Disclaimer Naruto belongs to Masashi Kishimoto

And High School DxD belongs to Ichiei Ishibumi

Story by shirayuki-su

Rate T (maybe)

Warning : Au, OOC, tipo dll

"Pendragon"

Chapter 11

Naruto dan Azazel duduk berhadapan di salah satu kafe tidak jauh dari komplek apartement dimana Naruto tinggal. Naruto baru meceritakan apa yang terjadi kemarin malam dalam insiden biarawati dan pembangkangan malaikat jatuh. Pandangan mata pembunuh naga itu lurus ke depan melihat bagaimana ekspresi dari Azazel. Melihat gubernur malaikat jatuh itu masih bergelut dalam pemikiran, Naruto mengambil expresso panas yang tadi ia pesan, menghirup harum nya sesaat dan mulai menyesap pelan.

"Aku tidak menyalahkanmu akan masalah ini Azazel" kata Naruto sambil meletakkan cangkir porselin ekspresso nya "Dan kau tidak perlu merasa bersalah juga" tambah nya

"Kau ada benar nya, masalah ini sudah dapat teratasi tanpa terendus pihak akuma di Under World tapi masih ada yang menganjal pikirankku"

"Apa ada hal baru yang kau dapat saat interogasi terjadi?" Tangan kanan Naruto mengambil buku dimeja, yang memang sudah ia bawa sebelumnya. Ia mulai membuka buku bersampul putih itu pelan, dan membaca. Mengacuhkan Azazel dihadapanya.

Azazel yang melihat tingkah pembunuh naga itu mengangkat bahu pelan, tidak mempermasalahkan. "Gadis bernama Reynalle memberi kesaksian bahwa ia diperintah oleh seorang petinggi Gregory tapi ia tidak pernah bertemu langsung" kata Azazel sambil menyesap kopi hitam nya "Ia diberikan sebuah kesempatan jika mengikuti semua yang dikatakan akan mendapatkan kedudukan tinggi dan kekuatan"

"Jadi kesimpulan nya kau masih mencari siapa yang menjadi dalang dalam badan fraksi mu dan belum mendapatkan petunjuk jelas" jelas Naruto

"Bisa dikatakan seperti itu" Azazel menegakkan punggung nya sambil melirik kiri dan kanan, memperhatikan suasana kafe yang sepi. Ah ia baru ingat sekarang baru jam enam pagi, pantas jika kafe ini masih sepi.

Naruto melirik ke arah Azazel dan berkata "Dari ekspresi mu aku dapat menebak, kau sudah tahu siapa yang menjadi dalang dari masalah ini"

"Ada satu dari para petinggi yang selalu menentang setiap keputusan-ku dan itu sudah berlangsung bertahun-tahun. Tapi beberapa tahun ini berbeda, ia tidak menampakkan diri dan sering menghindari pertemuaan, aku pikir ia sudah dapat melupakkan tentang perang dan memutuskan perdamaian tapi kurasa aku yang salah" kata Azazel menatap pada pantulan bening dalam kopi hitam nya

"Kalau boleh tahu siapa yang kau maksud?" tanya Naruto

"Kokabiel"

"Dia yah"

"Kau mengenal nya Naruto"

"Aku hanya tahu bagaimana tempramen nya saat perang dulu, seingat ku ia paling suka mengumbar kekuatan dan kesombongannya terdengar jelas di Great War" jelas Naruto sambil menutup buku di tangan nya "Ngomong-ngomongan Azazel apa kau tahu sesuatu tentang pergerakan dari Oroborous"

"Kalau yang kau maksudkan Khaos Brigade, aku memiliki sedikit info tentang mereka" Azazel tersenyum menatap mata Naruto "Tapi jika menyangkut naga itu sendiri aku tidak memiliki info apapun, meskipun ada kurasa kau yang sudah sering berurusan dengan naga pasti mengetahuinya. Singkatnya jika kau menginginkan informasi tentang naga itu aku tidak memiliki tapi jika tentang organisasi yang sedang ia pimpin sekarang aku memiliki sedikit info"

"..."

