You're Mine Tetsuya !

All Chara Kuroko no Basuke Belong to Tadatoshi Fujimaki

Romance, Drama

Waning: Typo, OOC, Yaoi dll

Kuroko tahu Ucapan Akashi itu mutlak. Tapi Ia tak mengerti dengan perintah Akashi yang menyuruhnya untuk pindah ke SMA Rakuzan dan meninggalkan Seirin. Lalu keadaan dimana Akashi menciumnya sepihak. Hey! Kuroko itu normal kan? Dan hal itu menjadi pertanyaan di benaknya.

Akashi Seijuurou X Kuroko Tetsuya

EnJOY!

Happy Reading

oOo

Pemuda bersurai biru itu- kini tengah asyik menonton pertandingan basket bersama teman-temannya di Seirin. Sebut saja, Kuroko Tetsuya yang kini tengah fokus menonton pertandingan antara Kaijo dan Yosen. Bahkan Tetsuya sampai tidak menyadari, jika pemuda bersurai merah dengan manik heterecome yang mengintimidasi dirinya tengah berdiri di samping Tetsuya. Jika saja Kagami tidak menyikut lengannya, sudah di pastikanTetsuya tidak akan menoleh sekali pun.

"Tetsuya." Suara baritone yang dingin menyapa pendengaran Tetsuya. Membuat sang pemilik surai biru langit itu menoleh ke sumber suara. Seketika saja, udara terasa sangat menipis. Tetsuya sulit untuk bernafas, dan mata bermanik aquamarine itu membulat ketika menatap Akashi Seijuurou- Sang kapten dari Rakuzan berdiri di sampingnya.

"E-eh, A-akashi-kun. Do-domo." Suara Tetsuya tercekat ketika menatap Seijuurou. Sudah tiga bulan sejak pertandingan Seirin dan Rakuzan, Kuroko tidak melihatnya lagi.

"Ikut aku." Ucapannya terdengar mutlak bagi Tetsuya. Kemudian ia bisa melihat Seijuurou berbalik, mengisyaratkan agar Tetsuyamengikutinya. Sementara Tetsuya masih diam di tempat mencerna apa yang di katakan Seijuurou. Untuk apa Seijuurou memanggilnya?

"Kuroko tak akan ikut denganmu." Suara Kagami memecah keheningan di sekitar mereka. Membuat sang Kapten dari Rakuzan itu kembali menoleh dan menatap Kagami dengan pandangan merendahkan.

"Tetsuya, cepatlah."

Suara dingin dari Seijuurou, membuat Tetsuya kembali sadar. Ia tahu perkataan pemuda itu tidak bisa di tolak. Tentu saja, perkataan Akashi Seijuurou itu ABSOLUT! Tetsuya tidak ingin ada perkelahian antara Kagami dan Seijuurou. Jadi ia mulai berdiri dan menatap teman setimnya di Seirin yang sejak tadi diam melihat interaksi antara Tetsuya dan Sang Kapten Rakuzan.

"Kuroko, kau tidak boleh pergi dengannya."

"Aku tak akan lama Kagami-kun." Tetsuya tersenyum pelan, setelah itu Ia mulai berbalik dan mengikuti Seijuurou yang berjalan di depannya.

oOo

Kini mereka berada di belakang stadium olahraga. Tetsuya masih saja terdiam dan menatap heran Seijuurou yang kini menatapnya intens.

"Akashi-kun, sebenarnya ada apa?" Tetsuya memiringkan sedikit kepalanya, Ia benar-benar tidak mengerti dengan Seijuurou yang ada di depannya. Sementara Seijuurou hanya menyunggingkan sedikit senyumnya- ah bukan- pemuda bersurai crimson itu menyeringai sambil mendekat ke arahnya. Membuat Tetsuya dengan refleks memundurkan tubuhnya, sehingga Ia menabrak tembok, dan Seijuurou sudah memenjarakan tubuh mungilnya dengan lengannya. Tatapan mata Seijuurou begitu mengintimidasi, seakan menguliti tubuh pemuda bersurai biru itu hidup-hidup.

"Masuklah ke SMA Rakuzan. Pindah ke Kyoto bersamaku."

"E-eh?" Tetsuya semakin tak mengerti dengan apa yang di ucapkan Seijuurou. Rakuzan? Itu tidak mungkin! Ia sudah nyaman berada di Seirin dan juga teman-temannya.

"Aku bilang pindah ke Rakuzan, apa kau tuli ?" suara dingin dari Seijuurou membuat Tetsuya menatapnya. Tatapan Seijuurou seakan menghipnotisnya untuk mengangguk dengan cepat. Tapi Tetsuya masih ingat dengan teman-temannya. Ia tak akan dengan mudah menuruti perkataan Seijuurou.

"Aku tidak mau Akashi-kun." Rahang Seijuurou mengeras ketika mendengar penolakan dari Tetsuya. Tangannya, kini bergerak untuk mencengkram dagu Tetsuya agar tatapan pemuda itu tetap fokus ke arahnya.

"Kau tahu? Perkataanku itu mutlak. Aku tak menerima penolakan. " Seijuurou mendekatkan wajahnya ke arah Tetsuya. Sehingga Ia bisa merasakan hembusan nafas tak berarturan milik Tetsuya yang menggelitik wajahnya.

