Titlle :Haru haru (day by bay)

Genre : Friendship, brotherhip, dan family

Rating : Fiction T

Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Donghae, Siwon, Eunhyuk, Kyu's oemma, kyu's Appa, etc. (bertambah seiring berjalannya waktu –mungkin-)

Summary : ngak bisa buat summary, jadi baca aja langsung.

p.s : sangat menerima kritik, dan saran. TAPI DILARANG NGEBASH. Kalau ngak suka, tinggal klik tombol 'Back'

.

.

.

.

.

Laki-laki berusia 19 tahunan itu menyuapkan Sphagetti ke mulutnya dengan rakus, membiarkan bumbunya mengotori tepi bibirnya. Tak ada niat untuk menawarkan makanannya kepada laki laki yang 2 tahun lebih tua darinya, yang sedari tadi duduk di hadapannya.

"kau yakin ingin kembali ke sana kyunie" laki-laki yang lebih tua menatap ragu pada pria 19 tahun itu. Laki-laki yang di panggil kyunie itu mengeluh keras-keras.

"hyung kau sudah 8 kali menanyakan itu. Aku harus kembali hyung. Setidaknya melihat eomma dan hyung ku dari jauh pun tak masalah. Kau jangan takut. Aku tak akan melakukan hal bodoh" Kyuhyun –laki-laki 19 tahun itu– menatap siwon dengan penuh keyakinan. Meyakinkan 'hyungnya' bahwa dia akan baik-baik saja.

"tapi kyu.." siwon tidak melanjutkan ucapannya ketika melihat kyuhyun menatapnya dengan jengah. "kau tunggu aku disana. Aku akan segera meyusulmu" kyuhyun yang baru saja memasukkan gulungan sphagetti ke mulutnya langsung tersedak mendengar ucapan siwon. Dengan cekatan siwon mengangsurkan segelas air untuknya.

"pelan-pelan kyunie" kyuhyun dengan sigap menyambar air yang diberikan siwon, menegaknya hingga menyisakan setengah gelasnya.

"hyung, aku tidak mengijinkanmu ikut" kyuhyun menatap siwon dengan pandangan protes.

"aku tidak meminta pendapatmu kali ini kyu" kyuhyun baru akan melontarkan protes ketika siwon kembali melanjutkan ucapannya. "Cepat habiskan makananmu, kita pulang sekarang. Ada banyak hal yang harus kuurus" Kyuhyun cukup kesal dengan keputusan sepihak siwon, tapi jika iwon sudah begini dia bisa apa. Siwon memang acap kali mengalah dengannya menuruti semua kata-katanya. Tapi jika Siwon sudah memutuskan secara sepihak dan menghentikan pembicaraan sepihak itu artinya Siwon memang tidak ingin di bantah.

"stop your disgusting act!" siwon menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. kyuhyun mendengus sebal, dan kemudian memasukkan gulungan terakhir sphagetti kemulutnya, menuntaskan makan siangnya.

Kyuhyun memutar kenop pintu ruang kerja appanya dengan perlahan, berusaha tidak mengeluarkan decitan yang akan mengganggu konsentrasi appannya. Kyuhyun kembali menutup pintunya ketika ia telah masuk kedalam ruang kerja bergaya klasik itu.

"appa.." panggil kyuhyun ketika tn. Cho sama sekali tak mengindahkan kehadirannya dan justru lebih asik bercumbu dengan tumpukan-tumpukan kertas dihadapannya.

"hmmm." Tuan Cho hanya menanggapi panggilan anaknya dengan gumaman, tak ada niat sikitpun mengalihkan pandanganya dari kertas-kertas yang terlihat lebih menarik untuknya.

Kyuhyun berdecak sebal. Appanya jarang dirumah, dan sekalinya ada dirumah appanya justru lebih memilih berkutat dengan kertas-kertas menyebalkan itu di banding berbincang atau sekedar makan dengannya.

"appa aku akan kembali ke korea" Kyuhyun langsung mengungkapkan apa yang membuatnya bissa berada diruangan yang paling dia hindari itu, tidak ada basa-basi untuk sekedar menanyak kabar atau 'apa yang sedang appa lakukan ?', karna diapun tau, appanya tidak akan membuang waktunya untuk menjawab hal-hal tak penting seperti itu.

Tuan Cho menghentikan aktivitasnya, kali ini ia mengalihkan pandangannya dari tumpukan kertas-kertas itu. Di tatapnya kyuhyun mencari celah bahwa anak itu sekarang tengah bercanda hanya untuk menarik perhatiannya. Namun nihil, dia tidak menemukan celah itu. Ia justru melihat keseriusan di pandangan tajam anaknya. Tuan Cho menghela napas pelan.

