Annyeonghaseyo...

Finally, so long long time I can debut my FF ^^,

Terima kasih banyak untuk yang menginspirasi dan menumbuhkan keinginanku untuk mempublish ff ini...

Sory for typo,

I hope you'll like my story ^^,

My (x) Boyfriend

Cast : Baekhyun (GS)

Chanyeol

Kyungso (GS)

Kim Jongin

Sehun

Luhan

Kris

CHAPTER 1

When I Meet You...

"Kau sebut yang seperti ini sebagai tulisan?", bentak seorang pria paruh baya sambil melempar kertas ke mejanya.

Di papan nama di meja tertulis nama Choi Siwon, Pimpinan Redaksi. Seorang wanita berambut warna coklat sebahu sedang berdiri menundukkan kepala sambil menahan kesal. Ia adalah Byun Baekhyun, seorang penulis di majalah Chuigo. Baekhyun selalu mendapat bentakan setiap kali ia menyerahkan tulisannya kepada Choi sajangnim. Entah kenapa dia seperti itu. Ini sudah terjadi selama 3 tahun. Baekhyun hanya bisa menahan kesal dan melakukan apa yang Choi sajangnim minta.

"Kau ubah tulisanmu, baru kau perlihatkan lagi padaku", pinta Choi sajangnim lalu dengan tenang menteruput americano coffee yang ada di depannya.

"Ne, agasseumnida...", jawab Baekhyun lemas.

Dengan wajah pasrah, Baekhyun menghela nafas menerima perintah Choi sajangnim. Ia pun kembali ke meja kerjanya, tentu dengan wajah kesal dan dada yang rasanya ingin meledak tiap pimpinan redaksinya seperti ini padanya. Dia benar-benar heran kenapa Choi sajangnim tidak pernah membiarkannya keluar dari ruangannya dengan senyum lebar, ia selalu membuat Baekhyun ingin meledak seketika.

"Wae? Do?", tanya seorang wanita dengan suara lembut.

"molla, ah... jinjja. Kenapa dia selalu membuatku melakukan semuanya dua kali", keluh Baekhyun. Wanita berwajah polos, dengan rambut hitam terurai hanya tersenyum mendengar keluhan Baekhyun. Kyungso selalu menjadi pendengar terbaik bagi Baekhyun.

"Kyungsoya, nanti sepulang kerja temani aku", pinta Baekhyun dengan mata yang sibuk melihat ke arah layar PC.

"Eodi? Memang kau mau pergi kemana?", tanya Kyungso yang tak kalah sibuk membulak-balikan berkas yang ia baca sejak tadi.

.

.

.

Baekhyun sudah membereskan tasnya, tinggal menunggu Kyungso keluar dari ruangannya. Hari ini entah kenapa Baekhyun sanat merasa lelah sekali. Padahal Choi sajangnim bukan sekali ini saja membuatnya melakukan pekerjaannya dua kali. Tak lama Baekhyun mendengar suara heels yang mendekat ke arah mejanya. Ya, itu Kyungso yang sedang berjalan sambil sibuk memulas bibirnya dengan lipstik berwarna orange.

"Gaja", ajaknya sambil terus melihat cermin yang ia pegang barangkali lipstiknya berantakan.

Baekhyun mengambil tasnya, berjalan sambil mengaitkan lengannya ke lengan Kyungso. Baekhyun selalu terkesan dengan penampilan Kyungso. Kemana pun ia pergi Kyungo selalu berusaha tampil cantik. Rambut hitam panjang miliknya jarang ia ikat, katanya rambut tergerai membuat wanita lebih cantik. Selalu memakai pakaian 'wanita' yang sebenarnya. Memakai heels, kalaupun ia memakai flat shoes pastilah flat shoes yang jelas memperlihatkan dia wanita sesungguhnya. Sangat berbanding terbalik dengan wanita bernama Baekhyun yang sedang berjalan sambil tersenyum tanpa peduli bagaimana penampilannya. Baekhyun wanita, sama seperti Kyungso. Tapi entah kenapa Baekhyun tidak suka bahkan tidak berniat memakai pakaian seperti Kyungso. Untuk bekerja pun pakaian Baekhyun sangatlah sederhana. Kaos atau kemeja, celana jeans, tak jarang ia memakai jaket atau sweater, dan sepatu sneakers.

