HOOKING UP ?

Disclaimer : Naruto belong to Masashi kishimoto

This story is belong to me marukocan

I just borrow the characters

Warning :

AU, OOC, TYPOS and many more

Rate :

M for language

Pairing:

SASUKExSAKURA

.

.

.

From : sasukeuchiha

To : sakuraharuno

Subject : menjemputmu

Selesai jam berapa ? aku akan menjemputmu.

Sasuke

x

Ini malam teraneh menurutku, bagaimana tidak Uchiha fucking-sasuke mengirimi ku email perihal dia akan menjemputku, lalu darimana dia tahu kalau aku ada pekerjaan malam ini dan akan selesai beberapa saat lagi. Mengingat bahwa sudah sejak lama aku mendengar kabar terakhir darinya, hebatnya malam ini pukul 23.45 dia mengirimiku email ambigu seperti itu. Dan salahkan jari ku yang bodoh karena membalas email darinya kelewat cepat tambahkan kata semangat juga di dalamnya.

Fuck you Haruno.

From : sakuraharuno

To : sasukeuchiha

Aku akan selesai 30 menit dari sekarang. Kau bisa menjemputku di studio biasa.

Emm .. kuharap kau akan menjelaskan semuanya mr.uchiha

Sakura

x

From : sasukeuchiha

To : sakuraharuno

Harapanmu perintah bagiku .

Tunggu aku miss.Haruno

Sasuke

X

"Apa itu tadi, dia mencoba bersikap manis setelah semuanya?" aku mengernyit melihat balasannya.

Oh Sakura jangan terlibat lagi dengan permainannya, tanamkan itu kuat-kuat dalam hati terutama otak mu. Malam itu aku Haruno sakura merapalkan mantra untuk bersikap biasa saja pada seorang Uchiha sasuke –sang vocalis the heartthrob of Akatsuki Band yang digilai wanita seantero negri yang beberapa menit mendatang akan menjemputku. Aku sungguh berusaha untuk tenang disini. Percayalah.

Dia benar-benar datang setelah 30 menit, dengan menggunakan T-shirt putih berlapiskan jaket denim hitam dan jeans hitam pula, berdiri tegap di hadapanku sekarang memasang seringainya yang sialan sexy itu. Dia menuntunku ke Audi A8 hitam miliknya membukakan pintu layaknya bangsawan, aku bisa mencium bau-nya dari jarak sedekat ini. Bau nya masih sama seperti terakhir kali kita bersama sayangnya aku belum dapat kesempatan untuk bertanya dia memakai parfume apa, dulu tiba-tiba kami menjadi seperti orang asing ketika berhembus kabar tentang kedekatannya dengan beberapa wanita. Dia tidak mengabariku begitu juga denganku, kami beberapa kali bertemu dalam acara music dan sebagainya tapi berakhir dengan saling menghindar. Aku tidak ingin memperburuk keadaan dengan menempel pada sasuke yang saat itu tengah santer jadi sorotan lagipula aku tidak mau jadi korban bahan wacana para wartawan. Oke kali ini kalian boleh menyalahkanku kenapa masih saja meladeninya after those whole shit thing happened. Email-nya mengatakan dia berjanji menjelaskannya and i just can't help being curious about things i'm curious about.

"Hai."

"Hai juga, bagaimana bisa?" Aku bertanya sambil menaikan satu alis padanya, aku tak akan berbasa- basi.

"Hm, apanya ?" Dia masih tetap seperti dulu. Ku kira tadi dia sangat manis di emailnya.

"You know .. darimana kau tahu aku ada pekerjaan malam ini, lagipula ini tengah malam kau tak mesti repot-repot menjemputku." Aku merasakan Sasuke menatapku setelah ku lontarkan pertanyaan itu.

"Manager-mu memberitahu setelah kupaksa tepatnya, apartement mu masih yang dulu ?" Wow dia memaksa Anko ... muka kesal Anko langsung terbayang saat ini juga.

"Ya masih yang dulu tak berpindah se-inchi pun."

