Secret Video

Gundam Seed/Destiny © Bandai & Sunrise

No material profit taken from this.

Warning: garingness, absurdness, typos, kemungkinan OOC tinggi, flight of idea.

.


PLAY


.

Wajah manis seorang gadis berambut merah muda terlihat sangat dekat dari kamera. Gambar di layar itu bergoyang beberapa kali sebelum akhirnya diam. Gadis itu tersenyum puas sebelum mundur, menampilkan separuh badannya sampai perut yang dibalut kaos merah muda polos dan cardigan rajutan berwarna putih. Sebuah rak tinggi yang menutupi dinding penuh dengan buku-buku menjadi latar. Dia menegakkan punggungnya sebelum tersenyum.

[Halo! Namaku Lacus Clyne dan umurku sembilan belas tahun. Ah, saat ini aku menjabat sebagai Chairman PLANTs.]

Lacus menyesap minuman di cangkir keramik bermotif daun di antara kedua tangannya sebelum menatap kamera lagi.

[Aku yakin sebagian dari kalian mengira aku memiliki hubungan romansa dengan Kira Yamato. Yah, kalian tidak salah, namun sepertinya kalian salah sangka. Alasan aku terlibat hubungan seperti itu dengan Kira bukan karena aku mencintainya, tapi karena aku membutuhkannya.]

Gadis itu terkikik geli.

[Jangan seenaknya mengambil kesimpulan—oh, betapa naifnya kalian. Maksudku membutuhkannya bukan dalam konotasi positif seperti yang ada dalam imajinasi teenlit kalian itu. Kira kuat. Aku butuh kekuatannya. Dia bidak yang sangat berharga, kau tahu? Ara, andai kalian tahu bagaimana perasaanku saat Kira menceritakan soal ultimate coordinator itu. Aku berusaha tetap tenang—karena Kira ada di sana—tapi tahukah kalian? Dalam hati aku melompat kegirangan seperti gadis remaja yang mendapat pacar keren. Kira tidak tahu tentang hal ini, tentu saja. Tidak ada yang tahu. Terkejut? Itu bahkan belum semuanya.]

Wajah manis bagai bidadari itu kini terkesan dingin dan berbahaya. Lacus mengatupkan kedua jemarinya yang lentik di depan bibir, menyembunyikan seringai di bibir cerah itu yang mengembang penuh misteri. Matanya berkilat-kilat.

[Kalian tahu bagaimana peran Eternal dan Clyne Faction dalam kedua perang Valentine Berdarah, kan? Bagaimana kami menjadi pihak penengah untuk kedua kubu dan berhasil mendamaikan dunia? Ya, kami memang tidak berperan banyak. Archangel mendapat sorotan lampu utama, tapi pernahkah kalian berpikir kalau itu semua hanya pertunjukkan yang disediakan untuk menyiapkan penampilan puncak dari pemeran utama? Siapa pemeran utamanya? Ara~ ara~ aku, tentu saja.]

Kini wajah berbinar dan polos yang terpantri di ingatan penduduk seluruh dunia itu kembali.

[Clyne Faction-lah yang membuat Patrick Zala menempati kursi tertinggi—"kursi" yang kududuki saat ini—di PLANTs. Kami menuntunnya dalam membuat beberapa kebijakan dan secara tidak langsung mengarahkan—umm—membentuk jalan pikirannya sampai terobsesi dengan status coordinator. Ya, secara tidak langsung kamilah yang memancing perang pertama.

Akan sangat mengagumkan dan menguntungkan kalau pihak coordinator-lah yang menang karena kami memang di atas para natural, tapi yah, kami tidak menyangka Archangel akan menginterupsi. Kami bisa menduga kalau Archangel akan menjadi penghalang besar—setelah aku sempat terdampar di sana dan melihat isinya secara langsung—dan Kira. Ya, lebih karena pemuda naif itu—jadi kami, Clyne Faction, memutuskan berpindah sisi dan meninggalkan rencana pertama dan Patrick Zala.

Perang Valentine Berdarah Dua? Sama saja. Mungkin kalian tidak percaya, tapi akulah yang terus mengirim pesan dan menuntun tiap langkah penuh perhitungan yang diambil Chairman Durandal—anonymously. Pria itu sejak awal memang cerdas. Kalian heran kenapa pria secerdik dia mau saja menerima perkataan orang tidak dikenal? Yah, aku bisa menjadi sangat persuasif bila aku mau.]

Gadis itu menghela napas dan menyandarkan punggungnya dengan santai dan dramatis.

[Kenapa repot-repot, kalian bertanya? Yah, jika Clyne Faction memutuskan untuk maju ke kursi pemerintahan dengan cara biasa, tentu saja kami mampu, namun pengaruhnya pada penduduk—pada dunia—tidak akan sekuat sekarang. Kalian lihat sendiri, kan, bagaimana pandangan masyarakat dan pemerintah terhadap kami? Mereka menganggap kami pahlawan dan kepercayaan mereka pada kami begitu kuat. Manis sekali, bukan?]

Lacus mengibaskan tangannya.

[Ya, ini video konspirasi. Kalian mungkin penasaran apa yang akan kami lakukan setelah kami mendapat kekuasaan seperti ini. Nah, akan kuberitahu. Pertama, sebagai Chairman PLANTs, aku akan mengganti seluruh anggota dewan utama di PLANTs dengan para Haro. Pink-chan, Red-chan, Blue-chan, bahkan Green-chan dan Yellow-chan, mereka akan menjadi anggota dewan utama yang akan kunamai Power Rangers. Jika ada anggota dewan lain yang menolak atau membangkang, Power Rangers akan menyiksa mereka dengan kekuatan Super Annoying Yell yang sangat dahsyat—seluruh anggota Clyne Faction sudah menjalani pelatihan dengan para Haro sebelum menjadi anggota resmi. Kalian bisa tanya Da Costa jika tidak percaya, namun hal itu tidak kusarankan. Luka itu masih terlalu dalam bahkan untuk dirinya. Dia termasuk bawahan kesayanganku. Aku tidak suka melihatnya menderita ...