Setelah sepuluh menit berjalan Baekyun dan Kyungso tiba di sebuah cafe kecil di daerah Hongdae. Mereka memilih duduk dekat jendela, di bangku paling unjung dekat pintu menuju dapur. Tak lama mereka duduk seorang pria tampan bertubuh jangkung mendekati mereka.

"Annyeong chingu...", sapa Kris.

"Begitukah caramu menyabut pelanggan, sunbae?, protes Baekhyun. Kris yang merasa diprotes hanya memberikan senyuman pada Baekhyun.

"Oh, Kyungsossi juga datang kemari, eoseo oseyo", sapa Kris pada Kyungso dengan manis. Kyungso, sebagai yang dihoda oleh Kris hanya tersenyum malu melihat sikapnya.

"Ah, cham...", melirik kesal karena kelakuan sunbaenya, kini Baekhyun tidak tertarik lagi untuk berkomentar.

Kris, pria tampan berambut blonde dan bertubuh jangkung ini adalah kakak kelas Baekhyun saat masih kuliah, mereka satu UKM. Kris kulian jurusan design art dan mengikuti UKM broadcasting. Di situlah mereka saling mengenal dan menjadi dekat. Baekhyun sering menceritakan masalahnya atau meminta pendapat Kris tentang segala sesuatu, Baekhyun sudah menganggap Kris seperti kakaknya sendiri. Setelah lulus Kris melanjutkan studinya di Italia, sekarang ia memiliki galeri seni miliknya sendiri. Sejak dua tahun lalu Kris membuka bisnis cafe dekat kantor Baekhyun bekerja, katanya agar Baekhyun lebih mudah mencarinya jika butuh teman untuk mendengarkan ceritanya. Selain itu, sejak itu pula Kris menyukai Kyungso. Maka dari itu betapa senangnya dia saat tahu Baehyun datang bersama Kyungso.

Pesanan makan Baekhyun dan Kyungso belum siap, di mejanya sekarang hanya ada sebotol soju dan dua gelas soju. Baekhyun sudah meneguk soju terlebih dulu sedari tadi. Sedangkan Kyungso sibuk melihat layar handphonenya. Baekhyun terus mengisi gelas sojunya kemudian menenggaknya.

"Ya, Byun Baekhyun... neo michoso?", komentar Kyungso yang melihat temannya terus-menerus menenggak soju.

"Gwaenchana, aku sedang ingin menenangkan pikiranku, lagi pula besok hari libur", ucap Baekhyun dengan pipi yang mulai memerah karena mulai mabuk.

"Jadi kau mengajakku kemari hanya untuk menjadi teman minummu? Takut-takut kau mabuk dan tidak ada yang mengantarkanmu pulang?".

"Geurae... aku tidak percaya pada dia akan langsung membawaku pulang ke rumah", ucap Baekhyun sambil mengangkat dagunya sedikit menunjuk pada Kris.

Makanan pesanan Baekhyun dan Kyungso akhirnya siap. Kyungso yang masih sadar langsung menyantap bibimbap pesanannya. Sedangkan Baekhyun, dia sudah seperti orang yang entah jiwanya melayang kemana. Baekhyun bukan peminum yang baik, jadi baru beberapa teguk saja ia minum, ia sudah mabuk. Saat sedang menikmati makanannya, Kris menghampiri Kyungso dan duduk di samping Kyungso.

"Waegeurae?", tanya Kris dingin, duduk di samping Kyungso dengan santai sambil memasukan kedua tangannya ke saku celana.

"Sunbae, kau pasti tahu alasan jika dia seperti ini", jawab Kyungso yang sibuk terus mengisi mulutnya dengan sendok berisi bibimbap.

"Hanya ada dua, namchin dan Choi sajangnim. Sekarang ini dia tidak punya kekasih, berarti karena Choi sajangnim", jawab Kris, lalu bangun dari duduknya. Belum ia meninggalkan meja, Kris kembali membalikan badannya dan bertanya lagi pada Kyungso.

