Don't Remember Me

Cast:

Kyuhyun, Kibum, Jungsoo, Heechul , and others

Brothership

.

Enjoy Reading

.

3 years ago

"Ingin makan sesuatu yang lain Kyuhyun-ie?" suara sang eomma mengalihkan Kyuhyun dari makan malam yang sedari tadi hanya dimakannya sedikit-sedikit.

"Aniyo eomma, ini sudah cukup," Kibum hanya melirik sekilas.

"Kau sakit sayang? Wajahmu terlihat sedikit pucat,"

"Aniyooo, Kyu baik-baik saja eomma, hanya merindukan Jung soo hyung," Kyuhyun berusaha tersenyum, walaupun tampak dipaksakan.

"Hei nak, Jung soo akan pulang beberapa hari lagi, kita akan menjemputnya bersama di bandara nanti," sahut tuan Kim tapi tak urung membuat Kyuhyun cemberut. Pasalnya dia sudah sangat merindukan hyung-nya itu, sudah setahun mereka tak bertemu karena kesibukan Jung soo yang sedang melanjutkan study-nya di jurusan kedokteran di sebuah Universitas di Jepang.

"Kenapa Jung soo hyung harus jauh-jauh belajar kedokteran ke Jepang sich? Disini kan juga bisa," gerutunya.

"Jangan merengek hyun~" sahut Kibum sadis.

"Kau menyebalkan Bumbum,"

Nyonya Kim sudah akan mengatakan sesuatu lagi, saat suara telpon menginterupsi makan malam mereka. Tuan Kim segera beranjak dan mengangkat telpon. Beberapa saat tak ada yang memecah keheningan selain suara sang appa yang sedang menjawab telpon. Sayup mereka dapat mendengar helaan napas panjang dari Tuan Kim.

"Ada apa yeobo? Apa terjadi sesuatu?" Nyonya Kim bertanya saat suaminya telah kembali duduk ditempatnya.

"Kita harus segera ke perusahaan. Ada masalah yang terjadi,"

"Tapi inikan sudah malam," Kyuhyun mengiterupsi.

"Maafkan eomma sayang, tapi kami berjanji akan segera kembali ne," ucap Nyonya Kim sabar.

"Baiklah," akhirnya Kyuhyun mengalah. Perasaannya sungguh tak enak, dia tak ingin orang tuanya pergi. Kibum tak mengatakan apapun, walaupun sesungguhnya dia juga tak ingin orang tuanya pergi malam ini. Tanpa mereka sadari, Kibum juga merasakan perasaan yang sama dengan saudara kembarnya itu.

Mereka berempat kini telah berdiri di depan mobil. Si kembar berdiri berdampingan melihat kedua orang tua mereka akan masuk mobil.

"Eomma~ Appa~" panggilan itu menghentikan langkah keduanya. Tiba-tiba saja Kyuhyun berlari dan memeluk keduanya. Entahlah, Kyuhyun merasa dia menjadi sangat merindukan orang tuanya itu. Kibum mendekati mereka, memberikan pelukan hangat pada keduanya.

Tuan dan nyonya Kim tersenyum seraya membalas pelukan itu, tak lupa usapan lembut di kepala kedua anaknya.

"Bum-ah jaga adikmu ne," Kibum mengangguk.

"Tentu saja appa," Kyuhyun menggembungkan pipinya mendengar jawaban itu.

"Kyuhyun-ah dengarkan apa yang dikatakan Kibum-ie, bagaimanapun juga dia hyung-mu,"

"Umur kami kan sama, aku bisa menjaga diriku sendiri appa, lagipula Kyu akan menjaga Bumbum nanti," tuan Kim mengucak surai anak itu.

"Tapi tetap saja, adik kecil harus dijaga hyung-nya,"

"Aishh..." lihatlah betapa dia masih terlihat seperti bocah 5 tahun yang tidak diizinkan makan permen dengan bibir dipoutkan. Persis anak bebek.

