Don't Remember Me

Cast:

Kyuhyun, Kibum, Jungsoo, Heechul , and others

Brothership

.

Enjoy Reading

.

"Ayo Hyun, cepatlah atau akan kutinggal!"

"Diamlah Bum, aku masih mengikat sepatuku," Kibum mendengus sebal melihat saudara kembarnya itu masih saja berkutik dengan tali sepatunya sedari tadi.

"Ya! Apa yang kau lakukan eoh?"

"Aku membantumu mengikatnya, sudah diam saja. Kau itu kenapa susah sekali mengikat tali sepatu dengan cepat eoh? Bagaimana kalau aku tidak ada," Kyuhyun menggembungkan pipinya mendengar ceramah dari kembarannya itu.

"Kau menyebalkan Bum,"

"Sudah, sekarang ayo cepat," Kyuhyun segera berdiri dengan mengejar Kibum yang sudah berjalan lebih dulu.

"Kau akan terlambat jika tidak bergegas mengikat sepatumu Kyu," tepukan di bahunya membuatnya tersadar dari lamunannya. Kyuhyun mendongakkan kepalanya ke arah Jung soo yang kini berdiri disamping tubuhnya.

"Aku tahu hyung, sebentar lagi Kyu akan segera selesai mengikat tali sepatu ini," Kyuhyun kembali fokus pada tali sepatunya yang sejak beberapa menit yang lalu belum juga terikat dengan benar.

Jung soo yang melihat hal itu langsung berjongkok dan membantu anak itu. "Sini, hyung bantu," Kyuhyun akhirnya membiarkan hyungnya itu mengikatkan tali sepatunya.

Dulu saat Kibum dan dirinya masih bersama, saudara kembarnya itu selalu membantunya mengikat tali sepatu. Bukannya dia tidak bisa, hanya saja dia selalu bingung saat mengikatnya, hal itu membuat Kibum meragukan kejeniusan Kyuhyun.

Disamping itu Kyuhyun sangat menyukai cara Kibum mengikat tali sepatunya, dia mencoba mengikat sama seperti Kibum melakukannya. Tapi selalu berakhir berantakan. Alhasil, dia membutuhkan setidaknya beberapa menit lebih hanya untuk mengikat tali sepatu.

"Gomawo hyung," Kyuhyun berdiri sambil memperhatikan tali sepatunya yang sudah terikat rapi. Gaya mengikat Jung soo dan Kibum berbeda, hal ini membuatnya merindukan saudara kembarnya itu.

"Hari ini kau ada pelajaran olah raga kan? Ingat Kyuhyun-ie kau-"

"Tidak boleh terlalu lelah dan tidak boleh memaksakan diri. Aku tahu hyung, jangan khawatir." Kyuhyun langsung memotong ucapan Jung soo karena sudah hafal petuah hyung-nya itu. Jung soo hanya tersenyum maklum dan mengucak surai anak itu.

"Iissh hyung, hentikan itu, hyung mengacaukan rambutku,"

.

.

"Kyuhyun-ah!" seruan itu membuat Kyuhyun menoleh ke sumber suara. Ternyata Donghae dan Eunhyuk serta Kibum yang ditarik tangannya oleh keduanya. Kyuhyun terkekeh kecil melihat hal itu.

Mereka kini sedang berada di lapangan basket. Karena memang jadwal pelajaran olahraga kali ini merupakan basket.

"Kalian dari mana?" tanya Kyuhyun pada mereka bertiga.

"Ah, tadi kami diminta membantu Jung seonsaengnim mengambil bola," Kyuhyun mengangguk saja mendengar penjelasan Donghae.

Saat Donghae dan Eunhyuk sudah beranjak dari sana untuk mengambil bola basket untuk berlatih, Kyuhyun hanya berdiri di samping Kibum.

"Bukankah kau sangat menyukai bermain basket, Bum?" Kyuhyun menoleh kearah Kibum disampingnya. Kibum mengernyitkan dahi saat mendengar pertanyaan itu.

"Tidak," jawabnya.

"Benarkah? Kenapa kau tak masuk tim basket sekolah saja?"

