Disclaimer

Masashi Kishimoto

Pairing

AllXFemNaru

Rated

T

Genre

Romance, Hurt/comfort

Warning

Miss typo, OOC, Bashing chara mungkin, AU, FEMNARU, gaje, dll

Dare of Ria Amelia

6

"Kau baik-baik saja?"

Naruto semakin menundukkan kepalanya, ia malu ada dalam keadaan seperti ini di depan si Bungsu Uchiha. Kini ia hanya setengah telanjang dengan kondisi atasan gaunnya yang robek parah, kaos hitam yang saat tadi Sasuke pakaikan padanya pun kini sudah tergeletak di atas lantai kamar bernuansa biru tua.

"Tahan, mungkin akan sedikit sakit." Sasuke kembali mengulurkan tangannya, mengusap belahan dada Naruto menggunakan kapas basah, kapas yang sudah ia lumuri cairan antiseptik sebelumnya, untuk mengobati bagian kulit Naruto yang terdapat luka memanjang seperti bekas cakaran.

Itu pasti sangat perih.

Tanpa sadar pemuda onyx itu menggertakkan giginya geram. Bersumpah akan melakukan pembalasan atas apa yang para cecunguk tidak tahu diri itu lakukan. Mereka bukan hanya berusaha melakukan pelecehan pada si bungsu Namikaze, tapi juga tangan kotor itu melukai kulit tan saat merobek keji pakaiannya.

Perlahan, Naruto memberanikan diri membuka matanya, pipinya bersemu merah saat menyadari sepasang onyx masih fokus menatap luka di belahan dadanya sambil meniupinya perlahan, Naruto ingin tahu bagaimana reaksi sang Uchiha saat melihatnya nyaris telanjang saat ini?

Waktu itu… Sasuke bahkan langsung menyerangnya dan terus menatap lapar dirinya.

Kali ini berbeda…

Naruto tahu Sasuke bahkan tidak menunjukkan gairahnya sama sekali. Si bungsu Uchiha sama sekali tidak terlihat seolah ingin menyentuhnya, menyatukan tubuh mereka disaat kondisi Naruto lagi-lagi tidak berdaya.

"Aku sudah menyiapkan pakaian baru untukmu." Sasuke berkata gusar. Ia membuang kapas di tangannya sembarangan. "Tidak lama lagi Kyuubi akan datang."

Sasuke memang sudah menelpon Kyuubi, memberitahukan kabar tidak menyenangkan itu kepada kakak dari si Namikaze. Kyuubi terdengar murka dan langsung saja menutup telponnya. Ia tahu… tidak lama lagi pemuda bersurai orange kemerahan itu akan membalas orang-orang yang sudah berusaha melecehkan adik perempuannya.

Mereka sama-sama diam.

Sasuke mengangkat sebelah alisnya, ia terkejut saat Naruto kembali menangis terisak, dua tangan tan-nya mulai bergerak menutupi dadanya yang terbuka, bibir bawahnya ia gigit kuat-kuat melampiaskan rasa sakitnya di dalam hati.

Ia sudah kotor.

Naruto tahu dirinya sekarang sudah tidak lebih dari wanita rendah yang tidak layak bagi siapa pun. Tapi tetap saja pada dasarnya ia memiliki tubuh yang indah. Sosok langsing setinggi 172 cm semakin tidak percaya diri pada kondisinya sendiri.

Kenapa… Sasuke tidak terlihat seolah ingin menyentuhnya?

Apa dia sudah tidak menarik lagi di matanya?

Bukan… bukan Naruto berharap Sasuke menyentuhnya lagi, menidurinya lagi. Tapi tetap saja dalam kondisi sememalukan nyaris tidak berpakaian berada di depan seorang pemuda normal tapi tidak bisa membuat pemuda itu ingin memilikinya, menyinggung perasaan Naruto.

Dia menjijikkan…

Naruto kian gemetaran. Pemerkosaan yang dialaminya beberapa minggu lalu memang menjadi kenangan pahit yang tidak terlupakan.

Sudah tidak layak untuk siapa pun lagi.

"Ada apa denganmu, Dobe?" Tanya Sasuke semakin kebingungan. Ia berdiri dari sisi Naruto, mengambil sebuah selimut di atas ranjang lalu melingkarkannya di tubuh Naruto. Ada apa dengan si pirang itu? Padahal tadi gadis itu sudah berhenti menangis.