"Sudahlah Hyun, kau kan memang adik kecilku," Kibum terkekeh kecil membuat Kyuhyun memberinya death glare terbaiknya.

"Baiklah, kami akan pergi sekarang, Jaga diri kalian baik-baik ne, kami akan segera kembali," Kibum dan Kyuhyun berdiri disana sampai mobil kedua orang tua mereka sudah tak terlihat lagi.

"Hyun, masuklah. Diluar dingin,"

"Aku tahu manusia es," jawab Kyuhyun ketus. Kyuhyun menghentakkan kakinya sambil memasuki rumah. Kibum heran, Kyuhyun tidak suka dianggap bocah kecil, tapi melihat kelakuannya membuatnya tak bisa meragukan jika Kyuhyun memang basih balita. Memikirkannya membuat Kibum tertawa.

.

.

Kibum mengalihkan perhatiannya dari tugas-tugasnya dan menolehkan kepalanya kearah sebuah gundukan selimut. Kibum beranjak dan menghampiri kasur Kyuhyun yang tepat berada disamping kasurnya.

Tampak tangan Kyuhyun yang masih memegang PSPnya dalam kondisi menyala, sepertinya anak itu tertidur saat sedang bermain. Kibum dapat mendengar nafas Kyuhyun yang terdengar berat saat dia hendak mengambil PSP nya dan membetulkan selimut anak itu. Kibum khawatir tentu saja. Kondisi Kyuhyun akan mudah sekali drop jika cuaca dingin, dan memang diluar akan turun hujan.

Kibum mengusap peluh di dahi Kyuhyun yang tertutup anak rambutnya. Dia menghela nafas saat merasakan suhu tubuh yang tidak biasa dari tubuh terbaring itu. Sepertinya dugaannya benar, Kyuhyun sakit. Dia demam sekarang, selain itu nafasnya terdengar berat, itu cukup mengkhawatirkannya. Ini terjadi jika cuaca berubah cukup drastis dan juga kelelahan.

"Kau sakit lagi Hyun~" lirih Kibum. Untuk membantu melancarkan nafas anak itu, dia meninggikan bantal yang digunakannya. Tapi justru pergerakan itu membuat Kyuhyun terbangun.

"Bum-ie,"

"Maaf membangunkanmu, Hyun," Kyuhyun menggeleng.

"Aku baik-baik saja, jangan khawatir," bahkan suara Kyuhyun menyerupai bisikan.

"Berhenti bicara, tunggu disini aku akan membawakan obat untuk menurunkan demammu," langkahnya terhenti saat tangan Kyuhyun mencekal pergelangan tangannya.

"Tunggu Bum, jangan katakan hal ini pada appa dan eomma, mereka sedang sibuk,"

"Tenang saja, aku akan segera kembali," Kyuhyun akhirnya melepaskan pegangannya.

Kyuhyun menatap punggung Kibum sendu. Perasaannya sejak tadi semakin terasa tidak enak, dan itu sungguh mengganggunya. Helaan nafas berat terdengar, rasanya sangat sulit untuk menarik oksigen disekitarnya. Tangannya sedikit mencengkram dadanya, dia tak ingin menunjukkannya didepan saudara kembarnya tentu saja. Begini saja sudah membuat saudaranya itu khawatir walaupun ekspresi wajahnya terlihat tenang, apalagi jika dia mengakui bahwa dadanya terasa nyeri.

Kibum menghela napas panjang, karena tak juga menemukan obat untuk Kyuhyun. Sepertinya persedian obat untuknya habis, itu membuatnya merutuki dirinya karena tidak ingat membelinya sebelum habis. Padahal dia tahu obat itu habis beberapa hari yang lalu.

Kibum kembali ke kamar dengan membawa kompresan dan juga air hangat untuk di minum anak itu. Biasanya ini akan sangat membantu untuk sedikit mengatasi sesak yang dialami Kyuhyun.

