Secret Video

Gundam Seed/Destiny © Sunrise, Bandai, and their creators

No material profit is taken from this.

Warning: writing style agak karatan.

.


PLAY


.

[Ah, hidup.]

Segaris senyum terlukis di wajah seorang gadis berambut cokelat panjang begitu tangan yang menutupi kamera diangkat.

[Selamat malam, maaf kalau mengagetkan. Saya Shiho Hahnenfuss, 19 tahun, pilot ZGMF-1000/M Blaze ZAKU Warrior di bawah komando Yzak Joule.

Atau … begitulah posisi saya tiga hari yang lalu.]

Gadis yang mengenakan kemaja putih polos itu duduk tegap. Kamar berukuran kecil standar asrama tempatnya berada terlihat kosong. Rak-rak buku tak lagi berisi, barang-barang di meja atau pun nakas di balik bahunya tak lagi terlihat. Foto-foto juga sudah diturunkan dari dinding dan saat ini bersemayam dalam salah satu kardus yang saling ditumpuk dan disejajarkan di dinding.

Shiho menarik napas.

[Seharusnya Komandan yang membuat video ini, tapi dia sedang tidak enak badan jadi melimpahkannya pada saya—tugas terakhir, semacam itu dia bilang.]

Mata lavender miliknya menjadi sayu. Suaranya merendah.

[Berhubung seharusnya Komandan yang melakukan ini, saya akan menceritakan tentang Komandan saja. Lagipula saat ini … Komandan sangat membutuhkan pertolongan kalian.]

Saya yakin beberapa dari kalian mengenal Komandan lebih baik dari saya. Komandan memang banyak berubah dibandingkan saat Perang Pertama bahkan dibandingkan saat masih di Akademi ZAFT. Saya masih ingat waktu saya pertama kali bergabung dengan ZAFT, Komandan mengomeli saya di depan banyak orang karena lari saya lambat dan membuatnya harus menahan lift lama-lama. Itu hari pertama saya mengenakan seragam ZAFT dan saya sendiri tidak biasa memakai rok, selain itu menurut saya roknya … eh … terlalu …]

Wajahnya memerah.

[Komandan sepertinya menyadari masalahnya karena tiba-tiba saja ia mengungkit soal tidak ada peraturan yang mengharuskan perempuan harus memakai rok atau sebaliknya.

Sempat terbayang sosoknya yang memakai rok tepat setelah Komandan bilang begitu.]

Shiho cepat-cepat menggeleng dengan ngeri.

[Saya tidak pernah memakai rok lagi sejak saat itu.]

Ekspresi Shiho melembut. Pandangannya sedikit menerawang, tenggelam dalam ingatan masa lampau. Sudut bibirnya terangkat sedikit.

[Komandan selalu mudah marah, tapi dia memiliki hati yang baik dan sangat loyal dan berdedikasi dengan apa yang dia lakukan. Sejak Perang Pertama mungkin kalian menyadari sikap Komandan yang jauh lebih jinak. Dia masih mudah marah, masih tidak segan-segan mengutarakan isi pikirannya dengan mulut tajamnya itu, tapi kami semua, awak Voltaire, sangat menghormati Komandan.

Karena itu kami juga tahu kebiasaannya: lebih cepat tersulut kalau sedang bertengkar dengan Dearka, lebih sering menyeringai seram kalau ada kunjungan mendadak dari atasan, lalu bekerja lebih keras dari biasanya dan jarang marah kalau ada yang mengganggu pikirannya.

Seperti beberapa hari terakhir.]

Shiho menarik napas dalam-dalam dan menyeka rambutnya ke belakang telinga.

[Kami tahu dan mengerti. Minggu depan … masa tahanan Ezalia Joule akan berakhir.]

Ia menelan ludah.

[Komandan tidak pernah membicarakan soal ibunya sejak coup d'état pasca pertempuran Pertempuran Jachin Due Kedua. Terkadang saya atau Dearka mengantarnya ke penjara untuk mengunjungi Joule-sama, tapi Komandan tidak pernah menceritakan apa pun tentang pembicaraan mereka berdua atau kabar Joule-sama.

Komandan sangat menyayangi ibunya, saya dan Dearka yakin perasaan itu masih tidak berubah. Meski begitu, setelah semua yang terjadi pasti ada yang berbeda, ada yang berubah, dan saya rasa apa pun yang mengganggu Komandan ada kaitannya dengan hal itu: bagaimana kalau Ezalia-sama sudah kembali nanti?]

Shiho mengalihkan pandangannya ke lantai. Ia menggigit bibir bawahnya dengan kesal.

[Komandan selalu memendam masalah pribadi dan menanggung beban yang ia pikul seorang diri. Kami semua ingin membantu, tapi dia tidak memberikan celah sekecil apa pun, bahkan pada Dearka.

Itu juga alasan Dearka uring-uringan dan kesal akhir-akhir ini. Dearka bilang, satu-satunya yang bisa menolong Komandan selain Dearka sendiri adalah saya.]

Shiho tertawa hambar.

[Bahkan dia tidak tahan bicara dengan saya lama-lama waktu saya menyerahkan surat pengunduran diri saya. Dia terlihat aneh. Perhatiannya teralihkan berulang kali dan—saya tahu ini terdengar gila, tapidia terlihat ketakutan.