Dia hanya bergumam dan menyetir kembali dengan tenang, terlalu tenang menurutku karena di sini aku merasa sedikit gugup karena dia tidak menghidupkan head light . Cukup menegangkan mengingat akan bahayanya tapi sekaligus mendebarkan karena kami melintasi jalanan tokyo di tengah malam, sunyi dan hanya berdua rasanya seperti surga. Aku tidak pernah berfikir berkendara di tengah malam akan se-romantis ini atau hanya aku saja yang menganggapnya begitu?.

"Sakura kita sampai." Suara husky sasuke menyadarkanku dari lamunan aneh ini.

"Ah ya .. maaf, kau mau mamp.."

"Tentu saja aku mampir aku berhutang penjelasan bukan padamu?" Dia memotong ucapanku dengan seenak jidatnya.

"Oke, mari masuk tuan tidak sabaran." Aku membalasnya dengan seringai.

Setelah memarkirkan mobilnya di basement, kami melesat ke elevator untuk menjangkau lantai dimana aku tinggal. Wow udara di elevator ini berubah ketat, aku sangat tahu apa penyebabnya sasuke uchiha yang hot sedang menelanjangi-ku dengan tatapannya. Aku tidak akan terpancing sebelum dia menjelaskan duduk persoalannya padaku mengapa dia menghilang beberapa waktu yang lalu, aku akan sekuat tenaga mengenyahkan pikiran untuk menciumnya di sini -di lift ini, sampai semuanya clear.

"Jangan bersikap bodoh, aku akan mengabaikan mata-mu yang akan keluar itu penjelasan lebih dibutuhkan daripada pelototanmu."

"Haah.. oke sakura i will."

"Ya .. sejelas-jelasnya." Aku tekankan pada kedua kata 'jelas'.

"Hn." Oh my, itu trademark uchiha yang sangat melegenda.

Kupersilahkan dia masuk dengan segenap hati, memberikannya secangkir kopi hitam-tanpa gula dan mempersilahkan duduk di sofa-ku. Dia pun duduk dengan nyaman setelah membuka jaket denimnya di sandaran sofa di belakang kepalanya.

"Aku banyak mendengar tentangmu di tv, especially kedekatanmu dengan beberapa wanita."

"Yang kau dengar memang benar." Dia membenarkannya , kurasakan hatiku patah.

"Lalu mengapa kau kembali merayuku ?"

"Merayu? Kau tahu aku payah dalam hal itu." Oh benar Uchiha sasuke tak perlu merayu, bermodal wajah serta ketenaran semua wanita dengan sukarela jatuh kepelukannya.

"Lalu mengapa kau bersikap seperti ini?"

"Aku memang dekat dengan mereka, tapi aku tak bisa berhenti memikirkan tentang kita." Sasuke menjawab disertai dengan wajah serius dan alis bertaut

"Kita ?!" Nada meremehkan terdengar dari ucapanku, dan aku bangga akan itu- aku sedang berada di atas angin sekarang.

"Ya ki-ta." Dia berikan tekanan di setiap katanya.

"Kau menghindariku setelah kabar itu, tak mencoba untuk menjelaskan apaupun!" aku menaikan sedikit nada bicaraku, kesal dengan sikap plin-plannya.

"Aku hanya takut kau akan menolaku, aku tidak siap dengan itu." Kali ini dia berdiri dan sepertinya ingin menjangkauku di sebrang meja.

"stop! Jangan mendekat!" sasuke mematung mendengar ucapanku, aku takut jika dia mendekat maka aku akan menyerah dan memaafkannya begitu saja.

"Aku tahu dulu kita memang hanya teman dekat, kukira kita special , kukira ada hal lebih di antara kita tapi mungkin hanya aku saja yang beranggapan seperti itu." Aku mulai terbawa emosi sepertinya.

"Maka dari itu aku takut karena kita tak memiliki status apapun, hanya menganggapku teman tak lebih." Sasuke membalas, aku melihat raut menyesal di wajahnya.

"Kau tahu sekarang perasaanku."

"Dulu aku tidak."

"Aku memberimu banyak sinyal bahwa aku tertarik padamu."

"Tapi kau tak hanya dekat denganku saat itu, gaara dan sasori juga mendambakanmu."