"Hyun, minumlah ini sedikit." Dia membantunya minum dengan sedikit mengangkat kepalanya. Kyuhyun tampak tersenyum berterima kasih disela rasa pusing yang menderanya.

"Obatnya habis, aku tidak menemukannya sama sekali dan aku lupa membeli persediaannya."

"Tak apa, aku baik-baik saja," suaranya terdengar lebih baik, walaupun nafasnya belum normal. Kibum meletakkan handuk kecil yang sudah basah dan diperasnya itu ke dahi Kyuhyun, dia melakukannya berulang kali untuk menurunkan suhu tubuhnya. Nafasnya sudah lebih teratur sekarang walaupun masih terasa cukup berat.

Suara getar handphone Kibum menandakan ada panggilan masuk. Melihat itu, Kibum segera mengangkatnya. Eomma's calling.

"Yeoboseyo~,"

"Bum-ah, apa kalian baik-baik saja?" Kibum melirik Kyuhyun sebentar, anak itu menggeleng untuk mengisyaratkan jangan mengatakan apapun tentang keadaannya pada orang tua mereka.

"Kami baik-baik saja eomma, tapi Kyuhyun sedikit demam, selebihnya dia baik-baik saja," Kyuhyun mendelik kepada Kibum karena mengatakan yang sebenarnya. Walaupun tidak seluruhnya dikatakan. Kyuhyun sudah akan memukul saudara kembarnya itu jika saja Kibum tidak menghindar.

"Ini, eomma ingin bicara padamu," Kyuhyun merengut.

"Yeoboseyo eomma," Kyuhyun bicara takut-takut.

"Kyuhyunie~ dengarkan eomma ne. Kami akan segera menyelesaikan urusan disni dan kembali ke rumah segera untuk melihat keadaanmu, jadi dengarkan semua yang dikatakan hyungmu ne,"

"Eomma, Kyu baik-baik saja, jangan terlalu khawatir. Sebaiknya eomma dan appa menyelesaikan saja urusan eomma, aku baik-baik saja bersama Bumbum, jadi tak perlu buru-buru pulang,"

"Kyu sayang, walaupun Kibum mengatakan kau hanya demam, tapi eomma tahu keadaanmu lebih dari itu, kalian tak bisa membohongi eomma sayang,"

"Baiklah, arrasso. Aku akan mendengarkannya." Kyuhyun memberikan handphonenya pada Kibum karena sang eomma ingin berbicara dengannya. Kyuhyun nampak melipat tangannya didepan dada.

"Hyun, kau sudah dengar apa yang dikatakan eomma, setelah ini lebih baik kau tidur. Aku akan keluar sebentar untuk membeli obat untukmu, dan juga apapun yang terjadi jangan kemana-mana. Aku tidak ingin sakitmu bertambah parah atau aku akan meyeretmu ke rumah sakit. Aku akan segera kembali,"

"Nde hyungie~ kau cerewet sekali," Kyuhyun menampilkan evil smirk nya karena berhasil menggoda Kibum. Kibum memang seperti ini jika menyangkut Kyuhyun yang sakit, dia bisa menjadi sangat cerewet dan itu membuatnya senang menggodanya.

"Hentikan menggodaku, Hyun." Kibum menatap tajam Kyuhyun, tapi hal itu justru membuat anak itu semakin ingin menggodanya.

"Arraso hyung"

Tak ingin kondisi Kyuhyun memburuk, dia harus segera membeli obat untuknya. Kibum segera mengambil jaket dan juga mantel, karena sepertinya diluar sudah mulai gerimis. Dia harus segera kembali sebelum hujan benar-benar turun.

"Bum," suara itu menghentikan langkah Kibum diambang pintu.

"Ada apa lagi, Hyun, tenang saja aku akan segera kem—"

"Hati-hati," Kibum tersenyum mendengarnya.

