LAST CHAPTER!

Genre : Family, Brothership, Friendship

Rating : Fiction T

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Jung Soo / Leeteuk, Lee Donghae, dan temukan sendiri yang lain ne XD

Disclaimer : All cast belong to God and themselves, I just own this story plot!

.

WARNING !

TYPO(s), BAD PLOT, BORED, OOC, MEMBOSANKAN KUADRAT! if you don't like it so don't read it. Kalau tidak suka ya tidak usah dibaca :) Kalau tetap di baca, resiko di tanggung sendiri jika nantinya chingu merasa bosan ataupun capek saat membacanya. Thanks in advance. ^^

.

Kyuhyun bukan kidal. Oke? Tolong dibaca tambahan penjelasan di chapter sebelumnya ya. Thanks

.

Happy Reading!

.

"Kenapa Anda tiba-tiba memintaku kembali ke Korea sensei?" tanya Kyuhyun tak mengerti. Sebelum Arashi menjawab pertanyaan itu dia memberikan beberapa lembar dokumen. Kyuhyun merasa heran tapi tak urung dia membaca kertas-kertas di tangannya.

"Ini...," Kyuhyun tak bisa melanjutkan kata-katanya.

"Ini data tentangmu yang kudapatkan dari temanku. Bukankah berkas itu menunjukan kau sebagai salah satu peserta International Concert tiga tahun lalu?" Kyuhyun mengangguk. Anak itu mengikuti guru musiknya duduk di salah satu bangku yang ada disana, menunggu penjelasan.

"Lee Seunghwan, salah satu pelatih musik di agensi yang menaungi ajang itu. Dia sahabat dekatku, dia menceritakan salah satu peserta mengundurkan diri, bahkan peserta itu menghilang sesaat sebelum pengumuman kemenangan," Arashi memandang lekat Kyuhyun yang saat ini tampak terdiam.

"Seunghwan mengatakan nama anak itu Kyuhyun, aku langsung teringat padamu. Jadi aku meminta data peserta itu padanya dan ternyata benar itu kau. Aku belum memberitahu tentangmu pada temanku. Tapi, mereka masih mencarimu Kyu, kau tahu sangat menyayangkan kehilangan pemusik berbakat sepertimu," Kyuhyun tersenyum malu.

"Mereka akan mengadakan pertunjukan musim gugur sekitar dua bulan lagi. Kalau kau mau ada audisi terbuka yang akan diadakan. Aku ingin kau mengikutinya," Arashi masih melihat adanya keraguan dimata Kyuhyun.

"Ini!" Arashi memberikan berkas lainnya. "Daftar pemain yang akan tampil di pertunjukan itu. Bacalah!"

Sesaat setelah membacanya, mata Kyuhyun membulat. Kyuhyun menatap tak percaya pada gurunya. Arashi hanya tersenyum melihat reaksi Kyuhyun. Sedikit banyak dia tahu apa yang dipikirkan Kyuhyun. Karena memang ia cukup tahu banyak tentang muridnya itu.

"Itu memang mereka, kakak-kakakmu ada daftar itu. Cho Kibum dan Cho Jung soo. Bukankah kau ingin bertemu mereka setelah kau bisa memainkan kembali biolamu? Kurasa ini sudah saatnya," ujarnya santai.

...

Seoul, Korea Selatan. Dua hari kemudian.

Changmin dan Eunhyuk baru saja memasuki rumah saat sayup-sayup ia mendengar suara harmonika. Memang Eunhyuk saat ini berada di Korea sejak dua hari lalu, dia sudah mengatakan akan ikut ke Korea bukan? Mereka saling berpandangan mendengar suara harmonika itu. Siapa yang bermain harmonika dirumahnya?

Mereka menghampiri Nyonya Shim yang sedang menyiapkan makan malam di dapur. "Eomma, aku pulang," ucap Changmin seraya mencium pipi sang eomma sekilas.

"Eoh Changmin-ah...Eunhyuk-ah... syukurlah kalian sudah pulang," Nyonya Shim menyambut mereka. "Min, masuklah ke kamarmu, seseorang sudah menunggumu sejak tadi,"

"Siapa eomma?" tanya Changmin heran. Nyonya Shim mengedikkan bahu dan mengisyaratkan anaknya untuk melihat sendiri tamu istimewa itu. Sebelum beranjak Changmin melemparkan pandangan bertanya pada Eunhyuk. Sepupunya itu memberi isyarat agar segera naik ke atas dan mencari tahu. Dia kan juga penasaran.

"Min, sudah cepat sana. Jangan biarkan dia menunggu lebih lama, setelah itu ajak dia untuk makan malam bersama," ucap ibunya. Nyonya Shim kembali berkutat dengan alat masaknya setelah Changmin berlari tergesa menuju kamarnya di lantai dua.

"Imo, siapa tamu kita itu?" tanya Euhyuk penasaran.

"Seseorang yang di tunggu Changmin sejak lama," jawab Nyonya Shim misterius sambil tersenyum kecil. Eunhyuk menaikkan sebelah alisnya penasaran.

Lagu yang dimainkan dengan harmonika itu terdengar sangat indah, Changmin jadi mengingat harmonika kesayangannya yang diberikan pada sahabatnya. Mengingatnya membuat Changmin ingin segera bertemu dengan Kyuhyun. Entah kapan itu akan terwujud.

Changmin membuka pintu kamarnya perlahan, kepalanya menyembul melewati pintu dan ia melihatnya. Seseorang sedang duduk membelakanginya dengan harmonika yang masih dimainkannya.

Changmin membulatkan matanya saat orang itu tiba-tiba saja menoleh ke arahnya.

"Ya, aku sudah menunggu lama sekali Chwang,"

"Kyu-kyuhyun?" ucap Changmin terbata, ia tak mempercayai matanya saat ini. Benarkah orang didepannya ini adalah sahabatnya? Changmin menggosok matanya berulang kali bahkan ia sampai mencubiti pipinya sendiri guna meyakinkannya ia sedang tidak bermimpi.

Sedang Kyuhyun menyedekapkan kedua tangannya di depan dada, memutar bola matanya malas menyaksikan aksi konyol Changmin. Merasa sebal karena seolah-olah Changmin melihat sesosok hantu. Kyuhyun berhenti menggerutu panjang pendek saat Changmin tiba-tiba menubruknya dan memeluknya erat.

"Kyu? Ini sungguh kau? Benarkah ini? Apa aku tertidur saat ini?"

Pletak!

"Awww! Ya Kyuhyun-ah kenapa kau memukulku? Sakit tahu!"

"Nah itu untuk meyakinkanmu kalau aku bukan hantu ataupun mimpi, Chwang." Changmin menyengir lebar. Kyuhyun mencibir melihatnya.

"Kyuhyun-ah bogoshippoooo," Changmin kembali memeluk Kyuhyun, bahkan ia sedikit berlonjak-lonjak membuat Kyuhyun sedikit merasa sesak karena pelukan Changmin yang cukup erat.

"Ya! Kau ingin membunuhku dengan pelukan mautmu eoh?" Changmin tidak mempedulikan ucapan sarkastik Kyuhyun. Ia sudah biasa dengan itu.

