[QED – Kau, Aku, dan Kehidupan Kita]

By : Miyucchi Sang Cappuccino

.

.

Disclaimer(s) :

Q.E.D. milik Motohiro Katou

.

Warning(s) :

Typo(s), Head-Canon everywhere, Random timeline, Not-so-messy editing, DLL.

.

EDIT 08/4/2017 : NEW ENDING AND NEW DESCRIPTION FOR SEVERAL SECTION! CHECK IT!

.

.

Main Pair : Touma Sou/Mizuhara Kana

[Untuk challange Alfabetis dari grup facebook United Fandom]

.

.

Don't Like, Don't Read

–––––––––––

A – Aitakatta

–––––––––––

"Tidak, tidak. Mana mungkin aku kangen sama–ugh, ayolah! Aku hanya ingin mengetahui keadaan Touma-kun!"

"Jangan pernah meragukan insting orangtua, ojou-chan."

–––––––––––

B – Beruntung

–––––––––––

Mungkin semua orang berpikir Touma merupakan anak yang sangat beruntung. Namun, Kana jauh lebih beruntung.

Kenapa?

Well, mempunyai kamus hidup dan selalu keluar negara tanpa biaya (baca : dibayarin Touma), betapa bahagia hidupnya.

–––––––––––

C – Cemburu

–––––––––––

Kana memandang tajam pemandangan didepannya. Entah mengapa, dia merasa tidak suka sahabatnya dekat dengan perempuan lain.

–––––––––––

D – Duniaku, Duniamu

–––––––––––

Touma Sou tidak bisa dibilang manusia, tetapi dirinya adalah manusia. Pikirannya yang rumit nan polos seakan membuat dunia tersendiri yang tidak bisa dimasuki siapapun.

Dan Mizuhara Kana merupakan orang pertama yang berhasil 'menerobos' dunianya.

–––––––––––

E- Empati

–––––––––––

Sebagai seseorang yang tidak tahu apapun tentang kehidupannya, Kana hanya bisa menunduk sedih mendengar cerita Yuu tentang kematian Annie Craner dan hubungannya dengan Touma.

–––––––––––

F – Festival Pertama

–––––––––––

Saat festival sekolah pertama Touma, untuk pertama kalinya dia merasakan gejolak negatif di dadanya.

–––––––––––

G – Gelisah

–––––––––––

Gadis itu berusaha curi-curi pandang ke pemuda yang hanya berjarak tiga meja didepannya. Dirinya tidak bisa berhenti gelisah memikirkan siapa yang memberikan bento unyu nan menggiurkan kepada sahabatnya yang satu ini.

–––––––––––

H – Hati Manusia

–––––––––––

"Nee, Mizuhara-san. Manusia itu... tidak bisa ditebak ya."

Kana hampir menyemburkan jusnya. 'Hah!? Emangnya lu sendiri kagak!?' Kalau saja dirinya tidak mengenal jelas Touma, mungkin dia sudah berkata seperti itu. "Me-memangnya kenapa?"

"...Ti-tidak... Hanya saja..." Kana langsung tersedak. Untuk pertama kalinya dia mendengar Touma tergagap. "Kadang, saat aku bersama Mizuhara-san, aku merasa wajahku memanas. Perutku seakan-akan ada ribuan kupu-kupu. Dan dadaku... tidak bisa memperlambat detakannya... Ka-kau tahu... artinya?"

Tidak ada jawaban. Wajah sang gadis berkuncir kuda itu telah menjadi apel ranum.

–––––––––––

I – Intimidasi

–––––––––––

Bersosialisasi itu menakutkan. Saat kau berjalan, pandangan orang terasa seperti jarum yang menusukmu dari segala arah. Senyuman mereka seakan menolak eksistensimu. Tidak ada yang mengerti apa yang kau pikirkan selain dirimu sendiri.

Manusia memang menakutkan. Sekaligus sebuah misteri yang Touma Sou tidak tahu bagaimana memecahkannya.

Tapi khusus untuk Mizuhara Kana, dia bertekad untuk memecahkan misteri hatinya bagaimana pun caranya.

–––––––––––

J – Jadian

–––––––––––

Sehari setelah Mizuhara Kana dan Touma Sou jadian, tidak ada seorang pun yang kaget. Bahkan orangtuanya Touma sekali pun.

–––––––––––

K – Keluarga

–––––––––––

Walau dikaruniai sebuah otak cemerlang dan keuangan yang lancar jaya, bukan berarti Touma tidak iri dengan kebersamaan keluarga Kana.

–––––––––––

L – Lalai

–––––––––––

Kana terus merutuki kelalaiannya. Andaikan saja dia memperhatikan mobil tadi, mungkin Touma tidak akan terbaring seperti ini.

Dan seharusnya dirinya yang tertabrak.

Bukan dia.

