Happy reading yeoreobun... ^^,

.

.

.

Sorry for typo

.

.

.

I hope you'll like my story

I'm already fix the mistake reader... happy reading, ^^

ChikinChikin

Cast : Kim Jongin & Do Kyungsoo (GS)

CHAPTER 1

Heart Attack

Do Kyungsoo, seorang gadis yang baru saja mengenal dunia yang sebenarnya. Ya, Kyungsoo baru saja lulus kuliah sarjana, tepatnya setahun yang lalu. Sudah setahun Kyungsoo memiliki gelar pengangguran. Saat lulus kuliah semua teman-temanku memiliki rencana super duper hebat untuk masa depannya. Ada yang berencana bekerja di perusahaan keluarga, melanjutkan kuliah, bahkan tak sedikit yang berencana untuk menikah. Sebenarnya aku pun berencana untuk menikah, tapi sayang hingga sekarang status Kyungsoo masih single alias tanpa kekasih. Jadi dengan terpaksa Kyungsoo mengurungkan niatnya untuk menikah. Keluarga Kyungsoo keluarga biasa-biasa saja. Ayahnya Tn. Do Jun Ki berjualan daging ayam di pasar. Ibunya, Ny. Shindong hanya seorang ibu rumah tangga. Kyungsoo adalah anak tunggal Tn. Do dan Ny. Shindong.

Kyungsoo diumurnya sekarang seharusnya sedang menikmati bagaimana rasanya dimanja oleh kekasihnya. Tapi, itu yang jadi masalah. Kyungsoo, masih berstatus single sejak ia mengenal pria dan pernah suka pada lawan jenis. Miris? atau biasa saja? Menurut Kyungsoo itu biasa saja karena Kyungsoo sudah sangat mendalami perannya sendiri sebagai gadis 'single'. Kyungsoo memiliki keahlian sebagai seorang wanita sejati. Ya, Kyungsoo cukup pandai dalam memasak. Bahkan tak jarang ia menciptakan resepnya sendiri. Satu yang aneh pada Kyungsoo. Ayahnya seorang penjual daging ayam, tapi Kyungsoo tidak begitu suka makan ayam. Tapi, ia ingin sekali memiliki restoran dengan menu ayam.

.

.

.

.

Sudah satu bulan Kyungsoo berhasil membuka restoran kecil sesuai keinginannya. Ya, restoran dengan menu ayam. Sejauh ini tidak ada masalah dalam usaha Kyungsoo ini. Kalaupun ada Kyungsoo bisa melewati masalah itu.

"Sooya, kau tahu? restoranmu ini sudah terkenal di kalangan anak SMA dekat sini", ucap seorang gadis. Dia adalah Byun Baekhyun. Teman terbaik Kyungsoo. Sudah sejak SMA mereka berteman baik.

"Benarkah?".

"Oh, benar. Tadi saat aku menuju kemari aku sempat ke convenience stores, disitu ada segerombolan anak SMA. Saat aku lihat seragamnya itu ternyata anak SMA Daebak, yang dekat dekat restoranmu. Aku mendengar mereka menyebut nama restoranmu dan bilang makanan di restoranmu sungguh enak", jelas Baekhyun yang sedang membereskan sumpit dan sendok-sendok.

"Kenapa kau yang begitu bersemangat mendengar ada yang membicarakan restoranku?".

Hari ini toko tutup lebih cepat karena semua menu sudah habis sebelum waktunya tutup. Kyungsoo dan Baekhyun yang sedang sibuk membereskan restoran dibuat kaget saat seorang pria datang mengetuk pintu restoran yang sudah tutup. Tak seorang pun dari mereka berdua yang langsung membuka pintu. Mereka berdua saling menatap heran, bertanya dalam hati masing-masing, siapa orang yang mengetuk dengan tidak pelan sama sekali saat tulisan TUTUP jelas terlihat di depan pintu toko. Baekhyun perlahan mendekati pintu dan membukakan pintunya. Pria itu langsung masuk ke dalam begitu Baekhyun membukanya.

Baekhyun lalu membungkukkan badannya mencoba memberikan salam, "sel...-", tapi belum sempat ia memberi salam pria itu langsung melewatinya begitu saja.

"Berikan aku satu porsi ayam pedas manis", pinta pria itu.

"Heh?", Kyungsoo heran.

"Ini restoran ayam, kan? Aku minta satu porsi ayam pedas manis".

"Maaf, tapi kami sudah tutup", jawab Kyungsoo.

"Aku tahu, aku baca tulisan TUTUP dengan jelas di pintu restoranmu", timpal pria itu dengan nada kesal.