"Kau jahat sekali tidak menghubungiku sekalipun. Sahabat macam apa kau eoh?"

"Jadi kau menyesal? Baiklah aku akan pergi lagi saja."

"Andwaeeeeeeee... Aigoo, Kyuhyun-ah bersikap manislah sedikit."

"Tidak mau!"

"Baiklah-baiklah, aku mengalah. Jangan pergi lagi!" Kyuhyun mengukir evil smirk-nya.

"Chwang, maukah kau berjanji satu hal padaku?" Changmin mengangkat sebelah alisnya.

"Aku tahu kau mengenal hyungdeulku, jadi jangan katakan pada mereka keberadaanku."

"Mwo?"

"Aku ingin memberi mereka kejutan!"

...

"Anyeong ahjumma.. ahjussi," sapa Kyuhyun pada kedua orang tua Changmin.

"Hai nak, lama tak bertemu denganmu," sapa Tuan Shim ramah. Tuan Shim memang sudah diberi tahu tentang kedatangan Kyuhyun oleh Nyonya Shim jadi dia tidak terlalu terkejut.

Kyuhyun tersenyum senang dan berbincang sedikit dengan Tuan Shim.

"Hyung! Kenapa kau melihat Kyuhyun seperti itu eoh?" tanya Changmin heran pada Eunhyuk yang duduk di depannya. Pasalnya sepupunya itu tampak berpikir keras sambil memandang Kyuhyun lekat. Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah Eunhyuk.

"Hai Hyuk-ie hyung, kau mengenaliku?" tanya Kyuhyun sambil terkekeh kecil. Eunhyuk berkedip.

"Emmph... Bukankah kau Ken?!" nadanya terdengar ragu.

"Gotcha! Kau berhasil mengenaliku hyung," ucap Kyuhyun.

"Mwo? Kalian saling mengenal? Dan kenapa Hyuk-ie hyung memanggil Kyuhyun dengan Ken?" tanya Changmin bertubi-tubi.

"Sudahlah Changmin-ah aku akan menceritakannya padamu nanti," ucap Kyuhyun pada akhirnya.

...

"Donghae-ah, siapa teman yang kau maksud pada Lee seonsaengnim waktu itu?" tanya Jung soo heran. Mereka saat ini berada di ruang tengah, sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Kibum dan Jung soo dengan partitur mereka dan Donghae dengan coretan-coretan koreografinya.

"Hyung masih ingat dengan Eunhyuk kan? Sepupu Changmin?" Jung soo mengangguk.

"Bukankah dia di Jepang?" tanya Kibum heran.

"Yach, aku menelponnya. Aku memintanya langsung bertemu Lee seonsaengnim, tapi dia ingin mengikuti audisi saja," jelas Donghae.

"Aku juga akan melakukan hal sama jika aku adalah dia," ujar Kibum.

"Kenapa?"

"Karena jika kau melakukannya karena koneksi, orang lain akan berpikir kau masuk bukan karena kemampuan. Mereka akan meremehkan kita, walaupun kenyataannya tidak seperti itu. Jadi kalaupun gagal dalam audisi, tidak akan ada penyesalan." Donghae memandang takjub pada Kibum.

"Woaaa Kibum-ah aku kagum padamu," Kibum menghindar saat Donghae ingin memeluknya.

"Kalian akan datang besok melihat audisi kan hyung?" tanya Donghae pada mereka.

Jung soo menggeleng. "Sepertinya tidak bisa Hae, kami harus berlatih untuk lagu utama, kami harus menyempurnakannya lagi. Sampaikan salamku pada Eunhyuk dan Changmin. Aku yakin Changmin akan datang juga di audisi."

"Ah ya baiklah. Dan hyung, apa lagi yang kurang? Aku rasa itu sudah sangat bagus, bahkan sudah jauh lebih bagus dari pertama kali kalian menunjukkannya di depan seonsaengnim," Donghae menaikkan sebelah alisnya tak mengerti.

"Ada beberapa nada yang perlu disesuaikan. Walaupun kami rasa itu sudah cukup, tapi sepertinya Lee seonsaengnim masih berpikir ada yang hilang dan membuatnya 'tak hidup'," Jungsoo melipat tangannya sambil berpikir.

"Kurasa aku tahu apa yang membuatnya terasa tak sepenuhnya 'hidup'," ucap Kibum lirih. Donghae dan Jung soo memandang Kibum penasaran.

"Kita membutuhkan satu pemain biola lagi."

...

"Kau tak berpikir penampilanmu itu berlebihan?" tanya Heechul saat mengantar Kyuhyun ke tempat audisi dilakukan. Saat ini anak itu menggunakan masker dan topi hitam, supaya tidak ada yang mengenalinya.

"Tidak, ini sangat bagus. Aku akan menjadi Ken saat audisi nanti, jadi aku tak ingin orang lain tahu tentangku," Heechul memutar bola matanya malas.

"Bilang saja kau tak mau bertemu Jung soo dan Kibum. Dasar! Aku tak habis pikir denganmu Kim." Kyuhyun terkekeh mendengar gerutuan itu.

"Itu kau tahu hyung." Heechul mendelik sebal.

"Karena kau keras kepala, bertemu dengan saudara sendiri saja berbelit-belit, aku harus menunggu untuk bertemu Jungsoo." Kyuhyun tak menggubris gerutuan itu.

"Hyung, aku kan sudah memberitahumu alasanku menundanya sampai malam pertunjukan," sungutnya sebal. Pipinya menggembung dengan bibir mehrong ke samping.

"Ya ya! Terserahmu saja!" Kyuhyun tersenyum kecil mendengarnya. Tatapannya menatap ke arah ke dua tangannya.

"Baiklah hyung, Changmin dan Eunhyuk hyung sudah menungguku. Doakan aku ne!" Kyuhyun mengedipkan matanya membuat Heechul sekali lagi memutar matanya malas. Dasar! Mood anak itu cepat sekali berubahnya!

"Ingat ya, aku tak akan menjemputmu nanti jadi pulang sendiri saja ke apartemen."

"Nde Heechul-ie, kau semakin cerewet saja," jawab Kyuhyun sambil berlari keluar mobil menghindari amukan Heechul.

"YAKK! KURANG AJAR KAU! KEMARI KAU BOCAH! PANGGIL AKU HYUNG, KIM EVIL!" teriak Heechul kesal. Tapi setelahnya Heechul memandang nanar punggung adiknya yang semakin menjauh.

"Aku masih berharap kau akan terus memainkan biolamu itu Kyu, sesulit apapun itu nantinya. Kuharap kau tidak akan menyerah!" monolognya lirih.

...

"Hai Changmin-ah! Hai Eunhyuk hyung!" sapa Kyuhyun pada keduanya.

"Akhirnya kau datang juga Ken," ucap Eunhyuk senang. "Kami kira kau kabur lagi," goda Eunhyuk sehingga mendapat delikan tajam Kyuhyun. Dia yakin saat ini anak itu mengerucutkan bibirnya.

"Kenapa kau terlihat senang sekali Kyu?" tanya Changmin heran saat melihat Kyuhyun masih terkekeh di balik maskernya.

