LAST WISH

(Saranghae appa)

Cast :

Park Leeteuk

Park Donghae

Other cast :

Park Yongmin (Leeteuk appa)

Park Hyera (Donghae eomma)

Genre :

Brothership, Hurt, Drama, Family

Summary :

Ini hanya sedikit keinginan kecilku, bisakah kalian mengabulkannya?

HAPPY READING

.

.

.

.

.

.

Chapter 1

Malam ini langit tampak tengah bersedih, terlihat dari tetes demi tetes air mata yang sekarang telah mengguyur kota Seoul ini. Seorang namja tengah duduk sambil memeluk lulutnya didepan bingkai jendela kamarnya yang bernuansa putih ini. Manik indahnya terus menatap tiap tetes air langit yang terlihat saling berlomba untuk membasahi permukaan bumi. Dengan perlahan ditengadahkannya tangannya dibawah guyuran hujan. Dipejamkannya matanya mencoba merasakan tiap sapuan lembut titik-titik hujan yang membasahi permukaan tangannya.

"Eomma~" lirihnya. Butiran bening air mata mulai turun membasahi permukaan kulit mulus sang namja. Sekarang bukan hanya langit yang bersedih, tapi namja ini pun mulai ikut terhanyut dan ikut menangis bersama sang langit.

.

.

.

Flashback

"Dahulu, pada tanggal 1 Juli. Seorang malaikat diturunkan dari langit. Malaikat itu adalah anugerah terspesial yang diberikan Tuhan pada appa dan juga eomma. Tapi nampaknya langit tidak begitu rela menurunkan salah satu malaikatnya, karena saat malaikat itu terlahir didunia ini.. Langit menangis." dongeng seorang yeoja cantik yang tengah duduk dipinggiran tempat tidur bersprai putih ini. Tangannya tak pernah berhenti mengelus surai lembut namja kecil yang sekarang telah berbaring dengan selimut yang menutupi tubuhnya hingga sebatas dada.

"Sekarang malaikatnya ada dimana eomma?" ucap namja kecil itu, dengan tatapan polosnya manik kembar itu terus menatap sang eomma.

"Sekarang malaikatnya ada di... Besok eomma kasih tahu Teuki. Sekarang Teuki tidur ne."

"Andwae. Beri tahu Teuki dulu. Setelah itu baru Teuki mau tidur."

"Arraseo. Sekarang malaikatnya ada didepan eomma, nama malaikat itu adalah Park Leeteuk."

"Kalau begitu, malaikat adalah Teuki?"

"Ne chagi, Teuki adalah malaikatnya appa dan eomma. Dan selamanya Teuki akan menjadi kesayangannya appa dan eomma."

"Eomma dan appa juga selamanya akan menjadi kesayangannya Teuki."

"Ne. Sekarang Teuki tidur ne."

"Ne eomma. Jaljayo."

"Nado jaljayo malaikatnya eomma."

Flashback off

.

.

.

"Eomma bilang selamanya aku akan menjadi kesayangannya appa dan eomma, tapi sekarang appa sudah tidak menyayangiku lagi eomma." bisik Leeteuk dengan begitu lirih. Sepertinya cuaca dingin akibat langit yang tak henti-hentinya menumpahkan air langitnya membuat seorang Leeteuk benar-benar tenggelam dalam kesedihannya. Hingga akhirnya suara ketukan pintu menyadarkan leeteuk, dengan cepat dihapusnya air mata yang membasahi pipinya.

"Teuki, kau sudah tidur nak?." teriak seorang yeoja dari balik pintu.

"Belum eomma." jawab leeteuk dengan suara yang masih sedikit parau.

"Kelau begitu keluarlah, appa dan donghae sudah menunggumu untuk makan malam."

"Ne eomma, aku akan segera keluar."

.

.

.

Leeteuk pov

Annyeong.. Aku Park Leeteuk, tapi orang-orang terdekatku sering memanggilku Teuki. Kalian tahu, leeteuk itu artinya special. Appa yang memberikan nama itu, katanya karena aku adalah hadiah paling special yang diberikan Tuhan untuk appa dan eomma. Tapi itu dulu, saat appa masih menyayangiku. Sekarang sudah tidak lagi. Semenjak kepergian eomma, appa menjadi berubah dan appa tak menyayangiku lagi. Tapi bagaimana pun perlakuan appa padaku, aku akan tetap menyayanginya.

Setahun setelah kepergian eomma, appa menjadi sangat terpuruk. Sering pulang malam dan mabuk-mabukan. Hingga akhirnya appa bertemu seorang yeoja, dan yeoja itulah yang sekarang menjadi eomma baru ku. Yeoja itu adalah hyera eomma, dia sangat baik dan juga sangat menyayangiku. Hyera eomma memiliki seorang putra bernama Park donghae dan otomatis sekarang donghae menjadi adikku. Walaupun bukan saudara kandung tapi kami saling menyayangi. Terkadang aku merasa iri dengan donghae. Perhatian appa, kasih sayang appa, pelukan hangat appa, semua itu bisa didapatkan dengan mudah oleh donghae. Sedangkan aku...