Kyungsoo mendengus dalam hati, 'dia tahu restoran sudah tutup tapi masih memaksa masuk?'.

"Ah, cepatlah. Aku tidak punya banyak waktu. Berikan aku satu porsi ayam pedas manis. SEKARANG JUGA". Sekarang nada pria ini semakin tinggi karena kesal permintaaanya tak juga diberikan.

Kyungsoo yang mendengar pria itu berbicara ikut kesal dibuatnya. Kyungso menarik nafas panjang, mencoba membuat dirinya tenang.

"Maaf, tuan. Kami sudah tutup dan semua menu sudah habis", jawab Kyungsoo tenang.

"Restoran macam apa ini. tidak mungkin semua menu sudah habis", protes pria itu.

Kyungsoo sekarang benar-benar tidak bisa menahan emosinya mendengar apa yang di katakan pria yang berdiri di hadapannya sambil menolak pinggang. Baekhyun yang melihat Kyungsoo akan memarahi pria ini langsung menahan Kyungsoo untuk marah.

"Maafkan kami, tapi benar-benar sudah tidak ada menu yang tersisa. Mungkin anda bisa kembali lagi kemari besok", jelas Baekhyun halus.

Akhirnya pria itu menyerah dan pergi dari restoran Kyungsoo. Kyungsoo yang masih merasa marah menepuk-nepuk dadanya. Kyungsoo mengambil segelas air putih dan meninumnya langsung sampai habis. Baekhyun yang melihat temannya masih kesal berusaha menenangkannya.

"Sudahlah".

"Aku tidak percaya ada orang seperti itu. Dia tahu kita sudah tutup tapi memaksa untuk memberikan yang dia inginkan".

.

.

.

.

"Halmeoni, ini ayam pedas manisnya".

"Terima kasih Jongina".

Jongin lalu naik ke lantai dua dan masuk ke kamarnya. Dia adalah Kim Jongin, pria muda, tampan, memiliki bakat dance yang hebat. Ia baru saja tiba di Korea Selatan dua hari yang lalu. Sebelumnya ia ikut bersama orang tuanya dan tinggal di Amerika. Jongin memilih tinggal bersama neneknya di Korea dan melanjutkan kuliahnya yang sempat terhenti. Ayahnya, Tn. Kim Minho sengaja menyuruh Jongin tinggal bersama neneknya di Korea. Di Amerika Jongin selalu membuat masalah. Mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, berkelahi, bahkan ayahnya pernah datang ke kantor polisi karena Jongin mengganggu anjing milik orang lain hingga anjing itu kabur. Pemilik anjing itu melaporkan Jongin ke polisi. Ayahnya benar-benar sudah angkat tangan pada Jongin. Jongin takut pada neneknya, bahkan jika ada neneknya, sikap Jongin berubah 100%.

Ayah Jongin ingin Jongin nantinya meneruskan usaha keluarganya dibidang properti. Kuliah Jongin di Amerika tidak berjalan lancar karena kelakuannya. Ayahnya sampai baru tahu bahwa Jongin mendapat skors selama 3 bulan karena membuat masalah di kampusnya. Jadi, ayahnya menyuruh Jongin ke Korea selain untuk memperbaiki sikapnya juga untuk melanjutkan kuliahnya. Jongin menjatuhkan tubuhnya yang lemas ke atas ranjang. Sejak ia kembali ke Korea, neneknya selalu meminta hal aneh padanya. Jika Jongin tidak melakukannya neneknya tidak akan mengizinkan Jongin masuk ke rumah, akan bialng pada ayahnya kalau Jongin membuat masalah juga di Korea. Jongin yang takut pada neneknya ini jelas akan melakukan apa yang diminta neneknya. Kemarin neneknya meminta Jongin membeli tteokbokki yang dijual sebuah toko kecil di daerah Gangnam. Jongin yang sama sekali tidak tahu jalan, berkeliling untuk mencari itu hingga malam. Sekarang hal ini terjadi lagi, neneknya meminta Jongin membeli ayam pedas manis dari toko ChikinChikin. Kali ini Jongin tak kesulitan mencari letak toko itu karena sebelumnya Jongin sempat melihat papan nama toko itu saat pergi berjalan-jalan pagi tadi.

'Semoga halmeoni tidak tahu kalau ayam pedas manis itu bukan dari toko yang ia minta', harapnya dalam hati.

Jongin memejamkan matanya sambil berbaring karena lelah. Sampai tiba-tiba, ia mendengar suara neneknya berteriak memanggil namanya.

"Kim Jongin !", panggil halmeoni.