"Tidak ada, hanya senang saja menggoda Heechul hyung." Changmin menganggukkan kepalanya.

"Dan Changmin-ah sudah kukatakan jangan panggil aku Kyuhyun, panggil aku Ken!" gerutu Kyuhyun sebal. Changmin meringis kecil.

"Baiklah Ken," ucapnya dengan nada menyebalkan membuat Kyuhyun mendelik kepadanya.

Kyuhyun memang sudah menceritakan tentang kenapa Eunhyuk mengenalinya sebagai Ken. Changmin tentu saja terkejut, ternyata Ken yang tak sengaja dilihatnya saat di Jepang benar-benar Kyuhyun. Sedang Eunhyuk beberapa kali bertemu Kyuhyun saat menonton street live performance, awalnya dia sama sekali tidak tahu wajah Ken dan teman-temannya. Tapi, karena mereka sering bertemu jadilah mereka berteman.

Hari ini, mereka bertiga memang sepakat akan mengikuti audisi untuk pertunjukan musim gugur itu bersama-sama. Walaupun Kyuhyun bisa saja tanpa audisi karena dia salah satu peserta tiga tahun lalu jika anak itu mau memberitahu identitasnya, Kyuhyun tetap tidak mau. Changmin dan Eunhyuk percuma saja membujuk anak itu.

Sedangkan Eunhyuk ikut audisi setelah menolak permintaan Donghae untuk langsung menemui Lee Seunghwan dan diuji langsung olehnya. Tentu saja dia menolak, itu tidak adil untuk peserta lainnya yang ikut mendaftar. Karena tidak ingin masuk karena dia memiliki koneksi, jadi dia akan membuktikan kemampuannya dengan audisi saja.

Kalau Changmin, dia ikut audisi karena dipaksa Kyuhyun. Kyuhyun bilang untuk menemaninya, lagi pula suara Changmin juga sangat bagus.

"Eunhyuk-ie! Changmin-ah!" teriakan itu mengalihkan pandangan ketiganya ke asal suara. Eunhyuk tersenyum senang saat orang yang memanggilnya itu menghampiri mereka.

"Donghae-ah/Donghae hyung!" sahut Eunhyuk dan Changmin bersamaan. Sedangkan Kyuhyun membulatkan matanya saat dia mengenali sosok itu. Dia sedikit meringis kecil di balik maskernya, berharap semoga Donghae tak mengenali wajahnya.

"Syukurlah aku belum terlambat melihat kalian," ucap Donghae riang.

"Kau sendirian hyung?" tanya Changmin.

Donghae mengangguk. "Yeah, sayang sekali Leeteuk hyung dan Kibum-ie tidak bisa datang hari ini, mereka sedikit sibuk. Jadi aku datang sendiri untuk melihat kalian,"

"Ah, siapa itu dibelakangmu Min? Temanmu?" tanya Donghae heran sambil melongokkan kepalanya ke balik punggung Changmin.

Changmin dan Eunhyuk terkejut mendengar pertanyaan Donghae, mereka sedikit melupakan Kyuhyun.

"Oh itu, dia...Ya, dia temanku hyung," Changmin menjawab dengan gugup.

"Dia Ken, Hae," jawab Eunhyuk cepat sambil tersenyum lebar.

"Anyeong, aku Donghae. Salam kenal Ken-ssi," Donghae mengulurkan tangannya.

"Anyeong Donghae-ssi," Kyuhyun menerima uluran tangan itu.

"Kau bisa panggil Donghae hyung, Ken" sahut Donghae.

"Ah? Oh ya baiklah hyung," Kyuhyun sedikit bersyukur karena Donghae tak mengenali suaranya, yach mengingat tiga tahun lebih mereka tidak bertemu.

...

Kibum berjalan dengan telpon tersambung di telinganya. Dia saat ini mampir ke agensi untuk bertemu Seunghwan, meminta bantuan untuk mencari seorang violinis lagi untuk melengkapi pertunjukan utamanya. Dia tahu waktunya cukup singkat. Tapi, jika tidak salahnya untuk mencoba bukan? Kalaupun tidak ada pun, mereka akan tetap menampilkannya walaupun hanya berdua.

"Ne, aku sudah sampai...Aku akan mendiskusikannya dengan seonsaengnim...Ne, aku sudah membawa rekaman kita...Aku akan menghubungimu lagi nanti atau kita bicara saja dirumah... Baiklah... Anyeong hyung." tepat Kibum memutuskan sambungan dengan Jung soo dia malah menabrak seseorang dari arah yang berlawanan.

Bruk!

"Akkhh. Aishh... Ya kau...!" Kyuhyun- orang yang bertabrakan dengan Kibum- menghentikan segala protesannya. Kata-katanya terhenti saat melihat orang yang menabraknya ternyata saudara kembarnya sendiri. Cho Kibum ada di depannya.

Kibum mengambil smartphone-nya yang terjatuh. "Kau baik-baik saja? Aku minta maaf," Kibum mengerutkan kening saat melihat orang yang ditabraknya menatap kosong.

"Hei! Kau baik-baik saja?" tanya Kibum sekali lagi. Kyuhyun tersentak. Untung saja dia menggunakan topi dan maskernya. Jadi, Kibum tak mengenalinya. Tapi Kyuhyun bisa melihat Kibum juga sedikit terpaku melihat kematanya. Apa Kibum mengenalinya?

"Ah ya, tidak apa-apa. Emmph, sebaiknya aku pergi. Bye." Kibum menolehkan kepalanya kebelakang melihat punggung orang itu menjauh. Tangannya terangkat menyentuh bagian dadanya. Ada perasaan ganjal yang dirasakannya, sebuah perasaan rindu yang tiba-tiba menyeruak. Kibum mengehal napas pelan dan segera beranjak dari sana.

"Aishh bodoh! Sudah bertemu saudara sendiri, malah menghindar." Rutuk Kyuhyun pada dirinya sendiri. Kyuhyun menggembungkan pipinya. Setelah audisi, dia izin ke toilet pada Changmin, Eunhyuk dan Donghae. Tapi justru tanpa sengaja dia bertabrakan dengan Kibum. Dia membalikkan badan dan melihat ke arah Kibum pergi. Tunggullah sebentar lagi hyung! batinnya.

...

Kyuhyun berjalan-jalan disekitar taman, sebelumnya dia meminta Changmin dan Eunhyuk mengantarnya kesana setelah dari agensi dan juga menolak Changmin yang ingin menemaninya. Dia sedang ingin berjalan-jalan sendiri, toh dia juga bukan anak kecil lagi apalagi apartemen yang ditinggalinya bersama Heechul tidak jauh dari sana. Kyuhyun bahkan tetap dengan penampilan ninjanya. Masker dan topi! Dia berhenti saat melihat kerumunan orang. Dia jadi penasaran. Sayub-sayub dia mendengar seseorang memainkan biola. Dia menerobos kerumunan itu untuk melihat dari dekat.

Ternyata pemuda yang bermain biola itu tampak beberapa tahun lebih tua dengannya. Didepan pemuda itu, kotak biolanya terbuka, beberapa receh dan lembar uang bertebaran disana. Kyuhyun mengeluarkan uang yang ada disakunya dan menaruhnya disana.

