Cinta adalah sebuah bentuks ekspresi, menjadi ekstasi, dan tidak mungkin bisa manusia hindari.

Keberadaannya samar tapi nyata…

Tidak bisa dilihat namun bisa dirasa.

Naruto terdiam memikirkan hal itu, ia duduk di atas kasurnya dengan boneka kodok besar yang kini dipeluknya, kedua alisnya mengernyit dalam, terlalu banyak hal yang beberapa hari ini ia pikirkan. Terlalu banyak emosi yang mendera dada dan kini dirinya simpan.

"Jadi Kak Kyuu pacaran dengan Itachi-sensei?" Tanya Naruto sekali lagi. Masih tidak percaya bahwa kakak kesayangan yang sempat membuangnya itu kini melepas masa henero. Naruto menatap Kyuubi yang duduk di depannya masih dengan sorot shock.

"Begitulah." Kyuubi menggidikkan bahunya. Dia sudah kepergok basah sedang berci-ci-ciuman di dapur saat tadi pagi Itachi datang ke rumahnya oleh Naruto. Menyangkal pun percuma, memang itu kenyataannya, kan?

"Tapi Kak Kyuu… Itachi-sensei itu laki-laki loh sepertinya. Walau rambutnya panjang."

Kyuubi nyaris tersedak air ludahnya sendiri. Sepertinya adiknya itu masih cukup tabu dengan hubungan sesama jenis. Tentu saja Itachi itu laki-laki, lelaki berusia dua puluh lima tahun itu bahkan sudah mempraktekkan beberapa kali keperkasaannya.

Lagipula kenapa Naruto bisa berpikir Kyuubi tidak tahu bahwa sang terkasih adalah laki-laki?

"Tentu aku tahu Naru. Dan kami menerima satu sama lain."

Mendengar itu Naruto kembali bungkam. Rasa gelisah menggelitik hatinya menuai perasaan bersalah. Tiba-tiba ada sesuatu hal yang terbesit di pikirannya.

Apa Kyuubi belok karena dulu pernah ditolak olehnya?

Apa Kyuubi jadi gay karena kecewa Naruto tidak mau menerimanya?

Apa-

"Semuanya bukan salahmu." Kyuubi tersenyum pengertian. Sebelah tangannya terulur mengelus surai pirang sang adik penuh sayang. Naruto memang sudah kembali ke kediaman Namikaze sejak beberapa hari yang lalu. Beserta Menma dan Yuki, tentu saja.

Mereka berusaha menjadi keluarga bahagia, saling melengkapi antar satu sama lain.

"Semua menjadi pilihanku sendiri." Kyuubi meringis geli. "Aku jatuh cinta pada si keriput itu karena dia selalu ada di dekatku.

Dia marah saat tahu aku melakukan hal keji padamu, tapi sama sekali tidak menatapku jijik. Dia menerimaku apa adanya, dia tidak pernah membalas setiap kali aku memukulnya."

Naruto tercenung, melihat ekspresi Kyuubi yang tampak bahagia saat membahas Itachi, tanpa sadar membuat dirinya ikut tersenyum.

Jika itu memang sudah menjadi pilihan Kyuubi.

"Semoga kalian selalu bahagia… Kak Kyuu…"

Disclaimer

Masashi Kishimoto

Pairing

AllXFemNaru

Rated

T

Genre

Romance, Hurt/comfort

Warning

Miss typo, OOC, Bashing chara mungkin, AU, FEMNARU, Narutocentric, gaje, dll

Dare of Ria Amelia

Kehidupan Naruto masih sama seperti sebelum-sebelumnya. Dikejar oleh empat pangeran tampan yang sudah dibuatnya tergila-gila.

Yang berbeda hanya satu hal…

Mungkin, dirinya sudah menaruh hati pada salah satu pangerannya. Naruto sudah memiliki rasa simpati pada salah satu di antara mereka.

"Ayo Menma, anak Papa tidak boleh nakal." Sasuke terus gencar berusaha menyuapi si balita. Menma sedang demam dan tidak mau makan, mengeluh perutnya mual, sehingga obat sama sekali tidak bisa menembus kerongkongannya.