"Aku tidak memancarkan sinyal pada mereka." Aku beringsut duduk, ini menguras tenagaku sungguh berdebat dengan sasuke di malam hari setelah bekerja adalah penderitaan.

Dia menghampiri ku dan duduk di sebelahku, memandangku takut-takut. Kukira dia sedang bersiaga apabila aku akan meledak lagi. Kubiarkan dia di sampingku aku tidak punya banyak energi untuk menghentikannya. Dia memegang tanganku mengalirkan listrik statis kesekujur tubuhku, bagaimana bisa tingkah sederhananya saja berpengaruh besar terhadap kontrol diriku sendiri.

"Kalau begitu jangan pancarkan sinyal-mu pada siapapun lagi." Dia mencoba bersikap manis sambil mengataiku layaknya aku tiang pemancar?.

"Aku bukan tiang pemancar." Aku cemberut kepadanya, seketika dia mencium tepat di bibirku dengan cepat.

Cup

"KAU! .. kita belum selesai jangan mencari kesempatan!"

"Apalagi? Aku hanya sekali hangout dengan mereka dan wartawan membesar-besarkannya. Apa kau melihat aku berkencan dengan seseorang setelah berita itu?"

"Aku memang tidak melihat mu berkencan dengan siapapun, tapi bisa saja kau melakukannya di belakangku kan ?"

"Haah, kau bisa bertanya pada Naruto kalau tak percaya." Ah ya.. Naruto merupakan teman Band sasuke dia merupakan bassist di Akatsuki.

Aku tidak akan percaya Naruto karena sesungguhnya teman selalu menutupi kesalahan temannya lagi. Itu yang di sebut persekongkolan. Aku hanya mengernyitkan dahi sambil memandang tajam pada sasuke, mencoba mengetahui dia sedang membual apa tidak. Dia menatapku balik dengan mata yang tajam pula, Sasuke tidak berbohong aku hapal gelagatnya. Dia akan menggigit bibir bawahnya saat berbohong. Tuhan mengapa aku sangat mengenal pria ini?.

"Sakura ini sudah dini hari kau perlu istirahat, kita bahas ini besok oke?" Seketika aku melihat jam di dinding ini sudah pukul setengah tiga pagi pantas tubuhku agak menggigil, aku tidak tahan dingin.

"Baiklah, kau menginap saja akan bahaya apabila kau menyetir pagi buta seperti ini."

"Kau sangat perhatian miss.Haruno." Aku merasakan seringai nya.

"Aku hanya bersikap sopan mr.Uchiha." sambil menaikan sebelah alis aku tersenyum padanya.

"Itu senyum pertamamu setelah kita berdebat tadi, aku suka." Kurasakan wajahku memanas.

"Ayo cuci muka dan pergi tidur aku juga lelah, kuharap aku tak tidur di sofa-mu."

"Lalu apa harapanmu ?"

"Tidur disampingmu."

"Che." Aku tersenyum kecut berbanding terbalik dalam hati, apakah aku menderita Tsundere?

Ini hari yang sangat lelah, pekerjaanku sebagai penyanyi menyita waktu banyak serta kejadian tak terduga –Uchiha sasuke yang datang dan mengajak berdebat ditengah malam yang dingin, sungguh tepat waktu!. Sasuke berbaring di sampingku, diranjangku! Dia tidak main-main dengan ucapannya, kembali aku tak bisa menetangnya tubuhku sudah menyerah dengan keadaan; lelah dan dingin. Aku benci udara dingin.

"Tidurlah aku tak akan melakukan hal aneh." Dia mengecup keningku. Kau sudah melakukan salah satu hal aneh itu!.

"Hmm." Aku hanya bergumam dan merapatkan selimut sampai ke dagu. Karena kantuk yang dahsyat atau kecupannya yang hangat entahlah, aku tertidur seketika. Aku akan menanyainya besok dengan detail.

Cup. Cup. Cup.

Aku tahu bibir milik siapa yang menghujaniku wajahku dari kening, pipi, dagu hingga bibir. Aku sangat ingat semalam aku tidur (dalam arti yang sesungguhnya) dengan Uchiha sasuke. Sudah jelas ini perbuatan siapa bukan? Aku masih nyaman bergelung di kasur akan di sayangkan melepas moment ini.