"Dan juga aku perlu sedikit penjelasan dari mu tentang apa yang terjadi, Kenapa kau membiarkan gadis biarawati itu menjadi iblis"

"Tidak ada alasan khusus, kalau kau tanya aku. Hanya saja firasat atau aku lebih sering menyebutnya insting dari pemburu naga-ku menyuruh untuk membiarkan gadis Argento itu menjadi iblis" mata pembunuh naga itu menatap cangkir yang sudah tinggal setengah dengan datar sembari ia mendesah menyandarkan punggung pada kursi "Lagian gadis itu sudah mengetahui dan terlibat dalam dunia yang semestinya tidak diketahui ini, jika dibiarkan akan lebih berbahaya lagi untuk keselamatanya"

"Aku tidak pernah berpikir sang Dragon Slayer pertama bisa mengatakan hal yang seperti itu" Melihat tidak ada tanggapan dari Naruto. Azazel melanjutkan "Insting naga yang kau katakan sebelumnya aku tertarik untuk mengetahui lebih lanjut"

"Rumor tentang dirimu yang menyukai hal-hal yang tidak diketahui memang benar ternyata Azazel, meski kau meminta nya, aku hanya bisa mengatakan bahwa ini hanya kemampuan yang hanya bisa dipahami oleh naga atau makhluk yang memiliki kontak dengan naga"

"Jadi kalau aku bisa katakan apa Vali juga memiliki kemampuan ini?" tanya Azazel dengan senyuman yang membuat Naruto risih melihatnya

Naruto melihat ponsel yang ia letakan dimeja sesaat mengecek ada yang berubah atau tidak, ia menatap Azazel yang masih tersenyum dihadapannya dengan datar "Ia memilikinya. Mungkin"

"Apa maksudmu mungkin, Hei Hei Naruto jelaskan padaku" respon Azazel cepat melihat Naruto yang berdiri dan mulai melangkah pergi dari kursinya

"Aku ada urusan lain Azazel, lain waktu aku akan menjelaskannya" Pembunuh naga itu berjalan lurus kearah pintu, ia berhenti sesaat tanpa menoleh dan berkata "Katakan pada Vali aku tidak bisa menemuinya untuk beberapa waktu dan tolong jaga B-Frost untuk sementara waktu"

"Cih. Dia pergi begitu saja" umpat Azazel melihat kearah pintu

Pendragon

"Disini kah tempatnya" kata Naruto memandang bangunan berbentuk prisma terbuat dari tumpukan batu yang telah hancur dan sulit dikenali lagi dihadapannya. Angin kering terus berhembus menerma tubuh nya, angina yang bercampur pasir panas.

Naruto saat ini berada di Mesir atau lebih tepatnya direruntuhan sebuah piramida yang belum ditemukan. Ia mendapatkan informasi dari salah satu orang kepercayaannya, bahwa dia berada disini. Pembunuh naga itu telah mencari salah satu dari Ancient Dragon puluhan bahkan raturan tahun lalu. Tapi keberadadan mereka sangat sulit untuk ditemukan, dan saat ini salah satu Ancient Dragon berada direruntuhan dihadapannya.

Setiap langkah yang Naruto dapati adalah pasir yang bertumpuk, dia sudah masuk dan mencoba menguraikan labirin yang ada. Didinding dinding batu beberapa masih utuh dengan gambar dari peradaban masa lalu, pemujaan pada dewa matahari dan dewa-dewa lainnya terlihat jelas ditiap langkah Naruto. tetapi yang membedakan dari pyramid kebanyakan adalah sebuah tanda dengan symbol naga, disetiap unsur gambar dewa. Jika manusia biasa pasti akan melewatkan symbol tersebut, tapi Naruto berbeda dia dengan cepat menemukan nya. Yang artinya pyramid ini menjadi sarang bagi seekor naga.

