Don't Remember Me

Cast:

Kyuhyun, Kibum, Jungsoo, Heechul , and others

Brothership

.

Warning: TYPOS! I will check it later. kkkk

Enjoy Reading

.

Kibum membolak-balikan tubuhnya di kasurnya. Tubuhnya cukup lelah hari ini, tapi entah kenapa ia tak bisa tidur. Ucapan Kyuhyun tempo hari sungguh mengganggunya. Sebenarnya dia terus memikirkan hal ini sejak kemarin, tapi ia terus berusaha menepisnya.

'Jika kukatakan padamu bahwa aku adalah saudara kembarmu apa kau akan percaya?'

'Kau memintaku untuk mengatakan siapa sebenarnya aku bukan? Sekarang kukatakan bahwa aku adalah saudara kembarmu, Kim Kibum.'

Kibum bangun dari pembaringannya, mengacak rambutnya kesal. "Aishh... aku harus mencari tahu yang sebenarnya." Dia beranjak untuk membasuh wajahnya. Pandangan matanya memandang pantulan wajahnya di cermin. Dahinya mengeryit.

"Kyuhyun" monolognya.

"Selama ini aku belum pernah tahu marga anak itu. Bahkan saat anak itu pertama kali mengenalkan dirinya, ia belum pernah sekalipun menyebutkan marganya. Jika dia memang saudara kembarku seharusnya dia memiliki marga yang sama denganku." Kibum segera beranjak dan mengusap wajahnya dengan handuk. Tangannya meraih ponselnya, menghubungi seseorang yang diharapkan bisa membantunya.

...

Kibum berjalan cepat menuju gerbang sekolahnya, tak dihiraukannya teriakan teman-temannya yang mengajaknya pulang bersama. Bahkan Kyuhyun tak dihiraukannya sama sekali. Membuat anak itu mendengus sebal. Pandangan matanya menatap lekat pada punggung saudara kembarnya itu, dahinya mengernyit merasa heran dengan sikap Kibum.

'Tidak biasanya dia sangat terburu-buru seperti itu' Kyuhyun menautkan alisnya seraya berpikir. Apakah ada sesuatu yang dilewatkannya tentang saudara kembarnya itu? Tak juga mendapatkan jawaban dia memutuskan untuk mengikuti Kibum, entah mengapa dia menjadi sangat penasaran.

"Aku harus pergi ke suatu tempat, lain kali saja kita ke game center!" Setelah mengatakan hal itu Kyuhyun segera pergi tanpa mempedulikan seruan protes Donghae dan Eunhyuk.

"Ya Kyuhyun-ah!" seru mereka bersamaan. Mereka hanya bisa menghela napas saat melihat Kyuhyun yang tidak mengacuhkan mereka.

"Sudahlah Hyuk-ie, kita bisa mengajak mereka lain kali." Donghae menepuk pundak sahabatnya itu.

"Kenapa meraka suka sekali pergi tiba-tiba sich?" gerutu Eunhyuk.

"Entahlah... Dan juga mereka selalu kompak," ucap Donghae. Eunhyuk menganggukkan kepalanya menyetujui. "Kau benar"

Kibum mengedarkan pandangannya pada cafe rumah sakit mencari seseorang yang akan ditemuinya hari itu. Dia segera pergi ke tempat ini setelah pulang sekolah, sehingga dia bahkan belum mengganti baju seragamnya.

Kibum tersenyum kecil melihat sesorang yang telah menunggunya itu melambaikan tangannya. "Mianhe Jung soo hyung, membuatmu menunggu," ucapnya seraya duduk di salah satu bangku berhadapan dengan Jung soo.

"Tidak apa, hyung juga baru saja tiba disini. Apa yang ingin kau tanyakan eoh?" semalam Jung soo mendapat telepon dari anak itu untuk bertemu untuk menyakan sesuatu.

"Sebenarnya ini menyangkut Kyuhyun," Jung soo tersenyum kecil. Sudah mengira pertanyaan Kibum pasti menyangkut tentang Kyuhyun.

"Apa yang ingin kau tanyakan?"

"Tapi sebelum itu..."Jung soo menunggu dengan sabar apa yang akan dikatakan oleh adiknya itu. "Bukankah margamu adalah Park, hyung?"

"Itu benar, lalu apa ada yang salah dengan itu, Kibum-ie?"

"Kyuhyun adalah adikmu, itu berarti marganya juga Park bukan?"

"Emmph sebenarnya itu..." Jung soo menarik napas panjang. Sebelum Jung soo sempat melanjutkan ucapannya Kibum menjelaskan hal yang mengganggunya itu.

"Tempo hari aku bertanya padanya tentang siapa dirinya sebenarnya dan dia mengatakan padaku bahwa dia adalah saudara kembarku," jelas Kibum.

"Tapi kupikir dia hanya mengerjaiku karena dia tertawa setelahnya, tapi tak urung hal itu juga menggangguku hyung. Pandangan matanya saat mengatakan hal itu, tidak terlihat adanya kebohongan. Dia..."

"Kibum-ie... hyung bukanlah kakak kandung Kyuhyun," ucap Jung soo cepat membuat Kibum terkesiap.

