Titlle :Haru haru (day by bay)

Genre : Friendship, brotherhip, dan family

Rating : Fiction T

Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Donghae, Siwon, Eunhyuk, Kyu's oemma, kyu's Appa, etc. (bertambah seiring berjalannya waktu –mungkin-)

Summary : ngak bisa buat summary, jadi baca aja langsung.

p.s : kalau kalian jumpai tulisan dengan format italic(miring) berarti itu artinya flashback. kalau Flashbacknya ngak ada tulisan 15 tahun yang lalu, itu artinya FLashback dalam waktu dekat ya

sangat menerima kritik, dan saran. TAPI DILARANG NGEBASH. Kalau ngak suka, tinggal klik tombol 'Back'

.

.

.

.

.

"Yeoboseo, ne hyung" Donghae meletak benda pipih 4 persegi itu ditelinga kirinya, sementara tangan kanannya kembali disibukkan menyumpit jjajangmyeon didalam mangkuknya.

"Aku dikedai jjajangmyeon Goong ajhuma" Donghae membalas pertanyaan dari seberang

"yak hyung! Aku sudah besar. Kau tidak perlu menjemputku untuk pulang, aku bisa pulang sendiri. Aku masih tau jalan pulang. Tak perlu datang kemari!"

"Yak hyung.. yak.. yak.. YAIIISSHH.." Donghae mengeram kesal, meletakkan smartphonenya dengan kasar diatas meja.

To : My angel (teukie)

Hyung, kau tidak perlu kemari, aku dikedai Goong Ahjuma bersama Sungmin Hyung. Jadi apa masih ada yang perlu kau khawatirkan?

Donghae mengerucutkan bibirnya dengan gemas, menggerutu panjang pendek karna hyungnya dengan seenaknya mengakhiri panggilan telepon dengan sebelah pihak. Kebiasaan buruk hyungnya. Dan dia berani taruhan setelah ini dia pastikan akan menghubungi Sungmin hyung untuk memastikan kebenarannya.' Aku harus bertindak lebih dulu'-pikir Donghae

To : Minie hyung

Hyung, bisa tolong aku ? kepalaku sakit sekali, aku dikedai Goong Ahjuma, teukie hyung tak bisa menjemputku. Dia sedang sibuk, aku tak mungkin mengganggunya

Donghae tersenyum puas, dia yakin kali ini semuanya akan berjalan seperti yang diinginkan. Ya, setidaknya 1 kali saja ia ingin lepas dari pengawasan Leeteuk hyungnya. Ya, walaupun ia tetap harus berada dibawah pengawasan Sungmin.

Donghae melepaskan sumpit dari tangannya, menjangkau handphone-nya yang menyala di sisi kanannya.

"Yob-" belum sempat Donghae mengucapkan salamnya, Sungmin sudah memotongnya dengan berbagai kalimat tanya dan kalimat perintah yang membuat Donghae memutar kedua bola matanya jengah.

Donghae tak sempat memberi jawaban atau sekedar mengeluarkan suara ketika Sungmin telah memutuskan sambungan telepon mereka. Kebiasaan yang paling dibenci Donghae dari kedua hyungnya. Selalu memutuskan sambungan secara sepihak jika sudah khawatir tanppa mendengar penjelasannya terlebih dulu,

.

.

Donghae nyaris memuntahkan kembali jjajangmyeon yang belum sepenuhnya masuk ketika seseorang datang dan langsung memeluknya.

"Gwenchana saeng?" Sungmin memeluk Donghae daengan khawatir, hanya sekejap ketika akhirnya dia melepaskan pelukannya dia menangkup pipi Donghae dengan kedua tangannya, memastikan keadaan Donghae, mengecek suhu tubuh Donghae. Dan menit selanjutnya dia tersadar bahwa wajah Donghae terlihat baik-baik saja.

"Hyung, nan gwenchanayo" Donghae menarik kedua lengan Sungmin yang menangkup kedua pipinya. "aku hanya ingin makan jjajangmyeon dengan hyung. Jika aku tidak bilang aku sakit hyung pasti langsung datang" wajah Sungmin yang semula tampa khwatir langsung berubah 180 derajat setelah mendengar ucapan Donghae.

"Yak! Bocah nakal!" wajah Sungmin tampak begitu menyeramkan, wajah yang bocah kecil yang manis dengan aegyo yang selalu terpancar itu kini terlihat begitu menyeramkan, membuat siapa saja begidig ngeri melihat.