Naruto terus melangkah sampai ia harus berhenti, melihat kesekeliling untuk mencari jalan. Jalan dihadapannya saat ini telah terputus dan tidak ada jalan maju, kiri atau kanan. Semuanya tertutup dinding. Naruto bisa saja dengan mudah menghancurkan dan membuat jalan baru, tapi tujuannya kesini bukan untuk bertarung dengan naga yang belum ia ketahui kekuatannya.

Dia berlutut dan membersihkan pasir yang menumpuk dilantai, ia mendapati ada yang aneh saat dia masuk kedalam reruntuhan. Perasaan dimana ada yang terus mengawasinya dari belakang, dan ia tidak tahu dimana posisi orang yang mengawasinnya. Saat tangan Naruto terus bekerja, ia akhirnya melihat sebuah garis ritual. Dengan penemuannya Naruto membawa kedua tangannya untuk menyapu habis pasir dilantai.

Selang beberapa jam, lantai pyramid itu telah bersih yang menampilkan sebuah lingkaran sihir besar dengan simbol-simbol kuno. Didalam lingkaran tersebut terdapat tujuh gambar naga yang saling melingkar dan dibagian tengah terdapat sebuah gambar yang seperti telur menurut Naruto. karena berbentuk hitam gelap. Pembunuh naga itu tahu siapa ke tujuh naga tersebut, para Ancient Dragons yang dikatakan telah ada bersamaan dengan terbentuknya dunia.

Mereka, para Ancient Dragons hanya menjadi sebuah nama yang dilupakan bagi makhluk supernatural lain. Dan hanya dianggap sebagai sebuah khayalan bagi naga dan yang berhubungan dengan mereka. Tapi Naruto tahu bahwa itu tidak benar, karena ia telah menemukan salah satu petunjuk bahwa keberadaan mereka ada. Dan jika perkiraan Naruto benar maka salah satunya berada disini.

"Sekarang, apa yang harus aku lakukan. Apa harus mengunakan ritual pemanggilan seperti pada naga kebanyakan" Naruto berkata sambil terus mengamati lingkaran sihir dibawahnya.

Lingkaran sihir ini sangat kompleks dan rumit, jika ia melakukan kesalahan entah apa yang akan terjadi nanti. Naruto masih terus mengamati setiap garis dan simbol disana, waktu terus berjalan dan ia bahkan tidak menyadari dua hari telah berlalu.

"Baik aku akan melakukan itu" Naruto mengatakan dengan tegas, ia membawa lengan kanannya kedepan tepat pada tengah lingkaran sihir. Dia mengambil sebuah pisau dari balik sakunya dan dengan cepat mengiris pergelangan tangan.

Darah segar mengalir keluar dengan deras, setiap tetes dari Darah Naruto seakan terhisap kedalam lingkaran hitam. Suara geraman perlahan mengema pelan, yang lama kelamaan menjadi kuat. Ruangan pyramid bergetar keras.

Dalam beberapa detik berikutnya udara dalam ruangan seakan menguap karena panas, membuat uap yang terus terbuat dari air diudara. Rasa panas yang terus keluar membuat Naruto berkeringat dengan derasnya. Baju yang ia kenakan saat ini telah basah oleh keringatnya sendiri.

Menit selanjutnya Naruto menarik lengannya dan dengan cepat menutup luka dipergelangan, ia mendapati ruangan yang terus mengeluarkan uap panas yang tak tertahankan. Bahkan bagi makhluk supernatural mereka pasti akan mati dengan otak mereka mencair jika mendapati terus diterpa oleh uap panas.

"Apa sampai disini kah. Jika aku terus berada didalam sini, akan sangat berbahaya. Apa udara panas ini salah satu dari sistem pertahanan dari lingkaran sihir tersebut" Naruto berkata sambil terus mengusap keringat dikeningnya "Padahal aku masih ingin mempelajari lagi lingkaran tersebut, tapi apa boleh buat. Aku harus pergi"

Naruto dengan bergegas berjalan pergi keluar, saat itulah lingkaran sihir dikakinya bersinar dengan cahaya menyilaukan mata. Naruto yang tidak mengantisipasinya hanya bisa menutup kedua matanya erat-erat.

