Title : DREAM

Genre : Family, Brothership, Friendship

Rating : Fiction T

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Jung Soo / Leeteuk, Lee Donghae, dan temukan sendiri yang lain ne XD

Warning : Typo(s), bad plot, bored, OOC, if u don't like it don't bash please. Give me some comments or critics, it's Ok for me ;)

Disclaimer : All cast belong to God and themselves, I just own this story plot!

Summary : Kisah 3 bersaudara Cho yang terpisah dan Kyuhyun mengalami cidera. Apa yang terjadi dengan impian mereka semua? Akankah mereka akan bisa bewujudkan impian mereka?

.

Happy Reading!

Terlihat seorang pria paruh baya sedang duduk disofa ruang tengah bersama dua orang anak lelaki berumur 5 tahun di sampingnya. Dia sedang memegang dua buah alat musik di pangkuannya dan dua orang anak itu merupakan cucu kembarnya. Mereka sedang berlibur kerumah sang kakek selama beberapa hari bersama sang hyung tertua yang terpaut 5 tahun dengan mereka. Namun hyung mereka sedang membantu sang nenek di kebun belakang rumah merawat tanaman. Sedangkan kedua orang tua mereka sedang sibuk bekerja dan tidak bisa ikut berlibur bersama ketiganya.

"Kibumie~ Khuhyunie~ biola kembar ini kakek berikan kepada kalian, kalian harus menjaganya dengan baik ne" Cho Yongwa memberikan sepasang biola berwarna putih dan hitam itu kepada dua cucu kembarnya yang sedang duduk di sisi kiri dan kanannya.

"Ini untuk kami kakek?" tanya Kyuhyun senang kepada Yongwa yang ada di samping kanannya dengan menatap takjub biola yang ada di pangkuannya. Kyuhyun mendapatkan biola berwarna putih dengan ukiran berwarna hitam di kedua sisinya. Dan saudara kembarnya, Kibum, mendapatkan biola yang berwarna hitam dengan ukiran berwarna putih. Di bagian belakang leher biola terdapat ukiran K&K yang mengisyaratkan inisial nama kedua bocah kembar itu.

Yongwa menggangguk untuk menjawab pertanyaan sang bungsu yang lahir 9 menit setelah sang saudara kembarnya lahir. Yongwa terus tersenyum memperhatikan keduanya sambil mengelus kepala cucu-cucunya. Kibum yang duduk di samping kiri kakeknya hanya duduk diam sambil mengusap biola yang didapatnya di pangkuannya sambil tersenyum kecil. Sorot matanya terpancar rasa kagum dan senang yang tak dapat disembunyikan di balik wajah tenangnya.

Yongwa sengaja memesan sepasang biola kembar yang memiliki ukiran unik di kedua sisinya. Biola yang terbuat dari kayu spruce, sejenis kayu cemara untuk bagian atasnya, kayu maple untuk bagian samping, bawah dan leher biola, dan untuk bagian papan jarinya menggunakan kayu eboni. Dia memesan kedua biola itu kepada sang sahabat yang berprofesi sebagai luthier, atau pengrajin biola secara khusus beberapa waktu lalu.

Dia tahu kedua cucunya memiliki bakat yang luar biasa dalam hal musik, sama seperti hyung mereka, namun bedanya dia lebih menyukai piano, sehingga Yongwa memberikan sebuah piano untuk cucu pertamanya itu. Dia berharap mereka bertiga suatu saat bisa berdiri di panggung yang sama memainkan musik yang akan membuat orang lain tersenyum.

"Waaahh...kalian sudah mendapatkan hadiah alat musik dari kakek ternyata" Jung soo datang bersama sang nenek dengan membawa piring berisi penuh dengan biskuit yang dibuat nenekny dan neneknya membawa sebuah nampan dengan minuman segar di atasnya.

Setelah menyiram bunga di kebun belakang rumah dan membuat cemilan keduanya akhirnya ikut bergabung di ruang tengah. Jung soo duduk di samping sang nenek dan memperhatikan kedua adiknya sambil memakan biskuit yang dibawanya yang sudah diletakkannya di atas meja.

"Hyung~ hyung~ nanti kita bertiga bermain bersama ya, aku dan Kibumie dengan biola kami dan hyung dengan piano milik hyung. Bagaimana? Iya kan Kibumie?" Kyuhyun mengutarakan keinginannya sambil memandang penuh harap kepada Kibum dan Jung soo.

"Uhm~ aku setuju" Kibum tersenyum semakin lebar dan menyakinkan bahwa dia menyutujui usulan saudara kembarnya.