"Pasti,"

.

.

Kyuhyun berjalan sempoyongan menuju telpon rumah yang terus saja berdering, ia ingin mengabaikannya tapi sepertinya telpon itu sangat penting. Terbukti dari panggilan telfon yang tidak juga berhenti sejak beberapa saat lalu.

"Yeoboseyo~" Kyuhyun merasa dadanya terasa bertambah sesak mendengar kabar yang diterima. Kyuhyun tidak percaya apa yang akan di dengarnya ini.

Kyuhyun segera berlari kembali ke kamarnya, menjatuhkan begitu saja gagang telfon yang dipegangnya. Kyuhyun bahkan mengabaikan tubuhnya yang sedang demam dan kepalanya yang bertambah sakit. Yang ada dipikirannya saat ini adalah segera menemui Kibum dan pergi ke rumah sakit.

Air matanya sudah mengalir sejak tadi, dia bahkan tak berusaha untuk menghapusnya. Pikirannya kalut. Mendengar kabar kedua orang tuanya terlibat sebuah kecelakaan tunggal saat perjalanan mereka kembali ke rumah sungguh mengacaukan pikirannya. Inikah jawaban atas perasaan tidak enak yang dirasakannya sejak tadi.

Kyuhyun segera menghubungi Kibum. tapi ternyata anak itu tak membawanya dan justru ponselnya saat ini berada di meja nakas disamping kamar mereka. Dia ingat saat Kibum meletakkannya disana setelah menerima panggilan dari eomma mereka.

Kyuhyun segera berlari menuruni tangga, nafasnya bertambah berat tapi dia tak menghiraukannya.

"Ayolah hyung, angkat telponnya," saat ini dia berusaha menelpon Jung soo, tapi ternyata hyungnya itu tak mengangkatnya. Kemungkinan terbesar adalah Jung soo masih berada di rumah sakit tempanya magang saat ini. Tak juga mendapatkan jawaban Kyuhyun segera berlari untuk menyusul Kibum. Keadaannya yang sedang sakit ditambah hujan turun dengan sangat lebat, cukup menyulitkannya. Tapi, ia tak peduli akan semua itu.

...

Kibum sudah memegang sebuah bungkusan berisi beberapa obat yang dibutuhkan untuk Kyuhyun. Dia segera berjalan cepat menuju kerumahnya. Langkahnya terhenti saat enam orang menggunakan topi menghadangnya.

Dua orang dari mereka tiba-tiba saja memegang tangan Kibum, dia berontak melepas cekalan itu. Membuat bungkusan obat yang dipegangnya terjatuh. Kibum merasa, mereka memiliki maksud buruk padanya. Sekilas dia dapat mengenali siapa mereka. Mereka menyeret Kibum ke sebuah taman dengan danau didekatnya.

"Apa yang kalian inginkan dariku? Aku tidak memiliki urusan dengan kalian!" Kibum berusaha tetap tenang mendapati dirinya telah dikepung oleh lawan mainnya di pertandingan basket siang tadi. Sepertinya mereka tidak menerima kekalahan mereka. Selain itu mereka berenam membawa balok kayu di masing-masing tangan mereka.

'Aishh...Hyun membutuhkanku tapi kenapa harus ada mereka disaat seperti ini,'

"Kau telah mepermalukan kami di pertandingan hari ini, kami tidak mungkin membiarkanmu lolos begitu saja,"

"Apa mau kalian? Seharusnya kalian bisa menerima kekalahan kalian, bukan menjadi pecundang seperti ini." Kibum mengepalkan genggamannya menahan amarahnya, Kyuhyun membutuhkannya dan mereka benar-benar menghambatnya.