"Hyung adalah hyung Kyuhyun, itu benar. Tapi tidak ada pertalian darah di antara kami, dan untuk margaku. Hyung masih tetap menggunakan marga ayah kandungku. Untuk Kyuhyun, marganya adalah..."

"Margaku adalah Kim, Kibum-ie," suara itu mengejutkan mereka. Kyuhyun ternyata telah berdiri di belakang Kibum masih tetap dengan seragam sekolahnya.

"Kyuhyun-ie" lirih Jung soo, dia beranjak dan menghampiri adiknya itu.

"Tak apa hyung, aku akan berbicara padanya." Kyuhyun tersenyum meyakinkan hyungnya itu. Jung soo memandang keduanya tidak yakin, akhirnya dia mendesah dan mengangguk.

"Baiklah, hyung akan meninggalkan kalian berdua, jika kalian membutuhkan sesuatu, kalian bisa menghubungiku." Kyuhyun tersenyum dan mengangguk cepat. Kibum juga menyetujui usulan itu, matanya tak lepas dari sosok Kyuhyun yang berdiri di depannya. Sesaat setelah Jung soo tak terlihat, Kyuhyun beranjak, diikuti Kibum di belakangnya.

Inikah saatnya dia mengatakan yang sebenarnya? Sanggupkah ia? Kyuhyun terus berpikir sepanjang langkah kakinya membawanya.

...

Dan disinilah mereka sekarang, disebuah taman kota tak jauh dari rumah sakit. Kyuhyun duduk disalah satu ujung bangku, diikuti Kibum yang duduk di sisi ujung yang lain. Menciptakan jarak diantara mereka.

Kyuhyun menarik napas dalam guna menenangkan debaran jantunya yang entah kenapa berdetak cukup cepat. Pandangan matanya memandang ke depan, raut wajahnya datar. Membuat Kibum tidak mengerti apa yang sedang di pikirkannya. Sesungguhnya Kyuhyun belum tahu apa yang akan dikatannya pada Kibum saat ini.

Selama beberapa saat tak ada yang membuka permbicaraan diantara mereka. "Orang tua Jung soo hyung adalah sahabat orang tua kita," jelas Kyuhyun memulai pembicaraan diantara mereka.

Tidak mendapat respon berarti, Kyuhyun melanjutkan. "Mereka mengalami kecelakaan yang menyebabkan keduanya meninggal. Sehingga, appa dan eomma mengadopsi Jung soo hyung tapi ia tetap memakai marga orang tua kandungnya. Itulah kenapa marganya berbeda dengan kita, tapi kau juga sebenarnya sudah tahu tentang hal ini," Kyuhyun tersenyum kecil. Pandangan matanya menatap sendu menatap pemandangan sore musim gugur di depannya.

"Jadi itu benar? Bahwa kau adalah saudara kembarku?" Kibum menatap lekat ke arah Kyuhyun yang tak juga mengalihkan pandangannya ke arahnya.

Kyuhyun mengangguk kecil. "Itu benar," Kibum terdiam. Walaupun dia sudah mengira akan hal ini, tapi tak urung ini tetap membuatnya terkejut.

"Kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal Kyu? Untuk apa kau merahasiakannya?"

"Aku tidak bisa memberi tahumu yang sebenarnya Bum, aku memiliki alasan untuk itu," Kibum mengepalkan tangannya erat mendengar jawaban itu. Bukan ini jawaban yang diinginkannya.

"Apa? Apa alasanmu sehingga tak ada mengatakannya padaku? Bahkan tidak juga dengan Heechul hyung dan Jung soo hyung! Aku berhak tahu!" Kibum bisa merasakan matanya mulai berkabut.

"Maaf, aku tidak bisa mengatakan alasan itu sekarang Bum-ie. Jangan salahkan Heechul hyung maupun Jung soo hyung yang tidak mengatakannya padamu, aku yang meminta mereka untuk tidak mengatakannya," Kyuhyun tetap tidak mengalihkan pandangannya. Sesungguhnya ia hanya tidak sanggu menatap mata Kibum yang menatapnya penuh luka.

"Kenapa Hyun? Selama 3 tahun kalian menyembunyikan kenyataan ini dariku, tak seorang pun mengatakan tentang masa laluku. Hanya mengatakan apa yang terjadi pada orang tua kita. Bahkan tak satupun dari kalian mengatakan apa yang menyebabkanku mengalami amnesia?!"

"Suatu saat kau akan mengetahui hal itu, Bum." Kibum geram mendengar hal itu. Dia berdiri dari tempatnya dan mengusap wajahnya kasar dengan sebelah tangannya.

"Cukup Kyuhyun! Aku sudah lelah menjadi orang yang tak tahu apapun, bahkan aku tak tahu apapun tentang masa laluku! Aku ragu sekarang, apakah kau benar-benar saudaraku Kyuhyun?"

Degg

Kibum menatap tajam ke arah Kyuhyun yang tak juga mengubah arah pandangannya. Kyuhyun tidak mengira bahwa kata-kata itu di dengarnya dari saudara kembarnya sendiri. Tangannya saling mencengkram erat diatas pangkuannya. Ia tidak bisa menyalahkan Kibum, dia yang salah karena merahasiakan hal ini.