"Maaf Akashi-kun, aku tidak bisa. Aku tak mau meninggalkan Seirin. Sekarang kita sudah berjalan masing-masing, dan aku bukan lagi bagian dari tim yang di pimpin olehmu." Tetsuya mengucapkan itu dengan lancar, walaupun sebenarnya jantungnya berpacu dua kali lipat dari seharusnya. Ia benar-benar tak suka perasaan aneh yang menggelitik ini jika dekat dengan Seijuurou. Apalagi dengan jarak yang sangat dekat ini, sehinga Tetsuya bisa mencium wangi citrus bercampur mint milik Seijuurou dari dekat.

Seijuurou terdiam ketika kembali mendengar penolakan yang keluar dari mulut Tetsuya. Seringaian menakutkan, kembali menghiasi wajah tampannya. Membuat Tetsuya bergidik ngeri menatap Seijuurou yang seperti ini. Perasaan ini. Ia benar-benar mengenalnya. Orang yang di depannya lagi bukan lagi Seijuurou yang Ia kenal dengan baik. Pemuda berambut merah yang ada di depannya ada bagian gelap dari diri Akashi Seijuurou.

"Apa kau menyukai cara kasar agar kau menuruti apa yang aku perintahkan?" Suara baritone itu terdengar mengancam di telinga Tetsuya. "Aku bisa saja menghancurkanmu detik ini juga jika kau tidak menurutiku."

TubuhTetsuya menegang ketika mendengarnya. Ia tak suka dengan Seijuurou yang ada di hadapannya ini. Ia takut dengan pemuda itu. Dengan tangan gemetarnya, Tetsuya mencoba mendorong tubuh Seijuurou agar menjauh dan melepaskan kungkungannya. Tapi nihil, usaha itu sia-sia. Sang kapten Rakuzan bahkan tak bergeming dari posisinya sejak awal.

"A-akashi-kun, lepaskan aku." Seijuurou kembali menyeringai mendengar permintaan Tetsuya. Kini Ia semakin menunduk, agar wajahnya bisa sejajar dengan Tetsuya. Seijuurou memiringkan kepalanya, dan dalam hitungan detik ini semua terjadi.

Cup

Akashi Seijuuro mengecup pelan bibir Kuroko Tetsuya yang kini membelalakan manik aquamarine miliknya yang masih mencerna apa yang tengah terjadi. Tubuh Tetsuya menegang, ketika Seijuurou menarik tubuhnya sehingga pemuda bersurai merah itu memeluknya tanpa melepaskan ciuman sepihaknya yang membuat Tetsuya tak bisa melakukan apa-apa. Seolah terkena hipnotis, Tetsuya hanya diam dan menatap Seijuurou yang kini sudah melepaskan ciumannya. Tanpa berniat untuk melepaskan pelukannya pada tubuh mungil Tetsuya.

"Turuti perintahku Tetsuya." Suara Seijuurou, seakan menyadarkanTetsuya yang masih kaget dengan apa yang kapten Rakuzan lakukan padanya. Wajah Tetsuya memerah sempurna, ketika menyadari Seijuurou masih memeluknya dengan erat. Ah- ini salah!

"K-kau gila A-akashi-kun." dengan terbata dan kegugupan yang melanda dirinya. Tetsuya mencoba mendorong tubuh Seijuurou dengan kekuatan lengannya. Well, dan usahanya berhasil. Seijuurou terdorong beberapa senti, sehingga Ia terpaksa harus melepaskan pelukannya pada Tetsuya.

"Cih," Seijuurou mendecih tak suka, kemudian Ia menarik Tetsuya kembali, sehingga pemuda bermanik aquamarine itu mendekat ke arahnya.

"Kau tak bisa menolakku Tetsuya. Jika kau kembali menolakku, kau akan tahu apa akibatnya nanti." Ucap Seijuurou dengan nada datar dan mengintimidasi miliknya. Tangannya kini bergerak untuk mengelus pipi Tetsuya yang terasa sangat lembut di tangannya. Sementara Kuroko Tetsuya masih tak mengerti dengan apa yang terjadi pada tubuhnya yang tak merespon untuk segera mendorong tubuh Seijuurou dan segera berlari kabur menjauh. Sungguh, Tetsuya ingin segera pergi menjauh dan tak ingin lagi berurusan dengan Seijuurou yang membuat perasaannya tak karuan.

"Jika kau jawab ya, maka aku akan melepaskanmu. Jika kau kembali menolakku, kau tak akan tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Aku akan menghancurkanmu."

Tetsuya kembali sadar, dengan sisa usahanya untuk menolak apa yang di inginkan Seijuurou. Tetsuya kembali mendorong tubuh Seijuurou, dan menatap pemuda itu dengan datar.

"Aku tak akan pernah menurutimu lagi Akashi-kun." danTetsuya berhasil lepas dari kungkungan Seijuurou, lalu segera pergi menjauh dari pemuda bersurai merah itu dengan jantung yang kini berdetak tak normal.

"Kau akan menyesal ."

To be Continued ^^

Hehe, saya baru disini, dan mencoba membuat FF AkaKuro. Salam kenal minna-san ^^

Mind To Review?

Sign

Astia Morichan ^^