"Kau sudah aman, jangan menangis lagi."

Naruto tidak menggubris. Ia justru menyingkirkan selimut yang Sasuke pakaikan, iris birunya menoleh menatap sang bungsu Uchiha penuh luka. Ia tahu… sekali pun dirinya benar-benar telanjang Sasuke tidak akan lagi tergoda untuk menyentuhnya.

Tidak akan ada lagi lelaki yang mencintainya dan mau menyentuh tubuhnya yang sudah dipenuhi noda.

Naruto tidak sadar saat Sasuke menahan napas lalu memalingkan wajahnya ke samping berusaha menyingkirkan pikiran jahatnya yang mengatakan 'Hajar saja, Sas!'.

"Kenapa Uchiha-sama tidak mau melihatku?" Tanya Naruto sedih. Apa dia sudah semenjijikkan itu? Kenapa Sasuke memalingkan wajah darinya?

"Bukan kah dulu Uchiha-sama pernah menyentuhku, melihatku telanjang, bahkan memperkosaku berkali-kali." Naruto kian sesenggukkan. Safir itu meredup saat ia menundukkan kepalanya, menyentuh dada kirinya yang terasa sakit membuatnya sesak.

"Apa Uchiha-sama jijik melihat sampah yang sudah pernah dipakai oleh Uchiha-sama dan teman-teman anda?"

"Sebenarnya kau itu berkata apa?!" Sasuke membentak kesal. Kenapa Naruto menguji kesabarannya? Kenapa gadis itu terus saja meragukan perasaannya?

"Sebenarnya apa yang kau ingin aku lakukan?" Sasuke kian murka, ia menarik tangan Naruto kasar membuat gadis itu berdiri terbanting menubruk dadanya. "Kenapa kau melepaskan selimutmu?"

Sasuke mengerang frustasi, mungkin tidak lama lagi ia harus melakukan ritual memanjakan diri di kamar mandi. Sebisa mungkin ia mengendalikan hawa napsunya, hanya untuk membuat Naruto percaya bahwa saat ini ia benar-benar mencintainya, bukan hanya ingin memiliki tubuh si blonde tetapi juga hatinya.

Tapi apa yang Naruto katakan tadi?

Gadis itu tersinggung karena kini dalam keadaan amat menggoda namun Sasuke terus memasang wajah datar seolah tidak menginginkannya?

Haruskah dia melepaskan celananya dan memperlihatkan Naruto miliknya sudah berdiri sempurna ingin mendekap tubuh rapuh itu, memberikan kehangatan lalu menghentakkan pinggulnya?

Oke, cukup brengsek! Ini rated T!

"Memangnya apa yang salah denganku?" Naruto bertanya parau. Airmatanya masih mengalir berlinangan. "Aku cantik dan memiliki tubuh yang seksi, kenapa Uchiha-sama tidak ada niat menyentuhku padahal aku sudah ada dalam keadaan seperti ini?

Kau melukai harga diriku sebagai wanita!"

Oh, sekarang Sasuke pusing bukan main.

Gadis ini memang sedang menguji kesabarannya.

Namikaze bungsu itu membencinya, menghindarinya, menolaknya karena ia pernah memperkosanya. Itu benar?

Yah… semua orang pasti akan menganggukkannya, mencoret kata 'benci' karena si pirang itu memiliki hati yang amat suci.

Tapi, see? Sekarang gadis itu tersinggung. Dia marah karena dalam kondisi telanjang Sasuke tampak tidak berminat untuk memperkosanya lagi.

Jadi… apa yang harus Sasuke lakukan kali ini?

"Demi Jashin-sama yang sama sekali tidak pernah kuanggap ada. Sebenarnya apa yang kau ingin aku lakukan?" Sasuke menggeram kesal. Ia memeluk pinggang ramping itu membuat dadanya yang masih dalam keadaan telanjang bergesekkan dengan benda kenyal lembut dan dalam keadaan terbuka milik si blonde.

Naruto gelagapan. Ia berusaha mendorong Sasuke sekuat tenaga tapi tidak bisa.

"Kau ingin aku memperkosamu lagi?" Sasuke menyeringai setan. "Aku tidak keberatan, aku yakin kau bisa merasakan yang di bawah sana bukan?"

