Disclamire
Nor Even Wish
Masashi Kishimoto-Sama
Alternative Universe

X-MEN : THE OMEGA

©LONGLIVE AUTHOR

Berlian itu ditemukan tapi bukan dibuat, berlian tidak bisa dihancurkan jadi semestinya Intan di musnahkan.

Mutan kelas Omega telah di temukan!

Dua pria itu berjalan melewati gelapnya malam, salah satunya mengenakan kursi roda. Komplek itu sunyi, keramaian hanya terlihat di ujung jalan. Disana ada sebuah Pub yang agak ramai dengan lampu remang-remang.

"Apa sudah dekat?" tanya seorang pria bermasker itu.

"Sudah, dia ada disana. Aku bisa merasakannya," pria tua dengan kursi roda itu menunjuk Pub yang berada di ujung jalan.

Mereka berjalan semakin dekat. Namun tiba-tiba seorang perempuan keluar dari sana. Ia mengencangkan mantelnya dan berjalan mejauh dari Pub itu.

"Dia menyadari kehadiran kita, kita ikuti saja. Jangan membuatnya takut," bisik pria tua itu.

Mereka berjalan mengikuti perempuan itu. Mereka memasuki jalan sepi di pinggiran kota. Angin dingin berhembus, sesekali perempuan itu menoleh kebelakang. Ia semakin memepercepat jalannya saat ia mengetahui kalau kedua pria itu semakin mendekatinya.

"Tunggu Nona kami ingin berbicara denganmu!" teriak pria bermasker itu. Perempuan itu menoleh rambut merah mudanya terlihat pucat terkena sinar rembulan.

"Apa maumu?" tanya perempuan itu sinis.

"Tenanglah, kami hanya ingin membantumu," jawab pria bermasker.

"Aku tidak perlu bantuan kalian!" Perempuan itu mulai berbalik meninggalkan dua pria itu.

'Kami benar-benar bisa membantumu, Sakura.'

Sebuah suara berdengung di kepala gadis itu. Seketika langkahnya terhenti. Ia pun berbalik menatap si Pria tua .

'Terimalah, ikutlah dengan kami. Hidupmu akan jauh lebih baik.' Suara itu berdengung lagi

'Siapa kau?' perempuan itu memandangi menerawang ke mata si Pria Tua.

'Hiruzen Sarutobi dan dia Kakashi Hatake, kami sama sepertimu.'

'Kalian sama saja seperti yang lain! Hanya menginginkan kemampuanku. Aku tidak peduli siapa kalian!'

Perempuan berambut merah muda itu berbalik kembali dan meninggalkan mereka.

"Profesor!" pria bernama Kakashi itu hendak berlari mengejar perempuan itu.

"Biarkan, cepat atau lambat kita akan bertemu dengannya lagi."

Pagi hari di Konoha Gifted Youngster School terlihat cerah. Para murid memulai aktivitasnya seperti biasa. Kebanyakan dari mereka berlalu lalang di koridor mencari kelas mereka. Konoha Gifted Youngster adalah sekolah untuk anak-anak yang memiliki kemampuan khusus atau yang bisa kita sebut dengan Mutan. Mutan adalah orang-orang yang memiliki kelainan genetik yang disebut dengan gen –X. Gen-X inilah yang membuat orang-orang tertentu memiliki kemampuan khusus yang berbeda-beda. Sayangnya keberadaan mutan masih selalu diperdebatkan meskipun sudah ada perjanjian mengenai hak asasi dan perlindungan mutan secara resmi di pemerintahan. Seringkali para mutan dikucilkan dan tidak di terima dilingkungannya ia berada. Maka dari itu Profesor Hiruzen Sarutobi mendirikan Konoha Gifted Youngster School untuk mutan. Agar anak-anak mutan bisa menjalani kehidupan mereka seperti biasa dan bergaul dengan mutan lain layaknya manusia normal.

Profesor Hiruzen Sarutobi adalah kepala sekolah dari Konoha Gifted Youngster School sekaligus pemimpin dari organisasi X-MEN. Organisasi X-MEN ini didirikan untuk mencegah peperangan antar mutan yang berselisih. X-MEN terdiri dari mutan yang memiliki kemampun diatas rata-rata dan diantaranya adalah Kakashi Hatake, Maito Guy, Kurenai Yuuhi, Asuma Sarutobi, dan beberapa mutan lainnya.