"Sleepyhead ayo bangun, aku sudah siapkan sarapan." Suara Sasuke di pagi hari sangat sexy, aku berani menukar apapun itu hanya untuk mendengar suaranya setiap pagi. Dengan tidak rela aku membuka mataku, mendapatinya sedang duduk disisi ranjang menatapku dan tunggu dia shirtless! Oh my god dia menganggap ini rumahnya sendiri ?.

"Pakai bajumu! Aku akan segera menyusul ke dapur." Aku beranjak dari kasur ku yang nyaman dan pergi ke kamar mandi.

"Masih pagi kau sangat bossy." Samar-samar suara Sasuke ku dengar. Aku terkekeh karenanya.

Dia pengingat yang baik dia tahu sarapan sederhana kesukaanku –roti bakar, telor mata sapi dan sosis dan salad juga dia hidangkan di sampingnya tapi kukira tomatnya terlalu banyak, ini kesukaan Sasuke tomatnya terlalu memonopoli salad ku!. Ah ... teh nya juga ada beserta potongan lemon di dalam tekonya. Hal kecil seperti ini membuat hatiku berdesir. Dia melakukan sesuatu yang sederhana membuatnya menjadi istimewa. Membuatku merasa special. Dia membuatku menyerah terhadap perasaanku sendiri. Aku menyukainya tidak aku sangat menyukainya. Aku tak tahu bagaimana nasib kami kedepannya. Memulai kembali lalu meng-upgrade status kami dari hanya teman ke sesuatu yang lebih, atau berakhir di friend-zone atau yang lebih ekstrim frenemy? Aku bergidik yang terakhir itu tidak akan aku pilih.

"Wow sarapan yang memukau, kau ingat favoritku."

"Aku selalu ingat yang di favoritkan gadis favoritku." Seringainya menambah point kesexy-an nya.

"Semalam kau bilang payah dalam merayu?" Mulutnya terlalu manis, hatiku bisa meleleh karenanya bahkan di saat matahari belum terlalu menyengat ini.

"Hn aku hanya ber-improvisasi dengan keadaan." Trademarknya sudah tiba.

"Aku makin tak mempercayaimu, skill merayumu meningkat tajam."

"Sakura ... makan! kita akan membahasnya setelah ini." Dia mendelik tajam, mood nya berubah dengan cepat oh tidak!

Kami makan dengan tenang sesuai keinginannya, sesekali kami saling bertukar pandang tapi tak ada sepatah katapun yang keluar. Telor di goreng setengah matang bentuknya juga bundar tidak berantakan Sasuke bisa menjadi Bapak rumah tangga yang baik, aku tersenyum membayangkan Uchiha sasuke dengan apron pink berenda haha sungguh imut. Aku akan rela bekerja banting tulang untuk mendapatkan suami macam itu. Oh Sakura .. Sakura.. hentikan pikiran konyolmu ini! vocalist band mana mau menjadi Bapak rumah tangga.

Aku selesai membersihkan piring, meski sebenarnya tak perlu karena chiyo –pembantu rumah tangga ku akan datang membereskannya di siang hari. Tapi aku tak ingin mendapat kesan 'gadis manja' dari sasuke, sejak kapan aku peduli omongan orang? Aku bingung dengan diriku sendiri. Kami duduk berdampingan di sofa ruang tengah menghadap ke kaca yang menampilkan pemandangan kota tokyo-hiruk pikuknya yang kadang membuat ku pusing.

"Dengar aku memang dekat dengan beberapa model yg di gossipkan itu, tapi kami hanya hangout sekali itu pun menghadiri pesta temanku—kiba ." Sasuke langsung ke pointnya aku suka itu.

"Lalu mengapa kau menjauh dariku setelahnya?"

"Kita tak punya status saat itu, akan terlihat bodoh jika out of blue aku menjelaskan hal seperti itu."

"..." Aku hanya diam mendengarkan sambil menyilangkan tangan di dada.