"Kenapa kau tidak menjawab? Apa yang salah dengan memberitahukanku yang sebenarnya?"

"Aku tidak bisa memberitahumu sekarang. Ada alasan yang tak bisa kukatakan padamu. Bisakah kau mengerti Bum-ie?" Kyuhyun menatap lelah ke arah Kibum.

"Bagaimana bisa aku mengerti Kyuhyun! Kau bahkan tak menjelaskan apapun!"

Rahang Kibum mengeras, ia mengusap wajahnya kasar sebelum beranjak dari tempatnya dan berhenti didepan Kyuhyun yang saat ini menunduk. Tangannya terulur memegang kedua sisi bahu Kyuhyun.

"Lihat aku Kyu?!" Kyuhyun bergeming. Tapi beberapa detik kemudian matanya menatap ke arah Kibum.

"Katakan, alasan apa yang membuatmu menyimpan kenyataan ini dariku!" Kyuhyun mengatupkan rahangnya erat. Lebih kepada tak sanggup melihat mata Kibum yang memandangnya penuh luka dari pada rasa sakit akan genggaman tangan Kibum dipundaknya.

Sungguh demi apapun, rasa sakit pada pundaknya itu tak tertahankan, karena memang sesungguhnya ia tidak bisa mendapatkan tekanan terlalu besar disana. Tapi dia memang sok jagoan, ringisan sakit tak terlihat pada raut wajah anak itu. Tentu saja karena tidak ingin Kibum tahu yang sebenarnya.

Melihat Kyuhyun yang tak juga membuka suara, membuat Kibum melepaskan tangannya dan memundurkan tubuhnya. "Baiklah jika itu maumu Kyu, kau tetap bersikeras tak ingin memberitahuku eoh? Tak juga memberitahuku apa yang terjadi 3 tahun lalu sampai aku mengalami amnesia?" Kibum tersenyum sinis, dia tak habis pikir dengan kenyataan yang didapatkannya ini.

"Lupakan, aku akan mencari tahu sendiri!" Kibum sudah akan beranjak pergi saat suara Kyuhyun menghentikan langkahnya.

"Jangan mengingatku Kibum-ie. Kumohon." Kibum menolehkan kepalanya ke belakang dan mendapati Kyuhyun yang menatapnya lekat. Ekspresi anak itu tak berubah, datar dan dingin. Tidak pernah sekalipun Kibum melihat raut wajah itu sejak ia bertemu anak itu.

"Kau boleh membenciku karena tak mengatakan yang sebenarnya tentang apa yang terjadi, karena aku memang tak ingin kau mengingat semuanya." Tangan Kibum mengepal kuat, menahan perasaannya yang semakin kacau.

"Aku akan datang pada perlombaanmu. Berjuanglah." Suara lirih itu masih bisa didengar Kibum yang saat ini benar-benar menjauh.

"Maafkan aku Kibum hyung," gumam Kyuhyun lirih.

...

Kibum tak mempedulikan keringatnya yang membasahi seluruh tubuhnya dan juga lututnya yang terasa sakit karena dipaksakannya untuk berlari. Perasaan sesak yang dirasakannya terasa mematikan seluruh sarafnya.

Langkahnya semakin melambat seiring tenaganya yang terasa habis. Nafasnya memburu karena kelelahan, Kibum tak menyadari bahwa dia telah sampai di taman tak jauh dari rumah Heechul hyung-nya.

Dia mendudukkan tubuhnya di salah satu bangku yang ada disana. Menutup wajahnya dengan kedua tangan yang bertumbu pada lututnya.

'Alasan apa yang membuatmu tidak menceritakannya Kyu? Kenapa kau tak ingin aku mengingatmu? Apa yang sebenarnya terjadi 3 tahun lalu?'

Tanpa disadarinya, Heechul telah berdiri di belakang anak itu, memperhatikannya dalam diam, saat merasa Kibum sudah tampak jauh lebih tenang dia menghampirinya.

"Boleh hyung duduk disini, Kibum-ah?" Kibum tidak menyahut, hanya menggeser tubuhnya, memberikan ruang untuk Heechul duduk disisinya.

"Haah... Hari yang melelahkan bukan?" tak mendapat sahutan, Heechul menolehkan kepalanya kesamping. "Ck, ada apa dengan wajahmu itu eoh?" Kibum tetap bergeming.

"Aku yakin hyung sudah tahu dari Jung soo hyung," ucap Kibum sebal. Membuat Heechul terkekeh kecil.

"Aaaah... Jadi evil kecil sudah mengakui kalau kalian saudara kembar ya. Akhirnya dia mengatakannya juga," ucap Heechul santai.

Tidak mendapat respon, Heechul berdecak. "Kau tahu kadang dia menggurutu karena kau tidak mengingatnya, tapi sedetik kemudian dia langsung berkata 'Bumbum tidak boleh ingat, Bumbum tidak boleh ingat' sambil menepuk-nepuk pipi bakpau nya itu." Kibum tersenyum kecil mendengar hal itu.