"Bagaimana hyung?" Kibum mengalihkan pandangannya kepada kakaknya menantikan jawaban. Jung soo yang melihat keduanya begitu bersemangat tersenyum lebar, tentu saja dia akan menyetujuinya. Dia sudah tahu bahwa kedua adiknya itu akan mendapatkan hadiah biola dari sang kakek sebelumnya, jadi dia tentu sudah merencanakan hal itu juga. Tapi melihat bagaimana semangatnya adik-adiknya mendapatkan hadiah itu dia mengurungkan niatnya untuk mengutarakan lebih dulu. Dia ingin tahu apakah adik-adiknya memiliki pikiran yang sama, dan ternyata perkiraannya tak meleset membuatnya sangat senang akan hal itu.

"Tentu saja hyung mau" Jawaban Jung Soo menghasilkan sorakan gembira dari si kembar. Bahkan Kyuhyun mengangkat kedua tangannya ke atas memperlihatkan betapa bahagianya ia. Sedangkan Kibum tersenyum lebar memperlihatkan killer smile yang entah sejak kapan dimilikinya.

Sang nenek yang dari tadi melihat interaksi ketiga cucunya tampak bahagia, selalu memperlihatkan senyum hangatnya.

"Nah sekarang, ayo makan biskuitnya"

"Okeeeee" sahut ketiganya kompak. Si kembar meletakkan terlebih dulu biola mereka, dan mereka semua menghabiskan waktu sore itu dengan saling melemparkan lelucon yang membuat suasana rumah semakin hangat. Mungkin kebahagian mereka akan terasa lengkap jika kedua orang tua mereka bertiga juga berkumpul, tapi mereka selalu mensyukuri apa yang mereka miliki saat ini.

.

.

3 years later

Kyuhyun meringkuk di sudut kamar dan menutupkan kedua tangannya di telinganya. Matanya terpejam erat berusaha meredam rasa takut yang menyelimutinya. Dia tak suka mendengar keributan itu. Dia takut, sangat takut. Dia tahu bahwa keributan itu berasal dari kedua orang tuanya yang sedang bertengkar. Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dan tertutup kembali dengan keras. Kyuhyun yang tak berani membuka matanya pun terus meringkuk di sudut ruangan.

Terdengar derap langkah berlari dan tak lama kemudian ada seseorang yang memeluknya. Menyalurkan kehangatan dan perlindungan walaupun dia tahu bahwa orang yang tengah memeluknya kini juga memiliki katakutan yang sama. Tapi dia selalu berhasil bersikap tenang dan memeluknya erat.

"Kibumie~" Lirih Kyuhyun tahu siapa yang tengah memeluknya saat ini. Saudara kembarnya.

"Ssstt... Tenanglah, ada aku disini Kyu~" Suaranya terdengar bergetar sekuat apapun dia berusaha tenang. Akhirnya Kyuhyun membalas pelukan saudara kembarnya itu dengan tak kalah eratnya.

'Cepatlah pulang Jung soo hyung~ kami membutuhkanmu' Mereka menyuarakan keinginan mereka secara bersamaan tanpa mereka sadari.

"Kibumie~" suara lirih itu terdengar cukup jelas di telinga Kibum.

"Apapun yang terjadi nantinya, teruslah bermain musik Kibumie~" Kibum yang mendengarnya pun melonggarkan pelukannya dan melihat ke arah adik kembarannya itu.

"Tentu saja Kyu, kita akan selalu bermain musik. Bukankah itu adalah impian kita bertiga bersama Jung soo hyung? Jangan berpikir hal yang membebani pikiranmu Kyu."

"Aku hanya merasa kita akan terpisah" Kibum yang mendengarnya pun dapat menyembunyikan sedikit keterkejutannya. Mendengar pertengkaran kedua orang tua mereka, membuat Kibum juga berpikiran hal yang sama tapi dia berusaha tetap tenang. Dan mendengarnya langsung dari adiknya membuatnya hal itu terdengar semakin jelas.

"Hei Kyu, kau ingat apa yang dikatakan Jung soo hyung bukan?"

Flashback

Jung soo sedang bersandar di kepala tempat tidur bersama kedua adiknya yang menginjak usia 7 tahun di sisi kiri dan kanannya. Mereka akan tidur bersama di kamar Jung soo malam ini. Awalnya Kibum menolak, tapi karena mendapat paksaan dari Kyuhyun akhirnya dia setuju.

"Kenapa kalian tiba-tiba ingin tidur bersama hyung hemmph?" Jung soo mengungkapkan keheranannya.

"Kyuhyun ingin tidur bersamu, dia memaksaku untuk ikut juga"

Jung soo yang mendengar hal itu melihat kearah adiknya yang lain di sisi kirinya. Kyuhyun yang di merasa dipandangi oleh hyungdeulnya pun mendongakkan kepalanya yang sedari tadi tertunduk.

"Apa kalian akan meninggalkanku?"

Mereka berdua terkejut karena mendengar hal itu dengan jelas walaupun suara itu begitu lirih. Bagaimana tidak jika tiba-tiba si bungsu mengatakan hal demikian.

"Kenapa Kyunie tiba-tiba bertanya seperti itu hemmph?" Jung soo mengelus kepala dongsaengnya berusaha memahami apa yang sebenarnya di pikirkan adiknya itu. Kibum di samping kanannya pun tidak kalah bingungnya.