Kyuhyun mengamati orang-orang yang menonton, pandangan jatuh pada seseorang yang dikenalnya. Leeteuk hyung! Lalu tiba-tiba saja Jung soo beranjak setelah permainan pemuda itu selesai, Kyuhyun mengejar Jung soo setelah mengambil benda milik Jung soo yang terjatuh.

"Tunggu hyung!" Jung soo memandang heran seseorang yang mengejarnya. Kyuhyun sedikit merutuki dirinya yang tanpa sadar memanggil Jung soo dengan 'hyung'.

Tapi sepertinya Jung soo tak memperhatikan hal itu. "Kau memanggilku?" tanya Jung soo. Kyuhyun mengangguk. Kyuhyun mengulurkan tangan dan memperlihatkan benda yang dijatuhkan Jung soo.

"Oh! Kalungku! Terima kasih... Emmp..."

"Ken, namaku Ken," ucap Kyuhyun. Dia tersenyum dibalik maskernya.

"Gomawo Ken-ssi," Jung soo tersenyum. Bahkan mereka tampak akrab. Saat melihat Ken dia jadi merindukan Kyuhyun. Anak yang baru ditemuinya ini membuatnya sangat merindukan adiknya. Kyuhyun membungkuk kecil dan beranjak pergi.

"T-tunggu!" ucap Jung soo tiba-tiba. Saat Kyuhyun berbalik. "Apa kita bisa bertemu lagi?" tanyanya.

"Nde, tentu saja. Kita akan bertemu lagi!" ujar anak itu riang. Dia melambaikan tangannya dan pergi.

Jung soo masih terpaku ditempatnya, menyaksikan tubuh orang yang sepertinya seumuran dengan Kibum menghilang di antara orang-orang yang berlalu-lalang. Entah kenapa dia jadi teringat pada adik bungsunya.

"Bogossippo Kyuhyun-ie! Kumohon cepatlah pulang! Kami merindukannmu," monolognya.

Tidak peduli seberapa jauh kita terpisah. Tapi kita masih melihat langit yang sama.

...

Kyuhyun dan Changmin baru saja selesai berlatih bersama yang lain. Sedang Eunhyuk berlatih bersama Donghae. Ya, mereka bertiga lolos audisi itu. Kyuhyun dan Changmin dengan suara mereka, Eunhyuk dengan kemampuan dancenya. Donghae tentu saja sangat senang. Inilah yang mengubah jalurnya dari seorang pianis menjadi seorang dancer, mengenal sepupu Changmin itu dia jadi sangat menyukai dance. Tapi walaupun begitu, dia tidak benar-benar meninggalkan dunianya sebagai pianis. Bahkan dia memiliki pertunjukan dengan Jung soo nanti, mereka akan berkolaborasi di atas panggung.

Kyuhyun menghentikan langkahnya. "Ada apa Ken? Kenapa berhenti?" tanya Changmin heran.

"Hai Changmin-ah kau pasti baru selesai berlatih?" itu suara Jung soo. Sekarang Changmin tahu kenapa Kyuhyun berhenti. Kibum dan Jung soo sekarang berdiri di depan mereka.

"Ne hyung, baru saja selesai. Sepertinya kalian akan berlatih?" tanya Changmin. Keduanya mengangguk. Mereka berdua lalu beralih pada seseorang di belakang Changmin.

"Ken? Kau juga disini?" Jung soo senang bisa bertemu anak itu lagi. Kyuhyun tersenyum canggung di balik masker yang kenakannya.

"Ne, kita bertemu lagi Leeteuk hyung," jawabnya.

"Oh?"

"Jangan heran hyung, semua orang mengenal kalian disini. Tak apa kan aku juga memanggilmu hyung?" ucap Kyuhyun menanggapi keheranan Jung soo karena mengetahui namanya. Jung soo terkekeh kecil. "Tentu saja, Ken. Ini adikku, Cho Kibum."

"Ne, salam kenal Kibum-ssi. Aku Ken," Kibum tersenyum kecil sambil menerima uluran tangan Kyuhyun.

Changmin menyikut lengan Kyuhyun setelah Kibum dan Jung soo berlalu meninggalkan mereka.

"Ya ampun, aktingmu dengan baru mengenal mereka benar-benar hebat Ken. Seharusnya kau menjadi aktor!" Kyuhyun tertawa mendengarnya tapi dia segera mengubahnya menjadi senyuman kecil.

"Kau tahu Chwang, aku sangat merindukan mereka."

Changmin menghela napas. "Tidak bisakah kau menemui mereka saja Kyu?" Kyuhyun hanya menggeleng kecil dan berjalan meninggalkan Changmin. Changmin melihat punggung sahabatnya menjauh hanya bisa menggelengkan kepalanya.

...

"Kau belum tidur Bum-ie?" Kibum melirik sekilas pada Jung soo yang berdiri disisinya. Ikut menyandarkan tubuh ke pagar balkon.

"Hanya belum merasa mengantuk," jawabnya.

"Kau juga merasakannya bukan?" tanya Jung soo ambigu. Tapi Kibum tahu arah pembicaraan kakaknya itu.

"Aku merasakannya, saat dekat dengan anak itu, terasa seperti Kyuhyun," lanjutnya.

"Mungkinkah itu memang dia hyung?" Jung soo tersenyum mendengar pertanyaan itu.

"Mungkin saja," jawabnya singkat.

...

Semua berjalan lancar sejauh ini. Kyuhyun dikenal sebagai Ken. Dia jarang berlatih bersama dengan Kibum dan Jung soo karena memiliki jadwal yang berbeda. Kalaupun mereka berlatih bersama, Kyuhyun tak pernah menunjukkan wajahnya. Jangankan kepada mereka berdua, bahkan pemain yang lain tak pernah mengetahui wajah Kyuhyun. Anak itu benar-benar menjadi Ken dengan topeng yang selalu melekat yang menutupi wajahnya disaat latihan. Setelah selesai dia akan kembali menggunakan masker wajah dan menutupi kepalanya dengan tudung jaket hoodienya.

Tanggapan anggota yang lain awalnya tidak bersahabat, menganggapnya sok misterius, sombong, dan lain sebagainya. Tapi dia tak pernah menggubrisnya , lambat laut mereka bisa menerima dan tak mempermasalahkannya. Beberapa dari mereka bertanya alasan kenapa ia tidak mau menunjukkan wajahnya, tapi dia hanya tersenyum lebar dan mengatakan mereka akan mengetahui wajahnya saat waktunya tiba. Hanya Changmin dan Eunhyuk yang mengetahui bagaimana sosok Ken sebenarnya.

...

"Terimakasih," Arashi membungkuk sekilas pada maid yang mengantarkannya menemui si tuan rumah. Ia berdecak kecil saat melihat sahabatnya tampak sedang melamun di sofa ruang tengah apartemennya.

"Ada yang kau pikirkan? Pasti tentang pertunjukan," tanyanya. Seunghwan tersentak. Tapi seditik kemudian dia mendengus sebal.