"Apalagi gaara dan sasori jelas tergila-gila padamu, aku menyerah saat itu. Selama sebulan kita menjauh itu aku mencari semua kabar tentangmu, kukira kau berkencan dengan salah satu dari mereka tapi tidak."

Dia berkata panjang lebar wow.. ini adalah sesuatu yang jarang terjadi. Aku harus bersikap tenang jangan girang dulu oleh pengakuannya.

"Lalu sekarang apa tujuan mu ?"

"Aku ingin kita lebih dari teman, ya aku ingin kau memaafkanku terlebih dahulu tentunya."

"Aku tidak menyalahkan mu yang dekat dengan para model itu hal wajar karena kita kaum sosialita, ini memang dunia kita dimana segala sesuatunya di lebih-lebihkan oleh wartawan akan sangat egois kalau aku tak paham, aku hanya ingin kau menjelaskannya padaku dulu. Tapi kini aku mengerti Sasuke em... ya aku memaafkanmu." Aku tersenyum setelah mberpidato panjang lebar itu.

"Jadi kau menerima ajakanku?"

"Ajakan apa?"

Dia mengeram karena kesal oleh sikap sok pura-pura polos seperti ini, dan langsung menariku ke pangkuannya, melingkarkan tangannya di pinggangku dan mengecup dahiku. Oh, Uchiha sasuke yang tidak sabaran kadang terasa sangat manis. Aku tertawa oleh kelakuannya sambil melingkarkan tangan di lehernya, menyenderkan kepala di dadanya. Curang! Dia sudah mandi ternyata harumnya masih sama maskulinnya, padahal aku sempat berfikir mandi bersama setelah perdebatan kami akan menjadi sesuatu yang romantis. Sakura haruno—sang gadis nakal julukan itu pas buatku saat ini.

"Sakura kau miliku ingat itu." Suaranya sangat sexy saat mengatakan 'miliku'. Aku bisa mati muda saking bahagianya.

"Ya dan kau juga begitu , jangan berani bermain di belakangku."

"Aku tak akan sempat untuk bermain dengan selain dirimu." Sasuke kembali menyaut sambil menciumi rambutku. God dia benar-benar menyesatkanku dengan ucapannya.

"Kau bau Sakura sana mandi."

"Kau pintar merusak suasana!" Aku cemberut padannya.

Cuup.

Aku di hadiahi kecupan di bibir kali ini. aku akan cemberut sepanjang hari kalau begitu haha.

"jangan cemberut, aku tak akan tahan." Dia mengeluarkan unek-uneknya ini malah terdengar pervert di telingaku.

"Baiklah lagipula aku ada jadwal manggung siang ini." aku berdiri dari pangkuannya hendak pergi ke kamar mandi.

"Oh sial, di saat aku ingin berkencan denganmu seharian." Kali ini Sasuke yang cemberut.

Oh Tuhan kali ini sang vocalist terlihat sangat menggemaskan dalam raut wajah cemberutnya, aku langsung menciumnya keras, lama dan bergairah. Dia pun mengulum bibirku sama bergairahnya mendekapku hingga menempel di dada bidangnya, menyalurkan listrik statis yang selalu aku rasakan ketika terjadi skinship di antara kita. Tak peduli tujuan utamaku untuk mandi kali ini aku lupakan sejenak. Aku sedang sangat rindu padanya.

Tbc?

A/N : Hai lads ini fict pertamaku, sepertinya ancur yah? Di pastikan akan ada beberapa typos jadi tolong di beritahu yah letaknya dimana dan penggunaan tanda baca yang salah atau apa mohon di koreksi. Fict ini terinspirasi dari MV Taylor swift yang baru-baru keluar minggu ini bisa tebak apa ? hehe *sok misterius*

Ternyata menuangkan ide ke bentuk tulisan itu sulit ya, tadinya aku mau bikin oneshoot Cuma pegel euy nulisnya jadi aku menyerah pada keadaan (baca; jari keram) tapi kalo dirasakan reader ini mengecewakan mungkin aku ga akan lanjutin *tehee ^^. Jadi mohon feedbacknya review yah jangan flame please aku belum sangghup. T.T