Mereka semua tersenyum sinis, tiba-tiba sebuah pukulan mereka layangkan ke arah Kibum. Refleknya yang bagus membuatnya bisa menghindari serangan itu dan membuat cekalan di tangannya terlepas. Serangan selanjutnya dilayangkan oleh dua orang yang tadi memegangnya, Kibum mundur beberapa langkah untuk menghindarinya. Tapi dia tak menyadari seorang dari mereka ada dibelakangnya.

Bugg

Pukulan yang cukup keras itu membuatnya jatuh tersungkur, kepalanya terasa sakit. Dapat dirasakannya sesuatu berbau anyir yang mengalir dari kepalanya yang terluka.

"Hahahaha, lihatlah sekarang siapa yang kalah," Kibum berusaha memfokuskan pandangannya yang kabur karena luka dikepalanya itu. Dia dapat melihat mereka berenam mengelilinginya. Pukulan bertubi-tubi dirasakannya diseluruh tubuhnya, kepalanya yang terluka membuatnya tak bisa berbuat banyak. Tangannya berusaha menutupi kepalanya yang sudah terluka itu.

"Akhhhh..." Kibum berteriak keras saat sebuah pukulan kerasa dirasakan di lututnya. Tangannya mencengkram kuat lututnya, rintihan sakit terdengar. Namun hal itu tak menyurutkan keinginan mereka berenam menghajar Kibum.

Pukulan selanjutnya sudah akan diterimanya, saat sebuah suara cukup keras terdengar di telinga Kibum. Ia mengangkat kepalanya yang tertunduk. Dapat dilihatnya sebuah batu berukuran sedang tergeletak tak jauh dari tempatnya berada.

Kibum ingin tahu siapa yang telah meleparkan sebuah batu ke arah orang yang akan memukulnya itu. Samar, Kibum melihat seseorang berdiri tak jauh dari mereka. Mata Kibum melebar. 'Kenapa bisa dia disini?'

Jantung Kibum terasa bendetak lebih kencang saat dia menyadari siapa itu. Itu Kyuhyun. 'Jangan kemari Kyu,'

.

.

Samar diantara hujan Kyuhyun dapat mendengar adanya keributan, sebenarnya dia ingin menghindarinya. Tapi satu suara yang dikenalinya sebagai saudara kembarnya membuatnya menghampiri mereka. Matanya terbelalak saat melihat pemandangan di hadapannya. Kibum, hyung sekaligus saudara kembarnya sedang dikeroyok yang dikenalinya sebagai lawan Kibum di pertandingan siang tadi.

"YA! APA YANG KALIAN LAKUKAN PADANYA!" tanpa sadar ia berteriak. Kyuhyun dapat melihat mereka berlima menoleh ke arahnya, senyuman sinis yang tampak diwajah mereka tak membuatnya takut.

"PERGI KYU!" suara itu membuat Kyuhyun melihat kearah Kibum. Dia terkejut melihat Kibum yang terluka. Kyuhyun sudah akan berlari ke arah saudara kembarnya itu saat suara Kibum menghentikannya.

"BODOH, Pergilah!" Kibum menatap tajam Kyuhyun. Kibum sangat takut, kondisi Kyuhyun sungguh mengkhawatirkannya. Dapat dilihatnya wajah saudaranya itu jauh lebih pucat sejak dia meninggalkannya dirumah.

Kyuhyun mengepalkan tangannya erat, dia tak mungkin meninggalkan dia sendiri. Kepalanya tertunduk dan dia mundur selangkah. Tapi kemudian, ingatan tentang keadaan orang tua mereka menyentaknya. Dia mengangkat wajahnya dan menatap tajam ke arah mereka.

Kyuhyun mengabaikan teriakan Kibum yang memintanya untuk pergi. Dia menghampiri Kibum, mengalungkan tangan anak itu pada lehernya. Kibum berontak, dia tak ingin saudaranya terluka. Tapi Kyuhyun tak menyerah dia akhirnya bisa membantu Kibum berdiri. Tak satupun frase keluar dari mulutnya.

