a/n: Ohohohohoho...— OHOK... OHOK... Ueeeekh...

Go: BAKAYAROU! Jangan muntah di depan readers!

Qiya: Ahahahaha... warui... aku cuma merasa agak hyper dan nervous setelah hiatus setahun

Rena: Ya... fic terakhirmu, kau publish sekitar setahun yang lalu, yang pertama pula. Menghilang kemana, kau?

Qiya: Ah, aku cuma sibuk dikejar titan-titan S*K yang mendadak jadi fans aku...

Go: Bohong banget *sweatdrop*

Qiya: Terus aku ditawari seseorang untuk menjadi beta tester dalam permainan Und*rwo*ld Onl*n*

Go: USOTSUKI! Sejak kapan lo jadi gamers? *mencak-mencak*

Qiya: Lalu setelah itu— Mph... Pft... *dibekep Rena*

Rena: Daripada lo curcol gaje yang jelas-jelas bohong banget. Mending kita mulai aja fic abal ini

Qiya: —PUAH... aku pindah fandom loh... *wink-wink gaje*

Go&Rena: Kagak nanya


Vocaloid Fanfiction

Sebuah Kisah Si Kembar Congek

Disclaimer:

Vocaloid tuh, punya siapa? Aku amnesia #PLAK!

Based from:

Kisah-kisah absurd tentang Qiya dan kawan-kawan dunia nyata-nya yang sering salah dengar alias congek— Tentu saja di dalam fic ini sudah diedit.

Rate:

T

Genre:

Humor dan Parody (mungkin?)

Warning:

Bahasa agak nyeleneh, gak pake EYD, typo bertebaran seperti padang bunga, gaje, kalimat ambigu, Len dan Rin adalah kembar, dan tidak ada incest.

Cast:

Kagamine Rin

Kagamine Len

Summary:

Hanya sebuah cerita (gaje) tentang Kagamine bersaudara yang salah dengar.


Vocaloid Gakuen Chuugakkou... SMP terbaik se-Crypton City. Mungkin kalian bertanya-tanya, dimana Crypton City itu berada. Crypton City, berada di sebuah negara antah berantah dan tak dikenal karena Qiya malas memikirkan nama—

"Kebiasaan, deh..." potong bebek angsa— #PLAK! Maksudku, potong salah satu OC Qiya yang bernama Kawasaki Iyasa.

Udah, deh... toh, yang bikin juga Qiya, yang penting hepi~~~

Oke, balik ke narasi (' v ')V

Vocaloid Gakuen juga merupakan tempat dua karakter utama kita menuntut makan— eh, gaji— eh, ilmu maksudnya. Dan dua karakter itu adalah, si kembar Kagamine Rin dan Kagamine Len.

Chotto... aku memang akan membuat cerita tentang si kembar loli-shota, itu *di-glare Rin-Len*, tapi, aku ingin memulai fic ini dengan bercerita tentang salah satu event di VG (Vocaloid Gakuen), B*llet o* B*llets— eh! S*O Challenge— eh! Salah lagi... gomenne, Qiya lagi ketagihan nonton S*O dan sedang galau nungguin season 3-nya (gak nanya). Event VG yang ingin Qiya bahas disini adalah 'Pertukaran Pelajar', atau nama kerennya Student Exchange, dan singkatan kece-nya, STEX.

"Eh, bukannya, STEX itu, vegetatif buatan, ya?" kali ini OC Qiya yang bego-bego menghanyutkan (maksudnya, tampang boleh bego, tapi IQ-nya 125, bray...) yang bernama Kawashima Go.

Itu, setek Go-kun. Aku lanjut narasi lagi, ya~~~

Sampai mana tadi?

Event STEX-nya kemana? Ooh... kemana-mana, ada yang ke Kon*hagak*re, A*ncr*d, L*ttl* G*rden, Shop District M*nek*nek*, de el el, de es beh... (rasanya, kalau pake nama negara terlalu elit :P)

Lalu, apakah, Rin dan Len mengikuti event tersebut? Hmm... tentu saja tidak (dibejek readers) iya, iya... mereka ikut, kok, mereka ikut... dan karena itu, mereka mengalami sebuah 'tragedi'.