"Kau menganggetkanku Rash!" Arashi mengedikkan bahu. Dia lalu duduk di depan sahabatnya itu.

"Jadi? Ada masalah apa?"

"Yach... Kau ingat rekaman yang kukirimkan padamu?" Arashi mengangguk. "Aku harus mencari violinis lagi untuk melengkapi formasi mereka di penampilan utama, tapi sampai sekarang belum kutemukan. Padahal waktu semakin sempit. Bayangkan saja, seminggu lagi. Kurasa mereka memang harus menampilkannya berdua."

Arashi mengerutkan kening."Bukankah anggotamu banyak yang bisa bermain biola? Apa masalahnya?"

"Tapi, setiap pemain violin yang kuminta mencobanya, ada perasaan janggal yang tidak bisa diungkapkan. Masih terasa kekosongan, musik itu tak bisa sepenuhnya 'hidup'." Seunghwan menghela napas pelan.

Arashi beranjak dan kembali duduk sambil menunjukkan sebuah CD, memasangnya di laptop dan mengisyaratkan untuk memutarnya. Saat Seunghwan mamainkannya, dahinya berkerut karena tidak ada gambar yang muncul.

"Kenapa..." perkataannya terhenti saat dia mulai mendengar suara biola dan piano. Selama beberapa saat, tak ada yang memberikan komentar apapun.

"Apa kau mengenalinya?" tanya Arashi saat musik itu telah selesai diputar. Seunghwan menggeleng.

"Ini rekaman 9 tahun lalu, yang memainkan biola dan piano itu adalah orang yang sama yang akan membawakan lagu utama di pertunjukan musim gugur. Aku mendapatkan ini karena saat itu, aku yang menjadi salah satu juri di audisi tingkat kota waktu itu," jelas Arashi.

"Maksudmu Leeteuk dan Kibum?" tanya Seunghwan ragu. Arashi hanya tersenyum.

"Bukankah kau mendengar suara violin yang lain? Tidakkah kau ingin tahu siapa yang memainkannya?" lanjutnya. "Dia adalah saudara kembar Kibum, Cho Kyuhyun. Peserta yang 'hilang'!" Seunghwan membulat matanya tak percaya. Pandangannya mengisyaratkan 'kau tidak bercanda kan?'

"Kurasa hanya Kyuhyun yang bisa melengkapi formasi mereka," lanjut Arashi.

"Kyuhyun ada dalam tim pertunjukan?"

"Ya, dia mengikuti audisinya dan lolos. Mungkin kau mengenalinya dengan nama Ken!" mata Seunghwan membulat.

"Kenapa kau tidak bilang?!" hardiknya kesal. "Kalau Ken adalah Kyuhyun bahkan saudara kembar Kibum, aku yakin dia bisa melengkapi formasi itu. Walaupun di waktu yang sangat singkat ini, aku yakin mereka bisa melakukannya," monolognya.

"Itu mungkin akan sulit Seunghwan," ucap Arashi pelan.

"Apa maksudmu?"

...

Keeseokan harinya

Kyuhyun melangkah pelan memasuki salah satu ruang musik di agensi itu. Tidak ada seorangpun disana, karena memang mereka sudah pulang setelah sesi latihan berakhir sejak satu jam yang lalu. Disana terdapat berbagai macam alat musik berbeda yang tertata rapi di tempatnya.

Pandangan matanya jatuh pada salah satunya, sebuah biola berwarna hitam dengan ukiran di sisinya. Tangannya terangkat mengelus benda itu, menelusuri dengan jarinya ukiran huruf K&K yang terukir indah di leher biola. Ini milik Kibum!

Setelah terdiam beberapa saat, dia mulai memainkannya. Matanya terpejam seiring dengan alunan merdu permainannya. Tapi dia tiba-tiba menghentikannya, saat rasa sakit menghajar pergelangan tangan dan jari-jari tangan kanannya. Aish..Sial! Kenapa selalu datang disaat seperti ini!

Dia segera meletakkan biola dan busurnya kembali ke tempatnya dan segera berbalik meninggalkan tempat itu, tapi ia melihat ujung sepatu seseorang yang berdiri tak jauh darinya.

Saat kepalanya terangkat, Kyuhyun hanya memandang datar dan segera mengalihkan pandangannya, membungkuk sedikit lalu beranjak pergi tanpa sepatah katapun.

Lee Seunghwan yang sejak tadi memperhatikan Kyuhyun atau yang dikenalnya sebagai Ken menatap sendu tubuh yang menjauh itu. Dilihatnya biola milik Kibum yang tadi dimainkan Kyuhyun.

"Anak itu kehilangan indera perabanya Seunghwan, jari-jari tangan kirinya tak bisa merasakan sentuhan. Walaupun dia sudah bisa kembali memainkan biolanya, tapi keadaannya tak sama." Seunghwan kembali mengingat perkataan Arashi tentang Kyuhyun padanya.

"Ada alasan kenapa dia mengikuti audisi dengan suaranya dan menjadi Ken. Ada yang ingin dilakukannya Seunghwan. Selain itu ketahuilah, selama dua tahun dia kembali berlatih memainkan biola. Tak ada satupun lagu diselesaikannya!" Seunghwan mengusap wajahnya kasar.

Seunghwan metatap nanar partitur yang ada di tangannya. Partitur yang akan di tampilkan Kibum dan Jung soo. Jika bisa dia ingin memberikannya pada Kyuhyun. Menguji anak itu untuk memainkannya, tapi saat di melihat sendiri bagaimana Kyuhyun tiba-tiba menghentikan permainannya, membuatnya urung melaksanakan niatnya itu.

...

Arashi memandang pemandangan kota Seoul dari kamar hotelnya. Mengingat kembali bagaimana dia melatih Kyuhyun. Bagaimana perjuangan anak itu untuk bisa sampai sekarang.

"Kami tidak mau dia bergabung dengan kami sensei! Dia yang bahkan tidak bisa memainkan biolanya dengan benar. Kami tidak ingin gagal hanya karena dia!"

Arashi masih mengingat dengan jelas, bagaimana murid-murid lain tidak mau menerima Kyuhyun hanya karena anak itu memainkan biolanya secara berbeda. Bahkan Kyuhyun hanya tersenyum miring padanya saat itu, walaupun dia sebenarnya tahu bagaimana kecewanya Kyuhyun mendapat perlakuan seperti itu.

"Aku tidak akan mempermakukan kalian. Aku bisa bermain harmonika, aku memainkannya saja bagaimana?" bujuk Kyuhyun.

"Tidak, kami sudah memiliki pemain harmonika. Kami tidak membutuhkanmu!"

"Ya sudah! Aku juga tidak butuh kalian!" cibir Kyuhyun kesal.

"Sensei jangan khawatir, aku akan berlatih dengan keras. Lihat saja nanti!"

Kyuhyun membuktikan semua ucapannya, dia berusaha lebih keras dari yang lain. Berlatih lebih banyak. Tidak peduli teman-temannya menolaknya dengan keras dan tidak menerimanya. Sehingga anak itu menyalurkan hobinya bermain musik dengan tampil di street live performance. Tapi keadaan berbeda, kondisi tangan kanan Kyuhyun kembali menguji semangat anak itu memainkan biolanya.