"Kau yang akan mengantarnya pulang?".

"Ho... dia bilang, dia tidak percaya pada sunbae", jawab Kyungso tanpa ekspresi.

"Aigu... Kyungsoya, kau tahu bagaimana pun ekspresi wajahmu kau selalu manis buatku", goda Kris. Kyungso yang digoda hanya diam, karena dia sudah terbiasa Kris seperti ini. Kyungso sudah punya seorang kekasih, bahkan tahun depan mereka akan menikah. Kekasihnya, Kim Jongin seorang pelatih dance di sebuah management artis. Kris pun tahu Kyungso sudah memiliki Jongin, tapi ia tetap berusaha mendekati Kyungso, selama Kyungso belum resmi menjadi Ny. Kim.

.

.

.

Baekhyun bangun dengan perasaan campur aduk, setelah diantar pulang oleh Kyungso, Baekhyun tak langsung membiarkan matanya benar-benar terpejam. Ia masih harus memperbaiki tulisannya untuk diserahkan pada Choi sajangnim. Selain itu ia harus menyerahkan tulisannya berupa cerita pendek. Selain bekerja di majalah, Baekhyun juga menjadi seorang penulis di sebuah website. Baekhyun melakukan pekerjaan penulis online selain karena hobi dan cita-citanya menjadi seorang penulis naskah drama, juga karena ia dibayar setiap ia memasukan tulisan.

"Nuna, bangunlah... sarapan sudah siap", teriak seorang pria. Baekhyun langsung membuka pintu sesaat setelah dipanggil.

"Aigu, nunim... berilah contoh yang baik pada dongsaengmu ini", protes Sehun.

Sehun adalah adik Baekhyun satu-satunya, sekarang ini Sehun sedang kuliah di jurusan musik. Umur Baekhyun dan Sehun tidak terpaut jauh, mereka hanya berbeda 2 tahun saja, oleh karena itu Baekhyun terkadang tidak mengganggapnya adik tapi teman begitu pun Sehun pada Baekhyun. Baekhyun berjalan menuju meja makan mengekor langkah adiknya yang berjalan di depannya. Dengan rambut yang belum disisir, mata yang masih belum mau terbuka, lengkap dengan kantung mata, rasa mual dan pusing efek dari mabuk juga karena begadangnya. Hari libur Baekhyun benar-benar lengkap. Di meja makan ibunya, Ny. Heechul sudah menunggu kedua anaknya untuk sarapan.

"Kau ini tidak kuat minum tapi kau malah mabuk, dan kau kurang istirahat. Jagalah kesehatanmu, bagaimana jika kau sakit", Ny. Heechul khawatir.

"Gwaenchana eomma", jawab Baekhyun lemas. Ny. Heechul memberikan semangkuk nasi dan sup tauge pada Baekhyun agar ia merasa lebih nyaman. Baekhyun tinggal debgan ibu dan adiknya saja. Ayahnya sudah meninggal 5 tahun lalu karena sakit. Jadi otomatis Baekhyun, walaupun ia wanita tapi karena ia anak pertama dan Sehun belum bekerja jadi ia menjadi tulang punggung keluarga. Baekhyun bukan dari keluarga kaya ataupun keluarga yang kekurangan, meskipun ia menjadi tulang punggung keluarga itu tak terlalu menyulitkannya.

Hari ini libur, Baekhyu sudah menyelesaikan tilisan yang harus diberikan pada Choi sajangnim dan tulisannya yang harus dia upload di website. Rencananya hari ini adalah hibernasi. Tidur, mengistirahatkan tubuh dan pikirannya. Memang akhir minggu selalu Baekhyun tunggu, apalagi selain untuk melakukan itu semua. Setwlah makan baekhyun keluar menuju halaman belakang, meregangkan otot-ototnya. Cuaca hari ini bagus, tapi itu tak membuat Baekhyun ingin melangkahkan kaki keluar dari rumahnya. Baekhyun mendengar handphonenya berdering, ia menyesal sesaat kenapa ia tak matikan handphonenya. Baekhyun berjalan dengan malas menuju kamar, berharap dering handphonenya segera berhenti. Tapi gagal, setelah berhenti berdering handphonenya kembali berdering. Betapa Baekhyun ingin lompat dari tebing curam saat melihat nama "Choi sajangnim" tertulis di layar handphonenya. Perasaan tak enak mulai dirasakan Baekhyun. Saat libur, Choi sajangnim menghubunginya, itu sama artinya rencana hibernasi dan bersantai Baekhyun gagal.

