Anne Garbo

Cium Tangan

Disclaimer :Kuroko no Basukemilik Fujimaki Tadatoshi

Warning : peringatan warna warni ada disini. Tapi yang paling saya ingatkan adalah

Saat anda menemukan ranjau typo, dimohon agar jangan diinjak

Selama pengalamannya mengajar di sekolah dasar Teiko, Furihata Kouki mengadakan penelitian kecil-kecilan mengenai kebiasaan anak-anak yang makin lama makin aneh saja. Misal kebiasaan mencium tangan. Tiap kali membubarkan kelas, di sekolah ini dibiasakan untuk mencium tangan gurunya, untuk mengajarkan sopan santun kepada orang yang lebih tua.

Awal-awal anak-anak itu mencium tangan dengan benar. Hidung dan bibir mereka sekilas menyentuh punggung tangan Furihata. Kemudian makin lama, anak-anak itu memindahan salam cium tangan itu ke pipi. Entah mendapat teladan dari mana itu. Mulanya satu, kemudian yang lain mengikuti. Ada lagi yang memberilan salam cium tangan yang diletakkan di puncak kepala. Furihata geleng-geleng melihat mereka.

Tapi diantara semua perubahan kebiasaan aneh anak-anak dalam cium tangan, ada satu anak yang paling membuat Furihata geleng-geleng.

Anak kelas enam berambut merah itu menghampirinya kemudian mengambil tangan kanannya. Dikecupnya punggung tangan yang dua kali lebih besar dari tangannya itu dalam kecupan lembut namun dalam. Lama hingga tidak mungkin dilepaskan kalau belum memasuki hitungan ke-5. Lalu diakhiri dengan suara decakan "Muach" keras-keras.

"Saya mohon pamit wahai putri kebijaksanaan yang kucintai. Janganlah merasa kesepian karena kakanda akan kembali esok pagi-pagi sekali," ucap anak bernama Akashi Seijuuro dengan memamerkan senyum yang – Ya Tuhan, senyum itu tidak sesuai dengan usianya.

Furihata terpaku di tempat. Dia tidak akan pernah terbiasa dengan tingkah anak yang satu ini. Mau berapa kalipun hal ini terulang di tiap siang harinya. Ada saja kata-kata aneh yang anak itu ucapkan. Kali ini Furihata berpikir keras darimana anak itu mengutip kalimat tadi.