-09.29 WC (Waktu Crypton)-

Di sebuah koridor, terdapat sesosok berambut blonde dikuncir buntut sapi karena kuda sudah saaaaaaangaaaaaaaaaaat mainstream (di-glare Len) sedang menggalau di depan jendela koridor. Matanya menerawang memandang gumpalan-gumpalan putih lembut yang biasa disebut dengan nama: AWAN

Lamunan pria shota alias Len itu terhenti, ketika sang kakak alias Rin menepuk pelan (baca: keras) bahu Len, dan membuat Len mengaduh kesakitan sambil berguling-guling di lantai koridor.

"Hoi! Jangan guling-guling dikoridor, AhOtouto1. Yang ikut STEX dicariin, ayo pergi" ajak Rin sambil menendang-nendang Len yang masih berguling-guling-ria.

"MOU, BakAneki2! Sakit tau!" omel Len yang masih kesakitan. Namun, tiba-tiba Len terdiam, memikirkan kalimat sang kakak. Sontak muka Len langsung merah padam. Tapi, ditepisnya pikiran nista yang menghampiri otaknya dengan cara menggeleng-gelengkan kepalanya. Dengan satu sentakan, Len berdiri menghadap sang kakak. Tanpa basa-basi, Len berbicara dengan sangat perlahan setelah mengorek kupingnya—memastikan kalau dia tadi salah dengar.

"BakAneki, tadi, lu bilang... STEX?" meluncurlah kalimat bernada polos seolah meminta penjelasan kenapa bumi itu bulat(?) *gak nyambung*.

"Ya iyalah... emang lu kira apa?"

Legalah hati Len, ternyata memang salah dengar.

"Hei! Tadi yang lu denger apa?" desak Rin yang sukses membuat Len menjadi putih merona tanpa harus memakai krim wajah p*nds.

"Gak, gak pa-pa, kok!" elak Len sambil berjalan cepat menjauhi Rin.

"AAAH! Yang lu denger pasti s*ks? Ya, kan! Ngaku aja, deh!" terka Rin yang sukses membuat Len jadi terbirit-birit menuju ruang guru untuk menghindari ledekan sang kakak

"URUSEEEE!"

"Woi! Tungguin, dong!"

Fin


APAAN NEH... kok, malah jadi ancur begini?

Duh... maapin Qiya, yah... Qiya dah, lama gak ngetik fic (tapi masih nulis fic dibuku tulis sampe dikejar-kejar teman yang ngamuk karena belum selesai 1 fic udah bikin yang lain #curcol)

1) AhOtouto: Panggilan 'sayang' Rin ke Len (dari kata 'Aho' dan 'Otouto').

2) BakAneki: Panggilan 'sayang' Len ke Rin (dari kata 'Baka' dan 'Aneki').

Yang di denger Len dari kata 'STEX' tadi adalah 'Seks', MOU... Len-kun ecchi!

Len: YANG ECCHI SIAPA?! INI KAN, YANG ASLINYA SALAH DENGER ITU ELO!

Tehee~ iya, sih... :P

Aslinya denger pengunguman dari pengeras suara, dan kata 'STEX' yang dikatakan sensei-nya Qiya malah kedengeran seperti 'S*ks'. Aduh... malunya~~~~~ (/) untung gak langsung blak-blakkan bilang: 'Hah? Yang s*ks dipanggil keruang guru?'. Kalau enggak, mati aku XP *curcol*

Rena: Terima kasih sudah membaca chapter satu-nya semoga suka dan jangan lupa tinggalkan review, tidak menerima kritik berbahasa flame karena Qiya-chan lumayan sensian :)

Gak pa-pa, flame juga gak masalah... tapi gak tau deh, habis itu jadi kayak mana ^^

See ya... #kissbye :*