"Aisshhhh...", keluh Jongin. Jongin lalu berjalan dengan tidak ada semangat sama sekali menghampiri neneknya.

"Ada apa halmeoni?", tanya Jongin lesu.

"Ini bukan ayam pedas manis dari toko ChikinChikin", protes neneknya.

Jongin menghela napas, "halmeoni, tokonya sudah tutup dan semua menu sudah habis", jelas Jongin berusaha sabar.

"Bohong..."

.

.

.

.

Kyungsoo merasa hari ini sangat lelah, padahal toko tutup cepat, tapi tubuhnya begitu lemas. Kyungsoo langsung membaringkan badannya di kasur begitu sampai dan langsung menyalakan lampu tidur. Ayah dan ibunya menginap di rumah bibinya di Daegu. Jadi malam ini Kyungsoo hanya seorang diri di rumah. Biasanya Baekhyun menemaninya jika seperti ini, tapi Baekhyun sudah menolak sebelum aku minta menemaniku karena akan pergi dengan Chanyeol kekasihnya. Kyungsoo teringat apa yang terjadi di restoran tadi. Memikirkannya saja membuat Kyungsoo kesal.

Kyungsoo melihat langit-langit kamarnya. Sekarang ia mencoba untuk berkhayal. Andai Kyungsoo memiliki seorang kekasih. Pasti saat ia sendiri seperti ini kekasihnya akan menemani Kyungsoo. Kyungsoo sama seperti gadis-gadis lainnya. Menyukai pria tampan, baik hati, selalu memberikan perhatian, dan yang lainnya. Kyungsoo juga memiliki pria yang dia sukai. Dia suka pada salah satu member anggota boyband EXO, yaitu Kai. Kyungsoo tersenyum-senyum sendiri memikirkan jika ia memiliki kekasih seorang Kai. Hanya memikirkan Kai menjadi kekasihnya saja Kyungsoo begitu senang, apa lagi jika benar ia bisa berpacran dengan Kai.

.

.

.

.

"Ah, halmeoni...kenapa harus pergi sepagi ini? aku masih mengantuk", keluh Jongin sambil membuntuti neneknya yang sibuk berkeliling di pasar.

"Ini baik untukmu", jawab halmeoni singkat.

Jongin terus menguap dan sangat terlihat lelah. Akhirnya halmeoni menyerah karena tidak tega melihat cucunya seperti itu dan menyuruh Jongin pergi ke kios tteokboki di depan jalan dan menunggunya selesai berbelanja. Jongin sebenarnya ingin pulang dan melanjutkan tidur, tapi lagi-lagi ia tidak bisa. Selain karena ia takut pada neneknya, Jongin tidak tahu jalan, kunci rumah halmeoni yang pegang, bahkan kode pintu pun Jongin tidak tahu, jadi terpaksa ia menunggu neneknya selesai dengan keperluannya. Jongin masuk ke dalam convenience store untuk membeli kopi hangat, setelah dapat apa ia cari Jongin langsung menuju kasir untuk membayar. Saat Jongin merogoh saku celananya, betapa kagetnya dia tahu bahwa ia tidak membawa dompet dan tidak ada uang receh sedikit pun di sakunya.

"Aisshh...", keluhnya.

"Tunggu sebentar..", pintanya pada penjaga toko. Jongin terus merogoh-rogoh semua sakunya berharap menemukan uang untuk kopinya.

"Maaf, masih ada antrian di belakang anda", ucap penjaga toko.

Dengan wajah dilipat karena kesal, Jongin menepi, sampai ia lihat seseorang.

"Oohh, kau wanita ayam", seru Jongin sambil menunjuk ke arah Kyungsoo yang sedang membayar di kasir.

Sontak Kyungsoo yang kaget mendengar suara Jongin yang berteriak sambil menunjuk ke arahnya langsung melirik ke arah Jongin. Kyungsoo kaget saat tahu ternyata orang itu adalah pria yang datang ke restorannya dan membuat Kyungsoo kesal. Kyungsoo langsung menghindari pandangannya dari Jongin dan buru-buru keluar dari tempat itu, tapi sayang langkah Kyungsoo kalah dengan tangan sigap Jongin yang memegang lengan Kyungsoo menahannya keluar.

"Bayarkan kopi ini", ujar Jongin santai.

"Heh?", mata bulat Kyungsoo melebar.

"Bayarkan kopi ini, nanti uangmu aku ganti setelah bertemu halmeoni".

Kyungsoo masih terdiam. Sampai penjaga toko menegurnya.

"Maaf, antriannya...". Kyungsoo melirik ke belakangnya. Tanpa tahu siapa pria ini Kyungsoo membuka dompetnya memberikan uang pada penjaga toko membayar kopi milik Jongin.