"Dengarkan hyung Kyunie~ kita akan tumbuh semakin dewasa bukan? Suatu saat ada saat dimana kita memang harus berpisah menjalani hidup kita masing-masing. Tapi ingat kita adalah saudara. Sampai kapanpun hal itu tidak akan berubah." Tidak kunjung mendapatkan jawaban, akhirnya Jung soo melanjutkannya sambil mengeratkan pelukannya pada kedua adiknya.

"Walaupun kita terpisah, kita masih melihat langit yang sama. Walaupun itu adalah yang biasa, tapi itu adalah harta berharga kita"

Flashback end

"Aku ingat Kibumie dan akan selalu ingat" Mereka kembali saling mengeratkan pelukan untuk menguatkan hati mereka.

Derap langkah tergesa dan suara teriakan-teriakan terdengar semakin keras. Suara-suara itu menuju kamar dimana si kembar berada.

"Baiklah kalau itu maumu, aku akan membawa Kibumie pergi bersamaku. Jangan pernah mencoba untuk menghubungi kami" Suara Cho Yong Joo terdengar bersamaan dengan pintu yang tergebrak terbuka.

"Ayo Kibumie kau ikut dengan appa" Yong Joo melepaskan paksa tangan kedua putra kembarnya dan manarik tangan Kibum untuk ikut bersamanya.

"Jangan appa, jangan pisahkan kami. Bumie~ kalian akan kemana appa?" Tangan berkulit putih pucat itu berusaha melepaskan tangan appanya dari saudara kembarnya.

"Appa, kumohon jangan pisahkan kami." Kibum pun berusaha melepaskan tangannya namun usaha mereka sia-sia karena kekuatan mereka tak sebanding dengan kekuatan appa mereka.

"Eomma, kumohon jangan biarkan appa pergi dan membawa Kibumie" Kyuyun berusaha untuk membujuk ibunya yang menangis. Cho Hanna yang tersadar dari keterkejutannya, membulatkan matanya saat melihat suaminya akan membawa salah satu anaknya.

"Kau ingin membawa Kibumie kemana? Lepaskan dia! Kau menyakitinya!"

Jung soo baru saja sampai dirumahnya saat melihat sang appa tengah menggendong Kibum dan akan memasukkannya kedalam mobil. Dia segera menghampiri keluarganya.

"Appa, akan membawa Kibumie kemana appa? Appa akan pergi kemana?" Jung soo dengan suara bergetar berusaha tetap tenang.

"Tetaplah disini Jungsoo, jagalah mereka"

"T-tapi appa. Appa akan pergi kemana? Appa akan membawa Kibumie kemana appa? APPA!" Yong Joo dengan segera masuk kedalam mobil dengan Kibum yang berusaha keluar namun tidak bisa karena pintu mobil yang terkunci.

"Apppaaaaaaaa... Kibumiiiiiee..." Kyuhyun yang menyadari mobil appa nya yang mulai melaju menjauh pun berusaha mengejar walaupun itu sia-sia. Kyuhyun yang tak bisa mengejar pun akhirnya terjatuh.

"Hiks...hiks... kumohon appa...Kibumie... jangan pergi..." Jung soo pun berlari menghampiri adiknya dan memeluknya dari belakang.

"Hyung... Appa membawa Kibumie...Ayo kita jemput Kibumie...Hiks.." Jung soo yang tidak tahu harus mengatakan apa pada adiknya mengeratkan pelukannya.

Ketidak cocokan diantara Yong Joo dan Hanna, pertengkaran yang terus terjadi, tidak adanya keharmonisan yang terjalin diantara mereka telah memisahkan bahkan memecah keluarga itu menjadi dua. Pertengkaran yang terus memuncak, keegoisan yang menyakiti ketiga buah hati mereka, tak menyurutkan pertengkaran di antara keduanya.

Yong Joo dan Hanna akhirnya bercerai. Sejak hari itu mereka tak pernah berhubungan. Kyuhyun dan Jung soo tidak tahu harus mencari saudara mereka kemana, karena sepertinya sang ayah memutuskan seluruh kontak yang mereka punya.

TBC

Nah lho? Apa ini? Ff baru? Wkwkwk

Sebenernya niatnya mw nyelesaiin dlu tapi udh gatel aja pingin di publish

Mianhe ntar updatenya misalnya lama bangeeeeeet, belum konsisten bwt nulis :D *nyengir

Tapi di usahakan tetap update sampai FIN walaupun ngesot(?) XD

Ini nich sebenernya latihan bwt tugas kuliah tahun depan XD kkkk Tugas creative writing dan aku belum pernah nulis cerita panjang? Aigoo... itu akan sulit kalau tidak berlatih bukan *curcol :P

Kasih saran please *puppy eyes

Makasih yang udah baca dan review

^.^