Kedua pipi chubby itu memerah karena panas.

"Menma cakit Papa…" Menma meletakkan kepala mungilnya di dada Sasuke. Pemuda raven yang dipanggil 'Papa' menunduk menatapnya cemas. Kalau tidak mau makan, suhu tubuh Menma bisa semakin bertambah panas. Mungkin Menma harus dirawat.

Memikirkan balita ceria sekecil itu harus mengaduh kesakitan karena tangannya diinfus membuat Sasuke menggeleng tidak terima. Ia akan berusaha membuat Menma makan, ia tidak mau 'anak'nya dirawat karena itu hanya akan menyiksa batinnya sebagai 'orangtua'.

Sasuke mungkin tidak menyadari. Bahwa perhatiannya selama ini pada Menma yang awalnya hanya untuk mengambil perhatian Naruto, lama-lama menjadi bentuk kasih sayang yang sesungguhnya. Ia sudah jatuh cinta pada Menma kecilnya, ia menyayangi Menma seolah Menma memanglah darah dagingnya.

Duduk di atas pangkuan si bungsu Uchiha yang masih menggenggam sendok berisi bubur di tangan kanannya, Menma mulai memejamkan mata sendunya, ia mengantuk.

"Kau tidak boleh tidur sebelum makan, Uchiha!" kesal Sasuke tidak waras. Membuat Kyuubi yang sedang ngemil keripik pedas tidak jauh darinya langsung tersedak. Menoleh sahabat baiknya itu horror, tidak menyangka Sasuke benar-benar menikmati perannya sebagai seorang Ayah.

"Jika kau melupakan sesuatu, Sasuke…" si orange kemerahan memperingatkan. "Menma itu Namikaze."

"Kau urus saja keluargamu sendiri. Jangan ikut campur urusan ayah dan anak di antara kami!" Sasuke menjadi-jadi, saat menunduk Menma benar-benar sudah memejamkan matanya rapat. Sendok di tangan kanannya ia letakkan kembali di atas piring, tangan alabaster itu mengelus pipi Menma berusaha membangunkannya.

"Menma, Papa bilang kau harus makan dulu."

Dia benar-benar menikmati perannya.

Kyuubi tersenyum geli melihat pemandangan di atas karpet di dekatnya itu.

"Menma tertidur lagi?" Naruto akhirnya selesai dengan kegiatannya di dapur. Ia menghampiri Menma dan Sasuke lalu duduk di depan mereka, safir itu menatap cemas Menma yang masih juga tidak mau makan padahal Sasuke sudah datang seperti yang bocah itu minta. "Menma, kau harus makan lalu minum susu."

Naruto meletakkan botol susunya di atas karpet, ia mengelus pipi Menma khawatir. Tadi ia memang sengaja membuatkan Menma susu hangat yang sudah ia campuri sedikit obat. Menma memang rewel setiap kali sakit.

Rubi masih memandang kegiatan 'rumah-rumahan' di depannya penasaran.

"Apa sebaiknya dia dirawat saja?" Tanya Sasuke, onyx itu menatap safir meminta persetujuan. "Menma terus saja tertidur tidak membiarkan satu suap bubur pun masuk ke dalam mulutnya."

"Aku tidak mau melihatnya kesakitan karena jarum menancap di punggung tangannya." Naruto menggeleng pelan. "Dia tidak akan mau diam."

Sasuke mengangguk mengerti. Sejak awal ia memang sudah sependapat dengan Naruto. Kedua iris beda warna itu terus saja menatap si balita sakit. Astaga! Apa yang harus mereka lakukan?

"Aku pulang!" seruan seorang gadis kecil begitu memasuki rumah. Tersenyum lebar saat melihat Naruto, Kyuubi, Sasuke, dan Menma sudah berkumpul di ruang TV. Yuki duduk di samping Kyuubi dan mendapat elusan di kepalanya dari kakak tertua, tersenyum kemudian melepaskan sepatunya.