"Kau tak tahu apapun tentangku, Kyuhyun-ssi," Kyuhyun meniup poninya mendengar panggilan formal dari Kibum. Tidak bisakah saudara kembarnya itu tidak menggunakan suffix-ssi seperti itu. Gerutu Kyuhyun.

"Ya! Bum-ah kenapa meninggalkanku begitu saja eoh?" teriak Kyuhyun. Membuat teman-temannya menoleh kearahnya, Kyuhyun hanya tersenyum manis untuk menutupi rasa malunya. Kibum tiba-tiba saja meninggalkannya sendiri, Kyuhyun akan mengejarnya tapi dia malah tersandung. Saat melihat kebawah ternyata tali sepatunya terlepas.

"Aishh, kenapa lepas? Bagaimana ini?" Kyuhyun berjongkok untuk membetulkan tali sepatunya. Tiba-tiba Jung seonsaengnim-guru olahraga mereka- memanggil mereka semua untuk berkumpul. Hal itu membuat Kyuhyun panik, tali sepatunya belum terikat dengan benar, dan teman-temannya sudah berkumpul semua.

Sebuah tangan tiba-tiba mengambil alih tali sepatunya. Saat dia mengangkat wajahnya matanya membulat. Itu tangan milik Kibum. Anak itu langsung pergi begitu saja dan berkumpul dengan yang lain setelah selesai membantu Kyuhyun.

"Kyuhyun-ssi kau akan tetap diam saja disana?" seruan dari gurunya membuat Kyuhyun tersadar dari lamunannya. Dia segera berdiri dan berkumpul bersama yang lain. Saat telah berada disamping Kibum. "Terima kasih, Bum."

Kibum yang mendengar ucapan itu tersenyum kecil bahkan hampir tak terlihat. Sebenarnya dia tak benar-benar meninggalkan Kyuhyun, saat dia berbalik, dia melihat anak itu bingung dengan tali sepatunya. Tanpa disadarinya dia sudah berjalan menghampiri dan membantunya. Dia bahkan tidak tahu, bagaimana bisa dia berlaku seperti itu. Dia adalah orang yang cuek, tapi secara spontan dia malah melakukan sesuatu yang bukan menjadi kebiasaannya.

Sebelum olahraga hari itu dimulai, mereka semua diminta untuk melakukan stretching dan juga berlari berkeliling lapangan beberapa kali. Setelahnya mereka semua diminta berlatih melakukan beberapa teknik dasar dalam permainan basket sebelum dilakukan penilaian untuk itu.

Kyuhyun yang memang tak begitu menyukai basket tampak menggembungkan pipinya. Biasanya dia hanya menonton di pinggir lapangan saat menunggui Kibum yang sedang berlatih tapi sesekali dia juga pernah menemani bermain.

"Kalau permainan ini Bumbum lebih jago dariku," monolognya. Tangannya memantul-mantulkan bola yang ada di tangannya.

Kyuhyun menoleh ke arah saudaranya itu yang berdiri tak jauh darinya. Tampak Kibum sedang melihat ke arah ring basket. Pandangannya tampak sulit diartikan. 'Apa yang dipikirkannya sampai seperti itu?'Dia melemparkan bola ditangannya ke arah Kibum, reklek yang bagus membuat dia bisa menangkap bola dengan baik. Kyuhyun tersenyum senang melihat hal itu.

"Jangan melamun, Bum. Kita semua disuruh berlatih," seru melepar balik bola ditangannya ke arah anak itu. Kyuhyun tersenyum senang melihat hal itu.

Suara Jung seonsaengnim terdengar meminta mereka berpasangan untuk berlatih. Karena siswa yang lain sudah memiliki pasangan, tinggal Kibum dan Kyuhyun yang tidak punya. Sehingga Kibum terpaksa menerima dipasangkan dengan Kyuhyun. Hal itu tentu saja membuat Kyuhyun senang, membuatnya berusaha keras menyembunyikan senyumnya.

Setelah penilaian selesai dilakukan, Kyuhyun tampak meperhatikan Kibum yang menselonjorkan kakinya terpisah dari yang lain.

Saat itu, Kyuhyun menoleh ke arah Kibum. Dia memperhatikan saudara kembarnya itu dengan seksama. Tampak Kibum sedang memegangi lututnya beberapa kali, mungkin bagi yang lain hal itu adalah hal yang biasa. Tapi tidak bagi Kyuhyun, dia sangat peka terhadap apa yang terjadi pada saudaranya itu.