Mereka berenam, hanya diam memperhatikan dua bersaudara itu. Mereka masih tersenyum sinis, saat Kyuhyun dan Kibum telah melangkah didepan mereka. Salah satu dari mereka mendorong kedua hingga terjatuh. Kibum yang merasa kepalanya semakin sakit dan pandangannya mengabur.

"Kyu, kau baik-baik saja kan?"

Kibum tak merasakan lagi pukulan benda tumpul yang diarahkan padanya, justru seseorang yang sedang memeluknya.

Bug bug bug

"Aaakkhhh~" Kibum mengangkat kepalanya dan dapat dilihatnya Kyuhyun yang sedang melindunginnya. tanpa disadarinya air matanya mengalir, Kibum jarang sekali menangis, tapi ketidak-berdayaannya melindungin adiknya dan justru sebaliknya membuatnya merasa tak berguna. Tapi, Kyuhyun tampak tersenyum diantara kesakitannya.

"Uhuk... Ugh..." Kyuhyun memuntahkan darah dari mulutnya. Dadanya terasa sakit tapi dia tetap bertahan untuk melindungi Kibum.

"Kyu~ ku-mohon pergilah," lirihnya. Kibum berusaha mendorong Kyuhyun untuk melepaskan pelukannya, tapi tak berhasil.

Salah seorang dari mereka melayangkan sebuah pukulan ke arah keduanya, Kyuhyun masih memeluk Kibum. Berusaha menghalau mereka memukul suadaranya.

BUG

"AKKKHHHH~" teriakan Kyuhyun sungguh membuat Kibum merutuki dirinya yang tak bisa menolong adiknya, dia ingat pesan kedua orang tuanya untuk menjaga adiknya. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Dia berusaha berontak lagi dan melepaskan pelukan Kyuhyun. Tapi pelukan itu sangat kuat, entah dari mana Kyuhyun mendapatkan kekuatan itu disaat kondisi tubuhnya yang jauh dari kata baik.

"Kumohon Kyu," Kyuhyun menggeleng di antara rasa sakit yang dirasakannya. Pundak kanannya benar-benar terasa sakit. Selain itu, paru-parunya terasa sulit memperoleh oksigen. Pandangannya mulai mengabur.

"Pisahkan mereka," sebuah suara yang merupakan pemimpin mereka membuat Kyuhyun semakin mengeratkan tangannya pada tubuh Kibum. Tapi sepertinya tenaganya tak sebanding dengan mereka semua.

Empat orang dari mereka memisahkan keduanya, Kibum dan Kyuhyun dipaksa berdiri oleh dua orang yang masing-masing memegang tangan mereka. Kibum berusaha membuka memusatkan pandangannya yang kabur untuk melihat keadaan Kyuhyun. Kibum bisa melihat Kyuhyun yang berusaha tersenyum diantara rasa sakit pada seluruh tubuhnya.

Kibum dapat melihat mata Kyuhyun melebar saat tubuhnya diseret kearah danau tak jauh dari tempat mereka saat ini. Kibum ingin berontak tapi kepalanya terasa sangat sakit, tenggorokannya terasa kering untuk mengeluarkan suara dan menenangkan adiknya semua akan baik-baik saja. Benarkah? Bahkan dirinya tak yakin akan hal itu.

"Le-lepas-kan a-ku..." Kyuhyun berontak, berusaha melepaskan cengkraman di kedua tangannya. Salah seorang dari mereka yang masih memegang kayu, tiba-tiba saja melayangkan sebuah pukulan ke arah Kyuhyun.

"Uhukkkk..." Darah semakin banyak keluar dari mulutnya. Hal itu membuat Kyuhyun tak bisa berkata apa-apa lagi, paru-parunya sudah sangat kesulitan mengambil oksigen semakin terasa sulit saat pukulan itu tepat mengenai dadanya. Samar, dia dapat melihat Kibum yang diseret ke arah danau.