"Kau tau apa yang sudah kutinggalkan demi datang kemari?" Sungmin menghela nafas denan keras, sehingga deru nafasnya dengan jelas menghantam gendang-gendang telinga orang disekitarnya.. "Hyunggg" Suara itu terdengar begitu manja dan haus perhatian. Sungmin benar-benar kesal, namun endengar kesal, namun mendengar suara Donghae ia benar-bena tak bisa melakukan apapun. Sebelah tangannya terulur mengusap kepala Donghae dengan gemas.

"YAK HYUNG! Jangan merusak tatanan rambutku"

"Kau berani meninggikan suaramu, setelah apa yang baru saja kau lakukan ?" sungmin membalas dengan sengit, Donghae dibuatnya tak dapat berkutik. Melihat Donghae terdiam Sungmin tersenyum senang dan tangannya bergerak dengan semangat mengusap kepala Donghae, tanpa sadar seseorang dihadapannya memasang wajah yang tak bisa diartikan melihat perlakuan itu.

.

.

Sungmin berhenti dihadapan Kyuhyun, mengamati wajah Kyuhyun dengan teliti, hingga Kyuhyun dibuatnya salah tingkah "EH! Dia yang kemarin kita temui di kedai jjajangmyeon goong ajhuma kan?"

Donghae mengangguk memberikan jawabannya, sementar Sungmin terus memandang Kyuhyun dengan teliti, seolah mencari sesuatu. Kyuhyun bahkan dibuatnya tak bisa bernafas.

"Sungmin imnida" Melihat Kyuhyun yang salah tingkah karna pandangannya, Sungmin berinisiatif untuk mengenalkan diri.

"eh?" Kyuhyun tertegun, dia merasa dé javu.

.

.

Sungmin membulatkan mulutnya, lalu berjalan lebih mendekat ketika retinanya menangkap sosok mungil yang terlihat kebingungan berjalan dikoridor panti asuhan tempatnya menetap.

"anyeong~~" Sungmin menghampiri bocah 4 tahun itu dengan senyum yang berkembang diwajahnya, menampilkan gigi kelincinya. Bocah itu terkejut dengan perlakuan tiba-tiba Sungmin, hingga ia beringsut beberapa langkah kebelakang, menjaga jarak dari sungmin.

Sungmin tak mengerti, apa yang salah dengan caranya menegur bocah itu hingga terlihat tak nyaman. "hey.. jangan takut, aku bukan orang jahat"

Ketika mata bocah itu mengerjap, Sungmin benar-benar dibuat takjub. Kedua matanya yang bulat, mirip mata rusa yang lucu, benar-benar mebuat Sungmin terpesona. Pipinya yang tembem dan bibirnya yang dipoutkan benar-benar membuat Sungmin benar-benar geram.

"Sungmin hyung" Sungmin tak menyerah, ia menapaki kakinya beberapa langkah mendekat kearah kyuhyun. Sungmin menunjuk dirinya sendiri dengan tangan kanannya, memberi tahu kyuhyun namanya, dengan embel-embel 'hyung' dibelakangnya, sadar dirinya lebih tua dari Kyuhyun

"Kyu-hyun" Sungmin mengeja tulisan yang ada mobil-mobilan yang dipegang Kyuhyun. "namamu kyuhyun?" Kyuhyun mengangguk pelan, matanya tak lepas dari Sungmin.

"kau baru dititipkan disini ya ?" Kyuhyun hanya diam, tak mengerti apa maksud Sungmin.

"Keluargamu meninggal kenapa?" Sungmin mengiba, melihat Kyuhyun yang masih begitu kecil.

"Meninggal?" Kyuhyun mengulang dengan ragu, "huwwwaaaa... hiks.. hiks... eomma, appa, hyung.." Kyuhyun berteriak dengan keras dengan tangisan yang kencang.

"hey.. hey..hey.. sabar ya,hyung juga dulu sepertimu. Tapi, sekarang semua baik-baik saja. Disini ada banyak anak-anak yang senasib dengan kita, ada juga Kim aajhuma yang lembut dan menyayangi kita. Disini juga banyak mainan. Jadi kau jangan nangis lagi ya" Sungmin kelimpungan, mendengar tangisan Kyuhyun

"Huwwaaaa... ani, kyunie tidak mau itu semua. Kyunie Cuma mau Appa, Umma, Hyung" Sungmin semakin dibuat bingung. Ia tidak tau harus berbuat apalagi.