"Menma masih sakit Kak Naru?" Tanya Yuki. Naruto menganggukkannya.

"Menma tidak mau makan."

"Oh." Yuki mengangguk. "Menma, Mama Naru dan Papa Suke akan cerai dan kalian tidak akan main bersama lagi kalau kau tidak mau makan."

"Ugh!" balita gendut itu terusik dari tidurnya, safirnya mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya merengek dan merangkak ke pelukan Naruto. "Mama Nalu cama Papa Cuke jangan celai."

Menma menatap Naruto mengiba. Padahal ia tidak tahu cerai itu apa? Tapi jika sang kakak sudah mengancam, apa pun yang dikatakan Yuki pasti sesuatu hal yang buruk kalau Menma tidak mengikuti perintahnya. Yuki memang kakak yang kejam.

Yuki terkekeh, dan Kyuubi bertepuk tangan. mengusap kepala adik angkatnya bangga.

"Menma mau makan kok, tapi nanti mau esklim."

Dan ternyata… selalu Yuki yang mengendalikan permainan mereka.

.

Naysaruchikyuu

.

..

"Mama…" panggil Menma lirih. Ia berada dalam dekapan Naruto, dengan posisi tertidur di ranjang sang kakak. Naruto tersenyum tipis, ia mulai tidak mempermasalahkan dengan Menma yang selalu memanggilnya 'Mama'. Balita itu kehilangan orangtuanya disaat usianya yang terlalu kecil. Sehingga ia memang lebih membutuhkan figure orangtua, dibanding seorang kakak yang sudah ia punya.

"Kenapa Menma?"

"Paman Keliput bilang… kalau Mama nanti pacalan cama Kak Caco, Kak Neji, Kak Gaala, Menma ndak boleh panggil Papa 'Papa' lagi."

Naruto sedikit mengernyit, kemudian ia memahami maksud dari yang disampaikan Menma. Maksudnya, kalau sampai suatu hari nanti yang dipilihnya bukan Sasuke, maka Menma tidak bisa memanggil Sasuke dengan sebutan 'Papa' lagi. Tentu saja orang yang menjadi pilihan Naruto nanti pasti tersinggung jika tahu adiknya sudah mendahuluinya untuk memilih.

Naruto mengecup pipi panas Menma pelan, bernapas lega saat panas tubuhnya sudah sedikit turun.

"Menma menyukai Papa Suke?" Tanya Naruto. Dianggukkan langsung oleh Menma. "Kenapa? Kak Sasori, Kak Neji, Kak Gaara juga baik pada Menma, kan?"

Tak pelak, Naruto ingin tahu alasan adik-adiknya juga. Yuki jelas lebih menyukai Sasuke dibanding saingannya yang lain walau dulu sempat menyukai Gaara. Karena Yuki sedikit sudah memahami, tentang kesedihan kakaknya yang dulu sempat Gaara tinggalkan menoreh kekecewaan.

Yuki sering memergokki Naruto menangis dalam tidurnya, menyebut nama Gaara, menanyakan di mana letak kesalahannya? Kenapa Gaara meninggalkannya?

Sedangkan untuk Sasori, Yuki tidak bisa memilihnya karena dia merupakan seorang selebritis. Akan ada banyak wanita yang menghujat Naruto karena iri kalau sampai sang Kakak benar-benar memilihnya. Naruto pun mungkin akan sering ditinggalkan karena kesibukkan Sasori yang harus konser dan syuting di luar Negeri.

Sasori akan dipasangkan dengan ratusan wanita cantik di luar sana setiap kalinya. Maka karena itu… memilih Sasori menurut Yuki terlalu beresiko. Ia tidak mau kakak cantiknya kembali terluka.

Dan Neji. Namanya sudah terlanjur dicap buruk sebagai playboy yang sering mempermainkan wanita. Beberapa kali pemuda tampan bersurai cokelat panjang itu diberitakan di dalam televisi selalu berhasil menggaet wanita-wanita cantik jajaran dari kalangan popular. Yuki takut perasaan Neji untuk Naruto hanya sesaat. Ia tidak mau kakaknya dipermainkan.