Tok..tok..tok...

"Masuk!"

"Profesor kurasa anda harus melihat ini." Kakashi muncul dari balik pintu.

"Baiklah aku akan kesana, anak-anak maaf sepertinya kita akan melanjutkan ceritanya di pertemuan selanjutnya." Profesor Sarutobi meninggalkan kelasnya dan menyusul Kakashi.

"Ada apa Kakashi?" tanya Profesor Sarutobi.

"Kita menemukannya, Profesor!" Kakashi tersenyum dari balik maskernya.

Mereka memasuki sebuah ruangan yang terdapat sebuah layar besar didalamnya. Di dalam ruangan itu sudah ada beberapa orang.

"Dia di temukan oleh Dewan Perlindungan Mutan dua hari yang lalu. Sekarang dia sedang di periksa lebih lanjut oleh pertugas," ujar Kakashi.

Semua orang yang ada di ruangan itu menatap layar besar itu memperhatikan gambar yang ada di layar.

Disana ada seorang perempuan berambut merah muda, sedang duduk sendirian di sebuah ruangan yang mirip dengan ruangan interogasi. Ia duduk bertopang dagu pada sebuah meja. Di seberangnya ada seorang laki-laki dengan wajah sayu yang sedang menanyainya.

'Baiklah kita mulai, namaku Genma. Bisa aku tahu namamu dan darimana asalmu ?' kata Genma yang berada dalam layar.

Perempuan berambut merah muda itu hanya menatapnya malas.

'Kau sudah tahu namaku dan semua data-dataku, jangan basa-basi dengan menanyakan hal yang tidak penting. Kapan aku keluar dari sini?'

Pria bernama Genma itu hanya menatap perempuan merah muda itu.

'Baiklah Sakura Haruno, kau berada dalam perlindungan Dewan Hak Asasi Mutan. Kami berniat membantumu. Data yang kami dapatkan adalah bahwa kau sudah menjadi Tuna Wisma selama hampir lima tahun. Kau meniggalkan rumah saat kau berumur tiga belas tahun dan sekarang kami menawarkan bantuan kepadamu. Kau akan ditangani sepenuhnya oleh Dewan Perlindungan Mutan dari sekarang.' Jelas Genma.

'Apa jaminannya jika kalian benar-benar bisa melindungiku?' Sakura menatapnya tajam.

'Kami memberikan jaminan sepenuhnya.' Jawab Genma tegas.

'Aku tidak percaya!' Seketika Genma terpental kebelakang dari kursinya dan jatuh tak sadarkan diri. Semua orang yang ada dalam ruangan itu kaget dengan apa yang terjadi di layar.

Sakura berdiri dari kursinya, pandangannya menatap lurus pada kamera sehingga membuatnya seolah-olah sedang melihat kearah mereka semua. Tak lama kemudian layar menjadi buram tak karuan.

"Profesor?" gumam Kakashi.

"Tenang saja, kita akan segera bertemu dengannya!" Profesor Sarutobi menegaskan.

"Apa-apaan orang itu?" ketus seorang pemuda berambut raven.

"Tenang Sasuke, ini hanya tes biasa yang dilakukan mutan. Seperti kau tidak pernah melihat yang seperti ini saja." Balas Kakashi tenang.

Memang benar, mereka seharusnya tidak aneh melihat pemandangan seperti barusan. Hanya saja pemuda bernama Sasuke itu merasa tidak enak saat melihat gadis itu. Tidak hanya dia, tapi semua anggota X-Men junior juga merasakan hal yang sama.

Dua jam kemudian sebuah mobil datang ke X-mansion. Konoha Gifted Youngsters School juga sering disebut sebagai X-mansion. Dua orang petugas dari Dewan Perlindungan Mutan datang membawa seorang gadis berambut merah muda yang tak lain adalah Sakura Haruno.

"Bagaimana kalian bisa menangkapnya?" tanya Kakashi yang menyambut kedatangan mereka.

"Kami harus menembaknya denga cairan bius secara diam-diam, jujur itu adalah hal yang melelahkan," kata petugas itu.

"Apa tidak ada yang tau tentang ini?" tanya petugas yang lainnya.