"Kau baik-baik saja?" suara Kyuhyun membuat Kibum segera menormalkan ekspresi dan gestur tubuhnya. Dia tidak ingin orang lain tahu bahwa lututnya terasa sedikit nyeri, terutama di depan teman 'baru'nya itu. Kibum tidak menjawab dan memilih menjauh dari Kyuhyun.

Hal itu membuat Kyuhyun semakin penasaran. Dia akan menanyakan pada Jung soo nanti.

.

.

Saat dia sudah keluar gerbang sekolahnya, dia melihat sekeliling. Tak jauh dari tempatnya berdiri dia melihat seseorang yang sangat dikenalinya. Dia sedang berdiri bersandar di halte bus tak jauh dari sana. Sebuah ide terlintas di kepalanya membuatnya menampilkan evil smirk diwajahnya.

Kyuhyun berdiri disamping Kibum yang sedang menunggu kedatangan bus yang akan membawa mereka pulang. Bus yang digunakan Kyuhyun dan Kibum berbeda karena memang tujuan mereka berbeda.

Tapi saat bus yang akan membawa Kibum tiba lebih dulu, Kyuhyun mengikutinya. Kibum yang menyadari Kyuhyun dibelakangnya menaikkan sebelah alisnya, walaupun tak mengatakan satu katapun. Dia memang memilih tidak peduli. Berpikir mungkin ada tempat yang ingin dikunjungi Kyuhyun.

Kyuhyun yang melihat Kibum duduk dua barisan dari belakang disamping cendela, mengikutinya dan duduk disebelah anak itu. Kibum tak menyadari hal itu karena dia melihat keluar cendela. Saat dia menoleh ke sampingnya, matanya membola.

"Kenapa kau duduk disini?" ucap Kibum ketus. Kyuhyun hanya menunjuk ke depan dan belakang mengisyaratkan tidak ada kursi kosong yang tersisa. Melihat hal itu, Kibum salah tingkah tapi dia berusaha menutupinya dengan memandang keluar cendela.

Pikirannya sedang menggurutu panjang pendek, mereka memang memiliki kebiasaan yang sama. Bedanya Kibum hanya menggurutu dalam diam, sedangkan Kyuhyun akan mengucapkannya walaupun dengan suara yang sangat kecil. Ekspresi Kibum membuat Kyuhyun bersorak dalam hati karena tahu Kibum sedang jengkel padanya, mungkin bagi orang lain ekspresi itu biasa saja, tapi bagi Kyuhyun hal itu merupakan salah satu tingkah lucu Kibum.

Saat bus sampai di halte tujuan Kibum. Kyuhyun mengikuti dibelakangnya. Sebenarnya bukan mengikuti, hanya saja tempat tujuan yang dituju sama seperti tujuan Kibum. Tentu saja Kibum tak tahu menahu tentang hal itu.

Kibum tiba-tiba berhenti mendadak dan menoleh ke arah belakang. Menatap tajam ke arah Kyuhyun. "Apa? Kenapa tiba-tiba berhenti, Bum?" tanya Kyuhyun.

Anak itu memandang Kibum dengan tanda tanya besar. Kyuhyun memiringkan kepalanya bingung dengan sikap Kibum.

"Apa yang lakukan?" tanya Kibum kemudian.

"Berjalan tentu saja, apa lagi?" jawaban Kyuhyun membuat Kibum kesal.

"Maksudku kenapa kau berjalan mengikutiku? Bukankah rumahmu bukan di daerah sini?"

"Aku tidak mengikutimu, Bum." Kyuhyun tersenyum lebar. Dia berjalan mendahului Kibum yang masih berdiri mematung di tempatnya.

Saat rumah Kibum sudah terlihat, anak itu segera memasuki gerbang rumahnya melewati Kyuhyun. Dia berdiri di depan Kyuhyun menghentikan langkahnya.

"Sekarang apa? Kau bilang tak mengikutiku? Tapi nyatanya kau berdiri didepan gerbang rumahku," Tiba-tiba Kyuhyun mencubit pipi Kibum gemas.