Wajah Naruto memerah padam. Saat Sasuke dengan sengaja menggesekkan bagian tubuhnya yang mengeras seperti batu ke perutnya –tinggi Naruto hanya sepundak Sasuke.

"Aku bahkan seperti ini sejak melihatmu dalam kondisi tidak berdaya di gudang kampus, seolah berteriak 'Perkosa aku'."

"Lepas!" Naruto memberontak. Ia memukuli dada Sasuke dan punggungnya, tidak suka diperlakukan seperti ini oleh si bungsu Uchiha. Dengan enggan Sasuke melepaskannya, tersenyum geli saat Naruto tampak gelisah dan buru-buru mengambil kembali selimutnya, menutupi seluruh tubuhnya sampai leher.

"Uchiha-sama itu mesum!" tuduh Naruto kesal. Ia sudah berhenti menangis. Sasuke mendecih, ia mendudukkan dirinya kembali di atas kasur. Menatap Naruto yang berdiri kian menjaga jarak darinya.

"Dan aku lagi yang salah?" Sasuke mengangkat sebelah alisnya. "Tidak sampai semenit lalu kau tersinggung karena menganggapku tidak horny saat melihatmu."

"Tapi bu-"

"Baiklah-baiklah. Aku akan bertanggung jawab." Sasuke tersenyum usil. Demi Tuhan ini menjadi hari pertama di mana sang Uchiha bungsu bersikap di luar kebiasaannya, mengeluarkan berbagai kalimat panjang untuk membalas setiap perkataan si blonde padanya. "Aku akan menikahimu secepatnya."

"Aku tidak ingin menikah dengan Uchiha-sama!" tolak Naruto tegas. Diinginkan Sasuke menumbuhkan sedikit kepercayaan diri lagi di dalam hatinya. Kalau lelaki sesempurna sang Uchiha saja masih menginginkannya, apa lagi lelaki biasa dan sederhana yang selama ini mengaguminya bukan?

Naruto tidak serendah apa yang dirinya selama ini kira.

"Tapi kau akan menikah denganku."

"Tidak!" Naruto menolak tegas. Sedikit mengangkat kepalanya angkuh. Puteri Namikaze Minato kini kembali menjadi dirinya sendiri. Sedikit sombong atas apa yang dimilikinya seperti saat ia masih menjalin kasih dengan Sabaku Gaara.

BRAK!

"Naruto!" teriak Kyuubi saat berhasil mendobrak pintu kamar sang Uchiha, tidak peduli sekali pun kondisi pintu tadi dalam keadaan tidak terkunci. "Astaga! Apa yang kau lakukan padanya, brengsek?!"

Secepat mungkin Namikaze sulung menubruk tubuh sang Uchiha, menindih Sasuke dan mengangkat tinggi-tinggi tinjunya.

"Naruto larilah! Aku akan menahan si brengsek ini untuk mengulur waktu!"

Naruto tersenyum kecil. Apalagi saat mendengar kakaknya dan si bungsu Uchiha mulai saling berteriak dan mengadukan tinju. Bergulingan di atas kasur tidak mau mengalah satu sama lain. Kyuubi bahkan tidak mau tahu, ia akan menghajar sang Uchiha yang dia anggap hendak memperkosa lagi adiknya itu.

Sementara Sasuke tidak terima atas tuduhan yang Kyuubi layangkan. Ia berusaha menjelaskan bahwa dirinya bahkan tidak menyentuh Naruto seujung jari pun –padahal bohong- tapi si Namikaze tertua itu tetap tidak mau menerima penjelasannya.

Naruto tertawa.

Membuat dua orang pemuda itu menghentikan adu hantam mereka, menoleh dan menatap Naruto yang tampak bahagia entah-karena-apa? Yang jelas… kini gadis pirang itu tampak sudah menemukan kembali semangat hidupnya.

Dan Kyuubi… bersumpah tidak akan membiarkan siapa pun lagi menyentuh adik kesayangannya.

.

Naysaruchikyuu

.

..

"Dia tetap menghindariku." Sasuke mendengus. Saat ia hendak mendekati Naruto yang sedang berdiri di depan rak perpustakaan kampus tapi si blonde itu langsung lari begitu melihat kedatangannya yang tiba-tiba.