Dan Sasuke-

Yah, Kakak rambut pantat ayam itu memang menyebalkan karena selalu memanggil Naruto 'Dobe', dia juga terlalu dingin sehingga sikapnya berlawanan dengan si kakak matahari yang sebenarnya amat ceria dan juga banyak bicara.

Tapi ada saatnya Sasuke menjawab. Yuki selalu memperhatikan Sasuke yang tetap setia mendengarkan semua yang Naruto ucapkan, tersenyum saat kakaknya tertawa, walau pun… tawa itu tidak diberikan untuk si bungsu Uchiha.

Sasuke tidak malu sekali pun kemiripannya dengan Menma, membuat beberapa orang mencibirnya dan mencapnya buruk karena dia terlihat masih sangat muda, tidak menolak panggilan 'Papa' dari sang adik yang memang amat merindukan kedua orangtua mereka yang sudah tiada.

Sasuke juga tidak pernah digosipkan memiliki pacar, ia dikenal angkuh dan masa bodoh pada semua gadis yang mengaku sebagai fansgirl-nya.

Dan yang paling penting-

Sasuke selalu banyak memberinya hadiah.

"Bu Gulu bilang Papa itu Papa Menma. Lambutnya cama, kulitnya cama." Menma menjelaskan lirih. Tetap menjawab sekali pun dia sedang sakit. "Papa pelnah malah ma teman Menma, gala-gala meleka bilang Menma itu dibuang, ndak punya Mama… ndak punya Papa… Papa bilang… Papa itu Papa Menma…"

Menma menangis terisak. Di sekolah dia memang sering diejek teman-temannya karena tidak punya orangtua. Dia sangat senang saat Sasuke dengan gambling mengatakan bahwa Menma punya Papa, dan itu adalah dirinya.

"Menma ndak mau Mama cama Papa picah." Menma mencengkeram kaos depan yang sedang Naruto gunakan, si blonde menatapnya nanar. "Nanti Menma ndak punya Papa lagi…"

Naruto memejamkan matanya rapat. Sepertinya… memang sudah waktunya bagi dirinya untuk membuka hatinya, memilih salah satu di antara mereka semua sebelum ada yang lebih terluka karena kebimbangannya.

Naruto harus menentukan.

Dan karena kedua adiknya sudah terlanjur jatuh cinta pada si bungsu Uchiha…

Tidak ada salahnya juga dia mulai menerimanya bukan?

.

Naysaruchikyuu

.

..

"Jadi… yang kau pilih Sasuke?" Sasori tersenyum pedih. Pengorbanannya selama ini ternyata tidak berbuah manis sama sekali. Ia duduk di atas meja, dengan Naruto yang berdiri di depannya. Tidak jauh dari Sasori, Neji tampak memejamkan matanya rapat dan Gaara menundukkan kepala dalam.

Akhirnya keputusan Naruto disuarakan…

Itu artinya mereka memang sudah tidak punya harapan.

"Apa yang salah denganku, Naru?" Tanya Sasori lagi. Tidak tahu di mana letak kekurangannya sehingga bukan dirinya yang dipilih. "Apa yang kurang dariku?"

"Tidak ada yang kurang dari Sasori-sama, Neji-sama, juga dirimu Gaara." Naruto tersenyum lembut. Di dalam kelasnya yang sudah kosong, Naruto berusaha memberi tiga orang itu pengertian. "Tapi kadang memang terjadi sesuatu hal yang tidak memiliki jawaban.

Sebuah perasaan yang tidak mungkin dielakkan." Naruto menahan napas. Merasa sangat bersalah karena sudah mengecewakan tiga pemuda yang selama ini selalu berusaha menjaganya, mencintainya, merasa bersalah karena perbuatan mereka.

"Terima kasih untuk semuanya…" Naruto menundukkan kepalanya. "Kalian sudah mencintaiku, menjagaku, melakukan banyak hal untuk menyenangkanku."