"Hanya para anggota X-Men senior dan Profesor Sarutobi yang tahu soal ini. Para anggota X-Men junior hanya tahu kalau mereka adalah mutan biasa." Kakashi berbisik.

"Berhati-hatilah, dia masih liar," petugas itu memperingatkan.

Kakashi, Maito Guy, Kurenai Yuuhi, dan Asuma Sarutobi membawa Sakura ke sebuah labolatorium. Disana sudah ada Profesor Sarutobi yang menunggu.

"Akhirnya datang juga," gumam pria tua itu.

Seluruh pakaian sakura dilucuti dan menutupinya dengan sebuah selimut. Mereka menempelkan beberapa alat yang tersambung dengan sebuah komputer di bagian kelapa, dada, dan juga beberapa titik nadi. Layar komputer menunjukkan aktivitas otak Sakura dengan sebuah gambar visual yang rumit.

"Sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Kurenai.

"Aku akan mencoba menenangkan dia saat ini." Jawab Profesor berambut panjang itu.

"Apa dia benar-benar orangnya?" tanya Guy.

"Ya, setelah sekian lama. Akhirnya aku bisa menemukannya. Bagaimanapun dia harus selalu berada di bawah pengawasan kita. Dia masih liar, tidak tahu seberapa besar kekuatannya. Aku harus melatihnya, sampai ia bisa mengontrol kekuatannya sendiri,"

"Apa benar dia seberbahaya itu?" Asuma angkat bicara.

"Telekinesis dan Psikometri yang mungkin lebih kuat daripada aku, jika dia mengamuk dia bisa membunuh setiap orang yang dia temui," kata Profesor Senju tajam.

Semua orang yang ada di dalam ruangan itu sedikit kaget karena yang mereka tahu kalau hanya Profesor Sarutobi lah yang memiliki kemampuan telekinesis tinggi diantara mutan yang ada. Profesor Sarutobi adalah mutan kelas Alpha yang disegani dan juga sangat hebat.

"Mutan kelas Omega telah ditemukan, kalian harus waspada. Banyak yang mengincarnya dan itu adalah mutan-mutan kelas tinggi. Dengan membawanya kesini itu berarti kita telah mengundang bahaya." Profesor Sarutobi menatap serius.

"...dan satu lagi, jangan ada yang memberi tahu anggota X-Men junior. Hanya kita dan Dewan Perlindungan Mutan yang tahu tentang Sakura yang sebenarnya."

Di ruang keluarga X-Mansion anggota X-men junior sedang berkumpul. Bagi siswa yang tidak mempunyai rumah untuk tinggal mereka memang tinggal di asrama Konoha Gifted Youngsters School yang biasa disebut X-Mansion. Anggota X-Men junior terdiri dari siswa-siswa yang sudah terlatih dan memiliki kemampuan yang melebihi di atas rata-rata.

Pemuda berambut pirang yang kini tengah asik memakan semangkuk Mie instan. Dia meniup mienya pelan namun angin yang dikeluarkan tampak seperti dari kipas angin. Itu karena memang kemampuannya adalah mengendalikan angin.

"Hei , Naruto kalau kau membuat angin seperti itu, kau akan membuat mie mu tumpah!" Ujar pria berambut nanas yang biasa di panggil Shikamaru. Shikamaru sedang asik bermain catur di meja bersama Sai.

"Hei dimana yang lainnya?" tanya Sai.

"Ino ,Tenten, dan Hinata sedang ada di kamar, Neji di perpustakaan , Lee , Kiba,Chouji, dan Shino sedang ada diluar, Sasuke aku tidak tahu dimana," jawab Naruto yang masih meniup mienya.

"Dimana para guru? Aku tidak melihat satupun dari mereka sejak tadi." Ujar Sai lagi.

"Kau itu terlalu banyak tanya, kau seperti tidak tahu mereka saja." Shikamaru memindahkan bidaknya jengkel.

Tak lama kemudian terlihat Sasuke masuk kedalam ruangan diikuti dengan yang lain. Mereka semua masuk ke ruang tengah.

"Ada apa?" tanya Naruto yang merasa makan malamnya terganggu.

"Profesor Sarutobi ingin membicarakan sesuatu," jawab Neji.