"Kyunie" Suara lembut itu menggema dikoridor sunyi itu.
"Hyung" kyuhyun membawa kaki kecilnya berlari menghambur kepelukan Jung Soo, membenamkan wajahnya yang setinggi perut Jung Soo, membuat baju Jung Soo basah karna air matanya. Sungmin berjalan mendekat.

"wae saeng?" Jung Soo menarik kyuhyun, mensejajarkan tinggi dengan Kyuhyun sehingga dapat melihat Kyuhyun lebih jelas.

"Sungmin hyung bilang, keluarga kita meninggal" kyuhyun sesnggukan diakhir ucapannya. Jung Soo melirik Sungmin yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Ani, Eomma dan Appa ada diruang pengelola panti asuhan. Mereka baik-baik saja. Sungmin hyung hanya salah berbicara. Bukankah begitu Sungmin?"

"n-ne.." Sungmin merutuki dirinya yang asal berbicara pada Kyuhyun.

"jinja?" Kyuhyun memandang Jung Soo,yang dibalas Jung Soo dengan anggukan yakin.

.

.

"Hyung mian, aku kira Kyuhyun anak yang baru dtitipkan-" Sungmin, Jung Soo dan Kyuhyun sedang bermain ditaman panti asuhan setelah mengantar Kyuhyun memastikan kedua orang tuanya baik-baik saja diruang Pengelola, Kyuhyun mengajak mereka menemaninya bermain.

"gwechana Sungmin-ah" Jung Soo tersenyum menenangkan.

"sungmin hyung, lebih kencang" kyuhyun mengintrupsi ditengah percakapan karna sungmin yang mengayunnya pelan.

.

.

Semenjak hari itu, Jung Soo dan Kyuhyun sering memaksa ikut, tiap kali Cho Young Hwan dan Kim Hana, pergi kepanti asuhan yang mereka bangun beberapa tahun lalu.

Hingga akhirnya, Young hwan dan Hana yang melihat kedekatan Sungmin dan anaknya, terlebih Kyuhyun yang begitu manja pada Sungmin mengadopsi Sungmin.

.

.

"hey.. kau melamun?" Sungmin mengibaskan tangannya dihadapan Kyuhyun.

"eh ? mi-mian.." Kyuhyun tersadar setelah beberapa saat tertarik kedunia masa lalunya.

"Nugu?" Sungmin kembali bertanya

"kyu—ah, Marcus imnida" Kyuhyun merutuki dirinya mati-matian yang nyaris salah menyebutkan nama.

.

.

Kyuhyun berjalan perlahan menarik napas panjang, sementara mata cokelat madunya menatap ke bawah. Angin bertiup perlahan, membawa jejak-jejak sisa musim dingin yang beku. Melirik keatas, ada awan kelabu yang berarak di atasnya, awan yang menyelubungi langit dengan warna yang muram. Mereka menyebut awan itu awan cumulonimbus. Awan pembawa badai yang basah dan ribut. Kyuhyun mendesah lagi, tak terhitung berapa kali dia telah mendesah setelah keluar dari perkarangan rumahnya, ah salah maksudku rumah Donghae.

'Mereka telah melupakanku, seharusnya aku memang tak pernah kembali'. Kalimat itu bergaung terus menerus dalam otak Kyuhyun, membuatnya bingung harus bersikap apa. Apakah bersikap senang? Atau bersikap sedih? Atau lega karena keluarganya telah menemukan kebahagiannya? Entahlah. Yang jelas ada sedikit perih menusuk hatinya ketika dia memikirkan dan melihat keluarganya tersenyum bahagia. Tidak, tidak, tidak, maksudku bukan dia tidak senang keluarganya bahagia, tapi dia ingin ikut andil dan ambil peran dalam keluarga bahagia itu.

.

.

Suara titik-titik hujan yang jatuh menimpa atap terdengar begitu riuh ketika Kyuhyun melangkahkan kakinya masuk ke penthouse-nya. Memutar kenop pintu kamarnya, Kyuhyun berjalan memasukinya dan menjatuhkan badannya diatas kasur king-sizenya.