Ahh.. Sudahlah, aku tidak ingin kalian menangis karena , aku harus segera keluar. Aku tidak ingin membuat mereka menunggu.

.

.

.

Author pov

Kehangatan keluarga yang tercipta dikala semua orang tersayang berkumpul, saling melempar ejekan antara saudara, tertawa bersama appa dan eomma. Bukankah itu merupakan keinginan semua orang?

Dan kehangatan itulah yang sekarang tengah tercipta diruang makan keluarga Park malam ini.

Park donghae, si bungsu yang merupakan anak tiri dari Park yongmin terlihat tengah merengut kesal karena ejekan yang terus diberikan sang appa padanya. Sedangkan Park hyera, sang eomma hanya tersenyum manis melihat pertengkaran antara dua namja yang sangat disayanginya ini. Kebahagian sangat terasa dalam ruangan ini. Tapi sadarkah mereka jika ada sepasang manik kembar yang tengah menatap mereka dengan tatapan sedihnya, senyum getir terpantri diwajah manisnya.

"Keluarga bahagia~" bisik leeteuk, lalu berjalan keluar sambil menahan air matanya.

.

.

.

Ting Tong

"Aish.. Siapa yang bertamu ditengah hujan lebat begini." seorang namja berjalan cepat untuk membukakan pintu sang tamu yang terus menekan bel rumahnya ini.

Tanpa melihat siapa yang berada dibalik pintu. Kim heechul , namja itu langsung begitu saja membukakan pintu tamunya itu. Dan betapa terkejutnya namja ini saat dirinya mendapati seorang namja tengah berdiri dengan tubuh basah kuyup karena hujan, wajahnya pucat pasi dan tubuhnya menggigil.

"Teuki..!" teriak heechul panik saat tubuh namja itu ambruk dihadapannya.

"He..heechul~" ucap leeteuk lemah, sebelum akhirnya namja ini kehilangan kesadarannya didalam pelukan heechul.

.

.

.

"Eughh.." lenguh seorang namja yang tengah terbaring lemah dengan sebuah kain yang tertempel rapi diatas dahinya. Dengan perlahan namja ini mulai membuka matanya.

"Kau sudah sadar."

"Chullie~" bisik namja itu saat dirinya mendapati sahabatnya ini duduk disampingnya sambil berkacak pinggang. Sepertinya leeteuk tau apa yang akan terjadi.

"Kau ini kenapa eoh?! Kenapa begitu nekat datang kesini ditengah hujan lebat sepe..."

Greep..

Ucapan heechul terpotong saat tiba-tiba leeteuk bangun dan memeluknya dengan begitu erat.

"Mianhae.. Jangan marah~"

"Dia menyakitimu lagi?" tanya heechul pada leeteuk. Namun bukanya menjawab, leeteuk justru semakin mempererat pelukannya.

"Diam. Berarti iya."

"Ajusshi dimana?" tanya leeteuk mencoba mengalihkan pembicaraan. Heechul pun hanya memutar matanya malas.

"Selalu seperti ini." batin heechul.

"Appa sedang ada tugas di rumah sakit." jawab heechul sambil melepas pelukannya dari leeteuk.

"Sekarang sebaiknya kau istirahat." Heechul pun beranjak dari duduknya dan berjalan hendak meninggalkan leeteuk.

"Kau marah chullie?"

"Anio."

"Kau marah..! Mianhae kalau aku merepotkanmu. Kalau kau tidak suka ak.."

"Ya aku marah! Jika memang ada masalah, kenapa kau harus menyimpannya sendiri?! Aku sahabatmu kan? Lalu kenapa kau tidak pernah mau berbagi padaku?!"

"Mianhae aku.. Argh~" ringis leeteuk seraya memegangi kepalanya yang tiba-tiba saja terasa sakit. Heechul yang menyadari keadaan sahabatnya itu pun mulai berbalik dan kembali mendekati leeteuk. Dengan erat namja ini memeluk leeteuk.

"Sakit?" tanya heechul dan dijawab anggukan lemah oleh leeteuk.

"Gwenchana. Aku akan menemanimu."

"Gamawo chullie dan mianhae karena aku selalu merepotkanmu. Aku sangat menyayangimu" batin leeteuk sebelum akhirnya dia tertidur dalam pelukan hangat heechul.

TBC

Annyeoongg.. Saya hadir dengan ff terbaru. Yaa.. walaupun buka romance.

Entah kenapa saya tiba-tiba pengen nyiksa leeteuk oppa, makanya jadilah ff ini. :D

Baiklah.. Semoga kalian suka saja deh :)

#Bow