"YA! Apa yang kau lakukan eoh?" protes Kibum kesal setelah berhasil melepaskan tangan Kyuhyun dari pipinya. Kyuhyun tertawa senang melihat hal itu. Kebiasan Kyuhyun yang nyatanya tak bisa hilang, saat melihat Kibum sedang kesal padanya.

"Eoh? Kibumie, kau sudah pulang? Hei little evil kau datang juga ternyata, apa yang kau lakukan eoh?" Sebuah suara terdengar menginterupsi perdebatan mereka.

"Hai hyung, lihat ini Bumbum menghalangiku, dia tak mengizinkanku masuk," Kibum melotot. Hei, tentu saja Kibum tidak suka dituduh seperti itu. Dia menghalangi anak itu masuk karena dia merasa tak mengundang anak itu. Mana tahu dia kalau hyung-nya mengenal Kyuhyun. Anak itu tak pernah mengatakannya kalau ingin bertemu hyung-nya, lagipula kalau dia mengatakannya, Kibum tentu tidak akan mengizinkan begitu saja.

.

.

"Kau tampak senang evil? Apa yang kau lakukan padanya eoh?" Kyuhyun mengukir evil smirk-nya. Saat ini dia dan Heechul sedang ada di ruang tengah. Kibum sudah masuk ke dalam kamarnya. Jadi mereka tidak khawatir Kibum akan mendengar apa yang mereka bicarakan. Kibum memang tinggal bersama Heechul sejak kejadian 3 tahun lalu.

"Dia mungkin tidak mengingatku, tapi menggodanya sangat menyenangkan hyung," kekeh Kyuhyun. "Dia mengira aku mengikutinya tadi, walaupun sebenarnya memang benar. Tapi jika saja dia bertanya kenapa aku berada disini aku berkata akan bertemu denganmu saja,"

Pletak

"Awww... kenapa hyung memukulku? Aishh..."

"Kenapa kau melibatkanku hanya untuk menggodanya," Kyuhyun menyengir lebar melihat Heechul protes padanya.

"Itu kan alibi hyung, alibi... hehe. Oh iya hyung, kau pasti tahu kan apa yang terjadi pada kaki Kibum? Dia tampak kewalahan tadi saat bermain basket untuk penilaian, kenapa aku tidak tahu?"

"Jika soal itu, tanya saja pada Jung soo, lalu bagaimana denganmu, memangnya kau tidak kewalahan bocah. Dibandingkan dia, kau lebih mengkhawatirkan!"

"Aishh... aku baik-baik saja sekarang. Ayolah cepat beritahu Kyu, hyung kan tahu, kenapa bukan hyung saja yang memberitahuku eoh?" Kyuhyun mencebikkan mulutnya, matanya mengeluarkan jurus puppy eyes andalannya.

Pletak

"Awww... kau kejam hyung," tangannya mengelus kepalanya yang untuk kedua kalinya mendapat hadiah manis dari evil hyung-nya itu.

"Rasakan, jangan seperti anak anjing, aku tak akan terpengaruh setan kecil!" Pipinya menggembung mendengar julukan itu.

"Sudahlah sebaiknya Kyu pulang saja," Kyuhyun segera beranjak berdiri. "Yasudah sana," ucap Heechul.

Tapi langkahnya terhenti saat melihat Kibum berdiri di ujung tangga. "Eoh, hai Bum... aku akan pulang sekarang, Sampai jumpa besok" Kyuhyun melambaikan tangannya pada anak itu. Heechul segera mendorong anak itu untuk segera berjalan sehingga mendapatkan protesan dari Kyuhyun. Kibum yang melihatnya tersenyum kecil, walaupun dia segera menghilangkannya. 'Aishh... dia benar-benar. Bagaimana bisa anak baru itu membuatku jadi seperti ini?'

.

.

"Chul hyung, bagaimana hyung bisa mengenal dia?" tanya Kibum saat mereka sedang makan malam. Saat ini mereka hanya berdua saja, karena orang tua Heechul berada di luar negeri untuk mengurus cabang perusahan mereka selama sebulan.

"Maksudmu Kyuhyun?" Kibum menggangguk. "Kalian tampak akrab." ucap Kibum pelan.

Heechul mengernyitkan dahi. "Kenapa? Kau cemburu?"