Kyuhyun melenguh ketika dia merasakan dadanya sesak, dan tangisnya hampir . Kyuhyun tidak boleh menangis, dia adalah orang yang kuat. Bahkan saat di Manchester dulu dia terkenal dengan keberanian dan bukanlah laki-laki cengeng mudah menangis.

Namun rupanya batin pria itu mengkhianati keinginan fisiknya. Air mata menetes dari pelupuk matanya, mengalir melewati pipinya dan terjun bebas ke bawah. Kyuhyun menghapus air mata yang menggenangi matanya.

.

.

Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali, sebelum akhirnya membukanya dengan perlahan. Suara berisik dari arah dapur membuat tidurnya terusik. Kyuhyun menurunkan kakinya kelantai, menggunakan sandal rumahannya, dan dengan kesadaran yang belum sepenuhnya terkumpul kyuhyun melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya.

Kyuhyun mendaratkan bokongnya pada kursi counter dapur, dipandanginya orang yang mengganggu tidurnya sedang sibuk berjalan dari dapur kemeja makan untuk menyiapkan makanan.

Kyuhyun memandanginya dalam diam, sambil sesekali tersenyum geli. Benar-benar diluar imajinasinya ketika Wajah tampan dengan tubuh tinggi yang berotot kekar itu begitu kontras dengan apron pink yang digunakannya.

"jangan hanya diam disana dan tersenyum seperti orang gila Cho Kyuhyun. Cepat Cuci wajah dan gosok gigimu" Sosok itu memandangnya sengit sambil terus berjalan dengan satu piring dimasing-masing tangannya.

"ne ajhumma" Kyuhyun menyahut dengan jailnya, yang dibalas sosok tersebut dengan pelototan mata kesal. Kyuhyun bergegas turun dan mengambil langkah seribu sebelum sosok itu menceramahinya dipagi buta.

Sementara disisi lain, sosok itu tersenyum lebar sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kyuhyun

.

Kyuhyun menatap makanan yang tertata dimeja makan dengan sengit "kau terlihat begitu sibuk tadi, kufikir kau memasakkanku sesuatu yang lebih pantas disebut makanan dari pada hanya menyediakanku omelete dan sandwich"

"Diam dan makan Kyuhyunie" Sosok itu memasukkan potongan besar sandwich kedalam mulutnya, sementara Kyuhyun sibuk memisahkan sayur di sandwichnya.

"jangan pisahkan sayurnya. Aku dengan lelah membuatnya agar kau memakannya, dan sekarang kau malah memisahkannya"

"Kufikir hanya membuat sebuah sandwich tak akan menghabiskan separuh dari tenagamu Choi Siwon. Dan lagi,aku tak pernah memintamu membuatkan sandwich. Ada baiknya jika kau membuatkanku bulgogi atau jjajangmyeon, aku akan degan senang hati memakannya" Kyuhyun tak mau kalah membalasnya dengan sengit. Sementara siwon mengeram mendengar jawaban kyuhyun.

"Kufikir ini belum 1 minggu sejak aku menginjakkan kaki di korea" Kyuhyun memasukkan sandwich yang telah berhasil dipisahkannya dengan sayuran.

"Aku menyelesaikan segalanya dengan cepat untuk berjumpa denganmu. Dan aku mendapatkan tugas mengurus perusahaan Daddy yang ada dikorea" Siwon tersenyum cukup lebar, hingga menampilkan kedua dimple dipipinya.

"kufikir namanya bukan mendapatkan tugas ketika kau membujuk daddy untuk menempatkanmu dikorea" Kyuhyun memutar bola matanya.

Siwon menggapai koran disisinya, menggulungnya dengan cekatan kemudian dilayangkannya satu pukulan kesal dengan koran ke kepala Kyuhyun.

"YAISSSH! You're a cocky bastard!"

Kyuhyun terkekeh kecil melihat wajah kesal siwon karna godaannya yang begitu dirindukannya. Untuk sesaat ia merasa benar-benar melupakan keadaan semalam.

"Hubungi Mommy, kau tak pernah menghubunginya semenjak dikorea. Dia memberondongiku pertanyaan setiap hari karnamu" Siwon menggeser kursi yang didudukinya, membawa dirinya untuk berdiri dia mulai membereskan piring-piring dimeja yang telah bersih dari makanan dan membawanya ke kitchen sink yang tergabung dengan kitchen cabinet.