Arashi pernah membacanya, CTS atau Carpal Tunnel Syndrom memiliki kemungkinan untuk menyerang kedua tangan. Dan kini penyakit itu menyerang tangan kanan Kyuhyun. Dia hanya bisa berharap. Kali ini semuanya tidak akan menjadi lebih buruk.

"Kyuhyun, aku tidak akan membiarkanmu berhenti bermain biola. Kau harus bisa membuktikan kalaupun kau memainkannya berbeda, orang lain tidak boleh memandang remeh dirimu," monolognya.

Arashi segera mengambil jaket dan kunci mobilnya setelah sebelumnya membawa sebuah amplop coklat.

...

Heechul memandang Kyuhyun yang tampak beberapa kali mengibaskan tangan kanannya.

"Jangan memaksakan tanganmu Kim, bisa-bisa kau harus operasi lagi terus memaksakan tangan kananmu itu. Dulu kiri dan sekarang kanan. Sebentar lagi kau pertunjukan, kau mau tidak ikut serta lagi?" Kyuhyun meletakkan biolanya dan duduk di sofa. Tangan kirinya memijat pelan jari-jari tangan kanannya yang terasa mati rasa.

"Hah... Padahal sudah susah payah aku berlatih bermain biola lagi. Tapi lagi-lagi seperti ini," Kyuhyun menggembungkan pipinya. Carpal Tunnel Syndrom, kondisi yang sama pada tangan kirinya. Sekarang juga terjadi pada tangan kanannya. Walaupun tidak separah tangan kirinya.

"CTS mu tidak parah, tapi jika kau terus memaksakannya itu akan menjadi lebih buruk," ujar Heechul dengan nada menyebalkan. Itu untuk menutupi perasaan khawatirnya.

"Kim.." panggil Heechul.

"Margaku Cho hyung!" ucap Kyuhyun. Heechul berdecak.

"Sampai kapanpun kau itu Kim Kyuhyun bagiku! Sekalipun margamu berubah menjadi Shim, Park, ataupun Lee kau tetap Kim. Arra?"

"Terserahmu saja," Kyuhyun mengalah. Dia sedang malas berdebat. Selain itu dia suka Heechul memanggilnya seperti itu.

"Hei evil, kau masih tidak berubah pikiran mimilih bertemu Kibum dan Jung soo saat pertunjukan?" tanya Heechul.

"Aniyo, aku ingin memberikan kejutan untuk mereka. Lagu yang kutampilkan nanti, menjadi permintaan maaf dan juga hadiah untuk mereka. Aku ingin menyanyikannya di depan banyak orang. Jika bisa aku ingin bermain biola di depan banyak orang. Tapi, bagaimana caraku melakukannya hyung? Saat aku berlatih, selama dua tahun ini tak ada satupun lagu yang bisa kuselesaikan sampai akhir,"

"Bodoh! Apa karena itu kau menyerah?" dengus Heechul.

"Aku tidak menyerah hyung!" Heechul menyerahkan beberapa lembar kertas di depannya.

Kyuhyun mengerutkan kening. "Untuk apa partitur ini?"

"Pelajari saja! Itu partitur yang akan dimainkan Kibum dan Jung soo." ujarnya santai.

"Mwo? Dari mana hyung mendapatkannya? Hyung tidak mencurinya kan?"

Pletak!

"Kau pikir aku pencuri apa?" hardik Heechul sebal. Kyuhyun mengelus kepalanya yang mendapat jitakan sayang itu.

"Aku yang memberikannya Kyuhyun." Kyuhyun membulatkan matanya melihat orang yang berdiri beberapa meter darinya.

" Arashi sensei?" Kyuhyun mengerjap tak percaya.

"Bersikaplah sopan pada gurumu, Kim!" Heechul mengusak kepala Kyuhyun sampai berantankan dan meninggalkan mereka berdua.

"Yak hyung!" decak Kyuhyun sebal.

"Kenapa Anda memberikannya padaku sensei?" Arashi tersenyum kecil.

"Apa kau mengenali partitur itu Kyu?"

Kyuhyun membacanya dan mengangguk. "Sepertinya ini sudah disempurnakan."

Kyuhyun menyadarinya, partitur itu mereka bertiga yang membuatnya. Hyungdeulnya telah menyempurnakannya. Alasan dia memberikan bukunya pada Kibum karena ingin saudaranya itu menyempurnakan partitur ini. Ternyata walaupun dia tak mengatakan apapun. Kibum tahu keinginannya.

"Apa kau tidak ingin menampilkannya bersama saudaramu?" tanya Arashi.

"Aku membuatnya pertama kali dan meminta mereka membantuku, kami bekerja sama membuatnya. Berharap suatu hari nanti kami bisa menampilkannya bersama-sama. Bohong jika aku tidak ingin menampilkannya bersama mereka, sensei," Kyuhyun tersenyum getir.

"Tapi, kalaupun hanya Kibum dan Leeteuk hyung yang menampilkannya. Aku pun tidak keberatan, aku hanya ingin lagu ini bisa didengarkan oleh banyak orang. Tidak peduli siapa yang akan menampilkannya. Aku juga ingin mendengarnya." lanjutnya.

"Mainkan saja sendiri," ucap Arashi. Kyuhyun memandang gurunya bingung.

"Kau akan mempelajarinya, kurasa tidak akan sulit untukmu. Karena kau juga salah satu penciptanya. Kau sangat menyukainya bukan? Mainkan dengan tanganmu sendiri Kyu."

"Tapi bagaimana sensei? Anda tahu kan kalau tanganku..."

"Selama aku mengenalmu kau tidak akan menyerah begitu saja bukan? Aku tahu selama ini 'belum' ada satupun lagu yang bisa kau mainkan sampai akhir dengan biolamu. Kalau begitu jadikan lagumu sendiri menjadi lagu pertama yang bisa kau selesaikan dengan permainan biolamu itu, buktikan walaupun kau memainkannya berbeda dari yang lain, kau tetap bisa memberikan yang terbaik. Bukankah itu yang kau ingin tunjukan pada mereka yang meremehkanmu?" Kyuhyun memandang gurunya ragu.

"Kau tidak perlu menampilkannya, kau hanya mempelajarinya. Tidak ada salahnya," Kyuhyun akhirnya mengangguk.

...

Dentingan sendok dan garpu memenuhi ruang makan kediaman Tuan Cho.

"Kibum-ie, Jung soo-ah dan kau Donghae-ya, bagaimana persiapan kalian untuk pertunjukan besok?" tanya Tuan Cho di sela makan malamnya.

"Kami sudah siap appa," jawab Jung soo.

"Appa akan menontonnya bukan?"

"Tentu saja Bum-ah, appa akan menontonnya. Lagipula mungkin hari itu appa akan menjadi appa yang paling bahagia," ucap Tuan Cho dengan senyum misterius.

"Apa ada hal yang luar biasa ahjussi?" tanya Donghae penasaran.

"Tentu saja, bagaimana tidak luar biasa melihat kalian berada di atas panggung."

"Appa tampak sangat misterius," ujar Kibum. Membuat Tuan Cho tertawa kecil.

