask Master' dan melawan para Diemons satu persatu. Warwick & Borg hanya terbelalak melihat aksi Shumi dan Phoenix merah yang secepat kilat.

"Apa yang kalian tunggu? Ayo!" Shumi menarik keduanya keluar dari rumah Warwick, namun diluar ada hal yang tidak bisa dipercaya .. "E-Ederon?" Warwick hanya bisa menatap Taker yang pernah mencoba menghancurkan rumahnya dengan tidak percaya.

"Bagaimana kau bisa—" Borg tidak dapat meneruskan kata-kata, sementara Shumi kebingungan. 'Ederon? Siapa itu?' Kata Shumi kepada dirinya sendiri. "Hei, apa yang kau lakukan disini?" kata Naga Biru dari gelang milik anak berusia 12 tahun dengan rambut biru itu.

"Aku hanya melaksanakan tugasku. Lagipula, bukan urusanmu. " kata Ederon dengan tawa jahat, lalu mengeluarkan Iron Roll-nya. Pyuinze juga muncul dari belakang. "Anak-anak seperti kalian .. Tidak akan semudah dulu mengalahkanku, " kata Pyuinze tertawa jahat.

"A-apa?" Borg seakan-akan tidak percaya dengan apa yang telah Ia lihat. "Sepertinya, Muspel telah bangkit," kata Macan Putih. "Bulkan, panggil Honma, kami membutuhkannya," perintah Shumi kepada burung kesayangannya yang langsung melaksanakan apa yang Shumi perintahkan.

"Memanggil teman, ya?" Ederon kembali tertawa jahat. "Kami juga sudah membawa beberapa .." lanjutnya. Shade & Jielogun lalu muncul dari arah belakang mereka. "Borg, siapa monster dengan tubuh menyerupai kuda itu?" Tanya Warwick kepada sahabatnya yang tengah menatapi Jielogun & Shade dengan tidak percaya.

"Dia adalah Taker yang pernah kulawan sebelumnya. Senjatanya menyerupai pisau dan muncul dari tangannya," Jawab Borg yang masih dengan tatapan tidak percaya.

Bersambung ..

Oke! Chapter 2 selesai! ^^ Pendek ya? Aku lagi gak ada ide ._. Minta kritik dan sarang laba-labanya ya, reviewers! See you next time! Oh iya, 2 minggu lagi aku ulangan, minta tolong doa dan restunya, ya? ._. Karena jika tidak naik kelas .. Semua akun sosialnu akan ditutup paksa :'( Chapter 3 tak akan lama :D