Dia dapat merasakan pijakan kakinya menghilang, tapi perasaan jatuh tidak pernah datang. Detik berikutnya ia merasakan rasa halus dikaki dan pandangannya mulai terlihat jelas.

Mata shapire Naruto hanya bisa melihat pasir, sejauh memandang hanya ada padang pasir. Permukaan pasir yang ia lihat bersinar terang dengan warna putih. Entah kenapa tapi pemandangan dihadapan Naruto begitu indah. Hanya ada warna putih dari pasir dan biru dari langit disana.

Naruto menghembuskan Nafas pelan, melihat kesekeliling dengan mata analisis. Ia dapat melihat bahwa dunia penuh pasir putih ini adalah dimensi lain. Dimensi yang mungkin dimiliki oleh salah satu Ancient Dragons, dari banyak informasi yang telah Naruto kumpulkan selama ini. Salah satu nya adalah bahwa Ancient Dragons, hidup di dimensi lain tapi karena tidak ada bukti terkait, Naruto hanya mengabaikannya saja.

Tapi dengan apa yang ada dihadapannya saat ini, telah menjawab dengan jelas. Bahwa mereka memang berada didimensi lain, dan itulah mengapa mencari mereka sangat susah.

"Jadi apa yang harus aku lakukan" Naruto bergumam sendiri "Hanya berdiri disini juga mungkin tidak ada menghasilkan apa-apa. Jadi lebih baik menelusuri setiap sudut dari padang pasir ini"

Dengan perkataan tersebut Naruto menendang lantai pasir dengan kuat, membawa dirinya berlari kencang kedepan. Dia melihat kebelakang dan mendapati awan debu yang ia ciptakan, Naruto memutar lagi kedepan dan menyebarkan auranya. Ia saat ini membuat energy dalam tubuhnya bagaikan sonar, berusaha mencari bentuk kehidupan yang ada.

Naruto merasakan keanehan pada pijakannya dan dengan cepat berhenti. Pasir dibawah kakinya dengan cepat membentuk sebuah pusaran yang membuat pembunuh naga itu ada didalamnya. Suara pasir yang terus turun dengan kecepatan yang tinggi, selanjutnya pasir tersebut memenjakan Naruto. menarik pembunuh naga itu masuk.

Pandangan Naruto dengan cepat melihat titik tengah dari pusaran pasir tersebut. Dua taring besar dari serangga terlihat keluar dari dalam pasir. 'Cih, belum juga melakukan apapun dan ini yang terjadi'. Dengan kekuatan kakinya Naruto berusaha melompat keluar dari kubangan pasir, tapi sayang pasir yang menariknya cukup kuat untuk membuatnya tetap disana.

Merasa tidak ada pilihan lain, Naruto melesat lurus kedepan kearah monster semut atau serangga itu. Kedua tangan Naruto mencengkram taring itu dan dengan paksa menarik keluar serangga tersebut.

Tubuh monster itu dengan cepat terlihat, seekor semut raksasa dengan taring besar dan tubuh yang panjang. Jarak dari kepala sampai ekor terlihat lebih dari lima meter.

Naruto dengan kekuatannya melemparkan serangga itu kesisi lain dan membawa dirinya melompat dari pasir. Suara pasir yang jatuh kembali menarik perhatian Naruto, ia melirik dan mendapati sebuah pusaran yang sama seperti ini hampir diseluruh tempat.

"Wao ini seperti sebuah Trial, siapa yang tidak bisa melewati akan berakhir mati" kata Naruto melihat jatuh dan merasakan banyak monster lain. Serangga yang ia sekarang sebut ant hell, banyak membuat sarang disekitarnya dan pastinya akan menghambat perjalanan Naruto.