Setelah mereka semua duduk mereka mulai bertanya-tanya apa yang mau dibicarakan oleh Profesor Sarutobi. Tak lama kemudian Profesor Sarutobi datang . Kakashi mengekor di belakangnya namun yang sangat mengagetkan Kakashi berjalan beriringan dengan seorang perempuan berambut merah muda. Gadis itu memakai pakaian khas rumah sakit berwarna biru muda.

"Selamat malam semuanya." Sapa Profesor Sarutobi namun tidak ada satupun yang membalasnya. Mereka terlalu terkejut dengan kedatangan perempuan berambut merah muda itu. Tidak biasanya Profesor Sarutobi membawa orang baru ke dalam forum. Mereka yakin kalau ini ada hubungannya dengan oraganisasi X-Men. Namun yang aneh mereka belum pernah melihat gadis itu, yang berarti gadis itu adalah orang baru disini. Terlebih lagi orang itu adalah orang yang tadi siang mereka lihat mengamuk.

"Sakura duduklah. Aku akan memperkenalkanmu pada mereka." Titah Profesor Sarutobi. Gadis bernama Sakura itu hanya menanggapi tanpa ekspresi seolah-olah tidak mempedulikan ucapan Profesor Sarutobi.

"Anak-anak mulai sekarang Sakura Haruno akan tinggal bersama kita dan akan bergabung dengan X-Men. Aku harap kalian bisa menerimanya dengan baik." Profesor Sarutobi menatap Sakura.

"Sakura, aku akan memperkenalkanmu pada mereka semua..." dan Profesorpun mengenalkan mereka semua dengan masing-masing kemampuannya.

"...dan satu lagi Sasuke Uchiha, dia bisa memanipulasi petir, api , dan juga hal yang sejenisnya. Dia juga mempunyai mata yang istimewa bernama Sharingan." Sasuke menatap Sakura dengan pandangan intens tanpa mendapat balasan berarti dari Sakura.

"Jangan sungkan kepada mereka Sakura, anggap saja ini rumahmu," ujar Profesor Sarutobi. Sebenarnya semuanya menunggu respon dari Sakura, ia tidak membuka mulutnya sedikitpun sejak memasuki ruangan.

Pandangan Sakura berpendar keseluruh ruangan memperhatikan setiap wajah yang menatapnya. Suara-suara itu berdengung kembali dikepalanya.

'Sombong sekali..'

'Siapa dia sebenarnya? Apa tidak berbahaya?'

'Dia kan yang tadi siang, apa aman kalau dia berada disini?'

'Kenapa ia sampai dibawa kemari? Kalau hanya mutan biasa kenapa harus bergabung dengan X-men? Apa yang Profesor sembunyikan?'

'Manis sih, tapi sepertinya kurang bersahabat.'

Lalu pandangan Sakura beralih pada Profesor Sarutobi.

"Aku tahu bukan hanya aku yang mendengarnya." Ujar Sakura singkat pada Profesor Sarutobi. Sakura bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan ruangan itu.

Semua orang yang ada di ruangan itu tampak terkejut dan bingung.

"Kenapa dia?" Tanya Sasuke jengkel. Semua orang mempertanyakan hal yang sama dalam benaknya.

"Jika kami boleh tahu Profesor, apa maksudnya semua ini dan apa kemampuannya? Aku sudah menebak tapi aku masih ragu." Shikamaru menatap Profesor Sarutobi meminta jawaban.

"Aku yakin kau sudah bisa menebaknya Shikamaru. Ya, dia mempunyai kemampuan Telekinesis."

Kalimat terakhir dari Profesor Sarutobi sukses membuat semua orang—kecuali Kakashi tentunya tercengang. Secara, yang mereka tahu tidak ada mutan yang mempunyai kemampuan telekinesis selain Profesor Sarutobi sebelumnya. Mereka juga menyadari itu berarti Sakura bisa tahu semua yang ada dipikiran mereka. Itu membuat kata-kata Sakura yang tadi menjadi jelas.

A/N :maaf buat typo, saya meminjam alur ceritanya X-Men. Ya keluar dari zona nyaman deh ceritanya. Kritik saran dan juga segala komen silahkan. Karna saya juga tidak terlalu hapal dengan semua istilah dalam X-Men. Jika ada yang mau ditanyakan silahkan. R&R pelase...