–––––––––––

M – Menangis

–––––––––––

Semua orang mengira Touma terlalu clueless untuk merasakan sesuatu. Namun, sesungguhnya dirinya hanya tidak mampu menangis. Hatinya terlalu kosong untuk menangisi sesuatu. Trauma, mungkin?

–––––––––––

N – Nama

–––––––––––

"Nama? Untuk apa?"

"Tentu saja untuk calon bayi kita di masa depan, S-o-u~"

Touma sukses pingsan dengan wajah sepanas kepiting rebus.

–––––––––––

O – Otak untuk Bersarang

–––––––––––

Sejak kecil, otaknya sudah dipenuhi oleh pertanyaan dan pengetahuan tinggi yang membawanya ke jenjang universitas saat masih usia belia. Sejak saat itu, isi otaknya selalu sama saja. Pengetahuan, pertanyaan, rumus, dan lain-lain.

Karena itu, dia merasa canggung saat seorang gadis–tanpa hubungan darah pula–telah membuat sangkar di otaknya.

–––––––––––

P – Pengalaman Terindah

–––––––––––

Dirinya tidak pernah menyesal memulai segalanya di SMA Jepang. Hari ini juga, senyuman gadis itu merupakan pengalaman terindah dalam hidupnya.

–––––––––––

Q – Quod Erat Demonstradum

–––––––––––

QED. Setiap melihat kata tersebut, selalu saja lelaki itu terbayang di benaknya.

–––––––––––

R – Rusak

–––––––––––

"Mizuhara-san! Hati-hati dengan–"

KABOOOM!

Hening.

"...pencampuran formula A dan B..."

Dan lagi-lagi labotorium untuk sementara tidak bisa dipakai karena masalah 'teknis'.

–––––––––––

S – Sepi

–––––––––––

Untuk kesekian kalinya, Touma menenggelamkan diri dalam lautan buku, formula, dan data. Mungkin dengan ini, rasa kosong dalam hatinya akan hilang.

–––––––––––

T – Tiada Jarak Di Antara Kita

–––––––––––

"Mizuhara-san, aku ada tugas penelitian bersama temanku di Rusia. K–"

"Aku ikut. Mana mungkin aku mau membiarkanmu pergi tanpa pengawasanku?"

Touma tidak menjawab. Senyuman cerahnya sudah cukup untuk menggambarkan perasaannya.

–––––––––––

U – Urutan Buku 'tuk Menggapaimu

–––––––––––

"Nah. Sudah selesai~! Touma-kun, ayo kita pulang!"

"Chotto. Sensei sudah bilang untuk mengurutnya dengan benar. Kau sudah dihukum untuk merapikan perpustakaan, masa' mau kena hukum lagi?"

Kana mendengus kesal. "Tidak apa-apa. Palingan dikasih tugas tambahan. Tinggal mengerjakan semalam suntuk, selesai."

"Tidak," Touma berjalan kearah lemari, membetulkan hasil kerja sang gadis berkuncir kuda itu. "Aku tidak mau Mizuhara-san kurang tidur. Bukannya kurang tidur akan menambah kecantikan seseorang? Yah, walau aku tahu Mizuhara-san bagaimana pun tetap cantik... Ah, sini biar aku susun."

Touma kembali memanjat tangga merapikan susunan buku. Dia tidak menyadari bahwa orang di belakangnya hanya terbujur kaku, nge-fly dengan etisnya.

Very smooth, boi.

–––––––––––

V – Valentine Day

–––––––––––

Biasanya dia dikenal sebagai anak yang gampang bersosialisasi dengan siapa saja, bahkan lawan jenis sekalipun. Dan hari ini–Hari Valentine, telah menghancurkan teori tersebut. Kana, sang gadis berumor reinkarnasi beruang liar, merasa gugup untuk memberikan coklat kepada Touma Sou, sang jenius weirdo kelas kakap.

Bahkan beruang sekalipun lemah didepan seseorang yang dia cintai.

–––––––––––

W – White Day (And the Truth Has Revealed In 'Nista' Way)

–––––––––––

Touma ingat betul saat Valentine banyak lelaki–berkisar dari teman sekelasnya hingga yang ia tidak kenal sama sekali–menodong makanan yang ada di bungkusan plastiknya, yang kebetulan adalah puluhan coklat murahan hasil berburu di supermarket setempat tadi pagi. Dan tentu saja, sebagai penganut pacifist sejati, tanpa banyak tanya ia beri.

Lagipula aku juga kalap ngebelinya. Itung-itung sedekah, begitu yang ia pikir.

Tetapi ia tidak pernah sekali pun memikirkan konsekuensinya.

Ia menatap horor tumpukan permenbernuansa putih yang duduk manis di atas mejanya. Di tangannya sudah ada puluhan tangkai mawar dan surat putih bersegel hati.