...

Autumn Dream Concert, pertunjukan yang diselenggarakan di Olympic Fencing Gymnasium, kini bagaikan lautan manusia. Banyak orang telah berkumpul untuk menyaksikannya, tempat pertunjukan berlangsung tampak sangat menganggumkan dengan dekorasi bertajub Opera.

"Ken sebentar lagi giliranmu." Kyuhyun menganggukkan kepalanya pada salah satu staff itu. Dia sudah siap dengan penampilannya, dengan jas panjang dan celana hitam. Jangan lupakan topeng berwarna putih hitam dengan hiasan emas di sekelilingnya yang telah dikenanakannya.

"Apa ada yang melihat Changmin?"tanyanya pada pemain yang lain. Mereka semua menggeleng. Aissh, kemana anak itu sebenarnya? Setelah penampilannya, Changmin tiba-tiba saja menghilang entah kemana.

Seunghwan mengampiri Kyuhyun, pelatihnya itu tak pernah membahas perihal dia yang memainkan biola milik orang lain. Bagaikan tidak ada yang terjadi. Saat dia meminta maaf keesokan harinya, pelatihnya itu hanya menepuk pundaknya singkat dan tersenyum padanya.

Saat menuju belakang panggung, dia melihat hyungdeulnya memperhatikan mereka yang sedang tampil dari layar yang ada disana. Tak jauh dari sana juga ada Eunhae yang sebelumnya sudah tampil. Kyuhyun menghampiri mereka berdua.

"Hyung, apa kalian melihat Changmin?" keduanya menggeleng.

"Apa kau membutuhkan sesuatu Ken?" tanya Donghae.

"Aniyo, tidak ada apa-apa hyung." Kyuhyun tersenyum menenangkan pada mereka.

Dia lalu menghela napas kecil dan berjalan menuju Kibum dan Jung soo membuat keduanya melihat sosok itu terdiam, entah apa yang ada dipikiran mereka. Kedua tersenyum pada Kyuhyun. Menepuk pundaknya dan memberi semangat. Kyuhyun merasa senang akan hal itu. Dia merindukan mereka.

"Leeteuk hyung, Bum-ah..." ucap Kyuhyun. Matanya menatap lekat keduanya, "Maafkan aku"

"Apa mak..." ucapan Jung soo terpotong saat seorang staff memanggil Ken memintanya untuk segera bersiap. Sebentar lagi gilirannya.

Kyuhyun tersenyum kecil. "Lagu ini untuk kalian, sebagai permintaan maaf dan hadiah untuk kalian." Keduanya masih terpaku.

Kyuhyun menoleh ke arah keduanya saat ia melewati mereka menuju sisi panggung tempat ia akan keluar. Keduanya terkesiap saat Ken membisikkan sesuatu.

"Bogossippo hyungdeul."

DEG!

Kyuhyun berjalan memasuki arena panggung dengan tepukan riuh penonton. Sudah lama sekali sejak terakhir dia berdiri di atas panggung sebesar itu. Alunan harpa dan iringan para pemain orchestra mengiringi lagu berjudul WAY yang dibawakannya malam itu. Suara bass lembut miliknya terasa menghipnotis seluruh penonton yang menyaksikan.

Travelers rise up to move forward as many times

Even in distress mornings or windy nights

How many times are the travelers able to stand up and move forward?

Despite the extreme sunlight or soil with no water

Now the flowers seem likeblooming everywhere

Even if there are sadness and regret

You shouldn't live a life with only them

You should know that we have our own path

We have our own birthplace

Also different sceneries to look at

But one day we would be together in a place

Each of our ways, we don't know when and where

But because our connected

You are not alone

Let's move forward and look for something that is worth living for

It's enough to be bothered by the past

Now, overcome the days were you were at loss

One day we will get our chance

Although there is no proof now

Eventually, as we keep standing, it will become closer

Even if we part ways

Even if we hold different dreams

I will never forget it

We should go together

Although there are many separations in middle of our way

Each of our dreams are engraved in fragments

One by one, they will eventually become bigger

All of it will be the pieces of the puzzle called life

When time come that you are confused and hesitating to move forward

I want you to remember the song of the travellers

Doesn't matter how far we are from each other

We're still looking at the same sky

Even in such common ways all of these things are our treasure

I'm proud that we have our own identity...Come on...

We have our own birth place

Also different sceneries to look at

There are not any differences

What we feel is only pride

Although there are many separations in the middle of our way

Each of our dreams are engraved in fragments

Little by little, with all this we move forward

In attaining our goals in life

(Translation Way – Super Junior)

Kibum berjalan mendekat ke arah panggung, pikirannya berkecamuk. Mungkinkah itu dia?

"Hyung..." mereka berdua saling berpandangan. Seolah mereka sedang berbicara melalui pikiran mereka, jika benar apa yang sedang mereka pikirkan sekarang. Maka...

"Kibum-ssi, Leeteuk-ssi sebaiknya kalian bersiap. Sebentar lagi giliran kalian," suara Jung ahjussi menginterupsi percakapan mereka.

"Aku tahu Kibum-ie, tapi sebaiknya kita menyelesaikan penampilan kita terlebih dahulu," Jung soo menepuk pundak Kibum, dia tahu apa yang ingin disampaikan adiknya. Dia memikirkan hal yang sama.

Kibum yang telah siap dengan biola ditangannya memejamkan mata mendengar suara milik Ken. "Benarkah itu kau Kyuhyunie?"

Sekali lagi tepukan riuh penonton mengiri berakhirnya penampilan Ken, dan itu artinya kini giliran Kibum dan Jung soo. Kyuhyun keluar dari arah yang berbeda dengan masuknya Kibum dan Jung soo. Sehingga mereka tidak berpapasan. Tapi saat dia turun dari tangga, langkahnya terhenti di anak tangga terakhir. Kyuhyun melihat Changmin berdiri bersama Arashi dan Seunghwan.

...

Kyuhyun yang telah turun dari panggung, mendapat sambutan dari yang lain dan ucapan selamat atas penampilannya. Dia berterima kasih dan membalas mereka dengan senyuman. Changmin dan kedua pelatih musiknya menghampirinya dan menyerahkan sesuatu. Menciptakan keheranan pada anggota yang lain.

"Kurasa pertunjukanmu belum selesai Kyu," Kyuhyun menatap Changmin dan keduanya pelatihnya heran.

"Sudahlah, ambil ini!" Changmin memberikan biola yang ternyata milik Kyuhyun. Biola putih dengan ukiran yang sama dengan milik Kibum.

"Kau sudah mempelajari partitur yang kubawakan padamu bukan? Jadi, kau sudah siap Kyu," Arashi menepuk pundak Kyuhyun pelan.

"Tapi, kami bahkan tidak pernah berlatih bersama. Dan aku..." ucapan Kyuhyun terhenti saat Seunghwan beridiri di hadapannya. Pelatihnya itu menganggukkan kepalanya.

"Cho Kyuhyun!" ucap Seunghwan memanggil nama asli Ken dengan penuh penekanan. Donghae yang berdiri disebelah Changmin membulatkan matanya tak percaya.

