PRESENT...

Part 2

Playing out in jakarta at night

Tiba saatnya untuk konser, tapi walaupun fane adalah fan berat grey tapi dia gak bisa menonton konser grey secara live karena yang keterlambatannya saat membeli tiket.

Akhirnya fane hanya bisa minta berita tentang grey ketemannya saja yang ikut nonton konsernya grey.

Selesainya konser, fane ngerasa bete karena kedua orang tuanya tak kunjung pulang.

"ah, paling mereka lembur lagi." Gumam pelan fane.

Tiba-tiba terdengar bunyi klakson motor didepan rumah fane. Karena penasaran, fane keluar dan ingin melihat siapa orang yang telah mengganggu waktu betenya.

Fane pun membuka pintu pagar rumahnya, seseorang memakai jaket kulit hitam dan memakai helm yang kacanya hitam membuat jantung fane agak berdetak kencang.

"hey, your parents have not come home again?" tanya orang itu.

"ehm... maaf anda siapa?" tanya heran fane yang ternyata tak dimengerti oleh orang misterius itu.

"ohw,,,,i forget, i am grey." Kata orang misterius itu yang ternyata grey sambil membuka sedikit kaca helmnya.

"grey,,,,, you be afraid me." Kata fane cukup keras.

"syutttt...? Can I get into your home?" tanya grey.

"oh sure." Jawab fane dengan senang hati.

Grey pun masuk kedalam rumahnya fane, fane langsung segera menyiapkan minuman dan makanan kecil untuk grey.

" thank you." Balas grey.

Fane pun duduk disamping grey," you not back texas?"

"no, i have one day again in indonesia for refreshing." Jawab grey dsambil melihat sekitar rumahnya fane.

"what about performers?" tanya fane agak penasaran.

"you not came to my concert?" tanya balik grey.

"i not have the ticket, i late bought the ticket." Jelas singkat fane

"owh,,,,! Ehm...you're still school?" tanya grey yang cukup membuat fane mengerutkan dahinya.

"ya, i am still. Why?" tanya balik fane.

"where?" tanya grey lagi.

"you not yet answer my request, grey?" tanya fane mengalihkan

"sorry, i only want know." Jawab singkat grey

"so,my school near my parent office." Jelas fane.

"it's where?" tanya lagi grey.

"tomorrow, i show you." Jawab fane singkat.

Grey pun meminum minumannya yang telah disediakan oleh fane sebelumnya.

"ehmmmmmm,,,, this is delisious." Puji grey.

"thank you." Balas fane.

Fane hanya memerhatikan wajah grey yang amat tampan yang merupakan anugrah terbesar pemberian Tuhan untuk grey itu, amat sexy di mata fane.

"why?"

"owh...notting." jawab fane dengan gugup.

"i am handsome yeah?" tanya grey memastikan kalau dugaannya benar.

Karena malu untuk menjawab, fane hanya mengangguk pelan kepalanya.

Sudah lama mereka mengobrol yang terlihat sudah sangat akrab itu terhenti karena jam sudah menunjukkan pukul 11.45 WIB.

"grey, better you back." Saran fane.

"ehm...oke!" grey pun bangkit dari duduknya dan disusul oleh fane.

Tiba-tiba suara telpon rumah berdering. Fane pun mengangkatnya. "hallo?"

Sambil menunggu fane selesai bertelepon, grey bergegas memakai perlengkapannya lagi.

Selesainya fane bertelepon, wajah cantiknya itu terlihat agak murung, melihat itu grey agak khawatir.

"what happen?" tanya grey penasaran.

"my parents not go back, they back tomorrow morning." Balas fane.

Grey terdiam sejenak, "i will accompany you." Keputusan grey.

"but,,,,,?"

Grey pun melepas peraatannya berkendara dan diletakkan di senderan sofa fane. Dan grey sekarang hanya memakai kaos oblong dan celana boxer saja.

"but grey? If here, people said if a girl and a boy in house alone not good." Jelas fane.

"ohw...! but i not want go home." Jelas grey.

" ehm...oke, you can sleep in here after tomorrow." Kata keputusan fane.

Mendengar itu grey agak senang, "thanks very much."

Grey pun mengajak fane berkeliling kota jakarta, jakarta saat malam terlihat indah tapi sedikit sunyi tak seperti newyork (kota impian grey)walaupun ada sedikit orang yang berlalu lalang dijalan, tapi herannya tak ada yang mengenali cowok tampan yang satu ini berjalan ditrotoar bersama seorang gadis cantik.

"what you seriously will play out without your item?" tanya fane heran sambil agak cemas.

"this wil do." Jawab grey santai sambil meneruskan jalannya.

Setelah sudah lama berjalan-jalan grey menemukan tukang jualan kaki lima, "what which they sell?" tanya grey penasaran.

"they sell bakso? You know bakso?" balas fane.

"yeah, hem... let's we trying?" ajak grey.

Grey pun ketempat jualan itu mendahului fane, padahal dia sadar kalau dia lagi memakai peralatannya tapi untungnya tempat jualan itu lagi sepi.

"mas, beli baksonya 2 ya?" pinta fane sambil melangkah mendekati meja yang sudah grey tempati.

"oke!" jawab tukang bakso itu.

"better you must obliged this?" saran fane sambil memberikan kacamata hitam yang tadi grey tinggalkan disofanya.

Tak berapa lama kemudian tukang bakso itu datang memberikan pesanan yang tadi sudah mereka pesan.

"malam-malam kok pakai kacamata sih?" tanya tukang bakso itu.

"iya nih dia lagi sakit mata." Balas fane berbohong.

Tukang bakso itu pun lengsung pergi meninggalkan mereka berdua.

TO BE CONTINUED...

kalau suka ceritanya mohon review ya...