"Kau itu bicara apa?" Neji tersenyum pedih. Ia menjadi orang pertama yang berusaha berbesar hati. "Kami yang harusnya berterima kasih karena kau masih mau memaafkan kami setelah dosa yang kami lakukan."

Neji menatap Naruto sendu, ia menghampiri si blonde kemudian mengulurkan tangannya, mengelus tiga garis kucing di pipi Naruto perlahan. Ia kembali berucap, "Jika dia pilihanmu… maka kami akan coba mengerti dirimu.

Kau tidak bisa memaksa Naruto lebih dari ini, Sasori."

"Tapi jika suatu saat dia mengecewakanmu…" Gaara pun tampaknya sudah tidak mau memperburuk keadaan lagi. Sudah menjadi karmanya jika dia ditolak Naruto saat ini, dia yang pernah mengabaikan si blonde di tengah keterpurukannya, dia yang pernah menyia-nyiakan Naruto sehingga si blonde kini lebih mempercayai orang lain selain dirinya. "Aku akan kembali mendapatkanmu."

"Aku sama sekali tidak menyesal pernah mencintaimu sekali pun pada akhirnya aku bukan yang paling beruntung itu." Sasori menambahkan, ia sudah janji akan bersaing secara fair dengan teman-temannya, karena itu dirinya pun tidak akan lebih memaksa. "Kau mengajarkanku banyak hal Naru.

Kesabaran, kekuatan, kelembutan, kebaikan, keikhlasan, dan optimisme dalam menjalani hidup. Kau benar-benar menjadi matahari untuk kami yang dulunya gelap, tidak tersentuh cahaya sama sekali. Sehingga… kami sekarang bisa menjadi orang yang lebih baik."

"Semuanya bukan karena aku…" Naruto tersenyum, menatap lembut ketiga pemuda di depannya. Sebutir air mata menetes dari pelupuk matanya. "Tapi karena kalian… yang mengizinkan aku masuk ke dalam dunia kalian."

.

Naysaruchikyuu

.

..

"Jadi… Dobe." Sasuke Uchiha, dua puluh tahun hidup di dunia untuk pertama kalinya ia gemetaran menghadapi seorang gadis, lidahnya begitu kaku, kelu, masih tidak percaya pada akhirnya Naruto benar-benar memilihnya.

Namikaze Naruto memilihnya dattebayo!

Kau meminjam trademark yang bukan milikmu, Brengsek!

Sasuke awalnya bingung saat kedua sahabatnya bahkan Gaara mengulurkan tangan mengucapkan kata 'selamat'. Melontarkan berbagai kalimat ancaman dan pilihan kematian kalau sampai si raven berani menyakiti Naruto yang pada akhirnya menolak ketiga orang itu demi dirinya.

Sasuke Uchiha merasa ini mimpi.

Oleh karena itu, saat tahu Naruto sedang bermain piano di kelas musik Universitas, Sasuke langsung memacu langkah menyusulnya, ia ingin mendengar langsung jawaban dari mulut Naruto sendiri. Dan begitu dirinya membuka pintu –nyaris mendobrak-, permainan piano itu langsung berhenti.

Menghampiri Naruto dengan tubuh gemetar, Sasuke memberanikan diri untuk menanyakannya.

"Kau benar-benar memilihku?"

"Yuki dan Menma yang memilih Uchiha-sama." Naruto sedikit memalingkan wajahnya, menyembunyikan rona merah di kedua pipinya.

Pemuda ini…

Memang yang sudah menghancurkan masa depannya, membuat dia tidak percaya diri dengan kondisinya sendiri. Tapi dia juga yang membuat Naruto merasa dirinya berharga, dia melakukan apa pun termasuk menggunakan kostum kodok sambil bernyanyi dengan suaranya yang sumbang demi menghibur Naruto yang terus saja digalaukan oleh Gaara di depan rumah minggu lalu.

Sasuke memasakkannya mie instan, walau gosong saat dirinya merasa lapar tiga hari sebelumnya.

Sasuke terlihat menyayangi Menma dan Yuki sungguh-sungguh, bahkan tidak merasa jijik saat menggantikan pampers Menma yang sedang sakit satu hari sebelumnya.