"Aku ingin melihatmu tampil bersama dengan saudaramu. Lakukan yang terbaik, biarkan biolamu menuntumu. Aku percaya pada kalian. Berikan kami pertunjukan yang luar biasa nak." Kyuhyun tak bisa lagi mengucapkan kata apapun. Dia menahan air matanya dan mengangguk cepat.

Kyuhyun yang menyadari maksud Seunghwan mengalihkan pandangannya ke arah panggung.

"Gomawo Changmin-ah," Kyuhyun memeluk sahabatnya. "Terimakasih sensei, seonsaengnim. Aku tidak akan mengecewakan kalian." ucapnya sebelum pergi.

...

Sorotan lampu sejenak membutakan mata saat Kibum dan Jung soo telah berada diatas panggung, tapi dengan cepat bisa mereka menyesuaikan diri. Jung soo dan Kibum membungkukkan badan mereka sejenak, sebelum akhirnya Jung soo duduk di depan piano yang akan dimainkannya.

Jung soo memulai nada pertamanya dan akan dilanjutkan oleh Kibum. Tapi, Jung soo merasa heran karena Kibum tak mamainkan biolanya padahal ia sudah memulai dengan nada pertama yang harus dimainkannya, bahkan sampai dua kali. Penonton yang menyaksikan hal itu saling berbisik karena Kibum yang tak juga memainkan biola ditangannya.

"Kibum-ie..." gumam Jung soo.

Benarkah itu kau, Hyun. Kau kah itu? Kibum memandang kosong biola yang sudah siap dimainkannya itu. Tapi entah kenapa tangannya tidak menuruti perintah otaknya untuk segera menggesek benda itu.

Sedetik kemudian alunan musik biola terdengar mengalun diseluruh penjuru, tidak, itu bukan berasal dari biola Kibum. Jung soo dan Kibum mengenali ini, serempak seluruh pasang mata memandang ke satu titik. Di ujung panggung, Ken yang tak lain adalah Kyuhyun berjalan ke tengah panggung dengan memainkan biola di tangannya.

Semua pasang mata yang menonton, terdiam dengan artian yang berbeda. Sebagian dari mereka merasa kagum sekaligus terkejut. Karena Ken yang saat ini memainkan biola dengan cara yang berbeda. Biola yang seharusnya ada ditangan kiri berada di tangan kanannya, dan busur penggesek berada ditangan sebaliknya. Itu merupakan hal yang tidak biasa bagi mereka semua.

Saat telah berada di sisi kanan panggung dimana berseberangan dengan Kibum yang berada di sisi kiri. Kyuhyun menghentikan permainannya. Dia memandang keduanya dan tangannya terangkat melepaskan ikatan topengnnya.

Mata Kibum dan Jung soo membulat melihat wajah Ken yang sebenarnya. Delapan tahun bukan waktu yang singkat, tapi mereka yakin didepan mereka adalah Kyuhyun. Anak itu tersenyum ke arah mereka dan menganggukkan kepalanya. Memberi isyarat agar segera memulai penampilan mereka.

Setelah bersusah payah untuk tidak langsung menerjang adik bungsunya dengan pelukan, Jung soo kembali memainkan pianonya, kini dilanjutkan dengan Kibum menggesekkan busur biolanya, menyatukan permainkan mereka berdua dan permainan biola Kyuhyun menyatu bersama keduanya.

Penyatuan permainan biola kembar dan alunan lembut piano menyatu dan melebur menjadi satu. Menciptakan musik indah bagi siapa saja yang mendengarnya. Mereka bertiga pada akhirnya berada di panggung yang sama!

Satu persatu, para pemain orchestra memainkan alat musik mereka masing-masing. Tanpa partitur, karena memang sebelumnya mereka tak pernah menyiapkan ini. Mengiri penampilan mereka bertiga. Mereka seolah menyerahkan permainan musik mereka dipimpin oleh ketiganya. Walaupun begitu, penampilan mereka bertiga mendominasi pertunjukan itu.

...

"Apa aku bermimpi?" tanya Donghae tertegun. "Auw! Ya Hyuk! Kenapa kau mencubitku eoh?" jeritnya sedetik kemudian sambil mengusap lengannya yang mendapat cubitan maut sahabatnya itu.

"Nah, kita tidak bermimpi Hae," Eunhyuk tersenyum lebar. "Hah, ini pertunjukan yang luar biasa," lanjutnya kemudian tak mempedulikan protesan Donghae disampingnya.

"Bagaimana mereka melakukannya?"

"Ini terdengar luar biasa!"

Seruan bernada takjub dan heran serupa terdengar dari beberapa penampil yang lain.

Tuan dan Nyonya Kim saling berpelukan menyaksikan itu. Tuan Cho bahkan tak bisa menahan air mata bahagianya melihat penampilan ketiga putranya.

"Aishh... mereka membuat mataku berkeringat!" gerutu Heechul sebal. Mengusap air matanya yang sudah mengalir. Menyaksikan bagaimana sahabat juga adiknya berkumpul di atas panggung itu, membuatnya tak bisa menahan perasaannya.

Selama penampilan berlangsung, semua penonton terasa terhipnotis dengan pertunjukan itu. Bahkan setelah pertunjukan mereka selesai, sesaat tidak ada tepuk tangan, seruan, ataupun suara. Semuanya hening. Kyuhyun membuka matanya dan melihat ke arah Kibum dan Jung soo yan juga memandang ke arahnya. Pancaran kebagian tak bisa ditutupi diwajah mereka. Sedetik kemudian, mereka telah berada dalam satu pelukan. Hal itu menyadarkan seluruh penonton dan tepukan riuh penonton kembali memenuhi atmosfer gymnasium malam itu. Standing ovation, sorakan, serta siulan melebur menjadi satu, semua pemain dan penampil naik ke atas panggung.

"Bogossippo Teuki hyung, Bum. Aku merindukan kalian" ucap Kyuhyun disela pelukannya.

'Eomma, terimakasih.' gumam mereka bersamaan.

Impian mereka untuk berada di panggung yang sama, bersama teman-teman mereka, pada akhirnya terwujud.

.

.

.

.

.

THE END

^.^

Next: Epilogue!

Special Thanks to:

ayuretno28/ ailedachangkyu/ Park Rinhyun-Uchiha/ simahiro/ Kuroi Ilna/ Tyas1013/ Retnoelf/ ckhevl9806/ entik hale/ Desviana407/ entik hale/ Dindaa/ adlia/ Anna505/ annisah563/ Aya/ diahretno/ cho sabil/ Cho Kyunhae/ dewidossantosleite/ Shin Ririn1013/ Nae xselia/ Lily/ michhazz/ cinya/ melani. s. khadijah/ kadek/ mmzzaa/ Awaelfkyu13/ lydiasimatupang2301/ KyuZet97/ angel sparkyu/ HyukRin67/ c11 Sparkyubum/ riritary9

Thank you so much for all of you

Maaf jika masih ada kekurangan sana-sini. Bow

Dan yang bagi yang setia baca tapi TIDAK SUKA ceritanya, terima kasih sudah setia baca ya. Mungkin bisa kasih masukan?

^.^