Padahal… Sasuke sudah berpikir bahwa dengan kejadian tiga hari lalu itu, Naruto sudah tidak takut lagi berada di dekatinya. Tapi si blonde itu memang sulit ditebak maunya apa? Sampai saat ini masih tidak juga mau mempercayainya.

Pelecehan yang dilakukan pada Naruto sudah tidak mungkin lagi terjadi. Semenjak kejadian Naruto yang nyaris diperkosa oleh teman seangkatan si bungsu Uchiha di gudang tiga hari lalu, dengan kekuasaannya Uchiha-Namikaze, ditambah juga dukungan dari klan Hyuuga, Akasuna, dan Sabaku, berhasil menekan pihak dewan kampus untuk mengambil tindakkan tegas kalau tidak mau kehilangan para donatur besar mereka.

Lima orang itu langsung di DO dua hari setelahnya, dan peringatan mengerikan pun mulai dikumandangkan.

Siapa pun yang menyakiti hati bidadari bersurai pirang mereka, maka harus bersiap-siap berhadapan langsung dengan para Pangeran Universitas Konoha yang sudah berhasil ditaklukannya.

Sasuke merasa beruntung karena waktu itu ia memilih untuk bolos, dan entah karena alasan apa? Kedua kakinya membawanya ke arah gudang sehingga ia… berhasil menghentikan kejadian mengerikan yang hampir saja terulang pada si pirang.

"Apa yang harus kulakukan?" desah bungsu Uchiha frustasi.

.

Naysaruchikyuu

.

..

"Aku mohon…" begitu menginjakkan kaki di luar kelas, Naruto harus berpapasan dengan Neji yang menatapnya begitu memelas. Membuatnya merasa tidak nyaman juga kasihan. "Biarkan aku mengantarmu pulang."

Naruto sebenarnya tidak mau tidak mengacuhkan terus menerus pemuda itu, tapi rasa takut akan diperlakukan jahat oleh sang Hyuuga sampai hari ini masih juga mendominasinya, Neji menyodorkan setangkai bunga matahari yang dibawanya, bunga yang tangkainya sudah hampir patah karena digenggam terlalu erat oleh tangan berkeringatnya.

"Maaf Neji-sama, aku sudah janji akan pulang dengan Kak Kyuubi." Naruto tersenyum tidak nyaman, dengan tergesa ia melangkah melewati Neji hendak meninggalkan sang Hyuuga.

Neji masih mematung di tempatnya, dengan tangan kanannya yang tetap menyodorkan bunga matahari yang tadi ia petik sendiri di halaman rumah.

Pluk!

Dan tangkai itu pun benar-benar patah saat Naruto lagi-lagi menolak ajakan tulus darinya.

'Kenapa sulit sekali, sih?' Neji semakin frustasi dan ingin menenggelamkan diri.

.

..

Kanan-kiri-kanan-kiri!

Naruto mendengus. Ia mendongakkan kepalanya dan mendapati Sabaku Gaara sedang berdiri di depannya, tersenyum tulus padanya, terus saja menghalangi langkahnya yang hendak menuju tempat parkir.

Astaga!

Tidak ada lagi hari damai untuknya.

"Ayo, biar aku yang mengantarmu pulang."

"Gaara, kenapa kau terus mengusikku?" Naruto berkata sedih. Rasa cinta untuk sang Sabaku masih terus mengekang kalbu, membuat dirinya tidak berdaya sama sekali. Tapi penghinaan Gaara saat itu tidak juga sedikit pun berkurang rasa sakitnya, tetap membuatnya merasa dia bukan lagi orang yang pantas untuk Gaara.

"Naru-"

"Kenapa kau tidak mengerti juga?" Naruto mendesah lelah. Ia menundukkan kepalanya dalam. "Seperti yang kau bilang, aku hanya wanita yang sudah ditiduri tiga musuhmu sendiri.

Kau berhak mendapatkan yang lebih layak dariku, Gaara."

Gaara tercekat, semua kalimat balasan tersendat di tenggorokannya, membuat ia sama sekali tidak punya kata untuk menjawab.

Ia dipatahkan oleh kata-katanya sendiri, ia kini kehilangan Naruto karena arogansi setinggi langit yang dulu selalu dirinya junjung tinggi.

Apa yang harus dilakukannya?

Apa yang bisa ia lakukan untuk menebus semua dosa-dosanya?