"Suatu saat kau akan tahu kenapa dia tak mengatakan alasan yang sebenarnya padamu, Bum-ie. Jangan bertanya padaku kapan itu, karena aku juga tidak tahu, oke?! Evil kecil hanya tak ingin menyakitimu,"

"Dia sangat menyebalkan hyung?! Aku membecinya!"

"Benarkah? Aku tak melihat kebencian itu di matamu. Kau tak pernah bisa membohongi seorang Kim Heechul," Heechul mengukir evil smirk-nya saat Kibum menatapnya tajam.

"Akui saja walaupun kau tidak mengingatnya. Rasa sayangmu sebagai seorang hyung terlihat jelas dimatamu, Bum-ah," senyum Heechul samakin terkembang saat dugaannya tepat dan juga melihat wajah Kibum yang tak mau mengakuinya.

"Hyung sama sekali tak menghiburku!" Kibum melipat tangannya di depan dada.

"Tenang saja, aku memang tidak memiliki niat menghiburmu," Heechul mengucak rambut anak itu gemas sebelum meninggalkannya sendiri. Ia tahu Kibum butuh waktu.

...

Jung soo melirik sekilas ke arah sampingnya, tampak Kyuhyun yang menatap keluar jendela dengan pandangan kosong, beberapa saaat lalu karena khawatir pada adik-adiknya Jung soo memutuskan menjemputnya. Ingatannya kembali saat ia mendapati Kyuhyun yang menangis dalam diam tanpa kehadiran Kibum disana.

"Kyuhyun-ie~" gumamnya pelan. Anak itu bergeming, Jung soo memilih merengkuh tubuh anak itu dalam pelukannya. Sedikit banyak dia tahu apa yang terjadi, Kyuhyun telah mengakui jati dirinya pada Kibum. Ia sudah bisa menduga hal itu.

"Aku tak ingin dia mengingatku hyung, aku tidak ingin dia merasa khawatir, aku tidak ingin dia menyalahkan dirinya sendiri, aku tidak ingin dia membenciku," racau Kyuhyun.

"Ssstttt... Tenanglah Kyu, dia tak akan membencimu. Hyung percaya itu," Dapat dirasakannya kepala Kyuhyun menggeleng pelan dalam pelukannya.

"Dia marah karena aku tidak mengatakan alasanku merahasiakannya, dia membenciku hyung. Kibum membenciku," Jung soo semakin mengeratkan pelukannya. Untunglah taman itu sepi karena telah beranjak sore, sehingga mereka tak menjadi tontonan orang-orang yang merasa penasaran.

"Dia tidak akan pernah membencimu Kyuhyun-ie, Kibum-ie hanya memerlukan waktu. Hyung yakin dia akan mengerti,"

"Aku tidak ingin dia mengingatku hyung, aku tidak ingin dia menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi padaku," Jung soo menghela napas panjang, matanya berkabut. Disatu sisi dia memahami keinginan Kyuhyun yang tak ingin Kibum mengetahui apa yang telah terjadi karena kejadian 3 tahun lalu, tapi disisi yang lain Kibum berhak tahu atas apa yang telah terjadi.

Sesaat setelah mobil itu berhenti di depan rumah, Jung soo menolehkan kepalanya dan mendapati Kyuhyun yang tertidur, sepertinya anak itu kelelahan. Ia memilih tidak membangunkannya, dia yakin hal ini sedikit banyak akan mempengaruhi kondisi anak itu. Inilah yang disesalkannya, kejadian itu membuat tubuh Kyuhyun lebih rentan dari sebelumnya. Tapi dia tahu, seiring berjalan waktu Kyuhyun akan lebih kuat dari sekarang.

...

Heechul menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tengah rumahnya setelah memastikan Kibum telah tertidur. Ia meraih ponselnya untuk menghubungi Jung soo, memastikan keadaan Kyuhyun yang dapat di duganya tidak dalam keadaan baik-baik saja.

"Jung soo-ah, bagaimana keadaannya?" Heechul menghela napas berat saat mendengar jawaban Jung soo dari seberang telepon. Benar dugaannya, Kyuhyun jatuh sakit, walaupun hanya demam. Beruntung karena Pneumothorax-nya tidak kambuh, atau anak itu akan kembali masuk rumah sakit. Padahal dia sangat membenci tempat itu.

"Kau tidak perlu cemas, Kibum baik-baik saja. Aku akan menjaganya." Heechul beranjak untuk mengambil minum di dapur setelah menutup pembicaraan mereka. Tak dapat dipungkiri dia juga cemas terhadap keadaan Kyuhyun, tapi ia percaya Jung soo bisa menangani anak itu dengan baik.

Dia tak menyangka akan sesulit ini bagi Kyuhyun untuk mengatakan yang sebenarnya pada Kibum. Ketakutan anak itu terlalu besar dari yang disangkanya. Walaupun Kyuhyun selalu berkata tak ingin Kibum mengingatnya, tapi dia bisa tahu hatinya berkata hal yang sebaliknya.

...

Jung soo meletakkan ponselnya di meja nakas setelah memutuskan sambungannya dengan Heechul. Dialihkannya pandanganya pada adiknya. Dia menatap sedih kearah adiknya itu yang tampak gelisah dalam tidurnya karena demamnya yang masih cukup tinggi, walaupun dia sudah menyuntikkan obat penurun demam.

