Chapter 4

Naruto, dkk punya Masashi Kishimoto

SASOSAKU

(SASORI-SAKURA)

Rated T

Romance and family

Story pure for Jhino

Happy reading

Gaahina wedding

Sebuah sedan BMW mewah keluaran terbaru baru saja terparkir manis. Dengan sigap seorang pelayanan membukakan pintu mobil tersebut dan memunculkan pemiliknya yaitu akasuna no sasori beserta istrinya, akasuna sakura. Sasori menggandeng sang istri masuk ke dalam. Banyak pasang mata menaruh kagum melihat pasangan suami istri tersebut. Bahkan tak jarang diantara mereka berbisik.

"lihat mereka, begitu serasi dan mesra lagi."

"ya, mereka juga baru saja menikah satu bulan ini, padahal jarak umur mereka juga jauh lho."

Sasori dan sakura hanya bisa tersenyum mendengarnya dan berjalan mendekati keluarga Sabaku dan Hyuuga.

" Rei jiisan, hiashi jiisan.." sapa sasori ramah.

"oh sasori... sakura... kalian datang.." balas rei kemudian memeluk keponakannya.

"sakura kau cantik sekali malam ini." Puji Hiashi.

"terima kasih jiisan. Hinata-chan juga tak kalah cantik dengan kimononya." Sakura tersenyum manis.

"ya aku sangat bahagia hinata bisa menikah dengan gaara. akhirnya sekarang aku dan rei bisa mewujudkan cita-cita kami sejak kecil." Ucap hiashi dengan bangga.

"sakura bagaimana kau mau di jodohkan seorang jiisan yang bertamang awet muda huh? Kau pakai rayuan apa sasori?" goda rei membuat sakura bersemu merah di kedua piinya, sedangkan sasori menggarukkan kepala yang tak gatal.

"kalian ini suka sekali menggoda mereka." Sahut karura datang kearah mereka bersama hikaru.

"ah karura baasan dan hikaru baasan.. kalian sangat cantik sekali." Sapa dan puji sasori ramah.

"aish kau ini, tak cukup kah kau punya istri muda dan cantik, sekarang kau merayu istri kami sasori." Ucap hiashi pura-pura kesal membuat yang lainnya tertawa mendengarnya. Namun mereka tak menyadari ada sepasang mata dengan tatapan tak senang melihatnya, terutama ketika melihat sasori dan sakura begitu mesra.

.

.

.

.

"gaara dan hinata, selamat atas pernikahan kalian."

"terima kasih sasori." Balas gaara dengan tersenyum lebar yang jarang iya munculkan.

"hinata-chan selamat ya, aku senang kau menikah." Ucap sakura tersenyum tulus, berbanding terbalik dengan hinata yang tersenyum memaksakan.

"terima kasih sakura-chan. Dan selamat kau hamil. Aku tak sabar melihatnya sakura-chan." Ucap hinata lembut.

"sebentar lagi kau juga akan hamil seperti sakura, hinata. cukup melakukannya 'itu' dengan rutin dan..ugh! sakit, love." Sasori merintih kesakitan ketika istrinya mencubit perut sasori gemas. "dasar mesum." Jawab sakura ketus.

"meski mesum kau menikmatinya kan love.", balas sasori dengan senyum menggoda, wajah sakura memerah mendengarnya.

"hahaha... aku akan pastikan hinata hamil sama sepertimu sakura." Ujar gaara memeluk pinggang dan mencium pelipis hinata yang dari tadi diam.

Sakura melihat wajah sedih hinata menjadi tak tega, "saso-kun, aku lapar." Bisik sakura.

"aa...gaara hinata, sepertinya sikecil lapar, jadi kami tinggalkan kalian berdua ya." Kata saori sambil mengusa perut istrinya lembut.

"baiklah, nikmati pestanya, sepupu dan ipar." Ucap gaara riang.

.

.

.

.

.

Sasori melihat sang istri yang lahap menyantap makannya, sehingga dia membatin 'benar apa kata kaasan, wanita hamil pasti akan makan banyak.'

"sayang, makannya pelan-pelan."sasori mengelap sudut bibir istrinya yang belepotan.

"ini enak saso-kun, kau tau aku tak suka dengan susi mentah tapi ini enak sekali."

"ya karena itu kau hamil, love. Jadi wajar saja. Mau aku ambilkan lagi, hum?" tanya sasori lembut. Sakura menjawab dengan anggukan kepala.

Sasori sibuk mengambilkan susi dan makanan lainnya untuk sang istri, hal itu dimanfaatkan oleh seseorang yang memerhatikan mereka berdua dari tadi untuk mendekati sakura.

.

.

.

.

.

.

"kau bukan seperti sakuraku kalau cara makanmu seperti itu." Ucap pria itu sukses membuat mata sakura terbelalak. Sakura tak menyangka bila ia kan bertemu lelaki itu lagi.

"kenapa diam? Bukannya kau selalu menjaga ola makanmu sakura sayanag?" ucap ria itu yang duduk dtempat suaminya.

Sakura tidak menjawab, dia masih syok melihat lelaki itu. Ya lelaki yang terakhir kali bertemu dengannya sebelum ia menikah. Lelaki yang selalu mengisi hari-harinya dengan cinta. Lelaki yang yang pertama kali merasakan tubuhnya pertama kali karena baginya lelaki itu adalah cinta pertamanya.

Dengan susah payah sakura menelan makanan yang ada di dalamnya mulutnya dan sekuat tenaga dia menyebut nama lelaki yang ada dihadapannya.

"sa-sasuke.." ucap sakura dengan terbata.

Ya lelaki yang ada dihadapannya adalah Uchiha Sasuke. Mantan kekasihnya yang sempat berhubungan dengannya selama hampir tiga tahun. Lelaki yang membuat dia bertekuk lutut tak berdaya.

"apa kabar sayang?" tanya sasuka sambil menyeringai.

TBC

PS ; Terima kasih atas saran dan reviewnya yang sopan dan membangun.^_^ Ini memang pair sasosaku. ^_^

Sekedar info, mulai sekarang aku update cerita ini satu minggu sekali. Karena aku juga harus meng-update chapter2 ff-ku yang lainnya. Terima kasih sebelumnya cingu. ^_^