Jongin menunggu neneknya di depan convenience store. Di sampingnya berdiri Kyungsoo yang terus memandangi Jongin penuh dengan rasa bingung. Bingung dengan apa yang ia lakukan tadi di dalam, menuruti apa kata pria yang tidak Kyungsoo kenal untuk membayar kopi miliknya. Kyungsoo juga bingung dengan apa yang ia lakukan sekarang. Menunggu pria itu yang berjanji akan mengganti uang kopinya. Kenapa Kyungsoo harus menunggu? Lagi pula uangnya tidak seberapa, hanya untuk kopi saja. Diam-diam Kyungsoo membalikkan badannya dan pergi meninggalkan pria di sampingnya. Kyungsoo merapikan barang belanjaan di scooternya. Ia pakai helmnya dan menyalakan scooternya untuk pulang. Saat baru menarik gas tiba-tiba ada mobil yang lewat di depan scooter Kyungso.

BUGG!

Scooter Kyungsoo menabrak bagian samping mobil itu. Semua belanjaannya berantakan. Orang yang menyetir mobil itu langsung keluar untuk melihat mobilnya yang ditabrak. Mulut Kyungsoo menganga, mata bulatnya melebar saat melihat siapa yang keluar dari mobil. Pria itu lagi. Pria yang baru saja meminjam uangnya untuk membayar kopi. Jongin sama kagetnya saat melihat siapa yang menabrak mobilnya

"Kau!", ucap Jongin dan Kyungsoo bersamaan.

"Kau lihat scootermu membuat mobilku seperti ini", omel Jongin.

"Kau yang tidak hati-hati, lewat begitu saja", sahut Kyungsoo.

"Apa aku harus memasang papan pengumuman jika aku akan lewat?". Jongin kesal.

Halmeoni keluar dari mobil, berusaha menenangkan keadaan.

"Sudahlah Jongina. Lagi pula ini tidak seberapa".

"Tetap saja halmeoni, dia harus bertanggung jawab". Halmeoni akhirnya menengahi Jongin dan Kyungsoo yang terus berdebat.

.

.

.

.

Kyungsoo sedang tidak dalam suasana hati yang baik. Kenapa ia harus bertemu dengan pria itu lagi bahkan sampai menabrak mobilnya. Baekhyun datang ke restoran Kyungsoo bersama Chanyeol.

"Ada apa denganmu?", tanya Baekhyun yang melihat wajah Kyungsoo begitu kesal. Kyungsoo menceritakan apa yang terjadi pagi tadi di pasar pada Baekhyun.

"Benarkah? Lalu bagaimana sekarang?".

"Dia akan membawa mobilnya ke bengkel dan nanti akan kemari untuk membicarakan ganti ruginyang harus aku bayar".

Tak lama, orang yang tadi Kyungsoo bicarakan dengan Baekhyun datang. Kyungsoo menyuruhnya menunggu sebentar karena Kyungsoo harus melayani pelanggan dulu. Jongin meneguk teh hijau dingin yang Kyungsoo beri tadi. Kyungsoo menghampiri Jongin.

"Jadi bagaimana?", tanya Kyungsoo.

"Pertama, aku harus tahu namamu".

"Kyungsoo, Do Kyungsoo", jawab Kyungsoo malas. Pria yang duduk di depannya mengeluarkan sebuah kertas dan menunjukkannya pada Kyungsoo.

"Heh? 10 juta won? Apa aku tidak salah lihat?".

"Itu benar".

"Hanya goresan seperti itu, 10 juta won?"

"Mobilku itu mobil mahal, lagi pula kau tidak hanya menggores mobilku tapi menabraknya. Aku tidak berbohong tentang harga itu. Sebagian aku yang bayar dan itu yang harus kau ganti".

Kyungsoo seperti sedang terbawa ke dalam putaran angin tornado. Kyungsoo benar-benar mendapat mimpi buruk. Dalam hitungan detik semuanya terjadi begitu saja. Dari mana Kyungsoo mendapat uang sebanyak ini. Jika ayah dan ibunya tahu tentang ini bisa habis Kyungsoo dimarahi. Otaknya terus berpikir bagaimana cara mendapatkan uang sebanyak itu. bahkan menjual restoran kecilnya saja itu belum cukup. Kyungsoo ingin terjun dari atas tebing jika seperti ini.

.

.

.

.

Annyeong yeoreobun, this is my new story ^^,

I hope you'll like my story, wait for next chapter yes...

Selalu tidak bosan menunggu review dari reader semua ^^,

Kamsahabnida *bowing*