Oh, sampai di mana tadi? Ah, ya. Aku akan menyuruh salah satu orangku untuk mencuri cetak biru Haro dari Athrun dan memproduksi masal Haro-Haro baru. Uuuuuu, aku bahkan sudah bisa membayangkan bola-bola imut dan mematikan itu merajalela di tengah penduduk sipil. Mereka akan bertindak sebagai polisi dan menertibkan semua orang. Ah, kurasa akan kuminta untuk menanamkan bom kecil di setiap Haro. Jika mereka diserang, Haro akan meledak dan mengeluarkan asap warna-warni seperti pelangi yang indah. Lalu Haro yang lain akan memutar lagu Fields of Hope secara serempak sebagai bentuk duka dan kesetiakawanan, seperti siulan Mocking Jay di Hunger Games. Ah, iya! Itu ide bagus!]

Gadis itu tertawa girang sambil menepuk-nepukkan tangannya. Bola matanya tiba-tiba membulat dengan antusias.

[Ah. Lagu! Benar juga! Aku akan memastikan menyanyi menjadi mata pelajaran utama yang akan mengganti ilmu fisika di sekolah. Bahkan Einstein sendiri bilang kalau imajinasi itu sangat luas, kan? Kalau aku tidak salah, sih. Yah, lagu bagian dari seni. Seni berhubungan dengan imajinasi. Biarkan mereka belajar fisika lewat imajinasi.

Tidak? Baiklah. Fisika penting untuk kemajuan teknologi dan peradaban, jadi tidak akan benar-benar kuganti, tapi ... aku ingin melihat pasangan suami istri yang saling berkirim surat lagi saat keduanya jauh. Itu sangat romantis! Mungkin aku akan membuat undang-undang baru yang melarang penggunaan teknologi untuk—]

Lacus tiba-tiba menoleh ke samping seperti ada yang memanggilnya. Kedua matanya mengerjap beberapa kali dan wajahnya tiba-tiba kembali polos dan terlihat manis seperti sosok sang diva yang biasanya.

[Keluar dari tema? Sungguh?]

Ia terdiam lagi dengan penuh perhatian, mendengarkan siapa pun yang sedang bicara di luar kamera.

[Kurang antagonis, maksudmu? Menurutku itu rencana yang bagus dan cukup jahat.]

Kali ini suara tawa yang sangat merdu itu terdengar, seolah sosok menakutkan dan licik beberapa menit sebelumnya tidak pernah ada.

[Ara~ ara~ aku minta maaf. Sepertinya aku terbawa suasana.]

Lacus tertawa dengan malu-malu. Kedua tangannya yang tadi tidak tersorot kamera terangkat sambil mengapit selembar kertas.

[Yah, skenario yang kaubuat terlalu rumit dan kasar, Da Costa-san. Terlalu "laki-laki" dan berat—penguasaan sumber daya alam, pembuatan pasukan gundam rahasia untuk keadaan darurat, dominasi dunia—uh-hu, terlalu mainstream dan kasar. Tidak ada salahnya kuberikan sentuhan wanita, kan?]

Chairman PLANTs itu tersenyum lagi ke arah kamera, senyum hangat yang benar-benar tulus dengan sedikit rasa bersalah yang terpantul di matanya.

[Sekali lagi maafkan aku. Mungkin kalian bingung jadi akan kuperjelas. Semua yang kukatakan dari awal rekaman adalah script.]

Dia melambaikan kertas di tangannya.

[Aku bahkan tidak tahu apa saja yang sudah kukatakan. Yah, ini adalah tantangan, dan aku memutuskan untuk mencoba menjadi tokoh villain sesekali—cukup menyenangkan. Kalau aku melakukan tantangan ini dengan membuat video song-cover atau yang berhubungan dengan menyanyi lainnya itu bukan tantangan, kan—tidak ada maksud untuk sombong, sungguh. Dan ya, aku memang mencintai Kira, tulus.]

Lacus tersenyum lebar seperti anak kecil yang tertangkap basah memberikan sayur ke kucing peliharaannya di bawah meja.

[Maksudmu seharusnya ini video yang direkam secara rahasia tanpa orang lain sebelum ditonton bersama? Apa itu artinya aku bisa mengulanginya lagi dari awal?]

Ekspresi berbinar di wajah sang diva sudah menjadi jawaban.

[Kalau begitu huuuuusssh, Da Costa-san keluar sana! Aku akan membuat video yang lebih hebat dan menggemparkan daripada ini! Haro Apocalypse!]

Layar itu bergoyang lagi sebelum mati.

.


STOP


.

Oke. Ini super absurd. #emang.

Ide ini kelintas begitu aja seperti biasa. Saya keinget Meer yang episode tampil di saat yang bersamaan di TV dan ketahuan megang script, itu asal muasal ide untuk chapter ini. Dan mungkin untuk yang belum ngeh dengan Haro Apocalypse, itu plesetan dari Zombie Apocalypse.

When those Haros invade the city, the world drown into catastrophe.

*DUAK!* (ini sound effect author yang dihajar).

So, how do you think, guys? I'll be really happy to know what you think about this. Once again, no offence and this is just for humor.

Terima kasih udah nyempetin mampir dan baca! Have a good day!