Rated : T for safety
Genre : Angst
KHR owned by Amano Akira

By : Miyucchi sang Cappuccino

Fictogemino pertama saya

Warning(s) : 6YL, Illness!Tsuna, Broken!Tsuna, typo, DLL.


Suara mesin yang terus-menerus berbunyi itu, tidak akan pernah bisa mengusik kekosongan dalam hatinya.

Beep, beep, beep–

Iris coklatnya yang sendu, menatap keluar melalui jendela–mengharapkan kebebasan. Merindukan kebahagiaan.

Pemuda berambut melawan gravitasi itu memandang lurus langit yang keabuan. Sesaat, dia merasa seperti memandang diri sendiri. Gelap, tanpa sedikit pun cahaya.

Kini, sang langit telah retak–tanpa sang badai yang selalu berada disisinya, tanpa sang hujan yang menghapus kegelisahannya, tanpa sang awan yang menemaninya, tanpa sang petir yang melindunginya, tanpa sang matahari dan cahaya penuh semangatnya, tanpa kabut yang menyelimuti keresahannya.

Kebencian telah membutakan kebenaran.

Kebenaran yang terlalu pahit, hingga tak ada satupun yang mengetahuinya.

Badai tidak rela untuk mengamuk.

Hujan bahkan tidak sudi turun.

Awan menjauhi langit, menghilang tanpa jejak.

Petir hanya berdiam diri, ragu akan segalanya.

Matahari telah dibutakan oleh segalanya, menghilang tertutupi kegelapan.

Kabut tidak muncul, hilang bersama lainnya.

"Kenyataan memang pahit, namun kesalahpahaman sangat mematikan..."

Dia tidak bisa menolaknya.

Penyakit ini telah menarik dirinya semakin mendekati keterpurukan dan kehancuran, luar dan dalam.

–Sawada Tsunayoshi, 20 tahun, sang Vongola don. Pengidap penyakit tumor otak stadium akut–

Semua ini benar-benar membuatnya tersiksa.

Ah, andai 'mereka' tidak menyerang Vongola HQ.

Semua berawal dari terbunuhnya sepuluh assassin Fastano Fagmilia oleh tangannya sendiri. Oh God, this is mafia for pete's sake! Membunuh atau dibunuh, itulah hidupnya!

Apa benar 'semua' itu hal tabu ditangannya?

Tsuna memandang tangannya yang sudah memucat. Sudah tidak ada yang dia bisa lakukan. Dirinya sudah bagai seekor burung tanpa sayap. Menatap langit dengan pilu, hanya bisa menunggu ajalnya tiba.

Sang langit–dengan perlahan namun pasti–hancur, termakan oleh kegelapan.

Tidak ada derap langkah, ataupun suara manusia. Hanyalah suara mesin yang terus berbunyi, dan melambat tiap detik.

Kosong. Dia tidak merasakan apa-apa dalam hatinya.

Beep, beep, beep–

Langit begitu gelap, tanpa cahaya satupun. Sama seperti hatinya.


#PojokBacotan : Okay, fictogemino pertama saya! Fic ini bisa dibaca dari atas ke bawah, maupun dari bawah keatas.

Gomen kalau gaje, bikinnya juga waktu lagi pelajaran IPA uvu) /bukannyabelajarmalahbikinfic/

Saa,

REVIEW, ONEGAI?

TBC–