"Untuk menghindari pertarungan yang tidak perlu aku harusnya melompat dan berlari, terus seperti itu" sembari berkata demikian Naruto melompat tinggi.

Naruto mendarat dan melompat, menggulangi hal tersebut agar tidak masuk kedalam perangkap Ant Hell.

Pendragon

"Ada sesuatu disini"

"Aura dari banyak naga, makhluk apa sebenarnya itu?"

"Sudah lebih dari ribuan tahun dan belum ada yang mengunjungiku disini. Didimensiku White Desert"

"Dan yang mengunjungiku sesuatu yang belum pernah kurasakan, ini benar-benar menarik"

"Aku akan menunggumu disini wahai engkau pengujung White Desert"

Pendragon

Naruto bersembunyi didalam sebuah gua yang ia temukan, udara dingin dari malam yang mulai menusuk memaksa ia harus membuat tempat perlindungan. Sebuah pagi yang menyala dan beberapa daging dari monster yang dimasak pelan.

Suara angin yang begitu kencang membuat mata Naruto berfokus keluar. Ia tidak menyangka didalam dimensi ini akan ada siang dan malam, selain itu juga sampai sejauh ini Naruto belum mendapatkan petunjuk mengenai keberadaan Ancient Dragon. Bukan berarti mereka bersembunyi, hanya saja merasakan keberadaan mereka sangat susah.

Naruto sendiri sekarang yakin bahwa Ancient Dragon yang berada didimensi ini telah merasakannya, dan mungkin mengunggunya disuatu tempat dipadang pasir ini.

Pandangan Naruto beralih pada daging yang ia masak, daging dari monster yang ia sebut dengan lizard Desert terlihat telah matang. Ia menusukan pisau ditangganya untuk memastikan kondisi dari daging, merasa telah matang Naruto mengambilnya dan menyantapnya langsung.

Rasa dari monster ini tidak terlalu buruk, dagingnya lebih keras dari daging sapi tapi memeliki kekayaan rasa yang berbeda. Jika saja ada bumbu lain untuk memasak pasti akan menjadi masakan yang lebih enak, pikir Naruto.

Selesai menyantap makanannya Naruto memposisikan dirinya untuk tidur, meskipun ia ingin melanjutkan perjalanannya tapi kondisi diluar gua harus memaksa dirinya untuk tinggal. Dipadang pasir saat ini terjadi badai, jika badai pasir biasa Naruto akan dengan senang hati menerobos. Tapi badai pasir ini bercampur dengan energy didimensi ini dan setiap kali kau melangkah akan serasa menerjang kumpulan dari benda tajam. Setiap pasir yang saat ini melayang diudara akibat badai, lebih seperti silet tajam yang siap merobek kulit atau apapun. Dan mungkin itu alasannya monster didunia ini lebih banyak yang bersembunyi didalam pasir.

Dengan kerasnya alam yang ada disekitarnya membuat para monster ini didimensi ini juga begitu sulit untuk dikalahkan, Naruto sampai saat ini belum menemukan monster yang membuatnya serius. Tetapi melihat semakin jauh ia melangkah dan monster yang semakin bertambah kuat, Naruto jadi yakin ada monster yang akan memberinya kerepotan.

"Memikirkan semua itu sekarang tidak ada artinya. Lebih baik aku sekarang tidur, besok pasti akan menjadi hari yang berat" Naruto berkata dan mulai menutup mata pelan. Ia mengingat-ingat lagi dimana dirinya masih muda dan sangat menyukai perjalanan, menjelajah ketempat yang baru dan menemukan orang baru menjadi kesenangan tersendiri menurut Naruto.

Dan saat ini ia merasakan hal yang sama seperti dulu, ia bisa menjelalah tanpa harus memikirkan hal lain. Ini membuat jiwa Naruto sangat senang.

TBC

Nikmati saja cerita yang ada, entah itu baik atau buruk. Kalau mau komentar pada kolom review saja Ok.