Perlahan mata yang terpejam itu terbuka. Jung soo tersenyum kecil saat melihat mata adiknya mengerjap. Jika adiknya tidak sedang sakit, sudah dipastikan dia akan sangat gemas pada adiknya itu. "Ingin sesuatu Kyuhyun-ie?" Kyuhyun menggeleng kecil. Merasa nyaman dengan usapan tangan Jung soo di kepalanya.

"Hyung... bisakah kau memelukku?" Jung soo mengangguk cepat mendengar permintaan itu. Kyuhyun sedikit menggeser tubuhnya untuk memberi ruang hyungnya untuk berbaring.

"Tidurlah lagi Kyuhyun-ie~. Demammu belum sepenuhnya turun." Kyuhyun bergeming.

"Hyung, aku akan kembali ke Jepang," Jung soo terkesiap mendengar penuturan itu. Walaupun Kyuhyun mengucapkannya dengan suara lirih tapi Jung soo dapat mendengar dengan jelas kalimat itu.

"Jangan memutuskan sesuatu terburu-buru Kyu. Selain itu kau akan membuat Kibum sedih jika dia tahu akan hal ini,"

"Dia membenciku," Jung soo menghela napas berat.

"Dia tidak membencimu Kyuhyun-ie. Kau tak percaya pada hyung eoh?"

"..."

"Kyuhyun-ie, Kibum adalah saudara kembarmu. Dia telah bersamamu bahkan sebelum kalian lahir. Walaupun dia tak mengingatmu, hyung percaya rasa sayangnya sebagai seorang saudara tidak akan berubah. Dia tidak membencimu Kyu. Tidak akan pernah. Bukankah seharusnya kau yang paling tahu bagaimana Kibum eoh?" Kyuhyun terdiam mendengar penuturan itu.

"Dia marah padaku," Jung soo memejamkan matanya sejenak.

"Dia hanya marah sebentar saja, dia akan mengerti. Bukankah wajar, sebagai seorang hyung marah pada adiknya yang nakal eoh?" Jung soo tersenyum kecil saat tahu Kyuhyun menggembungkan pipinya mendengar hal itu.

"Aku tidak nakal, hyungie~"

"Benarkah? Oh baiklah, hanya manja."

"Isssh..." Jung soo tersenyum kecil mendengar protesan itu.

Dia mengeratkan pelukannya pada tubuh adiknya, menghela napas lega saat telah dirasanya napas teratur dari sang adik. Setidaknya adiknya akan tidur lebih nyenyak setelah ini. Walaupun dia tahu, ketakutan Kyuhyun belumlah hilang.

...

"Kau benar-benar yakin pergi ke sekolah hari ini?" Kyuhyun memutar bola matanya malas. Ayolah, pertanyaan itu sudah didengarnya sepanjang pagi ini. Bahkan sekarang mereka sudah ada di depan gerbang sekolah.

"Hyung, aku baik-baik saja. Jangan khawatir." Jung soo hanya bisa mengalah.

"Baiklah-baiklah, hyung mengerti. Jangan terlalu lelah, mengerti?"

"Nde," Kyuhyun mengangguk cepat guna meyakinkan hyungnya itu.

Jung soo memperhatikan punggung Kyuhyun sampai tubuh itu tak lagi terlihat sebelum melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Sesungguhnya dia merasa tidak yakin membiarkan Kyuhyun pergi sekolah hari ini, tapi anak itu memang keras kepala. Tak ada yang bisa menghentikannya. Kecuali saudara kembarnya tentu saja, Kim Kibum.

...

Langkah kakinya terhenti sejenak saat akan memasuki kelas hari itu karena dilihatnya Kibum sudah duduk di tempatnya. Merasa ragu dengan langkah kakinya sendiri. Anak itu berusaha menormalkan ekspresi wajahnya, meletakkan tasnya di kursinya dan mendudukkan tubuhnya disana. Tidak ada suara yang keluar untuk menyapa Kibum seperti yang biasa dilakukannya.

Kibum melirik sekilas dari buku yang sedang dibacanya. Ia sudah tahu Kyuhyun sudah datang, tapi dia berusaha tak mengihiraukannya.

Brak

"Hei Kyuhyun-ah" Donghae yang baru saja tiba menggebrak meja di depan Kyuhyun karena melihat anak itu melamun.

"Ya! Apa yang kau lakukan eoh?" Donghae menggelengkan kepalanya medengar seruan ketus dari Kyuhyun.

"Kalian salah makan pagi ini? Atau belum sarapan eoh?" Kibum dan Kyuhyun mengernyitkan dahi. Pandangan mereka bertemu sesaat sebelum akhirnya saling memalingkan wajah. Menambah keheran Donghae disana.

"Nah, ini yang kumaksud. Tidak saling berbicara dan bersikap aneh. Kalian bertengkar?"

Donghae mengusap bagian belakang lehernya, karena tidak tahu apa yang harus dikatakannya selanjutnya sebab tidak ada satupun dari mereka yang menjawab. Entah apa artinya itu. Tatapan matanya menyelidik ke arah mereka berdua.