Dengan ragu dan malas Baekhyun mengangkat panggilan dari Choi sajangnim.

"Yoboseyo".

Baekhyun seperti sedang menghadapi angin puyuh. Dugaannya benar. Choi sajangnim menyuruhnya untuk ke kantor hari ini. Ada janji wawancara dan orang yabg harusnya melakukan wawancara masuk rumah sakit semalam. Di redaksi tennager, yang biasa melakukan wawancara ada 4 orang sebenar ya, Baekhyun, Taehyung yabg masuk rumah sakit semalam, Jungkook dan Sungyeol yang sedang mendapat tugas melakukan liputan ke acara World Song Festival di Amerika. Jadi yang tersisa tinggal Baekhyun, dan Choi sajangnim pasti menghubungi dia.

Baekhyun segera bersiap-siap mandi setelah Choi sajangnim menutup teleponnya. Rasanya Baekhyun ingin kabur ke negara asing jika seperti ini. Setelah siap Baekhyun berpamitan pada ibunya yang sedang merapikan tanaman bunga di halaman belakang.

"Baekhyuna, apa kau harus pergi? Wajahmu pucat, biar Sehun mengantar dan menunggumu hingga selesai" seru Ny. Heechul.

"Ani eomma, antarkan aku saja. Aku tak akan lama. Hanya wawancara saja, temanku yang harusnya melakukan ini masuk rumah sakit semalam".

"Keurae...keurae... ibu akan menyuruh Sehun bersiap-siap dulu, kau minumlah vitamin dan jus jeruk yang ibu buat".

Baekhyun benar-benar ingin istirahat hari ini, tubuhnya sedang tidalam dalam kondidi yang baik terlebih semalam ia mabuk dan ia tidur telat karena harus menyelesaikan tulisannya. Kepalanya mulai pusing. Tapi Baekhuun tidak bisa menolak karena ini tugas. Baekhyun terbiasa dengan tugas dadakan seperti ini tapi sebelumnya tubuhnya sedang baik-baik saja. Sehun sudah siap dan mereka pun pergi.

"Sehunie, kau langsung pulang saja. Biar aku pulang naik bus saja", pinta Baekhyun.

"Nuna, gwaenchana? Wajahmu pucat dan kau berkeringat seperti itu", Sehun khawatir.

"Gwaenchana... kau pulang saja, aku tidak tahu wawancaranya akan lama atau tidak".

Sehun pun mengiyakan permintaan nunanya. Sesampainya di depan kantor Baekhyun keluar dari mobil, lalu ia setengah berlari menuju ruangannya. Choi sajangnim sudah menunggu. Narasumber sebentar lagi sampai, Baekhyun harus cepat membaca materi wawancara agar wawancara berjalan lancar. Setelah 35 menit, wawancara selesai. Baekhyun sekarang merasa tubuhnya sedang melayang, kepalanya pusing, dan sejak tadi keringat dingin mengucur di keningnya. Baekhyun harus segera pulang untuk istirahat. Baekhyun berjalan menuju halte bis. Kepalanya semakin pusing dan sekarang dadanya meulia terasa sesak. Baekhyun terus memaksakan diri berjalan menuju halte. Sampai tiba-tiba pandangannya gelap.

.

.

.

Baekhyun sedikit demi sedikit berusaha membuka matanya. Dengan pandangan yang masih sedikit kabur, ia melihat sekelilingnya. Ia melihat sosok pria yang duduk sedang sibuk melihat handphone, dan Baekhyun tahu itu Sehun. Ia juga mendengar suara ibunya yang sedang memanggil-manggil namanya dengan suara sedikit terisak belum menyadari dirinya sudah bangun.