Oh iya, pikirnya. Hari ini kan White Day.

Lho, bukannya permen itu artinya–!?[1]

Di luar, Kana sibuk mengusir para pejuang cinta liar yang mengincar Touma.

Dari pojok kelas, sekumpulan wanita bersama segelintir lelaki sedang merencanakan proyek doujinshi terbaru mereka sambil sesekali mengambil momentum.

–––––––––––

X – X and Y

–––––––––––

"–akhirnya Y baru dikali. Mengerti?"

Kana membenturkan kepalanya ke meja, facedesk. "Enggak."

"Bagaimana kalau ini? X adalah–"

"PERSETAN DENGAN X DAN Y! AKU INGIN PULANG! SIAL, KENAPA BESOK HARUS ADA REMEDIAL SIH!?"

"Nilai ulanganmu di bawah 40, Mizuhara-san. 'Kan sudah kubilang, sensei pasti memberi pertanyaan yang aneh-aneh."

"YA ITU JUGA SALAHMU! Ngapain juga pake acara ngebenerin cara kerja si botak itu!?"

–––––––––––

Y – Youth is the Best!

–––––––––––

Masa remaja adalah masa-masa terindah dalam hidupmu.

Sebuah kalimat simpel yang menggerakkan Touma untuk memasuki SMA biasa. Rasa penasarannya terlalu tinggi untuk membuktikan arti dari kalimat tersebut.

–––––––––––

Z – Zero to Hundred

–––––––––––

Terkadang, suatu hal dimulai dari sesuatu yang simpel dan dipandang sebelah mata. Entah itu hanya karena iseng atau penasaran. Entah itu aneh atau dianggap buang-buang waktu. Tapi ada kalanya hal itu akan berbuah manis nan segar yang orang sebut dengan 'kebahagiaan'.

Karena kebahagiaan, tanpa disadari selalu bermulai dari hal-hal kecil.

Sama seperti sekarang. Dimulai dari rasa ingin tahunya, Touma masuk SMA di Jepang walau ia pun tahu itu hanya membuang waktunya saja.

Namun tanpa sadar, sejak saat itu Touma mulai belajar arti 'kehidupan' secara menyeruluh.

Ia belajar untuk menjadi apa yang ia mau. Untuk menghidupi kehidupannya sendiri.

Ia belajar, untuk mengenal cinta. Untuk melihat sebuah dunia yang sebelumnya hanya dilihat oleh orang tuanya dan sahabatnya Loki.

Begitu pula Kana. Sejak mengenal Touma, dia mulai belajar melihat dunia dari sisi lain. Secara kiasan dan langsung.

Ia belajar bahwa serangan fisik bukanlah segalanya.

Ia belajar, untuk mendekap erat sisi manis yang dahulu ia lupakan. Sisi dirinya, yang haus akan romantika dan cinta terhadap lawan jenis.

Hingga sekarang, mereka tidak tahu kapan akan mencapai titik akhir dari ini semua. Tapi yang pasti, selama mereka masih bersama, mencapai akhir di detik ini pun bukan masalah.

–––

"Kana,"

"Ya, Sou?"

"Maukah kau setiap hari membuatkanku sup miso?" [2]

"...Sebagai gantinya, aku mau ketika bangun, wajahmu adalah hal yang pertama kali aku lihat, Sou."

"...Tentu saja,"

––

"Will you marry me, darling?"

"Aku bersyukur telah bertemu denganmu, Kana."

"Kau pikir aku tidak?"

Owari

–––––––––––

YAHOOO! Akhirnya kesampaian juga bikin fanfic ToumaxKana!

Walaupun akhirnya harus nyasar ke fandom Misc. Animanga sih... Huhuhu #Mojok

(Edit 8 April 2017) - Okay so, aku ngeditnya dari apps nya ffn. Maaf banget karna ada beberapa simbol yang gak kebaca plus kaga ada opsi garis break line. aCTUALLY GUE BARU APDET APLIKASI DAN WOW. BISA EDIT FANFICTION? WOW TECHNOLOGY(TM). And–HOLY SNICKERS WITH CARAMEL TOPPING, QED UDAH ADA SECTIONNYA SENDIRI. QU SANGAT HEPI \(Q/u/Q)/

[1] : Di hari Valentine, ketika cowok ngasih permen itu artinya mereka mau menjadi pacarnya. Balasan dari coklat 'pernyataan cinta'nya Touma :9

[2] : Di Jepang, ngelamar nikah dengan cara tidak langsung itu sudah menjadi tradisi unik. Kayak misalnya minta dimasakin sarapan tiap hari, setiap bangun tidur berada di sebelahnya, dan lain-lain.

In other words, itu Touma sama Kana saling ngelamar satu sama lain. Hehe *wink wink*

Saa,

REVIEW, ONEGAI?