"aku akan menelpon nanti" Kyuhyun melirik kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 08.15 KST. "Di Manchester sudah pukul 5 sore. Mommy pasti sedang melakukan ritualnya" Kyuhyun membuka lemai es, mengambil satu botol air mineral dan menegaknya hingga menyisakan setengahnya.

Daddy dan Mommy adalah orang tua siwon, daddy adalah hyung dari appa Kyuhyun, yang berarti mereka adalah samchon dan imo Kyuhyun. Tapi Kyuhyun juga memanggil mereka dengan sebutan daddy, karna saat pertama kali pindah dari korea ke Manchester appa Kyuhyun yang tidak terbiasa menjadi single parent apalagi mengurus anak yang masih berusia 5 tahun menitipkannya pada orang tua Siwon.

Entah karna Kyuhyun yang kelewat imut atau karna orang tua siwon yang benar-benar merindukan sosok anak –lagi- yang tidak bisa didapatkan karna alasan kesehatan mommy siwon, Hubungan antara Kyuhyun dan keluarga Siwon berlangsung sangat alamiah, benar-benar seperti Kyuhyun adalah anak kandung mereka. Bahkan siwon kecil beberapa kali merajuk karna merasa Mommynya lebih menyayangi Kyuhyun, tapi tak urung ia juga sangat menyayangi Kyuhyun.

.

"Jadi bagaimana dengan perubahan identitasmu, have you managed it?" Siwon mengalihkan pandangan dari layar tv lcd-nya ke arah kyuhyun yang sibuk dengan PSP-nya

"not yet" Kyuhyun bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari benda kotak persegi itu.

"Seingatku, itu hal pertama yang ingin kau lakukan saat tiba di korea" Siwon mengernyit heran, sehingga beberapa lipatan timbul disekitar dahinya.

Kyuhyun hanya mengedikkan bahu ringan sebagai jawabannya, fikiran dan matanya hanya terfokus pada serdadu-serdadu yang tengah berperang dilayar Psp yang dikendalikannya. Siwon benar-benar dibuat jengkel karnannya hingga ia menarik psp kyuhyun hingga beralih kegenggamannya.

"YAIISH" Kyuhyun berteriak dengan kesal

"aku berbicara denganmu Kyu"

"Why should you care about it? I think It isn't something important, hyungie!" Kyuhyun mengalihkan pandangan matanya dari Siwon. Mengantisipasi Siwon dapat menebak sesuatu yang salah dalam dirinya. Siwon cukup sensitive tentang Kyuhyun, dia dapat mengerti Kyuhyun saat orang lain tak memahami itu.

Kyuhyun menarik psp digenggaman Siwon ketika Siwon lengah. Siwon tidak memperdulikannya dia terus menatap Kyuhyun, mencari sesuatu yang salah pada Kyuhyun "Stop staring like you wanna bite me."

Siwon lagi-lagi tak menanggapinya, matanya terus mengikuti pergerakan kyuhyun.

"YAK! HYUNGG!" Kyuhyun kesal juga, Siwon terus menerus menatapnya seolah dia adalah terdakwa yang akan diadili.

"Kyu Something gone wrong?" Siwon merendahkan suaranya, dia tahu terjadi sesuatu pada Kyuhyun

"i want back to Manchester, and reach my dream" jawab Kyuhyun acuh tak acuh

"YAK! Aku mati-matian menyelesaikan sebuah proyek dengan hasil yang mengagumkan hanya agar ditugaskan di Seoul untuk bisa menemanimu. Dan ketika aku disini kau justru ingin kembali kesana?" Siwon melotot kesal.

"aku sudah melarangmu untuk mengikutiku kemari CHOI SIWON" Kyuhyun memberi penekanan pada nama Siwon.

Siwon kembali menarik Psp kyuhyun, sehingga Kyuhyun mengacak rambutnya kesal. "sekali ini saja Kyu. Tolong dengarkan aku, temani aku disini hingga aku punya peluang untuk kembali ke Manchester" Siwon berucap dengan sangat rendah, matanya menatap sejuruh ke retina Kyuhyun, dengan pandangan memohon membuat Kyuhyun bahkan tak bisa berkutik.

"1 Tahun, tidak lebih" Kyuhyun menarik Psp dari tangan siwon, mengangkat tubuhnya dari Sofa, dia berjalan mencapai kamarnya

"Kyu" Siwon menghentikan langkah ketiga Kyuhyun, memaksa Kyuhyun berbalik menlihatnya

"eum?"