"Ahh… itu tidak masalah." Sasuke berkata serak. Apa pun jawaban Naruto, yang jelas ia lah orang yang amat beruntung di dunia saat ini. Diterima Naruto, membuat Sasuke merasa dunia berada di dalam genggaman tangannya.

Tidak sia-sia ia sampai hari ini menjadi bahan lelucon Kyuubi dan Itachi karena saat bernyanyi menggunakan kostum kodok itu, wajahnya tetap datar seperti tembok. Gitar pun dia mainkan asal-asalan.

"Yang penting mulai hari ini kita berpacaran."

DEMI TUHAN UCHIHA! Di mana harga dirimu kalau sampai menangis terharu karena cintamu diterima?

Sasuke menekankan kalimat itu saat merasa kedua matanya memanas.

"Aku janji akan semakin menyayangimu." Sumpah Sasuke pasti. Janji yang akan digenggamnya sampai mati. "Aku akan melakukan apa pun untukmu…"

Naruto merasa hangat saat mendengar janji tulus yang Sasuke ucapkan kepadanya. Keadaan berlangsung hening, sampai akhirnya terasa kian canggung karena tidak ada satu pun lagi di antara mereka yang merasa harus bicara.

Apalagi Tuan bermuka papan yang terkenal sangat irit kata.

"Jadi Dobe… karena sekarang kita sudah berpacaran." Sasuke tersenyum aneh. "Boleh kah kita berciuman?"

"MATI SAJA KAU TEME!"

The end

AARRRGGGHHH! #tebarbunga. Ini multichip pertama yang Nay tamatin gak nyampe sebulan kayaknya ya? #Terharu.

Aduh… Nay seneng banget akhirnya SasuNaru bisa bersama. Maaf buat para pendukung Neji, Sasori ato Gaara. Hiks. Naru di sini gak bisa kagebunshin no jutsu sih. Jadinya… gak bisa dibagi-bagi.

Nay makin sering jerit2 tiap baca manga Naruto. Masashi Kishimoto ngasih FS gak kira-kira. Saat dengan kejamnya pas pindah dimensi ulah Kaguya ke lahar panas itu loh, Sasuke Cuma nyelamatin Naruto yang ampir jatoh, Sakura Kakashi ma Obito mati dia sebodo amat #TabokinTeme. Ujung2nya, mereka selamat gara2 Naruto lagi.

Terus pas revenge sexy no jutsu Naruto dipukul Kaguya ampe terbang gak bisa ngerem, Sasuke udah hampir mati karena diserang duluan dan nyaris jatuh ke lahar, tapi dia biarin aja pedangnya jatoh, ngilang, dan tiba-tiba muncul di belakang Naruto nahan punggung Naruto pake dadanya biar Naruto gak ngehantam batu. #KYAAA! Teme seme gentle.

Dan terakhir kata Zetsu hitam yg bilang ma Kaguya Naruto ma Sasuke harus dipisahkan karena kalo bersama mereka susah dikalahkan. Nay langsung #Kyaa lagi, ampun dah. Orang rumah ampe geger tiap Nay baca manga banyak FSnya.

Dan masih banyak lg FS SasuNaru yg lain. muehehehe

Oke, SUPER THANKS FOR MY REVIEWERS :

kazekageashainuzukaasharoyani Nay gak nyesel kok bikin rated T. hahaha. iche. cassiopeiajaejoong iya, emang Kyuu yg paling enak. akane. uzumaki. faris, Vianycka Hime ah… momen yg dirimu request gak ada soalnya udah tamat. Hahay, kawaihana, yukikosenju. chieayumimaru, Nagaru Yukitatsu, hanazawa kay senengnya karna kamu selalu suka tulisan Nay, aryaahee BBF dilanjut kalo Nay udah mood. Hehe, Uzumaki Prince Dobe-Nii temen2 Naru gak kebagian cerita. Hahay