"Apa yang harus kulakukan untuk mendapat maaf darimu?' Tanya Gaara parau. Ia sudah kehabisan akal. "Apa yang bisa kulakukan untuk mengobati luka di hatimu?"

"Kau tidak perlu minta maaf untuk apa pun." Naruto mengangkat kepalanya, tersenyum sedih saat iris zamrud yang dulu selalu menatapnya hangat kini ditutupi kabut luka. "Karena apa yang kau suarakan waktu itu memang benar adanya.

Aku tidak pantas untukmu…"

Naruto terlanjur mematrikan kalimat itu diingatannya, kalimat yang selalu menutupi hati putihnya. Ia merasa memang sudah tidak layak untuk Gaara, bukan Gaara yang tidak pantas disandingkan dengannya.

Ia butuh waktu untuk menyembuhkan hatinya…

Ia butuh waktu untuk menyulami benang hatinya yang tercecer rapuh karena asa yang sempat menghilang dari genggaman tangannya.

Ia ingin menghabiskan waktunya sendiri dulu. Menikmati masa-masa kedekatannya kembali dengan Kyuubi, hidup tenang dengan kedua adik angkatnya, tanpa harus melibatkan perasaan menyedihkan seperti 'cinta' yang sudah membuatnya kecewa.

"Jika kalian sudah selesai bicara, kita segera pulang, Naru." Kyuubi mendadak muncul di belakang Gaara, tersenyum pada Naruto yang terus saja memasang wajah perihnya. Naruto mengangguk pelan, ia melewati Gaara dan menghampiri Kyuubi yang langsung merangkul bahunya, mengajak ia ke tempat parkir karena hendak menjemput kedua adik mereka yang lain di sekolah.

Cukup lama dalam keadaan hening, Kyuubi menyayukan matanya saat melihat ekspresi wajah adiknya masih saja terlihat sedih.

Ia duduk di kursi kemudi setelah memastikan Naruto masuk ke dalam Alphard hitamnya. Mengatur kopling, Kyuubi sekali lagi menoleh pada Naruto.

"Naru… jika kau memang masih mencintai Gaara. Kau boleh menerimanya, tidak perlu memaksakan diri sampai seperti ini." Kyuubi berkata penuh pengertian, membuat Naruto yang masih saja ditenggelamkan lamunannya menoleh dan tersenyum gelisah.

"Tidak Kak Kyuu…" Naruto menggeleng lemah, iris safirnya menatap Kyuubi sendu. "Dia pantas mendapatkan orang yang lebih baik dari aku."

Naysaruchikyuu

SUPER THANKS FOR MY REVIEWERS : akihiko. fukuda. 71, hanazawa kay, Saory Athena Namikaze, RisaSano, Uzumaki Prince Dobe-Nii, Subaru Abe, Deathberry45, uchiha leo, Vianycka Hime, kazekageashainuzukaasharoyani, kawaihana, titan-miauw, Zen Ikkika, Fujoshi desu, Kina Shinigami, Aristy, sivanya anggarada, mifta. cinya, Arifuluka, minyak tanah, 0706, anne-chan, Dewi15

iche. cassiopeiajaejoong, shanzec, Akira Naru-desu, Amach cuka'tomat-jeruk, HiNa devilujoshi, Ayuni Yukinojo, gici love sasunaru, Shiroi Fuyu, kuchiharu, wawatvxq, darknight, Yuura Shiraku, niixz. valerie. 5, Typeacety95, xxx, Taiyo Akarui, DheKyu, meyy-chaan, uchiha yardi, Ineedtohateyou, ryaahee, irmasepti11

lia. Wulan, yuichi, Fitria, Wookie, Guest, yukikosenju. chieayumimaru, Kawaii Aozora, RaFa LLight S. N, afi. bondas, Mizuki Yuuko, Guest 2, Guest 3, permata. kedua. 9, paper, Arum Junnie, Noal Hoshino, aichan14, Guest 4, Yuki-Yuchan, blackchocolee

Bukannya Naruto pulang sama Kyuubi? Loh, itu kan udah lain hari RisaSano, kan udah ada tanda perpindahan scene. Muehehehehe