"Donghae-ah," Eunhyuk yang baru saja datang menepuk pundak sahabatnya itu. "Apa yang terjadi?" tanyanya. Donghae hanya mengangkat bahu. Eunhyuk melihat ke arah Kyuhyun dan Kibum. "Kalian..."

Eunhyuk tidak jadi melanjutkan perkataannya saat bel masuk berbunyi bersamaan dengan guru mereka. Akhirnya ia dan Donghae duduk di tempatnya, mengurungkan rasa penasaran mereka akan sikap Kyuhyun dan Kibum. 'Bukankah kemarin mereka baik-baik saja?' Pikir Donghae.

"Apa telah terjadi sesuatu pada mereka?" Donghae mengedikkan bahu menjawab pertanyaan Eunhyuk.

...

Pelajaran pertama hari itu berakhir dengan cepat. Masih tidak ada suara yang keluar di antara Kibum dan Kyuhyun. Membuat Donghae dan Eunhyuk saling berpandangan. Kyuhyun tiba-tiba saja pergi setelah berpamitan pada mereka berdua.

"Hei Kibum-ah, ada apa sebenarnya dengan kalian?" tanya Eunhyuk menyuarakan penasarannya.

"Tidak ada apa-apa,"

"Tapi kalian bersikap seperti orang asing, padahal biasanya kalian tampak sangat 'akrab', kau tahu?!" Kibum mengernyitkan dahi mendengar kata 'akrab' itu, karena selama ini mereka sebenarnya lebih banyak bertengkar disebabkan Kyuhyun yang suka sekali menjahilinya. Tidak ingin mendengar pertanyaan menuntut penjelasan dari temannya ia lebih memilih meninggalkan mereka dan menolak ajakan keduanya ke kantin.

Kakinya membawanya menyusuri koridor sekolah yang dipenuhu siswa-siswa lain. Langkahnya terhenti saat tak sengaja matanya menangkap sosok Kyuhyun bersama beberapa anak kelas lain yang tidak dikenalnya.

'Sejak kapan Hyun-ah mengenal mereka?' Sedetik kemudian dia menepis pikiran itu. Ia berbalik arah, dan menjahui mereka. Helaan napas terdengar dari anak itu, sungguh ia tidak mengerti akan situasi yang dihadapinya saat ini. Bukankah mereka adalah saudara kembar? Seharusnya tidak seperti ini bukan?

Apakah dia marah pada Kyuhyun? Entahlah. Tapi kenapa dia enggan berbicara pada anak itu? Sesungguhnya, ia hanya belum siap untuk kecewa saat tak mendapatkan jawaban yang diharapkannya dari Kyuhyun saat ini. Dia masih membutuhkan waktu untuk menerima semuanya.

...

Sudah seminggu sejak Kyuhyun mengakui bahwa ia saudara kembar Kibum. Tidak ada yang memulai pembicaraan diantara keduanya, menciptakan kecanggungan yang sangat kentara.

Donghae dan Eunhyuk tidak juga mendapatkan penjelasan atas sikap mereka. Mereka berempat memang masih sering makan siang bersama, tapi bedanya tidak ada kejahilan Kyuhyun terhadap Kibum, membuat Kibum merasa sedikit kesepian. Tapi dia terus menyangkalnya. Dia sesungguhnya menunggu sampai Kyuhyun siap menceritakan alasan yang sebenarnya. Tapi sikap itu membuat Kyuhyun berpikir bahwa Kibum masih marah kepadanya, menyebabkan anak itu memilih tidak mengatakan apapun.

Tapi saat ini mereka hanya bertiga, karena Kibum sedang mempersiapkan perlombaannya selanjutnya. "Kyuhyun-ah kau akan bersama mereka lagi?" tanya Eunhyuk di sela makan siang mereka. Kyuhyun mengangguk. Kyuhyun tahu yang dimaksud 'mereka' adalah teman-teman klub musiknya.

"Kau tidak ingin menonton perlombaan Kibum hari ini?" suapannya terhenti mendengar pertanyaan Donghae.

"Tidak," Ia berbohong, sesungguhnya dia selalu menyaksikan perlombaan Kibum yang dimulai sejak beberapa hari lalu, bahkan ia tidak pernah melewatkannya sekalipun. Tidak ada seorang pun yang mengetahui hal ini, terkecuali Jung soo.

"Yach, sayang sekali. Ayolah, pergi bersama kami, kau tahu dia sangat luar biasa!" bujuk Eunhyuk diikuti anggukan Donghae.

"Kami yakin dia akan senang saat kau melihat aksinya," Kyuhyun tampak tersenyum miris mendengar penuturan Donghae. Benarkah?

"Ada yang harus kulakukan,"ucapnya kemudian. Akhirnya mereka hanya bisa menghela napas pasrah. Sangat sulit untuk mengubah pendirian anak itu.

...

Kibum baru saja menyelesaikan technical meeting bersama dengan para peserta lainnya. Sebagian besar peserta sudah meninggalkan ruangan. Hanya ada beberapa saja yang masih tinggal. Ia sudah akan beranjak saat sebuah suara memanggil namanya.