Estrella Es-teller, Amach cuka'tomat-jeruk lah, dirimu ninggalin review kayak mau ngerampok kali Kak, makanya dikira ng-flame. Haha. Ini udah tamat. Kina Shinigami SasuNaru is the best., Saory Athena Namikaze gak ada scene buat Itachi. Cuma dibahas dikit2. Haha. Subaru Abe aduh, Nay ma pacar Nay udah hampir nikah, jangan ampe dia selingkuh ma abangnya Nay. Shiroi Fuyu yah, Nay sendiri gak terlalu suka Naru dibuat lemah, tp seneng kalo dia jadi gak berdaya #Taboked, minyak tanah,

Fujoshi desu lemon salah tempat #Woijuga hihihi., asami akutagawa, anne-chan di sini SasuNaruMenma udah ada kan? Hehe, 0706 ini udah tamat, sivanya anggarada ultah Sasuke Nay kasih nuansa yg agak beda. Hahaha. Udah siap loh kadonya, tinggal nunggu tanggal ultahnya, uchiha leo The Sun of Konoha nanti kalo ad aide Nay tambahin. Aristy, di sini udah suka Suke dong. Hoho, lia. wulan, akihiko. fukuda. 71 aduh, dirimu kok hobi lemon. Tapi nanti deh, kapan2 Nay kasih yg seger2. Hahaha,

arruka. terluckynodayo endingnya SasuNaru, yuichi, Deathberry45, langit. cerah. 184, RisaSano aduh, lemon? Ini kan T. heu, meyy-chaan, ultah Suke SN YAOI, panjang juga. Ngehe, eizan. ki gak hamil Narunya, biar lain dari yg lain. Ineedtohateyou, xxx, niixz. valerie. 5 NaruSasu? NaruFemSasu? #tepar. Nay bahkan gak terlalu suka bacanya, jadi gak mungkin bisa bikin. Guest, Anita, erni. permhead, titan-miauw, Yuka Ai untuk saat ini Nay masih cinte mati ma SasuNaru. Hiks, nei-chan, aichan14, chan, Yuura Shiraku SN nikah nunggu restu dari Bang Kishi. Hiks,

Arum Junnie, udah tamat tapinya, haha, permata. kedua. 9, shanzec tapi udah tamat, jadi gak bisa jalan2. Heheu, Guest2, Guest 3, Guest 4, RaFa LLight S. N sekarang udah gak tebese lagi. yassir2374 makasih udah review di semua chapnya dalam sekali baca. Hihihi. Iya, SasoNejiGaa gak dapet pasangan, mereka balik ngejar authornya. Heheu. Hyuul, Zen Ikkika tenang aja. Nay lg berhasrat aktif di FFN SasuNaru.

aqizakura aduh, akhirnya mau review ya? Makasih kalo gitu :D, afi. bondas iya, kakak ma pacar Nay itu ribut terus. Apalagi rambut Kakak Nay pirang, cowok Nay item -_-. Tiap mereka berantem, Nay cukup teriak SASUNARU. Mereka langsung diem. Mph… Kakak Nay mukanya lebih seme, tapi cowok Nay badannya lebih gede. #Taboked. uchiha yardi pantat ayam yg menang reward. Hore!, RiiKuDOu SEnnIN jangan nangis lagi yaa.

Marsellia Itachi gak muncul. Hhaha, gici love sasunaru, rylietha. kashiva, Guest5, Diane Ungu makasih udah ngakhirin masa sidersnya, ya… Niezza Neko-chan aduh maaf. Tp endingnya malah SasuNaru. Hehe. miyazaki furata udah update, tamat juga. Hahaha

Oke, yg berupa pertanyaan reviewnya jg Nay langsung bales di big thanks. Biar gak kepanjangan di author note.

Makasih buat kalian yg setia review, follow, favorite The Sun In Darkness, sungguh apresiasi yg luar biasa, sampe akhirnya fic ini bisa selesai.

Buat yg masih pengen baca Dark Story and mungkin lebih gloomy, silahkan mampir ke I'll be Here Rating M, dan YAOIIIII. #Akhirnya…

Sankyuu buat semuanya.

Ada kata perpisahan buat ff ini?

RnR peliis?