Disclaimer: Masashi Kishimoto. Inspired by Van Helsing.

Nama pemuda itu Uzumaki Naruto. Dengan rambut pirang, mata biru, dan kulit coklat yang akan sangat mencolok di tengah kerumunan orang-orang. Sedang menempuh tahun keduanya di universitas. Naruto menguap lebar-lebar, tak peduli dirinya tengah menghadapi rektor universitasnya.

Sang rektor, seorang wanita awet muda bernama Tsunade, menatapnya tajam. Seorang pemuda seumuran Naruto yang terus tersenyum palsu berdiri di sisi Tsunade. Nama pemuda itu Sai. Ia tak memberikan tatapan tajam pada Naruto seperti yang Tsunade lakukan, tapi senyum palsunya sedikit membuat Naruto tak nyaman meskipun ia sudah terbiasa.

"Naruto," panggil Tsunade dengan nada memperingatkan.

Naruto menatapnya, dan menghela napas panjang. "Nenek," balas Naruto, berharap panggilan itu akan memancing emosi Tsunade sehingga ia bisa diusir keluar dari ruangan ini. Meskipun Tsunade terlihat seperti wanita berusia tiga puluhan, usia sebenarnya sudah nyaris enam puluh, dan wanita itu tidak suka dipanggil 'nenek', terutama oleh Naruto. Tapi usaha Naruto gagal. Tsunade tetap bergeming.

"Kita sedang membicarakan ketenangan arwah leluhurmu di sini, Naruto. Jangan main-main," ucap Tsunade kalem, namun tajam.

Naruto memutar bola matanya. Topik ini lagi. Membahas ketenangan arwah leluhur di ruang rektor mungkin merupakan topik yang sangat aneh, tapi bagi Naruto, ini adalah rutinitas hariannya.

Semuanya dimulai beribu-ribu tahun yang lalu, Naruto sendiri juga tidak begitu jelas kapan tepatnya—ia tidak menyukai sejarah, apalagi sejarah keluarganya. Intinya, pada zaman dahulu, buyut keluarga Uzumaki bersumpah untuk membasmi semua vampir di muka bumi sampai tidak tersisa, dan sampai sumpah itu diselesaikan, semua anggota keluarga Uzumaki tidak akan pernah bisa mati dengan tenang.

Naruto adalah anggota terakhir klan Uzumaki yang masih tersisa di era modern ini. Jadi, mau tak mau, ia harus menyelesaikan sumpah yang dibuat leluhurnya. Masalahnya adalah, Naruto merasa sumpah itu begitu konyol. Kenapa juga harus ia yang dibebani untuk melanjutkan sumpah itu? Itu semua terjadi di masa lalu, bukan urusannya. Toh ia sendiri tidak keberatan kalau tidak bisa mati dengan tenang dan jadi arwah gentayangan. Hitung-hitung menghantui Tsunade yang terus menggerecokinya mengenai masalah sumpah keluarga itu.

Sementara Tsunade sendiri, keluarganya sudah menjadi kerabat keluarga Uzumaki sejak begitu lama, sehingga ia juga merasa terbebani dengan sumpah itu. Ditambah lagi satu-satunya Uzumaki yang tersisa begitu ogah-ogahan dalam menyelesaikan misi. Ia merasa punya beban moral.

"Tugasmu tidak berat," ucap Tsunade lagi, tak bisa menyembunyikan nada putus asa dalam suaranya. Sudah setiap hari ia mencoba meyakinkan Naruto untuk menyelesaikan misinya, tapi ia selalu gagal. Bahkan ia sengaja menempatkan Naruto di universitasnya agar lebih mudah memantaunya. "Ayah dan ibumu sudah membunuh hampir semua vampir yang ada sebelum mereka meninggal. Mereka hanya menyisakan satu vampir saja untukmu. Apa kau tidak ingin melihat kedua orangtuamu tenang di alam sana?"

Naruto berdecak. "Nenek Tsunade, kalau mau menyalahkan orang, harusnya salahkan Kakek Buyut dong! Kalau ia tidak sok dan membuat sumpah konyol itu sejak awal, semua Uzumaki sudah tenang di alam baka!" Naruto mendengus kesal. "Lagipula hari gini masih berburu vampir? Pokoknya salahkan Kakek Buyut. Bukan aku."

Tsunade menarik napas panjang, berusaha meredam emosinya. Sai menyentuh pundaknya, menahannya kalau-kalau Tsunade memutuskan untuk bangkit berdiri dan melempar mejanya ke arah Naruto.

"Tinggal sedikit lagi, Naruto," Tsunade masih berusaha membujuk. "Hanya tinggal satu vampir lagi. Kau hanya tinggal mencari identitasnya, membunuhnya, dan selesai."

Melihat Naruto tidak menanggapi, Tsunade melanjutkan, "Kalau kau tidak mau membunuhnya demi keluargamu, setidaknya lakukan demi orang-orang yang dimangsa vampir itu secara brutal. Keberadaanya meresahkan, kau tahu? Dengan bakat alamimu sebagai Uzumaki, bukan tugas sulit untuk mencari tahu siapa vampir itu dan menghabisinya."