"Kim Kibum!" Kibum menolehkan kepalanya. Keningnya berkerut karena merasa tidak mengenal namja itu walaupun dia tahu namja itu salah satu peserta.

Namja itu tersenyum sinis dan pandangannya terarah pada Kibum lekat."Apa aku mengenalmu?" tanya Kibum kemudian.

"Dimana adikmu?" bukannya menjawab justru namja itu melontarkan pertanyaan.

"Siapa yang kau maksud?"

"Jangan berpura-pura bodoh Kim Kibum! Aku yakin Kyuhyun juga ikut perlombaan ini! Katakan saja dimana dia," Kibum menatap datar namja didepannya. Namja itu manarik kerah baju Kibum dan mendorongnya hingga menubruk dinding. Kibum berusaha melepaskan cengkraman itu. Pandangannya menatap tajam ke arah namja yang tidak dikenalnya itu.

"Katakan padanya, kali ini aku akan mengalahkannya," ucapnya sinis, cengkramannya semakin kuat.

"Hentikan Hwangjo-ssi?!" sebuah suara menginterupsi mereka membuat Hwangjo melepaskan cengkramannya dan menatap tajam ke arah suara itu. Kibum menolehkan kepalanya ke arah namja yang sepertinya lebih muda darinya.

"Eoh? Lihat siapa ini, Lee Minho ternyata kau lolos sampai babak semi final juga, tak kusangka," Minho berdecih mendengar perkataan meremehkan Hwangjo.

"Kyuhyun hyung tidak mengikuti kompetisi ini, sebaiknya kau pergi!" Sebelah alis Hwangjo terangkat. Sesaat kemudian.

"Hahahaha" tiba-tiba saja Hwangjo tertawa membuat Kibum dan Minho saling berpandangan tidak mengerti.

"Apa ada yang lucu, emph... Hwang-jo-ssi?" tanya Kibum penuh penekanan. Mendengar hal itu Hwangjo hanya mengibaskan tangannya.

"Tentu saja ini lucu Kibum-ssi, seorang Kim Kyuhyun. Perenang tercepat yang sangat ingin kukalahkan ternyata tidak mengikuti kompetisi ini? Apa dia takut?" Kibum mengeratkan kepalan tangannya mendengar segala ucapan lawannya itu. Tidak terima saudara kembarnya di remehkan seperti itu. Walaupun saat ini, hubungannya dan Kyuhyun masihlah belum membaik, bagaimanapun juga Kyuhyun adalah adiknya.

"Emmph, sepertinya aku tahu alasan dibalik ketidakikutsertaan seorang Kim Kyuhyun..." Minho sudah akan menghajar Hwangjo jika Kibum tidak menghentikannya.

"Dia ingin membiarkan saudaranya menang kurasa, sebab jika dia ikut serta dapat dipastikan saudaranya sendiri tidak akan bisa mengalahkannya,"

"Jangan bicara sembarangan! Kau tidak tahu apapun tentang Kyuhyun hyung!" Hwangjo tertawa keras mendengar amarah Minho memuncak.

"Lihat saja Kim Kibum, tidak peduli bahwa Kyuhyun adalah saudaramu. Aku sudah mempersiapkan diri sejak lama, aku tidak akan kalah dari kalian terutama kau Kim Kibum!" Hwangjo segera beranjak pergi setelah mengatakan hal itu.

Blam

Hwangjo menutup pintu itu dengan keras. Minho membuang napas keras, mengambil tasnya dan akan segera menyusul Hwangjo jika tangan Kibum tidak menghentikannya.

"Bisa kita bicara, Minho-ssi?"

...

Langkahnya terhenti saat dilihat seseorang yang memang ingin ditemuinya tengah berdiri di hadapannya. Kibum mengingat percakapannya dengan Minho beberapa saat lalu.

"Jangan dengarkan apa yang dikatakan Han Hwangjo padamu Kibum hyung, aku yakin Kyuhyun hyung bukanlah orang seperti itu. Pasti dia memiliki alasan untuk tidak ikut serta dalam kompetisi ini, bukan begitu hyung?"

"Minho-ssi..."

"Panggil Minho saja, hyung," Kibum tersenyum. "Baiklah kalau begitu,"

"Bisakah kau ceritakan padaku siapa namja tadi dan bagaimana kalian bisa mengenal Kyuhyun, Minho-ya?"

"Kami bertiga berada di klup renang yang sama sampai tiga tahun lalu, sebelum akhirnya Kyuhyun keluar."

"Hwangjo merupakan rival Kyuhyun hyung saat masih aktif di klub. Pada awalnya mereka memiliki hubungan yang baik, saling berlomba-lomba menjadi yang terbaik." Kibum mengerutkan kening mendengar itu. Jika seperti itu mengapa Hwangjo tampak sangat membenci Kyuhyun?

"Seriring berjalannya waktu, Hwangjo hyung menjadi sangat berambisi mengalahkan Kyuhyun hyung, dia tidak suka jika Kyuhyun hyung lebih baik darinya dan juga menganggap semua orang tidak lebih baik darinya. Ketidaksukaannya bertambah saat Kyuhyun hyung dinobatkan sebagai perenang tercepat 3 tahun lalu." Kibum nampak menerawang mendengar penjelasan Minho.