"Mwo? Mana mungkin?" Kibum mengalihkan pandangannya pada makan malamnya.

"Haha... Kau tampak lucu seperti itu, jarang-jarang aku melihatnya." Heechul tartawa senang melihat ekspresi Kibum. Jarang-jarang dia melihatnya. Sepertinya kedatangan Kyuhyun membawa dampak baik pada Kibum. Dia jadi sedikit lebih ekspresif. Ya, hanya sedikit.

"Hentikan menggodaku hyung,"

Heechul segera menghentikan tawanya dan menjelaskan. "Dia adalah adik temanku, kau ingat Jung soo bukan?" Kibum menggangguk.

"Aku kira Jung soo hyung tak memiliki adik," Kibum sedikit berpikir.

"Kau hanya belum pernah tahu, sudahlah makan saja makan malammu,"

.

.

Setelah makan malam, Kyuhyun menghampiri Jung soo yang saat itu sedang berkutat dengan beberapa dokumen pasien di ruang tengah.

"Hyung, boleh Kyu bertanya?"

"Tentu saja boleh, apa yang ingin kau tanyakan hemmp?"

"Hyung, bisakah hyung katakan padaku apa yang terjadi pada kaki Kibum. Bukankah hyung bilang dia hanya mengalami amnesia? Kyu sudah bertanya pada Heechul hyung, tapi dia malah memintaku untuk bertanya padamu,"

Jung soo segera meletakkan dokumen yang dipegangnya dan melepas kacamata yang dikenakannya. Dia menghela napas panjang. "Kibum mengamil cedera ACL-Anterior Cruciate Ligament-" ucapnya.

"M-mwo? Hyung bercanda kan?" melihat keseriusan hyung-nya membuat Kyuhyun mengusap wajahnya kasar.

"Kumohon hyung, jelaskan padaku," lanjutnya. Kyuhyun menatap tajam ke arah hyung-nya itu untuk menuntut jawaban.

"Cedera ACL merupakan cedera pada ligamen utama yang mengubungkan tulang betis dan kering. Cidera ini didapatkannya dari benturan keras pada kejadian 3 tahun yang lalu, untuk kasus Kibum dia harus menjalani rekonstruksi. Tapi walaupun begitu kondisi lututnya itu tak bisa kembali seperti semula," Kyuhyun hanya bisa diam mendengar penjelasan hyungnya.

"Kenapa hyung tak menceritakan hal itu padaku sejak awal?" suaranya terdengar bergetar.

"Hyung hanya tidak ingin hal ini menambah beban pikiranmu, Kyu" Kyuhyun dapat merasakan matanya memanas, walaupun dirinya berusaha menghentikannya, tapi aliran air mata itu tak bisa dibendungnya.

"Tapi aku berhak tahu hyung?"

"Sama halnya yang kau lakukan pada Kibum, Kyu. Kau tidak memberitahunya segala hal yang dilupakannya. Kau juga tidak ingin dia terbebani jika tahu apa yang telah terjadi, karena tak ingin dia mengetahui kenyataan pahit yang terjadi pada saudaranya. Maafkan hyung, Kyuhyun-ie." Jung soo menggenggam tangan bergetar adiknya itu.

"Kumohon Kyuhyun-ie~, beritahu dia," Kyuhyun mengalihkan pandangannya kearah lain, tak ingin memandang Jung soo yang menatapnya lekat.

Sesaat kemudian Kyuhyun menggeleng. "Tidak hyung, kumohon jangan paksa aku untuk hal ini." Jung soo menghela nafas panjang, dia mengerti bahwa Kyuhyun membutuhkan waktu. Tapi Jung soo sadar, cepat atau lambat Kibum akan mengetahui semuannya. Walaupun dirinya dan Heechul berusaha menutupi hal itu, tapi pasti ada saat semua terbongkar.

Melihat Kyuhyun yang terdiam dengan air mata yang sudah mengalir, Jung soo dapat menebak apa yang sedang dipikirkan adiknya itu. "Kyuhyun-ie~, bukan salahmu akan apa yang terjadi di masa lalu. Itu semua takdir, apa yang terjadi padamu, pada Kibum, serta pada appa dan eomma! Jangan salahkan dirimu atas apa yang telah terjadi," Jung soo membawa Kyuhyun dalam pelukannya. Membiarkan anak itu menangis.