"apa lagi yang kau harapkan kyuhyun-ah"

"aku tidak berharap apapun lagi appa. Apa yang bisa kuharap lagi? Ketika mereka telah memiliki keluarga baru dan mungkin telah melupakanku"

"lalu?"

"Aku hanya merindukan mereka. Hanya ingin melihat eomma dan hyung, itu saja" kyuhyun mengangkat kedua bahunya acuh.

"terserah kau saja" tuan Cho kembali menekuni tumpukan kertas-kertas yang telah di abaikannya. "enam bulan. Hanya 6 bulan"

"anni, 1 tahun. 1 tahun saja appa, bukankah 6 bulan terlalu singkat, mengingat aku telah menunggu 15 tahun untuk bertemu mereka" Tuan Cho hanya menanggapinya dengan gelengan tanda dia tidak setuju dengan permintaan kyuhyun.

"appa aku janji 1 tahun tidak lebih. . Aku janji jika kau membiarkanku menemui mereka selama tahun, aku tidak akan lagi memaksa untuk menemui mereka. Ini yang pertama dan terakhir kali." kali ini kyuhyun mengeluarkan puppy eyes andalannya, tuan cho yang melihatnya hanya mendesah. Ia tidak akan bisa menolak jika telah melihat puppy eyes kyuhyun yang sangat mirip dengan mantan istrinya.

"tidak lebih" senyum kyuhyun berkembang mendengar ucapan tuan cho yang cukup lirih.

"gomawo appa" kyuhyun baru akan keluar dari ruangan itu ketika akhirnya dia berbalik "ah ya... appa, jangan bilang-bilang pada eomma dan hyung jika aku telah kembali ke korea"

Tuan Cho mengangkat sebelah alisnya, bingung dengan apa yang baru dikatakan anaknya. Bukankah sebelumnya dia bilang bahwa dia ingin menemui eomma dan hyung-nya ? kenapa sekarang justru tidak membiarkannya memberi tau kepada mereka?

"ayolah, appa.. aku ingin membuat kejutan" kyuhyun kembali memelas pada appanya, menunjukan puppy eyesnya yang membuat appanya tidak bisa berkata-kata lagi. Kyuhyun tersenyum puas ketika mendengar Tuan Cho mengeluh dengan keras, itu artinya dia tidak dapat menolak permintaan kyuhyun.

To : MaSiwon

Hyung, aku sudah sampai di korea! Kirim alamat apartementnya sekarang!

Kyuhyun kembali menyimpan hpnya ke dalam saku celananya. Kembali ditarik kopernya yang dari tadi setia mengikutinya. Kyuhyun merasa sesuatu bergetar di saku celananya, sehingga dia kembali menarik benda pipih yang 2 menit lalu di simpannya

From : MaSiwon

Syukurlah. 1 minggu lagi aku akan sana. Jaga dririmu baik-baik selama aku tidak ada. Jangan telat makan, jangan kelelahan, dan jangan main game hingga lupa waktu. Apartement Galleria Foret dia Junghwa-dong, lantai 25.

Kyuhyun memutar bola matanya membaca pesan siwon, yang seperti seorang eomma yang menasehati anaknya. ia kembali menyimpan benda pipih itu kedalam saku celananya. Memanggil satu taxi untuk mengantarkannya ke apartement yang baru saja siwon berikan alamatnya. Ngomong-ngomong soal apartement. Siwon baru saja membeli apartemen mewah yang akan dihuninya bersama kyuhyun selama mereka di korea.

Kyuhyun sendiri cukup sadar diri untuk tidak datang tiba-tiba kerumah lamanya yang sekarag di tempati oleh oemma dan hyungnya bersama keluarga barunya. Bukankah akan sangat janggal jika anak yang telah 15 tahun pergi tanpa kabar dan berita, tiba-tiba kembali datang dan hidup bersama. Dan kyuhyun telah menceritakan itu pada siwon, dan siwon sangat setuju dengan kyuhyun, bahkan di sisi lain siwon senang, bukankah itu artinya ia bisa tinggal satu rumah lagi dengan sepupunya yang telah 15 tahun ini, tak pernah jauh-jauh darinya.

Kyuhyun menghempasakan badannya keatas kasur King Size yang ada disalah satu kamar apartement yang dibeli siwon. Apartement ? hey, ini bukan apartement biasa, ini apartement dengan jenis penthouse. Kyuhyun menggeleng tidak percaya, bagaimana mungkin hyungnya –sepupunya- itu membeli sebuah penthouse ? sementara mereka hanya akan tinggal berdua, bukankah itu terlalu berlebihan? Kyuhyun mendesah keras-keras, ia baru ingat, bahwa siwon memang selalu berlebihan. Kyuhyun mengeliat, ah.. sepertinya ia sangat lelah, terbukti dengan matanya yang mulai berat.