"Selain itu..." Minho terdengar menghela napas panjang sebelum melanjutkan.

"Ketidaksukaan itu berubah menjadi kebencian saat Kyuhyun hyung tidak hadir saat final penentuan kompetisi renang nasional tiga tahun lalu. Padahal mereka adalah partner, menyebabkan mereka didiskualifikasi."

"Gomawo karena kau sudah menceritakannya Minho-ya," Kibum tersenyum tulus.

"Apa Kyuhyun hyung tidak pernah bercerita padamu hyung? Tentang ketidakhadirannya di final 3 tahun lalu dan juga ketidakikutsertaannya di kompetisi ini?" Kibum mengusap belakang lehernya dan menggeleng kecil. Membuat Minho menatapnya heran.

"Tenang saja, kita akan tahu nanti. Selain itu aku sedikit berselisih dengannya saat ini," Minho terkekeh.

"Dulu Kyuhyun hyung juga sering kali menggerutu saat bercerita padaku pertengkaran diantara kalian."

Dan disinilah ia sekarang, gedung olahraga dimana kolam renang indoor sekolahnya berada. Sebelum pertandingan hari ini dimulai dia ingin memastikan sesuatu.

Tidak ada yang memulai pembicaraan sampai akhirnya Kibum menghela napas panjang dan melontarkan pertanyaan yang diharapkannya akan dijawab Kyuhyun kali ini.

"Sampai kapan kau akan terus membohongiku Kyu? Kenapa kau tidak mengatakan kepadaku bahwa kau memang seorang atlet renang eoh? Untuk apa kau berbohong untuk masalah ini?"

Kyuhyun terkesiap mendengar pertanyaan itu. Dia berusaha menormalkan debaran jantungnya seraya mendekat ke arah Kibum. "Karena aku memang bukan lagi seorang atlet, Bum. Bukankah sudah kukatakan padamu, impianku menjadi seorang atlet renang akan diwujudkan olehmu."

"Itu tidak bisa menjelaskan semuanya, kau tahu itu?! Aku masih tidak habis pikir dengan semua hal yang kau sembunyikan dariku, Kyu," Kyuhyun menatap sendu kolam dihadapannya mendengar nada getir di suara Kibum. Selama beberapa saat, tidak ada suara diantara mereka sampai suara Kibum memecahkan keheningan itu.

"Apa kali ini ketidakikutsertaanmu karena aku, Kyu?" ditolehkannya kepalanya cepat saat mendengar pertanyaan itu.

"Kenapa kau berpikiran seperti itu?"

"Apakah suatu kenyataan bahwa seorang atlet renang tercepat tidak mengikuti sebuah olimpiade renang dikarenakan saudara kembarnya sendiri juga ikut serta dalam kompetisi yang sama?!"

"Kau kehilangan kejeniusanmu jika berpikiran seperti itu Bum?! Kalaupun aku ikut, aku tidak akan pernah untuk tidak bersungguh-sungguh menghadapimu ataupun siapapun itu," pernyataan itu tak ayal membuat sudut bibir Kibum tertarik. Senyuman manis terpatri disana. Seharusnya dia tahu akan hal itu bukan.

"Kim Kibum!" seruan itu membuat Kibum menoleh. Kyuhyun tampak tersenyum lebar.

"Ayo kita bertanding saat ini juga, Bum-ah!" Kibum terkesiap sejenak, tapi kemudian dia tersenyum lebar.

...

TBC

Emph, adegan terakhir terinspirasi dari naruto dan sasuke XD entah bagaimana bisa jadi kyk gini /.\

.

Mianhe, this's too long to update. I got WB and there are so many assignments I have to finish. And I'm so sorry cz this is not the last chapter. I hope u like it guys, I'm so sorry if the feeling doesn't touch u anymore. I try to do my best I can do.

Hope u like it

Special thanks to:

kyuli 99/ meimeimayra/ susilawatilia208/ hyunchiki/ chairun/ c4 dewidossantosleite/ ainkyu/ hyunchiki/ Sparkyubum/ dinacarisa/ Awaelfkyu13/ delishaELF/ Shin Ririn1013/ susilawatilia208/ readerfanpit/ mifta cinya/ cuttiekyu/ kimchan83/ hyuashiya/ phn19/ diahretno/ Rahma94/ Rezy.K/ kyuna. elf. 9/ Kuroi Ilna/ ningKyu/ dewiangel/ Luiztybabyhunnie/ ameliachan/ nanakyu/ Shofie Kim/ chocosnow/ oracle88/ Choding/ Nisa/ aya/ Atika/ yulianasuka/ Desviana407/ hyunnie02/ chos/ Indah. IndrawatiBasmar/ putkyu/ Filo Hip/ cezablenk77/ ririzhi/ ckhevl9806/ Cho Kyunhae/ unname/ sofyanayunita1/ Emon204/ Cho Kyunhae/ lili

Thank u very much for all of u guys, readers, followers, reviewers, and visitors

^.^