Oh, pengunduran diri saya tidak ada kaitannya dengan ini. Setelah perang selesai, tenaga pilot tidak dibutuhkan sebanyak sebelumnya jadi saya memutuskan untuk berhenti dan kembali mempelajari kosmologi di lab, seperti sebelum saya bergabung dengan ZAFT[1].]

Suara sang elite pilot semakin lirih.

[Komandan bahkan tidak terlihat takut sedikit pun saat ia hampir dieksekusi dua tahun yang lalu. Tidak sedikit pun.]

Gadis yang mendapat panggilan Housenka dari salah satu komandan yang paling dihormati di ZAFT itu menatap lurus ke kamera.

[Dearka, aku tahu kau mengetahui sesuatu dan satu-satunya alasan mulut besarmu itu menguncinya rapat-rapat pasti karena permintaan Komandan karena kau tetap tidak memberitahuku apa-apa meski kau bilang hanya aku yang mampu menolongnya selain dirimu.

Aku masih tidak mengerti alasan kau bisa berpikir begitu, tapi aku tidak bisa menolongnya kalau Komandan tidak ingin ditolong. Selain itu, mungkin kau salah mengira seberapa besar kepercayaan Komandan padaku. Aku hanya bawahan baginya, anggota tim yang ia pimpin. Aku sudah berusaha mendekatinya untuk menolongnya, tapi dia menghindariku—hal yang belum pernah ia lakukan selama ini.

Tapi aku tidak akan menyerah.]

Shiho menundukkan badannya.

[Athrun-san, Cagalli-sama, Lacus-sama, Kira-san dan semuanya, saya yakin video ini tidak akan ditonton oleh Komandan minggu depan karena … kalian semua tahu kenapa. Mungkin ia baru akan menontonnya minggu depannya lagi atau tidak akan menontonnya sama sekali, karena itu … saya mohon, tolong jaga Komandan.

Saya kesal karena saya tidak bisa berada di sisinya tidak lama lagi, tidak bisa lagi menjaga punggungnya seperti selama ini padahal kondisi Komandan seperti ini. Siang tadi Komandan bahkan tidak sadar ia berada di jalur mobil pengangkut di hangar dan perhatiannya masih terpaku pada langit-langit sampai mobil itu membunyikan klakson keras-keras.

Sesuatu sedang sangat membebani pikirannya, dan ini mulai berbahaya.]

Shiho menyeka pipinya yang basah berulang kali.

[Komandan kadang-kadang terlalu keras kepala seperti orang bodoh.

Aku tidak peduli lagi, aku sudah bukan bawahanmu jadi jangan protes dan biarkan aku mengataimu sesukaku. Toh, kau belum tentu menonton ini.

Aku hanya ingin mengatakan ini: karena aku bukan lagi bawahanmu, aku bebas menganggapmu apa saja. Aku tidak peduli kau menganggapku apa, tapi entah kenapa—aku tidak tahu kenapa—aku merasa sangat lega karena sekarang aku bisa menganggapmu teman. Lagi, aku tidak peduli kau menganggapku apa, tapi sebagai teman—karena bagiku kau adalah teman—meski jarak kita mungkin sangat jauh, kalau menurutmu ada yang bisa kulakukan, meski sangat sedikit, untuk meringankan bebanmu … kapan saja … panggil saja aku dan aku akan datang, tidak peduli ada di mana. Karena kini aku tidak hanya bisa menjaga punggungmu, tapi juga bisa berdiri sejajar denganmu dan menopangmu. Di sampingmu.

Yzak Joule yang cepat marah, Yzak Joule yang bisa menyeringai saja saat sebenarnya ingin mencincang orang dengan mulutnya, bagiku Yzak tetaplah Yzak.]

Senyum lebar menghiasi wajahnya yang berbinar meski masih diwarnai jejak air mata. Gadis itu tetap mengangkat tangannya memberi hormat dengan bebas dan bukan kaku seperti yang selama ini ia berikan kepada sang Komandan.

[Sekarang, secara resmi aku berhenti memanggilmu Komandan! Mungkin terlalu cepat kalau aku mengatakannya sekarang, tapi karena minggu depan juga kau tidak akan membuka video ini dan kalau menunggu minggu depannya lagi berarti terlambat, aku akan mengatakannya sekarang saja:

Happy Birthday, Yzak-kun!]

.


STOP


[1] Aku pernah liat di gundamwiki kalo abis PBV 1 Shiho kembali jadi peneliti, tapi dapet panggilan dari ZAFT untuk balik lagi ke lapangan di PBV 2. Soooo i wanna make them separated ahhahahahha

Maaf kalo kesannya agak gimana. Udah lama banget gak nulis jadi kakyu /iyainisalahguesendiri.

Oh, dan mau makasih banyak ke shigatsu-syanjuichi, fic-fic YzakShiho kamu menginspirasi dan jadi bahan research karakter aku juga ahhahahahha. You should check her works about YzakShiho. So sweet.

There will be follow-up for this chapter so just wait and enjoy!

Happy day, minna!