"Eomma...", panggil Baekhyun lemas.

"Baekhyuna, kau sudah sadar?", Ny. Heechul terdengar sangat khawatir. Sehun yang tahu nunanya sudah sadar pun bangun dari duduknya dan mendekat ke samping nunanya.

"Nuna...", suara Sehun tak kalah terdengar khawatir.

Ibunya segera memanggil dokter untuk melihat kondisi Baekhyun. Sehun berdiri diujung ranjang tempat Baekhyun berbaring. Sehun membuka matanya lebar-lebar saat melihat siapa yang sedang berjalan ke arahnya. Sehun sampai tidak bisa berkata apapun. Ia melihat ke arah Baekhyun yang masih terbaring lemas. Baekhyun yang melihat sikap aneh adiknya itu pun penasaran.

"Waegeurae?", tanya Baekhyun dengan suara lemas.

"Nu...nu...nu...nuna, aku keluar sebentar, ada dokter yang sudah akan kemari", Sehun pun langsung pergi dengan kepala yang tertunduk seperti menghindari seseorang melihat wajahnya dan meninggalkan Baekhyun. Sedangkan Baekhyun bingung dengan sikap adiknya.

"annyeonghaseyo...", sapa dokter yang datang dengan seorang perawat.

Pandangan Baekhyun terhenti saat melihat dokter yang akan memeriksanya. Nafasnya seperti berhenti seketika melihat sosok pria jangkung yang bediri di samping ranjangnya.

"Baekhyun?", dokter itu langsung sama kagetnya dengan Baekhyun. Baekhyun tidak merespon perkataan pria yang menyebut namanya. Belum sempat Baekhyun menjawab pria itu kembali bertanya pada Baekhyun dengan nada khawatir.

"neo waegeurae?", tanya pria yang adalah dokter. Pria itu langsung memasang stetoskop ke telinganya dan memeriksa kondisi Baekhyun. Sedangkan Baekhyun masih diam, tidak percaya siapa yang sekarang sedang memeriksanya dan berada tepat disampingnya.

Chanyeol, Baekhyun terus berusaha meyakinkan dirinya bahwa orang yang sedang memeriksanya adalah Chanyeol. Park Chanyeol, ia adalah mantan kekasih Baekhyun saat kuliah, ia mahasiswa jurusan kedokteran di kampus yang sama dengan Baekhyun. Baekhyun berpacaran dengan Chanyeol cukup lama, kira-kira 5 tahun. Hubungan mereka berakhir 3 tahun lalu, saat mereka lulus dan mendapat gelar sarjana, juga setelah Chanyeol meminta Baekhyun untuk mengakhiri hubungan mereka dengan alasan Chanyeol takut ia tidak akan fokus dengan program residennya di rumah sakit. Saat itu Baekhyun benar-benar tidak mengerti mengapa Chanyeol berkata seperti itu padanya, padahal selama ia kuliah Baekhyun merasa tidak pernah mempersulit atau menghalangi niat Chanyeol menjadi dokter spesialis paru-paru. Baekhyun beranggapan bahwa Chanyeol menggap dirinya sebagai penghalang. Sejak saat itu Baekhyun berusaha menjauh dari segala hal yang berhubungan dengan Chanyeol.

Ny. Heechul kembali ke tempat Baekhyun setelah mendapat konfirmasi bahwa dokter yang akan memeriksa Baekhyun sudah berada di tempat Baekhyun. Ny. Heechul sama kagetnya dengan Baekhyun saat melihat siapa yang sedang memeriksa putrinya.

"Chayeola?", tanya Ny. Heechul ragu.

Chanyeol membalikan tubuhnya melihat siapa yang menyebut namanya.

"eomeoni?", panggil Chanyeol.

Untuk chapter pertama selesai ^^,

I'll be waiting your review reader... untuk chapter selanjutnya akan diupload secepat mungkin

Wait yess... ^^,

Sekali lagi, review juseyo... *deep bow*