"are you pretending nothing happen, Kyu?"

"Cish!" Kyuhyun berdecak sebelum kembali melanjutkan langkahnya.

.

.

Ini adalah gelas margarita kedelapan yang telah diteguk Kyuhyun, dan pemuda itu masih terus mengoceh dengan sepenuh emosi tentang keluarganya.

"Berikan aku satu gelas lagi!" ceracau Kyuhyun dengan suaranya yang parau, kemudian matanya yang nyaris terpejam menatap galak pada bartender bertubuh bak binaragawan.

"Kau sudah cukup mabuk tuan" Bartender yang diperintahkan Kyuhyun mencoba untuk menahannya.

"Shut that fuck up!" Kyuhyun berseru kasar, dan dari mata cokelat karamelnya, kelihatan sekali bahwa lelaki itu marah. "Shut that fuck up, you little brat!" Kyuhyun membuka dompetnya, menari beberapa lembar uang won, meletakkannya diatas meja bertender, kemudian melangkahkan kakinya menjauh.

.

.

Kyuhyun berjalan dengan Langkah yang serampangan, seperti orang mabuk pada umumnya yang kesadarannya telah hilang hingga tanpa sadar dia menabrak seseorang di trotoar. Yang ditabrak langsung jatuh tersungkur ke mengernyit, menatap pria yang jatuh itu seolah pria yang jatuh itu adalah sosok manusia rendahan.

"Hei Bocah! Perhatikan jalanmu" teman orang yang ditabrak tampak marah dan menuding kyuhyun dengan telunjuk kanannya.

Yang ditabrak Justru terlihat kaget dan sontak bergegas berdiri. "Marcus-ah. Gwenchana" Donghae mengernyit ketika hidungnya menangkap bebauan alcohol yang tajam.

"kau mengenalnya Donghae?" Eunhyuk –teman Donghae- menatap Donghae bingung. Saat akhirnya Donghae mengangguk menjawab pertanyaan Eunhyuk.

"dia temanku" bukannya menhilangkan tatapan bingung, tatapan Eunhyuk bahkan berubah menjadi kaget.

"ba-ba-bagaimana bisa kau berteman dengan—" Eunhyuk terdiam ketika Donghae menarik Kyuhyun kesisinya. Tubuh Kyuhyun nyaris tersungkur jika tidak dipegang oleh Donghae.

"apa yang harus kita lakukan dengan anak ini?" Eunhyuk membantu Donghae yang kesushan menahan Kyuhyun.

"tentu saja mengantarnya pulang kerumahnya"

"kau tau dimana rumahnya?" pertanyaan Eunhyuk menyadarkan Donghae, bahwa ia belum mengetahuui rumah Kyuhyun,

Nada dering terdengar menyahut disaku celana Kyuhyun, Donghae bergegas menggapainya.

"Masiwon" Donghae membaca Id pemanggil dan segera mengangkatnya,

"yoboseo?" Donghae meletakkan benda 4 persegi itu ditelinga kirinya.

Siwon mengernyit mendengar suara asing diseberang sana. Menarik benda pipih dari telinganya, siwon membaca id orang yang ditelponnya. Alisnya bertatut menjadi satu ketika melihat nama Kyuhyun tertera disana. 'mengapa suaranya terdengar asing' batin siwon.

"Bisa aku berbicara dengan Kyuhyun?" tanya Siwon to the point. Ia tidak sadar dia baru saja membuat kesalahan fatal dengan menyebut nama Kyuhyun

.

.

Tebeseh

Cepetkan ? Cepaetkan updatenya :D
Mau bilang Makasih udah nyempeti waktu untuk baca cerita absurd ini. ikha bakal lebih makasih lagi kalau kalian nyempeti buat ninggali jejak. ikha ngebet update cepet jadi buat Reviewnya aku balas ntar ya, ikha lagi banyak tugas ni dari kampus -'

buat yang belum ngerti alur ceritanya, ikha minta maaf karna ketidak jelasan cerita jelasi dikit aja ya. jadi orang tua kyuhyun itu udah pisah. Kyuhyun ikut appanya dan Jung Soo ikut eommanya, terus eomma Jung Soo nikah lagi, sehingga Jung Soo punya adik yaitu Donghae. sama Donghae nama Jung Soo diubah menjadi Leeteuk. lagi, iKha minta maaf ya. gomawo buat perhatiannya. ikha permisi dulu^^