.

.

Kyuhyun beberapa kali mebolak-balikkan badannya ditempat tidurnya, dia tidak bisa tidur. Walaupun sesungguhnya dia sangat lelah apalagi setelah menangis tadi. Pembicaraannya dengan hyungnya masih terngiang-ngiang menyita seluruh pikirannya. Kyuhyun tahu hyung nya benar, tapi dia masih tetap pada pendiriannya, Kyuhyun tak ingin saudara kembarnya mengingat semua itu.

"Maafkan aku, Bum-ah," lirihnya. Hal yang menjadi ketakukan terbesarnya adalah reaksi Kibum saat mengetahui hal yang telah terjadi. Apakah setelah Kibum mengingat semuanya, dia akan membencinya? Pertanyaan itu selalu saja berputar dikepalanya.

Suara langkah kaki yang mendekat mengalihkan perhatian Kyuhyun dari langit-langit kamarnya.

"Kau belum tidur Kyu? Jangan memikirkan seseuatu yang akan membuat tubuhmu lelah, Kyu," Elusan tangan Jung soo di rambutnya sungguh membuatnya nyaman.

"Aniyo~, aku hanya belum mengantuk,"

"Kau tak bisa berbohong pada hyung, Kyuhyunie~. Kau tahu, walaupun aku tidak memiliki hubungan darah sedikitpun denganmu. Tapi sedikit banyak hyung tahu bagaimana dirimu," Jung soo tersenyum.

"Hyung, apa Kibumie tahu tentang kesukaannya pada basket?" tanya Kyuhyun.

"Ne, dia mengetahuinya," jawaban itu membuat Kyuhyun menahan nafasnya.

"Lalu bagaimana saat dia tahu tentang kakinya?"

"Jangan khawatirkan itu," Jung soo tersenyum dan menyentil hitung mancung Kyuhyun untuk membuatnya rileks.

"Dia menemukan hobi baru yang menjadi kegemarannya saat ini. Bahkan hyung yakin, kau akan sangat bangga padanya."

"Benarkah? Apa itu? Beritahu aku cepat,"

"Kau akan segera tahu Kyuhyun-ie~," Jung soo mengucak surai anak itu dan menaikkan selimutnya sebaatas dada.

"Aishh... tidak Heechul hyung, tidak Jung soo hyung, kalian sama saja, sama-sama membuatku penasaran." Jung soo tertawa mendengarnya.

Beberapa saat kemudian Kyuhyun telah tertidur dengan Jung soo yang masih duduk di pinggir ranjang memperhatikan adiknya itu. Jung soo sudah menganggap Kyuhyun seperti adiknya sendiri. Dia tak peduli mereka tak memiliki hubungan darah sekalipun.

.

TBC

Zi jadi gemes klo reader salah nebak, pingin segera nulis kelanjutannya... haha Tapi jadi geregetan kalo bisa nebak ceritanya... #plak XD *uyel2pipiKyu

Readerduel(?) mianhe kalo terjadi perubahan dikit-dikit, soalnya zi juga bolak balik buat ngedit. wkwkwk kadang baca di Ms word sama baca setelah update beda sensasinya... Jadi jika kalian baca ulang ada perbedaan, itu emg habis di edit tapi nggak banyak kok... XD

Thanks to:

Rahma94/ kyuli 99/ cuttiekyu/ Desviana407/ septianurmalit1/ gnagyu/ mifta cinya/ Awaelfkyu13/ dewidossantosleite/ ekha sparkyu/ Sparkyubum/ selvikyuu/ Shin Ririn1013/ Shofie Kim/ Choding/ Guest/ erka/ Guest/ kyuna/ fanekyu/ Guest/ SuJuELF/ borntobesnower/ sofyanayunita1/ aya

Mianhe, jika ada yang belum disebutkan, kemungkinan reviewnya belum masuk bagi yang tidak memiliki akun, karena akan muncul 2 hari kemudian.

Baca review bikin seneng banget, jadi bisa tahu gimana tanggepan kalian tentang ff yang Zi buat. Jadi tambah semangat dan termotivasi.

Terima kasih yang telah membaca, mereview, favorite dan follow

#DeepBowAlaKyukyu

^.^