Byurrr

Mereka yang menjatuhkan Kibum ke danau pergi begitu saja menghampiri pemimpin mereka yang tampak tersenyum puas. Dia mengisyaratkan pada teman-temannya yang lain untuk melepaskan tangan Kyuhyun, dan mereka meninggalkan keduanya.

"HAHAHA... RASAKAN ITU KIM KIBUM,"

Kyuhyun terjatuh saat dua orang yang memegangnya melepaskannya, dia berusaha bangkit untuk menolong Kibum.

"Bum... b-ber-ta-h-han-lah," Tak dipedulikannya tubuhnya yang terasa sakit, tulangnya yang terasa remuk, pundaknya yang cidera parah, dadanya yang tak dapat meraup oksigen. Yang ada dipikirannya saat ini adalah menolong Kibum.

Kyuhyun segera menceburkan tubuhnya ke dalam danau. Jauh, kenapa terasa sangat jauh sekali.

Grep

Kyuhyun berhasil memegang tangan Kibum dan membawanya kepermukaan, pandangannya semakin kabur. Tapi dia berusaha menaikkan Kibum yang sudah tak sadarkan diri ke tepi. Saat dia telah berhasil melakukannya, Kyuhyun memperhatikan Kibum yang tak sadarkan diri.

Kyuhyun sudah akan segera keluar dari danau saat rasa sakit yang diabaikannya menyeruak. 'Ugh... sakit~' tangan kirinya terangkat memegang pundak kanannya yang kini terasa kaku. matanya terpejam erat, tenaganya terasa terkuras, ia mulai panik. Dia harus segera keluar dari danau, tapi tubuhnya sudah tak kuat lagi, matanya terasa berat.

Tubuhnya mulai timbul tenggelam di dalam air, tapi seluruh tubuhnya yang terasa sakit menyebabkannya tak bisa berbuat apapun lagi.

"Maafkan aku Bum-ie~ Jangan khawatirkan aku, aku baik-baik saja," Kyuhyun membiarkan tubuhnya tenggelam, dia dapat melihat permukaan air yang semakin jauh dan seseorang yang berenang kearahnya sebelum semuanya menjadi gelap.

.

TBC

Hohoho... nggak yakin sama chapter ini, setidaknya mengurangi rasa penasaran kalian kan... hehe

Jika ada typo silahkan bilang aja... ntar biar zi perbaiki lagi...

Yang ngira Kyuhyun dan Kibum kecelakaan, tetooott... salah semua tuch... kkkk

Kyuhyun yang bikin Kibum amnesia? benarkah? kayaknya nggak dech... :P

Yang bner, cmn orang tuanya yang kecelakaan... :D

Maaf ya, zi belum pandai mendeskripsikan jalan ceritanya jadinya masih berantakan :)

Semoga dapat review lebih banyak, habisnya zi sampek baca review ff lain juga lho, efek kehabisan ff jadinya gitu dech bacain review ff lain pun jadi... haha

thanks to:

meimeimayra/ kyuli 99/ Rezy. K/ Shin Ririn1013/ riskiqhiqy/ Sparkyubum/ Awaelfkyu13/ Rahma94/ ekha sparkyu/ diahretno/ mifta cinya/ sofyanayunita1/ Filo. Hip/ septianurmalit1/ chairun/ Desviana407/ gnagyu/ hyunnie02/ oracle88/ yolanda. anggita2/ dewidossantosleite/ Retnoelf/ kihyun/ Guest/ Shofie Kim/ indah. indrawatibasmar/ erka/ Choding/ Kuroi Ilna/ Atika/ doikyu

Terima kasih karena telah mengikuti ff zi, udah mau baca, follow, favorite sama review lagi

Duh senengnya ^_^

Liburannya mau abis, jadi doakan zi supaya mood nulis kagak ilang ya... *BOWbarengKYUKYU