[Solitude] Inside Our Broken Wor(l)d
By : Miyucchi sang Cappuccino
.

.

.

Disclaimer :
ROTG
OWNED BY Dreamworks
Frozen
OWNED BY Disney

.

.

Warning :
OOC, Typo, Chara-death, Nyerempet ke inggris, Crossover, Hidden Plot, DLL.

.

.

.

[FICTOGEMINO ANTONIM]
[Dapat dibaca dari atas kebawah, bawah keatas. Namun akan ada suatu perbedaan saat dibalik. Find it!]

.

.

.

Happy Reading!


"I-I'm sorry… my love…" Isaknya tak tertahan. "I-I can't protect you…"

Jari-jemari dengan gemeteran menyentuh kulitnya yang dingin, berusaha mencari kehangatan yang menenangkannya–seperti dahulu. Air matanya yang terus menetes, jatuh ke wajahnya–yang kini mulai mendingin–dan bercampur dengan darah yang mengalir di pelipis kekasihnya.

"Ja-Jack…" Elsa kembali tersenyum kosong. "I'm… Sorry-…"

Pemuda itu kembali terbatuk, berusaha tidak melepaskan cengkraman di tangan Elsa. Berusaha tidak menghilangkan–dan melupakan–kehangatannya. "P-please… My Queen… D-… Don't be sad…" Bisiknya menahan sakit, antara hati dan tubuh.

"Kau terus mengatakan itu–" Wanita itu tersekat oleh rasa perih lukanya. "–dan aku… a-aku ti-…dak melakuka-… apa-…apa…" Ia menggigit bibir bawahnya, berusaha untuk tetap sadar.

Jack mengelus kepangan rambut kekasihnya sendu. Rambut putih natural yang biasa ia acak-acak, kini telah ternodai oleh bercak darah. "A-…aku… ti-…-tidak… ingin k-…kau… mati…" Suaranya bergetar hebat pasal menahan airmata. Lelaki tidak mengangis. Apalagi didepan orang yang dia sayangi. Dirinya tidak ingin melihat air mata pahit itu di wajah Elsa.

Elsa hanya memejamkan matanya, kembali mengingat apa yang terjadi. Saat Pitch tiba-tiba menyerang istananya. Saat Jack langsung menerobos masuk. Saat mereka melawan sang Boogeyman. Dan saat serangan terakhir dari pembawa mimpi buruk itu mengenai… bahkan tidak satu pun dari mereka yang ingin mengingat lagi.

Sang pemilik gelar ratu tersebut memandang sedih luka di dada Jack. "You idiot… Lukamu juga sama parahnya…" Ucapnya pelan–sangat pelan.

Jack terdiam, menatap dalam-dalam luka-luka di tubuh Elsa. "Lukamu…" Sesaat, dia merasa gagal dengan kehidupannya. Lelaki macam apa yang membiarkan kekasihnya terluka?

"Sorry…" Dia mengelus pipi nan halus itu–yang kini terasa berbeda. "A-…aku… tida-… dapa-… melin-…dung-… mu…" Ucapnya disela-sela segukan.

Wanita itu lebih memilih untuk diam, mencoba menikmati kehangatan yang perlahan menghilang. Ia menyentuh punggung tangan yang mengecup pipinya–tak ingin melepaskannya. Jari-jemarinya perlahan menari–mendekatkan ke wajah kekasihnya. Setetes air mata berhasil kabur dari pelupuk, diikuti tetesan selanjutnya dan terus mengalir deras tanpa henti.

"Kau pikir-… aku bisa-… hidup tenang-… tanpamu…?"


[NOW, READ IT FROM DOWNER TO UPPER~!]


Hh… Jujur, ini fictogemino antonim pertama saya. Mikir paduan kata-katanya dua kali lipat lebih susah dan ribet dibandingkan fictogemino biasanya! Padahal biasanya 5 jam mata pelajaran saya udah bisa bikin sebuah fic, tapi untuk yang ini perlu 8-9 jam mata pelajaran… ;^;

BTW, thank you to mah friend, Kuroakane yang telah memberi ide untuk judulnya~!

Kiri : …Kenapa kamu pake 'jam mata pelajaran' terus?

Me : Ahahaha-… ahaha…ha… ha. Yah… Saya… ngebuat fic… saat jam pelajaran. TAPI SUNGGUH SAYA LANCAR JAYA KALAU LAGI GINI!

Kiri : …

Me : Ahaha–… …saa

Review, please?