Naruto bangkit dari duduknya. "Aku sudah tahu siapa vampirnya kok," ucap Naruto santai, melangkah ke arah pintu ruangan.

Tsunademenatapnya dengan mata terbelalak. "Siapa?"

"Uchiha Sasuke," jawab Naruto sambil lalu, melangkah keluar ruangan begitu saja, bahkan tanpa menunggu respon dari Tsunade.


Uchiha Sasuke adalah seorang pemuda yang tampilannya sangat berkebalikan dengan Naruto. Rambutnya hitam, kulitnya pucat, dan nyaris minim ekspresi. Ia sudah berteman dengan Naruto sejak SMA, dan apartemen mereka sekarang hanya beda satu lantai.

Sasuke sudah menunggu Naruto di luar ruangan Tsunade ketika pemuda pirang itu keluar dengan tampang kusut. Sasuke mengiringinya berjalan ke arah kafetaria kampus.

"Akhirnya kau memberitahunya siapa vampir terakhir?" tanya Sasuke.

Naruto mengangguk.

"Apa reaksinya?"

"Entahlah. Aku keluar duluan."

Sasuke tidak bertanya lebih jauh. Ia dan Naruto, sudah bisa dibilang memiliki hubungan yang rumit sejak SMA. Dibilang bersahabat, tidak juga karena mereka sering sekali bertengkar bahkan kadang sampai membahayakan hidup. Tapi dibilang musuh juga bukan karena mereka sering menghabiskan waktu bersama-sama.

Naruto mengetahui identitas Sasuke sebagai vampir beberapa bulan setelah mereka bertemu. Hanya dari reaksi sekejap yang ditimbulkan Sasuke ketika jari Naruto berdarah terkena pinggiran kertas. Ketika Sasuke juga tahu bahwa Naruto berasal dari klan Uzumaki yang itu, ia sudah mengharapkan pertarungan yang sengit saat Naruto berusaha membunuhnya seperti saat anggota keluarga Naruto yang lain membantai keluarganya. Tapi dugaannya salah.

Dari situlah hubungan rumit mereka berawal, dan terus berlanjut sampai saat ini. Sebenarnya sudah cukup sering Sasuke membujuk Naruto untuk membunuhnya, tapi pemuda pirang itu tidak pernah mau. Bagaimanapun Sasuke sudah hidup cukup lama meskipun tampilannya masih seperti anak kuliahan. Seluruh klannya sudah mati di tangan Uzumaki. Ia sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Ia hanya merasa hampa dan bosan hidup. Bahkan ia sudah tidak bisa lagi mendendam pada satu-satunya Uzumaki yang tersisa.

"Tsunade membawa-bawa orang yang kau bunuhi akhir-akhir ini," Naruto kembali buka mulut setelah ia menghadapi nampan makan siangnya. Sasuke tidak makan makanan manusia.

Sasuke mengangguk-angguk paham. "Bisa dimengerti."

Naruto menodongkan garpunya ke arah wajah Sasuke sebagai reaksi. "Kau tahu, santap mereka semaumu, Sasuke. Aku bukan tipe orang naif yang sok pahlawan dan ingin menyelematkan seluruh dunia kok."

Sasuke menyingkirkan garpu Naruto dari wajahnya. "Bagaimana kalau korbanku berikutnya adalah kau?"

Naruto terkekeh, melanjutkan makan. "Pastikan aku mati dalam pose elit kalau begitu."


Tsunade duduk diam di ruangannya. Jari-jarinya mengetuk-etuk permukaan meja dengan gelisah. Ia mengenali Uchiha Sasuke sebagai teman Naruto sejak SMA, dan sekarang mereka sama-sama sekolah di universitasnya. Kalau benar Sasuke ini adalah vampir terakhir yang harusnya diburu Naruto, Naruto malah justru sudah menyembunyikan identitasnya selama bertahun-tahun, dan membiarkannya berkeliaran bebas begitu saja.

Lalu, kenapa juga Sasuke—yang pasti juga sudah tahu sejarah keluarga Naruto—diam-diam saja? Sasuke punya banyak kesempatan untuk menyerang Naruto kapanpun. Mereka sering sekali menghabiskan waktu berdua saja. Vampir takkan mungkin bisa menolak insting dasarnya sebagai pemangsa manusia, tapi kenapa Sasuke justru tidak pernah memanfaatkannya?

Spekulasi-spekulasi terus bermunculan di pikiran Tsunade, membuatnya makin frustasi. Tapi ia tahu ada satu hal penting yang harus ia prioritaskan untuk dipastikan. Wanita itu menoleh ke arah Sai yang sudah duduk di sisi lain ruangan.

"Ada sesuatu yang harus kau lakukan untukku," perintahnya.

Kalau dugaannya benar, ia mungkin akan bisa membasmi satu-satunya vampir yang tersisa, dan membebaskan keluarga Uzumaki dari kutukan mereka.

-tbc-

Kenapa vampir melulu? Well, despite what Stephenie Meyer has done, vampire is my favorite creature and I love Underworld saga so much. This story is originally written five or six years ago as a draft, when I still worship Kate Beckinsale as a badass vampire.

Seperti biasa, update setiap SENIN. Tapi tidak usah khawatir, nggak bakal sepanjang Devil's Pact kok.