Apa pairing akhirnya SasuFemNaru? 97% fic Nay pairingnya SasuNaru loh. Hahaha

Kapan BBF update? Kapan2 yaaa. Hahaha

Banyakin SasuNaru dong! Ding-dong-ding-dong

Menma kok gak muncul? Chap depan ya. Disesuaikan ma alur ceritanya dulu. Haha

Apa Kyuubi masih cinta sama Naru? Udah enggak. Kyuu kan cintanya sama Itachi #Salahfokuswoy

Kak Amach cuka'tomat-jeruk, kok jarang review di fic Nay lagi? Pasti jadi SR ya? #TabokinKakAmach

Dilanjut beberapa, tapi kapan2 ya, Kak. Hahaha

wawatvxq, Nay sama sekali gak ngerasa komenmu itu flame kok. Santai aja. Muehehehehehe

permata. kedua. 9, Nay gak bisa ngasih surprise Naru ulang tahun terus orangtuanya dateng. Orangtuanya kan udah game over bahkan sejak awal fic ini dibuat. Huahahahahahaha

pendapat teman buat Nay, Yuki-Yuchan? Temen itu adalah orang yang bisa diajak hangout, orang yang bakalan ada disaat kamu seneng tapi ngilang disaat kamu susah. Hahaha.

Ini maksudnya OC original character atau OOC out of character, ya?

Kalo OC, adalah satu sosok yang dimunculin di dalam fic tapi gak ada karakternya dalam manga or anime aslinya (Dalem fanfic). Bisa juga dianggap karakter yang dibuat si penulis dengan watak, sifat, karateristik yang diingikan si penulis sendiri –sesuai imajinasi penulis-.

Kalau OOC, biasanya penggambaran suatu karakter yang dibuat seorang author tapi tidak sesuai dengan sifat asli si tokoh yang sudah ada, baik di dunia real atau pun manga/anime. Nay harap jawaban abal Nay bisa dirimu pahami Yu. ^^

Oke, segini dulu. Yang pertanyaannya gak disebut nama artinya ada beberapa yang ngajuin pertanyaan serupa.

Ada kah yang kepanasan?

Yeah… jujur Nay panas, karena belakangan ini tiap nongol di FFN yg muncul kebanyakan FF straight Hinata maupun Sakura.

Nay bukan benci mereka sih. Tapi… gimana ya? Mungkin karena lagi bulan puasa makanya para author slash lagi ngungsi. #Naybebal. Biarin, Nay kan gak puasa. Hahahaha

Fic, ultah Sasuke nanti, Nay kado lemon ya. Yang mau baca silahkan, yang gak mau baca gak perlu koar2. Gak ngaruh sih buat Nay. Hohoho.

Yah. Kalo Nay kepengaruh ma omongan flamer, udah dari awal nulis Nay langsung mogok. Kalian bisa cek beberapa review di fic Nay yg lain, 35% kena flame, dan malahan ada yg ampe pake bahasa hewan.

Entahlah… Nay gak ngerti, kenapa para straight lovers selalu mampir ke fanfic slash Cuma buat ceramah yang gak bakalan didenger? Kenapa gak ngurus kepala masing2 aja, sih? Nay cinta SasuNaru, kalo dosa, emang urusan ma kalian itu apa? Toh dosa Nay yg nanggung ini.

Dan untuk yg selalu review nyuruh Nay bikin ff straight, Nay harap fic ini bikin kalian puas. Ini bakalan jadi fic straight terakhir Nay mungkin. Itu juga gara2 Spain. For the next, I'll do everything I want. Hehe.

Well… Nay gak ada niat buat bikin fanswar antara straightlov ma Slashlov. Bijaklah kalian dalam memilih bacaan yang kalian anggap layak untuk dibaca. Kalo gak suka, jangan buang2 waktu buat ngehina karya seseorang apalagi gak log in.

Dan untuk para sesama author YAOI, Nay yakin saat kalian mutusin buat nulis sesuatu hal yg kebanyakan orang anggap gak wajar, kalian udah punya mental siap dicaci. Keluarga Nay udah pada tau loh Nay itu punya kebiasaan aneh, awalnya mereka ngelarang, tapi lama2 dibiarin aja. Asal gak nyuruh Pacar ma Abang Nay yang sering bertengkar itu pacaran. #meskidalematiadaniat

Salam Kizuna,

Fujodanshi SasuNaruSasu, jaya selamanya.

Huahahahaha

RnR peliis?